Claim Missing Document
Check
Articles

Green entrepreneurship: pemberdayaan ibu-ibu PKK Nagari Matua Hilia melalui aneka olahan produk kolang-kaling berbasis zero waste Tri Kurniawati; Desnita Desnita; Fauzan Aulia; Yura Witsqa Firmansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33901

Abstract

Abstrak Program Green Entrepreneurship ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis dan non-teknis Ibu-Ibu PKK Nagari Matua Hilia dalam mengolah kolang-kaling menjadi produk bernilai tambah berbasis zero waste. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta dan dilaksanakan di Balai Pertemuan Nagari Matua Hilia pada Agustus 2025 menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pelatihan mencakup pembuatan selai, mie, dan es krim kolang-kaling, pengolahan limbah menjadi eco-enzyme dan pupuk organik, penguatan branding dan kemasan, pemasaran offline dan digital, serta pengurusan izin PIRT. Hasil analisis angket menunjukkan faktor pendorong utama adalah potensi sumber daya alam yang sangat tinggi (rata-rata skor 4,56), diikuti oleh semangat gotong royong dan keterampilan panen yang baik. Faktor penghambat yang menonjol adalah keterbatasan teknologi dan inovasi (rata-rata skor 4,29), pemasaran terbatas (4,22), kelembagaan lemah (4,22), serta kendala sumber daya manusia (4,00). Program ini mampu mengatasi sebagian hambatan tersebut melalui peningkatan inovasi produk, penguatan pemasaran, dan pembentukan kelembagaan usaha bersama yang mandiri. Model ini efektif mendukung peningkatan ekonomi rumah tangga, keberlanjutan lingkungan, dan layak direplikasi di wilayah lain dengan potensi serupa. Kata kunci: green entrepreneurship; kolang-kaling; pemberdayaan masyarakat; PKK; zero waste. Abstract The Green Entrepreneurship program aimed to improve the technical and non-technical skills of the PKK women in Nagari Matua Hilia in processing sugar palm fruit (kolang-kaling) into value-added products based on a zero wasteapproach. The program involved 30 participants and was conducted at the Nagari Matua Hilia Meeting Hall in August 2025 using the Participatory Action Research (PAR) approach. The training covered the production of kolang-kaling jam, noodles, and ice cream, the processing of waste into eco-enzyme and organic fertilizer, branding and packaging development, offline and digital marketing, and the registration of home industry food permits (PIRT). The survey results showed that the main driving factor was the very high potential of natural resources (average score 4.56), followed by strong community cooperation and good harvesting skills. The most prominent inhibiting factors were limited technology and innovation (average score 4.29), limited marketing (4.22), weak institutional support (4.22), and human resource constraints (4.00). The program addressed some of these barriers by improving product innovation, strengthening marketing, and establishing an independent community business group. This model proved effective in supporting household economic improvement, promoting environmental sustainability, and was feasible to replicate in other areas with similar potential. Keywords: community empowerment; green entrepreneurship; kolang-kaling; PKK; zero waste.
Program promosi kesehatan untuk penguatan budaya K3 Di SMA Negeri 12 Makassar Bonita, Andi Ferina Herbourine; Fitriani, Fitriani; Firmansyah, Yura Witsqa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37727

