Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan demam berdarah dengue menggunakan metode diskusi di SMP PGRI 1 Padalarang Agustinus Tian; Agatha Inggid; Grasila Ana; Sintia Bella Surbakti; Yura Witsqa Firmansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31753

Abstract

AbstrakDemam Berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti merupakan ancaman  kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, terutama di daerah tropis.Tahun 2021 tercatat 73.518 kasus DBD dengan angka kematian 705 jiwa, sementara pada tahun 2022 terjadi peningkatan kasus menjadi 131.265 kasus dengan kenaikan angka mortalitas 1.183 kasus kematian. Pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa SMP terkait pencegahan DBD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode diskusi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Desember 2024 bertempat di SMP PGRI 1 Padalarang  Kota Bandung. Kegiatan ini dihadiri 29 siswa kelas 7. Kegiatan yang dilakukan meliputi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rata-rata nilai pengetahuan siswa terkait DBD, dengan nilai rata-rata sebelum kegiatan adalah 66,90 dan meningkat menjadi 78,28 (11,38%) setelah pengabdian dilakukan mengindikasikan keberhasilan pendekatan edukatif ini. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada upaya pengendalian DBD melalui edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Kata kunci: demam berdarah dengue; diskusi; pengabdian masyarakat. AbstractDengue Hemorrhagic Fever (DHF) caused by the dengue virus and transmitted by the Aedes aegypti mosquito is a serious public health threat in Indonesia, especially in tropical areas. In 2021, there were 73,518 dengue cases with 705 deaths, while in 2022 there was an increase in cases to 131,265 cases with an increase in mortality of 1,183 deaths. This community service is to increase the awareness and knowledge of junior high school students regarding dengue prevention. This community service activity was carried out using the discussion method. This activity was carried out on Tuesday, December 10, 2024 at SMP PGRI 1 Padalarang, Bandung City. This activity was attended by 29 7th grade students. Activities carried out include pre-test and post-test to measure the increase in student knowledge. The results of the activity showed a significant increase in the average score of students' knowledge related to DHF, with the average score before the activity was 66.90 and increased to 78.28 (11.38%) after the service was carried out, indicating the success of this educational approach. Thus, this activity contributes to efforts to control DHF through health education in the school environment Keywords: dengue hemorrhagic fever; discussion; empowerment community
Green entrepreneurship: pemberdayaan ibu-ibu PKK Nagari Matua Hilia melalui aneka olahan produk kolang-kaling berbasis zero waste Tri Kurniawati; Desnita Desnita; Fauzan Aulia; Yura Witsqa Firmansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33901

