Claim Missing Document
Check
Articles

The Breastfeeding Implementation in the Primary Health Center : A Case Study at Puskesmas Tutuyan Working Area, East Bolaang Mongondow Regency, Indonesia Radjamuda, Nelawati; Astuti, Dhesi Ari; Kartini, Farida
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 02 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i02.587

Abstract

Breastfeeding provides optimal nutrition for infants and is a key global public health strategy for improving children's health. However, a low understanding of breastfeeding among mothers, families, and communities poses challenges. This study explored breastfeeding practices in Puskesmas Tutuyan, East Bolaang Mongondow Regency. Using a qualitative phenomenological design, six mothers with infants aged 0-6 months and two midwives were interviewed and observed. Data were analyzed using Collaizi's 1987 seven-step method. Findings showed that while mothers aged 23-35 understood the benefits of breastfeeding, their attitudes and practices were lacking, often citing insufficient breast milk and inadequate support from health workers. Three factors influenced breastfeeding practices: predisposing (knowledge and attitudes), reinforcing (milk supply and information availability), and enabling (support from health workers and family). It is recommended that midwives increase educational efforts, provide breastfeeding support, and establish support groups, with regular monitoring and evaluation every six months to improve breastfeeding practices in Puskesmas Tutuyan.
Efektifitas promosi kesehatan oleh kader terhadap sikap dan perilaku pencegahan HIV/AIDS di Balecatur Yogyakarta Dhesi Ari Astuti; Nurul Kurniati; Mega Ardina
Jurnal Kebidanan Vol 10, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.10.2.2021.111-118

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap pembangunan sosial ekonomi, stabilitas negara-negara berkembang. Upaya promotif sebagai bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs) harus diimplementasikan. Implementasi kegiatan dalam promosi kesehatan diperlukan media promosi dengan berbagai cara untuk digunakan oleh pelaku promosi kesehatan untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan, memberikan atau meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan atau mentransformasikan perilaku kesehatan kepada sasaran. Kader kesehatan telah dibuktikan dalam penelitian-penelitian sebelumnya memiliki pengaruh dalam pengetahuan, sikap atau perilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas  kader  HIV/AIDS terhadap sikap dan perilaku pencegahan HIV AIDS pada ibu di Desa Balecatur Gamping Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini dengan quasi-experimental study dengan pre test dan post test dengan analisis uji statistik Paired T test. Hasil penelitian ini secara statistik tidak terdapat perbedaan rerata sikap (p-value = 0,507 )  dan tidak terdapat perbedaan rerata perilaku pecegahan berisiko (p-value = 0,693) responden yang didampingi oleh kader yang bermakna sebelum dan sesudah satu kali pendampingan. Kesimpulan pendampingan oleh kader di Balecatur bukan merupakan faktor utama dalam promosi kesehatan untuk peningkatan sikap dan perilaku pencegahan terhadap HIV/AIDS.
Peer Counselor as A Preventive Effort Against Early Marriage Using the Health Belief Model Approach Damayanti, Eka; Astuti, Dhesi Ari
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 03 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i03.671

Abstract

Early-age marriage presents a significant challenge in many developing countries, including Indonesia. Marriages occurring before the age of 18 often lead to adverse outcomes for adolescents, including pregnancy and childbirth complications that elevate maternal and infant mortality rates. Additionally, early marriage commonly disrupts adolescent education, limiting future employment opportunities. Effective preventive strategies, such as the "KOTESA" initiative, empower adolescents using the Health Belief Model (HBM) approach. This study employed qualitative methods with a descriptive phenomenological approach, gathering data through in-depth interviews. Most participants were adolescents married before age 16, many experiencing their first pregnancy at a similarly young age. Such early marriages impact adolescents’ health, education, and economic prospects. Intervention through peer counseling, guided by the HBM approach, proved effective in increasing adolescent knowledge about reproductive health and in serving as a preventive measure against early marriage. The KOTESA program involves adolescents as peer counselors utilizing the Health Belief Model framework, which emphasizes behavioral change by enhancing perceptions of risk, highlighting benefits, and reducing barriers to prevent early marriage. It is recommended that stakeholders promote and support the KOTESA peer counseling model to encourage behavioral change among adolescents and reduce early marriage rates.
Hubungan Kunjungan Antenatal Care dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah: Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Godean II Sleman, DIY Astuti, Neneng Windi; Astuti, Dhesi Ari
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 4 No. 01 (2025): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v4i01.693