Abstract

Abstrak Lingkungan sekolah memiliki berbagai potensi bahaya (hazard) yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Namun, pemahaman dan penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sekolah masih terbatas sehingga diperlukan upaya promotif yang efektif untuk meningkatkan budaya keselamatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran warga sekolah terhadap penerapan K3 melalui edukasi yang terstruktur. Mitra sasaran adalah SMA Negeri 12 Makassar, dengan jumlah peserta sebanyak 87 orang yang terdiri atas siswa dan tenaga pendidik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi K3 menggunakan presentasi ilmiah, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab untuk mendorong keterlibatan aktif peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta observasi partisipatif untuk menilai respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan rerata pengetahuan sebelum program sebesar 75 dan setelah program menjadi 85, disertai perubahan sikap yang lebih positif terhadap penerapan prinsip keselamatan. Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan merumuskan dua rencana tindak lanjut, yaitu melakukan identifikasi potensi bahaya di lingkungan sekolah serta menyusun langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit terkait aktivitas sekolah. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat budaya K3 di sekolah dan menjadi dasar bagi program keselamatan berkelanjutan. Kata kunci: bahaya; keselamatan dan kesehatan kerja; promosi kesehatan; budaya keselamatan. Abstract The school environment contains various potential hazards that may threaten the safety and health of all school members, including students, teachers, and education personnel. However, understanding and implementation of Occupational Safety and Health (OSH) principles in schools remain limited, necessitating effective promotive efforts to strengthen a safety culture. This community service activity aims to improve the knowledge, attitudes, and awareness of school members regarding OSH application through structured educational intervention. The target partner was SMA Negeri 12 Makassar, with a total of 87 participants consisting of students and teaching staff. The program was delivered through OSH material presentations, interactive discussions, and question-and-answer sessions to encourage active participation. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure improvements in understanding, complemented by participatory observation to assess participants’ responses. The results showed that the average knowledge score increased from 75 before the program to 85 afterward, accompanied by more positive attitudes toward the implementation of safety principles. Qualitatively, participants demonstrated high enthusiasm and formulated two follow-up plans: (1) conducting systematic identification of potential hazards within the school environment, and (2) developing preventive measures to reduce the risk of accidents and school-related illnesses. This activity contributed to strengthening the OSH culture at the school and served as a foundation for developing sustainable safety programs. Keywords: hazard; health promotion; occupational health and safety; safety culture.
Evaluasi Fluks Penetrasi Gel Ekstrak Binahong (Anredera Scandens) Secara in Vitro Dengan Sel Difusi Franz Purwaningsih, Hesti; Manika, Yosi Maristella; Firmansyah, Yura Witsqa
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman binahong dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, termasuk antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan, yang terutama berasal dari kandungan senyawa fenol dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penetrasi gel ekstrak binahong (Anredera scandens) menggunakan metode sel difusi Franz. Pengujian dilakukan untuk menentukan nilai fluks gel ekstrak binahong sebagai dasar penilaian efektivitasnya sebagai agen terapeutik topikal. Uji menunjukkan bahwa jumlah kumulatif senyawa fenol (Q) meningkat secara progresif selama 120 menit, menandakan sifat difusi yang bersifat kumulatif. Pada tahap awal, fluks tertinggi sebesar 0,167 µg/cm²·menit dicapai pada menit ke-20, yang dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi senyawa antara fase donor dan fase reseptor. Nilai fluks pada menit ke-20, 40, 60, 80, dan 120 berturut-turut adalah 0,1670; 0,0867; 0,0087; 0,0025; 0,0234; dan 0,0043 µg/cm²·menit. Fluktuasi fluks, terutama pada menit ke-80 hingga 100, diduga disebabkan oleh redistribusi senyawa aktif dari bagian dalam gel ke permukaan. Profil fluks ini sesuai dengan teori difusi pasif, namun kestabilannya terganggu karena tidak digunakan bahan enhancer penetrasi. Temuan ini menunjukkan bahwa gel ekstrak binahong memiliki potensi sebagai sediaan topikal untuk mendukung aktivitas farmakologis tanaman, meskipun formulasi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan kestabilan dan laju penetrasinya.
Distribution and Pattern of Dengue Fever Cases in Bandung City, 2023, Indonesia: A Spatial Analysis Approach Yohana Allyn Setyawati; Adi Anggoro Parulian; Yura Witsqa Firmansyah
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 4 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss4.1836

Abstract

Dengue haemorrhagic fever (DHF) is a significant health concern, categorised as a neglected tropical disease that requires substantial attention due to its high Case Fatality Rate (CFR) and associated mortality, especially in outbreak situations. DHF results from the dengue virus, categorised within group B of Arthropod-Borne Viruses (Arboviruses). The Bandung City Health Office reported 5,205 cases of dengue haemorrhagic fever in 2022 consisting of 2,646 (51%) male and 2,559 (49%) female patients. This study employs spatial analysis to chart the distribution of DHF cases, allowing for an assessment of potential spatial autocorrelation of DHF within the Bandung City region. This study on autocorrelation employed a retrospective cohort research design. This study focused on the incidence rates of DHF as reported by the Bandung City Health Office, with the analysis encompassing 30 sub-districts within Bandung City. The technique employed for sampling was total sampling. The independent variable in this investigation is the occurrence of DHF. The Moran I Index was employed in the spatial analysis to examine the distribution pattern of the variable. DHF incidence in 30 sub-districts of Bandung City is clustered with a Moran index value of 0.120934 in the interval 0 ≤ I ≤ 1, indicating positive spatial autocorrelation. The p-value of 0.001585 is smaller than the α value (5%), indicating statistical significance. The spatial pattern of DHF incidence is clustered, and there is autocorrelation between sub-districts in Bandung City in 2023. The distribution of DHF cases in Bandung City in 2023 is clustered. Scientific studies in the form of spatial analyses are recommended to be conducted in DHF endemic areas on a regular basis because they can provide basic information to support effective prevention and control of DHF cases.
EDUKASI BERBASIS MASLOW DAN HEALTH BELIEF MODEL MENINGKATKAN PENGETAHUAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS Firmansyah, Yura Witsqa; Wijaya, Hermanto; Qomariah, Siti Nur
Community Development in Health Journal Volume 4, Nomor 1, April 2026
Publisher : PPM STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/cdhj.v4i1.679

