Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI BERBASIS MASLOW DAN HEALTH BELIEF MODEL MENINGKATKAN PENGETAHUAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS Firmansyah, Yura Witsqa; Wijaya, Hermanto; Qomariah, Siti Nur
Community Development in Health Journal Volume 4, Nomor 1, April 2026
Publisher : PPM STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/cdhj.v4i1.679

Abstract

Pendahuluan & Tujuan: Puskemas menyediakan berbagai layanan kesehatan mulai promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis. Di Surabaya, pemeriksaan kesehatan gratis masih menghadapi berbagai tantangan yaitu kurangnya pemahaman masyarakat mengenai alur pendaftaran dan pemeriksaan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan pelayanan kesehatan di puskesmas. Metode Pelaksanaan: Kegiatan berupa edukasi kesehatan menggunakan teori Maslow dan Health Belief Model dengan tahapan persiapan, pelaksanaan pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Balai RT 01 RW 07 Kelurahan Kapasan, Simokerto, Surabaya, dan tahapan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah warga RT 01 dan RT 03, RW 07 Kelurahan Kapasan Surabaya sebanyak 16 orang. Hasil Kegiatan: Nilai rerata pengetahuan sebelum program sebesar 39,38 dan setelah program menjadi 61,25 dengan persentase kenaikan sebesar 55,5%. Diskusi: Program pengabdian masyarakat melalui SIGMA-PKG berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini penyakit. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai pengetahuan peserta setelah kegiatan edukasi dilakukan. Pendekatan Health Belief Model membantu meningkatkan persepsi masyarakat terhadap risiko penyakit dan manfaat pemeriksaan kesehatan, sedangkan pendekatan hierarki kebutuhan Maslow menegaskan pentingnya akses layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat.
Analisis Hubungan Penulisan Diagnosis Dokter Terhadap Penyelesaian Kegiatan Kodifikasi Rekam Medis Rawat Jalan Di Rumah Sakit X Helty Margaretha Mangei; Yura Witsqa Firmansyah
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/xa5spy27

Abstract

Penulisan diagnosis oleh dokter merupakan unsur penting dalam catatan medis yang menjadi dasar proses pengkodean. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penulisan diagnosis oleh dokter dan penyelesaian pengkodean catatan medis rawat jalan. Metode penelitian menggunakan korelasi dengan desain retrospektif, dengan instrumen daftar periksa untuk pengumpulan data. Sampel terdiri dari 100 catatan medis rawat jalan dari Desember 2023 hingga Februari 2024. Analisis data menggunakan uji statistik Kendall's tau untuk menunjukkan hubungan yang signifikan antara penulisan diagnosis dan penyelesaian pengkodean catatan medis rawat jalan (p<0.05). Hasil menunjukkan nilai signifikansi <0.001 dan rasio peluang 66,7. Hal ini berarti penulisan diagnosis oleh dokter dapat mempengaruhi penyelesaian pengkodean hingga 66,7 kali lipat. Faktor lain yang dapat mempengaruhi penyelesaian pengkodean adalah beban kerja petugas rekam medis dan diagnosis yang kosong atau tidak diisi pada kolom diagnosis di sistem. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penulisan diagnosis oleh dokter dan penyelesaian pengkodean rekam medis rawat jalan. Rekomendasi dari studi ini meliputi pengecekan ulang hasil pemeriksaan oleh petugas pengkodean, standarisasi penulisan diagnosis sesuai dengan terminologi medis seperti ICD-10 dan SNOMED-CT, serta evaluasi rutin akurasi penulisan diagnosis, SPO, dan buku singkatan diagnosis standar
Upaya peningkatan pengetahuan siswa sebagai pencegahan gangguan masalah kesehatan jiwa di SMK Al-Furqon Driyorejo Yura Witsqa Firmansyah; Indra Maulana Widyanto; Chindy Maria Orizani; Firnanda Erindia; Dina Istiana; Sujeni Sujeni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39816

