Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI TEORI UMPAN BALIK (FEEDBACK) DALAM PEMBELAJARAN MOTORIK PADA ANAK USIA DINI Chandra Asri Windarsih
Tunas Siliwangi Vol 2, No 1 (2016): VOL 2 NO 1, APRIL 2016
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v2i1p20-29.306

Abstract

Children every day grow by magic, physically and mentally. Children in the process of learning motormovement skills need serious attention, it is because this is the forerunner of further development, for the future, for the motor development of children in the future until he becomes an adult. Motor development if honed and directed would be optimal. Motor development means development that involves the physical movement of a person related to muscles and senses. Physical development of the child's motor will be able to develop properly if given stimulation and good nutrition factor. The development of a child would be maximized if there are aspects of his supporters, one aspect of the supporters was the feedback (feedback) either intrinsic (from within the child himself / private) or by extrinsic (external factors as support). Motor development of children if given feedback (feedback) ektrinsik itself intrinsic feedback will arise and have a relationship that is not unexpected. Children will learn to correct itself with the help of mentors so that the achievement of motor learning will be optimal.Keywords: motor learning, application, feedback, early childhood 
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MELALUI BERMAIN PASAR-PASARAN PADA ANAK USIA DINI chandra asri windarsih
Tunas Siliwangi Vol 4, No 2 (2018): VOL 4 NO 2, OKTOBER 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v4i2p46-54.1203

Abstract

Dunia kewirausahaan merupakan pilihan yang ada diantara banyaknya pilihan, untuk anak usia dini, pertama kali yang ditumbuhkan adalah mental kewirausahaannya, agar pada saat dewasa anak akan siap dengan berbagai kendala yang muncul yang harus dihadapinya. Salah satu proses belajar kewirausahaan dapat dilakukan dengan permainan karena secara kognitif, afektif maupun konatif akan lebih mengena. Jiwa entrepreneurship dalam permainan pasar-pasaran/anjang-anjangan ini secara tidak sadar akan meninggalkan jejak pada memori otak anak. Stimulus yang diberikan akan membekas di benak anak, karena jiwa kewirausahaan tidak muncul tiba-tiba dengan sendirinya, tetapi dibutuhkan latihan secara perlahan dan secara bertahap yang perlu distimulus berulang-ulang. Kewirausahaan itu bukan mencetak anak menjadi pengusaha akan tetapi merangsang dan membangkitkan jiwa enterpreneurship seorang anak. Metode penelitiannya yaitu metode proyek dengan pendekatan kuantitatif digunakan karena berdasarkan hal-hal nyata yang dialami anak langsung. Penelitian ini bersifat kekinian dan masih bersifat sementara sehingga masih memungkinkan untuk berkembang lebih positif. Anak yang bermain pasar-pasaran diharapkan lebih memahami konsep uang, lebih komunikatif, mengetahui konsep angka dan berhitung, belajar memecahkan masalah, tumbuh sikap menghargai, adanya toleransi, tumbuh empati terhadap orang lain, memahami negosiasi, juga berstrategi dalam kewirausahaan.Kata Kunci : Jiwa Kewirausahaan, bermain, anak usia dini
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita Menggunakan Boneka Jari Agus Sumitra; Chandra Asri Windarsih; Dewi Safitri Elshap; Dedah Jumiatin
Tunas Siliwangi Vol 6, No 1 (2020): Vol 6 No 1, APRIL 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i1p%p.1487

