Articles
TERMOSTABILITAS ANTOSIANIN DARI BUAH BASELLA RUBRA YANG DIMIKROENKAPSULASI
Dhanang Puspita;
Yunius Samalukang;
Dhanang Puspita
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 12, No 2 (2017): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.351 KB)
|
DOI: 10.26623/jtphp.v12i2.1798
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui termostabilitas pigmen antosianin dari Basella rubra yang dimikroenkaspulasi dengan maltodekstrin. Metode yang digunakan adalah ekstraksi pigmen, mikroenkapsulasi dengan menggunakan maltodekstrin 25% dan kristalisasi dengan menggunakan vacuum drying, uji termostabilitas dengan pemanasan 100°C, dan analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan KLT. Hasil penelitian diperoleh kandungan antosianin pada ekstrak buah sebesar 0,632 mg/g dan yang sudah dimikroenkapsulasi sebesar 0,051 mg/g. Pada pemanasan selama 60 menit dengan suhu 100°C terjadi penurun konstentrasi antosianin 0,003 mg/g pada menit ke-50 dan 60. Dapat disimpulkan jika pigmen antosianin pada buah dapat dimikroenkapsulasi dan memiliki kestabilan hingga pada menit ke-40.
TERMOSTABILITAS ANTOSIANIN DARI BUAH BASELLA RUBRA YANG DIMIKROENKAPSULASI
Dhanang Puspita;
Yunius Samalukang;
Dhanang Puspita
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 12, No 2 (2017): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.351 KB)
|
DOI: 10.26623/jtphp.v12i2.1798
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui termostabilitas pigmen antosianin dari Basella rubra yang dimikroenkaspulasi dengan maltodekstrin. Metode yang digunakan adalah ekstraksi pigmen, mikroenkapsulasi dengan menggunakan maltodekstrin 25% dan kristalisasi dengan menggunakan vacuum drying, uji termostabilitas dengan pemanasan 100°C, dan analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan KLT. Hasil penelitian diperoleh kandungan antosianin pada ekstrak buah sebesar 0,632 mg/g dan yang sudah dimikroenkapsulasi sebesar 0,051 mg/g. Pada pemanasan selama 60 menit dengan suhu 100°C terjadi penurun konstentrasi antosianin 0,003 mg/g pada menit ke-50 dan 60. Dapat disimpulkan jika pigmen antosianin pada buah dapat dimikroenkapsulasi dan memiliki kestabilan hingga pada menit ke-40.
Peran Keluarga Dalam Penanganan Anak dengan Penyakit ISPA Di RSUD Piru
Jolanda Luhukay;
Dary Mariana;
Dhanang Puspita
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 3, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.501 KB)
|
DOI: 10.30651/jkm.v3i1.1469
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan. Angka kejadian ISPA di RSUD Piru pada tahun 2015 sebanyak 122 orang dengan klasifikasi semua pasien rawat jalan, pada 2016 penderita penyakit ISPA meningkat menjadi 165 orang dengan klasifikasi 21 penderita yang di rawat di Rumah Sakit dan 144 penderita rawat jalan. Sedangkan pada tahun 2017 penderita ISPA meningkat menjadi 244 orang, dengan klasifikasi semua pasien rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan peran keluarga dalam penanganan anak dengan ISPA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam. Partisipan penelitian ditentukan sesuai dengan karakteristik yang sudah ditentukan oleh peneliti, (purposive sampling). Partisipan dalam penelitian ini adalah 10 orang yang memiliki anak usia balita (1 – 5 Tahun) dengan penyakit ISPA. Hasil penelitian terhadap partisipan mengenai peran keluarga dalam penanganan anak dengan penyakit ISPA meliputi tiga tema yaitu: (1) pengetahuan keluarga, (2) peran keluarga, (3) pencegahan penularan ISPA. Kesimpulan: Peran keluarga yang dilakukan dalam penanganan anak dengan ISPA dengan cara pengobatan tradisional. jika pengobatan tradisional tidak membuahkan hasil barulah keluarga akan membawa balitanya berobat ke RS untuk mendapatkan obat dari tenaga kesehatan.Kata kunci: balita, ISPA, peran keluarga
KAJIAN LAYANAN KESEHATAN ANTENATAL CARE DAN STATUS GIZI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KABUPATEN KEPULAUAN ARU
Efrosina Orno;
Dhanang Puspita;
Gelora Mangalik
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47317/mikki.v9i1.228
(IMT) Indeks Massa Tubuh menurut (WHO) World Health Organization adalah petunjuk massa tubuh sederhana dari berat dan tinggi badan. IMT biasanya digunakan untuk mengklarifikasikan status berat badan kurang, berlebihan dan obesitas pada orang dewasa. (IMT) Indeks Massa Tubuh sangat bermanfaat bagi ibu hamil agar dapat mengontrol berat badan secara rutin dan dapat mengetahui perubahan masa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Layanan Kesehatan (ANC) Antenatal Care dan Status Gizi pada Ibu Hamil di Puskesmas Kabupaten Kepulauan Aru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh data tentang status gizi berdasarkan IMT sebelum kehamilan Ideal = 16 Kurang = 8 dan Lebih = 6. Status gizi ibu setelah hamil Normal (18) dan Tidak Normal(-) (12). Sebagian besar responden memiliki IMT normal yaitu 63,5%. Dari hasil penelitian diperoleh data yang ditunjukan pada tabel 3. Pada tabel tersebut, berisikan data tentang (K1) Kunjungan pertama sampai dengan (K4) Kunjungan keempat pada ibu hamil di Posyandu Puskesmas Dobo. Kesimpulan Kunjungan (ANC) Antenatal Care di Posyandu Puskesmas Dobo melakukan pemeriksaan (ANC) Antenatal Care secara rutin setiap bulan sesuai dengan jadwal pemeriksaan yang telah ditentukan. Status gizi ibu selama kehamilan sangat baik dan memiliki berat badan ideal sebesar 64%.
