Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA KADER GAMPONG MEUNASAH INTAN KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR DALAM PENCEGAHAN STUNTING Zahara, Hafni; Lensoni; Kala, Pasyamei Rembune; Anggraini, Yayu; Murni; Saifuddin; Raisah, Putri; Riezky, Ade Kiki
PORTAL RISET DAN INOVASI PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 3 (2022): JUNE
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/prima.v1i3.201

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition problem caused by inadequate nutritional intake for a long time. There are around 8-10 children under the stunting category in Meunasah Intan Village, Aceh Besar District. The actions taken by Integrated Healthcare Center (posyandu) cadres are providing counseling about feeding, motor stimulation, and working together with nutrition workers at the puskesmas. This study uses a pre-experimental design type one group pretest-posttest design. The population is Posyandu cadres, Gampong Meunasah Intan, Kuta Baro District, Aceh Besar Regency with 14 cadres. Based on the results of the counseling, it is known that the average level of knowledge of cadres before being given counseling is 9.64 and after being given counseling is 11.50. The level of knowledge of cadres before and after being given counseling experienced a significant increase, namely 0.00 < 0.05. So, it can be concluded that there are differences in the level of knowledge of cadres about stunting prevention before and after being given counseling. This shows that this change is sufficient to improve the knowledge of posyandu cadres about stunting to be used as capital in carrying out monitoring activities for growth and nutritional status at the posyandu, as well as being able to provide counseling to families of children under five who are at risk or experiencing stunting.
PENYULUHAN STUNTING UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA/SISWI MAN INDRAPURI ACEH BESAR Lensoni; Andriaty, Syarifah Nora; Zahara, Hafni; Kala, Pasyamei Rumbune; Anggriani, Yayu; Raisah, Putri; Karma, Taufik; Yanti, Murni; Ajaratudur; Merisa
PORTAL RISET DAN INOVASI PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2022): DECEMBER
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/prima.v2i1.359

Abstract

The problem of stunting is one of the nutritional problems faced in the world, especially in poor and developing countries. Stunting is a form of growth failure (growth faltering) due to the accumulation of nutritional inadequacy that lasts for a long time starting from pregnancy until the age of 24 months. The population in this study were teenagers/students of Man Indrapuri. The sampling technique used is total sampling. In the study, the independent variable was the provision of counseling about stunting, while the dependent variable was the knowledge of the students of Man Indrapuri I Aceh Besar. The number of samples taken was 20 students. Based on the results of the study, where after counseling the knowledge of students about stunting increased from before being given counseling. Where the percentage before counseling is as much as 40% to 90% after counseling. If there is an increase in respondents after counseling, it can be said that the provision of education with the extension method is very effective for students' knowledge about stunting so that it can reduce the risk of stunting cases in the community.
PENGARUH SOSIALISASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA LAMBROE BILEU ACEH BESAR Lensoni; Andriaty, Syarifah Nora; Zahara, Hafni; Kala, Pasyamei Rumbune; Anggriani, Yayu; Raisah, Putri; Karma, Taufik; Khumairah, Rosika; Sari, Muliya; Naira, Alifya Zuriva
PORTAL RISET DAN INOVASI PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2022): DECEMBER
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/prima.v2i1.360

