Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Ancaman Krisis Ekonomi Dunia Akibat Dampak Perubahan Iklim Dan Pemanasan Global Hidayat, Suhidra; Rahma, Aulia; Indah, Nur
Al-Mizan: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 6 No II (2023): Al-Mizan: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI An-Nadwah Kuala Tungkal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54459/almizan.v6iII.578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat dari perubahan ilkim dan pemanasan global terhadap krisis ekonomi dunia. Jenis penelitian ini adalah anaisis data kualitatif dengan menggunakan data berupa data sekunder diperoleh dari studi pustaka dengan mengumpulkan data dari barbagai buku, artikel berita dan jurnal-jurnal ekonomi serta instansi-instansi lain yang terkait dengan penelitian yang dilakukan. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa bencana alam yang disebabkan oleh pemanasan global juga dapat mengganggu rantai pasokan global, memperlambat perdagangan internasional, dan meningkatkan biaya logistik. Dampak perubahan iklim pada sektor ekonomi dapat dilihat dari frekuensi dan intensitas bencana alam seperti banjir, kekeringan, badai, dan kebakaran hutan yang menyebabkan mata pencaharian, serta biaya pemulihan dan rekonstruksi yang tinggi.
TINJAUAN BEBAN KERJA PERAWAT DALAM PENERAPAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN METODE EMR (REKAM MEDIS ELEKTRONIK) DI RUMAH SAKIT LABUANG BAJI Rara, Abd Rahman; Indah, Nur; Nasrullah, Nasrullah
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Rekam Medis Elektronik (RME) diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dokumentasi asuhan keperawatan. Namun, penerapannya di lapangan sering kali dipengaruhi oleh tingginya beban kerja perawat. Beban kerja yang tidak seimbang dapat mengurangi kualitas dokumentasi, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas keseluruhan layanan asuhan keperawatan. Tujuan: Untuk mendeskripsikan beban kerja perawat dalam kaitannya dengan implementasi dokumentasi asuhan keperawatan menggunakan metode RME di Rumah Sakit Umum Labuang Baji, Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar yang mengukur beban kerja dan kinerja dokumentasi RME. Sebanyak 39 perawat rawat inap dipilih menggunakan simple random sampling. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar perawat melaporkan beban kerja "sedang" (87,2%), sementara 12,8% melaporkan beban kerja "kurang optimal". Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi jumlah pasien, kompleksitas kasus, keterbatasan sumber daya, dan jam kerja. Implementasi RME dianggap memfasilitasi pengelolaan beban kerja dan meningkatkan produktivitas; namun, tantangan tetap ada, seperti pelatihan yang tidak memadai, dukungan teknis yang terbatas, dan masalah jaringan. Kesimpulan: Beban kerja perawat memengaruhi implementasi optimal dokumentasi RME. Upaya untuk mengelola beban kerja, meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, dan memberikan dukungan teknis berkelanjutan sangat penting untuk memaksimalkan potensi RME dalam mendukung kualitas asuhan keperawatan.Kata Kunci: Rekam Medis Elektronik, Perawat, Beban Kerja ABSTRACTIntroduction: The Electronic Medical Record (EMR) is expected to improve the efficiency and effectiveness of nursing care documentation. However, its implementation in practice is often affected by nurses’ high workload. An imbalanced workload may reduce the quality of documentation, ultimately impacting the overall quality of nursing care services. Objective: To describe nurses’ workload in relation to the implementation of nursing care documentation using the EMR method at Labuang Baji General Hospital, Makassar. Method: This study employed a descriptive observational design with a survey approach. Data were collected using a standardized questionnaire measuring workload and EMR documentation performance. A total of 39 inpatient nurses were selected using simple random sampling. Data were analyzed descriptively using frequency distribution and percentage. Result: Most nurses reported a “moderate” workload (87.2%), while 12.8% reported a “less optimal” workload. Contributing factors included the number of patients, case complexity, limited resources, and working hours. EMR implementation was perceived to facilitate workload management and improve productivity; however, challenges remained, such as inadequate training, limited technical support, and network issues. Conclusion: Nurses’ workload affects the optimal implementation of EMR documentation. Efforts to manage workload, enhance competencies through training, and provide ongoing technical support are essential to maximize EMR’s potential in supporting nursing care quality.Kata Kunci: Electronic Mediacal Record, Nurses, Workload
CULTURAL VALUE IN PARUNTUK KANA FOR THE SOCIETY: A ROLAND BARTHES SEMIOTICS Indah, Nur; Rapi, Muhammad; Nensilianti, Nensilianti
