Claim Missing Document
Check
Articles

Empowerment of The Community Health Workers in Management of Posbindu for Non-Communicable Deases in Sukamentri Village, Garut Kota District, Garut Regency Udin Rosidin; Dadang Purnama; Iwan Shalahuddin; Nina Sumarni; Umar Sumarna; Rohmahalia M Noor
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.997 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2429

Abstract

Non-communicable diseases are currently a major health problem and the biggest cause of death in the world. This problem arises is caused of the behavior of the people who do not understand how to prevent it. The right prevention strategy is to utilize the service an facility is aimed at integrated human development that called Posbindu, especially posbindu for non-communicable diseases. In order that the posbindu non-communicable diseases  of to function properly, it requires the ability of community health worker to manage the posbindu non-communicable diseases in each hamlet in a village. The purpose of this activity is to increase the knowledge and ability of community health worker in managing posbindu non-communicable diseases. The target of the councelling is community health worker in 1th Hamlet to 7th Hamlet Sukamentri Village, Garut Kota district, Garut Regency. The activity is carried out in two days starting on May 17th until 24th, 2022. The stages of the activity consist of social and administrative preparation, implementation and evaluation of activities. Preparation is done by conducting an survey to see the community health problems. Implementation is done through health education and training. The activities went well according to plan. The results of the activity showed an increase in knowledge and skills of the community health workers in managing posbindu non-communicable diseases. Implementer of the activity is the councelling team consisting of lecturers, Guntur  Community Health Center and the students at Padjadjaran University.
SOSIALISASI PERILAKU SEJATI DI POSBINDU PTM WILAYAH KERJA PUSKESMAS HAURPANGGUNG KABUPATEN GARUT Udin Rosidin; Dadang Purnama; Nina Sumarni; Umar Sumarna; Witdiawati Witdiawati; Setiawan Setiawan; Rohmahalia M Noor
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i3.38453

Abstract

Hasil survei yang dilakukan mahasiswa PPN 41 di wilayah kerja Puskesmas Haurpanggung menunjukan masih tinggi angka kejadian penyakit tidak menular khususnya penyakit hipertensi.  Kondisi tersebut dimungkinkan karena masih banyak masyarakat yang belum melakukan pencegahan sebagai deteksi dini terhadap penyakit hipertensi. Masih banyak ditemukan masyarakat yang merokok, tidak melakukan aktivitas fisik secara teratur dan tidak datang ke pelayanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah. Apabila hal tersebut dibiarkan maka akan menjadi faktor pencetus tingginya angka penyakit hipertensi. Selain itu masyarakat juga masih rendah partisipasinya dalam pelayanan posbindu PTM padahal padahal pelayanan tersebut sudah ada disetiap RW. Melihat kondisi tersebut sangat diperlukan adanya sosialisasi perilaku Sejati sebagai deteksi dini terhadap pencegahan penyakit hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyosialisasikan perilaku Sejati sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap penyakit hipertensi. Metode yang dilakukan adalah melakukan penyuluhan kesehatan, melakukan aktivitas fisik bersama dan  melakukan pemeriksaan tekanan darah di posbindu PTM di RW masing-masing.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini penyakit tidak menular sebesar 16 poin, seluruh peserta mengikuti kegiatan aktivitas fisik bersama dan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Karena sosialisasi Sejati hanya diikuti oleh sebagian kecil masyarakat maka diharapkan kader kesehatan dan masyarakat yang sudah mengikuti kegiatan ini dapat menindaklanjuti sosialisasi perilaku Sejati  kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Haurpanggung. Dengan perilaku Sejati diharapkan masyarakat melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap penyakit hipertensi dan dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan di posbindu secara rutin.
Family Support for Healing Mental Disorder Patients with Social Isolation in the Work Area of Pasirkaliki Public Health Center, Bandung City Zaenal Muttaqin; Muryati Muryati; Dadang Purnama; Rukman Rukman
Majalah Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2: October 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/makein.202295