Abstract

Stunting that has occurred if not balanced with catch-up growth (chasing growth) results in decreased growth, stunting problems are public health problems related to increased pain risk, death and inhibitions to growth both motor and mental. This study used a pre-expriemental design type of one group pretest-posttest design. The population in this study was the people of Lambroe Bileu Village. The sampling technique used is total sampling. In the independent variable research, it is the provision of counseling on stunting, while the dependent variable is the knowledge of the people of Lambroe Bileu Aceh Besar Village. Based on the results of the study, where after counseling, mothers' knowledge about stunting increased from before being given counseling. Where the percentage before counseling is 37.5% to 87.5% after counseling. If there is an increase in respondents after counseling, it can be said that providing education with the counseling method is very effective for maternal knowledge about stunting so as to reduce the risk of stunting cases in the community.
Penyuluhan Penanggulangan Kebakaran Menggunakan Karung Goni/Handuk Basah Pada Siswa SMA Swasta Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar Seni, Wildan; Zahara, Hafni; Karma, Taufiq; Raisah, Putri; Idroes, Ghazi Mauer; Shofi, Shofi; Muksin, Muksin; Mirja, Mirja; Purnama, M. Risky; Jainury, Aldi; Diki, Diki; Irwana, Salman; Ifandi, Ilham; Jauna, Jauna; Sabri, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 10 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i10.1751

Abstract

Penyebab kebakaran selain karena faktor alam juga karena faktor manusia terutama kelalaian dan juga ketidaksiapan menghadapi kebakaran. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kejadian kebakaran pada Pesantren Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar pada tanggal 25 Januari 2024 sehingga kegiatan penyuluhan ini sangat relevan dilaksanakan di SMA Swasta Babul Maghfirah yang merupakan bagian dari Pesantren tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Abulyatama Aceh dengan jumlah peserta sebanyak 185 orang. Metode yang di lakukan adalah dengan memberikan pretest dan posttest kemudian menganalisis data dari lembar jawaban tersebut apakah peserta yang mengikuti penyuluhan tersebut mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan atau tidak mengenai api, penyebab kebakaran dan cara penggunaan karung goni/handuk basah sebagai alat penanggulangan kebakaran. Sebelum diadakan kegiatan penyuluhan ini, para peserta kurang memahami tentang api dan kebakaran serta cara penanggulangannya. Kegiatan pelatihan ini dimulai dari pemaparan materi, praktek penggunaan karung goni/handuk basah untuk memadamkan kebakaran, dan terakhir adalah tanya jawab. Dari hasil penyuluhan terjadi peningkatan pemahaman sebelum dan sesudah penyuluhan, diantaranya terjadi peningkatan pemahaman mengenai konsep segitiga api sebesar 63,3%, peningkatan pemahaman pengetahuan penyebab atau pemicu kebakaran sebesar 36,7%, dan pemahaman pengetahuan penggunaan karung goni/handuk basah sebagai alat penanggulangan kebakaran mengalami peningkatan sebesar 53,3%. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi semua peserta yang hadir karena ini merupakan bentuk edukasi tentang kejadian kebakaran yang memang pernah dialami Pesantren tersebut.
MENGOPTIMALKAN NILAI TAMBAH: OLAHAN BUAH KELAPA MENJADI VIRGIN COCONUT OIL UNTUK PERAWATAN LUKA DI GAMPONG MEUNASAH LHOK, MEUREUDU, PIDIE JAYA Pratama, Angga Satria; Zahara, Hafni; Zuhkrina, Yuli; Aulia, Roman; Adila, Tasya
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 1 (2025): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i1.6112