Manajemen Keamanan Lingkungan di Panti Jompo Salib Putih Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia
Dhanang Puspita;
David Nakka Gasong;
Harvian Charisma Bangngu
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (49.32 KB)
|
DOI: 10.35473/ijnr.v1i2.179
In the elderly, there is a period of decline in some aspects, related to declining inpsychological, social, and physical conditions. Effects of reduction physical condition, elderly are sensitive to some degenerative diseases. The nursing homeisan old residence that is voluntarily or submitted by the family to be taking care of the needs of which management can be done by government and private. Falling is the incident not realized by someone sitting on the floor or on the ground orinalower place. In Indonesia, from 115 nursing home resident as much as 30 elderly or around 43.47% who has a fall incident. Purpose this research is to know safety management in the nursing home of Salib Putih to risk of fall in elderly. The method this research used is a qualitative research method with a descriptive approach. The way of choosing the subject is done by Purpose Sampling. Data completion technique in this research is by way of in-depth interview. The results of data analysis in this research, obtained 3 themes related to environmental safety management of incident in elderly at Salib Putih Nursing home, i.e.: Falling Causes in Elderly, Nursing home Environmental Setting to avoid falls in elderly, and the role of housing board nursing home to minimizing the risk of falling in elderly. The conclussion is still a lack of environmental safety management at Salib Putih Salatiga Nursing Home to the risk of falling in the elderly. The causes from the thing are lack of supervision of housing board nursing home. In addition to environmental management at Salib Putih nursing home, it hasn't fully fill standardization of nursing home in general, so it still causes accidents to the elderly.
Inovasi Cairan Penyanitasi Tangan Dari Bahan Alami
Dhanang Puspita;
Francies Seva Gentaarinda;
Irene Maria Lidi;
Shara Refla;
Nataniel Widyantoro Nugroho;
Fransiska Thalita Kusumaningtyas
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 1 (2021): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/biosfer.v6i1.3956
Abstrak Tangan sangat rentan terkontaminasi bakteri patogen. Personal higiene diperlukan untuk mencegah infeksi bakteri patogen dengan cara mencuci tangan atau menggunakan cairan penyanitasi tangan. Cairan penyanitasi tangan biasanya terbuat dari alkohol dan triklosan, namun dalam jumlah besar akan mengakibatkan iritasi pada kulit. Cairan penyanitasi tangan dari bahan alam dapat menjadi alternatif, karena tidak menimbulkan iritasi. Sirih, serai merah, sirih hijau, dan bunga lawang memiliki senyawa antimikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah inovasi pembuatan cairan penyanitasi tangan dari bahan alami. Dari hasil penelitian didapatkan, bahan alami tersebut memiliki kemampuan antimikroba yang dibuktikan dengan uji antimikroba dengan kekuatan sedang. Dengan demikian bahan alam tersebut dapat dijadikan sebagai carian penyanitasi tangan, meskipun kekuatannya masih dibawah alkohol 70% dan cairan penyanitasi tangan komersial yang beredar di pasaran, sehingga masih perlu upaya untuk meningkatkan efektifitas antimikroba. Kata kunci: antimikroba, bahan alam, penyanitasi tangan.