Abstract

Abstrak Program Green Entrepreneurship ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis dan non-teknis Ibu-Ibu PKK Nagari Matua Hilia dalam mengolah kolang-kaling menjadi produk bernilai tambah berbasis zero waste. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta dan dilaksanakan di Balai Pertemuan Nagari Matua Hilia pada Agustus 2025 menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pelatihan mencakup pembuatan selai, mie, dan es krim kolang-kaling, pengolahan limbah menjadi eco-enzyme dan pupuk organik, penguatan branding dan kemasan, pemasaran offline dan digital, serta pengurusan izin PIRT. Hasil analisis angket menunjukkan faktor pendorong utama adalah potensi sumber daya alam yang sangat tinggi (rata-rata skor 4,56), diikuti oleh semangat gotong royong dan keterampilan panen yang baik. Faktor penghambat yang menonjol adalah keterbatasan teknologi dan inovasi (rata-rata skor 4,29), pemasaran terbatas (4,22), kelembagaan lemah (4,22), serta kendala sumber daya manusia (4,00). Program ini mampu mengatasi sebagian hambatan tersebut melalui peningkatan inovasi produk, penguatan pemasaran, dan pembentukan kelembagaan usaha bersama yang mandiri. Model ini efektif mendukung peningkatan ekonomi rumah tangga, keberlanjutan lingkungan, dan layak direplikasi di wilayah lain dengan potensi serupa. Kata kunci: green entrepreneurship; kolang-kaling; pemberdayaan masyarakat; PKK; zero waste. Abstract The Green Entrepreneurship program aimed to improve the technical and non-technical skills of the PKK women in Nagari Matua Hilia in processing sugar palm fruit (kolang-kaling) into value-added products based on a zero wasteapproach. The program involved 30 participants and was conducted at the Nagari Matua Hilia Meeting Hall in August 2025 using the Participatory Action Research (PAR) approach. The training covered the production of kolang-kaling jam, noodles, and ice cream, the processing of waste into eco-enzyme and organic fertilizer, branding and packaging development, offline and digital marketing, and the registration of home industry food permits (PIRT). The survey results showed that the main driving factor was the very high potential of natural resources (average score 4.56), followed by strong community cooperation and good harvesting skills. The most prominent inhibiting factors were limited technology and innovation (average score 4.29), limited marketing (4.22), weak institutional support (4.22), and human resource constraints (4.00). The program addressed some of these barriers by improving product innovation, strengthening marketing, and establishing an independent community business group. This model proved effective in supporting household economic improvement, promoting environmental sustainability, and was feasible to replicate in other areas with similar potential. Keywords: community empowerment; green entrepreneurship; kolang-kaling; PKK; zero waste.
Program promosi kesehatan untuk penguatan budaya K3 Di SMA Negeri 12 Makassar Bonita, Andi Ferina Herbourine; Fitriani, Fitriani; Firmansyah, Yura Witsqa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37727