Abstract

Abstrak Perkembangan media sosial memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kesehatan mental remaja. Fenomena seperti doomscrolling, Fear of Missing Out (FOMO), dan tekanan sosial di media sosial dapat memicu kecemasan, stres, gangguan tidur, serta penurunan kepercayaan diri pada siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sebagai upaya pencegahan gangguan masalah kesehatan jiwa di SMK Al-Furqon Driyorejo. Metode kegiatan dilakukan dengan ceramah melalui penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 15 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi. Rerata nilai pre-test sebesar 88,00 meningkat menjadi 98,66 pada post-test dengan persentase kenaikan sebesar 12,11%. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan pemahaman yang lebih baik mengenai dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental serta langkah-langkah pencegahannya. Kegiatan edukasi kesehatan jiwa ini efektif meningkatkan pengetahuan siswa terkait penggunaan media sosial secara sehat dan bijak sebagai upaya pencegahan gangguan kesehatan jiwa pada remaja. Kata kunci: kesehatan jiwa; remaja; media sosial; doomscrolling; FOMO. Abstract The rise of social media has both positive and negative effects on adolescents’ mental health. Phenomena such as doomscrolling, Fear of Missing Out (FOMO), and social pressure on social media can trigger anxiety, stress, sleep disorders, and a decline in self-confidence among students. This community service activity aims to enhance students’ knowledge as a preventive measure against mental health issues at SMK Al-Furqon Driyorejo. The activity was conducted through health education lectures using presentation materials, interactive discussions, and pre-test and post-test evaluations. There were 15 participants in the activity, consisting of 12 male students and 3 female students. The results of the activity showed an increase in students’ knowledge following the education session. The average pre-test score of 88.00 increased to 98.66 on the post-test, representing a 12.11% increase. Additionally, the students demonstrated enthusiasm and a better understanding of the impact of social media use on mental health as well as preventive measures. This mental health education activity effectively increased students’ knowledge regarding the healthy and wise use of social media as a preventive measure against mental health disorders in adolescents. Keywords: adolescents; doomscrolling; FOMO; mental health; social media
Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur dengan Barber Johnson Chart di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya Tahun 2022–2024 Tiara Islamiah Zaenal; Chindy Maria Orizani; Silvia Haniwijaya Tjokro; Yura Witsqa Firmansyah
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bed utilization efficiency was an important indicator in assessing the quality of hospital services. An evaluation of efficiency was required to ensure that the availability of beds could be optimally used by patients in need. This study aimed to analyze the efficiency of inpatient bed utilization at Dr. Soekardjo General Hospital, Tasikmalaya, in 2022–2024 using the Barber Johnson chart. A quantitative study with a retrospective design and secondary data analysis from hospital medical records for the years 2022-2024. The analyzed indicators included Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), and Bed Turn Over (BTO). The results were compared with the efficiency standards of the Indonesian Ministry of Health (2012). The results showed that BOR ranged from 48.12% to 53.02%, AvLOS from 4.40 to 4.97 days, TOI from 4.04 to 4.49 days, and BTO from 41.48 to 45.07 times. All indicators were outside the standard except BTO, which approached the ideal value. The Barber Johnson chart demonstrated that during the 2022–2024 period, the hospital had not reached optimal efficiency, although there was temporary improvement in 2023. This study concluded that inpatient bed utilization efficiency at Dr. Soekardjo General Hospital, Tasikmalaya, had not met the Barber Johnson standards. Optimization strategies were needed through improving BOR, adjusting the length of stay, and enhancing patient flow management to reduce TOI and achieve better inpatient service efficiency.
Relationship Between Service Quality, Service Satisfaction, and Outpatient Loyalty Following Electronic Medical Record Implementation at Dr. R. Soetijono Regional Hospital, Blora Gabriella Alicea; Yura Witsqa Firmansyah; Afif Kurniawan
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i2.2862

Abstract

The implementation of Electronic Medical Records (EMR) is expected to improve healthcare service quality and strengthen patient loyalty by enhancing service quality, and service satisfaction. This study aimed to analyze the relationship between service quality, and service satisfaction with outpatient loyalty after EMR implementation at RSUD dr. R. Soetijono Blora. Method: This study employed a quantitative cross-sectional design involving 100 outpatient respondents selected using accidental sampling. Data were collected through validated and reliable questionnaires and analyzed using univariate analysis and the Spearman Rank test with a significance level of 0.05. Findings: The results showed that most respondents perceived service quality (95%), and service satisfaction (76%) as being at a moderate level, while patient loyalty was categorized as high (100%). Statistical analysis indicated that service quality, hospital image, and service satisfaction were not significantly associated with patient loyalty (p>0.05). Implications: These findings suggest that maintaining patient loyalty after EMR implementation requires attention to additional factors beyond service quality, and service satisfaction, providing valuable input for hospital management in evaluating digital health service strategies. Originality: This study offers empirical evidence regarding outpatient loyalty following EMR implementation in a regional public hospital and demonstrates that high patient loyalty may persist despite the absence of significant relationships with the examined service-related factors.
The Influence of Patient Experience on Outpatient Revisit Intention at Hospital X Arfadina Dwi Rosalina; Hermanto Wijaya; Rina Budi Kristiani; Yura Witsqa Firmansyah
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i2.2863

