Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar
Bagian Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

Published : 75 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : Dentin

PERBANDINGAN KEKUATAN GESER RESIN KOMPOSIT BIOAKTIF ANTARA KLORHEKSIDIN DIGLUKONAT 2% DAN NaOCL 5%+EDTA 17% SEBAGAI CAVITY CLEANSER Hanifah Mulyani; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi; Sherli Diana
Dentin Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Cleaning the cavity before restoration with the application of disinfection material, namely the cavity cleanser, aims to remove debris, bacteria, which colonize or proliferate in the smear layer of the cavity. Chlorhexidine digluconate disinfection agent is antimicrobial, and NaOCL (sodium hypochlorite) has antibacterial properties and can dissolve organic tissue, so NaOCL is combined with EDTA to remove inorganic tissue. Purpose: To compare the shear strength of bioactive composite resin between 2% chlorhexidine digluconate and 5% NaOCL + 17% EDTA as a cavity cleanser. Methods: This study was divided into three treatment groups, the first group was chlorhexidine digluconate 2% before etching, the second group was application of NaOCL 5% + EDTA 17% before etching, and the third group without application of cavity cleanser before etching. The cavity is then filled using bioactive composite resin. The shear strength test was carried out using a universal testing machine. Results: One-way ANOVA test showed that there was no significant difference between treatment groups (p> 0.05). Conclusion: There is no significant difference in the shear strength of bioactive composite resin with the application of 2% chlorhexidine digluconate before etching, 5% NaOCL + 17% EDTA before etching, and without the application of cavity cleanser before etching. Key words: Bioactive composite resin; cavity cleanser; Chlorhexidine digluconate 2%, NaOCl 5% dan EDTA 17%. ABSTRAKLatar belakang: Pembersihan kavitas sebelum restorasi dengan aplikasi bahan desinfeksi yaitu cavity cleanser bertujuan untuk menghilangkan debris, bakteri, yang berkolonisasi atau proliferasi dalam smear layer pada kavitas setelah dipreparasi. Bahan desinfeksi klorheksidin diglukonat bersifat antimikroba dan NaOCL (Natrium hipoklorit) sifat antibakteri dan dapat melarutkan jaringan organik, sehingga NaOCL digabung dengan EDTA untuk menghilangkan jaringan anorganik. Tujuan: Membandingkan kekuatan geser resin komposit bioaktif antara Klorheksidin diglukonat 2% dan NaOCL 5%+EDTA 17% sebagai cavity cleanser. Metode Penelitian: Penelitian ini terbagi menjadi tiga kelompok perlakuan, kelompok pertama adalah klorheksidin diglukonat 2% sebelum pengetsaan, kelompok kedua yaitu aplikasi NaOCL 5%+EDTA 17% sebelum pengetsaan, dan kelompok ketiga tanpa aplikasi cavity cleanser sebelum dietsa. Kavitas kemudian ditumpat menggunakan resin komposit bioaktif. Uji kuat geser dilakukan dengan menggunakan universal testing machine. Hasil: Uji one-way ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (p>0.05). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna kekuatan geser resin komposit bioaktif dengan aplikasi klorheksidin diglukonat 2% sebelum pengetsaan, NaOCL 5%+EDTA 17% sebelum pengetsaan, dan tanpa aplikasi cavity cleanser sebelum dietsa. Kata kunci: Resin komposit bioaktif; cavity cleanser; Klorheksidin  diglukonat 2%, NaOCl 5% danEDTA 17%.
