Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Persebaran Nepenthes, Pohon Ulin (Eusideroxylon Zwageri), Orangutan (Pongo Pygmaeus), Dan Bekantan (Nasalis Larvatus) di Kalimantan Timur Berdasarkan Status Konservasi Iucn Silitonga, Della Shinta Claudya; Zega, Puput Gloria; Hutabarat, Imel Triulina; Hutauruk, Randy Marcel; Putra, Mulhady; Berutu, Nurmala
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran Nepenthes, Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri), Orangutan (Pongo pygmaeus), dan Bekantan (Nasalis larvatus) di Kalimantan Timur berdasarkan status konservasi IUCN. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji jurnal ilmiah, laporan konservasi, dokumen pemerintah, dan database IUCN. Hasil kajian menunjukkan bahwa persebaran keempat spesies tidak merata dan sangat dipengaruhi karakteristik ekologis habitatnya. Nepenthes memperlihatkan pola persebaran patchy pada mikrohabitat tanah miskin hara; Pohon Ulin tersebar secara terfragmentasi di hutan dipterokarpa dataran rendah; Orangutan memiliki persebaran mengelompok pada kawasan hutan primer dan sekunder yang masih terhubung; sedangkan Bekantan memiliki pola linear di sepanjang sungai dan kawasan mangrove. Status konservasi keempat spesies menunjukkan tingkat ancaman tinggi, yaitu Nepenthes dan Bekantan berstatus Critically Endangered (CR), Orangutan berstatus Endangered (EN), dan Pohon Ulin berstatus Vulnerable (VU). Faktor utama penyebab tekanan terhadap spesies meliputi deforestasi, konversi lahan, penebangan liar, kebakaran hutan, perda­gangan satwa, serta kerusakan mangrove pesisir. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian habitat dan penerapan strategi konservasi berbasis ekosistem untuk menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati Kalimantan Timur.
Analisis Persebaran dan Status Komodo, Elang Flores, Kakatua Jambul Kuning, Biawak Rote, Kura-Kura Leher Ular Rote, Ular Sanca Mata Putih, Cendana, Lontar, Ampupu, dan Sonokeling Berdasarkan Kategori Iucn dan Upaya Pelestariannya Br Simatupang, Eliana Renintan; Ramadhani, Haniyah; Asmiranda, Theresia; Sagala, Katarina Yoana Uly Artha; Berutu, Nurmala; Putra, Mulhady
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1936

Abstract

Penelitian ini menganalisis persebaran dan status konservasi sepuluh spesies flora dan fauna endemik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu Komodo, Elang Flores, Kakatua Jambul Kuning, Biawak Rote, Kura-Kura Leher Ular Rote, Ular Sanca Mata Putih, Cendana, Lontar, Ampupu, dan Sonokeling berdasarkan kategori IUCN. Kajian ini dilakukan untuk meninjau tingkat ancaman, pola distribusi, serta upaya pelestarian yang telah diterapkan di wilayah Wallacea. Penelitian menggunakan metode studi literatur yang bersumber dari laporan IUCN, publikasi ilmiah, dan hasil observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa spesies berada pada kategori terancam tinggi, seperti Kakatua Jambul Kuning (Critically Endangered) dan Komodo (Endangered), sedangkan spesies flora seperti Cendana dan Sonokeling juga mengalami tekanan akibat eksploitasi dan degradasi habitat. Persebaran spesies umumnya terbatas pada pulau-pulau kecil dengan ekosistem kering sehingga rentan terhadap perubahan lingkungan dan tekanan antropogenik. Upaya konservasi yang dilakukan mencakup perlindungan kawasan, penguatan kebijakan, rehabilitasi habitat, serta pelibatan masyarakat lokal. Namun, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui pengawasan ketat, pengelolaan adaptif, dan peningkatan riset keanekaragaman hayati. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan strategi konservasi yang berkelanjutan di NTT.