Abstract

Pendahuluan & Tujuan: Puskemas menyediakan berbagai layanan kesehatan mulai promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis. Di Surabaya, pemeriksaan kesehatan gratis masih menghadapi berbagai tantangan yaitu kurangnya pemahaman masyarakat mengenai alur pendaftaran dan pemeriksaan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan pelayanan kesehatan di puskesmas. Metode Pelaksanaan: Kegiatan berupa edukasi kesehatan menggunakan teori Maslow dan Health Belief Model dengan tahapan persiapan, pelaksanaan pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Balai RT 01 RW 07 Kelurahan Kapasan, Simokerto, Surabaya, dan tahapan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah warga RT 01 dan RT 03, RW 07 Kelurahan Kapasan Surabaya sebanyak 16 orang. Hasil Kegiatan: Nilai rerata pengetahuan sebelum program sebesar 39,38 dan setelah program menjadi 61,25 dengan persentase kenaikan sebesar 55,5%. Diskusi: Program pengabdian masyarakat melalui SIGMA-PKG berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini penyakit. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai pengetahuan peserta setelah kegiatan edukasi dilakukan. Pendekatan Health Belief Model membantu meningkatkan persepsi masyarakat terhadap risiko penyakit dan manfaat pemeriksaan kesehatan, sedangkan pendekatan hierarki kebutuhan Maslow menegaskan pentingnya akses layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat.
Co-Authors -, Hesti Purwaningsih -, Muhammad Ilyas Nur Rachman Abdul Chodir Adi Anggoro Parulian Adi Anggoro Parulian Adi Wijayanto Adicita, Yosef Afdal Hardiyanto Afdal Hardiyanto Afdal Hardiyanto Afif Kurniawan Agatha Inggid Agustinus Tian Ahlun Najaa Nazzun Priyono Putro Ajjanamira, Nanda Devina Andi Safutra Suraya Andika Agus Iryanto Annisa Zolanda Anshah Silmi Afifah Arifin, Heru Zaenal Arumdani, Intan Sekar Ayu Amisa Fajrianti Ayu Widyawati Bayu, Kristophorus Tegep Krisna Berlian, Alifia Intan Bhisma Jaya Prasaja Bonita, Andi Ferina Herbourine Chindy Maria Orizani Citra Wiranda Putri, Emanuela Damara, Petra Devi Darmawan, Jean Gabriel Egidio Darwin Darwin Decky Gunawan Desnita Desnita Desti Azhari Devin Ahnaf Rana Rizqullah Dewi, M Falah Putra Elanda Fikri Ewutia Sanara Farida Sugiester S Farida Sugiester S Fauzan Aulia Firnanda Erindia Fitriani Fitriani Fitriani, Winda Syahrian Fitriatul Jannah Fuadi, Mirza Fathan Gita Prajati Grasila Ana Gusman Arsyad Hani Handayani Hanung Nurany Hardiyanto, Afdal Hardjanti, Maura Harys Tri Laksana Hastin Atas Asih Hedie Kristiawan Hendrawan, Danang Henny Lestyorini Hermanto Wijaya Hesti Purwaningsih Hesti Purwaningsih Hilda Dea Revani Husna, Riyana Ike Rachmawati Imelda Retna Weningsih Immanuella, Ester Hanantika Ineswari, Audria Inez Angelia Intan Sekar Arumdani Iryanto, Andika Agus Istiana, Dina Ivan Rifael Bonardo Johannes Situmorang July Ivone Lanang Eko Sampurno Lewinsca, Maurend Yayank Linda Yanti Juliana Noya Lisdayanti Simbolon Maharina, Florentina Dian Mahendra, Pasha Dwi Manika, Yosi Maristella Maurend Yayank Lewinsca Mhd. Fauzi Muhammad Fadli R Muhammad Fadli Ramadhansyah Muslyana Muslyana Nanda Ika Vera Marliana Naomi Dwi Cahyanti Nathania Andjela Stevany Nelly Verawati Novitasari, Karina Laras Nurfadhilla, Nabilla Bilqi Onny Setiani Oryza Filial Zulkarnain Oryza Filial Zulkarnain Pareira, Elisabeth Matrona Sintia Parulian, Tina Shinta Prasaja, Bhisma Jaya Pratama, Aziz Yulianto Purwaningsih, Hesti Rafika Rafika Rafika Ramadani Sukaningtyas Ramadani Sukaningtyas Regina Fedora Elysia Riswana, Anselmus Ariano Rotua Ruddy Johannes Mandels Ruth C Nababan Saputra, Reinaldo Dwiki Selfia Girsang Setyadi, Michael Kevin Sinaga, Friska Sintia Bella Surbakti Siti Nur Qomariah Siti Nurhidayati Sukaningtyas, Ramadani Susanti Niman Sutra Diyana Tina Shinta Parulian Tjokro, Silvia Haniwijaya Tri Kurniawati Tri Suwanti Utomo, Yoga Victoria, Bernadette Violletha Shefierra Wahyu Istining Rahayu Wahyu Widiyantoro Wahyu Widyantoro Wahyu Widyantoro Wenny Wati Whisnu Trie Seno Ajie Wijaya, Hermanto Windy Supri Alfian Wityadarda, Carissa Yana Afrina Yohana Allyn Setyawati Yovita Mercya Yovita Tri Katarina Yusniar Hanani Darundiati Zolanda, Annisa