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES Vol. 3 No. 03 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the symbolic meaning and cultural values contained in Paruntuk Kana in the life of the Jeneponto community from the perspective of Roland Barthes' semiotics. The method used is descriptive qualitative research, with primary data sourced from the classic literary document Pasang dan Paruntuk Kana by Zainuddin Hakim and verified through interviews and field observation. The findings indicate that Paruntuk Kana functions as a functional symbolic sign system. Semiotically, the expressions operate through two layers: denotative, as the concrete, literal meaning, and connotative, as the layer where cultural values are embedded, serving as social control. The cultural values found within Paruntuk Kana collectively form an essential communal ethical guide, including: the value of honesty (lambusuk) which is the principal capital for integrity; the value of leadership which condemns opportunistic behavior and demands responsibility; the value of unity which emphasizes cohesion based on truth and justice; and the value of sirik (shame/dignity) which is the highest sense of honor and acts as the strongest mechanism for social control. This research contributes to understanding Paruntuk Kana's role as an essential cultural identity in maintaining the ethical behavior and social stability of the Jeneponto community.
TINJAUAN BEBAN KERJA PERAWAT DALAM PENERAPAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN METODE EMR (REKAM MEDIS ELEKTRONIK) DI RUMAH SAKIT LABUANG BAJI Rara, Abd Rahman; Indah, Nur; Nasrullah, Nasrullah
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Rekam Medis Elektronik (RME) diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dokumentasi asuhan keperawatan. Namun, penerapannya di lapangan sering kali dipengaruhi oleh tingginya beban kerja perawat. Beban kerja yang tidak seimbang dapat mengurangi kualitas dokumentasi, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas keseluruhan layanan asuhan keperawatan. Tujuan: Untuk mendeskripsikan beban kerja perawat dalam kaitannya dengan implementasi dokumentasi asuhan keperawatan menggunakan metode RME di Rumah Sakit Umum Labuang Baji, Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar yang mengukur beban kerja dan kinerja dokumentasi RME. Sebanyak 39 perawat rawat inap dipilih menggunakan simple random sampling. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar perawat melaporkan beban kerja "sedang" (87,2%), sementara 12,8% melaporkan beban kerja "kurang optimal". Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi jumlah pasien, kompleksitas kasus, keterbatasan sumber daya, dan jam kerja. Implementasi RME dianggap memfasilitasi pengelolaan beban kerja dan meningkatkan produktivitas; namun, tantangan tetap ada, seperti pelatihan yang tidak memadai, dukungan teknis yang terbatas, dan masalah jaringan. Kesimpulan: Beban kerja perawat memengaruhi implementasi optimal dokumentasi RME. Upaya untuk mengelola beban kerja, meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, dan memberikan dukungan teknis berkelanjutan sangat penting untuk memaksimalkan potensi RME dalam mendukung kualitas asuhan keperawatan.Kata Kunci: Rekam Medis Elektronik, Perawat, Beban Kerja ABSTRACTIntroduction: The Electronic Medical Record (EMR) is expected to improve the efficiency and effectiveness of nursing care documentation. However, its implementation in practice is often affected by nurses’ high workload. An imbalanced workload may reduce the quality of documentation, ultimately impacting the overall quality of nursing care services. Objective: To describe nurses’ workload in relation to the implementation of nursing care documentation using the EMR method at Labuang Baji General Hospital, Makassar. Method: This study employed a descriptive observational design with a survey approach. Data were collected using a standardized questionnaire measuring workload and EMR documentation performance. A total of 39 inpatient nurses were selected using simple random sampling. Data were analyzed descriptively using frequency distribution and percentage. Result: Most nurses reported a “moderate” workload (87.2%), while 12.8% reported a “less optimal” workload. Contributing factors included the number of patients, case complexity, limited resources, and working hours. EMR implementation was perceived to facilitate workload management and improve productivity; however, challenges remained, such as inadequate training, limited technical support, and network issues. Conclusion: Nurses’ workload affects the optimal implementation of EMR documentation. Efforts to manage workload, enhance competencies through training, and provide ongoing technical support are essential to maximize EMR’s potential in supporting nursing care quality.Kata Kunci: Electronic Mediacal Record, Nurses, Workload
Analisis Sosiologi Hukum Terhadap Praktik Pernikahan Dini di Komunitas Muslim Pedesaan Hasnawati, Hasnawati; Indah, Nur; Rahmatullah , Rahmatullah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.12519