Abstract

Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), yang didefinisikan sebagai bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram, merupakan masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap angka kematian bayi. Beberapa faktor risiko yang menyebabkan BBLR antara lain paritas, jarak kehamilan sebelumnya, status gizi, usia ibu, dan kunjungan antenatal care (ANC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kunjungan ANC dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Godean II. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik secara retrospektif dan desain kasus-kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 subjek, terdiri dari 25 kelompok kasus dan 25 kelompok kontrol dengan rasio 1:1. Uji chi-square menunjukkan nilai P = 0,000 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kunjungan ANC dan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Godean II. Nilai Odds Ratio (OR) yang diperoleh adalah 3,778 (CI: 2,157 – 6,615), yang menunjukkan bahwa risiko kejadian BBLR 3,778 kali lebih besar pada ibu yang melakukan kunjungan ANC kurang dari 6 kali dibandingkan dengan ibu yang melakukan kunjungan ANC lebih dari 6 kali.  Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kunjungan ANC dan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Godean II. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi tenaga kesehatan, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam menekankan pentingnya pelayanan ANC yang berkualitas dengan standar minimal yang harus dipenuhi. 
Pengaruh Penggunaan Video pada Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia Nurwidyaningsih, Nofi; Astuti, Dhesi Ari
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 4 No. 01 (2025): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v4i01.695

Abstract

Anemia pada remaja adalah kondisi anemia yang paling sering disebabkan oleh kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin, seperti zat besi (Fe), vitamin C, dan tembaga. Salah satu faktor penyebab anemia adalah tingkat pengetahuan, karena memengaruhi persepsi atau perilaku individu. Gambaran pengetahuan remaja putri tentang anemia pada siswa kelas X menunjukkan bahwa 64,3% tidak mengetahui tentang anemia. Upaya pemberian pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan remaja, sesuai dengan hasil penelitian. Penggunaan media video dalam penelitian ini memudahkan remaja untuk mendapatkan informasi tentang anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMP Negeri 1 Godean. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional dalam desain one group pretest-posttest. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dengan jumlah 22 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan media video. Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media video, tingkat pengetahuan remaja meningkat menjadi 22 responden dalam kategori baik (100%). Hasil uji Wilcoxon sebelum (pretest) dan setelah (posttest) terkait pendidikan kesehatan menggunakan media video diperoleh nilai z= -4,111 dan p-value= 0,000 (< 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media video. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja tentang anemia. Dengan meningkatnya pengetahuan responden tentang anemia, diharapkan responden dapat menerapkan metode pencegahan anemia sehingga anemia tidak terjadi pada remaja putri.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Terhadap Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Puskesmas Sadang Amelia Putri Prasetyaningtyas; Dhesi Ari Astuti
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua pada wanita di seluruh dunia. Di Indonesia,tingkat kejadian kanker serviks adalah 23,4 per 100.000 penduduk dengan angka kematian akibatkanker serviks adalah 13,9 per 100.000 penduduk. Namun cakupan pemeriksaan deteksi dini kankerserviks sebagai langkah awal pencegahan kanker serviks di Indonesia masih sangat rendah.Kurangnya deteksi dini kanker serviks dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan WUS tentangkanker serviks dan pemeriksaan IVA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkatpengetahuan tentang deteksi dini kanker serviks terhadap perilaku pemeriksaan IVA pada WUS diPuskesmas Sadang. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan CrossSectional. Sampel diambil menggunakan metode Purposive Sampling dengan jumlah 96 responden.Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan Uji Chi-Square dengannilai p-value 0,013 (α < 0,05), maka dapat disimpulkan terdapat hubungan tingkat pengetahuantentang deteksi dini kanker serviks terhadap perilaku pemeriksaan IVA di Puskesmas Sadang.Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan bagi Puskesmas Sadang lebih aktif dalam mensosialisasikanpentingnya pemeriksaan IVA kepada masyarakat.
Wearable IoT for Maternal Healthcare: A Literature Review on Implementation, Challenges, and Future Prospects Sulisworo, Dwi; Erviana, Vera Yuli; Rosyady, Phisca Aditya; Astuti, Dhesi Ari; Rasyid, Erwin; Warsiti; Bakhtiar, Rahmat; Ismail, Sjarif; Duma, Krispinus
Bincang Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 01 (2025): Bincang Sains dan Teknologi
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bst.v4i01.817