Abstract

Patient experience is an important indicator of healthcare quality because it reflects patients’ perceptions of communication, responsiveness, comfort, and overall service delivery during the care process. A positive patient experience may encourage patients to return to the same healthcare facility, making it an essential factor for hospitals seeking to improve patient retention and service quality. Objective: This study aimed to analyze the effect of patient experience on outpatient revisit intention at Hospital X by examining four dimensions: nurse communication, physician communication, service responsiveness, and physical comfort. Methodology: This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 57 outpatients were selected using accidental sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using Binary Logistic Regression. Findings: The results showed that physician communication received the highest proportion of good ratings (75.4%), followed by nurse communication (63.2%), while service responsiveness and physical comfort were mostly rated as adequate (59.6%). Most respondents (94.7%) expressed an intention to revisit the hospital. Among the four dimensions examined, service responsiveness was the only dimension significantly associated with revisit intention (p = 0.018; Exp(B) = 7.172). Implications: These findings imply that improving service responsiveness, reducing waiting time, and ensuring timely assistance may strengthen outpatient loyalty and encourage repeat visits. Originality: The originality of this study lies in its specific examination of selected patient experience dimensions rather than assessing patient experience as a single general construct, thereby providing more detailed evidence on which service aspect should be prioritized to improve outpatient revisit intention.
Hazard Quotient Association of SO2 Exposure to Respiratory Symptoms: Study on Scavengers in Sarimukti Landfill, West Bandung Regency, East Java, Indonesia Tina Shinta Parulian; Yura Witsqa Firmansyah; Susanti Niman
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2025.10.05.12

Abstract

Background: The WHO reported that airborne diseases were responsible for 39 million deaths, accounting for 57% of the total 68 million deaths worldwide in 2021. Landfills are a significant source of air pollution, producing sulfur dioxide (SO2) gas, which is harmful to respiratory health, particularly the lungs. This study aims to examine the relationship between the hazard quotient of SO2 exposure and respiratory symptoms among scavengers at the Sarimukti landfill in West Bandung Regency, using an environmental health risk analysis approach.Subjects and Method: The research contributes to exposure risk management by establishing safe thresholds for SO2 concentration, exposure time, and frequency for scavengers. This study adopts a correlation design with a longitudinal approach. The sample consisted of 101 scavengers selected through accidental sampling. Pollutant measurements were taken at two locations within the Sarimukti landfill. The independent variable in this study is the hazard quotient value of SO2 expo-sure, while the dependent variable is respiratory symptoms in scavengers.Results: The results indicated a (OR= 15.83; 95% CI= 1.10 to 226.67; p= 0.008). Risk management is based on a safe SO2 concentration limit of 14.18 µg/m³, an exposure time of 15 hours, and an exposure frequency of 637 days over 30 years.Conclusion: The measurement result of SO2 concentration of 7.38 µg/m³ is still below the specified quality standard of 150 µg/m³. However, through the calculation of the hazard quotient, the concentration exceeds the safe limit (HQ &gt;= 1). The implication of this study in preventing the occurrence of respiratory symptoms in waste pickers is the use of PPE, limiting working hours and days in the landfill.
PREVENTION OF STUNTING THROUGH STRENGTHENING PARENTING BEHAVIORS AND FAMILY RESILIENCE: SYSTEMATIC REVIEW Dina Istiana; Firnanda Erindia; Yura Witsqa Firmansyah; Fitriatul Jannah; Hilda Dea Revani; Eileen Savage
SYNTHESIS Global Health Journal Volume 3, Issue 2, 2025
Publisher : SYNTIFIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61543/syn.v3i2.152

