This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Industri Pertanian JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Biotropika LINK Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan Journal of Food and Life Sciences Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Florea Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Jurnal Kimia Riset Pro Food Forum Arkeologi BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan) Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Journal Physical Education, Health and Recreation TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Kritis Jurnal Kesehatan Global Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) BIOSFER : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Cakrawala Jurnal Penelitian Sosial Majalah Farmasetika JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Jurnal Biogenerasi Jurnal Dunia Gizi AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan kesehatan Indonesia Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat JURNAL BIOLOGI PAPUA Journal Science of Biodiversity Journal Science of Biodiversity Science Technology and Management Journal (STMJ) Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Claim Missing Document
Check
Articles

DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENGOBATAN TB PARU PADA ANAK DI BALAI KESEHATAN MASYARAKAT AMBARAWA Fernadiyanti; Puspita, Dhanang; Dary
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v10i23.43

Abstract

Background: Tuberculosis is a contagious disease caused by Mycobacterium tuberculosis which can attack all people from all ages. The highest infection occurred to 0-14 year-old children since their immune system is still weak. The success of the medical treatment toward children needs support from family such as monitoring the treatment process, fulfilling good nutrition, fulfilling enough rest and activity, etc. Objectives: The purpose of this study was to describe the family support during the medical treatment process of pulmonary TB to children. Methods:The method used in this research was qualitative by using purposive sampling to select the informants.The number of the research participants were 11.The informants’criteria were parents/family members who live in thesamehouse with the 0-14 year-old children who were diagnosedwith pulmonary TBwho were undergoing treatment or having accomplished the treatment. The research was done on May until June 2017. The data collection techniquein this researchwas through deep interview. Results: The result of this study obtained 4 themes, which were the definition of pulmonary TB on children, Pulmonary TB medical treatment to children, obstacles in children’s PulmonaryTBtreatment, and family support toward their children as Pulmonary TB patients. Conclusion :The Pulmonary TB children were getting some supports fromtheir familysuch as ensuring the routine of the treatment, meeting the cost, social and good nutrition to the children Abstrak : Latar Belakang: Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang semua kalangan usia. Penularan tertinggi pada rentang usia 0-14 tahun karena daya tahan tubuh yang masih lemah. Keberhasilan dalam pengobatan TB anak membutuhkan dukungan keluarga seperti pengawasan dalam pengobatan anak, pemenuhan nutrisi yang baik, pemenuhan kebutuhan aktivitas dan istirahat yang cukup dan yang lainnya. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dukungan keluarga yang diberikan dalam pengobatan TB paru pada anak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pemilihan riset partisipan menggunakan purposive sampling. Jumlah riset partisipan 11 orang. Kriteria pemilihan informan adalah orang tua/anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan anak berusia 0-14 tahun yang didiagnosa menderita TB paru dan sedang menjalani pengobatan/sudah selesai pengobatan TB paru. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai Juni 2017. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam. Hasil: Dalam penelitian ini ada 4 tema yaitu pengertian tentang TB paru pada anak, pengobatan TB paru pada anak, hambatan dalam pengobatan TB paru pada anak, dan dukungan keluarga yang diberikan terhadap penderita TB paru pada anak. Simpulan: Anak yang menderita TB paru mendapatkan dukungan dari keluarganya seperti memastikan pengobatan yang dilakukan anak tidak pernah terlewatkan serta didukung dengan pemenuhan biaya, sosial, serta nutrisi yang baik untuk anak
GAMBARAN TEMPAT HUNIAN MASYARAKAT DESA SRIKATON, KAB OKU TIMUR SUMATERA SELATAN, YANG TINGGAL DI BANTARAN SUNGAI DAN PERMUKIMAN Septiani, Dewi; Puspita, Dhanang; Sujana, Treesia
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i1.483

