Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN METODE SUBATU DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK DISLEKSIA Suhemi Suhemi; Chandra Asri Windarsih; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p115-121

Abstract

In general, dyslexia is a condition of a person's learning disability caused by a child's difficulty in reading and writing activities. Dyslexic children who are not handled properly will make children frustrated when learning. Children with dyslexia can be detected from pre-school age. In Kober Cendikia institution almost every year there are dyslexic children, and the number continues to increase, especially in boys. This is the reason for researchers to research dyslexic children. This research is descriptive research with a qualitative approach. Researchers will use the Subatu method (composing, reading, writing) as a solution that will be given during this research. The subjects of this study were 4 dyslexic children aged 6-7 years consisting of 2 boys and 2 girls. Data collection techniques used are observation sheets, interviews, and documentation. narrative data analysis is used to process all data until important information is obtained at the end of the study. From the results of the study, it was found that by using the subatu method (composing, reading, writing) there was an increase in the ability of dyslexic children when learning to read.  it can be concluded that the subatu method is quite effective to be applied to dyslexic children when learning to read.Secara umum disleksia merupakan sebuah kondisi ketidakmampuan belajar seseorang yang disebabkan oleh kesulitan anak dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis. Anak disleksia yang tidak tertangani dengan baik akan membuat anak frustasi saat belajar. Anak dengan penyandang disleksia sudah dapat terdeteksi sejak usia pra sekolah.  Di lembaga Kober Cendikia hampir setiap tahun pembelajaran terdapat anak disleksia, dan jumlahnya terus meningkat terutama pada anak laki laki. Hal ini yang menjadikan alasan bagi peneliti untuk melakukan penelitian terhadap anak disleksia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti akan menggunakan metode Subatu (susun, baca, tulis) sebagai solusi yang akan diberikan selama melakukan penelitian ini. Subjek dari penelitian ini adalah 4 orang anak disleksia yang berusia 6-7 tahun terdiri dari 2 orang anak laki laki dan 2 orang anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data Naratif digunakan untuk mengolah seluruh data sampai diperoleh informasi penting diakhir penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa dengan menggunakan metode subatu (susun, baca, tulis) terdapat peningkatan terhadap kemampuan anak disleksia ketika belajar membaca. Maka dapat disimpulkan bahwa metode subatu cukup efektif diterapkan terhadap anak disleksia saat belajar membaca.
ALAT PERMAINAN EDUKATIF DARI BARANG BEKAS UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK USIA DINI Lina Yulianti; T Effendy Suryana; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i4.p%p

Abstract

This research is motivated by the low intelligence of children in group B in Tunas Bangsa PAUD, Cianjur.  because in the learner uses media from the store that almost every day uses that media.  This study aims to improve children's intelligence, by changing their learning, which is to improve quality learning by using media or educational game tools.  In this case educational equipment made using used goods that are easily found and does not require large costs.  This study uses a descriptive qualitative method, and the subject of research is children to PAUD Tunas Bangsa in B group in Cianjur.  with the method of observation, interviews and documentation of the data collection techniques used.  And data collection techniques use data collection, data education, data display, and drawing conclusions.  As for the results of this study aimed at the development of the intelligence of children in group B in PAUD Tunas Bangsa Kab.Cianjur when teachers in their learning use the media or educational toys from used goods.  So that makes children creative and smart. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kecerdasan anak pada kelompok B di PAUD Tunas Bangsa Kab.Cianjur. karena dalam pembelajaranya mengunakan media yang dari toko yang hampir setiap harinya mengunakan media itu-itu saja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan anak , dengan cara merubah pembelajaranya, yaitu meningkatkan pembelajarannya yang berkualitas dengan mengunakan media atau alat permainan edukatif. Dalam hal ini alat permaiann edukattif yang dibuat memanfaatkan barang bekas yang mudah ditemukan dan tidak memerlukan biaya besar. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif, dan subjek penelitian yiatu anak anak ke PAUD Tunas Bangsa pada kelompok B Kab.Cianjur . dengan observasi, wawancara dan dokumentasi itulah teknik pengumpulan data yang digunakan. Dan teknik pengumpulan data mengunakan pengumpulan data, redukasi data, display data, dan penarik kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini menujukan adanya perkembangan pada kecerdaan anak pada kelompok B di PAUD Tunas Bangsa Kab.Cianjur saat guru dalam pembelajaranya mengunakan media atau alat permainan edukatif dari barang bekas. Sehingga menjadikan anak yang kreatif dan cerdas.
MEDIA PEMBELAJARAN POP UP BOOK DALAM MENINGKATKAN ASPEK BAHASA ANAK USIA DINI Nidha Putri Reswari; T Effendy Suryana; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

