p-Index From 2021 - 2026
3.845
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Reaktor CHEMICA Jurnal Teknik Kimia JUIMA : Jurnal Ilmu Manajemen Prosiding Semnastek Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Jurnal Riset Akuntansi Terpadu Sari Pediatri Paediatrica Indonesiana JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN INDONESIA Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JIM UPB (Jurnal Ilmiah Manajemen Universitas Putera Batam) Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Jurnal Mina Sains Eksis: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Jurnal Sains Sosio Humaniora Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Jurnal Maksipreneur: Manajemen, Koperasi, dan Entrepreneurship Jurnal Dedikasi Pendidikan Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Procuratio : Jurnal Ilmiah Manajemen Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Jurnal Ekonomi dan Bisnis Dharma Andalas Journal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia Jurnal Eduscience (JES) Jurnal Inovasi Ekonomi Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) Majalah Ilmiah Matematika dan Statistika (MIMS) Jurnal Daya Mas : Media Komunikasi dan Informasi Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti (JAICB) JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Bisnis Net : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Relativitas : Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA) INVOICE : JURNAL ILMU AKUNTANSI Jurnal Luminous: Riset Ilmiah Pendidikan Fisika Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat JAKA (Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Auditing) Journal of Fibers and Polymer Composites Edu Sosial : Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Joong-Ki
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Masalah Kesehatan dan Tumbuh Kembang Pekerja Anak Jalanan di Jakarta Fransisca Handy; Soedjatmiko Soedjatmiko
Sari Pediatri Vol 5, No 4 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp5.4.2004.138-44

Abstract

Pekerja anak jalanan sama sekali bukan merupakan pemandangan asing di IbukotaJakarta. Mereka merupakan komunitas anak yang cukup besar dengan berbagaimasalah kompleks yang belum dapat diatasi hingga kini. Masa kanak-kanak yangseharusnya diisi dengan belajar dan bermain agar proses tumbuh kembangberlangsung optimal, justru dihadapkan pada berbagai risiko yang dapatmembahayakan kesehatan dan tumbuh kembang mereka.Bekerja tidak selalu berdampak negatif, namun cukup banyak bahaya yang harus merekahadapi. Berkurangnya partisipasi mereka dalam pendidikan karena harus bekerja, risikomengalami kecelakaan lalu lintas, adanya polusi udara, jam kerja yang panjang, paparanterhadap perilaku sosial yang tidak baik, hingga paparan terhadap perlakuan salah, baiksecara fisik, seksual, maupun emosional; merupakan potensi nampak negatifSurvai atau penelitian yang ada sejauh ini telah memberikan gambaran umum mengenaistatus kesehatan mereka berdasarkan keluhan kesehatan yang dialami dalam 30 hariterakhir dan status gizi. Namun belum ada data mengenai korelasi antara status kesehatanmereka dengan faktor risiko yang mereka hadapi sebagai pekerja anak jalanan. Gangguanperkembangan kognitif merupakan aspek yang banyak dibahas, penelitian di Afrikamendapatkan rendahnya kemampuan membaca dan matematika pada pekerja anak.
Uji Klinis Tersamar Acak Ganda Pemberian Parasetamol Pasca Imunisasi DTwP-Hep B-HIB Abdullah Reza; Teny Tjitra Sari; Hindra Irawan Satari; Soedjatmiko Soedjatmiko; Kemas Firman
Sari Pediatri Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.178 KB) | DOI: 10.14238/sp19.1.2017.20-4

