p-Index From 2021 - 2026
6.907
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penelitian Agama ADDIN EDUKASIA Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Tajdida An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Abjadia, International Journal of Education UNIVERSUM Jurnal Pendidikan Agama Islam JURNAL PENELITIAN Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Jurnal Tamaddun MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam Al Tarbawi Al Haditsah Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Ahkam: Jurnal Hukum Islam AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Palapa: Jurnal Study Keislaman dan Ilmu Pendidikan SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum BELAJEA: Jurnal Pendidikan Islam Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Al-Hayat: Journal of Islamic Education Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Dinamika Sosial Budaya Educan : Jurnal Pendidikan Islam Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Esteem Journal of English Study Programme Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Golden Age Ta`Limuna : Jurnal Pendidikan Islam EduReligia : Jurnal Pendidikan Agama Islam BILANCIA FONDATIA HIKMAH : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam TARBIYATUNA Madinah: Jurnal Studi Islam TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Al-Idaroh : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Islam JIPIS Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Matan: Journal of Islam and Muslim Society Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Al-Adl : Jurnal Hukum Piwulang: Jurnal Pendidikan Agama Islam At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam INCARE IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Andragogi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Penelitian ADDIN Al Ghazali: Jurnal Kajian Pendidikan Islam dan Studi Islam Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Al Hikmah: Journal of Education INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Jurnal Penelitian Agama Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam PEKERTI Journal Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM AL ULYA: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL QALAM JURNAL KEPENDIDIKAN Jurnal Pendidikan Islam ILUMINASI: Journal of Research in Education JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Tafaqquh : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiyah Bilancia : Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam At Ta'dzim: Journal of Community Development
Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN MAZHAB EMPAT IMAM BESAR (HANAFI, MALIKI, SYAFI’I, DAN HAMBALI) DALAM PARADIGMA HUKUM FIKIH luluatul badriyyah; Ashif Az Zafi
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 1 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.637 KB) | DOI: 10.31604/muaddib.v5i1.65-79

Abstract

Artikel ini mengangkat tentang perbedaanmazhab empat imam besar (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali) dalam paradigma hukum fikih. Dasar hukum yang diambil untuk menetapkan hukum fikih dari keempat mazhab ini berbeda-beda, sehingga hukum fikih yang dikeluarkan atau ditetapkan juga berbeda meskipun terdapat beberapa kesamaan dalam menetapkan hukum fikih. Perbedaan ini dikarenakan adanya perbedaan zaman para fuqoha, sehingga hukum yang ditetapkanpun berbeda. Selain itu masalah-masalah yang dihadapi tiap fuqoha berbeda-beda. Ini adalah salah satu penyebab timbulnya perbedaan dari setiap ulama fikih. Tulisan ini dikaji menggunakan metode filsafat.Struktur fundamental dijadikan sebagai landasan filosofis,dan teori postmodern dijadikan sebagai rujukan dari tulisan ini. Oleh karena itu perbedaan pendapat dapat dilihat sebagai fitrah, karena adanya perbedaan zaman, primordialitas, dan geografis manusia. Adanya perbedaan pendapat dari mazhab-mazhab fikih menjadi saling melengkapi, jika dilihat dari perpektif teori system. Dengan begitu kita dapat menemukan bahwa kajian ini mengantarkan pada kesadaran hubungan saling melengkapi antara pendapat ulama fikih.Kata kunci: Empat Mazhab, Perbedaan Mazhab, Hukum Fikih
MENGKONTEKSTUALISASIKAN HADITS TARBAWI BAGI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA 4.0 Moh Sholihul Anshori; Ashif Az Zafi
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 1 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v5i1.12-25

Abstract

Educational development always cannges and has now arrieved at an era known as the era 4.0. But  with these developments new callenges arise for Islamic education in this era, namely the moral values of studens and the develovepment of the world of Islamic education wich now seems to be left behind from the west. Then it must be immediately found the right way to deliver teaching Islamic education right now. Namely by using a hadith in wich quality is known , then to be able to maximaze the hadith is by contextualiing it. general religion. So by contextualizing the students will be invited to think actively and have a more real picture and certainly more effective than  ( conventional ) metdhos.
TRADISI NAHDLATUL ULAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Ahmad Zulfikri; Ashif Az Zafi
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v7i1.5504

