Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DAN KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT TAHUN 2024 Selviana, Noor Fitri; Rafidah, Rafidah; Megawati, Megawati; Kristiana, Efi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i5.10735

Abstract

Anemia adalah salah satu faktor utama penyebab kematian tidak langsung pada ibu hamil, sering kali disebabkan karena kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya zat besi. Kebutuhan akan zat besi meningkat selama masa kehamilan dan sulit terpenuhi hanya dari konsumsi makanan, sehingga diperlukan konsumsi tablet tambah darah (TTD). Penelitian ini memakai desain analitik observasi dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 64 ibu hamil yang dipilih sebagai partisipan melalui teknik Accidental Sampling di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat tahun 2024. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi buku KIA, kemudian dianalisis memanfaatkan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil mengalami anemia (68,8%), memiliki pengetahuan kurang (42,2%), dan tidak patuh minum TTD (68,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil dan kejadian anemia (p-value = 0,000 < 0,05), serta antara kepatuhan minum TTD dan kejadian anemia (p-value = 0,000 < 0,05). Kesimpulannya, rendahnya pengetahuan dan kepatuhan meningkatkan risiko anemia, sehingga diperlukan edukasi intensif dan berkelanjutan mengenai manfaat TTD untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi Anemia is a leading indirect cause of maternal mortality, often attributed to a lack of knowledge about the importance of iron. During pregnancy, the increased demand for iron cannot be adequately met through diet alone, necessitating the consumption of iron supplementation tablets. This research utilized an analytic observational design with a cross-sectional approach, involving 64 pregnant women selected through accidental sampling in the working area of Puskesmas Perawatan Simpang Empat in 2024. Data were collected using questionnaires and observations of maternal health books (KIA), and analyzed using the chi-square test. The results revealed that the majority of pregnant women experienced anemia (68.8%), had low levels of knowledge (42.2%), and were noncompliant in consuming iron tablets (68.8%). There was a significant relationship between pregnant women’s knowledge and the incidence of anemia (p-value = 0.000 < 0.05), as well as between compliance with iron tablet consumption and the incidence of anemia (p-value = 0.000 < 0.05). In conclusion, low knowledge and poor compliance are associated with a higher risk of anemia, emphasizing the need for intensive and continuous education on the benefits of iron supplementation to improve adherence
Peningkatan Kapasitas Ibu Hamil Melalui Buku KIA Kelas Ibu Hamil Tahun 2024 Yuniarti; Zakiah; Hapisah; Fitria Jannatul Laili; Efi Kristiana; Suryanti; Riska; Runa Helmina; Rusmia Azizah
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/746z1y34

Abstract

Health development programs in Indonesia are currently prioritized towards improving the health status of mothers and children, particularly in the most vulnerable groups such as pregnant women, mothers giving birth, perinatal infants, toddlers, and women of reproductive age. In response to this, a community service activity titled "Enhancing the Capacity of Pregnant Women through the Maternal and Child Health (MCH) Handbook in Pregnant Women's Classes in the Working Area of Puskesmas Cempaka, Banjarbaru City, in 2024" was conducted. This initiative aims to reduce child mortality rates and improve maternal health. The use of the MCH Handbook is considered a strategic step to enhance community independence. The target of this community service activity was 12 pregnant women attending the Pregnant Women's Class facilitated by Midwife Maulida. The implementation methods included preparation and execution of activities in June 2024 in Bangkal, Cempaka Subdistrict, Banjarbaru City. Evaluations were conducted through pre-test and post-test assessments of the mothers' knowledge about the MCH Handbook. The results showed that 83% of the participants always brought the MCH Handbook during antenatal visits, 41.6% had read the handbook in its entirety, and 58.3% only read the sections related to examinations. Therefore, further evaluations of pregnant women's knowledge about pregnancy through the MCH Handbook are needed to broaden their insights and enable effective implementation.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN BABY BLUES PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2024 Adhiestya, Della; Hapisah, Hapisah; Kristiana, Efi; Kirana, Rita
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i3.11005