Abstract

Latar belakang. Demam, pengurangan waktu tidur, nyeri, dan reaksi lokal adalah beberapa kejadian ikutan pasca imunisasi. Untuk mencegah hal tersebut, profilaksis parasetamol pasca imunisasi diberikan oleh tenaga medis maupun orang tua. Peraturam Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan Pedoman Imunisasi IDAI belum menetapkan secara tegas boleh atau tidaknya pemberian profilaksis parasetamol pasca imunisasi.Tujuan. Mengetahui efektivitas pemberian profilaksis parasetamol oral untuk mencegah kejadian ikutan pasca imunisasi kombinasi DTwP-Hep B-Hib.Metode. Uji klinis tersamar acak ganda (double blind randomized control trialI) dengan pemberian parasetamol dan plasebo pada pasien pasca imunisasi kombinasi DTwP-Hep B-Hib di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dan Kelurahan Batu Ampar selama September 2015 sampai Oktober 2015. Satu hari pasca imunisasi, kelompok perlakuan diberikan parasetamol (40-50 mg/kgBB/hari) yang terbagi empat dosis, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan plasebo. Selama empat hari pasca imunisasi dilakukan pengukuran suhu aksila, lama tidur, dan reaksi inflamasi lokal.Hasil. Subjek terdiri atas 100 bayi yang mendapatkan imunisasi kombinasi DTwP-Hep B-Hib ketiga. Karakteristik dasar meliputi usia, jenis kelamin, dan status gizi tidak berbeda di kedua kelompok. Subjek penelitian mendapatkan profilaksis parasetamol (50 subjek) dan profilaksis plasebo (50 subjek). Seluruh subjek penelitian tidak demam, tidak mengalami gangguan tidur, dan tidak ditemukan reaksi lokal. Pemberian parasetamol 24 jam pasca imunisasi DTwP-Hep B-Hib menunjukkan penurunan suhu 0,1OC - 0,2OC yang bermakna secara statistik (p<0,05) pada 24 jam pertama pasca imunisasi. Pemberian parasetamol menunjukkan waktu tidur yang lebih lama, tetapi tidak bermakna secara statistik (p>0,05) pada lama tidur. Kesimpulan. Pemberian parasetamol profilaksis pasca imunisasi DTwP-Hep B-Hib selama satu hari dapat menurunkan suhu tubuh pada 24 jam pasca imunisasi.
Kejadian Luar Biasa Hepatitis A di SMPN-259 Jakarta Timur Hanifah Oswari; Tuty Rahayu; Julfina Bisanto,; Soedjatmiko Soedjatmiko
Sari Pediatri Vol 6, No 4 (2005)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp6.4.2005.172-5

Abstract

Infeksi virus hepatitis A (VHA) ditularkan melalui transmisi fekal-oral, dan merupakanmasalah di banyak negara, termasuk Indonesia. Bila terjadi pada anak usia sekolah akanmempengaruhi proses belajar dan membutuhkan pengeluaran biaya untuk perawatan.Tujuan penelitian ini untuk menentukan attact rate, penyebab, serta gejala penyakitpada Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis akut di SMPN-259 Jakarta Timur. Penelitianini bersifat prospektif observasional. Pada hasil penelitian didapatkan jumlah muridseluruhnya 1420 orang (usia 12-16 tahun), 1157 orang mengisi kuesioner yang dibagikan.Dari kuesioner didapatkan attack rate penyakit adalah 38,5 % terdiri dari kelas I 165/442 (37,3 %), kelas II 94/338 (27,8 %), kelas III 187/377 (49,6 %). Murid yangmemerlukan perawatan di rumah sakit 19/1157 (4,3 %). Tidak didapatkan murid yangmeninggal (crude fatality rate = 0). Pengambilan sampel dilakukan secara random padakelompok murid yang sakit dengan hasil sebagai berikut: IgM anti HAV positif 38/45(84,4 %) pada murid sakit yang tidak dirawat inap, dan 14/16 (87,5 %) pada muridsakit yang dirawat inap. Gejala klinis pada subyek dengan IgM anti HAV (+) meliputiurin gelap 67 %, lemah 57,7 %, demam 50 %, muntah 48 %, anoreksia 48 %, nyeriperut 46 %, kuning 36,5 %, diare 25 %, dan mialgia 19,2 %. Terdapat 51,6% subyekdengan IgG antiHAV positif pada kelompok subyek yang tidak sakit. Kesimpulan attackrate KLB hepatitis akut di SMPN-259 Jakarta adalah 38,5 % semua anak sembuh 0%.Penyebab KLB hepatitis akut terbukti adalah VHA
Efektivitas Seminar pada Perubahan Sikap Ibu dalam Pemberian Dukungan Nutrisi dan Stimulasi selama Pemantauan Tumbuh Kembang Soedjatmiko Soedjatmiko; Hartono Gunardi; Rini Sekartini; Bernie Endyarni Medise; Ikhsan Johnson; Yulianti Wibowo; Ray Wagiu Basrowi
Sari Pediatri Vol 19, No 4 (2017)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.597 KB) | DOI: 10.14238/sp19.4.2017.201-8

