Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN SUMBER AIR BERSIH DAN PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BATU SASAK KECAMATAN KAMPAR KIRI HULU TAHUN 2025 Athallah Nadif; Dewi Anggriani Harahap; Rizki Rahmawati Lestari
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): Vol.1 No.2 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan sumber air bersih dan pengelolaan sampah yang baik merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan sehat bagi balita. Akses air bersih yang tidak memadai serta pengelolaan sampah yang buruk dapat meningkatkan risiko infeksi dan gangguan penyerapan nutrisi. Kondisi ini berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian stunting pada balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sumber air bersih dan pengelolaan sampah dengan kejadian stunting pada balita di Desa Batu Sasak Kecamatan Kampar Kiri Hulu Tahun 2025. Jenis penelitian adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2-6 September 2025 yang melibatkan 68 responden dengan mengggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan formulir data demografi, lembar observasi dan kuesioner untuk mengetahui sumber air bersih, pengelolaan sampah dan pengukuran antropometri untuk mengetahui kejadian stunting pada balita. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji fisher’s exact test. Hasil analisis univariat 60,3% responden memiliki sumber air bersih tidak layak, 56,9% responden memiliki pengelolaan sampah baik dan 81% balita tidak mengalami stunting. Hasil uji Chi Square hubungan antara sumber air bersih dengan kejadian stunting pada balita (p value = 0,037) dan pengelolaan sampah dengan kejadian stunting pada balita (p value = 0,042). Terdapat hubungan antara sumber air bersih dan pengelolaan sampah dengan kejadian stunting pada balita di Desa Batu Sasak Kecamatan Kampar Kiri Hulu Tahun 2025. Diperlukan edukasi mengenai penggunaan air yang aman serta penyediaan sumber air layak untuk meningkatkan akses sumber air bersih. Pengelolaan sampah juga perlu diperbaiki melalui pemilahan dan penyediaan fasilitas pembuangan yang memadai. Upaya ini membutuhkan dukungan aktif masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan lingkungan yang sehat.
PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI PUPUK ORGANIK DI KECAMATAN SALO Rizki Rahmawati Lestari; Dessyka Febria; Sri Hardianti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59558

Abstract

Berdasarkan realita bahwa Mitra Pengolahan sampah menjadi pupuk oranik ini, terdiri dari Mitra Karang taruna, yang berlokasi di Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar. Sampah memiliki potensi yang besar jika dikelola dan diolah menjadi pupuk organik. Program ini dilaksanakan selama 8 bulan di Kecamatan Salo. Tujuan program ini adalah: a) Untuk memecahkan masalah pada Mitra agar mengerti dan menerapkan sistem pengelolaan sampah secara benar dan ramah lingkungan. b) Untuk memecahkan masalah pada Mitra agar memahami dan menerapkan beberapa teknik/metode pengolahan sampah menjadi pupuk organik secara tepat dan benar. c) Untuk memecahkan masalah pada Mitra agar memahami dan mengaplikasikan pupuk organik sebagai produk yang yang dapat meningkatkan produktivitas baik secara agronomi maupun ekonomi.Berkaitan dengan sistem pengelolaan sampah ini, sebagai solusinya adalah minimasi sampah, peningkatan daur ulang dan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Metode untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan memberikan pelatihan tentang pengelolaan sampah pada Mitra dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Untuk sampah rumah tangga dibuat bak atau kotak dari bambu, kayu, paving blok,dan bata. Untuk mengatasi Mitra yang tidak menguasai sistem pengelolaan sampah secara benar dan ramah lingkungan , maka Mitra diberi pelatihan tentang pengolahan sampah menjadi pupuk organik dengan 4 metode yaitu metode Takamura , Drum Plastik, Express dan Bokashi.Target dan luaran dari proram ini adalah : a) Terciptanya teknik pengelolaan sampah yang benar dan ramah lingkungan. Terlibatnya peran serta masyarakat secara aktif dalam memecahkan masalah sampah dengan menyediakan wadah / tempat penampungan sampah sementara/akhir baik ditingkat keluarga, RT dan RW, sehingga tercipta suatu lingkungan yang nyaman dan terbebas dari pencemaran sampah. b) Terciptanya teknik /metode pengolahan sampah menjadi pupuk organik dengan 4 metode yaitu metode Takamura, Drum Plastik,, Express ,dan Bokashi. Dibuktikan dengan kemampuan memproduksi pupuk organik di Mitra ini sebesar 210 kg / bulan/petani,jika dibandingkan dengan sebelum kegiatan program ini.