Abstract

Salah satu isu di negara Indonesia adalah keberadaan tradisi keagamaan dianggap sebuah tradisi keberagamaan yang bertentangan dengan hukum Islam dan tidak sesuai dengan sunnah Nabi saw. Isu ini adalah masalah yang serius dan harus dijelaskan melalui dalil-dalil yang sesuai dengan pelaksanaan tradisi yang dilakukan oleh warga Nahdliyyin di Indonesia. Dan harus ditemukan dalil hukmi atas diperbolehkannya melaksanakan tradisi tersebut. Menurut kaum modernisme tradisi-tradisi ini termasuk bid’ah dan harus ditinggalkan oleh masyarakat. Sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, Nahdlatul Ulama haruslah mempunyai tendensi atas pelaksanaan tradisinya dalam Al-Qur’an dan as-sunnah. Melalui artikel ini penulis mengulas bagaimana perspektif hukum Islam tentang pelaksanaan tradisi-tradisi keagamaan warga Nahdliyyin dan beberapa contoh tradisi keagamaan yang sering dilakukan warga Nahdliyyin.
Transformasi Budaya Melalui Lembaga Pendidikan (Pembudayaan dalam Pembentukan Karakter) Ashif Az Zafi
Al Ghazali Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dianggap sebagai sistem persekolahan. Sistem ini hanyamelihat hubungan struktural antar bagian seperti guru, siswa, kurikulum dansarana prasarana. Namun ternyata lembaga pendidikan dapat dilihat lebih dari ituyaitu sebagai sebuah tempat dalam melakukan transformasi budaya. Lembagapendidikan dan transformasi budaya tidak dapat dipisahkan karena keduanyaterkait dengan nilai. Lembaga pendidikan dapat disamakan dengan sistem sosialkarena didalamnya terjadi proses sosialisasi. Tulisan ini dimaksudkan untukmemberikan kontribusi berupa konsep dalam melakukan transfer nilai sehinggamembentuk karakter melalui lembaga pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian ini,menurut Van Peursen dalam teori perkembangan budaya menyatakan bahwalembaga pendidikan diharapkan dapat memposisikan diri sebagai tahapfungsional. Pada tahap ini lembaga pendidikan sebagai agen transformasi nilaiharus berfungsi dalam memberikan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Dalammelakukan proses pembudayaan nilai agar terbentuk menjadi karakter dapatmenggunakan pendapat dari Pierre Bourdieu mengenai Habitus. Lembagapendidikan dapat melakukan pembiasaan melalui beberapa kegiatan. Pembiasaandapat dilakukan melalui interaksi sosial antar warga sekolah (lembagapendidikan). Pembiasaan yang telah mengakar menjadi pembudayaan harusdijaga dengan kontrol yang dilakukan oleh lembaga pendidikan.
Islamic Religious Education Teacher of Learning Strategy in Implementing Religious Values Through Whatsapp Ashif Az Zafi; Maulida Tsalis Maroh; Siswanto Siswanto; Irwan Fathurrochman
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 3 (2021): Islamic Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.05 KB) | DOI: 10.31538/nzh.v4i3.1423

Abstract

This article aims to describe the strategies used by Islamic Religious Education teachers in instilling religious values ​​when teaching students in the midst of a pandemic that is currently sweeping the world. This causes the learning system that is usually done directly or face-to-face to become online. This study uses a qualitative method, which describes the facts and phenomena that occur in the field. The Covid-19 virus, which originated in Wuhan, China, has a very rapid spread and has an impact on the whole world, one of which is Indonesia. The State Civil Apparatus (ASN) as well as strata of society feel the consequences themselves, especially in the field of education, which causes schools to carry out the learning process at home or online. PAI teachers as educators must rack their brains about strategies in teaching students which are usually carried out face-to-face to online or online. In order to respond to this, there is a solution to what teachers can do, namely by using the WhatsApp media. With WhatsApp that is easy to access, it is hoped that teachers in delivering learning can be accepted and understood and do not reduce in terms of instilling religious values ​​of students.
PERNIKAHAN ADAT JAWA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Eka Yuliana; Ashif Az Zafi
Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Vol 8, No 02 (2020): Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/am.v8i02.745

