Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Waktu Pertama Pemberian Makanan Pendamping ASI terhadap Status Gizi Bayi Usia 6 – 24 Bulan Faustine, Gracella; Arfiyanti, Arfiyanti; Makkiyah, Feda Anisah; Nurrizka, Rahmah Huda
Journal of Religion and Public Health Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Journal of Religion and Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v3i2.28814

Abstract

Background. Malnutrition is a global problem with high morbidity and mortality rates. The fulfillment of adequate nutrition, especially in the early stage of life, is very important for growth and development. Early nutrition in a child’s life begins with exclusive breastfeeding which contains all the elements of nutrients needed. When breast milk is not sufficient to meet the nutritional needs of infants, specific nutritional interventions in the form of complementary foods are required. A review about the effect of the right time of complementary foods is needed to ensure optimal nutritional status. Objective. Analyzed the effect of timing of introduction to complementary foods on nutritional status in infants aged 6 – 24 months. Methods. A systematic literature review using PRISMA-P 2020 by reviewing studies obtained through databases such as Scopus, PubMed, and Google Scholar. Result. A total of 7 literatures were obtained with 5 literatures having significant results. The incidence of stunting is 1.21-13.3 times higher in complementary foods given at <6 months of age and 1.64-fold in >8 months. The incidence of underweight occurs 2.14 times in complementary foods given at the age of 4-5 months. The incidence of wasting has a 2.86-fold risk in complementary foods given at the age of 0-1 months. The risk of being overweight can occur 1.50-1.66 times in complementary foods given at less than 6 months. Conclusion. Early (<6 months) and late (>8 months) introduction to complementary foods has an effect on the incidence of stunting, underweight, wasting, and overweight in infants aged 6-24 months.Keywords: Malnutrition, Complementary Foods, Nutritional Status AbstrakLatar belakang. Malnutrisi merupakan permasalahan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pemenuhan gizi yang tepat pada fase awal kehidupan sangat penting bagi proses tumbuh kembang. Pemberian gizi anak diawali dengan ASI ekslusif yang mengandung semua unsur zat gizi yang dibutuhkan bayi. Pada saat ASI tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, diperlukan intervensi gizi spesifik berupa MPASI. Peninjauan pengaruh waktu yang tepat pada pemberian MPASI diperlukan untuk menjamin status gizi anak yang optimal. Tujuan.Menganalisis pengaruh waktu pertama pemberian MPASI terhadap status gizi bayi usia 6 – 24 bulan. Metode.Tinjauan pustaka sistematis metode PRISMA-P 2020 dengan meninjau studi yang diperoleh melalui basis data Scopus, PubMed, dan Google Scholar. Hasil. Didapatkan total 7 literatur dengan 5 menunjukkan hasil signifikan pengaruh waktu pertama pemberian MPASI terhadap status gizi bayi usia 6 – 24 bulan. Kejadian stunting berisiko 1,21 – 13,3 kali lipat pada MPASI < 6 bulan dan 1,64 kali lipat pada MPASI >8 bulan. Underweight berisiko 2,14 kali lipat pada MPASI 4 – 5 bulan. Wasting berisiko 2,86 kali lipat pada MPASI 0-1 bulan. Risiko overweight terjadi 1,50 – 1,66 kali lipat pada MPASI <6 bulan. Kesimpulan. MPASI dini (<6 bulan) dan terlambat (>8 bulan) berpengaruh terhadap stunting, underweight, wasting, dan overweightKata Kunci:  Malnutrisi, MPASI, Status Gizi 
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kecerdasan Emosional Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Tahun 2021 Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Natanel, Handro Steve; Pasiak, Taufiq Fredrik; Prabowo, Imam; Makkiyah, Feda Anisah; Nurrizka, Rahmah Hida
Journal of Religion and Public Health Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Journal of Religion and Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v4i1.28830