PERBANDINGAN JARAK PENYINARAN DAN KETEBALAN BAHAN TERHADAP KUAT TARIK DIAMETRAL RESIN KOMPOSIT TIPE BULK FILL Astuti Noviyani; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi; Dewi Puspitasari
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Bulk-fill composite resin is a composite resin that can be applied at once into tooth cavity approximately 4 mm. The process of polymerization on resin composite resin is a vital part which requires special attention during filling. Factors that affect the polymerization of composite resin is irradiation distance and material thickness. This is due to the incomplete polymerization, which affect the diametral tensile strength of bulk-fill composite resin. This research with observe the difference of material thickness and irradiation distance of bulk-fill composite resin to know the effect on diametral tensile strength. Purpose: The aim of this research is to compare the diametric tensile strength of bulk-fill composite resin with different material thickness (2.4 and 6 mm) and irradiation distance (0.2 and 5 mm). Methods: The method of this research is true experimental with post-test only with control group design. Sampling technique used was simple random sampling with 45 samples divided into 9 groups with different thickness and irradiation distance. Results: Analysis of data using parametric test One Way Anova with significant value 0.000 (p<0.05) and LSD Post Hoc test showed there are significant differences between the thickness group of 6 mm with irradiation distance 0.2 and 5 mm  with a value of p = 0,000 (p<0,05). Conclusion: Based on this research, there is difference of thickness material and irradiation distance on diametral tensile strength of bulk-fill composite resin. ABSTRAKLatar Belakang: Resin komposit tipe bulk fill merupakan resin komposit yang dapat diaplikasikan secara sekaligus ke dalam kavitas gigi kurang lebih 4 mm. Proses polimerisasi pada resin komposit merupakan hal yang penting pada proses penumpatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi polimerisasi resin komposit adalah jarak penyinaran dan ketebalan bahan. Hal ini dikarenakan proses polimerisasi yang tidak sempurna dapat mempengaruhi kuat tarik diametral resin komposit tipe bulk fill. Penelitian ini dilakukan dengan melihat perbedaan ketebalan bahan dan jarak penyinaran pada resin komposit tipe bulk fill untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kuat tarik diametral. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai kuat tarik diametral resin komposit tipe bulk fill dengan ketebalan (2, 4 dan 6 mm) dan jarak penyinaran (0, 2 dan 5 mm) yang berbeda. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimental murni dengan post-test only with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 yang dibagi menjadi 9 kelompok dengan ketebalan dan jarak penyinaran yang berbeda-beda. Hasil: Analisis data menggunakan uji parametrik One Way Anova dengan nilai signifikansi 0.000 (p<0.05) dan uji post hoc LSD didapatkan hasil perbedaan bermakna pada kelompok ketebalan 6 mm dengan jarak penyinaran 0, 2 dan 5 mm dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini terdapat perbandingan ketebalan bahan dan jarak penyinaran terhadap kuat tarik diametral resin komposit tipe bulk fill.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS JUS BUAH APEL (Malus Syvestris Mill) SEBAGAI PEMUTIH GIGI ALAMI EKSTERNAL BERDASARKAN VARIETAS Nor Azizatur Rosidah; Isyana Erlita; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACK  Background: Teeth discoloration is a vital aesthetic factor. Discoloration can be prevented by the usage of teeth whitening agents. A known natural teeth whitening agent are apples (Malus sylvestris Mill) which contains maleic acid, a compound with the capabilty of teeth whitening. High quality varieties of apples are widely cultivated at Kota Batu- East Java such as Anna, Romebeauty, and Manalagi. Purpose: This study is aimed to analyze teeth whitening using apple juice from different varieties. Methods: This study is a true experimental study with a pre and post test only with control group design on 32 upper jaw permanent incisor samples divided into 4 treatment groups: soaking in 75% Anna apple juice, 75% Rome beauty apple juice, 75% Manalagi apple juice, and the negative control group with aquadest for 6 hours/day and saline solution for 18 hours/day in an incubator. Treatment were carried on and repeated for 14 days. Discoloration is observed using Vitapan Classical Original shade guide. Results: One Way ANOVA test revealed a (p=0.000) with a p<0.05, proving a significant difference of teeth color between groups. Pos Hoc Benferoni test revealed a significant difference between 75% Anna apple juice and 75% Rome beauty apple juice with the  75% Manalagi apple juice  and aquadest groups. No difference between the 75% Anna apple juice and the 75% Rome beauty apple juice and between the 75% Manalagi and the negative control group with aquadest. The significant color change on Anna and Romebeauty because the maleic acid is higher than Manalagi. Conclusion: The concluded there is a difference of effictiveness teeth whithening between apple varieties Anna, Romebeauty and Manalagi Key words : Apple, Maleic Acid, Teeth Discoloration, Teeth Whitening.  