Abstract

Latar belakang. Kualitas tumbuh kembang balita ditentukan oleh nutrisi, kasih sayang, stimulasi, dan perlindungan terhadap penyakit. Ibu sebagai pengasuh utama anak berperan penting mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga harus memiliki sikap yang baik tentang pemantauan tumbuh kembang saat kunjungan ke tenaga kesehatan. Peningkatan pengetahuan Ibu dapat dilakukan dengan edukasi dan pelatihan.Tujuan. Menganalisis efektivitas seminar pada perubahan sikap ibu dalam pemberian dukungan nutrisi dan stimulasi selama pemantauan tumbuh kembang. Metode. Penelitian desain potong lintang dengan kuesioner pre dan post intervensi dilakukan pada ibu dengan balita. Perubahan sikap ibu dievaluasi dalam pemantauan tumbuh kembang anaknya. Intervensi berupa seminar mengenai kesehatan anak yang diadakan di 6 kota besar di Indonesia dengan purposive sampling peserta yang mengisi lengkap kuesioner. Analisis data digunakan metode paired T-test dalam software IBM SPSS statistics versi 22.Hasil. Terdapat 617 ibu yang mengisi lengkap kuesioner yang diberikan dalam seminar. Terjadi peningkatan yang bermakna (beda mean -0,15±0,26;95%CI -0,17sampai-0,13; p<0,001) pada rerata skor sikap ibu setelah mengikuti seminar yang diadakan oleh peneliti. Sumber informasi yang penting dan berkesan, antara lain, televisi, gawai, media sosial, tenaga kesehatan, dan seminar oleh tenaga kesehatan. Kesimpulan. Pemberian seminar oleh tenaga kesehatan mengubah sikap ibu pada pengasuhan anak selama pemantauan tumbuh kembang dengan efektif (p<0,001).
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Antigen Vi Polisakarida Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Antigen Vi Polisakarida Kapsular Hartono Gunardi; Soedjatmiko Soedjatmiko; Rini Sekartini; Jeane Roos Ticoalu
Sari Pediatri Vol 3, No 3 (2001)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.667 KB) | DOI: 10.14238/sp3.3.2001.125-8

Abstract

Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Upaya pencegahan meliputi perbaikan sanitasi lingkungan, higiene perorangan, persiapan makanan yang baik dan pemberian vaksin. Baik vaksin tifoid peroral maupun parenteral dapat mencegah gejala klinis demam tifoid. Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) vaksin antigen Vi polisakarida kapsuler pada anak Indonesia belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui KIPI vaksin antigen Vi polisakarida kapsuler pada anak Indonesia. Metode. Penelitian deskriptif potong-lintang dilakukan pada anak Indonesia sehat umur 2-5 tahun yang mengunjungi Klinik Tumbuh Kembang Utan Kayu pada Juli 2000 atau Klinik Dokter Keluarga Kiara pada Agustus 2000. Digunakan vaksin antigen Vi polisakarida kapsuler (typhim-Vi) dalam kemasan 10 ml. Penyuntikan 0,5 ml vaksin dilakukan oleh dokter Peserta Pendidikan Spesialis Anak pada paha bagian anterolateral dengan menggunakan semprit steril sekali pakai. KIPI dimonitor dengan menggunakan formulir KIPI Departemen Kesehatan. Hasil. Dari 198 anak yang divaksinasi, KIPI yang berhasil dipantau 174 (87,9%) anak. Gejala klinis KIPI yang ditemukan adalah nyeri pada tempat suntikan (44,8%), demam > 38,5∞ C (14,4%), indurasi (9,2%), dan muntah (0,6%). Kesimpulan. KIPI vaksin antigen Vi polisakarida kapsuler penelitian ini cukup komparabel dengan penelitian lain dalam hal demam. Bengkak dan indurasi lebih tinggi dibanding penelitian lain. Hal yang mungkin berperan adalah vial multidosis yang rentan terhadap timbulnya kontaminasi.
Jadwal Imunisasi Anak Usia 0 – 18 tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia 2017 Hartono Gunardi; Cissy B. Kartasasmita; Sri Rezeki Hadinegoro; Hindra Irawan Satari; Soedjatmiko Soedjatmiko; Hanifah Oswari; Hardiono D Pusponegoro; Jose R Batubara; Arwin AP Akib; Badriul Hegar; Piprim B Yanuarso; Toto Wisnu Hendrarto
Sari Pediatri Vol 18, No 5 (2017)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.754 KB) | DOI: 10.14238/sp18.5.2017.417-22