Abstract

Mitra merupakan kelompok masyarakat yang produktif secara ekonomi, yaitu kelompok usaha masyarakat dengan kategori kelompok industri rumah tangga (IRT). Usaha mitra bernama “Minyeuk U Puteh” bergerak dibidang pengolahan buah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), dan berlokasi di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Berdasarkan analisis situasi mitra, ditemukan beberapa masalah mitra meliputi: 1) keterbatasan pengetahuan mitra dalam memahami pentingnya sertifikasi atau standarisasi sebuah produk, jika ingin menjangkau pasar yang lebih luas; dan 2) SDM belum pernah mengikuti pelatihan, khususnya terkati pengembangan soft skill (manajemen tim). Sosialisasi dan pelatihan disampaikan dengan bahasa yang mudah dan tidak terlalu formal, sehingga terlihat dengan jelas antusiame masyarakat dalam kegiatan ini. Proses diskusi berjalan baik, mitra bisa bertanya langsung kepada pemateri tanpa harus menunggu materi selesai dipaparkan dulu, sehingga diakhir pemaparan materi mitra sudah mengetahui dan memahami materi yang disampaikan. Pemateri sebelum menutup kegiatan mengevaluasi kembali keberhasilan sosialisasi dengan bertanya langsung kepada mitra, sebagian mitra menjawab dengan tepat semua pertanyaan dari pemateri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik, pemberian informasi mengenai sosialialisasi dan pelatihan pengembangan soft skill terlaksana sesuai rencana, sehingga kedepan diharapkan produk VCO mitra telah terstandar dan tersertifikasi, disamping itu anggota dari mitra mampu berkontribusi pada usaha mitra sesuai dengan peran dan tanggungjawabnya.
Edukasi dan Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun di Desa Meunasah Manyang Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Hafni Zahara; Zuhra Yurianda; Putri Balqis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 5 No. 3 (2025): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v5i3.649

Abstract

Clean and healthy living behavior (PHBS) is a set of behaviors practiced on the basis of awareness as a result of learning that makes a person, family, group or community able to help themselves in the health sector and play an active role in realizing public health. Participants who attended this activity were 10 children. Health education activities are very beneficial in increasing knowledge about clean and healthy living behavior (PHBS) to children. This activity needs to be carried out more widely in order to increase children's knowledge about health.
THE ROLE OF WOMEN'S COFFEE COOPERATIVES (KOKOWA) TOWARD THE WELFARE OF COFFEE FARMERS IN BUKIT DISTRICT, BENER MERIAH REGENCY Tambarta, Emmia; Hafni Zahara; Ade Firmansyah Tanjung; Erika Safira; Tri Arini Utami
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 2 No. 1 (2022): DECEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v2i1.97

Abstract

The existence of cooperatives in coffee production, centers is expected to support and help the economy of coffee farmers. One of the best coffee producing areas in Indonesia is Aceh Province, this is proven because coffee produced in Aceh has been exported to various countries such as Europe. America and countries in Asia. Aceh coffee which is better known internationally is the type of Gayo Arabica coffee because it has a distinctive aroma and taste. (Tambarta, 2016) The name Gayo Arabica coffee arises because the best-tasting Arabica coffee comes from the Gayo highlands, namely Central Aceh and Bener Meriah districts. This research uses descriptive quantitative research methods. Quantitative descriptive is a method that describes the research topic with variables that can be measured quantitatively (Sugiyono, 2011). The research was conducted at the Women's Coffee Cooperative (KOKOWA) Bener Meriah Regency. This location was determined intentionally or purposively because the KOKOWA Cooperative is the only cooperative whose members are all housewives and coffee farmers (having dual roles). The method used in analyzing the data is descriptive qualitative analysis using a Likert scale instrument, which describes several question items arranged in a questionnaire and each question is given a score equal to the respondent's choice. Likert scale is a scale used to measure attitudes, opinions and perceptions of a group of people about social events or phenomena. This research produces TKT 1 with output targets in the form of (1) scientific publications in international research journals with accepted status, (2) HKI research reports with granted status, (3) publication of activities in print or online media.
Efektifitas Ekstrak Daun Tapak Dara terhadap Penyembuhan Luka Kala, Pasyamei Rembune; Jannah, Miftahul; Zahara, Hafni; Hafidhah, Silfia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.15499