Abstract

Penelitian ini membahas pertanyaan utama tentang bagaimana transformasi nilai sosial dalam komunitas Muslim pedesaan memengaruhi praktik pernikahan dini dan kepatuhan terhadap hukum keluarga Islam. Studi ini berfokus pada Desa Tapango, Polewali Mandar, sebagai wilayah yang masih mempertahankan praktik pernikahan dini meskipun telah terdapat regulasi hukum yang membatasi usia nikah. Penelitian ini memposisikan diri sebagai kajian sosiologi hukum yang menjembatani antara norma hukum formal dan realitas sosial masyarakat lokal. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan pendekatan sosio-yuridis, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Hasil utama menunjukkan bahwa norma adat, interpretasi agama yang konservatif, dan otoritas tokoh masyarakat memainkan peran dominan dalam melanggengkan praktik pernikahan dini. Di sisi lain, transformasi nilai sosial mulai muncul melalui edukasi hukum, reinterpretasi ajaran agama, dan perubahan orientasi generasi muda. Penelitian ini berkontribusi dalam menunjukkan pentingnya pendekatan penyadaran hukum yang partisipatif dan berbasis budaya lokal dalam menekan praktik pernikahan usia dini.
Implementasi Kebijakan Penertiban Pedagang Kreatif Lapangan Di Kelurahan Besusus Barat Kota Palu Nasrullah, Nasrullah; Indah, Nur; Mangngasing, Nasir
Jurnal ADMINISTRATOR Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55100/administrator.v4i2.52

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran bagaimana Implementasi Kebijakan Penertiban Pedagang Kreatif Lapangan Di Kota Palu khususnya di Kelurahan Besusu Barat. Dasar penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Informan yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode analisis data melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini menyimpulkan implementasian Kebijakan Penertiban Pedagang Kreatif Lapangan di Kota Palu khususnya di Kelurahan Besusu Barat belum berjalan dengan maksimal, seperti indikator komunikasi dan sumber daya belum berjalan sebagaimana mestinya, karena sosialisasi belum berjalan sesuai dengan harapan, dimana masih belum terjalin komunikasi yang baik antara Satuan Polisi Pamong Praja, Lurah dengan tujuan kebijakan, berupa sosialisasi secara rutin dan informasi yang diberikan. Serta kendala dari aspek sumber daya fasilitas, yang ada pada indikator sumber daya dapat disimpulkan cukup, dimana jumlah volume petugas Satuan Polisi Pamong Praja berbanding terbalik dengan sarana yang dimiliki. Dua indikator lainnya sudah berjalan sesuai dengan harapan untuk aspek disposisi sikap yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja sudah sesuai dengan langkah yang akan dilakukan dan indikator struktur birokrasi yang memiliki dua aspek baik Standar Operasional Prosedur maupun pembagian kewenangan telah dilaksanakan dengan baik.
Kontroversi Kepuasan Pelanggan: Menjaga Keseimbangan antara Tradisi dan Inovasi dalam Manajemen Mutu Pendidikan Islam Indah, Nur
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i1.2472

Abstract

This study aims to analyze the challenges and opportunities in implementing customer-oriented quality management in Islamic education institutions, focusing on the balance between tradition and innovation. Using a quantitative approach, a survey was conducted among 500 respondents from various Islamic education institutions in Indonesia, including madrasah, pesantren and Islamic schools. Data were obtained through a questionnaire designed to measure respondents' views on education quality management and its influence on education quality. The findings revealed that although most respondents were satisfied with education quality, there was an imbalance between preserving traditional values and adopting technological innovations. This gap is caused by limited resources, funding constraints and resistance to change. This research contributes to updating perspectives on quality management in Islamic education by emphasizing the integration of tradition and innovation to improve customer satisfaction. However, this research is limited by its scope and methodology.
Analisis Risiko Produksi Usaha Ayam Petelur di Kabupaten Tolitoli (Studi Kasus Desa Dadakitan, Kecamatan Baolan) Dalle, Moeh Irsyad Fadhil AS. A.; Indah, Nur
MACROCEPHALON : Jurnal Ilmu Peternakan Vol 2 No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jmcp.v2i2.1421