Abstract

Ikatan Dokter Anak Indonesia melalui Satuan Tugas Imunisasi mengeluarkan rekomendasi Imunisasi IDAI tahun 2017 untuk menggantikan jadwal imunisasi sebelumnya. Jadwal imunisasi 2017 ini bertujuan menyeragamkan jadwal imunisasi rekomendasi IDAI dengan jadwal imunisasi Kementerian Kesehatan RI khususnya untuk imunisasi rutin. Jadwal imunisasi 2017 juga dibuat berdasarkan ketersediaan kombinasi vaksin DTP dengan hepatitis B seperti DTPw-HB-Hib, DTPa-HB-Hib-IPV, dan dalam situasi keterbatasan atau kelangkaan vaksin tertentu seperti vaksin DTPa atau DTPw tanpa kombinasi dengan vaksin lainnya. Hal baru yang terdapat pada jadwal 2017 antara lain: vaksin hepatitis B monovalen tidak perlu diberikan pada usia 1 bulan apabila anak akan mendapat vaksin DTP-Hib kombinasi dengan hepatitis B; bayi paling sedikit harus mendapat satu dosis vaksin IPV (inactivated polio vaccine) bersamaan (simultan) dengan OPV-3 saat pemberian DTP-3; vaksin DTPw direkomendasikan untuk diberikan pada usia 2,3 dan 4 bulan. Hal baru yang lain adalah untuk vaksin influenza dapat diberikan vaksin inaktif trivalen atau quadrivalen, vaksin MMR dapat diberikan pada usia 12 bulan apabila anak belum mendapat vaksin campak pada usia 9 bulan. Vaksin HPV apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan; respons antibodi setara dengan 3 dosis. Vaksin Japanese Encephalitis direkomendasikan untuk diberikan mulai usia 12 bulan pada daerah endemis atau pada turis yang akan bepergian ke daerah endemis. Vaksin dengue direkomendasikan untuk diberikan pada anak usia 9-16 tahun dengan jadwal 0, 6, dan 12 bulan. Dengan pemberian imunisasi sesuai rekomendasi, diharapkan anak-anak Indonesia terlindungi dari penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi. 
Penilaian Early Language Milestone Scale 2 (Elm Scale 2) Pada Anak dengan Keterlambatan Bicara Martira Maddeppungeng; Soedjatmiko Soedjatmiko
Sari Pediatri Vol 9, No 2 (2007)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.509 KB) | DOI: 10.14238/sp9.2.2007.93-100