Abstract

Wearable Internet of Things (IoT) devices for pregnant women have emerged as a significant innovation in healthcare. This technology enables real-time monitoring of maternal and fetal health, providing data that facilitates faster and more accurate medical decision-making. This article presents a literature review on the development and implementation of wearable IoT for pregnant women and its impact on healthcare services. The study identifies various types of wearable devices, monitored health parameters, and the technical and ethical challenges associated with their use. The findings reveal that wearable IoT can enhance healthcare quality through early detection of pregnancy complications, improved efficiency of medical personnel, and reduced healthcare costs. However, issues such as data privacy, device sustainability, and technological disparities remain major challenges that require further attention. This review provides valuable insights for technology developers, healthcare providers, and researchers to maximize the potential of wearable IoT in supporting maternal health holistically. 
Experience of First Pregnancy at Teenage Age: Scoping Review Putri, Silvia Rizki Syah; Astuti, Dhesi Ari
Journal of Health Sciences and Medical Development Vol. 4 No. 01 (2025): Journal of Health Sciences and Medical Development
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/hesmed.v4i01.839

Abstract

Adolescent pregnancy is a significant global concern and a major contributor to maternal mortality across high-, middle-, and low-income countries. The risk of maternal death is considerably higher among younger adolescents. This study aims to review evidence-based findings on the experiences of first pregnancy in adolescence. A scoping review methodology was employed following Arksey and O'Malley’s framework, using the PEOS model to guide the research questions. A systematic search was conducted in Wiley Online Library, EBSCO, ProQuest, and PubMed, selecting relevant studies based on predefined inclusion and exclusion criteria. Findings indicate that adolescent mothers’ experiences during their first pregnancy are influenced by their level of knowledge and the support received from husbands, families, and healthcare providers. Poor parent-child communication is identified as a key factor contributing to adolescent pregnancy. Additionally, adolescent pregnancy has significant health and educational consequences. Preventive measures include health promotion programs and personalized interventions. This review highlights the experiences, influencing factors, impacts, and prevention strategies related to adolescent pregnancy, providing insights for future research and policy development. 
Korelasi Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kekurangan Energi Kronik dengan Kejadiannya di Puskesmas Depok I, Sleman Anggiyana, Fika; Astuti, Dhesi Ari
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 4 No. 01 (2025): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v4i01.830

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah kondisi kekurangan gizi jangka panjang yang ditandai dengan lingkar lengan atas (LiLA) <23,5 cm. Berdasarkan laporan rutin tahun 2022 dari 34 provinsi, tercatat 283.833 ibu hamil dengan LiLA <23,5 cm (berisiko KEK) dari total 3.249.503 ibu hamil yang diukur, sehingga prevalensi ibu hamil dengan risiko KEK mencapai 8,7%. Di Yogyakarta, menurut data Kesehatan Keluarga DIY tahun 2023, dari 37.674 ibu hamil yang diukur LiLA, sebanyak 7.752 mengalami KEK. Kabupaten Sleman mencatat jumlah kasus KEK tertinggi dengan 1.422 ibu hamil, di mana Puskesmas Depok I memiliki kasus terbanyak, yaitu 143 ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang KEK dengan kejadian KEK di Puskesmas Depok I. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai ini lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kejadian KEK di Puskesmas Depok I. 
An Analysis of Pharmacy Policy Implementation in Bantul Regency, Indonesia Dhesi Ari Astuti; Hendy Ristiono; Evilia Nur Safitri
Journal of Public Health Sciences Vol. 1 No. 01 (2022): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.222 KB) | DOI: 10.56741/jphs.v1i01.44