Isolasi, Identifikasi dan Uji Produksi Yeast yang Diisolasi Dari Nira Kelapa
Dhanang Puspita
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 (2020): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.114 KB)
|
DOI: 10.23969/biosfer.v5i1.2395
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan melakukan uji produksi yeast yang diisolasi dari nira kelapa. Metode yang dipakai adalah eksperiment laboratoris dengan tahapan; isolasi dan identifikasi yeast dan uji produktifitas yeast. Isolat yeast diperoleh dari yeast liar pada nira kelapa dan pengucilan dengan medium potato dextrose agar. Identfikasi dilakukan dengan pengamatan morfologi dengan mikroskop pada perbesaran 1600×. Pengukuran biomasa dengan menggunakan metode hitung angka lempeng total, mikroskopis, dan spektroforometer. Pengukuran kadar alkohol dilakukan dengan destilasi menggunakan rotary vacuum evaporator. Dari hasil penelitian diperoleh isolat murni yeast yang secara morfologi memiliki kesamaan dengan genus Saccharomyces. Berdasarlam uji produksi isolat yeast memiliki fase pertumbuhan logaritmik (0 – 7 jam), eksponensial (7 – 9 jam), dan stasioner (9 – 12 jam). Isolat juga mampu menghasilkan alkohol sebesar ±6,8%. Kata kunci: alkohol, isolasi, nira kelapa, yeast,
Aktifitas Antioksidan Pigmen Bayam Malabar (Basella Rubra) yang Dimikroenkapsulasi dengan Maltodesktrin
Dhanang Puspita
Jurnal Dunia Gizi Vol 4, No 1 (2021): Edisi Juni
Publisher : Study Program of Nutrition, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33085/jdg.v4i1.4627
Pendahuluan;. Bayam malabar (Basella rubra) memiliki buah yang mengandung pigmen dan senyawa bioaktif yang dapa dijadikan sebagai sumber antioksidan. Perlu adanya upaya untuk mengkonservasi pigmen alami dan senyawa biokatif agar terlindung dari kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Mikroenkapsulasi menjadi solusi untuk melindungi pigmen dan senyawa biokatif lainnya. Tujuan; penelitian ini adalah menganalisis aktifitas antioksidan pigmen Basella rubra yang dimikroenkapsulasi dengan maltodekstrin. Metode: Tahapan penelitian meliputi ektraksi pigmen, mikroenkapsulasi, dan analisis antioksidan dengan DPPH. Hasil: penelitian menunjukan ekstrak Basella rubra memiliki aktifitas antioksidan sebesar 70,08 ppm dan ekstrak Basela rubra yang dimikroenkapsulasi sebesar 32,66 ppm. Kesimpulan; dari penelitian ini, mikroenkapsulasi dapat menjaga senyawa antioksidan dari Basella rubra.
Pengetahuan Lokal Masyarakat Timor dalam Upaya Menjaga Ketahanan Pangan Melalui Pangan Lokal
Dhanang Puspita;
Dan Elimelek Fuka;
Soenarto Notosoedarmo
Cakrawala Jurnal Penelitian Sosial Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (503.749 KB)
Timor people or atoni pah meto are indigenous people who live on Timor Island. Timor Island has a hot climate and soil less fertile so it is not optimal in agricultural cultivation. Within a year Timor people have only one harvest, so the threat of endurance is a constraint. The aim of this study is to look at local knowledge in Timor society in an effort to maintain food security through local food. The research was conducted in Binaus village, South Molo Subdistrict, South Central Timor District, NTT. Research is quantitative and descriptive, data collection with field observation and interview. The results obtained 26 types of local bean/legume samples with local name description, benefits, planting, and handling. The people of Timor have developed local food already adapted to the environment of Timor Island. They are also able to recognize local knowledge in selecting, sorting, processing and storing local food. The local knowledge of the Timor people is able to overcome the problem of food security.
THE EFFECT OF EGRANG TRADITIONAL GAME TOWARD THE IMPROVEMENT OF PHYSICAL ACTIVITIES FOR THE 10-12 YEAR CHILDREN
Dhanang Puspita;
Rosiana Eva Rayanti;
Galih Wibisono
Journal Physical Education, Health and Recreation Vol 4, No 1 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/pjkr.v4i1.14496
The current problem was that children are lazy to move / sedentary due to technological development and the direct impact was decreased ability, delay in development and growth of children. One of the recommended physical activities was with stilts as a traditional Game. The purpose of this study was to determine the effect of engrang traditional games on increasing physical activity of children aged 10-12 years. This research was quantitative descriptive with a population of 40 children, aged 10-12 years, male sex. The parameters measured are; strength, balance, coordination, endurance, and agility. The results showed a significant increase in physical activity for coordination, while strength, endurance, and balance were not so significant and agility actually decreased. It was concluded that play engrang could improve children's coordination.