ABSTRAK  Pendahuluan: Warna gigi merupakan salah satu faktor estetika penting pada seseorang. Perubahan warna pada gigi dapat diatasi dengan cara pemutihan gigi. Salah satu bahan alami yang dapat memutihkan gigi yaitu buah apel (Malus sylvestris Mill) yang mengandung asam malat, yaitu zat yang dapat memutihkan warna gigi. Varietas buah apel unggulan yang dibudidayakan di Kota Batu- Jawa Timur yaitu varietas Anna, Romebeauty, dan Manalagi.  Tujuan: Untuk menganalisis perbandingan pemutihan gigi dengan jus buah apel berdasarkan varietas. Metode: Yang digunakan adalah true eksperimental dengan rancangan pre and post test only with control group design dengan 32 sampel gigi permanen insisivus RA terdiri dari 4 perlakuan yaitu perendaman jus buah apel varietas Anna 75%, varietas Rome beauty 75%, varietas manalagi 75%, dan kontrol negatif aquadest selama 6 jam/hr dan larutan salin selama 18 jam/hr didalam inkubator dan dilakukan pengulangan sampai 14hari. Perubahan warna diamati menggunakan Vitapan Classical Original shade guide. Hasil: Uji One Way ANOVA p=0.000 (p<0.05), maka ada perbedaan tingkat perubahan warna gigi antar kelompok perlakuan. Uji lanjut Pos-Hoc Bonferoni menunjukkan ada perbedaan bermakna antara jus buah apel varietas Anna 75% dan varietas Romebeauty 75% dengan jus buah apel varietas Manalagi 75% dan kontrol aquadest. Tidak ada beda antara jus buah apel varietas Anna 75% dengan varietas Romebeauty 75% dan jus buah varietas Manalagi dengan kontrol aquadest. Peningkatan perubahan warna gigi tertinggi terdapat pada varietas Anna dan Romebeauty karena kandungan asam malat yang lebih tinggi dibandingkan varietas Manalagi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna efektifitas pemutihan gigi antara buah apel varietas Anna, Romebeauty dan Manalagi.  Kata kunci : Apel, Asam Malat, Perubahan Warna Gigi, Pemutihan Gigi.
PENGARUH EKSTRAK KULIT BATANG MANGGA KASTURI (Mangifera casturi) TERHADAP KEPADATAN HARD CALLUS Taqwa Handraji Manto; Bayu Indra Sukmana; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi
Dentin Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental and oral health is a unity of body health, so their health must be maintained. One of the most common dental and oral diseases suffered by Indonesians is dental caries. This dental and oral health problem resulted in tooth extraction due to caries, so it requires medication to accelerate wound healing after tooth extraction. Some parts of the kasturi mango plant, such as leaves, fruits, and bark are known to have active substances and potentially against the density of hard callus. Purpose: to review various research articles related to the overview of the effect of mango kasturi bark extract (Mangifera casturi) on hard callus density. Method: All reviewed articles are obtained from Google Scholar and Science Direct data sources searches, and has a maximum journal publishing time span of the last 10 years. Result: The review was conducted in 10 journals found to fit inclusion criteria such as journals available in full-text form and research subjects extracting mango kasturi bark (Mangifera casturi). Conclusion: Kasturi mango bark extract has a direct and indirect influence on hard callus density. Keywords :, hard callus, mango kasturi bark extract, wound healing ABSTRAK Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan satu kesatuan dari kesehatan tubuh yang harus dipelihara kesehatannya, salah satu penyakit gigi dan mulut yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia ialah karies gigi. Permasalahan kesehatan gigi dan mulut ini mengakibatkan pencabutan gigi karena karies, sehingga memerlukan obat untuk mempercepat penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi. Beberapa bagian tanaman mangga kasturi, seperti daun, buah, dan kulit batangnya diketahui memiliki zat aktif dan berpotensi terhadap kepadatan hard callus. Tujuan: mengulas berbagai artikel penelitian yang berkaitan dengan gambaran pengaruh ekstrak kulit batang mangga kasturi (Mangifera casturi) terhadap kepadatan hard callus. Metode: Semua artikel yang direview diperoleh dari pencarian sumber data Google Scholar, dan Science Direct yang memiliki rentang waktu penerbitan jurnal maksimal 10 tahun terakhir. Hasil: Review dilakukan pada 10 jurnal yang ditemukan sesuai dengan kriteria inklusi seperti jurnal tersedia dalam bentuk full-text dan subjek penelitian ekstrak kulit batang mangga kasturi (Mangifera casturi). Kesimpulan: Ekstrak kulit batang mangga kasturi memiliki pengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap kepadatan hard callus. Kata kunci: Penyembuhan luka, ekstrak kulit batang mangga kasturi, hard callus