Abstract

This study aims to analyze production risks faced by layer chicken farmers in Dadakitan Village, Baolan District, Tolitoli Regency, as well as the strategies implemented to overcome them. The research employed a qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, observations, and documentation. The research informant was the owner of a layer chicken farm with a population of 7,000 birds producing an average of 3,000 eggs per day. The results revealed that the main risks in layer farming include human resources (HR), climate change, diseases, chicken mortality, environmental issues, and feed price fluctuations. These risks directly impact productivity decline and business sustainability. Strategies applied by farmers to mitigate these risks include developing standard operating procedures (SOP), conducting technical training, improving farm management, implementing biosecurity measures, administering vaccines and vitamins, maintaining environmental hygiene, and adjusting feed formulations with local ingredients. In conclusion, risk identification and the application of appropriate mitigation strategies can help farmers maintain productivity and ensure the sustainability of layer chicken farming in the study area.
MASYARAKAT CERDAS SADAR ARSIP: PENDAMPINGAN PENGELOLAAN ARSIP MELALUI METODE ENKAPSULASI DI DESA PENANGGUNGAN, KECAMATAN TRAWAS, KABUPATEN MOJOKERTO Nurany, Fierda; Kurniawan, Bagus Ananda; Prasetijowati, Tri; Fitriawardhani, Tira; Fadeli, Muhammad; Indah, Nur; Bayu, Gede; Aristatiyanto, Bela; Sayyidina, Luanna; Cholifattul, Nurul
BAKIRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): BAKIRA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/bakira.2025.6.2.247-261

Abstract

The archive management assistance activity through the encapsulation method in Penanggungan Village, Trawas District, Mojokerto Regency, is part of the community service of Bhayangkara University Surabaya which aims to increase the understanding, awareness, and skills of the community as well as village officials in caring for important archives so that they are more durable and protected from physical damage. The implementation method was carried out through socialization stages regarding the importance of archives, technical demonstrations of encapsulation using simple materials such as astralon plastic, double tape, rags, cutters, rulers, and water sprays, as well as independent practice by participants with direct assistance from resource persons from the Archive Aware Community Forum (Forkmasa) of Bhayangkara University Surabaya. The results of the activity showed an increase in the ability of participants to protect documents, a growing awareness of the value of archives as a source of information and legal evidence, and an improvement in the neatness of village administration. This activity also opens up insights into the digitization of simple archives as the first step in digital transformation. The conclusion of this community service emphasizes that the encapsulation method is effective, cheap, and easy to apply at the village level, as well as encouraging the formation of an archival-aware culture, strengthening village governance, and supporting transparency, accountability, and preservation of valuable information for future generations.
Pemanfaatan Ampas Kopi dan Arang Sekam Sebagai Media Tanam Dalam Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L) Indah, Nur; Jamaluddin; Lestari, Nunik
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol. 9 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Agricultural Technology Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v9i2.673

Abstract

Discarded coffee grounds are unfortunate, considering they have potential as a planting medium because they contain compounds that can support plant growth. Likewise, husk charcoal provides benefits because it has a porosity which can bind water and has the nutrients needed by pakcoy plants. This study aims to analyze the utilization of coffee grounds and husk charcoal as a planting medium for the growth of pakcoy plants. This study used a Completely Randomized Design (RAL) with six treatments and three replications. The treatments applied are control (M0) 100% soil, (M1) 40% soil + 10% coffee grounds + 50% husk charcoal, (M2) 40% soil + 20% coffee grounds + 40% husk charcoal, (M3) 40% soil + 30% coffee grounds + 30% husk charcoal, (M4) 40% soil + 40% coffee grounds + 20% husk charcoal, (M5) 40% soil + 50% coffee grounds + 10% husk charcoal. The changes observed were plant growth (plant height, number of leaves, length of roots, total fresh weight of the plant, dry weight and chlorophyll levels. The best planting medium in the M1 treatment is a combination of 40% soil + 10% coffee grounds, and +50% husk charcoal. From the study results, it can be concluded that coffee grounds and husk charcoal can be used as a planting medium for the growth of pakcoy plants