Abstract

ABSTRACT The tapak dara plant (catharanthus roseus) contains flavonoids that are effective for healing burns. Tapak Dara has active compounds such as alkaloids reserpine, vindolin, katarantin, leurosin, adenosine, and tetrahydroalstonina which are located in all parts of the plant. Flavanoids and Triterpenoids have been shown to have properties that accelerate the wound healing process. The properties of the two components are known to have astrigenic and antimicrobial properties and play a role in wound contraction and accelerate epithelialization. This study aims to determine the effect of tapak dara leaf extract on burn wound healing. This research is an experimental study, to determine the effectiveness of tapak dara leaf extract with burn wound concentration. The sample in this study used tapak dara (catharanthus roseus) leaves taken from several villages in Aceh Besar and Banda Aceh. The extraction of tapak dara leaves was carried out for 48 hours with occasional stirring, after 48 hours the sample was filtered using filter paper to separate the residue from the filtrate, the filtrate obtained was then evaporated by using a rotary evaporator instrument to obtain a thick extract of tapak dara leaves. The tapak dara leaf extract obtained was 3.06 grams. In this study, 3 mice were prepared for experiments aged approximately 2 months with a body weight of 40-50 grams. Mice are kept for 5 days so that the test animals get used to the new environment and treatment, mice are placed in cages and fed enough every day. Mice are made burns on the back using a metal with a diameter of 23 mm, by heating the metal in a blue flame for 3 minutes and then attached to the mice's back for 5 seconds. Then, mice that have been burned are given different treatments. The results of the percentage of burn wound healing obtained using tapak dara leaf extract, where the healing reached 90% on day 7, the positive control healing reached 87% and the negative control had a percentage of wound healing that was not too large but showed the healing process. Tapak dara leaf extract can heal burn wounds with a percentage of 89% or 8mm on day 7. This is because topical application of tapak dara leaf extract can accelerate the wound healing process measured by the speed of wound closure and epithelialization period. Keywords: Tapak Dara, Burns, Flavanoids and Epithelialization ABSTRAK Tanaman tapak dara (catharanthus roseus) mengandung flavonoid yang berkhasiat untuk menyembuhkan luka bakar. Tapak Dara memiliki senyawa aktif seperti alkaloid reserpin, vindolin, katarantin, leurosin, adenosin, dan  tetrahidroalstonina yang berada pada seluruh bagian tanaman. Flavanoida dan Triterpenoida telah terbukti mempunyai khasiat mempercepat proses kesembuhan luka. Khasiat kedua komponen tersebut diketahui mempunyai sifat astrigen dan antimikroba dan berperan dalam kontraksi luka serta mempercepat epitelisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh ekstrak daun tapak dara terhadap penyembuhan luka bakar. Penelitian ini berupa penelitian eksperimen, untuk menentukan efektivitas ekstrak daun tapak dara dengan konsentrasi luka bakar. Sampel dalam penelitian ini menggunakan daun tapak dara (catharanthus roseus) yang di ambil dari beberapa desa di Aceh Besar dan Banda Aceh. Ekstraksi  daun tapak dara dilakukan selama 48 jam dengan sesekali dilakukan pengadukan, setelah 48 jam sampel di saring menggunakan kertas saring untuk memisahkan residu dengan filtrat, filtrat yang diperoleh kemudian diuapkan pelarutnya dengan menggunakan instrumen rotary evaporator untuk mendapatkan ekstrak kental daun tapak dara. Ekstrak daun tapak dara yang di dapatkan sebanyak 3.06 gram. Pada penelitian ini disiapkan 3 ekor mencit untuk percobaan usia kurang lebih 2 bulan dengan berat badan 40-50 gram. Mencit di peliharan selama 5 hari agar hewan uji terbiasa dengan lingkungan dan perlakuan baru,mencit di letakkan di kandang dan di beri makan yang cukup setiap harinya. Mencit dibuat luka bakar pada bagian punggung menggunakan logam ber diameter 23 mm, dengan cara memanaskan logam di api biru selama 3 menit lalu ditempelkan pada punggung mencit selama 5 detik. Kemudian, mencit yang telah dibuat luka bakar diberikan perlakuan yang berbeda. Hasil dari persentese penyembuhan luka bakar didapatkan persentase kesembuhan menggunakan ekstrak daun tapak dara, dimana penyembuhannya mencapai 90% pada hari ke-7, kontrol positif penyembuhannya mencapai 87% dan kontrol negatif memiliki persentase penyembuhan luka yang tidak terlalu besar tetapi menunjukkan adanya proses penyembuhan. Ekstrak daun tapak dara dapat menyembuhkan luka bakar dengan persentase 89% atau 8mm pada hari ke-7. Hal ini di karenakan pemberian ekstrak daun tapak dara secara topikal dapat mempercepat proses kesembuhan luka diukur dari kecepatan penutupan luka dan periode epitelisasi. Kata Kunci: Tapak Dara, Luka Bakar, Flavanoida dan Epitelisasi
Pengetahuan Tentang Gaya Hidup dengan Status Hipertensi Lansia (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Lageun Aceh Jaya) Raisah, Putri; Zahara, Hafni; Sarida, Sarida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.248 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10561

