Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN EKSTRAKULIKULER HIZBUL WATHAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER NASIONALISME RELIGIUS PADA SISWA Anggraini, Dina Putri; Dartim, Dartim
PAI RAFAH Vol 5 No 3 (2023): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pairf.v5i3.19899

Abstract

Hizbul Wathan is a scouting movement founded by K.H Ahmad Dahlan as a forum for preparing and developing children, teenagers, and young people to have mental, faith, knowledge, technological, and morals to become true muslim and ready to become a cadre of the organization, people and nation. The purpose of this study is to know information about the extracurricular role of Hizbul Wathan (HW) in forming the character of religious nationalism in Muhammadiyah 3 Surakarta Senior High School Students. The research is a type of qualitative research using a phenomenological approach method. Technique collection data uses the method of observation, interviews, and documentation. The research was conducted at the HW scouting extracurricular activity at Muhammadiyah 3 Surakarta High School, which was the subject of this research the hizbul wathan coach, teacher, wakakurikulum, and also 5 students. The result of the research is;1) HW scout members do not yet have a complete of nationalism, 2) The extracurricular role of Hizbul Wathan in shaping the character of religious nationalism is through routine activities carried out by HW members, this character will slowly be formed, 3) The inhibiting factors for cultivating the character of religious nationalism through Hizbul Wathan extracurricular activities in Muhammadiyah 3 Surakarta High School students come from internal and external factors.
Peran Ustadz Dan Ustadzah Pelaksana Pendidikan Karakter Di Rqh (Rumah Qur’an Hidayatullah) Surakarta Panggalih Satya Prayoga; Dartim Ibnu Rusyd
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 6 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i6.577

Abstract

Peran adalah sebuah perangkat tingkat yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat. Ustadz dan Ustadzah atau guru adalah seorang pendidik yang berada dalam linkungan pendidikan Islam. Ustadz dan Ustadzah yang memiliki tugas untuk menyalurkan pemahamannya baik dalam segi pemahaman Al-Qur’an dan Hadits serta tenta memiliki pkarakter yang baik sehingga dapat di contoh oleh para peserta didiknya. Pendidikan adalah sebuah proses denga pengubahan sikap dan sebuah tata sikap seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, seperti proses, cara dan perbuatan pendidik. Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat atau watak. Tujuan dengan adanya peran ustadz dan ustadzah adalah untuk memberikan contoh kepada peserta didik pentingnya memiliki karakter ayng baik. Sekarang banyak anak-anak yang memiliki karakter memprihatinkan tidak sesuai dengan pendidikan yang diinginkan. Banyak yang berpendapat bahwasannya pendidikan karakter dapat memperbaiki macam-macam karakter anak agar menjadi manusia yang baik. Maka dari itu, penulis mengambil sebuah penelitian di salah satu tempat pendidikan tentang pelaksanaan pendidikan karakter.
Penerapan Nilai - Nilai Toleransi Dalam Pendidikan Agama Islam Di Manarul Islam Radhitya Fajar Febrian; Dartim Ibnu Rusyd
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 2 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i02.610

Abstract

Pendidikan toleransi dalam mengajarkan manusia untuk menerima perbedaan diantara persamaan yang sangat diidamkan di indonesai sebagai negara yang memiliki jumlah rakyat yang banyak yang di dalam nya juga banyak perbedaan terlebih dalam agama yang banyak kasus kasus berat yang terjadi karena tidak ada nya toleransi antara orang orang beragama di masyarakat tidak beda juah dengan mahad manarul islam yang bisa menerima perbedaan di masyarakat. Mahad yang berdiri di lingkungan masyarakat non muslim itu dapat menerima perbedaan dimasyarakat bahka dapat memaksimalakan peranana mahad di tengah masyarat non muslim yang sangat jarang kita lihat dari mahad mahad yang lain. Toleransi yang sesuai dengan islam rahmatan lil alamin yang pernah dilakukan oleh nabi muhammad ialah bisa melebur di tengah tengah masyaakat yang bermajemuk walaupun dengan jumlah yang berbeda dan menjadikan kebermanfaatan islam disitu.
Segregasi Kelas Berdasarkan Gender Sebagai Alternatif Pencegah Pergaulan Bebas Disekolah Menegah Pertama:Studi Kasus SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Moh. Afif Al Mubaraq; Dartim Dartim
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus - September 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i5.2347