Abstract

Kegiatan penelitian mengenai kemampuan mengenal huruf pada anak usia dini melalui metode bercerita dengan menggunakan boneka jari dapat memberikan pengalaman belajar yang unik dan menarik, membangkitkan semangat dan menumbuhkan   perasaan   senang   dalam mendengarkan cerita dari guru, serta dapat meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak. Penerapan  metode  bercerita dengan  media  boneka  jari  merupakan salah  satu  cara  atau  tindakan  yang diusahakan   dalam   proses   pembelajaran untuk  meningkatkan  kemampuan berbahasa  lisan anak. Dengan menggunakan Metode  dan  media pembelajaran yang menarik diharapkan dapat meningkatkan minat anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga kemampuan yang diharapkan dapat meningkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan study kasus. Data penelitian dilakukan dengan cara. Observasi dan wawancara, ternyata  hasilnya anak-anak mengalami perkembangan dan peningkatan yang sangat bagus. Selain itu penggunaan media boneka jari Ternayata sangat menarik perhatian anak-anak dan Boneka  jari  adalah  mainan  edukatif yang  memberikan  manfaat  luar biasa bagi para guru di sekolah. Boneka Jari merupakan salah satu media pembelajaran  yang  dapat  digunakan  dalam kegiatan mendongeng dan bercerita. Sangat cocok dimainkan oleh guru dengan anak didik dalam kegiatan belajar. Manfaat lainnya dari boneka jari adalah mengembangkan kemampuan kognitif dan motorik halus anak. 
PENERAPAN PROGRAM HOLISTIK INTEGRATIF DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTRAPERSONAL ANAK USIA DINI Chandra Asri Windarsih; Agus Sumitra; Dedah Jumiatin; Dewi Safitri Elshap
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p2m.v7i1p1-10.1466

Abstract

Pendidikan dasar untuk anak harus mengikuti perkembangan zaman, para civitas akademika dituntut  untuk berinovasi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai sumber belajar, media pembelajaran, dan proses pembelajaran . Program Holistik Integratif yang telah diterapkan di lembaga-lembaga PAUD di Indonesia dengan konsep holistik integratif menghendaki bahwa kesehatan, gizi anak dapat dipantau oleh sekolah yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, sedangkan di sisi pendidikannya dikaitkan dengan kecerdasan intrapersonal anak akan di stimulus/ dirangsang dalam hal kemandirian, mempunyai keinginan untuk dapat mensejajarkan dirinya dengan teman sebaya untuk dapat melakukan sendiri bahkan berharap anak dapat menularkan kebiasaan itu untuk anggota keluarganya. Kecerdasan Intrapersonal salah satu kecerdasan untuk dapat mengukur,  menilai dirinya sendiri.  seperti perasaan dan keinginan. Adapun rumusan masalah yang dihasilkan sesuai dengan latarbelakang diatas adalah "Bagaimana Penerapan Program Holistik Integratif dalam Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal Anak Usia Dini di TK Kartika XIX-43 Kota Cimahi?". Dengan tujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan bagaimana hasil dari penerapan holistik Integratif dalam mengembangkan kecerdasan intrapersonal anak usia dini.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Ditinjau berdasarkan metode dan tujuan, penelitian holistik ini merupakan  pengembangan  dan meneliti  (research and development).Data yang diperoleh kemudian  dianalisis dengan  model analisis Interaktif Matthew B. Miller dengan menggunakan Teknik pengumpulan data melalui observasi, document research dan wawancara (interview). Peneliti melakukan kegiatan penelitian selain menganalisis bagaimana penerapan program holistik integratif di TK Kartika XIX 43 Kota Cimahi.Kata Kunci : Holistik Integratif, Kecerdasan Intrapersonal, Anak Usia Dini
PENGEMBANGAN MODEL SELF DIRECTED LEARNING MELALUI DARING BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL SIMBOL ANGKA DAN BILANGAN PADA ANAK USIA DINI Chandra Asri Windarsih
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 4, No 1 (2021): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v4i1.p%p

Abstract

This study aims to find out how the Self Directed Learning model through android-based online to improve the ability to recognize number symbols and bilagan in early childhood. In this study using descriptive method with qualitative approach by analyzing selft directed learning seen from the ability to recognize numbers and numbers in children.  The population of this study is 8 children of group A with an age range of 4-5 years in TK Bandung Barat Foundation Cipatat District School Year 2020-2021. The results of this study show that the scenario using the Daily Learning Implementation Plan and implemented with android through online, as for the impact for learners by using the Model Self Directed Learning children develop their abilities from BB (Undeveloped) turned into BSH ( Developing As Expected).
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA DENGAN BERCERITA MENGGUNAKAN BONEKA TANGAN DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA ANAK KELOMPOK B Teti Nuryanti; Chandra Asri Windarsih; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p%p

