p-Index From 2021 - 2026
8.849
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategies to Build a Pesantren Culture Without Bullying: Implementation of Anti-Kekerasan Programs setyowati, fina fitriawahyu; Dartim, Dartim
At-Tarbiyat Vol 8 No 1 (2025): Islamic Education (In Press)
Publisher : Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37758/jat.v8i1.1457

Abstract

Bullying and violence are serious problems that can occur in various environments, including in religious educational institutions such as Islamic boarding schools. As an institution that plays a role in shaping the character of students with high religious and moral values, boarding schools face challenges in creating an environment that is safe and free from bullying. This study aims to analyze the strategies applied in building a pesantren culture without bullying and evaluate the implementation of the anti-violence program at Al-Muayyad Islamic Boarding School in Surakarta. This research uses a field-based qualitative method (field research) with a case study approach. Data were obtained through primary and secondary sources, and collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that Al-Muayyad Islamic Boarding School has implemented a comprehensive anti-bullying strategy through the formation of the Sarungan Team, which plays a role in preventing and handling cases of bullying and violence in the pesantren environment. This program has a positive impact, such as a decrease in the number of santri mutations and an increased sense of security and comfort in the pesantren environment. However, the implementation of this program still faces several obstacles, such as limitations in supervising students, a limited number of cadres, and challenges in deliberating with parents in certain cases. This research is expected to be a reference for religious education institutions in developing effective strategies to create a safe, comfortable, and free from bullying and violence pesantren environment.
Peran Guru Dalam Pembimbingan Belajar Al-Qur’an di SMP Muhammadiyah 1 Gatak Rahman Istaluhu; Dartim Dartim
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.558

Abstract

There are so many students whose ability to read the Qur'an is still lacking, some are even unable to read at all, therefore this form of guidance on how to read the Qur'an is a form of learning so that students are able to read the Qur'an. This will also help Islamic teachers in providing Islamic religious learning in schools. This research is a type of qualitative descriptive research with several activities that include data collection techniques, namely by conducting observations, interviews and documentation. Data analysis techniques use descriptive techniques or more specifically use interactive models. The results of this research are: (1) The teacher's role in guiding learning to read the Al-Qur'an must really be implemented as well as possible. The teacher's role includes increasing study hours and guiding students in extracurricular reading of the Koran. (2) Steps taken include providing additional Al-Qur'an study hours, to maximize student learning activities. Then provide guidance in the extracurricular Al-Qur'an reading program, with the aim of all students being able to read the Al-Qur'an well. This is done considering that relying on the available hours is very small to achieve success in students being able to read the Al-Qur'an well and correctly.
Strategi Manajemen Kesiswaan dalam Meningkatkan Karakter Islami di SMA MTA Surakarta Ummu Azka Amalia; Dartim
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 12 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v12i1.11394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen kesiswaan dalam pembentukan karakter Islami peserta didik di SMA MTA Surakarta. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana sekolah berbasis Islam menerapkan program dan pendekatan yang efektif dalam membentuk karakter siswa yang berpedoman pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara langsung serta telaah dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa SMA MTA Surakarta memiliki pola manajemen kesiswaan yang sistematis dan terorganisir dengan baik, mencakup perencanaan siswa, orientasi, pembinaan karakter, dan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler. Berbagai program unggulan seperti pengajian rutin, pembinaan akhlak, tes bakat dan minat, serta kegiatan sosial dan akademik menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter Islami siswa. Tantangan era modern yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial direspons oleh sekolah melalui inovasi seperti program Quranic Learning dan entrepreneurship. Dengan strategi tersebut, SMA MTA Surakarta berhasil membangun suasana pendidikan yang dapat memperkuat pembentukan karakter Islami pada siswa.
Development of Education, Health and Social Service as an Implementation of Al-Maun Theology to Strengthen the Welfare of Community Life in Pucung Village, Wonogiri Ibnu Rushd, Dartim; Muhammad Wildan Shohib; Mohamad Ali; Mohamad Nur Rochim Maksum; Nurul Latifatul Inayati
Abdi Psikonomi Vol 6, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.v6i1.9188