Abstract

Pngelolaan siswa merupakan komponen penting dalam perencanaan dan pelaksanaan seluruh kegiatan, serta penyuluhan berkelanjutan bagi semua siswa untuk memastikan bahwa mereka jujur secara moral. Artikel ini mengeksplorasi peran inisiatif manajemen siswa dalam membentuk moralitas siswa yang berjalan di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta. Penulisan artikel ini bertujuan untuk efektifitas program segregasi kelas berdasarkan gender untuk mencegah pergaulan bebas di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta. Strategi penelitian ini berbasis lapangan dan kualitatif. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pembentukan moral seperti senyum, menyapa, memberi salam, bersikap sopan dan santun, kebiasaan beribadah, serta proses penampilan dalam pembentukan moral yang terus-menerus diamati dan dievaluasi, efektif dalam menumbuhkan sikap positif. kebiasaan dan karakter karismatik di lingkungan sekolah.
PEMBELAJARAN TAHSIN AL-QUR’AN DENGAN BERSERTIFIKASI METODE UMMI MELALUI PROGRAM SEKOLAH GURU NGAJI Lucky Maulidha; Zaenal Abidin; Dartim Dartim
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 7 عدد 1 (2022): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah-JUNI 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v7i1.476

Abstract

This research aims to describe learning Al-Qur'an tahsin using certification from the Ummi method through the Koran teacher school program and to describe the obstacles and solutions in learning Al-Qur'an tahsin using Ummi method certification through the Koran teacher school program. This research uses a qualitative approach with data presented descriptively. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The primary data source (main informant) in this research was interviews with Ustadz Dhohir Subagyo director of the Foundation and Ustadzah Dina Indriyanti, one of the coordinators of the Teacher Ngaji Berdaya Foundation (GNB). The results of this research are that learning tahsin using the Ummi method through the Koran teacher school program organized by the Klaten City GNB Foundation is running well and has produced several Koran teachers or Al-Qur'an teachers as participants in this program who have graduated and are certified by the Ummi method. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran tahsin Al-Qur’an dengan bersertfikasi metode Ummi melalui program sekolah guru ngaji serta untuk mendeskripsikan hambatan dan solusi dalam pembelajaran tahsin Al-Qur’an dengan bersertfikasi metode Ummi melalui program sekolah guru ngaji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data disajikan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data primer (informan utama) pada penelitian ini melalui wawancara dengan Ustadz Dhohir Subagyo selaku direktur Yayasan dan Ustadzah Dina Indriyanti salah satu koordinator dari Yayasan Guru Ngaji Berdaya (GNB). Hasil dari penelitian ini adalah dalam pembelajaran tahsin dengan metode Ummi melalui program sekolah guru ngaji yang diselenggarakan oleh Yayasan GNB kota Klaten berjalan dengan baik dan telah melahirkan beberapa guru ngaji atau guru Al-Qur’an sebagai peserta dalam program ini lulus dan bersertifikasi metode Ummi.
Pros and Cons of Mentioning Islam in Indonesia and Indonesian Islam Utari Marcela; Dartim
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 10 No 2 (2024): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/mxfh4f39

Abstract

This article discusses cultural acculturation in life, especially in the aspect of definition and socio-cultural identity. One of the issues that will be discussed is culture related to the multiculturalism perspective of Islam in Indonesia. The problem includes how to distinguish the concept of Islam in Indonesia and Indonesian Islam where this article will show that socio-cultural modality is the main force of Islam in Indonesia including religion that has an attachment to socio-cultural adaptation. The socio-cultural process gave birth to several cultural aspects including literary works, local songs (tembang), and also building art (architecture). Based on these examples, it can be said that there is adaptation among Muslims with the culture in Indonesia. In general, the opinion of religion and its adaptation occurs for every Muslim in a global context and experience
Islamic Perspective on Organizational Citizenship Behavior Among Academic Staff in Indonesian State Islamic Higher Education: Is It Effective? Shohib, Muhammad Wildan; Azani, Mohammad Zakki; Inayati, Nurul Latifatul; Dartim, Dartim; Nubail, Ahmad
Suhuf: International Journal of Islamic Studies Vol. 36 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/suhuf.v36i2.4702