Abstract

Baby blues adalah kondisi psikologis yang kerap dialami oleh ibu nifas, ditandai dengan rasa sedih, menangis, mudah tersinggung, dan gangguan pola makan. Penelitian berikut berfungsi demi mengevaluasi korelasi antara bentuk support keluarga terhadap kejadian baby blues yang menimpa ibu nifas pada wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, pada tahun 2024. Penelitian memanfaatkan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 58 ibu nifas berusia 2–14 hari pascapersalinan yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Variabel bebas adalah dukungan keluarga, sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian baby blues. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa 32,8% ibu nifas di wilayah penelitian mengalami baby blues, dengan nilai ρ-value = 0,000 (α ≤ 0,05), yang mengindikasikan korelasi yang berarti antara bentuk support keluarga dan peristiwa baby blues. Dukungan emosional dan instrumental dari keluarga terbukti memiliki peran penting dalam membantu ibu melewati masa nifas dengan lebih baik. Baby blues is a psychological condition commonly experienced by postpartum mothers, characterized by feelings of sadness, frequent crying, irritability, and disruptions in appetite. This study explores the correlation between family support and the occurrence of baby blues among postpartum mothers in the working area of Puskesmas Perawatan Simpang Empat, Tanah Bumbu Regency, in 2024. Utilizing a quantitative approach with a cross-sectional design, the research involved 58 postpartum mothers, aged 2–14 days, selected through an accidental sampling method. The independent variable was family support, while the dependent variable was the occurrence of baby blues. Data were gathered using questionnaires and analyzed through the chi-square test. The findings revealed that 32.8% of postpartum women in the study area experienced baby blues, with a ρ-value = 0.000 (α ≤ 0.05), indicating a significant relationship between family support and the incidence of baby blues. The study underscores the critical role of family support, particularly emotional and instrumental assistance, in helping postpartum mothers navigate the challenges of the postpartum period more effectively.
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan dengan Kejadian Spotting di PMB Bakti Ibu Martapura Raihana, Raihana; Isnaniah, Isnaniah; Kristiana, Efi; Rafidah, Rafidah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.242

Abstract

Latar Belakang: Spotting keluarnya darah dari vagina diluar siklus menstruasi yang sedikit berupa bercak. Data dari WHO lebih dari 50% pengguna kontrasepsi suntik 3 bulan mengalami spotting. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di PMB Bakti Ibu Martapura didapati sebanyak 11 orang akseptor menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan sebanyak 7 (77%) akseptor dengan lama penggunaan   ≤ 1  tahun mengalami spotting. Dampak kejadian spotting dapat menyebabkan terjadinya anemia, iritasi genetalia, perasaan cemas, stress dan mudah tersinggung. Tujuan : Mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kejadian spotting di PMB Bakti Ibu Martapura. Metode Penelitian :  Penelitian analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi sejumlah 280 akseptor, teknik sampling yaitu sampling jenuh. Variabel dalam Penelitian ini kejadian spotting dan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari register KB dilakukan uji menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian :  Kejadian spotting sebanyak 84 orang (30%) dengan lama penggunaan > 1 tahun sebanyak 189 akseptor  (67,5%) lama penggunaan < 1 tahun. Uji Chi Square menunjukkan p-value 0,000, (p<0,05), artinya Ada hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik dengan kejadian spotting pada akseptor di PMB Bakti Ibu Martapura. Kesimpulan : Bahwa lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan saling mempengaruhi dengan kejadian spotting. Saran : Diharapkan tenaga kesehatan terus memberikan edukasi kepada pasangan usia subur tentang dampak kontrasepsi suntik 3 bulan sehingga pasangan usia subur dapat  mempertimbangkan dan mendiskusikan pemilihan alat kontrasepsi yang akan digunakan
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik Dengan Peningkatan Berat Badan Akseptor Di PMB DN Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Besar Kota Banjarbaru Habibah, Nor; Yuliastuti, Erni; Suhrawardi, Suhrawardi; Kristiana, Efi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.244

Abstract

Latar belakang : Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu program pemerintah dalam upaya menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Pada tahun 2023 jumlah akseptor KB suntik di wilayah Kota Banjarbaru Selatan sebanyak 23.519 orang (55,3%). Efek samping yang sering ditemukan pada penggunaan kontrasepsi suntik adalah kenaikan berat badan. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di PMB DN, didapatkan dari 9 akseptor KB suntik dengan lama penggunaan 1-2,5 tahun (sedang) sebanyak 7 orang (77,8%) mengalami peningkatan berat badan. Tujuan : mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor di PMB DN. Metode : Penelitian ini adalah survey analitik, dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini 248 akseptor KB suntik di PMB DN. Sampel penelitian ini 228 akseptor. Variabel dalam penelitian ini adalah lama penggunaan kontrasepsi suntik dan peningkatan berat badan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari status akseptor KB dilakukan uji menggunakan uji chi square. Hasil : Akseptor yang mengalami peningkatan berat badan sebanyak 114 akseptor (50,0%) dari 228 akseptor. Sebagian besar akseptor yang mengalami peningkatan berat badan menggunakan kontrasepsi suntik selama >2,5 tahun (lama) sebanyak 65 akseptor (57,0%). Hasil uji Chi Square menunjukkan p-value 0,008 <α0,05, artinya ada hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor. Kesimpulan : Lama penggunaan kontrasepsi suntik berpengaruh terhadap peningkatan berat badan akseptor. Diharapkan tenaga kesehatan selalu memberikan informasi mengenai efek samping penggunaan kontrasepsi dalam jangka panjang sehingga akseptor dapat mengetahui dengan baik terkait kontrasepsi yang akan digunakannya.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Si SMA Negri 1 Kusan Hilir Tahun 2024 Normalia, Normalia; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Kristiana, Efi; Tunggal, Tri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.254

