Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

GERMAS BERLIAN: GERAKAN MASYARAKAT BERDAYAKAN KELUARGA UNTUK IBU DAN ANAK DENGAN PENDEKATAN NEUROBEHAVIOUR, SOSIAL, DAN BUDAYA Fitria Jannatul Laili; Megawati, Megawati; Vonny Khresna Dewi; Rafidah, Rafidah; Erni Yuliastuti; Nur Rohmah Prihatanti; Efi Kristiana; Isnaniah, Isnaniah; Zakiah, Zakiah; Khairir Rizani; Suryanti, Suryanti
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 11: Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Cempaka Subdistrict in Banjarbaru City faces several maternal and child health challenges, including low awareness of clean and healthy living behaviors, limited antenatal care visits, anemia among pregnant women and adolescents, suboptimal exclusive breastfeeding practices, incomplete basic immunization, and inadequate neonatal care knowledge. These problems are compounded by limited access to health services and varying levels of health literacy within the community. This community service program, Germas Berlian (Community Movement to Empower Families for Maternal and Child Health through Neurobehavioral, Social, and Cultural Approaches), aims to enhance community knowledge, skills, and health practices across the life cycle. The activities included coordination and field observation, Focus Group Discussions (FGD), integrated health education, health screenings for pregnant women, adolescents, and toddlers, capacity-building training, and home visits for prioritized families. Post-intervention evaluations demonstrated significant improvements in participants’ knowledge, nutritional awareness, health practices, and screening outcomes. The program highlights the effectiveness of integrated and culturally appropriate educational interventions to empower families and improve maternal and child health in underserved areas.
Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Baringin Tahun 2025 Celvi Adharyan Noor; Vonny Khresna Dewi; Efi Kristiana; Fitria Jannatul Laili
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i1.316

Abstract

Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 37,1%, karena prevalensi yang tinggi, anemia dalam kehamilan memerlukan penanganan khusus. Tahun 2024 di Puskesmas Baringin ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 23 orang ibu hamil (17,42%). Angka ini menunjukkan bahwa anemia adalah masalah yang membutuhkan perhatian khusus untuk penanggulangannya. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Baringin Tahun 2025. Metode: Penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel terikat pada penelitian ini adalah anemia pada ibu hamil, sedangkan variabel bebas yaitu pengetahuan, status ekonomi, dan status gizi. Populasi dan sampel adalah seluruh ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Baringin Tahun 2025 yang berjumlah 76 orang. Dengan data primer dan diuji chi-square. Instrumen penelitian berupa data ibu hamil dan kuesioner yang diadopsi dari Haharap (2022). Hasil:  sebagian besar ibu hamil tidak anemia sebesar (66,4%),  pengetahuan ibu hamil baik sebesar (55,3%), ibu hamil memiliki status ekonomi rendah sebesar (61,8%), ibu hamil memiliki status gizi baik sebesar (76,3%), hubungan pengetahuan ibu hamil dengan kejadian anemia didapatkan p-value (0,023), hubungan status ekonomi dengan kejadian anemia didapatkan p-value (0,009) dan hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian anemia didapatkan p-value (0,000). Simpulan: ada hubungan pengetahuan, status ekonomi dan status gizi ibu hamil dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Baringin Tahun 2025. Ibu hamil diharapkan meningkatkan pengetahuannya tentang pentingnya gizi ibu hamil.
Faktor yang Mempengaruhi Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada Pasangan Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Baringin Darsiah Darsiah; Vonny Khresna Dewi; Efi Kristiana; Fitria Jannatul Laili
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i2.345

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Deteksi dini melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) telah menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka kejadian kanker serviks. Namun cakupan pemeriksaan IVA masih rendah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Baringin Kabupaten Tapin, yaitu hanya 9,04% dari pasangan usia subur (PUS) yang telah menjalani pemeriksaan. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemeriksaan IVA pada pasangan usia subur (PUS) di wilayah kerja Puskesmas Baringin tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah berjumlah 2.419 orang. Penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 97 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, serta dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasangan usia subur (PUS) tidak bersedia melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebanyak 65 orang (67%), PUS yang memiliki pendidikan dasar sebanyak 55 orang (56,7%), pengetahuan baik sebanyak 47 orang (48,5%), dan dukungan suami tidak mendukung sebanyak 63 orang (64,9%). Kesimpulan ada hubungan pendidikan (p=0,000), pengetahuan (p=0,003), dan dukungan suami (p=0,000) dengan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) pada pasangan usia subur (PUS) di wilayah kerja Puskesmas Baringin tahun 2025. Oleh karena itu PUS disarankan meningkatkan pengetahuan, dukungan suami dan kesadaran tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA sebagai langkah pencegahan sejak dini
Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Smpn 1 Salam Babaris Lia Nurhayati; Hj. Tri Tunggal; Efi Kristiana; Megawati Megawati
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i2.347