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the most common health problems in the world which is indicated if a person has a systolic blood pressure of ≥140 mmHg and/or a diastolic blood pressure of ≥90 mmHg, on repeated examinations. One of the factors that influence the incidence of hypertension is lifestyle. Lifestyle is the most important factor that greatly influences people's lives, and an unhealthy lifestyle can cause hypertension. The purpose of this research is to find out knowledge about lifestyle with elderly hypertension status. This study uses a type of quantitative research with a cross sectional approach. The population is 172 people with a total sample of 63 people. The sampling technique was purposive sampling. The data were analyzed and tested using the chi-square test with a p value ≥ 0.05. showed that 18 respondents (28.6%) had good knowledge and 45 respondents (71.4%) had poor knowledge. There is no relationship between knowledge about lifestyle and elderly hypertension status (a case study in the Work Area of the Lageun Health Center, Setia Bakti District, Aceh Jaya Regency). Keywords: Knowledge, Hypertension, Lifestyle, Elderly.  ABSTRAK Penyakit hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di dunia dengan ditandai jika seseorang memiliki tekanan darah sistolik sebesar ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik sebesar ≥90 mmHg, pada pemeriksaan berulang. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi yaitu gaya hidup. Gaya hidup merupakan faktor terpenting yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat, dan gaya hidup yang tidak sehat, dapat meyebabkan terjadinya penyakit hipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengetahuan tentang gaya hidup dengan status hipertensi lansia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebesar 172 orang dengan jumlah sampel 63 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, data dianalisis dan diuji dengan menggunakan uji chi-square dengan nilai p ≥ 0.05. menunjukkan responden yang berpengetahuan baik sebanyak 18 (28,6%) dan responden yang berpengetahuan kurang baik sebanyak 45 (71,4%). Tidak ada hubungan pengetahuan tentang gaya hidup dengan status hipertensi lansia (studi kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Lageun Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya).Kata Kunci: Pengetahuan; Hipertensi; Gaya Hidup; Lansia.
Karakteristik Penderita Hipertensi Lansia di Posyandu Lansia Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Sarida, Sarida; Raisah, Putri; Zahara, Hafni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.11909