Abstract

Latar Belakang: Remaja memiliki peranan yang sangat penting akan keberlangsungan masa depan, karena pada masa remaja sering kali disebut masa kritis. Remaja putri yang mengalami anemia berisiko menjadi wanita usia subur dengan anemia, yang kemudian dapat menjadi ibu hamil dengan anemia. Pengetahuan dan sikap yang baik dapat meningkatkan kesadaran akan risiko anemia dan pentingnya pencegahan melalui konsumsi tablet tambah darah dan gizi seimbang. SMAN 1 Kusan Hilir merupakan wilayah Puskesmas Perawatan Pagatan dengan tingkat anemia tertinggi 132 (33,5%) dari 394 remaja putri mengalami anemia. Tujuan penelitian : Penelitian ini Menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional dengan metode survei analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri sebanyak 394 siswi, sampel 198 responden. Pengambilan jumlah sampel menggunakan Purposive Sampling yaitu teknik penentuan sampel yang dilakukan oleh peneliti, Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang di gunakan adalah Chi-Square. Hasil Penelitian : Didapatkan bahwa dari 198 remaja putri, mengalami anemia 115 orang (58,1%). Pengetahuan cukup 124 orang (62,6%), pengetahuan baik (23,2%). Sikap negatif 115 orang (58,1). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan pengetahuan baik dengan kejadian anemia sebanyak 53,0%  (p-value = 0,000), ada hubungan sikap negatif dengan kejadian anemia sangat tinggi 99,1% (p-value = 0,000). Kesimpulan Adanya hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kusan Hilir tahun 2024.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Keaktifan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu Di Kelurahan Angsau Puskesmas Angsau Kabupaten Tanah Laut Tahun 2024 Husna, Nikmatul; Yuliastuti, Erni; Kristiana, Efi; Rusmilawaty, Rusmilawaty
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.267

Abstract

Latar belakang: Penimbangan balita merupakan kegiatan pemantauan dan alat deteksi dini gangguan pertumbuhan balita. Efektifitas pencapaiannya D/S>80%. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut tahun 2023 capaian D/S terendah kedua yaitu Puseksmas Angsau 40,0% (Kelurahan Angsau 39,18%). Tujuan: Menganalisa faktor pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dengan keaktifan kunjungan ibu balita kePosyandu diKelurahan Angsau. Metode: Survei Analitik Cross Sectional. Populasi seluruh ibu balita 13-59 bulan diKelurahan Angsau 901. Teknik accidental sampling 90 responden. Variabel dependent (keaktifan kunjungan ibu balita ke Posyandu), variabel independent (pengetahuan, sikap, dukungan keluarga). Kuesioner uji statistik Chi Square. Hasil: 64 responden (71%) tidak aktif kunjungan kePosyandu, 38 responden (42,2%) berpengetahuan kurang, 54 responden (60%) sikap negatif dan 59 responden (65,6%) tidak mendapat dukungan keluarga. Ada hubungan signifikan antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan keaktifan kunjungan ibu balita diPosyandu Kelurahan Angsau (masing-masing ρvalue 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan variabel pengetahuan, sikap, dukungan keluarga terhadap keaktifan kunjungan ibu balita kePosyandu, diharapkan lebih mengoptimalkan pelayanan, peningkatan penyuluhan komunikasi, informasi, edukasi secara intensif berkelanjutan oleh petugas kesehatan.
Hubungan Pengetahuan Dengan Minat Keikutsertaan Laki-Laki Pasangan Usia Subur (PUS) Menjadi Akseptor KB Di kecamatan Pulau Laut Barat Tahun 2024 Citrawati, Risma Novi; Yuliastuti, Erni; Tunggal, Tri; Kristiana, Efi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.279