Abstract

The research with the title: Family Support for the Recovery of Mental Patients with Social Isolation in the Pasirkaliki Bandung Health Center Work Area in 2021, aims to identify differences in family support for the recovery of mental patients with social isolation before and after being given training and assistance. The research method used is quasi-experimental with one group pretest and posttest design with bivariate test using T-test. The population in this study was all families who had family members with mental disorders (social isolation) recorded at the Pasirkaliki Health Center in Bandung from January-June 2021 with a sample of 35 people. The results of the study after the provision of material and assistance by researchers are that there are significant differences in the level of physiological adaptation before and after health education is carried out where p-v = 0.001, there were significant differences in the level of adaptation of self-concept before and after the implementation of health education where the value of p-v = 0.045, there was no significant difference in the level of interdependence adaptation before and after the implementation of health education where the value of p-v = 0.068. The conclusion of this study is that there is an increase in family support for the recovery of mentally disturbing patients with social isolation after providing material and assistance to families in the care of social isolation patients, both physiological support, self-concept support and interdependence support. Likewise, the total adaptation support provided by families to mental patients with social isolation. The suggestion in this study is for the Puskesmas to hold trainings to improve the performance of its employees in the mental nursing service unit to further increase knowledge and understanding so that it can be applied to the community in developing.
Sosialisasi Program Cerdik Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Udin Rosidin; Witdiawati Witdiawati; Dadang Purnama; Umar Sumarna; Nina Sumarni
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i4.545

Abstract

Abstrak: Saat ini penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian terbesar dari seluruh kasus kematian yang terjadi di seluruh dunia. Peningkatan kematian akibat penyakit tidak menular di masa mendatang diproyeksikan akan terus terjadi akibat perubahan perilaku manusia dan lingkungan yang cenderung tidak sehat. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan media promosi kesehatan tentang pencegahan penyakit tidak menular dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit tidak menular melalui program cerdik. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melakukan kegiatan pemasangan media promosi berupa spanduk program cerdik dan komunikasi kelompok untuk membahas pesan pesan dalam spanduk.  Hasil kegiatan menunjukkan terpasangnya media promosi program cerdik di 3 (tiga) titik strategis dan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 23 point. Dengan terpasangnya spanduk program cerdik di 3 titik yang mudah untuk dibaca akan berdampak pada peningkatan pengetahuan masyarakat. Rata-rata nilai pengetahuan masyarakat sebelum dilakukan kegiatan sosialisasi adalah sebesar 67 dan setelah dilakukan sosialisasi meningkat menjadi 90 point. Peningkatan 23 point pengetahuan masyarakat tentang cara melakukan upaya pencegahan penyakit tidak menular akan berdampak pada pemahaman masyarakat dalam melaksanakan perilaku pencegahan penyakit tidak menular.Abstract: Currently, non-communicable diseases are the biggest cause of death from all deaths that occur worldwide. The increase in deaths from non-communicable diseases in the future is projected to continue to occur due to changes in human behavior and the environment that tend to be unhealthy. The purpose of this activity is expected to increase health promotion media about prevention of non-communicable diseases and increase public knowledge about prevention of non-communicable diseases through smart programs. The method used to achieve this goal is to carry out promotional media installation activities in the form of clever program banners and group communication to discuss the messages in the banners. The results of the activity showed that clever program promotion media were installed at 3 (three) strategic points and an increase in the average value of public knowledge before and after health education was carried out by 23 points. By installing clever program spanduks at 3 points that are easy to read, it will have an impact on increasing public knowledge. The average value of community knowledge before the socialization activity was carried out was 67 and after the socialization was carried out it increased to 90 points. An increase in 23 points of public knowledge on how to prevent non-communicable diseases will have an impact on public understanding in implementing non-communicable disease prevention behaviors. 
Edukasi Menjaga Kesehatan Fisik Dan Mental Saat Siswa Menjalani Study From Home Udin Rosidin; Dadang Purnama; Umar Sumarna; Nina Sumarni; Furkon Nurhakim; Kosim Kosim
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 3: Agustus (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i3.456