Abstract

Sleep quality may affect many important things in life. Medical students are one of the groups at risk of experiencing poor sleep quality, especially during the COVID-19 pandemic. Various stressors to medical students might cause poor sleep quality and affect emotional intelligence which is an important indicator of social functioning. The purpose of this study was to determine the relationship between sleep quality and emotional intelligence during the COVID-19 pandemic in medical students. This research is a cross-sectional study. Data collection was done by a simple random sampling technique with a total sample of 120 respondents. Data based on the characteristics of respondents, univariate analysis, and bivariate analysis using the Spearman correlation test. The instruments used are the Pittsburgh Sleep Quality Index and the Schutte Emotional Intelligence Scale. The results of the bivariate analysis showed a p-value of 0.000 < 0.05 (α) and a calculated r-value of 0.674. Therefore, it can be concluded that there is a strong relationship between sleep quality and emotional intelligence in medical students during the COVID-19 pandemic.Keywords: COVID-19 Pandemic, Emotional Intelligence, Medical Student, Sleep QualityAbstrak Tidur yang berkualitas dibutuhkan oleh makhluk hidup. Kualitas tidur yang terganggu dapat mempengaruhi kesehatan karena dapat mempengaruhi proses metabolik, kesehatan fisik, mental, kemampuan kognitif, dan kecerdasan emosional. Mahasiswa kedokteran merupakan salah satu kelompok yang berisiko mengalami kualitas tidur yang buruk, terutama di masa pandemi COVID-19. Berbagai stresor pada mahasiswa kedokteran dapat menyebabkan kualitas tidur yang buruk dan mempengaruhi kecerdasan emosional yang merupakan indikator penting dari fungsi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kecerdasan emosional selama pandemi COVID-19 pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 120 responden. Data dianalisis berdasarkan karakteristik responden, analisis univariat, dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Instrumen yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index dan Schutte Emotional Intelligence Scale. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value 0,000 < 0,05 (α) dan nilai r hitung 0,674. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kualitas tidur dengan kecerdasan emosional pada mahasiswa kedokteran selama masa pandemi COVID-19.Kata kunci: Kualitas Tidur, Kecerdasan Emosional, Mahasiswa Kedokteran, Pandemi COVID-19
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Ahmad Aulia Ahmad Taufik Aisyah, Ammara Alifah Safira Amperatmoko Alya Roza Lisanti Anisah Anisah Antoni, Darius Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Arfiyanti Arfiyanti Arfiyanti, Arfiyanti Aritonang, Hosianna Stephany Ayu Devania Dipta Gayatri, Gusti Ayu Magdalena Natalia Situmeang Basuki Supartono Bintang Bayu Aryandi Buana, Gherriandi Raja Budiman, Anisa Novita Dian Pertiwi Dian Pertiwi Digna, Audrey Alvura Erna Harfiani Faustine, Gracella Fitriana Fitriana Goenarjo, Roman Gracella Faustine Heni Pujiastuti Heristyorini, Ayodya Herkan, Muhamad Thariq Imam Prabowo, Imam Juliana, Dian Kamaludin, Fahmi Marlina Dewiastuti Marlina Dewiastuti, Marlina Masiran, Ruziana` Meiskha Bahar Melly Kristanti Muhammad Ferrel Privansyah Cader Cader Muhammad Reihan Arianda Nabila Aulia Ainaya Nafira, Amodya Dahayu Napitupulu, Partogi Natanel, Handro Steve Nugrahana, Raisa Yunika Nurfitri Bustamam Nurhadi Ibrahim Nurrahmah, Rahma Nida Nurrizka, Rahmah Huda Oktafiani, Devi Oktavia, Sabina Pasiak, Taufiq Fredrik Prita Maya Savitri Rachmawati, Alfira Rahma Hida Nurrizka Rahmah Hida Nurrizka Rahmah Huda Nurrizka Rizkyta, Bunga Mentari Rosadi, Andrea Salsabila Sabita, Rifqi Safira, Lisa Salim Harris, Salim Sembiring, Rinawati Setyaningsih, Yuni Shelly Nobel Shofiy, Alifya Rayyani Sihotang, Theodora Caroline Subeno, Setia Syahrin, Rosita Alfi Taufik Jamaan Taufiq Fredrik Pasiak Tiwuk Susantiningsih Wahyudi, Dhyani Paramita Widayani Wahyuningtyas Yani, Sri Yuni Setyaningsih Yuri Nurdiantami Zulfa , Fajriati