Abstract

Desa Srikaton terletak di Kecamatan Buay Madang Timur, kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Masyarakat di bantaran sungai dan permukiman memiliki prilaku kesehatan tertentu dalam membuang sampah, membuang air sisa di sekitar rumah, dan posisi kandang hewan peliharaan  yang berdekatan dengan rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan kondisi rumah dan perilaku hidup bersih masyarakat Desa Srikaton, Kab OKU Timur yang tinggal di Bantaran Sungai dan Permukiman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan survey. Analisa yang digunakan adalah uji komparatif dengan tujuan untuk membandingkan dua variabel terdapat kesamaan/ perbedaan. Hasil penelitian menyimpulkan: tidak ada beda nyata antara masyarakat yang tinggal di Bantaran Sungai dan Permukiman; kondisi lingkungan perumahan di Bantaran Sungai dan Permukiman  mempunyai kesamaan dalam penampungan sampah, pembuangan air kotor di perkarangan rumah, kondisi kandang yang kotor yang berada di samping rumah, dan ada beberapa rumah yang belum termasuk sesuai kriteria rumah sehat. Masyarakat di Bantaran Sungai menggunakan air sungai  hanya untuk mandi dan mencuci pakaian, sedangkan masyarakat di Permukiman menggunakan air sumur untuk keperluan sehari-hari. Kata kunci: Pemukiman, Bantaran Sungai, Kondisi lingkungan, Perumahan, dan Perilaku hidup bersih
EVALUASI PERSONAL HYGIENE ANAK SEKOLAH DASAR BERKAITAN DENGAN CEMARAN MIKROBA Puspita, Dhanang; Tampubolon, Rifatolistia; Patanduk, Andin Risvani Putri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.747

Abstract

AbstrakLatar belakang: Anak-anak pada usia 6 – 11 tahun atau yang masih dalam bangku Sekolah Dasar masih berada dalam perkembangan secara sosial. Kondisi demikian, menyebabkan anak-anak rentan terjangkit penyakit yang disebabkan buruknya personal hygiene. Kebiasaan tidak mencuci tangan tangan menggunakan sabun dapat memberikan dampak buruk kesehatayan yani dapat terserang penyakit diare dan ISPA. Salah satu infeksi penyakit disebabkan oleh cemaran mikroorganisme koliform. Cemaran mikroorganisme ini menjadi potensi gangguan pada anak sekolah. Gerakan cuci tangan yang digalakan oleh sekolah menjadi solusi untuk mengatasi gangguan kesehatan berkaitan dengan personal hygiene yang buruk. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengevaluasi personal hygiene berkaitan dengan cemaran mikroba pada anak sekolah dasar. Metode: penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan swab telapak tangan siswa sekolah dasar sebelum dan sesudah cuci tangan dan ditorehkan pada permukaan medium steril. Selanjutnya sampel dianalisis dengan menghitung Total Plate Count, cat gram dan uji beda nyata. Hasil: Hasil uji T berpasangan, diketahui TPC sebelum cuci tangan rerata 146,96 dan sesudah cuci tangan 48,8. Hasil uji menunjukan antar dua variabel yang memiliki perbedaan yang siginifikan dilihat  dari T hitung 10,3 dengan sig 4,83E-11, dan  kurang dari <0,05. Kesimpulan: Personal Hygiene merupakan hal yang sangat penting   untuk kesehatan, salah satu cara untuk mencapai personal hygiene pada anak sekolah dasar  dengan cara mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.  Efektifitas mencuci tangan dengan sabun dapat dilihat pada tabel.1 dimana ke 29 sampel yang ada menunjukkan penurunan koloni yang signifikan pada TPC yang dievaluasi. Kata Kunci: Personal hygiene, sabun cuci tangan, coliform, mikroorganisme.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TUMBUH KEMBANG BALITA YANG TINGGAL DI SEKITAR TPA BLONDO-BAWEN, KABUPATEN SEMARANG Puspita, Dhanang; ., Dary; Suwarso, Etika Noviyanti
KRITIS Vol 27 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v27i1p81-91

Abstract

This research is motivated by factors that affect the growth and development of toddlers in final disposal sites (TPA), namely those related to nutritional status, chronic disease or infection, health care, environmental sanitation. The research objective was to determine the factors that influence the growth and development of children under five who live around TPA Blondo, Bawen, Semarang Regency. This research used quantitative descriptive method with univariate analysis data processing. The study population was probably 30 toddlers 1 - 5 years old with a total sampling technique of 30 toddlers. Results of the study: 22 toddlers (73.33%) with good nutritional status and 8 under-fives (26.67%) of malnutrition. There were 21 children under five (70%) who had suffered chronic disease and 9 children under five (30%) never had chronic disease. There were 27 toddlers in an environment that had adequate sanitation status (90%) and 3 under-fives (10%) who were in an environment with insufficient sanitation status. Health care with sufficient criteria as many as 26 toddlers (86.67%) and less criteria as many as 4 children under five (13.33%). Factors affecting growth and development; lack of nutrition, food intake for toddlers is not balanced.
GAMBARAN HUNIAN WARGA YANG TINGGAL DI AREA TPA NGRONGGO-SALATIGA TERHADAP PREVALENSI TUBERKULOSIS PARU Puspita, Dhanang; Fitrianto, Agus; ., Dary; Wijaya, Yunita Christina
KRITIS Vol 27 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v27i2p136-149