Abstract

The Bantul Regency Government has arranged the implementation of pharmacy services so that a good business environment is established. This study was conducted to conduct a conceptual analysis of the establishment of pharmacies between high ratio and low ratio areas based on applicable regulations. The purpose of this study is to develop a policy of improving the effectiveness of drug supervision in pharmaceutical service facilities, and the formulation of patterns of strengthening and empowerment pharmacies. The method used is literature review on related articles from various countries. With certain filtering techniques, there are six articles meet the criteria. The results of the analysis of the article can be used to explain various patterns in the management of pharmacies implementation policies. The government needs to coordinate with associations, pharmacies provider on making policy that protect consumers. This policy is important because drug services have a broad impact on public health.
Co-Authors Amelia Putri Prasetyaningtyas Anggiyana, Fika Ani Marwati Apriani Tiasna Apriani Tiasna Ardina, Mega Astuti, Andari Wuri Astuti, Neneng Windi Atik Triratnawati Atik Triratnawati Aza, Dessi Wulandari Bakhtiar, Rahmat Cyril B. Romero Darsono, Filla Alfazriani Destu Satya Widyaningsih Detty Siti Nurdiati Dini Asrika Devi Djaswadi Dasuki Doni Marisi Sinaga Dwi Indah Wulandari Dwi Sulisworo Dyah Anantalia Widyastari Efriani, Rolita Eka Damayanti El Farchia, Yuniar Nisa Elivya Putri Melsany Eva Fadila Sangaji Evi Rosita Evilia Nur Safitri Febrianti, Cindy Putri Fijri Rachmawati Gita Fajrianti Hamado, Hasiati Haris, Nursani A Hasibuan, Khoirunnisah Hendy Ristiono Hidayat, Asri Hisan, Urfa Khairatun Iqra Asif Isnani, Mufidah Ita Suryani Kartini, Farida Khairani, Nur Krispinus Duma Kurniati, Nurul Kurniati, Nurul Kurniawati, Yuliana Langputeh, Prapaporn Marcelis Stia Anggraini Marwati, Ani Merida, Yunri Moh. Hakimi Muhamad Saleh Nazara, Titin Sundari Nelawati Radjamuda, Nelawati Ningrum, Rhadika Wahyu Kurnia Nuraina Nuraina Nuraina Nuraina Nurma Hidayati Nurul Hidayah Nurwidyaningsih, Nofi Oscar Agyemang Opoku Popy Apri Yanti Popy Apri Yanti Prihatiningsih, Dwi Putri, Silvia Rizki Syah Rachmawati, Fijri RASYID, ERWIN Realita, Friska Reni Sumanti Rezka Zahra Humaira Ririn Ariyanti Ririn Ariyanti, Ririn Rodliah Rosyad, Shelly Romero, Cyril B. Rostinah Rostinah Rosyady, Phisca Aditya Sales, Eurosia Maria Shelly Pradila Siti Fatimah Sitti Syabariyah Sri Handayani Syagata, Anindhita Syahbi Tiasna, Apriani Tri Ani Marwati Tri Hastuti Tri Hastuti Tri Sunarsih Ummah, Tammimin Vera Yuli Erviana Wahyuhidaya, Pratika Warsiti wijayanti, dian trilus Wulandari, Yunisa Yanti, Popy Apri Yolanda, Sholihah Gustavia Yuliadia, Kartika Yunri Merida