Abstract

Latar belakang. Kemampuan berbahasa merupakan indikator seluruh perkembangTujuan Penelitian. Mendapatkan gambaran umum pada anak dengan keterlambatan bicara/bahasa denganmenggunakan ELM scale 2.Metode. Penelitian deskriptif potong lintang dilakukan pada 49 anak berusia 1-36 bulan denganketerlambatan bicara di Poliklinik Tumbuh Kembang RSUP Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RSIAHermina Bekasi, pada bulan September sampai Desember 2006.Hasil. Persentase anak dengan gangguan bicara ekspresif 22 (44,9%). Berdasarkan nilai persentil skor,terbanyak 30 (61,2%) mempunyai nilai basal pada auditori ekspresif < 2, dan 19 (38,8%) yang mempunyainilai persentil skor 2-98. Walaupun nilai ini berada pada rentang skor 2-98, anak yang mempunyai persentilskor 2,5,10 tetap didapatkan fail menurut umur pada rentang 75-90%( non critical item) penilaian ELMscale 2. Hal ini masih lebih baik dibanding jika anak mempunyai nilai skor standar <2 dengan keterlambatanjauh di bawah normal untuk umur yang sama.Kesimpulan. Dengan penilaian ELM scale 2 pada anak keterlambatan bicara, dapat jelas terlihatketerlambatan terjadi pada sektor Auditori Ekspresi (AE), Auditori Reseptif (AR) atau Visual. Point skoryang rendah pada Auditori Reseptif merupakan petunjuk perlunya pemeriksaan pendengaran pada anakketerlambatan bicara
Rekomendasi Satgas Imunisasi Sri Rezeki S Hadinegoro; Soedjatmiko Soedjatmiko
Sari Pediatri Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.154 KB) | DOI: 10.14238/sp8.1.2006.84-92

Abstract

Menghadapi masalah kesehatan anak dunia, Indonesia tidak dapat berdiam diri namunharus turut berpartisipasi aktif. Pakar WHO menegaskan bahwa dalam upaya pencegahanpenyakit infeksi, dua hal yang harus menjadi perhatian utama ialah penyediaan air bersihdan imunisasi. Munculnya resistensi antibiotik pada beberapa mikroorganisme, keadaanimunokompromais, peningkatan kesehatan anak dengan risiko tinggi, telah memicupara ahli memalingkan arah untuk mencapai upaya pencegahan yang paripurna. Dalamsatu dasa warsa terakhir, imunisasi telah mengalami perkembangan yang sangat pesatseiring dengan kemajuan teknik rekayasa genetika dan biomolekuler. Masuknya vaksinbaru sebagai hasil teknologi modern yaitu vaksin influenza trivalen (TIV) dan vaksinpneumokokus (PCV7) memerlukan panduan penggunaannya yang dituangkan dalamRekomendasi Satgas Imunisasi IDAI.
Penilaian Perkembangan Bayi Risiko Tinggi dan Rendah pada Usia 3 dan 6 Bulan dengan Instrumen Bayley Scales of Infant and Toddler DevelopmentEdisi III Rini Purwanti; Imral Chair; Soedjatmiko Soedjatmiko
Sari Pediatri Vol 14, No 1 (2012)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp14.1.2012.24-9

Abstract

Latar belakang. Enam bulan pertama kehidupan merupakan kesempatan emas untuk melakukan deteksi dini gangguan tumbuh kembang. Bayi risiko tinggi (risti) merupakan kelompok yang rentan terhadap keterlambatan perkembangan. Contoh instrumen penilaian perkembangan yang terbaru adalah Bayley scales of infant and toddler developmentEdisi III (Bayley III).Tujuan.Mengetahui gambaran keterlambatan perkembangan bayi risiko tinggi dan rendah pada usia 3 dan 6 bulan.Metode. Penelitian kohort prospektif dilakukan terhadap bayi risti yang mendapat perawatan di Unit Neonatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan bayi risiko rendah di empat Posyandu serta Poliklinik Tumbuh Kembang RSCM selama periode Mei – Desember 2010. Penilaian perkembangan dilakukan dengan instrumen Bayley III pada usia koreksi 3 dan 6 bulan. Hasil. Proporsi laki-laki lebih banyak pada kedua kelompok. Proporsi gagal tumbuh pada kelompok risti lebih banyak dan meningkat pada usia 6 bulan (20,6% vs 3,6%). Median nilai komposit pada area area kognitif dan motorik lebih rendah untuk bayi risti (p<0,05). Risiko relatif gangguan perkembangan untuk area kognitif, komunikasi, motorik dan adaptif pada usia 6 bulan adalah 3,1 (IK95% 1,29-7,91), 3,5 (IK95% 1,4-11,7), 4,1 (IK95% 1,5-11,5), dan 4 (IK95% 1,23-135). Jumlah morbiditas berpengaruh terhadap kejadian keterlambatan di seluruh area pada usia 6 bulan (p<0,05). Kesimpulan. Perkembangan bayi risti di area kognitif dan motorik pada usia 3 dan 6 bulan terlambat. Risiko keterlambatan perkembangan lebih jelas terlihat pada usia yang lebih tua. Banyaknya morbiditas perinatal mempengaruhi derajat keterlambatan.
Gambaran Bullying dan Hubungannya dengan Masalah Emosi dan Perilaku pada Anak Sekolah Dasar Soedjatmiko Soedjatmiko; Waldi Nurhamzah; Anastasia Maureen; Tjhin Wiguna
Sari Pediatri Vol 15, No 3 (2013)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp15.3.2013.174-80