Abstract

Abstrak: Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam proses belajar mengajar adalah ditetapkannya Study from Home. Dampak yang dirasakan oleh siswa dari kebijakan tersebut adalah dampak positif maupun dampak negatif(Fatimah and Puspaningtyas 2020). Permasalahan yang muncul sebagai dampak negatif dari sistem pembelajaran study from home diantarnya  adalah gangguan fisik maupun psikis yang kerap kali dirasakan siswa. Kesehatan fisik dan psikis adalah dua hal penting yang saling berkaitan dan harus dikelola secara seimbang. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sehingga diharapkan adanya peningkatan perilaku kesehatan baik fisik dan psikologis  selama melaksanakan Study from Home. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada siswa. di SMA Negeri 1 Baleendah Bandung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 29,28 point.  Rata rata nilai pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan sebesar 66,07 dan rata-rata nilai pengetahuan setelah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 95,35. Dengan meningkatnya pengetahuan siswa tentang cara mengatasi gangguan kesehatan saat menjalani study from home maka akan berdampak pada perlaku siswa untuk melakukan hidup sehat.Abstract: The Large-Scale Social Restriction Policy in the teaching and learning process is the stipulation of Study from Home. The impact felt by students from the policy is a positive impact as well as a negative impact. Problems that arise as a negative impact of the study from home learning system include physical and psychological disorders that are often felt by students. Physical and psychological health are two important things that are interrelated and must be managed in a balanced way. The purpose of this activity is to increase students' knowledge about the importance of maintaining physical and mental health so that it is hoped that there will be an increase in both physical and psychological health behavior while carrying out Study from Home. The method used to achieve this goal is to carry out health education activities for students. at SMA Negeri 1 Baleendah Bandung. The results of the activity showed an increase in the average value of students' knowledge before and after health education was carried out by 29.28 points. The average value of knowledge before health education is 66.07 and the average value of knowledge after health education is 95.35. With the increasing knowledge of students about how to overcome health problems when undergoing study from home, it will have an impact on student behavior to lead a healthy life.
Senam Sehat Mampu Kendalikan Tekanan Darah pada Lansia di Rw 11 Kelurahan Sukamentri Garut Nina Sumarni; Udin Rosidin; Umar Sumarna; Ema Arum R.; Iwan Sholahuddin; Dadang Purnama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8347

Abstract

ABSTRAK Dampak dari penurunan fungsi tubuh yang sering dirasakan oleh kalangan lansia yaitu pada sistem musculoskeletal, hal tersebut terjadi karena berkurangnya masa dan fungsi otot, kehilangan massa tulang sehingga lansia mudah merasa lelah, nyeri pada kaki dan pergerakan menjadi terbatas hal tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari lansia. Kurangnya aktivitas fisik  dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus dan asam urat. Salah satu olahraga yang dapat dilakukan oleh lansia yang menderita hipertensi adalah senam lansia. Senam lansia merupakan olahraga yang ringan dan mudah dilakukan oleh lansia. Senam lansia juga berpengaruh pada tekanan darah lansia terutama pada orang yang memiliki hipertensi. Hal ini terjadi karena senam dapat meningkatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah sehingga tekanan darah menjadi stabil dan menurun. Tujuan kegiatan adalah memberikan pendidikan kesehatan  tentang Senam sehat mampu Kendalikan tekanan darah di RW 11 Kelurahan Sukamentri Garut. Metode yang digunaan pada kegiatan ini ialah ceramah dan diskusi serta tanya jawab. Hasil yang dicapai setelah dilakukan pendidikan kesehatan melalui pendidikan  kesehatan, para peserta dapat mengetahui dan memahami tentang senam sehat  yang mampu kendalikan tekanan darah serta  bersedia untuk aktif dikegiatan Posbindu dalam kegiatan senam sehat.Kesimpulan Terjadi peningkatan pengetahuan mengenai senam sehat mampu kendalikan tekanan darah sebesar 23,4 poin. Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Senam Sehat                                                ABSTRACT The impact of decreased body function that is often felt by the elderly is on the musculoskeletal system, this occurs due to reduced muscle mass and function, loss of bone mass so that the elderly feel tired easily, leg pain and limited movement, this greatly affects activities elderly everyday. Lack of physical activity can increase the risk of degenerative diseases such as hypertension, diabetes mellitus and gout. One sport that can be done by the elderly who suffer from hypertension is elderly gymnastics. Elderly gymnastics is a light exercise and easy for the elderly to do. Elderly gymnastics also has an effect on elderly blood pressure, especially in people who have hypertension. This happens because exercise can increase the work of the heart and improve blood circulation so that blood pressure becomes stable and decreases. Purpose: The purpose of this activity is to provide health education about healthy gymnastics to be able to control blood pressure in RW 11 Sukamentri Garut Village. Research Methods: The methods used in this activity are lectures and discussions as well as questions and answers. The results achieved after carrying out health education through health education, the participants can know and understand about healthy exercise that is able to control blood pressure and are willing to be active in Posbindu activities in healthy gymnastic activities. Conclusion There has been an increase in knowledge about healthy exercise being able to control blood pressure by 23.4 points. Keywords: Hypertension, Elderly, Healthy Gymnastics
Dukungan Sosial Dalam Adaptasi Kehidupan Klien Kanker Payudara di Kabupaten Garut Witdiawati Witdiawati; Dadang Purnama; Theresia Eriyani
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v1i1.10