HUBUNGAN ANTARA pH SALIVA DENGAN INDEKS DMF-T ANAK YANG MENGKONSUMSI AIR PDAM DAN AIR SUMUR GALI Ajeng Zelline Ameriagitri; Rosihan Adhani; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi
Dentin Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground of study : Residents of Martapura city having  wetland area  are more vulnerable to have caries because they are continuously exposed by acid drainage. Most of them exploit dig well water and PDAM as a source of water to brush their teeth, gargle and cook the food. This condition affects the process of dental caries and pH. Objective: To analyse the correlation between salivary pH and index DMF-T of students who consume PDAM water and the dig well water in MTS Hidayatullah Martapura. Method: This research used analytic method with cross sectional. Respondent and sample is collected by random sampling. Total respondents is 68 cstudents that is divided into 2 groups, each sample consists of 34 students who consume PDAM Water and the orther ones, 34 students consume dig well water. Result: The pH average value of students who consume PDAM water is medium (6,6). The pH average value of students who consume dig well water is low (6,6). The DMF-T average value of students who consume PDAM water is medium (3,5). The DMF-T average value of students who consume dig well water is high (5,0). Conclusion: There is a significant relationship between student’s pH and index DMF-T who consume PDAM and dig well water.Keywords: Index DMF-T, Salivary pH, Wetland.ABSTRAKLatar Belakang: Penduduk Kecamatan Martapura Kota memiliki wilayah lahan basah yang lebih rentan terjadinya karies karena paparan air asam secara terus menerus. Sebagian besar penduduk memanfaatkan air sumur gali dan air PDAM sebagai sumber mata air untuk menyikat gigi, berkumur, minum, dan memasak. Kondisi air asam inilah yang dapat mempengaruhi proses terjadinya karies dan pH saliva.  Tujuan: Menganalisis hubungan antara pH saliva dengan indeks DMF-T anak yang mengkonsumsi air PDAM dan air sumur gali di MTS Hidayatullah Martapura. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden dan sampel di ambil dengan teknik simple random sampling, besar responden sebanyak 68 anak yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 34 anak yang mengkonsumsi air PDAM dan 34 anak yang mengkonsumsi air sumur gali. Hasil: Nilai rata-rata pH saliva anak yang mengkonsumsi air PDAM sebesar 6,6 dengan kategori sedang. Nilai rata-rata pH saliva anak yang mengkonsumsi air sumur gali sebesar 5,8 dengan kategori rendah. Nilai rata-rata indeks DMF-T anak yang mengkonsumsi air PDAM sebesar 3,5 dengan kategori sedang dan nilai rata-rata indeks DMF-T anak yang mengkonsumsi air sumur gali sebesar 5,0 dengan kategori tinggi. Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara pH saliva dengan indeks DMF-T anak yang menggunakan air PDAM dan air sumur gali.Kata kunci: Indeks DMF-T, Lahan basah, pH saliva.
PENGARUH LAMA PENGERINGAN BONDING DENGAN BAHAN PELARUT ASETON TERHADAP KEKUATAN IKAT GESER RESIN KOMPOSIT BIOAKTIF Endah Amalia Sari; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi; Buyung Maglenda
Dentin Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Bioactive composite resin have main components resembling other types of composite resin. Effect of drying time and type of solvents on the bonding is a factor that can determine of shear bond strength. Purpose: To analyze the effect of air drying time bonding with aceton as a solvent on the shear bond strength of bioactive composite resin. Methods: This study used 32 non-carious maxillary premolar teeth. Fiber glass with a diameter of 3 mm and thickness of 3 mm were fixed to dentin surface and applied using bioactive composite resin were divided into 4 treatment group, i.e. the group without air drying, 20 s, 40 s, and 60 s. Shear bond strength test using Universal Testing Machine. Results: One Way Anova and Post Hoc Bonferroni test showed significant differences with p=0.014 (p<0.05). The average value of the lowest shear bond strength in the group without air drying with a value of 6.184 ± 2.129 MPa and the highest value of shear bond strength is in the 60 seconds air drying with a value of 11.820 ± 2.965 MPa. Conclusion: The air drying time of the bonding affected the shear bond strength of bioactive composite resin.Keywords: Aceton, Bioactive, Bonding, Shear bond strength. ABSTRAKLatar Belakang: Resin komposit bioaktif memiliki komponen utama menyerupai resin komposit jenis lainnnya. Pengaruh lama pengeringan pelarut dan jenis bahan pelarut pada bonding merupakan faktor yang dapat menentukan kekuatan ikat geser. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh lama pengeringan bonding dengan bahan pelarut aseton terhadap kekuatan ikat geser resin komposit bioaktif. Metode: Penelitian ini menggunakan 32 gigi premolar rahang atas bebas karies. Cetakan fiber dengan diameter 3 mm dan tebal 3 mm diletakkan pada permukaan dentin dan ditumpat menggunakan resin komposit bioaktif, dibagi dalam 4 kelompok perlakuan yaitu tanpa pengeringan, 20 detik, 40 detik, dan 60 detik. Uji kekuatan ikat geser menggunakan Universal Testing Machine. Hasil: Uji One Way Anova dan Post Hoc Bonferroni menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai p= 0,014 (p<0,05). Rata-rata nilai kekuatan ikat geser terendah pada kelompok tanpa pengeringan dengan nilai (6,184 ± 2,129) MPa dan nilai kekuatan ikat geser tertinggi pada kelompok lama pengeringan 60 detik dengan nilai (11,820 ± 2,965) MPa. Kesimpulan: Lama pengeringan bonding memiliki pengaruh terhadap kekuatan ikat geser resin komposit bioaktif.Kata kunci: Aseton, Bioaktif, Bonding, Kekuatan ikat geser
PENGARUH EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa) TERHADAP JUMLAH SEL NAUTROFIL PADA PULPA Reisa Dahliani; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi; Raden Harry Dharmawan Setyawardhana
Dentin Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Caramunting leaf (Rhodomyrtus tomentosa) is an alternative pulp capping material that can provide anti-inflammatory effects. Phytochemical screening showed that caramunting leaf has secondary metabolites that inhibit oxidant production by neutrophils, monocytes, and macrophages. The decrease in inflammatory activity was marked by a decrease in the number of neutrophils on 3rd day as the inflammatory process decreased. Purpose: To determine and analyze the effect of Karamunting leaf extract (Rhodomyrtus tomentosa) at the dose of 800mg/KgBB on the neutrophil number in pulp inflammation of Wistar rats on 1st and 3rd day. Methods: This study was true experimental research (post-test only with control group design) using 30 Wistar rats divided into 6 groups which were given pulp capping material on the 1st and 3rd day using calcium hydroxide, Karamunting leaf extract, and without pulp capping material. The number of neutrophils was observed microscopically on the 1st and 3rd day. Results: One-way ANOVA and Post hoc Bonferroni test showed significant differences (p<0.05) in all groups. Conclusion: The administration of Karamunting leaf extract (Rhodomyrtus tomentosa) at the dose of 800mg/KgBB had a significant effect on reducing the neutrophil number in pulp inflammation of Wistar rats on 1st and 3rd day. Keywords: Karamunting leaf (Rhodomyrtus tomentosa), neutrophils, pulp capping. ABSTRAKLatar Belakang: Daun Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) merupakan salah satu bahan alternatif pulp capping yang dapat memberikan efek antiinflamasi. Skrining fitokimia menunjukan daun karamunting memiliki metabolit sekunder yang menghambat produksi oksidan oleh neutrofil, monosit dan makrofag. Penurunan aktivitas inflamasi salah satunya ditandai oleh penurunan jumlah neutrofil dihari ke-3 seiring berkurangnya proses inflamasi. Tujuan: Mengetahui dan menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) dosis 800mg/KgBB terhadap jumlah sel neutrofil pada inflamasi pulpa tikus wistar di hari ke-1 dan ke-3. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan post-test only with control group design menggunakan 30 ekor tikus wistar dibagi menjadi 6 kelompok yang akan diberikan bahan pulp capping pada hari ke-1 dan ke-3 menggunakan kalsium hidroksida, ekstrak daun karamunting, dan tanpa pemberian bahan pulp capping. Jumlah neutrofil diamati secara mikroskopis di hari ke-1 dan hari ke-3. Hasil: One-way Anova dan Post hoc bonferroni menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada semua kelompok. Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) dosis 800mg/KgBB memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan jumlah sel neutrofil pada inflamasi pulpa tikus wistar di hari ke-1 dan ke-3. Kata kunci : daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa), neutrophil, pulp capping.