Abstract

This study examines the perceived level of organizational citizenship behavior based on Islamic perspective (OCBIP) practices among academic staff in the Indonesian States' Islamic Higher Education Institutions (ISIHEIs). This study also sought to observe differences in the perceived level of OCBIP among academic staff by gender. A quantitative survey method was employed to collect the data from 450 academic staff of six State Islamic Higher Education Institutions (ISIHEIs) across Indonesia using a five-point OCBIP scale. Descriptive statistics, independent-sample t-tests, and bivariate correlations between antecedents of OCBIP were carried out with SPSS software version 25. The analysis of the study exhibits the perceived level of OCBIP practices among academic staff and gender influences on the perceived variables. The hypothesized model of the study added a new theory and knowledge of OCBIP from the Indonesian State Islamic Higher Education Institutions context that can be used to improve organizational effectiveness in ISIHEIs. The study's findings suggest that the value of the OCBIP practices by academic staff can boost the effectiveness of higher education institutions. The study tested, examined, and formulated OCBIP practices for ISIHEIs. The findings also contribute to understanding how OCBIP could be used to develop organizational effectiveness in the context of ISIHEIs.
QURAN LEARNING STRATEGY AT THE DAARUL ARQOM SAWAHAN MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL Surya, Hanif Bahaudin Dzakir Putra; Dartim, Dartim
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 01 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v8i01.8012

Abstract

Every Muslim uses the Koran as a guidance in life, although many Muslims are still illiterate. Al-Qur'an education is therefore required in the community as well as in Islamic boarding schools and formal schools. The purpose of this study is to describe: 1. Muhammadiyah Daarul Arqom Islamic Boarding School's Al Qur'an Learning Strategy. 2. Factors that Encourage and Discourage Muhammadiyah Daarul Arqom Islamic Boarding School to Use Al-Qur'an Learning Strategies. Data is gathered using a qualitative descriptive technique that includes observation, interviews, and documentation. The study's findings indicate that: 1. The Muhammadiyah Daarul Arqom Islamic boarding school uses a three-stage approach to teaching the Al-Qur'an: preparation, execution, and assessment 2). Supporting factors that occur in learning the Qur'an at the Muhammadiyah Daarul Arqom Islamic boarding school, namely: a) adequate classroom facilities, mosques and study places, b) good communication, carried out by ustadz with ustadz, ustadz with people old students, and ustadz with students. c) Motivation, which the ustadz gives to the students. The inhibiting factors that occur are: a) Laziness within the students, b) friends, when the students see their friends playing, the students are interested in following them.
Penerapan Metode Aktif Learning sebagai Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Bullying di SMK Negeri 1 Surakarta Febriyana, Aryeni Ika ; Dartim, Dartim
Instructional Development Journal Vol 7, No 3 (2024): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v7i3.35334

Abstract

Bullying is a serious problem among students that affects well-being and learning outcomes. This research aims to analyze the application of active learning used by Islamic religious education teachers in efforts to overcome bullying at SMK Negeri 1 Surakarta. The research method used is the qualitative method, the data collection methods used are interviews, observation and documentation directly at SMK Negeri 1 Surakarta.The results of the research show that the application of active learning methods is effective in reducing bullying behavior at SMK Negeri 1 Surakarta, because the application of Islamic religious education teachers makes the class atmosphere active for everyone, not just the teacher, this aims to increase students' awareness of the importance of tolerance and cooperation. These findings suggest integrating Active Learning in the Pai curriculum to create a positive and inclusive learning environment.Bullying merupakan masalah serius di kalangan siswa yang mempengaruhi kesejahteraan dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan aktif learning yang digunakan guru pendidikan agama Islam dalam upaya mengatasi bullying di SMK Negeri 1 Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kualitatif, metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawancara, observasi, serta dokumentasi secara langsung di SMK Negeri 1 Surakarta.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode aktif learning efektif mengurangi perilaku bullying di SMK Negeri 1 Surakarta, karena penerapannya guru pendidikan agama Islam menjadikan suasana kelas menjadi aktif semuanya tidak hanya guru, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya toleransi dan kerja sama. Temuan ini menyarankan pengintegrasian Active Learning dalam kurikulum Pai untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inklusif. 
Pemikiran al-Ghazali dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Era Digital Widyastuti, Ike; Dartim, Dartim
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1616

Abstract

This paper analyzes the contribution of Imam al-Ghazali’s thoughts to the development of the Islamic Education curriculum in the digital era. In the context of complex digitalization, Islamic education plays a crucial role in shaping individuals who are intelligent, knowledgeable, and understand religious values. Al-Ghazali emphasizes the integration of worldly and spiritual knowledge as well as the importance of applying knowledge in daily life. This research employs a qualitative approach through literature review to analyze various relevant sources. The findings indicate that al-Ghzali’s educational concepts are highly relevant to contemporary educational challenges, offering a comprehensive framework for designing a curriculum that not only imparts knowledge but also instill moral values. By integrating cognitive, affective, and psychomotor aspects, the proposed curriculum aims to create individuals who are not only academically intellegent but also possess a high sense of social responsibility, along with a personality that is faithful, devout, and ethical. The contributions of al-Ghazali’s thoughts provide a foundation for developing a relevant and meaningful Islamic education curriculum in today’s multicultural society.