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker paling umum pada wanita di seluruh dunia, dengan hampir 1,7 juta kasus baru didiagnosis pada tahun tahun 2012. Jawa Barat merupakan salah satu provinsi sebagai penyumbang jumlah kasus kanker payudara ketiga tertinggi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi makna dukungan sosial dalam adaptasi kehidupan klien kanker payudara. Rancangan penelitian dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data dengan teknik wawancara dan observasi partisipasi dengan subyek penelitian  6 Key informan individu yang mempunyai penyakit kanker payudara. Transkripsi data di analisis menggunakan metoda analisis tematik. Hasil penelitian menunjukan 3 tema muncul sebagai pemaknaan dari dukungan sosial dalam adaftasi kehidupan klien kanker payudara yaitu dukungan sosial membantu adaptasi klien dalam   menjalani kehidupan, dukungan   keluarga sebagai kekuatan dan jaringan sosial sebagai akses informasi pengobatan. Perjalananan kehidupan klien kanker payudara tidak terlepas dari pengaruh dukungan sosial. Dukungan sosial sangat bermakna dan menjadi satu kekuatan dalam adaftasi kehidupan klien kanker payudara, sehingga terbentuk mekanisme koping yang adaptif  dalam menghadapi kondisi penyakit nya dan aktivitas sosial sebagai wujud adaftasinya. Perlu penguatan dukungan sosial berbasis masyarakat dalam pengelolaan pelayanan kesehatan terhadap klien kanker payudara.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kiaracondong Bandung Udin Rosidin; Nina Sumarni; Iwan Shalahuddin; Dadang Purnama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10115

Abstract

ABSTRAK Penyakit COVID-19 adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan bahkan kematian. Kondisi tersebut menjadi acuan masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan serta mematuhi protokol kesehatan. Namun kenyataan di lapangan masih banyak masyarakat yang belum melaksanakan protokol kesehatan COVID-19 secara maksimal. Masih banyak masyarakat yang melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19 karena alasanan takut dirazia. Hal tersebut dimungkinkan karena pengetahuan masyarakat tentang pencegahan COVID-19 masih belum merata. Melihat kondisi tersebut berakibat pada jumlah kasus teridentifikasi Covid 19 terus meningkat diberbagai daerah termasuk di Kelurahan Babakan Sari wilayah kerja Puskesmas Kiara Condong Bandung. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan COVID-19 di Wilayah kerja Puskesmas Kiara Condong. Rancangan kegiatannya adalah melakukan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan COVID-19. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dilaksanakan kegiatan sebesar 76,8 dan rata-rata nilai pengetahuan setelah dilaksanakan kegiatan sebesar 98,2. Ada peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebesar 21,4 point. Diharapkan setelah selesai pandemi COVID-19 akan menjadi program keberlanjutan masyarakat sebagai upaya promotif dan preventif terhadap pencegahan COVID-19 secara mandiri. Kata Kunci: Pengetahuan, Pemberdayaan Masyarakat, Pencegahan COVID-19  ABSTRACT COVID-19 disease is a new type of disease that has never been identified before in humans. In severe cases of COVID-19 it can cause pneumonia, acute respiratory syndrome, kidney failure and even death. This condition is a reference for the community to make prevention efforts and comply with health protocols that have been determined by the government. However, the reality on the ground is that there are still many people who have not fully implemented the COVID-19 health protocol. There are still many people who implement health protocols to prevent COVID-19 for fear of being raided. This is possible because public knowledge about COVID-19 prevention is still uneven. Seeing these conditions has resulted in the number of identified cases of Covid 19 continuing to increase in various regions, including in the Babakan Sari Village, the work area of the Kiara Condong Health Center, Bandung. The purpose of this activity is expected to be able to increase public knowledge in preventing COVID-19 in the working area of the Kiara Condong Health Center. The design of the activity is to empower the community in preventing COVID-19. The results of the activity show that the average value of knowledge before carrying out activities is 76.8 and the average value of knowledge after carrying out activities is 98.2. There is an average increase in the value of knowledge of 21.4 points. It is hoped that after the COVID-19 pandemic is over, it will become a community sustainability program as a promotive and preventive effort to prevent COVID-19 independently. Keywords: Knowledge, Community Empowerment, Prevention of COVID-19
Relationship between Socio-Economic with Parent’s Knowledge of Toddler Feeding Patterns Rida Siti Toyibah; Dadang Purnama; Furkon Nurhakim; Laili Rahayuwati; Desy Indra Yani; Gusgus Graha Ramdhanie
Journal of Nursing Care Vol 6, No 2 (2023): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v6i2.44611