This article is motivated by the low development of "language in group B children in kindergarten" Plus Sumur Bandung, seen from the lack of activeness of children in expressing something, conveying ideas and ideas, asking questions, answering questions, repeating simple sentences and retelling what has been heard . The purpose of this study is to examine whether using Pop Up Book media can improve language aspects in group B children, the method used in this study "is a qualitative descriptive method. The Subjects in this study were all children aged 5-6 years who were in the Group B Tk Plus Sumur Bandung. Analysis of the data used is thematic analysis. During the research the data collection was carried out using research techniques in the form of interviews, observation and documentation. The results of the study showed that there was a development in the language aspects of children aged 5-6 years in the children of "group B in Tk" Plus Sumur Bandung when the teacher used the Pop Up Book learning media using the story telling method.Artikel ini dilatar belakangi oleh rendahnya perkembangan”bahasa pada anak kelompok B di TK”Plus Sumur Bandung, terlihat dari kurangnya keaktifan anak dalam mengungkapkan sesuatu, menyampaikan ide dan gagasan, bertanya, menjawab pertanyaan, mengulang kalimat sederhana maupun bercerita kembali apa yang telah di dengar. Tujuan dari Penelitian ini  adalah untuk mengkaji apakah dengan pengunaan media Pop Up Book dapat meningkatkan aspek bahasa pada anak kelompok B, metode yang digunakan dalam penelitian ini”adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun Subjek dalam Penelitian ini adalah seluruh anak usia 5-6 tahun yang ada di kelompok B Tk Plus Sumur Bandung. Analisis data yang digunakan yaitu analisis tematik. Selama penelitian berlangsung pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penelitian berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ditunjukan bahwa adanya perkembangan aspek bahasa anak usia 5-6 tahun pada anak”kelompok B di Tk”Plus Sumur Bandung ketika guru menggunakan media pembelajaran Pop Up Book dengan menggunakan metode bercerita.
PENERAPAN KEBERSIHAN PADA ANAK USIA DINI MELALUI ANIMASI UNTUK PENGENALAN VIRUS COVID 19 Vina Fazriah; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

This article aims to find out how to apply cleanliness through animation, especially in early childhood education, in the early 2020s the world including Indonesia was hit by a deadly virus, the COVID 19. The virus is why it is very important to introduce the COVID 19 virus to children through animation? why do we have to apply cleanliness? this is what makes researchers interested in conducting this research. The method used in this research is descriptive qualitative method with qualitative data analysis. This study uses a descriptive method because it only describes and analyzes the event data obtained, by collecting data from library research and field research via online WhatsApp because of the PSBB situation. The results of this study indicate that by introducing and providing knowledge through animation about the COVID 19 virus to children, children will understand the current situation that the COVID 19 virus is very dangerous, and applying hygiene by always washing hands has many benefits for the health of the body and avoiding bacteria. This article is expected to be a reference source and add other knowledge for teachers, especially for parents in the application of personal hygiene to avoid the COVID 19 virus which in early 2020 was in an emergency condition.Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara menerapkan kebersihan melalui animasi khususnya dalam jenjang PAUD, pada awal 2020  dunia termasuk Indonesia sedang dilanda virus yang mematikan yaitu virus covid 19. Mengapa sangat penting mengenalkan virus covid 19  kepada anak dengan melalui animasi ? mengapa juga kita harus menerapkan kebersihan ? hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  kualitatif dengan analisis data kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif karena  hanya menggambarkan dan menganalisis data kejadian yang di peroleh, dengan teknik pengumpulan data penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan via online whatsapp karena situasi PSBB. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dengan mengenalkan dan memberi pengetahuan melalui animasi tentang virus covid 19 kepada anak,  anak akan memahami situasi saat ini bahwa virus covid 19 itu sangat berbahaya, serta menerapkan kebersihan dengan selalu mencuci tangan mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan terhindar dari  bakteri.  Artikel ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi dan menambah pengetahuan lainnya bagi guru khususnya bagi orang tua dalam penerapan kebersihan diri untuk menghidari virus covid 19 yang pada tahun awal 2020 ini sedang dalam kondisi darurat
PENERAPAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BERBASIS EKOLOGI MENUJU SEKOLAH HIJAU PADA LEMBAGA PAUD Ammy Ramdhania; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i4.p%p

