p-Index From 2021 - 2026
6.982
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Efek penambahan oats pada formulasi cookies gandum dilihat dari karakteristik fisik dan sensorinya Monika Rahardjo; Ristia Widi Astuti; Dhanang Puspita; Monang Sihombing

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v11i1.1714

Abstract

This research aims to determine the effect of oats addition in wheat cookies formulation seen from physical and sensory characteristics. Six formulations used in this research consist of wheat flour and oats mixture namely Control (100%:0%), Formulation 1 (80%:20%), Formulation 2 (60%:40%), Formulation 3 (40%:60%), Formulation 4 (20%:80%), and Formulation 5 (0%:100%). Based on analysis of variance result at α = 5%, there was a significant difference in the value of hardness and work from control and all variation of cookies’ formulation. It was also found that the decreasing composition of wheat flour and increasing composition of oats caused a decrease in the value of hardness and work. The addition of oats in the formulation of wheat cookies increases the level of brightness (L), decreases the value of a* (red tone), and increases the value of b* (yellow tone) of cookies. From sensory evaluation, compared to controls, the addition of oats in the formulation increased the acceptance rating for color parameter for all formulation, taste parameter for Formulation 2 until 5, and overall parameter for Formulation 2 and 3, while for the texture parameter, the addition of oats did not provide an increased in the acceptance rating.
Ekologi dan Keanekaragaman Flora di Pulau Enggano Dhanang Puspita; Sigit Eko Prasetyo
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 37, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2020.37.3.1238

Abstract

Enggano Island is one of the islands in Indonesia and is a human settlement. Enggano Island is geologically an ocean island and according to history, it has never joined the Sumatera island. Thus Enggano Island is estimated to have a unique ecosystem and endemic organisms. The purpose of this research is to study the ecology of Enggano Island and its diversity of flora. The method used is exploration, field survey, interview and literature study. The results of this study showed that Enggano Island has five ecosystems, consist of mangrove forest, coastal forest, riparian, forest, and freshwater swamp. Each ecosystem has a specific plant in accordance with the character of its habitat.
KANDUNGAN MIKROPLASTIK GARAM TAMBAK DI JUWANA – KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH dhanang puspita
Jurnal Biogenerasi Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Biogenerasi Vol 7 Nomor 2 tahun 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v7i2.1905

Abstract

Garam adalah kebutuhan esensial bagi manusia. Produksi garam konsumsi dilakukan dengan kristalisasi air laut dengan penguapan. Laut yang tercemar mikroplastik berpotensi menyumbangkan cemaran mikroplastik pada produk garam konsumsi. Mikroplastik pada garam akan masuk ke dalam tubuh saat dikonsumsi, yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan mikroplastik pada garam tambak. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan tahapan penelitian preparasi sampel dengan pengapungan dan analisis sampel secara mikroskopis dan analisis kadar garam. Hasil penelitian menunjukan, garam mengandung mikroplastik sebanyak 15,67 ± 4,73 par/100gr. Solusi yang bisa dilakukan untuk meminimalkan cemaran mikroplastik adalah dengan penyaringan air laut dan pembersihan permukaan air garam.
Prevalensi Miopia pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Salatiga Selama Pandemi Covid 19 Dhanang Puspita; Pulung Nugroho; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Kukuh Pambuka Putra
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.009 KB)

Abstract

The Covid-19 pandemic requires students to study online and limit outdoor activities. Thus, students have the potential to eye problems, because the afcing duration the monitor is longer and reduced of outdoor activity. The purpose of this community service is to provide eye health education, visual test, and distribution of glasses to elementary school students. The methods; eye test, education and interviews. The results, 216 students and 38 students have eye problems and had to wear glasses. This visual problem is caused by the frequency and duration of using the cellphone for a long time. It can be concluded that all students get that minus glasses and anti-blue light glasses and eye health education.
Studi Etnobotani Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu Dhanang Puspita; Sigit E. Prasetyo
Jurnal Biologi Papua Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jbp.1761

Abstract

Enggano is one of the leading islands in Indonesia that has unique biodiversity. This uniqueness arises because Enggano is an ocean island that stands alone without ever becoming one with the mainland of Sumatra. Regarding its biodiversity, ethnobotany studies are needed to find out the culture of the Enggano people from ancient times to the present in the use of plants to support their lives. The Enggano people are familiar with plants that are used as food, construction, medicine, and simple technology and are still used today. The local knowledge of the Enggano community about the use of plants can provide support for their existence. Key words: culture; Enggano; ethnobotany; plant. 
Fragrance Formation in the of Cocoa Roasted Process (Theobroma cacao) with Roaster Temperature Variation using a Vacuum Drying Oven Monang Sihombing; Dhanang Puspita; Mayer Tinting Sirenden
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2597.765 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.3.155-160