Abstract

Population growth rate faster than the availability of resindential land will affect the decrease in health status. Population with low socioeconomic who work as scavengers will be very difficult to live in proper residential areas. Those people choose to live around the location of Landfills. This option becomes a consideration because the price is relatively cheap and close to the work location. A landfills environment condition isn’t proper for health and it makes the people who lived there suspectible of health problems. One of the most common diseases is Pulmonary Tuberculosis. This disease occurs due to bacterial infection and supported by unhealthy environment. The area around Ngronggo Landfills in Salatiga becomes one of places to stay for scavengers. The purpose of this research is to describe the influence of the house physical environment toward incident of pulmonary tuberculosis to the people who living in Landfills area. This research used descriptive quantitative method. Technique collecting data are observation, interview and environmental condition measurement with temperature parameter, humidity and light intensity. The condition of non-qualified houses is 73% of lighting, 98% of humidity, 80% of ventilation, 91% of flooring and 98% of garbage smell. The conclusion is most houses of residents living around the Landfills in Ngronggo Salatiga isn’t eligible for health requirements and become contributors’ infection of pulmonary tuberculosis.
PERILAKU MASYARAKAT DAN KAITANNYA DENGAN PERSEPSI TERHADAP RUMAH SEHAT DI DUSUN KEBONAN, DESA TOLOKAN, KECAMATAN GETASAN, KABUPATEN SEMARANG Puspita, Dhanang; Sujana, Treesia; Safitri, Lia Herlyn
KRITIS Vol 28 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v28i2p127-139

Abstract

Perception is the result of the sensing process and the process of observing someone about something that will result in a behavioral response. Human behavior is a response to stimuli both from within and outside the individual. A healthy house is a house that meets the technical terms and conditions to protect the occupants of the house from various threats and health problems, so that an optimal health degree can be achieved. The percentage of healthy houses nationally is 61.81% and Central Java province has reached 70.40%, however, in Kebonan hamlet which is located in Central Java Province has a low percentage of healthy houses, only 9%. The research aim to describe the perception of the community about a healthy house and its relation to health behavior. The research method used is descriptive qualitative, data collection was carried out by in-depth interviews and processed into verbatim then analyzed and the validity of the results tested by source triangulation. From the research results, it can be seen that the public's understanding of a healthy house in general is still limited, the public perception of the benefits of a healthy house and the disadvantages of a less healthy house is good enough, but the method of treating community waste is still not good. The efforts that can be made by the community to maintain a healthy house are still not maximal because of limited information. The low percentage of healthy houses in Kebonan hamlet is caused by poor behavior in managing houses and household waste. Limited information affects people's perceptions about a healthy home and results in not maximizing community behavior in running a healthy house. Perceptions of a healthy home and health behavior of some people in Kebonan hamlet are interrelated, so that to form good behavior knowledge needs to be increased in order to form a good perceptual understanding and positive behavior.
Carotenoid Thermostability Analysis and Tests on Unyil Corn Puspita, Dhanang
Journal of Food and Life Sciences Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfls.2021.005.01.01

Abstract

Unyil corn is one of the varieties of corn cultivated by the community. Corn contains carotenoids which can be used as a source of vitamin A and antioxidants. Efforts are needed to find out the carotenoid content in corn so that it can be evaluated in its processing. The purpose of this study was to analyze the carotenoid content and thermostability of unyil corn. The method used is carotenoid isolation, corn processing by boiling, steaming, and making pop corn. Carotenoid analysis by scanning with a UV-Vis spectrophotometer. The results of the study, unyil corn contains carotenoids as big as 9.35 μg / g. Unyil corn which is processed by boiling and steaming undergoes carotenoid degradation, while that which is processed into pop corn is still conserved at 3.09 μg / g of the carotenoid. It can be concluded that unyil corn contains carotenoids and the thermostability is low.
PENURUNAN KONSENTRASI KLOROFIL KRIM SUP CAULERPA RACEMOSA YANG DIKERINGKAN DENGAN VACUUM DRYING OVEN Puspita, Dhanang; Merdekawati, Windu; Mahendra, Arisia Putri Sandy
Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Widya Mandala Surabaya Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jtpg.v20i2.3045