Abstract

Parental knowledge about toddler feeding patterns is one of the factors that can affect the incidence of stunting. Knowledge about toddlers' feeding patterns can be influenced by socioeconomic factors such as education level, occupation, and income. This study analyzed the relationship between education level, occupation, and income with parental knowledge of toddler feeding patterns in the stunting locus. This study used a quantitative correlation design with a secondary data approach. The population is the respondent from secondary data, parents with toddlers in Sukamulya Village. The samples were taken using the total sampling technique of 76 people. The variables in the study were education level, occupation, income, and knowledge of child nutrition patterns. The instrument consisted of questions on education level, employment status, income level, and 14 toddler feeding patterns knowledge questions. Statistical test using Chi-square with 5% significance level. The results of the study found that there was no relationship between education level (p-value=0.282), occupation (p-value=0.717), and income (p-value=1.000) with toddler feeding patterns knowledge. It is due to other factors that influence the knowledge of children's eating habits. More research is needed to determine the factors that influence knowledge of children's feeding patterns.
Pembentukan UKS dan Pelatihan Dokter Kecil Pada Siswa-Siswi di SDN 1-2 Sukamenteri Garut Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Dadang Purnama; Nina Sumarni; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12224

Abstract

ABSTRAK Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya satuan pendidikan dalam menanamkan, menumbuhkan, mengembangkan, serta meningkatkan kemampuan hidup sehat dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta derajat kesehatan  peserta  didik  melalui  pelaksanaan  Trias  UKS.  Program  UKS  disusun sebagai program yang berkesinambungan, yakni dapat berkelanjutan setiap tahunnya. Oleh karena itu, sekolah harus membentuk Tim Pelaksana UKS dan memasukkan rencana kerja UKS. Upaya UKS dilakukan lewat Trias UKS, yaitu Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat. Tujuanya adalah Terciptanya ruang UKS sebagai pusat tim pelaksana UKS dalam menyusun, melaksanakan, monitoring, dan evaluasi dari program UKS yang ada serta terbentuknya dokter kecil di dekolah. Metode yang digunakan melalui Kegiatan survei atau pengisian kuesioner ini, diperuntukkan untuk mencapai perubahan perilaku yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan pelatihan dokter kecil. Hasil PPM  pelaksanaan pelatihan dokter kecil dengan mengundang pemateri dari pihak UPT Puskesmas Guntur. Pelatihan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, yaitu dari hari Kamis-sabtu, tangga; 23-25 Februari 2023, meliputi: Pengenalan UKS, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kesehatan Mata dan Telinga, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA),  Pencegahan Penyakit Menular, Kesehatan Gigi dan Mulut dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) serta diakhir ddengan Pelantikan  dokter  kecil  dari  SDN  1  dan  2 Sukamentri oleh Ibu Kepala UPT Puskesmas Guntur.  Kesimpulan Keberadaan UKS di sekolah dasar dan dokter kecil sangat penting dalam rangka menjaga kesehatan warga sekolahnya. Selain UKS, tim pelaksana UKS juga penting agar program UKS tersebut  dapat  terus  berjalan  kedepannya.  Dengan  demikian,  salah  satu  langkah  kegiatan UKS dan dokter kecil  diharapkan  dapat  menjadi  awal  yang  baik  agar kualitas kesehatan SDN 1 dan 2 sukamentri menjadi lebih baik lagi. Kata Kunci: Dokter Kecil, Pembentukan, Pelatihan, Siswa, UKS  ABSTRACT School Health Business (UKS) is an effort of the education unit in instilling, growing, developing, and improving healthy living skills with the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), as well as the degree of health of students through the implementation of the UKS Triad.  