EFEKTIVITAS DAYA HAMBAT EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK TERSTANDARISASI FENOL TERHADAP PERTUMBUHAN Enterococcus faecalis Dini Permata Sari; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi; Lia Yulia Budiarti
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Background: Bawang dayak bulb (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) is one of medicine plants from South Borneo has an antibacterial effect. Bawang dayak bulb contains of phenol can inhibit bacterial growth, one of gram-positive bacteria such as Enterococcus faecalis. Purpose: The purpose of this research is to analyzing the differences in antibacterial effectiveness of bawang dayak bulb extract with concentration 40%, 50%, 60%, 70%, 80% total phenol standarized and 2% Chlorhexidine gluconate to Enterococcus faecalis grownth as alternative material for root canal irrigation. Methods: This study was using true experimental laboratory, post test only with control group design with 6 group. Bawang dayak bulb extract with concentration 40%, 50%, 60%, 70%, 80% and 2% Chlorhexidine gluconate, each group was repeated 6 times. The antibacterial effect tested with diffusion method. Kruskal-Wallis and Mann Whitney tests were used for data analysis with 95% level of trust. Result: The result of total phenol shows that every 1mg or 1mg/ml extract contains 66,67µg. The radical zone of bawang dayak bulb extract with concentration 40%, 50%, 60%, 70%, 80% and 2% Chlorhexidine gluconate to Enterococcus faecalis are 14,08mm, 16,35mm, 18,26mm, 19,30mm, 21,28mm, 25,24mm. Conclusion: The conclusion this research is differences antibacterial effectiveness between bawang dayak bulb extract with concentration 40%, 50%, 60%, 70%, 80% and 2% Chlorhexidine gluconate. Bawang dayak bulb extract with concentration of 80% has greater antibacterial effectiveness than the concentration to Enterococcus faecalis.  Keywords: Bawang dayak bulb, Enterococcus faecalis, Chlorhexidine gluconate 2%  ABSTRAK  Latar belakang: Umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) adalah salah satu jenis tanaman obat di Kalimantan Selatan yang memiliki efek antibakteri. Umbi bawang dayak mengandung senyawa fenol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, salah satunya bakteri gram positif seperti Enterococcus faecalis. Tujuan: penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan efektivitas daya hambat ekstrak umbi bawang dayak 40%, 50%, 60%, 70%, 80% yang terstandarisasi fenol dan Chlorhexidine gluconate 2% terhadap Enterococcus faecalis sebagai alternatif bahan irigasi saluran akar. Metode: penelitian ini menggunakan true experimental dengan rancangan penelitian post test only with control group design dengan 6 perlakuan, yaitu ekstrak umbi bawang dayak konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan Chlorhexidine gluconate 2% dan dilakukan 6 kali pengulangan. Pengujian efek antibakteri menggunakan metode difusi. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann Whitney pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa setiap 1mg atau 1mg/ml ekstrak terkandung 66,67µg kadar total fenol. Zona radikal ekstrak umbi bawang dayak konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan Chlorhexidin gluconate 2% terhadap Enterococcus faecalis secara berurutan sebesar 14,08mm, 16,35mm, 18,26mm, 19,30mm, 21,28mm, 25,24mm. Kesimpulan: penelitian ini terdapat perbedaan efektivitas daya hambat ekstrak umbi bawang dayak konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, 80% dan Chlorhexidin gluconate 2% terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Ekstrak umbi bawang dayak konsentrasi 80% memiliki efektivitas daya hambat yang lebih besar terhadap Enterococcus faecalis.  Kata-kata Kunci: Umbi bawang dayak, Enterococcus faecalis, Chlorhexidine gluconate 2%
PERBANDINGAN NILAI KEKASARAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT TIPE BULK-FILL DENGAN UJI THERMOCYCLING Grina Adila Milawati; Dewi Puspitasari; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Composite resin is the tooth-colored restorative material that much in demand by most of people due to their aesthetic value. Bulk-fill composite resin is claiming that can be light-cured in up to 4 mm thickness at once and minimize the clinical application time. Thermocycling test are considered relevant conditions to simulate conditions in the oral cavity to test the durability of composite resin by extreme temperature fluctuations from 5°C to 55ºC, so it can degrade composite resin and increase the value of surface roughness. Purpose: This study is aimed to determine differences of the surface roughness value of bulk-fill composite resin performed by thermocycling test 1500 and 3000 cycles. Methods: This study was true experimental laboratory post test-only with control group design. This study used 27 bulk-fill composite resin samples were divided into 3 groups, which are control group didn’t tested thermocycling, treatment group B were tested thermocycling 1500 cycles and treatment group C were tested thermocycling 3000 cycles. Surface roughness was measured by Surface Roughness Tester. Results: Average the surface roughness values of bulkfill composite resin in control group 0,076±0,01 µm, group B 0,112±0,012 µm, and group C 0,128±0,014 µm. The data were tested using One Way ANOVA