Abstract

Concern for the environment can be explored from an early age. Based on ecology, learning can be an exciting new innovation, in accordance with the character of the child and gives students freedom of learning. Child-centered learning activities, facilitated by the teacher make learning meaningful for students. Through ecological activities, children come into contact with nature, increasing their concern for the environment and the natural environment. Invite him to wisely manage the natural environment as their best friend, and as a source of varied learning materials. Towards the concept of a green school, an PAUD institution includes ecological activities in extracurricular activities aimed at providing opportunities for children to explore their curiosity. One of the problems is because of the limited time a child has at playtime so extra time is needed to get to know the ecology of their environment. Extracurricular role in developing social behavior, personality, talents and abilities, outside ordinary school hours. The study was conducted at the CERAH Eco School institution with descriptive qualitative research methods, with data collection techniques in interviews, direct observation and documentation, then triangulation of data for wetness was carried out. The results of the study found that children were very enthusiastic about outdoor activities. Learning becomes more meaningful, enjoyable, and their energy is channeled. This causes the level of concentration when learning increases, social behavior and care for the environment higher.Kepedulian terhadap lingkungan dapat digali sejak usia dini. Berbasiskan ekologi, pembelajaran bisa menjadi sebuah inovasi baru yang menarik, sesuai karakter anak dan memberikan kebebasan belajar pada anak didik. Kegiatan pembelajaran berpusat pada anak, difasilitasi oleh guru menjadikan pembelajaran bermakna bagi anak didik. Melalui kegiatan ekologi, anak-anak bersentuhan dengan alam, meningkatkan kepeduliannya pada lingkungan dan alam sekitar. Mengajaknya untuk bijak mengelola lingkungan alam sebagai sahabat mereka, dan sebagai sumber bahan belajar yang bervariatif. Menuju konsep sekolah hijau, sebuah lembaga PAUD memasukkan  kegiatan ekologi dalam kegiatan ekstrakurikuler bertujuan memberikan kesempatan pada anak-anak untuk mengeksplorasi keingintahuannya. Salah satu permasalahannya karena terbatasnya waktu anak pada jam bermain sehingga diperlukan waktu tambahan untuk mengenal ekologi lingkungannya. Ekstrakurikuler berperan dalam mengembangkan perilaku sosial, kepribadian, bakat dan kemampuannya, diluar jam sekolah biasa. Penelitian dilakukan di lembaga PAUD CERAH Eco School dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data secara wawancara, observasi  langsung dan dokumentasi, lalu dilakukan triangulasi data untuk kebasahan. Hasil dari penelitian didapat bahwa anak-anak  ternyata sangat antusias dengan kegiatan di alam terbuka. Pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan energi mereka tersalurkan. Hal ini menyebabkan tingkat konsentrasi saat belajar meningkat, perilaku sosial dan kepedulian pada lingkungan semakin tinggi.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI DENGAN METODE BERNYANYI PADA KELOMPOK A DI TK AL- MUAWANAH Jiah Tajiah; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

 There is a research result that in the group of A TK Al-Muawanah is still low in language proficiency especially in children aged 4-5 years. To learn more about improving the proficiency of the researcher using the singing method by guessing the song, guess the voice/sound so that the child can reveal the language through the song. Thus, researchers here take action with the form of class action research (PTK) developed by Kemmis and Mc. Taggart. Researchers use observation data collection, interview tests and documentation. The data analysis technique used by the researchers is a qualitative descriptive. The steps of the researcher are: 1) observation, 2) action, 3) reflection. Results of observation of children's language proficiency before pre-action by using the singing method of obtaining a pre-percentage of cycle with a result of 10%, on cycle I with the resulting start increased gain 19% and in cycle II get very results. Greatly increased results with 62% equivalent to 7 children. The subjects studied consisted of 11 learners consisting of 5 boys and 6 girls with 1 teacher. In this case the ability to speak children with the method of singing succeeded and improved with the process already done.Terdapat hasil penelitian bahwa di kelompok A TK Al- Muawanah masih rendah dalam kemampuan berbahasa khususnya pada anak usia 4-5 tahun. Untuk  mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa peneliti menggunakan metode bernyanyi dengan cara  menebak lagu, menebak suara / bunyi agar anak dapat mengungkapkan bahasa melalui lagu tersebut. Maka, peneliti disini mengambil tindakan dengan bentuk penelitian tindakan kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Peneliti menggunakan pengumpulan data observasi, tes wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu secara deskriptif kualitatif. Adapun  langkah- langkah yang dilakukan peneliti yaitu : 1) Observasi, 2) tindakan, 3) refleksi. Hasil observasi kemampuan berbahasa anak sebelum pra tindakan dengan menggunakan metode bernyanyi mendapatkan prosentase pra siklus dengan hasil 10%, pada siklus I dengan hasil yang mulai meningkat mendapatkan 19% dan pada siklus II mendapatkan hasil yang sangat meningkat dengan 62% setara dengan 7 orang anak. Subjek yang diteliti terdiri dari 11 peserta didik yang terdiri dari 5 orang anak laki- laki dan 6 orang anak perempuan dengan 1 orang guru. Dengan hal ini kemampuan berbahasa anak dengan metode bernyanyi berhasil dan meningkat dengan proses yang sudah dilakukan.
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS SENI ANAK MELALUI ME-DIA LOOSE PARTS DALAM PEMBELAJARAN DARING Eva Laelasari; Chandra Asri Windarsih; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.9504