Abstract

Caulerpa racemosa adalah salah satu spesies alga hijau yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku krim sup. Nilai tambah krim sup tersebut adalah adanya kandungan klorofil sebagai senyawa bioaktif dan sebagai pewarna alami. Permasalahn yang terjadi adalah klorofil tidak tahan terhadap panas pada saat pengolahan. Vacuum drying oven menjadi solusi untuk mengurangi kerusakan klorofil akibat pemanasan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu terhadap kandungan klorofil pada proses pengeringan krim sup yang terbuat dari Caulerpa racemosa dengan menggunakan vacuum drying oven. Tahapan penelitian ini meliputi, pembuatan krim sup, pengeringan, ekstraksi klorofil, dan analisis klorofil. Hasil penelitian ini diperoleh empat variasi suhu yakni 60, 70,80, dan 90ºC. Kandungan klorofil paling tinggi pada pengeringan dengan suhu 60ºC, dengan komposisi klorofil a (2,0786 µg/mL), klorofil b (1,8742 µg/mL), dan total klorofil (3,9528 µg/mL). Paparan panas menyebabkan klorofil menjadi tidak stabil. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan suhu optimal dalam mengeringkan krim sup dengan vacuum drying oven adalah 60ºC.
PRODUKSI ANTOSIANIN DARI DAUN MIANA (Plectranthus scutellarioides) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Dhanang Puspita; Yosephine Diana Tjahyono; Yunius Samalukang; Binerd Anthon Im Toy; Norson Willem Totoda
Pro Food Vol. 4 No. 1 (2018): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.359 KB) | DOI: 10.29303/profood.v4i1.78

Abstract

Miana (Coleus scutellaroides) is an ornamental plant of single leaf a purple color. The purple color found from miana leaves is an indicator of the presence of anthocyanin pigments. Anthocyanin from miana leaves can be utilized as a natural pigment for various staining purposes especially in the food industry, anthocyanin harvesting on miana leaves can be done at any time and does not depend on the season due to its abundant availability in nature.The aims of this study were to isolate, identify, and microencapsulated anthocyanin pigments of miana leaves. The result, pigment extracted from miana leaves had characteristic of purple color and having maximum absorbance at wavelength 529 nm, suspected as anthocyanin derivative (cyanidin-3-routosida).The total microcapsulated anthocyanim was 0.149542 mg / g. Thermostability of encapsulated anthocyanin pigment from miana leaves stable with heat exposure temperature 100C up to 60 minutes. Based on those collected information, encapsulated miana leaves pigment could be used as an additional natural coloring in food industries.Keywords: anthocyanin, miana, microencapsulation, pigment, thermostability. ABSTRAKMiana (Coleus scutellaroides) termasuk ke dalam tanaman hias yang berdaun tunggal dan berwarna ungu. Warna ungu yang terdapat pada daun miana adalah indikator keberadaan pigmen antosianin.Pemanfaatan daun miana sebagai sumber antosianin dapat dimanfaatkan sebagai pigmen alami untuk berbagai keperluan pewarna terutama dalam industri pangan, pemanenan antosianin pada daun miana dapat dilakukan setiap saat dan tidak bergantung pada musim dikarenakan ketersediannya yang selalu melimpah di alam.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan mikroenkapsulasi pigmen antosianin dari daun miana.Berdasarkan hasil analisis didapati bahwa ekstrak pigmen daun miana memiliki karakteristik warna nampak ungu dan serapan maksimum absorbansinya berada pada panjang gelombang 529 nm, pigmen diduga sebagai turunan antosianin yaitu sianidin-3-rutinosida.Total antosianim yang sudah dimikroenkapsulasi sebesar 0.149542 mg/g. Dari hasil uji thermostabilitas pigmen terenkapsulasi maltodekstrin, stabilitas pigmen antosianin dari daun miana cenderung stabil dengan adanya pemaparan panas suhu 100C hingga 60 menit.Berdasarkan hasil dan pengujian, pigmen daun miana terenkapsulasi dapat menjadi pertimbangan produk untuk digunakan sebagai bahan tambahan pewarna dalam industri pangan.Kata kunci: antosianin, miana, mikroenkapsulasi, pigmen, termostabilitas.
POTENSI PIGMEN ALAMI DARI BAKTERI SIMBION KARANG Mantipora sp SEBAGAI PEWARNA MAKANAN: Potential of Pigment from Simbion Coral Bacteria Mantipora sp As a Food Color Dhanang Puspita; Jacob Lukas Alexander Uktolseja
Pro Food Vol. 6 No. 1 (2020): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.527 KB) | DOI: 10.29303/profood.v6i1.121