parametric analysis and obtained p=0.000 (p <0.05), which means that there are significant differences of the control group and the treatment group. Conclusion: There were differences in surface roughness values of bulk-fill composite resin between control group and treatment group. Keywords: composite resin, surface roughness, thermocycling  ABSTRAK Latar Belakang: Resin komposit merupakan bahan restorasi sewarna gigi karena memiliki nilai estetik yang baik. Penggunaan resin komposit tipe bulk-fill dapat menghemat waktu prosedur restorasi, karena dapat dilakukan proses curing sampai kedalaman 4 mm. Uji thermocycling merupakan kondisi yang relevan untuk mensimulasikan kondisi di dalam rongga mulut untuk menguji daya tahan resin komposit dengan memanfaatkan fluktuasi suhu yang ekstrem yaitu dari 5ºC ke 55ºC, sehingga dapat mendegradasi resin komposit dan menyebabkan peningkatan nilai kekasaran permukaan. Tujuan: Mengetahui perbandingan nilai kekasaran permukaan resin komposit tipe bulk-fill yang dilakukan uji thermocycling dengan siklus 1500 dan 3000 putaran. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental murni dengan rancangan post test-only with control group design. Penelitian ini menggunakan 27 sampel resin komposit tipe bulk-fill yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol yang tidak dilakukan uji thermocycling, kelompok B yang dilakukan uji thermocycling dengan siklus 1500 putaran dan kelompok C yang dilakukan uji thermocycling dengan siklus 3000 putaran. Kekasaran permukaan diukur dengan menggunakan alat Surface Roughness Tester. Hasil: Nilai rata-rata kekasaran permukaan resin komposit kelompok kontrol 0,076±0,01 µm, kelompok B 0,112±0,012 µm dan kelompok C 0,128±0,014 µm. Data diuji menggunakan analisis parametric One Way ANOVA dan didapatkan p=0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna pada kelompok kontrol dan kedua kelompok perlakuan. Kesimpulan: Terdapat perbandingan nilai kekasaran permukaan resin komposit tipe bulk-fill dengan uji thermocycling 1500 dan 3000 putaran. Kata-kata kunci: resin komposit, kekasaran permukaan, thermocyling.  
EFEKTIVITAS SENYAWA FENOL EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) TERHADAP BAKTERI MIX SALURAN AKAR Luthfie Haq; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi; Isyana Erlita
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Root canal treatment is a treatment to maintain the health of dental pulp which has been infected in order to avoid from being re-contaminated by the bacteria. Mix bacteria can be found in the root canal, and it consists of gram-positive and gram-negative bacteria. Dayak onion bulb has antibacterial nature because of its phenol content. Phenol compound has been proven to inhibit the growth of gram-positive and gram-negative bacteria. Purpose: This study aims to find out the effectivity of phenol compounds from Dayak onion extract (Eleuthherine palmifolia (L) Merr) to the growth of root canal mix bacteria. Method:  This study used a pure experimental study with the design of posy-test only with control design. The number of samples used was 25, consisting of 5 groups. Result: The inhibit zone produced by phenol compounds of Dayak onion extract with concentrations of 40 mg/ml, 60 mg/ml, 80 mg/ml, 90 mg/ml and 5.25% NaOCl to the root canal mix bacteria in sequence had the average of 13,32 mm, 16,55 mm, 21,31 mm, 27,08 mm, 24,55 mm. One Way Anova test result and Post Hoc LSD test obtained the value p=0,000 (p<0,05). It proves that there are differences of antibacterial activity of each phenol compound extract of Dayak onion 40 mg/ml, 60 mg/ml, 80 mg/ml, 90 mg/ml and NaOCl 5.25% against mix bacteria on the root canal. Conclusion: Phenol compounds on the Dayak onion extract has been proven able to inhibit the growth of root canal mix bacteria.ABSTRAKLatar Belakang: Perawatan saluran akar merupakan perawatan untuk mempertahankan kesehatan pulpa gigi yang telah terinfeksi agar tidak terkontaminasi ulang oleh bakteri. Pada saluran akar dapat ditemukan bakteri mix yang terdiri dari bakteri gram positif dan gram negatif. Umbi bawang dayak memiliki sifat antibakteri karena kandungan fenol yang dimilikinya. Fenol telah terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram positif maupun gram negatif. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas senyawa fenol ekstrak umbi bawang dayak (Eleuthherine palmifolia (L) Merr) terhadap pertumbuhan bakteri mix saluran akar. Metode: Penelitian eksperimental murni  dengan rancangan post-test only with control design. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 25 buah, yang terdiri dari 5 kelompok. Hasil penelitian: Zona hambat yang dihasilkan oleh senyawa fenol ekstrak umbi bawang dayak dengan konsentrasi 40 mg/ml, 60 mg/ml, 80 mg/ml, 90 mg/ml dan NaOCl 5,25% terhadap bakteri mix saluran akar secara berurutan memiliki rerata sebesar 13,32 mm, 16,55 mm, 21,31 mm, 27,08 mm, 24,55 mm. Hasil uji One Way Anova dan uji Post Hoc LSD  didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan aktivitas antibakteri setiap perlakuan senyawa fenol ekstrak umbi bawang dayak 40 mg/ml, 60 mg/ml, 80 mg/ml, 90 mg/ml dan NaOCl 5,25% terhadap bakteri mix saluran akar. Kesimpulan: Senyawa fenol ekstrak umbi bawang dayak terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri mix saluran akar.