Abstract

Chocolate is cacao nib processed product which is favorite commodity in the world, nevertheless, many of consumer have not known about the process. Notable stage in cacao processing is roaster process. Cacao roasting process currently uses conventional methods, which have weaknesses like energy wastage and bioactive compounds damage. Vacuum drying oven is new roasting method which uses low pressure and temperature. Through this research, the difference of aroma development between roasting process on conventional and vacuum drying oven method was investigated. Roasted cacao was extracted by water distillation, then distillate was separated by diethyl ether partition. The extract was characterized with GC-MS. The Characterization result shown that temperature 70°C contained 11 volatile compounds and temperature 80°C, 90°C and 140°C contained 7 volatile compounds. The higher roasting temperature, the more diverse of volatile compound. The best result in cacao roasting was on vacuum drying oven at 90°C, which has similar aroma with 140°C as control sample.
Identifikasi Cemaran Mikroplastik pada Sungai Inlet Rawa Pening dan Biotanya Dhanang Puspita; Pulung Nugroho; Sarlina Palimbong; Rasya Pandhu Wijaya
Journal Science of Biodiversity Vol 3 No 1: April 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol3i1pp1-6

Abstract

Danau Rawa Pening memiliki kandungan TSS (total padatan terlalut) yang tinggi, sehingga kualitas airnya berada di kelas 3 dan 4. TTS tersebut berasal dari 9 Sub DAS yang menjadi inletnya Rawa Pening. Sumber TSS berasal cari cemaran limbah padat, dan salah satunya adalah mikroplastik. Adanya mikroplastik juga menjadi ancaman keamanan pangan bila masuk dalam tubuh biota dan dikonsumsi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cemaran mikroplastik pada ikan yang ada di Sub DAS Rawa Pening. Metode yang dilakukan adalah survey dan analisis laboratorium dengan tahapan; pengambilan sampel, preparasi sampel, dan analisi mikroplastik. Hasil penenilitian menujukan 4 aliran sungai yakni; sungai Sraten, Muncul, Rawa Sari dan Rawa Boni terkontaminasi mikroplastik, begitu juga dengan biotanya yakni ikan sapu-sapu, louhan, lele, nila, gabus, dan moluska keong terdapat kandungan mikroplastik pada saluran pencernaannya. Adanya mikroplastik ini kemungkina berasal dari limbah domestik dan industri, dimana 4 sungai tersebut terdapat permukiman penduduk dan industri. Dapat disimpulkan, 4 sungai di Rawa Pening sudah tercemar mikroplastik, begitu juga dengan biotanya.
Analisa Pigmen Monascus sp yang Ditumbuhkan pada Berbagai Varietas Beras dhanang puspita; Lydia Ninan Lestario; Fitri Hayuningrat Al-janati
Journal Science of Biodiversity Vol 4 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i1pp6-11

Abstract

Monascus sp adalah salah satu organisme multiseluler yang mampu menghasilkan pigmen alami. Monascus dapat tumbuh di media yang mengandung pati. Monascus dapat tumbuh di media yang mengandung pati. Pigmen Monascus banyak digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman, karena tidak beracun. Beras banyak digunakan sebagai media pertumbuhan, salah satunya digunakan untuk produksi angkak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa jenis-jenis pigmen yang dihasilkan oleh Monascus sp yang ditumbuhkan di beberapa jenis varietas beras. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu; isolasi Monascus sp, produksi pigmen, ekstaksi dan analisa pigmen. Hasil penelitian menunjukan, semua jenis beras dapat dijadikan media pertumbuhan Monascus sp. Terdapat 5 jenis pigmen yang dapat diidentifikasi yaitu;
Analisa Kandungan Mikroplastik pada Organ Ikan Konsumsi dari Rawa Pening dhanang puspita; Pulung Nugroho; Elisabeth Nadia Kurnia Sena
Journal Science of Biodiversity Vol 4 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i1pp16-22

Abstract

Mikroplastik adalah cemaran dari proses degradasi plastik yang berukuran partikel kurang dari 5mm. Rawa pening adalah salah satu rawa terbesar di Indonesia dan biota air memiliki potensi tercemar mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan mikroplastik pada organ ikan konsumsi yang diperoleh dari rawa pening. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan tahapan penelitian; isolasi mikroplastik dan analisis mikroplastik dengan FITR. Hasil analisis sampel organ ikan ditemukan adanya kandungan mikroplastik dalam bentuk fragment, fiber, film dan foam. Jenis mikroplastik yang ditemukan sebagian besar adalah Polytetrafluoroethylene (PTPE), Polycarbonate, Polymethyl methacrylate (PMMA) dan Polyamaides (Nilon).
OPTIMASI PEMBUATAN MINUMAN EFFERVESCENT MADU DILIHAT DARI KELARUTAN DAN KANDUNGAN ANTIOKSIDANNYA Dhanang Puspita; Monika Rahardjo; Novita Iswardaningrum
Science Technology and Management Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v1i2.19