Abstract

Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral bagi kehidupan manusia. Pelaksanaan pernikahan terutama dalam adat jawa berkaitan erat dengan tradisi, namun tradisi atau kebiasaan dalam pernikahan terkadang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip  yang ada dalam agama islam dan bertentangan dengan syariat. Dengan adanya  permasalahan tersebut dapat mengetahui pernikahan menurut adat jawa dan pandangan islam terhadap pernikahan adat jawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulannya menggunakan metode dokumentasi. Peneliti juga menggunakan pendekatan deskriptif untuk mendeskripsikan gejala dan fenomena yang sedang terjadi. Ketika masyarakat menggelar pernikahan adat jawa bermaksud untuk melestarikan budaya leluhur tetapi terkadang mengesampingkan sudut pandang dari hukum islam, agama islam sendiri memperbolehkan suatu budaya untuk berkembang asalkan tidak melenceng dari hukum islam yang ada dan apabila tradisi yang dilaksanakan masyarakat melenceng dari hukum islam seharusnya tidak dilaksanakan karena termasuk perbuatan syirik.
Membina Sikap Keagamaan pada Peserta Didik Melalui Pendidikan Agama Islam Heni Mustaghfiroh; Ashif Az Zafi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v17i2.1646

Abstract

Di era zaman yang mulai berkembang, kemajuan teknologipun yang semakin canggih sedangkan ajaran nilai-nilai agama bukan juga mengalami peningkatan, namun mengalami pemerosotan. Nilai-nilai agama bukan saja mencakup ajaran dalam beribadah, bertata krama; sopan santun; bersikap sesuai agama atau berakhlak sholeh juga merupakan bagian dari nillai -nilai agama yang mana akhir-akhir ini kurang diperhatikan. Penanaman nilainilai agama harus sudah mulai diajarkan sejak dini walaupun kita tahu memang banyak faktor yang akan mempengaruhinya. Dengan melakukan penelitian ini dimaksudkan agar mengetahui bagaimana perkembangan ajaran serta nilai-nilai agama khususnya dalam hal perkembangan sikap keagamaan siswa. Penulis dalam menulis peneletian ini menggunakan metode pustaka.
Implementasi pendidikan Islam anak dari orang tua lulusan pondok pesantren Navisatul Munawwaroh; Ashif Az Zafi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i1.1141

Abstract

Permasalahan yang ada sekarang ini adalah banyak anak kurang mengerti secara mendalam agama Islam, faktor utama dari hal tersebut dikarenakan orang tua yang kurang memerhatikan pendidikan islam anak. Pengaruh pendidikan orang tua juga menjadi kaitan utama dalam pendidikan anak, karena orang tua yang berada dalam waktu yang banyak dengan anak dari anak kecil. Peran orang tua sangat berarti bagi pendidikan anak. Orang tua yang paham pendidikan Islam lebih dalam misalnya pendidikan terakhir mereka pondok pesantren, maka hal tersebut menentukan cara dan penyampaian pendidikan islam yang tepat diterapkan kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan islam dari orang tua pondok pesantren, apakah anak akan memiliki agama dan moral yang baik atau tidak berdasarkan orang tua pondok pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara.  Hasil penelitian ini orang tua pondok pesantren dapat menerapkan dalam kehidupannya di keluarga dengan baik, terutama dalam mengajarakan pendidikan Islam pada anak.
The role and challenges of learning the yellow bible lessons towards students' charles during the Covid-19 pandemic at MA NU TBS Kudus Muhammad Khoirun Nadlif; Ashif Az Zafi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.2129

Abstract

During this COVID 19 pandemic, at MA NU Kudus whose daily behavior when learning is not a few students who are late for school, don't do assignments, don't care about the material being taught, often sleep during online learning, often say dirty, often smoke and others. The purpose of this study was to determine the role and challenges of learning the yellow book of Sufism on students' morals during the pandemic at MA NU TBS Kudus. This research method is a qualitative research using a descriptive approach. Data collection techniques in this study used 3 techniques, namely interview, observation, and documentation techniques. Sufism learning during the pandemic at MA NU TBS Kudus has an important role in shaping students' commendable morals, among others, to lead and help students to really remember God by filling their hearts with the word thoyyibah and the sentence of dhikr. While the challenge of learning Sufism during this pandemic is the impact of technology globally, students using technology such as cellphones are not appropriate. So the cellphone should be used for learning, but instead it is made for playing games.
Peranan kearifan dalam pembentukan karakter peserta didik Arni Nafiyya Balaya; Ashif Az Zafi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 Maret 2020
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v7i1.y2020.p27-34

