Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI BAGI PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI TAMBAK GARAM DI DESA BULU CINDEA Rahmi, Rahmi; Syarif, Asriyanti; Ibrahim, Juliani; Yani, Fitri Indah; Nanda, Abd. Rakhim; Mansida, Amrullah
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1517

Abstract

Salt is one of the pond products relied upon by the community in Bulu Cindea Village. The potential for salt in this village is very abundant because raw materials are available at any time. However, the management process is still simple and untouched by technological development. This potential can be maximally developed through the development of geomembrane technology, which is proven to maximize yields and increase income for villagers. The method used by this service team is the socialization and development of salt pond demonstration plots with geomembrane technology. The development of this technology produces the best-quality salt with a relatively short harvest time, so as to increase the selling value of salt products. This community service program can be an example for other villagers, so that later it will have an effect on increasing the knowledge and welfare of residents. This community service activity positively impacted the knowledge of participating villagers, as measured by post-test scores of villagers reaching 74% after implementing this program.
Peningkatan Kesehatan Lingkungan Masyarakat Petani Tambak Garam melalui Edukasi Pemenuhan Gizi Keluarga di Desa Bulu Cindea Yani, Fitri Indah; Rahmi, Rahmi; Ibrahim, Juliani; Syarif, Asriyanti; Susanty, Nurbiah Eka; Salam, Nur Insana; Wahyu, Farhanah; Anwar, Andi Rahayu; Saleh, Syaiful
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20391

Abstract

Latar Belakang: Wilayah pesisir rentan terhadap masalah kesehatan lingkungan dan gizi keluarga akibat keterbatasan akses sanitasi dan kurangnya pemanfaatan pangan lokal. Desa Bulu Cindea menghadapi prevalensi stunting 28% dan 40% rumah tangga tanpa sanitasi layak. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani garam melalui edukasi partisipatif tentang sanitasi dan gizi keluarga berbasis potensi lokal. Metode: Kegiatan berlangsung selama enam minggu (Mei–Juni 2025) dengan frekuensi pertemuan mingguan. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat, pelatihan, dan difusi ipteks. Partisipan terdiri dari 32 orang (12 ibu rumah tangga, 10 petani tambak garam, 5 kader kesehatan, 5 tokoh masyarakat). Mahasiswa berperan sebagai enumerator kuesioner, fasilitator diskusi, dan dokumentator kegiatan. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta wawancara semi-terstruktur dengan 10 responden (direkam audio). Hasil: Skor pengetahuan meningkat dari rata-rata 45,6 menjadi 83,2. Sebanyak 75% responden mulai memilah limbah domestik, 60% tidak lagi membuang limbah ke laut, dan 68% keluarga mulai mengonsumsi ikan, rumput laut, serta sayuran lokal minimal tiga kali seminggu. Kesimpulan: Edukasi berbasis praktik partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi sanitasi dan gizi masyarakat pesisir. Model ini fleksibel untuk direplikasi di desa pesisir lain dengan penyesuaian konteks lokal.
Persepsi Pembudidaya Rumput Laut Terhadap Lembaga Keuangan di Kecamatan Laikang Kabupaten Takalar Febrianti, Syarifah; Syarif, Asriyanti; Arwati, Sitti
Agrimics Journal Vol. 3 No. 1: Januari 2026
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/aj.v3i1.59

Abstract

Tujuan penelitian ini mengkaji persepsi pembudidaya terhadap lembaga keuangan, suku bunga, prosedur, sistem pembayaran, jaminan, bentuk pinjaman, besar pinjaman, finalty pembayaran, waktu menunggu pinjaman cair, prosedur survey untuk mendapatkan pinjaman. Penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus kemudian dianalisis dengan menggunakan aplikasi Nvivo 12. Pengambilan Informan dilakukan secara purposive sampling pada perempuan pembudidaya sebanyak 10 orang yang menggunakan ketiga lembaga keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga diterapkan oleh perbankan dan lembaga keuangan mikro, sedangkan pedagang pengumpul tidak menerapkan bunga tetapi mengikat pembudidaya untuk menjual hasil panen. Prosedur pinjaman pada lembaga keuangan bersifat formal, sementara pada pedagang pengumpul didasarkan pada kesepakatan. Sistem pembayaran perbankan dilakukan secara bulanan, lembaga keuangan mikro secara mingguan, dan pedagang pengumpul setelah panen. Jaminan hanya diterapkan oleh perbankan, dengan besar pinjaman relatif lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan formal perlu menyediakan akses permodalan yang lebih cepat dan fleksibel untuk mengurangi ketergantungan pembudidaya pada pedagang pengumpul.
Perempuan Pesisir, Peran Lembaga Keuangan Mikro, Keberlanjutan Pembudidayaan Rumput Laut: Analisis Sosial-Ekonomi Syarif, Asriyanti; anwar, andi rahayu; Mudatsir, Rasdiana; sitti Arwati; Reni Fatmasari
Journal TABARO Agriculture Science Vol. 9 No. 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/wvyfy649

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis persepsi dan partisipasi perempuan pesisir terhadap pemanfataan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dalam mendukung pembudidayaan rumput laut berkelanjutan di Desa Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. studi kasus kualitatif merupakan pendekatan yang digunakan, melibatkan informan 20 petani rumput laut perempuan yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tema-tema kunci terkait persepsi, penggunaan dana, dan tantangan dalam mengakses pembiayaan dengan visualisasi Nvivo. Penelitian menggambarkan bahwa persepsi perempuan positif terhadap lembaga keuangan mikro sebagai penyedia modal untuk bibit, peralatan, dan pembiayaan tenaga kerja pembibitan. Namun, timbul hambatan mengenai tanggung jawab bersama dalam kelompok, dan kecenderungan menggunakan dana untuk kebutuhan sosial dan rumah tangga akibat ketidakstabilan pendapatan. Temuan ini mempertegas bahwa lembaga keuangan mikro (LKM) berperan dalam pembudidayaan rumput laut berkelanjutan sehingga perlu meningkatkan batas kredit dan mengembangkan skema pembiayaan sesuai dengan kebutuhan perempuan pesisir. Studi ini berkontribusi bagi penyusunan kebijakan pemberdayaan perempuan di sektor perikanan dan kelautan berbasis lokal. 
Analisis Preferensi Petani Terhadap Pembelian Benih Jagung Hibrida Di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone Nursyafika, Andi; Mardiyati, Sri; Muh. Al Aswar Rusman; Zulkifli; Syarif, Asriyanti
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 01 (2026): Januari-Maret
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i01.3008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi petani terhadap pembelian benih jagung hibrida serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi preferensi tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin. Teknik analisis data yang digunakan meliputi Mean Percentage Score (MPS) untuk menganalisis preferensi petani dan regresi linear berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani (36,84%) memilih benih jagung hibrida merek NK212, diikuti Bisi 18 sebesar 35,09% dan Bisi 2 sebesar 28,07%. Preferensi tertinggi (69,80%) didasarkan pada faktor ketersediaan benih, sedangkan preferensi terendah (65,00%) didasarkan pada faktor kualitas benih. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas benih, ketersediaan benih, pendidikan, dan luas lahan garapan berpengaruh signifikan terhadap preferensi petani. Semakin tinggi kualitas dan ketersediaan benih serta tingkat pendidikan petani, maka semakin tinggi kecenderungan petani memilih benih jagung hibrida. Sebaliknya, semakin luas lahan garapan, maka kecenderungan memilih benih jagung hibrida semakin rendah.