Abstract

Latar Belakang: Program KB merupakan salah satu alternatif untuk menunda kehamilan, mengatur jumlah anak dan mengatur jarak kehamilan. Berdasarkan laporan KB Puskesmas Lontar tahun 2023, di Kecamatan Pulau Laut Barat keikutsertaan laki-laki PUS menjadi akseptor KB hanya sebesar 1,2% dari target yang ditetapkan sebesar 5,33%. Ketimpangan keikutsertaan laki-laki PUS menjadi akseptor KB salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Tujuan penelitian Tujuan penelitian  ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan dengan minat keikutsertaan laki-laki PUS menjadi akseptor KB Di Kecamatan Pulau Laut Barat Tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian 1.383 orang. Jumlah sampel 94 responden, diambil menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independent penelitian adalah  pengetahuan laki-laki PUS tentang KB laki-laki. Variabel dependent  penelitian adalah minat keikutsertaan laki-laki PUS menjadi akseptor KB. Instrumen penelitian berupa kuisioner. Analisa data menggunakan chi-square (α=0,05). Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan dari 94 responden terdapat 86 laki-laki PUS dengan minat keikutsertaan menjadi akseptor KB rendah (91,5%) dan laki-laki PUS yang memiliki pegetahuan rendah tentang KB laki-laki sebanyak 56 orang (59,6%). Hasil analisa menunjukkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan minat keikutsertaan laki-laki PUS menjadi akseptor KB di Kecamatan Pulau Laut Barat tahun 2024 (p value 0,000). Kesimpulan ; Semakin tinggi pengetahuan laki-laki PUS tentang KB laki-laki, semakin tinggi minat keikutsertaan laki-laki PUS menjadi akseptor KB
Hubungan Riwayat Pemberian ASI Ekslusif Terhadap Kejadian Diare Pada Anak Usia 7-24 Bulan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tanjung Selayar Tahun 2024 Mardiana, Mardiana; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Kristiana, Efi; Yuliastuti, Erni
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.283

Abstract

Latar Belakang: Diare masih menjadi masalah di Indonesia, Penyebab diare pada bayi < 6 bulan dikarenakan makanan dan minum yang masuk sebelum waktunya sehingga menyebabkan tidak tercapainya ASI Eksklusif. Target program Pemberian ASI Eksklusif menurut WHO (2023) tercatat hanya 67,96%, turun dari 69,7% dari 2022 Tujuan untuk mengetahui Hubungan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Diare pada Anak 7-24 Bulan. Tujuan penelitian Tujuan pada penelitian ini adalah Mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi (Fe) di Wilayah Kerja Puskesmas Pudi Kecamatan Kelumpang Utara Kabupaten Kotabaru Tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan. pendekatan dengan menggunakan metode Probability Sampling dengan teknik Total Sampling. Jumlah sampel sebanyak 141 anak di Puskesmas Tanjung Selayar. Populasi pada penelitian adalah semua Ibu yang memiliki Anak 7-24 Bulan.  Instrumen yang digunakan adalah data MTBS dan buku KIA. Analisa Data yang digunakan yaitu Chi-Square. Hasil Penelitian : Kejadian Diare pada kasus ini yaitu sebanyak 47 bayi (33,3%) yang mengalami diare, dan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif yaitu 54 bayi (38,3%) yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif. Hail analisa uji Chi Square diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Diare (ρ-value 0,000), dengan nilai OR: 0,96. Kesimpulan ; Dari hasil Penelitian ini disimpulkan Balita yang diberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan maka kejadian diare akan berkurang.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Melalui Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Anemia Remaja Putri di SMPN 8 Satap Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2024 Safitri, Leli; Suhrawardi, Suhrawardi; Kristiana, Efi; Isnaniah, Isnaniah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.297

Abstract

Data SMPN 8 Satap Mantewe menunjukkan siswi yang memiliki Kadar Hb normal sebanyak 55%, yang mengalami anemia ringan sebanyak 24,7%, anemia sedang 18,5% dan anemia berat 1,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas media leaflet terhadap tingkat pengetahuan  tentang anemia pada remaja putri di SMPN 8 Satap Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu  tahun 2024. Penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment dengan rancangan One Group Pre-test Post-test Design. Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet dan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling sebanyak 48 siswi kelas VII. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 50,31 meningkat menjadi 94,79. Terdapat efektivitas leaflet terhadap tingkat pengetahuan tentang anemia pada remaja putri dengan p value 0,000 (p<0,05).  Kesimpulan dalam penelitian ini adalah media leaflet efektif terhadap peningkatan  pendidikan kesehatan dan peningkatan tingkat pengetahuan remaja