Abstract

This research is motivated by the lack of creativity of early childhood art in imagining, issuing ideas, and exploring through the media. Therefore, it takes a game that can stimulate these abilities. The purpose of the research is to describe loose parts of media in developing children's artistic creativity in online learning, the 2020/2021 school year. This study uses a qualitative descriptive method with the research subjects of children aged 5-6 years who numbered 14 children of group B in KB Al-Jihad. Research data collection techniques are documentation, observation, and interviews. Data analysis in the form of data reduction activities, data display, and conclusion drawing. The results of this study showed that after doing activities using loose parts media, children's artistic creativity skills can develop according to the stage of development, using simple media such as natural materials, plastic materials, metal, wood and bamboo, glass and Kramnik, and packaging containers, which are implemented according to the theme of learning. In addition, it was found that using loose parts can develop the creativity of children's art characterized by children being able to think creatively and innovatively, and can foster new relationships with the environment.Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya kemampuan kreativitas seni anak usia dini dalam berimajinasi, mengeluarkan ide, serta berkesplorasi melalui media. Dengan sebab itu, dibutuhkan sebuah permainan yang dapat menstimulus kemampuan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan media loose partsdalam mengembangkan kreativitas seni anak pada pembelajaran daring, tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 14 anak kelompok B di KB Al-Jihad. Teknik pengumpulan data peneliti yaitu dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis datanya berupa aktivitas reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setelah melakukan kegiatan menggunakan media loose partskemampuan kreativitas seni anak dapat berkembang sesuai tahap perkembangannya, dengan menggunakan media sederhana seperti bahan alam, bahan plastik,logam, kayu dan bambu, kaca dan kramik, dan bekas kemasan, yang di implementasikan sesuai tema pembelajaran. Selain itu, ditemukan bahwa dengan menggunakan loose partsdapat mengembangkan kreativitas seni anak ditandai dengan anak mampu berpikir kreatif dan inovatif, serta dapat menumbuhkan hubungan baru dengan alam sekitar.
AN IMPLEMENTATION OF PARTICIPATIVE IQRO METHOD IN THE ORIENTED OF AL-QURAN EDUCATION CENTER ON THE PURPOSE OF LEARNING GOAL AND OBJECTIVES FOR EARLY CHILDREN Chandra Asri Windarsih
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, No 1, Februari 2019
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.327 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v8i1p25-29.1146

Abstract

Learning to read and write the Quran using the IQRO method has been used for a long time and applied to children. The basic reason is that with IQRO it is very easy for children to follow, the book is cheap consisting of six books that have a certain level. This research wants to collaborate with the learning goal method and objectives oriented. Hopefully, that early childhood is easy to understand and easy to remember letters, to be able to read the Quran correctly. Formulation of the problem "How is the application of participatory learning IQRO method in TPQ oriented to the purpose of learning activities for early childhood". The objective of the research is to find the general description, planning, implementation, and evaluation, participatory learning of the IQRO method in TPQ through the Learning Goal Method and Objectives Oriented on children. This research used a qualitative method with analytical descriptive. The researcher analyzes data, find information, relationships, basic frameworks, carefully compare, and report in narrative form. The result is that children who are included in participating and have goals in IQRO learning will be able to more quickly and master learning. Location of research in TPQ (Alquran Education Center) Assalam Pakusarakan Earth Complex II Rt 03/25 Tanimulya Ngamprah Kab. West Bandung.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN E-LEARNING MELALUI MODEL MAKE A MATCH UNTUK ANAK USIA DINI DI KELOMPOK A Erna Nuryani; Chandra Asri Windarsih; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i3.10558