Abstract

Every child has different abilities including language skills. It is very important that children’s speech skills are developed, children can communicate, interact dan convey information through language. In fact, there are also children who are slow to speak and even find it difficult to express or retell the information they receive. The purpose of the study was to determine language skills by telling stories using hand puppets in online learning to develop in group  B children in SPS An Najah West Bandung. At this age, the child’s speech ability should not be a problem. This study uses a descriptive qualitative approach, where the research data is not in the form of numbers but in the form of sentences. The subjects of this study were children in group B, totaling 8 children consisting of 6 boys and 1 girl, and one educator. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data analyzed include data reduction activities, data display, and drawing conclusions. Through storytelling using hand puppets in online learning show that every child experiences development. It can be concluded that through storytelling using hand puppets, children’s language skills can be developed. The creativity of an educator assisted by parents at home is very necessary for developing children’s language skills.Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda termasuk kemampuan bahasanya. Sangat penting kemampuan bicara anak dikembangkan, anak bisa berkomunikasi, berinteraksi dan menyampaikan informasi melalui bahasa.Kenyataannya, masih ada juga anak yang lamban bicara bahkan sulit dalam mengungkapkan atau menceritakan kembali informasi yang ia terima. Tujuandari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan bahasa dengan bercerita menggunakan boneka tangan dalam pembelajaran daring dapat berkembang pada anak kelompok B di SPS An Najah CililinBandung Barat. Seharusnya, di usia seperti ini kemampuan bicara anak sudah bukan menjadi suatu permasalahan. Penelitianini menggunakandeskriptif dengan pendekatan kualitatif,dimana data hasil penelitian tidak berbentuk angka tetapi berbentuk kalimat. Subjek dari penelitian ini adalah anak pada kelompok B yang berjumlah 8 anakyang terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 1 anak perempuan serta satu orang pendidik.Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Data yang dianalisis meliputi aktivitas reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Melalui bercerita menggunakan boneka tangan dalam pembelajaran daring menunjukkan bahwa setiap anak mengalami perkembangan. Dapat disimpulkan bahwa melalui bercerita menggunakan boneka tangan kemampuan bahasa anak dapat dikembangkan. Kreatifitas seorang pendidik dibantu orang tua di rumah sangat diperlukan dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak.
PEMBELAJARAN COOKING CLASS MELALUI METODE STEAM UNTUK MENINGKATKAN ASUPAN GIZI PADA ANAK USIA DINI Hotnida Gultom; Muhammad Kosim Sirodjudin; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

The study in this study is about the condition of malnutrition in children is a situation where children who lack nutrient intake from food nutrients such as protein, fat, carbohydrates, vitamins, can cause various diseases. The purpose of this study is to examine and find out about the application of cooking class learning with the STEAM method to increase nutrient intake in early childhood. This research method is qualitative descriptive. The subjects of this study were children of group B, amounting to 16 people from TK Kartika X-4. where the researchers' data collection techniques through observation, interviews, and data analysis documentation used are descriptive qualitative. The results of this study found that early childhood after carrying out cooking class learning activities through the STEAM method there were significant changes, where children experienced an increase in nutritional intake by consuming healthy and nutritious food, and having knowledge about healthy food so that young children grow and develop as fast as possible. optimal. and cooking class learning is interesting learning fun and foster children's thinking more critical, creative, and innovative.Kajian dalam penelitian ini adalah mengenai keadaan gizi yang kurang pada anak merupakan suatu keadaan dimana  anak yang kekurangan asupan zat gizi yang berasal dari nutrisi makanan seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dapat menimbulkan berbagai penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk menelaah dan mengetahui tentang penerapan pembelajaran cooking class dengan metode STEAM untuk meningkatkan asupan gizi pada anak usia dini. Metode penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Adapun Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 16 orang TK Kartika X-4. dimana teknik pengumpulan data peneliti melalui    observasi,wawancara dan dokumentasi analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif . Hasil dari penelitian ini  didapat bahwa anak usia dini setelah melaksanakan kegiatanpembelajaran cooking classmelalui metode STEAMterdapat perubahan yang signifikan, dimana anak mengalami peningkatan asupan gizi dengan mengkomsumsi makanan sehat dan bernutrisi, Serta memiliki pengetahuan tentang makanan sehat sehingga anak usia dini bertumbuh dan berkembang secata optimal. dan pembelajaran cooking class ini menjadi pembelajan yang menarik menyenangkan serta menumbukan pola pikir anak lebih kritis,kreatif dan inovatif.
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA KELOMPOK B Eri Kaswati; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i5.p%p