Abstract

Kepatuhan remaja putri mengonsumsi tablet tambah darah merupakan suatu indikator keberhasilan yang ingin dicapai dari program tersebut. Sektor terkait baik di tingkat pusat maupun daerah diharapkan untuk mengadakan program tersebut secara mandiri sehingga intervensi efektif mencakup hingga 90%. Tujuan: Menganalisis hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 1 Salam Babaris. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan Observasional Analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswi remaja putri kelas 7, 8, dan 9 di SMPN 1 Salam Babaris berjumlah 59 orang. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan kejadian anemia. Data dianalisis dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Instrument yang digunakan adalah Hb Sahli Digital dan lembar observasi. Hasil: Ada Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMPN 1 Salam Babaris. Kesimpulan: Diharapkan remaja putri lebih aktif mengikuti penyuluhan yang diadakan petugas kesehatan terkait konsumsi tablet Fe agar dapat mendapatkan informasi terkait mengkonsumsi tablet Fe secara teratur untuk mencegah terjadinya anemia
Peningkatan Pendidikan Reproduksi pada Anak Disabilitas Intelektual Efi Kristiana; Erni Yuliastuti; Suryanti
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i3.145

Abstract

Children with intellectual disabilities are often subjected to violence because their intellectual limitations prevent them from realizing that they have undergone physical changes, so they do not mind when other people touch them. The results of a needs assessment conducted by Rutgers WPF Indonesia together with the Directorate of PKLK Development of the Ministry of Education and Culture in 2017 in three provinces in Indonesia showed that adolescents with intellectual disabilities have low knowledge about the concepts of women and men, puberty, pregnancy, healthy relationships, and protection from sexual violence. Sexual violence against persons with disabilities is a serious problem in Indonesia, including in Banjar Regency. The purpose of this community service is to provide an understanding of reproductive health using magnetic crossword puzzle boards and Flip Chat at SLB N 2 Martapura. With increased knowledge and understanding, children with disabilities can identify actions that should not be done to them by others. The results of this community service program indicate that improving reproductive education for children with intellectual disabilities through the pre-test and post-test method is effective in enhancing their knowledge. The pre-test results showed that only 4 respondents (13%) had good knowledge, while in the post-test, this number increased to 20 respondents (67%). This improvement helps the children understand how to behave and act assertively to protect themselves, as well as encourages them to seek help immediately if they encounter any indication of a crime directed at them.
(Analysis of Factors Associated with Anemia in Pregnant Women at the Public Health Center in 2025) Muji _ Sumarawati; Suhrawardi _; Rubiati Hipni; Efi Kristiana
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Kebidanan Bestari (On Progress)
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v10i1.253

Abstract

Abstraks Kejadian anemia pada ibu hamil mencerminkan masalah gizi dan kesehatan ibu selama masa kehamilan yang dapat berdampak terhadap kondisi ibu dan janin. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Wanaraya, anemia pada ibu hamil masih ditemukan dan belum sepenuhnya mencapai target penurunan nasional. Berdasarkan hasil pelayanan kesehatan ibu hamil, masih terdapat ibu hamil dengan kadar hemoglobin di bawah normal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, meliputi usia, paritas, jarak kehamilan, status gizi, dan tingkat pengetahuan.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 62 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Wanaraya tahun 2025 dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 33,8%. Sebagian besar responden berada pada usia reproduktif 20–35 tahun dan memiliki paritas ≤2. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa jarak kehamilan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p = 0,039), sedangkan usia, paritas, status gizi, dan tingkat pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p > 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa jarak kehamilan berperan penting terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Oleh karena itu, upaya pencegahan anemia perlu difokuskan pada perencanaan kehamilan yang optimal serta penguatan pelayanan antenatal care untuk menurunkan kejadian anemia pada ibu hamil. Kata Kunci: Anemia, Ibu Hamil, Jarak Kehamilan, Status Gizi, Faktor Risiko