Abstract

Background. Stunting remains one of the most serious public health problems in Indonesia. This condition describes linear growth failure in children due to chronic malnutrition, especially during the first 1000 days of life (the first day of birth), which has a long-term impact on children's physical and cognitive development and future productivity. This study aims to identify various implementations of stunting prevention interventions. Research Method. Articles were searched using three databases: Web of Science, Google Scholar, and ProQuest. The inclusion criteria for this study were articles published within one year, from 2024 to 2025, with free access. The research method used in this study was a systematic review based on the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Findings. it was found that stunting prevention in Indonesia is influenced by various multidimensional factors, including parenting, knowledge, behavior, and the social and economic conditions of the family. Conclusion. Based on the articles reviewed, Stunting prevention needs to be carried out through a holistic and intersectoral approach, including education, family empowerment, improving the nutritional quality of pregnant women, cadre support, and the use of technology and sustainable food policies.
Analisis Distribusi Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Cisurupan Tahun 2024 Yura Witsqa Firmansyah; Heru Zaenal Arifin
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.666

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang mengalami peningkatan signifikan baik secara global maupun nasional, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2024, lebih dari 14 juta kasus dengue dilaporkan secara global, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan WHO. Wilayah kerja Puskesmas Cisurupan juga mengalami peningkatan kasus dengan distribusi yang bervariasi antar desa. Kondisi ini menuntut adanya analisis spasial untuk mengidentifikasi daerah berisiko tinggi dan mendukung pengambilan keputusan berbasis wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial kejadian DBD tahun 2024 menggunakan Period Prevalence Rate (PPR) dan pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode: Penelitian menggunakan desain kohort retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan LB1 DBD, data jumlah penduduk per desa, serta data koordinat spasial yang diverifikasi. Sebanyak 102 kasus DBD yang terjadi sepanjang tahun 2024 dianalisis, dihitung nilai PPR-nya, dan dipetakan menggunakan perangkat lunak SIG untuk mengidentifikasi pola distribusi kasus antar desa. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi spasial yang signifikan antarwilayah. Desa Cisurupan, Balewangi, dan Cidatar memiliki jumlah kasus dan nilai PPR tertinggi, sedangkan desa seperti Sukawargi, Sirnagalih, dan Cinta Asih menunjukkan tingkat risiko lebih rendah. Pemetaan spasial memperlihatkan kluster risiko tinggi pada wilayah dengan kepadatan penduduk lebih besar dan kondisi lingkungan yang berpotensi mendukung perkembangbiakan vektor. Saran: Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan spasial penting dalam mendukung strategi pengendalian DBD. Diperlukan penguatan surveilans berbasis SIG, peningkatan intervensi lingkungan, serta edukasi masyarakat terutama pada desa dengan PPR tinggi. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi faktor lingkungan dan sosial yang memengaruhi terbentuknya kluster kasus, sehingga upaya pengendalian dapat lebih efektif dan tepat sasaran.
Peningkatan Pengetahuan dalam Pencegahan Penyakit Malaria pada Siswa SMP Santo Mikael Cimahi melalui Metode Focus Discussion Group Nathania Andjela Stevany; Emanuela Citra Wiranda Putri; Ivan Rifael Bonardo; Lisdayanti Simbolon; Yura Witsqa Firmansyah