Abstract

This community service program (PkM) aims to address significant welfare gaps in remote areas. Such as in rural areas in Wonogiri Regency, Central Java. This PkM focuses on integrated Islamic religious education, health and social services as an actualization of Al-Maun theology initiated by KH Ahmad Dahlan (founder of Muhammadiyah). Islamic religious education services, especially in remote areas such as Pucung Village, Eromoko District, Wonogiri are among the most concerning. Due to various limitations, such as lack of teachers, minimal educational facilities, minimal social activities and a quality of life that is far from healthy. This fact encourages the PkM Team to provide solutions in the form of programs and activities designed to improve the quality of life of the community in terms of education, health and social. Guidance activities are carried out with religious guidance to improve understanding and quality of worship and other Islamic education. Muhammadiyah Post School which provides non-formal education at the ronda post. In addition, there is also Health Education to increase health awareness in the community. This program will involve various stakeholders, including local governments, schools, communities, and religious organizations. Through good collaboration, it is hoped that it can create a conducive, sustainable living environment that can reflect the characteristics of Al-Maun theology with a focus on the three areas as mentioned.
Diferensiasi Peran Guru Pendidikan Agama Islam Muhammadiyah di SMK Muhammadiyah Kartasura dan Nahdlatul Ulama di SMK Negeri 1 Surakarta Satriadi, Fajar Ikhsan; Dartim, Dartim
Instructional Development Journal Vol 8, No 1 (2025): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v8i1.36730

Abstract

Penelitian ini berfokus pada keterlibatan Guru PAI dalam membantu siswa membangun karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan perbedaan peran guru PAI dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Untuk mengumpulkan data, digunakan dua teknik yaitu wawancara dan observasi. Keabsahan data didapatkan melalui triangulasi yang meliputi triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Proses analisis data mencakup pengurangan data, penyajian data, serta verifikasi dan penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan Guru PAI berperan sebagai pembimbing yang membantu mengembangkan siswa, sebagai teladan dengan memberikan contoh yang baik, dan sebagai role model memotivasi siswa. Guru PAI memainkan peranan penting dalam mendidik siswa agar menjadi individu dengan karakter yang kuat, yang akan berkembang menjadi pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, bermoral, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dalam hidup. Dengan demikian, dapat memberikan dampak positif pada pengembangan karakter siswa, khususnya di SMK Muhammadiyah Kartasura dan SMKN 1 Surakarta.
Peran Kepala Sekolah sebagai Supervisor dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta Putri, Rossalina Eka; Dartim, Dartim
Instructional Development Journal Vol 8, No 1 (2025): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v8i1.36491

Abstract

Penelitian dilaksanakan guna menganalisis peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam meningkatkan mutu pendidikan agama islam, menerapkan metode penelitian kualitatif, peneliti menghimpun data melalui observasi dan sekaligus melakukan wawancara bersama kepala sekolah secara langsung di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. Kepala sekolah melakukan peningkatan supervisi akademik pembelajaran PAI, melakukan peningkatan profesionalisme guru PAI, mengadakan berbagai pembiasaan keagamaan serta berkolaborasi bersama orang tua peserta didik untuk dapat mempengaruhi peningkatan mutu PAI di sekolah. Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Jika kepala sekolah sebagai supervisor dapat menjalankan perannya tersebut dengan baik, mutu pendidikan PAI di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta berpotensi mengalami peningkatan.
Manajemen Kesiswaan dalam Pengembangan Karakter Disiplin Siswa di SMP Negeri 1 Tawangmangu Ramadhan, Afief Thiar; Dartim
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i3.4631