Abstract

The gross motor development of children is very important for early childhood development. This study aims to apply the traditional gobak Sodor game in building gross motor skills in children. This study uses descriptive qualitative methods and data collection techniques, namely, interviews, observation, and documentation. The subjects in this study were 15 class B students consisting of 10 boys and 5 girls, but only 6 students were taken according to observations when using the qualitative description method. And the data analysis technique used in this study is a thematic analysis model which is one way to analyze data. The research steps were carried out in three stages, namely introduction, giving examples than the practice of playing Gobak Sodor. Based on the results of the study it can be concluded that the Gobak Sodor game can develop gross motor skills in early childhood. activities carried out by children.Perkembangan motorik kasar anak sangatlah penting untuk pertumbuhan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan permainan tradisional gobak sodor dalam membangun kemampuan motorik kasar pada anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan datanya yaitu, wawancara, observasi dan dokumentas . Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas B berjumlah 15 orang yang terdiri dari 10 anak laki-laki, dan 5 anak perempuan, namun yang diambil hanya 6 orang peserta didik sesuai dengan pengamatan pada saat menggunakan metode deskripsi kualitatif. Dan teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisa tematik yang merupakan salah satu cara untuk menganalisa data. Langkah penelitiannya dilakukan dalam tiga tahap yaitu pengenalan, pemberian contoh kemudian praktik bermain gobak sodor.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan gobak sodor dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar pada anak usia dini Dengan begitu juga guru dapat menerapkan permainan gobak sodor untuk mengembangkan motorik kasar anak dari kegiatan- kegiatan yang di lakukan oleh anak. 
PENGGUNAAN PERMAINAN KONSTRUKTIF MEDIA PLAYDOUGH DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PADA ANAK KELOMPOK B Illis Komariah Krisdewi Nurnawati; Ai Syarifah; Chandra Asri Windarsih; Fifiet Dwi Tresna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i2.p%p