Co-Authors A.M. Dewi Fathiya Julianti Aanisah Ramadamayati Agung Satria Wardhana Aida Yanti Aisya Nadhifa Ahmad Ajeng Zelline Ameriagitri Aldo Giovanni Alexander Sitepu Amy Nindia Carabelly Andi Lukman Anindya Putri Permatasari Anindya Putri Permatasari, Anindya Putri Anis Belinda Zayyan Anis Belinda Zayyan, Anis Belinda Armanda, Ferdio Aspriyanto, Didit Astuti Noviyani Astuti, Nadia Dewi At-Thoyyar, Aila Aulia Rusmayati Aulia, Noor Rizki Basri, M. Hasriandy Candra Bayu Indra Sukmana Buyung Maglenda Cindy Dwintanandi Cindy Dwintanandi, Cindy Devi Rosalinda Dewi Nurdiana Dewi Puspitasari Dewi Puspitasari Dewi, Renie Kumala Diana Wibowo Dinda Nur Rusyida Dini Permata Sari Dwi Raharja, Suka Endah Amalia Sari Eriwati, Yosi Kusuma Erni Marlina Fathiya Julianti, A.M. Dewi Ferdio Armanda Ferdy Rijaldi Furnama Winda Sari Ganesh, Rajendran Grina Adila Milawati Gusti Gina Permata Sari Gusti Gina Permata Sari, Gusti Gina Hamdani, Riky Hanifah Mulyani Hasbullah, Irnamanda Dwipura Yakin Hatta, Isnur Hernandi, Yusuf M. Huldani Huldani I Made Yudha Dharmawan Ika Kustiyah O. Ika Kusuma Wardani Imanuella, Diandra Indah Septiani Juli Harnida Purwaningayu Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa Kustiyah O., Ika Lia Yulia Budiarti Lukman, Andi Lutfiyah Lutfiyah Lutfiyah Lutfiyah Luthfie Haq M. Hasriandy Candra Basri Maharani Laillyza Apriasari Maria Tanumihardja, Maria Melisa Budipramana, Melisa Muhammad Muamar Khadafi Muhammad Nabiel Taqiyuddin Ham Muhammad Zainal Fikri Mustika Meisy Riyana Nadia Dewi Astuti Nida Amalia Ninda Andrea Haliza Nolista Indah Rasyid Noor Rizki Aulia Nor Azizatur Rosidah Nor Diane Razibi Nor Rahman Sugiarto Nor Rahmatika, Aniqah Nurrahman, Tri Panji Kurniawan Phradina Fili Septishelya Purwaningayu, Juli Harnida Raharja, Suka Dwi Rahmad Arifin Ratih Yusnita Razibi, Nor Diane Reisa Dahliani Rizki Fajar Fauzan Rosihan Adhani, Rosihan Rusmayati, Aulia Sadsyam, Titien Marwah Saiful Akhyar Lubis Sari, Galuh Dwinta Sarifah, Norlaila Selvia Shella Setyawardhana, Raden Harry Dharmawan Shella, Selvia Sherli Diana Siti Rohmah Suka Dwi Raharja Talitha Maghfira Ramadhinta Talitha Maghfira Ramadhinta, Talitha Maghfira Taqwa Handraji Manto Tomy Wira Wahyuda Tri Putri, Deby Kania Utami, Juliyatin Putri Virlia Putri Rachmayani Waty, Marsela Umbar Widodo Widodo Widodo Widodo Widyandini Aulia Arif Yusrinie Wasiaturrahmah Yusuf M. Hernandi