Abstract

Tujuan pendidikan untuk membentuk karakter disiplin manusia yang lebih baik masih belum tercapai sepenuhnya, Pendidikan yang baik akan membentuk individu-individu yang berkarakter baik, Untuk menciptakan pendidikan yang positif dan tearah di dalam lingkungan sekolah, sekolah mempunyai manajemen kesiswaan yang harus mengajarkan siswa  untuk berperilaku yang mencerminkan sifat disiplin sekolah, disiplin Ini akan menjadi proses pembentukan yang baik yang akan menghasilkan seorang individu yang luhur dan juga berkarakter baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Program yang dilakukan Waka kesiswaan untuk mengembangkan karakter disiplin peserta didik, peneliti menggunakan metode kualitatif dan data yang di peroleh melalui wawancara dan observasi dengan Waka Kesiswaan di SMP Negeri 1 Tawangmangu, hasil dari penelitian ini yaitu melalui tiga aspek utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam perencanaan, Waka Kesiswaan menunjuk empat dewan guru dan bekerja sama dengan wali kelas, guru BP/BK, wali murid, serta masyarakat untuk mengawasi dan mensosialisasikan tata tertib sekolah. Pelaksanaan dimulai dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru, diikuti oleh kegiatan rutin seperti upacara bendera dan program pembiasaan, Evaluasi dilakukan secara berkala melalui rapat dan pengumpulan masukan dari wali kelas serta komunikasi dengan wali murid via grup WhatsApp.
Implementasi Konsep Integrasi Islam Dan Sains Perspektif Agus Purwanto Sebagai Strategi Pengajaran Pendidikan Islam Dartim; Mohamad Ali
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/al-ilmi.v8i2.2487

Abstract

Islamisasi sains telah banyak dilakukan, baik secara perorangan maupun kelembagaan. Namun bagaimana strategi implementasinya dalam sistem pembelajaran pendidikan Islam masih sangat minim dilakukan. Sejauh ini wacana yang mendominasi bahwa Integrasi sains Islam berada di ranah ilmu sosial: seperti ekonomi, psikologi maupun politik. Oleh karena itu, tulisan ini akan mencoba mengidentifikasi bagaimana implementasi konsep nalar ayat-ayat semesta dalam epistemologi atau dalam bahasa lain strategi untuk sistem pengajaran pendidikan Islam baik itu ranah teoritis maupun praktis. Kajian dilakukan dengan pendekatan ilmiah melalui metode dokumentasi dan literasi. Analisis dilakukan dengan model analisis isi. Analisis Isi dilakukan dengan model analisis interaktif sesuai dengan jenis penelitian kualitatif menurut Miles dan Hubermen. Kemudian setelah melalui kajian di atas setidaknya ada empat karakter yang bisa menjadi landasan epistemologi atau startegi implementasi pembelajaran di dalam pendidikan Islam menurut Agus Purwanto. Hasilnya yakni: sistematif; eksploratif; komprehensif-integratif; dan objektif-toleran. Harapan akhir dari kajian ini adalah agar tidak ada lagi pertentangan antara ilmuwan dan ulama
Cultivation of Religious Moderation Values in Students through Religious Education: Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama pada Peserta Didik melalui Pendidikan Agama Yulianingsih, Wahyu Feby; Dartim, Dartim
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 26 No. 3 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious moderation is a critical value in maintaining social harmony within Indonesia’s pluralistic society. In educational contexts, particularly in junior high schools, Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in instilling values such as tolerance, anti-radicalism, and respect for diversity. However, limited empirical studies have investigated how these values are concretely embedded in formal education, especially in non-pesantren, public schools in rural settings. This study aims to explore the strategies employed by PAI teachers at SMP Negeri 2 Ngadirojo in fostering religious moderation, the dominant values emphasized, and the supporting and inhibiting factors. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observations, interviews, and documentation. The results show that the values of moderation are taught through curriculum integration, exemplary teacher behavior, daily habituation, and inclusive religious practices. Despite these efforts, challenges arise from limited teacher training and external influences such as intolerant social media content. The novelty of this study lies in its focus on a rural public school context, highlighting local cultural dynamics as a key enabler of contextualized religious moderation. The findings imply that PAI learning, when supported by reflective pedagogy and cultural sensitivity, can serve as a powerful medium for building a tolerant and cohesive young generation.Highlight : Religious moderation is taught through Islamic Education (PAI) by integrating values of tolerance, justice, and anti-radicalism. Teacher role modeling and inclusive school culture strengthen students' moderate religious attitudes. Challenges include limited curriculum integration, lack of teacher training, and external radical influences. Keywords : Religious Moderation, Islamic Religious Education, Junior High School Students, Tolerance, Religious Values
Sekolah Unggulan: Pemisahan Gender dan Pendekatan Adab Waliyuddin, Akbar; Rushd, Dartim Ibnu
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2023.11.2.263-277