Abstract

Madu merupakan salah satu bahan pangan yang banyak ditemui di Indonesia. Madu merupakan bahan pangan yang mengandung beberapa senyawa dan memiliki sifat antioksidan. Adanya kandungan antioksidan, madu dapatdimanfaatkan untuk menjadi produk seperti minuman effervescent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiaktivitas antioksidan pada minuman effervescent dengan penambahan madu dan mengetahui kelarutan minumaneffervescent madu tersebut. Metode yang digunakan adalah pembuatan effervescent madu, uji kelarutan minumaneffervescent madu, uji organoleptik, dan uji aktivitas antioksidan. Formulasi pada pembuatan effervescent madudibedakan dari jumlah madu yang digunakan yaitu formulasi 1 sebanyak 1,165 gram, sedangkan formulasi 2 sebanyak1,65 gram. Analisa uji organoleptik dilakukan dengan penggunaan parameter rasa, warna, aroma, dan keseluruhansampel. Pada pengukuran kelarutan hanya menggunakan waktu lama larutnya. Pengujian aktivitas antioksidanmenggunakan laruran DPPH sebagai indikator penghambat radikal bebas. Hasil dari uji organoleptik rata-rata panelismenyukai sampel dengan formulasi 2 maltodekstrin. Pada hasil uji aktivitas antioksidan %IC semakin besar dengantingkat konsentrasi madu semakin tinggi pula. Hasil dari uji aktivitas antioksidan tablet effervescent didapatkanformuasi terbaik yaitu pada formulasi 2 maltodekstrin dan formulasi 2 CMC yang memiliki nilai %IC lebih besardibandingkan dengan formulasi 1. Dapat disimpulkan bahwa tinggak kelarutan sampel effervescent madu masih dalamkategori cukup bagus sebab masih dibawah 5 menit.
Co-Authors - UKSW Salatiga, Naftalione Efata Kristnanda Adelce Rumpeniak Agung Rimayanto Gintu Agus Fitrianto, Agus Al-janati, Fitri Hayuningrat Andi Setyo Wibowo Andin Risvani Putri Patanduk Andy Wibowo Anggara Mahardika Angkit Kinasih Arwyn Weynand Nusawakan Binerd Anthon Im Toy Christintya Nuarika Dan Elimelek Fuka Dary David Nakka Gasong Desi, Desi Dewi Septiani Dewi Septiani, Dewi Edenia, MC Titania Anjaly Putri Efrosina Orno Eli Ardhiawati Elisabeth Nadia Kurnia Sena Ferdy F Rondonuwu Fernadiyanti Fiane de Fretes Fitri Hayuningrat Al-janati Francies Seva Gentaarinda Fransiska Thalita Kusumaningtyas Galih Wibisono Gelora Mangalik Gintu, Agung Rimayanto Harvian Charisma Bangngu Herlia, Laurentshia Tabitha Nathalie Hieskya Chelvin Kristover Irene Maria Lidi Jacob L.A. Uktolseja Jayanti, Eni Dwi Jolanda Luhukay Karina Permata Kristiani Desimina Tauho Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho Kukuh Pambuka Putra Kurniawan, Yosia Agung Laia, Eirene Putri Cahyani Lidi, Irene Maria Lusiawati Dewi Lydia Ninan Lestario Mahendra, Arisia Putri Sandy Marthina Meylani Seilatuw Mayer Tinting Sirenden Maylana, Natasha MC Titania Anjaly Putri Edenia Messakh, Sanfia T. Mohammad Ruly Fauzi Monang Sihombing Monika Rahardjo Muhamad Rully Fauzi Nataniel Widyantoro Nugroho Nathania Liantari Pratamaningtyas Ni Komang K Sari, Ni Komang K Norson Willem Totoda Novita Iswardaningrum Nuarika, Christintya Nugraheni, Dila Komala Nugroho, Pulung Nugroho, Pulung - Patanduk, Andin Risvani Putri Prasojo, Rachel Immelda Intan Pulung Nugroho Pulung Nugroho Putri, Velistia Bunga Renata Rasya Pandhu Wijaya Rifatolistia Tampubolon Rio Asysam Faisal Ristia Widi Astuti Rosiana E, Rayanti Rosiana Eva Rayanti Safitri, Lia Herlyn Salakory, Milleboy James Simonelsa Samalukang, Yunius Sanfia T. Messakh Sarlina Palimbong Seilatuw, Marthina Meylani Shara Refla Sheva Kholisane Widodo Sigit E. Prasetyo Sigit Eko Prasetyo Sigit Eko Prasetyo Sihombing, Chandryka Naomi Silvi Kurnia Candra Mela Slamet Suprapti Soenarto Notosoedarmo Soenarto Notosoedarmo Stella Firsta Kirana Suwarso, Etika Noviyanti Theresia Pratiwi Elingstyo Sanubari Tjahjono, Josephine Diana Totoda, Norson Willem Toy, Binerd Anthon Im Treesia Sujana Treesia Sujana Wahyu, Franszesca Dwi Wahyuningtyas, Sekar Eka Wijaya, Rasya Pandhu Wijaya, Yunita Christina Windu Merdekawati Wulandari, Triastuti Setyo Yandistara, Mikrando Sheva Yayi Suryo Prabandari Yedhiyah Totti Yohana Ikka Maylani Yosephine Diana Tjahyono Yostan Absalom Labola