Abstract

Abstrak Lingkungan sekolah memiliki berbagai potensi bahaya (hazard) yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Namun, pemahaman dan penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sekolah masih terbatas sehingga diperlukan upaya promotif yang efektif untuk meningkatkan budaya keselamatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran warga sekolah terhadap penerapan K3 melalui edukasi yang terstruktur. Mitra sasaran adalah SMA Negeri 12 Makassar, dengan jumlah peserta sebanyak 87 orang yang terdiri atas siswa dan tenaga pendidik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi K3 menggunakan presentasi ilmiah, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab untuk mendorong keterlibatan aktif peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta observasi partisipatif untuk menilai respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan rerata pengetahuan sebelum program sebesar 75 dan setelah program menjadi 85, disertai perubahan sikap yang lebih positif terhadap penerapan prinsip keselamatan. Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan merumuskan dua rencana tindak lanjut, yaitu melakukan identifikasi potensi bahaya di lingkungan sekolah serta menyusun langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit terkait aktivitas sekolah. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat budaya K3 di sekolah dan menjadi dasar bagi program keselamatan berkelanjutan. Kata kunci: bahaya; keselamatan dan kesehatan kerja; promosi kesehatan; budaya keselamatan. Abstract The school environment contains various potential hazards that may threaten the safety and health of all school members, including students, teachers, and education personnel. However, understanding and implementation of Occupational Safety and Health (OSH) principles in schools remain limited, necessitating effective promotive efforts to strengthen a safety culture. This community service activity aims to improve the knowledge, attitudes, and awareness of school members regarding OSH application through structured educational intervention. The target partner was SMA Negeri 12 Makassar, with a total of 87 participants consisting of students and teaching staff. The program was delivered through OSH material presentations, interactive discussions, and question-and-answer sessions to encourage active participation. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure improvements in understanding, complemented by participatory observation to assess participants’ responses. The results showed that the average knowledge score increased from 75 before the program to 85 afterward, accompanied by more positive attitudes toward the implementation of safety principles. Qualitatively, participants demonstrated high enthusiasm and formulated two follow-up plans: (1) conducting systematic identification of potential hazards within the school environment, and (2) developing preventive measures to reduce the risk of accidents and school-related illnesses. This activity contributed to strengthening the OSH culture at the school and served as a foundation for developing sustainable safety programs. Keywords: hazard; health promotion; occupational health and safety; safety culture.
Co-Authors -, Hesti Purwaningsih -, Muhammad Ilyas Nur Rachman Abdul Chodir Adi Anggoro Parulian Adi Wijayanto Adicita, Yosef Afdal Hardiyanto Afdal Hardiyanto Afdal Hardiyanto Afif Kurniawan Agatha Inggid Agustinus Tian Ahlun Najaa Nazzun Priyono Putro Ajjanamira, Nanda Devina Andi Safutra Suraya Andika Agus Iryanto Annisa Zolanda Anshah Silmi Afifah Arifin, Heru Zaenal Arumdani, Intan Sekar Ayu Amisa Fajrianti Ayu Widyawati Bayu, Kristophorus Tegep Krisna Berlian, Alifia Intan Bhisma Jaya Prasaja Bonita, Andi Ferina Herbourine Chindy Maria Orizani Citra Wiranda Putri, Emanuela Damara, Petra Devi Darmawan, Jean Gabriel Egidio Darwin Darwin Decky Gunawan Desnita Desnita Desti Azhari Devin Ahnaf Rana Rizqullah Dewi, M Falah Putra Elanda Fikri Ewutia Sanara Farida Sugiester S Farida Sugiester S Fauzan Aulia Firnanda Erindia Fitriani Fitriani Fitriani, Winda Syahrian Fitriatul Jannah Fuadi, Mirza Fathan Gita Prajati Grasila Ana Gusman Arsyad Hani Handayani Hanung Nurany Hardiyanto, Afdal Hardjanti, Maura Harys Tri Laksana Hastin Atas Asih Hedie Kristiawan Hendrawan, Danang Henny Lestyorini Hermanto Wijaya Hesti Purwaningsih Hesti Purwaningsih Hilda Dea Revani Husna, Riyana Ike Rachmawati Imelda Retna Weningsih Immanuella, Ester Hanantika Ineswari, Audria Inez Angelia Intan Sekar Arumdani Iryanto, Andika Agus Istiana, Dina Ivan Rifael Bonardo Johannes Situmorang July Ivone Lanang Eko Sampurno Lewinsca, Maurend Yayank Linda Yanti Juliana Noya Lisdayanti Simbolon Maharina, Florentina Dian Mahendra, Pasha Dwi Maurend Yayank Lewinsca Mhd. Fauzi Muhammad Fadli R Muhammad Fadli Ramadhansyah Muslyana Muslyana Nanda Ika Vera Marliana Naomi Dwi Cahyanti Nathania Andjela Stevany Nelly Verawati Novitasari, Karina Laras Nurfadhilla, Nabilla Bilqi Onny Setiani Oryza Filial Zulkarnain Oryza Filial Zulkarnain Pareira, Elisabeth Matrona Sintia Parulian, Tina Shinta Prasaja, Bhisma Jaya Pratama, Aziz Yulianto Rafika Rafika Rafika Ramadani Sukaningtyas Ramadani Sukaningtyas Regina Fedora Elysia Riswana, Anselmus Ariano Rotua Ruddy Johannes Mandels Ruth C Nababan Saputra, Reinaldo Dwiki Selfia Girsang Setyadi, Michael Kevin Setyawati, Yohana Allyn Sinaga, Friska Sintia Bella Surbakti Siti Nurhidayati Sukaningtyas, Ramadani Susanti Niman Sutra Diyana Tina Shinta Parulian Tjokro, Silvia Haniwijaya Tri Kurniawati Tri Suwanti Utomo, Yoga Victoria, Bernadette Violletha Shefierra Wahyu Istining Rahayu Wahyu Widiyantoro Wahyu Widyantoro Wahyu Widyantoro Wenny Wati Whisnu Trie Seno Ajie Windy Supri Alfian Wityadarda, Carissa Yana Afrina Yovita Mercya Yovita Tri Katarina Yusniar Hanani Darundiati Zolanda, Annisa