Abstract

The low creativity of students can be seen in participating in learning. The child is still imitating the work of his friend, has not been able to stick to a pattern in accordance with the place provided, and coloring exactly the same as his friend. Researchers make improvements to learning through constructive play. Constructive play students are stimulated to think with the idea, to be more optimal. Issues examined1) What are the objective conditions of children's creativity before making constructive play 2) How to implement constructive play on children and 3) How to increase children's creativity?The method applied is Action Research. The results of the analysis and discussion are outlined descriptively. The study was applied to two cycles. The results showed that: 1) the pre-cycle stage there were 1 child (8%) at a very good level and 12 children (92%) at a sufficient level. 2) The application of constructive games is applied in the form of building activities or making a form or construction using playdough in accordance with the ideas given the theme. 3) Based on the results of the action, the child's creativity has increased. In the initial cycle the average ability of children was 50.48%, in the first cycle (first meeting) was 58.17%, in the first cycle (second meeting) was 64.90%, in the second cycle (first meeting) was 72.12% , and in the second cycle (second meeting) by 81.25%.Rendahnya kreativitas siswa dapat terlihat dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan. Anak masih meniru hasil karya temannya, belum mampu menempel sebuah pola sesuai dengan tempat yang disediakan, dan mewarnai sama persis dengan temannya. Peneliti melakukan perbaikan pembelajaran melalui permainan konstruktif. Bermain konstruktif siswa dirangsang untuk berpikir dengan idenya, agar lebih optimal. Permasalahan yang dikaji: 1) Bagaimana kondisi obyektif kreativitas anak sebelum melakukan permainan konstruktif 2) Bagaimana pelaksanaan permainan konstruktif pada anak dan 3) Bagaimana peningkatan kreativitas anak?. Metode yang diterapkan yaitu Action Research. Hasil dari analisis dan pembahasan dituangkan secara deskriptif. Penelitian diaplikasikan ke dua siklus. Hasil riset menunjukkan bahwa: 1) tahap pra siklus terdapat 1 anak (8%) berada pada tingkatan sangat baik dan 12 anak (92%) pada tingkatan cukup. 2) Penerapan permainan konstruktif diaplikasikan berupa kegiatan membangun atau membuat suatu bentuk atau konstruksi menggunakan playdough sesuai ide dengan tema yang diberikan. 3) Berdasarkan hasil tindakan, kreativitas anak mengalami peningkatan. Pada siklus awal rata-rata kemampuan anak sebesar 50.48%, siklus I (pertemuan kesatu) sebesar 58,17%, siklus I (pertemuan kedua) sebesar 64,90%, siklus II (pertemuan kesatu) sebesar 72,12%, dan siklus II (pertemuan kedua) sebesar 81,25%.
PEMBELAJARAN MOTORIK HALUS MELALUI MEDIA BAHAN ALAM PADA ANAK KELOMPOK USIA 4-5 TAHUN Yani Rohyaningsih; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p%p

Abstract

Fine motor learning is the process of providing guidance or assistance to students by performing actions related to smooth/small muscles that are coordinated with the senses, namely the eyes and hands, such as moving the fingers. The media in this study used materials directly from nature in the surrounding environment, with the aim of analyzing the impact of fine motor skills on children aged 4-5 years with natural media. In this study, the researcher used a descriptive qualitative approach which was carried out by collecting data from the results of the work, observation, and documentation. With a research sample of 13 children. As for data analysis using data reduction, data display, and conclusions. The results obtained from this study are that there is an increase in the ability of children's fine motor development in learning through the media of very good natural materials. BSB). So it can be concluded that with fine motor learning through the media of natural materials children become more developed.Pembelajaran  motorik halus adalah  proses memberikan bimbingan atau bantuan kepada peserta didik denganmelakukan tindakan yang berhubungan dengan otot halus/kecil yang terkoordinasi dengan alat pengindraanyaitu  mata dan tangan seperti menggerakan jari jemari.Media dalam penelitian ini menggunakan bahan langsung dari alam dilingkungan sekitar,  dengan tujuan untuk menganalisis dampak motorik halus pada anak kelompok usia 4-5 tahun dengan media bahan alam. Pada penelitian ini, peneliti  menggunakan metodependekatan kualitatif  deskriptifyang dilakukan dengan  teknik pengumpulan data hasil karya, observasi dan dokumentasi. Dengan sampel penelitian berjumlah13  anak . Adapun untuk analisis data  menggunakan reduksi data, display data dan kesimpulan. Hasil yangdiperolehdari penelitian ini  yaitu adanya peningkatan kemampuan perkembangan motorik  halus anak dalam pembelajaran melalui media bahan alam sangat baik  berdasarkan hasil akhir penelitian menunjukan terjadi peningkatan nilai perkembangan ,  dari hasil penilaian awal Mulai Berkembang (MB) sampai akhir nilai perkembangannya mencapai Berkembang Sangat Baik (BSB). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dengan pembelajaran motorik halus melalui media bahan alam anak menjadi lebih berkembang.