This Author published in this journals
All Journal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi MediaKom : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Nyimak: Journal of Communication Jurnal Komunikasi Jurnal ASPIKOM Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Jurnal Komunikasi Profesional Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Science Midwifery BASKARA: Journal of Business and Entrepreneurship Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Journal of Economics and Business UBS International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Jurnal Visi Komunikasi Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Journal of Innovation Research and Knowledge KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara JUARA: JURNAL WAHANA ABDIMAS SEJAHTERA Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Komunikasi Global ATHENA: Journal of Social Culture and Society SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal ICT : Information and Communication Technologies Journal International Dakwah and Communication Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Journal of Dialogos Multikultura KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Journal of Dialogos
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Multikultura

BATIK DEPOK SEBAGAI <i>INVENTED TRADITION</i>: KONSTRUKSI WARISAN BUDAYA DI KOTA URBAN Solihat, Ade; Triwinarti, Wiwin; Ganiem, Leila Mona
Multikultura Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depok sebagai kota urban, sering menghadapi kesulitan dalam menampilkan identitas budaya yang khas dan mudah dikenali. Dalam konteks tersebut, Batik Depok hadir sebagai simbol budaya urban. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis Batik Depok sebagai praktik budaya kontemporer kota urban dengan menggunakan konsep invented tradition. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pelaku budaya, pemerintah daerah setempat, dan warga Depok, serta studi media. Hasil penelitian menunjukkan,  dalam kerangka invented tradition, Batik Depok bukanlah tradisi yang diwariskan secara historis, tetapi suatu aktivitas kebudayaan yang dibentuk secara sadar dalam konteks perkotaan untuk merepresentasikan identitas bersama. Artikel ini juga menunjukkan bahwa pembentukan tradisi lokal di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan masa lalu, tetapi juga dengan kebutuhan komunikasi identitas dan pengelolaan budaya di masa kini, dengan melibatkan potensi translokal yang berada di ruang urban Kota Depok. Pemerintah daerah berperan sebagai aktor utama dalam orkestrasi penciptaan Batik Depok, dengan motivasi politis, simbolik, dan ekonomis. Diaspora Jawa di Depok menjadi pelaku budaya utama yang memungkinkan praktik membatik berjalan. Sinergi multiaktor penting untuk menjadikan Batik Depok diterima masyarakat urban Kota Depok sebagai identitas bersama.