Abstract

Pendidikan memainkan peran sentral dalam membentuk karakter generasi muda di era pendidikan yang kompleks. Artikel ini mengulas dampak model pendidikan di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta, yang mengombinasikan pemisahan gender dan pendekatan adab. Program unggulan ini, dimulai pada tahun 2006, bertujuan meningkatkan dimensi spiritual, moral, dan akademik siswa. Dengan memisahkan siswa berdasarkan jenis kelamin dan mengintegrasikan nilai-nilai adab Islam, sekolah ini berupaya menciptakan lingkungan belajar holistik. Penelitian ini menggali implementasi model pendidikan tersebut dengan fokus pada dampak terhadap perilaku, semangat belajar, dan karakter siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan observasi partisipatif dan wawancara dengan stakeholder terkait. Hasilnya menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan disiplin dan semangat belajar, meskipun menghadapi tantangan bersaing dan dinamika internal. Meskipun pemisahan kelas berdasarkan gender memengaruhi pola komunikasi siswa, prestasi akademis dipengaruhi oleh motivasi, dedikasi, dan dukungan keluarga. Evaluasi siswa dan situasi ujian menjadi tantangan dalam implementasi program ini. Meskipun demikian, program ini menjadi contoh bagaimana pendekatan holistik dapat membawa dampak positif yang besar dalam dunia pendidikan.
Co-Authors Afianto, Dodi Agung Wahyu Utomo Al-hakim, Hamka Ambarwati Anak Agung Gede Sugianthara Anandal, Fadhia Anggraini, Dina Putri Ansori, M. Fadlan Apriliana, Wulan Artistika Armadany, Cintya Rachma AYU LARASATI, MINTEN Chehdimae, Hamdan Chusniatun Dewi, Alya Rahmawati Dhani, Dwike Mawar Divana Nur Maulida Dodi Afianto Faqihuddin, Muhammad Febriyana, Aryeni Ika  Friyanda, Nurul Fahri Huwaidah, Devi Azalia Fitriabil Ikhsan Satriadi, Fajar Inayati, Nurul Latifatul Indarwati , Retno Inka Yuliana Iqbal Hidayatsyah Noor Istaluhu, Rahman Istanto Istanto Istanto Javier, Talitha Khairunnisa, Nur Afifah Laila Zurli Azzahra Latif Hanif Mustofa Lucky Maulidha Lucky Maulidha Mahasri Shobahiya, Mahasri Maulana, Naufal Rakha Maulida, Divana Nur Maulidha, Lucky Moh. Afif Al Mubaraq Mohamad Ali Mohammad Zakki Azani Mohammad Zakki Azani Muh Nur Rochim Maksum Muhammad Irsyad Nur Firdaus Muhammad Wildan Shohib Muqoddas, Lintang Faza Nauntika, Nila Pingkan Nubail, Ahmad Nur Isnaini, Natasya Nurrahman, Muhammad Mirza Nurul Latifatul Inayati Nurul Latifatul Inayati Panggalih Satya Prayoga Putri, Febriyani Amelia Putri, Rossalina Eka Qoridah*, Isna Ariffatul Radhitya Fajar Febrian Rahman Istaluhu Ramadhan, Afief Thiar Retno Windarwati Rohman, Muhammad Fathur Satriadi, Fajar Ikhsan setyowati, fina fitriawahyu Surya, Hanif Bahaudin Dzakir Putra Ummu Azka Amalia Utari Marcela Utomo, Agung Wahyu Waliyuddin, Akbar Wardhany, Adjenk An Nisa Kusuma Widyastuti, Ike Yulianingsih, Wahyu Feby Yusutria Yusutria Zaenal Abidin Zaenal Abidin