The UKS program is structured as a sustainable program, which can be sustainable every year. Therefore, schools must form a UKS Implementation Team and include a UKS work plan. UKS efforts are carried out through the UKS Triad, namely Health Education, Health Services and Healthy School Environment Development. The goal is the creation of a UKS room as the center of the UKS implementation team in compiling, implementing, monitoring, and evaluating existing UKS programs and the formation of small doctors in the dekolah. The methods used through this survey activity or filling out questionnaires, are intended to achieve behavior change that initially did not know to know and training small doctors. The results of PPM implementation of small doctor training by inviting speakers from the UPT Puskesmas Guntur. The training was held for 3 (three) days, namely from Thursday-Saturday, stairs; February 23-25, 2023, including: Introduction to UKS, Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), Eye and Ear Health, Narcotics, Psychotropics, and Other Addictive Substances (NAPZA), Prevention of Infectious Diseases, Dental and Oral Health and First Aid in Accidents (P3K) and ended with the inauguration of small doctors from SDN 1 and 2 Sukamentri by the Head of UPT Puskesmas Guntur.  Conclusion The existence of UKS in elementary schools and small doctors is very important in order to maintain the health of their school residents. In addition to UKS, the UKS implementation team is also important so that the UKS program can continue to run in the future.  Thus, one of the steps of UKS and small doctor activities is expected to be a good start so that the quality of health at SDN 1 and 2 Sukamentri becomes even better.  Keywords: Little Doctor, Formation, Training, Students, UKS
Co-Authors -, Witdiawati Aat, Aat Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Aisyah Istiqomah Akmal Sybromiilsy Akmal Sybromillsy Amira, Iceu Andini, Wilda Ardini S. Raksanagara, Ardini S. Arisandi, Toni Bakar, Shabila Fasa Noor Desy Indra Yani Dinan, Nur Azmina Ema Arum R. Ermiati Ermiati Evi Novianti Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Gusgus Graha Ramdhanie Hartiah Haroen Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Hutomo, Wahyuni MP Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahuddin Iwan Suhendar Juniarti, Neti Kosim Kosim Laili Rahayuwati Lia Yulianti Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Maharani, Glena Dwi Mardiah, Ai Maria komariah Miftah Hudatul Umam Mulya, Adelse Prima Mulyani, Airin Rizki Muryati . Muryati Muryati Muryati Muryati Nina Sumarni Nina Sumarni Nita Arisanti Noor, Rohmahalia M Nugraha, Purnajati Nur Fazriah, Diva Lutfia Nur'aeni, Aan Nurjanah, Lilis Siti Nursiswati Nursiswati Nurussakinah, Nurussakinah Putra, Muhammad Alfi Mahardika Rahma, Syifa Imaniar Rai Nurussakinah Ramdhanie, Gusgus Gharaha Riani Pebrianti Rida Siti Toyibah Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmalia M Noor Rukman Rukman Rukman Rukman Santi Mulyani Senvi Fatnamartiana Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Sheizi Prista Sari Siti Fauziah Sri Hartati Pratiwi Suhenda, Dadang Suzana Mediani, Henny Tetti Solehati Theresia Eriyani TRI SUTRISNO Tsuroyya, Kareniva Udin Rosidin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Uu Sunarya Wahyu Gunawan Wicaksono, Erdi Ramdhan Tri Winyarti, Angela Sri Melani Witdia wati Witdiawati Witdiawati W Witdiawati W Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yati Tursini Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin