Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Tambaruntung Tahun 2025 Agustini , Leny; Tunggal, Hj. Tri; Kristiana, Efi; Dewi, Vonny Kresna
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i3.39

Abstract

Anemia pada ibu hamil umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi, yang merupakan komponen penting dalam pembentukan hemoglobin. Dari data Laporan PWS-KIA tahun 2023 jumlah ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Tambaruntung sebanyak 65 orang ibu hamil. Sedangkan pada tahun 2024 yaitu 98 orang ibu hamil dengan anemia. Tujuan: untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Tambaruntung Tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil di wilayah Puskesmas Tambaruntung tahun 2025 berjumlah 69. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Variabel pada penelitian ini adalah status gizi, IMT, pengetahuan dan kejadian anemia. Data dianalisis dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Instrument yang digunakan adalah kuesioner unuttk pengetahuan dan dokumen sekunder untuk status gizi dan IMT Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa ibu tidak mengalami anemia sebanyak 38 responden (55,1%), ibu memiliki status gizi normal sebanyak 50 responden (72,5%), ibu memiliki IMT normal sebanyak 31 responden (44,9%), ibu memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 33 responden (47,8%). Sedangkan analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian anemia (ρ value = 0,001), ada hubungan IMT ibu hamil dengan kejadian anemia (ρ value = 0,024), ada hubungan pengetahuan ibu hamil dengan kejadian anemia ( ρ value = 0,014). Kesimpulan: Ada hubungan status gizi ibu hamil, IMT dan pengetahuan dengan kejadian anemia di Wilayah Puskesmas Tambarutung Tahun 2025.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Wanita Usia Subur Dalam Melakukan Pemeriksaan Iva di Wilayah Kerja Puskesmas Binuang Amalia, Rizki; Dewi, Vonny Khresna; Kristiana, Efi; Zakiah, Zakiah
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i4.41

Abstract

Kesadaran perempuan Indonesia untuk melakukan deteksi dini kanker serviks secara teratur masih rendah. Pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di Puskesmas Binuang sebanyak 1,97%, jumlah ini masih kurang dari target yang harus dicapai yaitu sebanyak 90%. Tujuan: Menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wanita Usia Subur Dalam Melakukan Pemeriksaan IVA Di Wilayah Kerja Puskesmas Binuang. Metode: Penelitian ini merupakan metode penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang sudah menikah di Wilayah Kerja Puskesmas Binuang berjumlah 98 orang. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dukungan suami dan pemeriksaan IVA. Data dianalisis dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa wus yang tidak bersedia melakukan pemeriksaan IVA 63 responden (64,3%), yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 67 responden (68,4%), yang memiliki sikap positif sebanyak 64 responden (65,3%) dan yang memiliki sikap negatif 34 responden (34,7 %) dan dukungan suami sebanyak 69 responden (70,4%). Sedangkan analisis bivariat menunjukkan ada Hubungan Pengetahuan Dengan Pemeriksaan IVA Pada WUS dengan nilai ρ value = 0,003, ada Hubungan Sikap Dengan Pemeriksaan IVA Pada WUS dengan nilai ρ value = 0,040, ada Hubungan Dukungan Suami Dengan Pemeriksaan IVA Pada WUS dengan nilai ρ value = 0,025. Kesimpulan: Pengetahuan, sikap dan dukungan suami berhubungan dengan dengan pemeriksaan IVA Di Wilayah Kerja Puskesmas Binuang.
Optimalisasi Kesehatan Ibu Hamil melalui Edukasi dan Pendampingan Nyeri Punggung oleh Kader di Karang Intan 2 Yuliastuti, Erni; Rafidah; Kristiana, Efi
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back pain is a common discomfort experienced by approximately 90% of pregnant women due to progressive postural changes caused by uterine enlargement. This condition not only decreases sleep quality but also negatively affects maternal and fetal health, including weakened immunity, increased stress, and higher risks of low birth weight. One effective approach to alleviate back pain during pregnancy is prenatal exercise, which enhances muscle and ligament elasticity, improves posture, and trains breathing as well as relaxation techniques. However, in Sungai Alang Village, all 15 community health cadres lacked knowledge and skills in prenatal exercise. This community service program aimed to improve cadres’ capacity through prenatal exercise training, enabling them to assist pregnant women independently. The methods included pre- and post-tests to assess cadres’ knowledge, practical training on safe exercise techniques, development of illustrated leaflets, and video tutorials for sustainable learning. Monitoring and evaluation were conducted to measure cadres’ progress in knowledge and practice. The results indicated increased understanding among cadres regarding prenatal exercise, improved ability to support pregnant women during maternal classes, and the availability of educational media such as leaflets and videos. Additional outcomes included publications in newspapers, video documentation uploaded to the Poltekkes Kemenkes Banjarmasin YouTube channel, and submission to a nationally accredited journal. In conclusion, empowering community health cadres is an effective strategy to assist pregnant women in managing back pain through prenatal exercise while strengthening community-based maternal health support systems.
Hubungan Pola Makan Dan Pola Menstruasi Dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Telang Siong Tahun 2025 Melda Hayati Rahmi; Tri Tunggal; Efi Kristiana; Hapisah
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Telang Siong Health Center is ranked first for female adolescents with anemia 55.74, there are 235 adolescents and 131 teenagers suffering from anemia. Objective: To determine the relationship between dietary patterns and menstrual patterns with the incidence of anemia in the work area of the Telang Siong Community Health Center. Method: Analytical research with cross-sectional design. The number of female adolescents in the Telang Siong Community Health Center (UPTD) in 2025 was 235 people. Sampling was done using purposive sampling technique. The research instrument was a questionnaire and HB examination sheet, and the analysis was carried out using the Chi-Square test. Results: The results of the characteristics of age, class and place of residence affect the eating patterns of adolescents. There is a relationship between eating patterns and the incidence of anemia in adolescent girls with a p value of 0.000. There is a relationship between menstrual patterns and the incidence of anemia in adolescent girls with a p value of 0.001. There is a relationship between the menstrual cycle and the incidence of anemia in adolescent girls with a p value of 0.000. Conclusion: Adolescent girls with unhealthy diets, inadequate nutrient intake, especially iron, and a habit of consuming fast food tend to have a higher risk of anemia. Furthermore, irregular menstrual patterns, with longer periods and heavier blood loss, also contribute to an increased risk of anemia. Adopting a healthy diet and regularly monitoring menstrual patterns are crucial for preventing anemia in adolescent girls. Latar Belakang: Puskesmas Telang Siong berada diurutan pertama remaja putri dengan anemia 55,74, terdapat 235 remaja dan 131 remaja yang menderita anemia. Tujuan: mengetahui hubungan pola makan dan pola menstruasi dengan kejadian anemia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Telang Siong. Metode: Penelitian analitik dengan desain cross sectional. Jumlah remaja putri UPTD Puskesmas Telang Siong pada tahun 2025 sebanyak 235 orang., pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Dengan Instrumen penelitian kuesioner dan lembar pemeriksaan HB, selanjutnya analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil karakteristik umur, kelas dan tempat tinggal mempengaruhi pola makan remaja, Ada hubungan antara  pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri  dengan hasil  p value sebesar 0,000,Ada hubungan antara Pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri dengan hasil  p value sebesar 0,001,Ada hubungan antara siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri dengan hasil  p value sebesar 0,000. Kesimpulan: Remaja putri dengan pola makan yang tidak sehat, asupan zat gizi terutama zat besi yang tidak mencukupi, serta kebiasaan konsumsi makanan yang instan cenderung memiliki risiko anemia lebih tinggi. Selain itu, pola menstruasi yang tidak teratur, dengan lama menstruasi yang lebih panjang dan jumlah darah yang keluar lebih banyak, juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko anemia. Pentingnya penerapan pola makan sehat dan pemantauan pola menstruasi secara rutin sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Kata Kunci: Pola Makan, Pola Menstruasi, Kejadian Anemia Remaja
Peningkatan Pendidikan Reproduksi pada                               Anak Disabilitas Intelektual Efi Kristiana; Erni Yuliastuti; Suryanti
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i3.145

Abstract

Children with intellectual disabilities are often subjected to violence because their intellectual limitations prevent them from realizing that they have undergone physical changes, so they do not mind when other people touch them. The results of a needs assessment conducted by Rutgers WPF Indonesia together with the Directorate of PKLK Development of the Ministry of Education and Culture in 2017 in three provinces in Indonesia showed that adolescents with intellectual disabilities have low knowledge about the concepts of women and men, puberty, pregnancy, healthy relationships, and protection from sexual violence. Sexual violence against persons with disabilities is a serious problem in Indonesia, including in Banjar Regency. The purpose of this community service is to provide an understanding of reproductive health using magnetic crossword puzzle boards and Flip Chat at SLB N 2 Martapura. With increased knowledge and understanding, children with disabilities can identify actions that should not be done to them by others. The results of this community service program indicate that improving reproductive education for children with intellectual disabilities through the pre-test and post-test method is effective in enhancing their knowledge. The pre-test results showed that only 4 respondents (13%) had good knowledge, while in the post-test, this number increased to 20 respondents (67%). This improvement helps the children understand how to behave and act assertively to protect themselves, as well as encourages them to seek help immediately if they encounter any indication of a crime directed at them.
DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN SADARI DI PMB UMMAQU BANJARBARU TAHUN 2024 Megawati, Megawati; Rubiati Hipni; Tri Tunggal2; Isnaniah, Isnaniah; Rita Kirana; Efi Kristiana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i1.7953

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Deteksi dini kanker payudara terbukti dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan menurunkan angka kematian akibat penyakit ini. Salah satu metode deteksi dini yang efektif adalah SADARI (Periksa Payudara Sendiri), yang dapat dilakukan oleh setiap wanita dengan mudah dan rutin. Namun kesadaran dan pengetahuan mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara serta cara melakukan SADARI masih rendah di kalangan masyarakat. Banyak wanita belum memahami cara yang benar untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau tidak menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan ini secara rutin. PMB (Praktik Mandiri Bidan) Ummaqu di Banjarbaru, sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang focus pada kesehatan wanita, memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan payudara. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI”sangat relevan dan diperlukan. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan memberikan informasi yang komprehensif tentang kanker payudara, factor risiko, gejala, dan pentingnya deteksi dini. Selain itu juga meningkatkan keterampilan praktis dengan melatih wanita dalam melakukan SADARI dengan benar melalui demonstrasi dan praktik langsung. Urgensi dilakukannya pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI”karena melihat tingginya angka kejadian kanker payudara dan penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia. Dengan dilakukannya deteksi dini dapat menyelamatkan banyak nyawa. Peran PMB Ummaqu adalah sebagai fasilitas kesehatan yang fokus pada pelayanan kesehatan wanita, PMB Ummaqu memiliki tanggung jawab dan potensi besar untuk menjadi pelopor dalam meningkatkan kesehatan payudara melalui edukasi dan layanan yang berkualitas
KORELASI HIPERTENSI PADA MENOPAUSE DENGAN KEJADIAN INSOMNIA DI DESA TAMBAK ANYAR ILIR KECAMATAN MARTAPURA TIMUR KABUPATEN BANJAR Devina Yolanda; Erni Yuliastuti; Erni Setiawati; Suhrawardi; Efi Kristiana
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 10: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reproductive health problems at an advanced age in women appear when the fertile period ends (menopause). 2/3 of hypertension sufferers are women aged 45-70 years. Hypertension causes various symptoms related to menopause, including sleep disorders. Data from Puskesmas Martapura Timur in November 2018, Hypertension had an incidence of 143 cases including 102 cases (71.3%) experienced by 45-year-old women to the elderly. A total of 42 people (8.0%) hypertensive women were found in desa Tambak Anyar Ilir. The fact that the prevalence of elderly insomnia is found to be 54% for women and the between correlation the quality of sleep and blood pressure. The purpose of this study was to determine the correlation of hypertension in menopause with the incidence of insomnia in desa Tambak Anyar Ilir, Banjar Regency in 2019. The design of this study is an analytical survey with a cross sectional approach. The population of this study were all menopausal women in the Anyar Ilir Tambak village of 155 people. The sampling technique uses total sampling. The subjects in this study were menopausal women who were life in desa Tambak Anyar Ilir as many as 155 people. The research instrument used the Insomnia Scale Indexs (ISI) questionnaire. Data analysis used chi Square test. The results showed that of 155 respondents, 74 people (47.7%) had hypertension and 50 respondents (32.2%) had insomnia. Chi Square statistical test was obtained ρ value (0.023) <α (0.05) indicating that there was a significant correlation between hypertension in menopause with the incidence of insomnia and Odds Ratio = 2.24 and 95% Confidence Interval.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENATALAKSANAAN DISMENORE DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BUKU SAKU BERBASIS MIND MAPPPING PADA ORANG TUA SISWI REMAJA DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL DI SLB N BANJARBARU Kristiana, Efi; Nur Rohmah Prihatanti; Suryanti
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.299

Abstract

Perkembangan organ reproduksi remaja dengan disabillitas intelektual memiliki proses yang sama dengan remaja pada umumnya. Begitu pula dengan beberapa efek yang ditimbulkan dari berlangsungnya siklus mentruasi. Dengan keterbatasan kognitif yang dimiliki, remaja putri dengan disabilitas intelektual seringkali mengalami masalah pada saat menstruasi, termasuk dismenore. Keterbatasan komunikasi seringkali memperburuk kondisi mereka saat menstruasi dan juga diperburuk dengan ketidaktahuan orang tua/ pendamping dalam mengatasi dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan penatalaksanaan dismenore dengan menggunakan media buku saku berbasis mind mapping pada orang tua siswi remaja dengan disabilitas intelektual. Metode yang digunakan kuasi eksperimen, dilakukan dua kali pengukuran, mengukur pemahaman dan kemampuan orang tua tentang penatalaksaan dismenore sebelum dan setelah diberikan buku saku berbasis Mind Mapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pre-test rata-rata 28,95 dan setelah diberikan penatalaksanaan materi menugunakan buku saku mind mapping skor post- test  rata-rata 35,2 dan pengaruh pengunaan buku saku mind mapping dengan  nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 < α (0,05), sehingga ada perbedaan rata-rata peningkatan skor perilaku pemahaman kemampuan penatalaksanaan dismenore yang signifikan. Pemberian materi penatalaksanaan dismenore dengan menggunakan media buku saku berbasis mind mappping pada orang tua siswi remaja dengan disabilitas intelektual mampu meningkatkan perilaku penatalaksanaan dismenore pada remaja putri di SLB N Kota Banjarbaru.  
GERMAS BERLIAN: GERAKAN MASYARAKAT BERDAYAKAN KELUARGA UNTUK IBU DAN ANAK DENGAN PENDEKATAN NEUROBEHAVIOUR, SOSIAL, DAN BUDAYA Fitria Jannatul Laili; Megawati, Megawati; Vonny Khresna Dewi; Rafidah, Rafidah; Erni Yuliastuti; Nur Rohmah Prihatanti; Efi Kristiana; Isnaniah, Isnaniah; Zakiah, Zakiah; Khairir Rizani; Suryanti, Suryanti
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 11: Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Cempaka Subdistrict in Banjarbaru City faces several maternal and child health challenges, including low awareness of clean and healthy living behaviors, limited antenatal care visits, anemia among pregnant women and adolescents, suboptimal exclusive breastfeeding practices, incomplete basic immunization, and inadequate neonatal care knowledge. These problems are compounded by limited access to health services and varying levels of health literacy within the community. This community service program, Germas Berlian (Community Movement to Empower Families for Maternal and Child Health through Neurobehavioral, Social, and Cultural Approaches), aims to enhance community knowledge, skills, and health practices across the life cycle. The activities included coordination and field observation, Focus Group Discussions (FGD), integrated health education, health screenings for pregnant women, adolescents, and toddlers, capacity-building training, and home visits for prioritized families. Post-intervention evaluations demonstrated significant improvements in participants’ knowledge, nutritional awareness, health practices, and screening outcomes. The program highlights the effectiveness of integrated and culturally appropriate educational interventions to empower families and improve maternal and child health in underserved areas.
PENGARUH PIJAT EFFELEURAGE TERHADAP NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH PUSKESMAS LANDASAN ULIN KOTA BANJARBARU TAHUN 2025 Anita Syafarina; Isnaniah; Erni Yuliastuti; Efi Kristiana
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Januari 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i1.291

Abstract

Background: Back pain is a common musculoskeletal complaint experienced by third-trimester pregnant women due to physiological and hormonal changes as well as increased mechanical load on the spine. Effleurage massage is a non pharmacological technique that provides relaxation effects, improves blood circulation, and reduces muscle tension, thereby potentially decreasing back pain. Objective: To determine the effect of effleurage massage on back pain among third trimester pregnant women in the working area of Landasan Ulin Public Health Center, Banjarbaru City, in 2025. Methods: This study employed a one-group pretest–posttest design with a sample of 30 third-trimester pregnant women selected using purposive sampling. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Data analysis was conducted using the Paired Sample T-Test to examine differences in pain levels before and after the intervention. Results: Prior to the intervention, respondents experienced moderate pain (46.67%) and severe pain (33.33%). After the intervention, pain levels decreased to mild pain (63.33%) and no pain (6.67%). The Paired Sample T-Test showed a p-value of < 0.001, indicating a statistically significant effect of effleurage massage on the reduction of back pain. Conclusion: Effleurage massage has a significant effect on reducing back pain in third-trimester pregnant women and can be recommended as a non-pharmacological intervention in antenatal care services.