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria adalah penyakit menular yang telah tercatat sekitar 80.000 kasus dengan insidensi yang cenderung stabil dalam lima tahun terakhir. Beberapa daerah di Indonesia, terutama yang berada di wilayah endemis, memiliki angka kasus malaria yang tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan terhadap penyakit malaria. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengkaji pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa SMP Santo Mikael Cimahi mengenai pencegahan penyakit malaria. Program pemberdayaan masyarakat ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD), dengan evaluasi hasil penyuluhan melalui pre-test dan post-test. Analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa SMP Santo Mikael Cimahi, terlihat dari kenaikan nilai rata-rata pre-test (89,33) menjadi post-test (93,67), yang menandakan bahwa penyuluhan dengan metode FGD berhasil meningkatkan pengetahuan mereka tentang malaria. Metode ini terbukti efektif karena memungkinkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi, mendalami materi, dan berbagi pengalaman.
Co-Authors -, Hesti Purwaningsih -, Muhammad Ilyas Nur Rachman Abdul Chodir Adi Anggoro Parulian Adi Anggoro Parulian Adi Wijayanto Adicita, Yosef Afdal Hardiyanto Afdal Hardiyanto Afdal Hardiyanto Afif Kurniawan Afif Kurniawan Afif Kurniawan Agatha Inggid Agustinus Tian Ahlun Najaa Nazzun Priyono Putro Andi Safutra Suraya Andika Agus Iryanto Annisa Zolanda Anselmus Ariano Riswana Anshah Silmi Afifah Arfadina Dwi Rosalina Arumdani, Intan Sekar Ayu Amisa Fajrianti Ayu Widyawati Bayu, Kristophorus Tegep Krisna Berlian, Alifia Intan Bhisma Jaya Prasaja Bonita, Andi Ferina Herbourine Chindy Maria Orizani Chindy Maria Orizani Chindy Maria Orizani Darmawan, Jean Gabriel Egidio Darwin Darwin Decky Gunawan Desnita Desnita Desti Azhari Devin Ahnaf Rana Rizqullah Dewi, M Falah Putra Dina Istiana Dina Istiana Eileen Savage Elanda Fikri Emanuela Citra Wiranda Putri Ewutia Sanara Farida Sugiester S Farida Sugiester S Fauzan Aulia Firnanda Erindia Firnanda Erindia Firnanda Erindia Fitriani Fitriani Fitriani, Winda Syahrian Fitriatul Jannah Fitriatul Jannah Fuadi, Mirza Fathan Gabriella Alicea Gita Prajati Grasila Ana Gusman Arsyad Hani Handayani Hanung Nurany Hardiyanto, Afdal Hardjanti, Maura Harys Tri Laksana Hastin Atas Asih Hedie Kristiawan Helty Margaretha Mangei Hendrawan, Danang Henny Lestyorini Hermanto Wijaya Hermanto Wijaya Heru Zaenal Arifin Hesti Purwaningsih Hesti Purwaningsih Hilda Dea Revani Hilda Dea Revani Husna, Riyana Ike Rachmawati Imelda Retna Weningsih Immanuella, Ester Hanantika Indra Maulana Widyanto Ineswari, Audria Inez Angelia Iryanto, Andika Agus Istiana, Dina Ivan Rifael Bonardo Johannes Situmorang July Ivone Lanang Eko Sampurno Lewinsca, Maurend Yayank Linda Yanti Juliana Noya Lisdayanti Simbolon Maharina, Florentina Dian Mahendra, Pasha Dwi Manika, Yosi Maristella Maurend Yayank Lewinsca Mhd. Fauzi Muhammad Fadli R Muhammad Fadli Ramadhansyah Muslyana Muslyana Muthia Azdzikra Nanda Devina Ajjanamira Nanda Ika Vera Marliana Naomi Dwi Cahyanti Nathania Andjela Stevany Nelly Verawati Novitasari, Karina Laras Nurfadhilla, Nabilla Bilqi Onny Setiani Oryza Filial Zulkarnain Oryza Filial Zulkarnain Pareira, Elisabeth Matrona Sintia Parulian, Tina Shinta Petra Devi Damara Prasaja, Bhisma Jaya Pratama, Aziz Yulianto Purwaningsih, Hesti Rafika Rafika Rafika Ramadani Sukaningtyas Ramadani Sukaningtyas Regina Fedora Elysia Rina Budi Kristiani Rotua Ruddy Johannes Mandels Ruth C Nababan Saputra, Reinaldo Dwiki Selfia Girsang Setyadi, Michael Kevin Silvia Haniwijaya Tjokro Sinaga, Friska Sintia Bella Surbakti Siti Nur Qomariah Siti Nurhidayati Sujeni Sujeni Sukaningtyas, Ramadani Susanti Niman Susanti Niman Sutra Diyana Tiara Islamiah Zaenal Tina Shinta Parulian Tina Shinta Parulian Titis Nabila Maharani Tjokro, Silvia Haniwijaya Tri Kurniawati Tri Suwanti Utomo, Yoga Victoria, Bernadette Violletha Shefierra Wahyu Istining Rahayu Wahyu Widiyantoro Wahyu Widyantoro Wahyu Widyantoro Wenny Wati Whisnu Trie Seno Ajie Wijaya, Hermanto Windy Supri Alfian Wityadarda, Carissa Yana Afrina Yohana Allyn Setyawati Yovita Mercya Yovita Tri Katarina Yusniar Hanani Darundiati Zolanda, Annisa