Abstract

Latar belakang. Prevalensi bullying pada anak SD di Indonesia belum diketahui.Tujuan. Mengetahui gambaran dan prevalensi bullying, pemahaman pelajar mengenai istilah bullying, hubungan antara status bullying dengan masalah emosi, dan perilaku serta prestasi akademis.Metode. Penelitian potong lintang dengan subyek pelajar SD kelas V usia 9-11 tahun di SDN Cikini 02 Pagi dan SDS Tunas Bangsa pada bulan Oktober 2011. Bullying dinilai menggunakan Olweus Bully/Victim Questionnaire yang dimodifikasi, sedangkan masalah emosi dan perilaku dideteksi menggunakan self-report Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Prestasi akademis dinilai berdasarkan nilai rapor tengah semester.Hasil. Penelitian dilakukan pada 76 subyek dan didapatkan prevalensi bullying 89,5%. Tidak terdapat perbedaan jenis kelamin pada subyek yang terlibat dalam bullying. Sebagian besar subyek yang terlibat bullying berusia >9 tahun. Subyek dengan status sosio-ekonomi rendah cenderung menjadi korban, sedangkan subyek dengan status sosio-ekonomi menengah dan tinggi cenderung menjadi korban sekaligus pelaku. Tipe bullying tersering adalah fisik. Pelaku bullying terbanyak adalah teman sebaya. Bullying paling sering terjadi di ruang kelas pada waktu istirahat sekolah. Dampak bullying jangka pendek tersering yang dialami korban adalah perasaan sedih. Sebagian besar korban melaporkan bullying yang dialaminya kepada orang lain. Hanya 22% subyek yang mengetahui istilah bullying dengan tepat. Tidak didapatkan hubungan antara status bullying dengan masalah emosi dan perilaku maupun prestasi akademis.Kesimpulan. Prevalensi bullying pada murid kelas V SDN Cikini 02 Pagi dan SDS Tunas Bangsa 89,5%. Pemahaman tentang istilah bullying pada anak SD di Jakarta Pusat rendah. Tidak didapatkan hubungan antara status bullying dengan masalah emosi dan perilaku maupun prestasi akademis.
Co-Authors Abdul Latief Abdul Latief Abdullah Reza Afreni Hamidah Agus Aktawan, Agus Agus Firmansyah Agus Firmansyah Agus Firmansyah Agus Ramli Alwi Alwi Alwi Alwi Amal Fatullah Randy Aman B. Pulungan Anastasia Maureen Ari Prayitno Arif Trihandoyo Aris Munandar Arwin AP Akib Arwin AP Akib Aryono Hendarto Badriul Hegar Bambang Tridjaja AAP, Bambang Tridjaja Bernie Endyarni Medise Cissy B Kartasasmita Cissy B. Kartasasmita Cissy B. Kartasasmita Dadi Suyoko Damayanti Rusli Sjarif Darmawan B. Setyanto Desyandri Desyandri Dominicus Husada Dwi Astri Ayu Purnama Dwi Fachri Harahap Dwi Prasetyo Dwi Prasetyo Dwi Putro Widodo Effie Koesnandar Elfan Muhamad Alfarizi Elina Waiman Emerensiana Ngaga Emiliana Metan Meolbatak Endah Yaodah Kodratila