Abstract

ABSTRACT Color is very important in the food industry. The need for food coloring requires manufacturers to use synthetic dyes that have the potential to cause poisoning and cancer. One source of natural dyes comes from bacteria that are symbiotic with coral reefs. The purpose of this study is to isolate and characterize the bacterial pigment that has symbiosis with Montipora sp. The research method consisted of bacterial isolation and identification, pigment identification with UV-Vis spectrofotometer (200 – 800 nm) and TLC. The results of isilation and identification showed that Rhodococcus sp is dominant bacterial which is produces of carotenoiids for self defense from UV rays. The pigment found in Rhodococcus sp has the potential as a natural pigment for food coloring. Keywords: carotenoids, Montipora, pigment, Rhodococcus sp. ABSTRAK Warna sangat penting dalam industri pangan. Kebutuhan pewarna makanan menuntut produsen memakai bahan pewarna sintetik yang berpotensi menyebabkan keracunan dan kanker. Salah satu sumber pewarna alami berasal dari bakteri yang bersimbiosis dengan terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengkarakterisasi pigmen bakteri yang bersimbion Montipora sp. Metode penelitian terdiri dari isolasi dan identifkasi bakteri, identifikasi pigmen dengan spektrofotometer UV-Vis (200 – 800 nm) dan KLT. Hasil isolasi dan identifikasi bakteri berjenis Rhodococcus sp dan piigmen yang dihasilkan adalah karotenoid yang digunakan sebagai pertahanan diri dari sinar UV. Pigmen yang terdapat pada Rhodococcus sp berpotensi sebagai pigmen alami untuk pewarna pangan. Kata kunci: karotenoid, Montipora, pigmen, Rhodococcus sp.
Co-Authors - UKSW Salatiga, Naftalione Efata Kristnanda Agung Rimayanto Gintu Agus Fitrianto, Agus Al-janati, Fitri Hayuningrat Andi Setyo Wibowo Andy Wibowo Anggara Mahardika Angkit Kinasih Arwyn Weynand Nusawakan Binerd Anthon Im Toy Christintya Nuarika Dan Elimelek Fuka Dary David Nakka Gasong Desi, Desi Dewi Septiani, Dewi Edenia, MC Titania Anjaly Putri Efrosina Orno Eli Ardhiawati Elisabeth Nadia Kurnia Sena Ferdy F Rondonuwu Fernadiyanti Fiane de Fretes Fitri Hayuningrat Al-janati Francies Seva Gentaarinda Fransiska Thalita Kusumaningtyas Galih Wibisono Gelora Mangalik Harvian Charisma Bangngu Herlia, Laurentshia Tabitha Nathalie Hieskya Chelvin Kristover Irene Maria Lidi Jacob L.A. Uktolseja Jayanti, Eni Dwi Jolanda Luhukay Karina Permata Kristiani Desimina Tauho Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho Kukuh Pambuka Putra Kurniawan, Yosia Agung Laia, Eirene Putri Cahyani Lidi, Irene Maria Lusiawati Dewi Lydia Ninan Lestario Mahendra, Arisia Putri Sandy Marthina Meylani Seilatuw Mayer Tinting Sirenden Maylana, Natasha MC Titania Anjaly Putri Edenia Messakh, Sanfia T. Mohammad Ruly Fauzi Monang Sihombing Monika Rahardjo Muhamad Rully Fauzi Nataniel Widyantoro Nugroho Nathania Liantari Pratamaningtyas Ni Komang K Sari Ni Komang K Sari, Ni Komang K Norson Willem Totoda Novita Iswardaningrum Nuarika, Christintya Nugraheni, Dila Komala Nugroho, Pulung Nugroho, Pulung - Patanduk, Andin Risvani Putri Prasojo, Rachel Immelda Intan Pulung Nugroho Putri, Velistia Bunga Renata Rasya Pandhu Wijaya Rifatolistia Tampubolon Rio Asysam Faisal Ristia Widi Astuti Rosiana Eva Rayanti Safitri, Lia Herlyn Salakory, Milleboy James Simonelsa Samalukang, Yunius Sanfia T. Messakh Sarlina Palimbong Seilatuw, Marthina Meylani Shara Refla Sheva Kholisane Widodo Sigit E. Prasetyo Sigit Eko Prasetyo Sigit Eko Prasetyo Sihombing, Chandryka Naomi Silvi Kurnia Candra Mela Slamet Suprapti Soenarto Notosoedarmo Soenarto Notosoedarmo Stella Firsta Kirana Suwarso, Etika Noviyanti Theresia Pratiwi Elingstyo Sanubari Tjahjono, Josephine Diana Totoda, Norson Willem Toy, Binerd Anthon Im Treesia Sujana Wahyu, Franszesca Dwi Wahyuningtyas, Sekar Eka Wijaya, Rasya Pandhu Wijaya, Yunita Christina Windu Merdekawati Wulandari, Triastuti Setyo Yandistara, Mikrando Sheva Yayi Suryo Prabandari Yohana Ikka Maylani Yosephine Diana Tjahyono Yostan Absalom Labola