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the most common health problems in the world which is indicated if a person has a systolic blood pressure of ≥140 mmHg and/or a diastolic blood pressure of ≥90 mmHg, on repeated examinations. One of the factors that influence the incidence of hypertension is exercise, stress and diet. The purpose of this study is to determine the relationship between exercise, stress and diet with the incidence of hypertension in the elderly. This study uses a type of quantitative research with a cross sectional approach. The population is 299 people with a total sample of 75 people. The sampling technique was purposive sampling. The data were analyzed and tested using the chi-square test with a p value ≥ 0.05. Shows that respondents who have poor sports status are 48 people (64.0%) with a p value of 0.002 which means there is a relationship between exercise and the incidence of hypertension in the elderly. The status of mild stress is 43 people (57.3%) with a p value of 0.024 which means there is a relationship between stress and the incidence of hypertension in the elderly. The status of eating patterns is not good, namely 49 people (65.3%) with a p value of 0.039 which means there is a relationship between diet and the incidence of hypertension in the elderly. There is a relationship between exercise, stress and diet and the incidence of hypertension in the elderly at the Posyandu for the elderly, Krueng Barona Jaya District, Aceh Besar Regency. Keywords: Hypertension, Sport, Stress, Dietary Habit, Elderly.  ABSTRAK Penyakit hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di dunia dengan ditandai jika seseorang memiliki tekanan darah sistolik sebesar ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik sebesar ≥90 mmHg, pada pemeriksaan berulang. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi yaitu olahraga, stres dan pola makan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan olahraga, stres dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebesar 299 orang dengan jumlah sampel 75 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, data dianalisis dan diuji dengan menggunakan uji chi-square dengan nilai p ≥ 0.05. Menunjukkan bahwa responden yang memiliki status olahraga kurang baik yaitu 48 orang (64,0%) dengan nilai p value 0,002 yang berarti ada hubungan antara olahraga dengan kejadian hipertensi pada lansia. Status stres ringan yaitu 43 orang (57,3%) dengan nilai p value 0,024 yang berarti ada hubungan antara stres dengan kejadian hipertensi pada lansia. Status pola makan kurang baik yaitu 49 orang (65,3%) dengan nilai p value 0,039 yang berarti ada hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Adanya hubungan antara olahraga, stres dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu lansia Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Kata Kunci: Hipertensi, Olahraga, Stres, Pola Makan, Lansia.
Co-Authors Ade Firmansyah Tanjung Ade Kiki Riezky Adila, Tasya Afridah, Afridah Ajaratudur Ali Bakri Alyya Munira Ananda Alfinura Andriaty, Syarifah Nora Anggi, Tiara Anggriani, Yayu Aulia Rahmadani Aulia, Roman Bako, Winanda Cut Salma Diki, Diki Erika Safira Ertia Ayoni Farah Diffa Fauziah, Niken Futry Maysura Gelva Irayana Ghazi Mauer Idroes Gustiana, Amni Hafidhah, Silfia Husnul Khatimah Ifandi, Ilham Indy, Elsa Irwana, Salman Jainury, Aldi Jauna, Jauna Junita, Putri Kala, Pasyamei Rumbune Kembaren, Emmia Tambarta Khumairah, Rosika Linda T.Maas Makhgirah, Nadilatul Mansura Feby Amanda Marlinda Marlinda Marlinda Marlinda Marlinda Marlinda Melsi Efrika Merisa Mhd Hidayattullah Miftahul Jannah Mirja, Mirja Muhammad Haikal Muhammad Ichsan Muhammad Sabri Muhammad Yusuf Murni Murni Mutia Ifa Naira, Alifya Zuriva Nur Najikhah Nurhadia Nurhadia Nurhadia, Nurhadia Nurmila, Nurmila Pasyamei Rembune Kala Pasyamei Rembune Kala Purnama, M. Risky Putri Balqis Putri Raisah Putri, Rosalia Qurratu Annisa Rahayu Lubis Rahmadani, Aulia Rahmayanti, Yuni Raisah, Putri Raudatul Aina Reva Putri Diana Riezky, Ade Kiki Rosalia Putri Safira, Safra Saifuddin Saifuddin Saifuddin Samsudin Samsudin Sari, Muliya Sarida, Sarida Shofi, Shofi Siti Maulina Rukmana Siti Nazaruddin susi yanti Syamsiar, Syamsiar Taufiq Karma Tri Arini Utami Utama, T. Juanda Putra Wangi, Putri Ayu Sekar Wati, Sukma Wildan Seni, Wildan Yanti, Murni Yayu Anggraini, Yayu Yayu Anggriani Yayu Anggriani Yesi Yuliana Yustiana Yustiana, Yustiana Zikra, Safaratul Zuhkrina, Yuli Zuhra Yurianda