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana peranan kearifan lokal dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian yang dilaksanakan oleh penulis menggunakan metode atau rancangan penelitian literatur yaitu penelitian yang bersumber pada data sumber kepustakaan. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengandalkan sumber-sumber kepustakaan. Teknik pengumpulan data berupa data sekunder atau bukti yang diambil melalui literatur ataupun berdasarkan pustaka acuan yang ada. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah peranan kearifan lokal cukup besar sebagai pembentukan karakter peserta didik, karena karakter anak terbentuk berdasarkan kebiasaan-kebiasaan yang sering mereka lakukan, selain dari orang tua faktor lingkungan dan budaya juga berpengaruh di dalamnya.
Co-Authors A'yun Qulubana Khusnan Arief Abdul Karim Adinda Ayu Kisdiyanti Agung Nugraha, Rois Prianto Ahla Sofiyah Ahmad Jauhari Ahmad Zulfikri Ainun, Alfia Alfia Ainun Nikmah Ali Ridwan Ambarwati, Susi Anik Sri Widayati Anny Nailatur Rohmah Aquil, Anzar Ardelia, Fika Abidah Arif, Muhammad Syaifuddin Arni Nafiyya Balaya Assegaf, Abd Rachman Ayu Ulin Ni'mah Azizah Ika Nur chamadi, muhamad riza Cindy Olanda Dewi Dewi, Cindy Olanda Dindin Jamaluddin, Dindin Eka Nilam Safitri Eka Yuliana Eko Purnomo Elya Umi Hanik Ernawati, Ririn Eva Luthfi Fakhru Ahsani Eva Luthfi Fakhru Ahsani Faizal Azril Firdaus Falasifah, Firda Fanny Nada Fajri Fatihatu Nurul Ulya Fera Erawati Fiina Tsamrotun Nafisah Hani Hiqmatunnisa Heni Mustaghfiroh Huda, Moh. Miftakhul Husna, Karina Fikriatil Husni, Muhammad Wazid Ibrahiem, Muhammad Nur Ines Romadona Aditya Putri Irwan Fathurrochman Izza, Amaniatul Kamil, Tasallia Nima Khofiyan Nida Kholifuddin, Aan Trias Khozaainur Rohmania Kisdiyanti, Adinda Ayu Kusuma, Vian Anton Laila Nurul Hidayah Lalu Abdurrahman Wahid Layinatusyifa Layinatusyifa Luluatu Nailul Roja’ luluatul badriyyah Luthfiyah, Rifa Maisyanah Maisyanah Masturin Maudita, Widiya Maula, Mahmudatul Maulida Tsalis Maroh Moh Sholihul Anshori Moh. Miftakhul Huda Muhammad Arief Nugroho Muhammad Choirunniam Muhammad Imaduddin Muhammad Irfan Maulana Muhammad Khoirun Nadlif Muhammad Nur Khabib Muhammad Shidqul Wafa Muhammad Yusuf Renaldi Nada, Fina Qothrun Nafisah, Fiina Tsamrotun Nailna Amanina Najib Kailani Nashiroh, Faiz Navisatul Munawwaroh Nela Dwi Kusumawati Nia, Naila Amanyya Muhibin Nisa', Nurul Khoirun Nisa’Auliya, Siti Qurrotu A’yun Noor Fanika Nur Aziz Amalia Khaq Nur Salamah Nurul Farichatin Nichlah, Khoirin Partono Partono Puspo Nugroho, Puspo Putri Nabila Masduki Putri, Dwi Wahyu Qothrun Nada Illiyuuna Rahmawati, Zilfania Rijal Robbi Sulthoni Ririn Ernawati Ririn Isna Magfiroh Risma Aryanti Riza Umami Rochimuzzama Rochimuzzama Rohmawati, Ummi Rois Prianto Agung Nugraha Romadhona, Muhammad Arsyada Sa'adah, Naila Saifurrohman, Ahmad Salis Irvan Fuadi Sari, Laura Ameylia Novita SATRIYAS ILYAS Sayida Nafisa Azmi Septia Nurul Wathani Shifa, Tafrihatush Sidqi Salsabilla Siswanto Siswanto Siti Na’ilul Hidayah Siti Qoniah Solekhah, Maulida Muhimmatus Suci Damayanti Suci Maharani Syaroful Anam , Mohammad Tsuroyya, Anis Vira Ananda Putri Wati, Nofi Setia Yunita Prasetyani Zaroh, Ulfi Choirul Zidniy Alfi Zakiyyatin Nabila Zilfania Rahmawati Zulfikri, Ahmad