Endang Windiastuti Enggar Diah Puspa Arum Evi Adriani Evita Anggereini Fajarna, Farah Fajrul Wahdi Ginting Fajrul Wahdi Ginting Faradhilla Faradhilla Faradhillah Farrah Fadhillah Hanum Febrini Agasani Fitrianingsih Amalo Frans Yosep Sitepu Fransisca Handy Frengky Tedy Frieda Handayani Kawanto Frieda Handayani Kawanto Gatot Irawan Sarosa Gatot Irawan Sarosa Halimatus Sakdiah Hanifah Mutiah Hanifah Oswari Hanifah Oswari Hardiono D Pusponegoro Hartono Gunardi Hartono Gunardi Hartono Gunardi Hartono Gunardi Hartono Gunardi Hartono Gunardi Hartono Gunardi Helmi Purnama Herlina Herlina Hindra Irawan Satari Ignatius Pricher Agung Nirwanto Samane Ihat Sugianti Ikhsan Johnson Ikhsan Johnson Ilham Mufandi Imam Mukhlash Imral Chair Indra Permana Intan Dwi Isparulita Intisari Haryati Irawan Mangunatmadja Ismoedijanto Jaenab, Jaenab Jaka Wijaya Ja‟inang Ja‟inang Jeane Roos Ticoalu Jose RL Batubara Julfina Bisanto, Kemas Firman Khusnul Khatimah Kusnandi Rusmil Kusnandi Rusmil Lee Wah Lim Lilis Sugiarti Lily Rahmawati M. Rimawan Maghfirah Zulfa Maha Putra Mardjanis Said Martira Maddeppungeng Martira Maddepunggeng Martomo Setyawan Maryudi Maryudi Maryudi Maryudi Mayke Sugianto Tedjasaputra Megamawarni Megamawarni Mei Neni Sitaremi Mei Neni Sitaresmi Meutia, Firdalena Muhammad Alfian Muhammad Nur Arkham Muhammad Yamin Mulya Rahma Karyanti, Mulya Rahma Mulyanis Nafira Alfi Zaini Amrillah Nafisah Nurul Rahmatia Nafisah Nurulrahmatiah Nanda Novita Nastiti Kaswandani Netty Herawaty Nia Kurniati Nur Aliza Nuraini Fatmi Nurhayati Nurhayati Nurjanah Nurjanah Nurul Huda Piprim B Yanuarso Pramudia Bagus Dewangga Puji Muniarty Pustika Amalia Putri Ulya Ul Ulum Rahayu, Aster Rahmayanti Rahmayanti Raihan Raihan Ratu Meulya Rezeki Ray Wagiu Basrowi Ray Wagiu Basrowi Reka Seprina Rini Purwanti Rini Sekartini Rini Sekartini Rini Sekartini Rini Sekartini Rini Sekartini Riska Utami Melani Putri Riski Hernando Rita Friyani Rizqi, Reza Muhammad Rulina Suradi Safitri Maya Safriana Safriana Sapina Sapina Setyo Handryastuti Sisilia Daeng Bakka Mau Siti Jamilatun Sri Ningsih Sri Rejeki H Hadinegoro. Sri Rezeki Hadinegoro Sri Rezeki Hadinegoro Sri Rezeki S Hadinegoro Sri Rezeki S. Hadinegoro Suhendra Suhendra Syafrizal Idris Syawitri P. Siregar Tania Paramita Teny Tjitra Sari, Teny Tjitra Tita Menawati Liansyah Titis Prawitasari, Titis Tjhin Wiguna Toto Wisnu Hendrarto Tri Sunarti Wahyutami Tulus Setiawan Tuty Rahayu Ulys Larasati Waldi Nurhamzah Wan Nedra Widya Widya Winny N Wishwadewa Wulandari Yanti Yudi Wahyudin Yulianti Wibowo Yulianti Wibowo Yunan Surono Zaki Hendra Zeki Y Zakiuddin Munasir Zakiudin Munasir