Abstract

The cognitive abilities of group A children in Kober Asy-Syukriyah are still very low, this is because the selection of the learning model used by the teacher does not attract children's attention. Coupled with the current learning conditions that are carried out online, so that learning is carried out through e-learning. The use of creative and innovative learning models is needed to increase students' attention. One of the appropriate e-earning learning models to move children to be able to think, reason, seek and find answers is the make a match model. The purpose of this study is to describe scenarios and implementation of e-learning learning in improving cognitive abilities through the make a match model. The research method used in this research is a descriptive qualitative research method. The subjects in the study consisted of eight (8) men and two (2) women so that there were 10 people. Data were collected through observation sheets, interview instruments and documentation. Data analysis is in the form of data reduction activities, data display and drawing conclusions. Based on the results of the study, there was an increase in the cognitive abilities of group A children in Kober.Kemampuan kognitif anak kelompok A di Kober Asy-Syukriyah masih sangat rendah hal itu dikarenakan pemilihan model pembelajaran yang digunakan guru kurang menarik perhatian anak. Ditambah dengan kondisi pembelajaran sekarang yang dilaksanakan secara daring, sehingga pembelajaran dilaksanakan melalui e-learning. Penggunaan model pembelajaran yang kreatif dan inovetif dibutuhkan untuk meningkatkan perhatian siswa. Salah satu model pembelajaran e-earning yang tepat untuk  menggerakan anak agar mampu berpikir, menalar, mencari dan menemukan jawaban ialah model make a match. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan skenario dan implementasi pembelajaran e-learning dalam meningkatkan kemampuan kognitif melalui model make a match. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek dalam penelitian terdiri dari delapan (8) orang laki-laki dan dua (2) orang wanita segingga berjumlah 10 orang. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, instrumen wawancara dan dokumentasi. Analisis data berupa aktifitas reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat peningkatan kemampuan kognitif anak kelompok A di Kober Asy-Syukriyah.
DIKLAT BERJENJANG TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU PAUD PADA MASA PENDEMI COVID-19 Iin Zainidah; Chandra Asri Windarsih; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.14596

Abstract

Dalam masa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini telah menjadikan sebagian besar kegiatan yang selama ini lewat tatap muka, beralih pada kegiatan dalam jaringan. Termasuk pada kegiatan pembinaan dalam meningkatkan kompetensi guru tetap harus telaksana meski dalam keadaan masa pandemi. Diklat berjenjang adalah proses belajar singkat yang dapat mengembangkan keilmuan terutama dalam memberikan pemahaman persepsi para peserta, supaya lebih sesuai dengan kebutuhan para peserta di lapangan. Tantangan yang dirasakan pada penelitian ini adalah banyak kendala teknis saat pelaksanaan diklat tersebut. Rumusan masalah disiniadalah bagaimana diklat berjenjang dapat meningkatkan kompetensi profesionalisme guru PAUD pada masa Pandemi Covid-19?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kompetensi profesionalisme guru PAUD melalui diklat berjenjang.Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Observasi, wawancara dan dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang digunakan, sedangkan naratif merupakan teknis analisis data pada penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah dapat menunjukan bahwa diklat berjenjang melalui Daring mampu meningkatkan kompetensi profesionalisme guru menjadi lebih baik. Kesimpu- lannya adalah guru mampu menjadi sosok yang kompeten dan profesional melalui kegiatan diklat berjenjang ini.During the current Covid-19 pandemic, most of the activities that have been face-to-face so far have shifted to online activities. This includes coaching activities to improve teacher competence, which must still be carried out even in a pandemic. Tiered training is a learning process. the brief which can develop knowledge, especially in providing an understanding of the perceptions of the participants, so that it is more in line with the needs of the participants in the field. The challenge that was felt in this study was that there were many technical constraints during the implementation of the training. The problem formulation here is how tiered training can increase the competence of teacher professionalism PAUD during the Covid-19 Pandemic. The purpose of this study was to determine the increase in the professional competence of PAUD teachers through tiered training. The method used was descriptive with a qualitative approach. Observation, interviews, and documentation are the data collection techniques used, while the narrative is the technical data analysis in this study. The results of this study are can show that tiered education and train Online can improve the professional competence of teachers for the better. The conclusion is that teachers can become competent and professional people through this tiered training activity.