Analisis Sebaran Nuri Maluku, Kakatua Seram, Pohon Torem & Pakis Binaiya Ditinjau dari Kondisi Fisiografis dan Iklim Tropis di Kepulauan Maluku Amelia , Christine; Nainggolan , Rifani; Hutagaol , Oka Nelli; Akmaliyah, Annida; Barus , Ade Fransiska; Berutu , Nurmala; Putra, Mulhady
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran empat spesies endemik Maluku, yaitu Nuri Maluku, Kakatua Maluku (Kakatua Seram), Pohon Torem, dan Pakis Binaiya, dengan meninjau keterkaitannya terhadap kondisi fisiografi dan iklim tropis Kepulauan Maluku. Studi ini dilaksanakan melalui analisis deskriptif-kualitatif berdasarkan karakteristik habitat, struktur ekosistem, dan faktor lingkungan yang memengaruhi keberadaan setiap spesies pada berbagai wilayah di Maluku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran setiap spesies sangat dipengaruhi kombinasi antara bentuk lahan, tipe substrat, ketinggian tempat, tutupan vegetasi, curah hujan, suhu, serta dinamika angin muson. Nuri Maluku dan Kakatua Maluku memiliki persebaran yang terkonsentrasi pada kawasan hutan primer dan pegunungan di Maluku Tengah, Maluku Utara, serta Seram bagian Barat, dengan ketergantungan tinggi terhadap pohon besar sebagai sarang dan sumber pakan. Pohon Torem ditemukan dominan di Maluku Tenggara Barat, terutama pada daerah dengan tanah laterit, kelembapan tinggi, dan hutan primer yang minim gangguan. Sementara itu, Pakis Binaiya banyak tersebar di kawasan pegunungan Maluku Tengah dengan tutupan kanopi rapat, suhu sejuk, dan kelembapan hutan yang stabil. Keempat spesies ini juga berada dalam status konservasi yang mengkhawatirkan, di mana Nuri Maluku, Kakatua Maluku, dan Pohon Torem tergolong Endangered, sedangkan Pakis Binaiya termasuk Vulnerable akibat degradasi habitat dan tekanan aktivitas manusia. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya perlindungan habitat berbasis bentang alam dan iklim mikro untuk menjaga keberlanjutan spesies endemik Maluku, sekaligus menjadi dasar dalam perencanaan konservasi dan pengelolaan lingkungan di kawasan kepulauan tropis.
Analisis Pola Persebaran Flora (Kantong Semar & Rafflesia Rochusseni) dan Fauna (Anoa, Babirusa, Kakatua Jambul Kuning & Monyet Hitam) di Wilayah Sulawesi Barat Berdasarkan Iucn Hutapea , Angraini Oktavia; Syahputri , Deswita; Alfiaturahmah, Viona Lutfia; Hutapea, Risky Ansipar; Naibaho, Will Bright; Berutu, Nurmala; Putra, Mulhady
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menganalisis pola persebaran flora dan fauna di Sulawesi Barat berdasarkan kategori konservasi IUCN serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kerentanan spesies endemik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui pengumpulan dan analisis data sekunder dari jurnal ilmiah, laporan riset, serta database IUCN. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sulawesi Barat, yang berada dalam zona biogeografi Wallacea, memiliki tingkat endemisitas tinggi dengan konsentrasi spesies terancam di wilayah pegunungan Gandangdewata, Mamasa, dan Polewali Mandar. Beberapa spesies kunci seperti Anoa depressicornis (EN), Babyrousa celebensis (VU), Rafflesia roschusenni (EN), dan Cacatua sulphuera (CR) menunjukkan pola persebaran terbatas pada hutan primer yang tidak terfragmentasi. Faktor utama yang memengaruhi penurunan populasi meliputi deforestasi, fragmentasi habitat, perburuan liar, serta tekanan antropogenik lain yang mengganggu ekosistem. Upaya konservasi yang telah dilakukan meliputi pengelolaan kawasan lindung Taman Nasional Gandangdewata, konservasi berbasis masyarakat, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan biodiversitas. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi data ilmiah dan kebijakan konservasi untuk melindungi spesies endemik Wallacea yang menghadapi risiko kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menganalisis pola persebaran flora dan fauna di Sulawesi Barat berdasarkan kategori konservasi IUCN serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kerentanan spesies endemik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui pengumpulan dan analisis data sekunder dari jurnal ilmiah, laporan riset, serta database IUCN. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sulawesi Barat, yang berada dalam zona biogeografi Wallacea, memiliki tingkat endemisitas tinggi dengan konsentrasi spesies terancam di wilayah pegunungan Gandangdewata, Mamasa, dan Polewali Mandar. Beberapa spesies kunci seperti Anoa depressicornis (EN), Babyrousa celebensis (VU), Rafflesia roschusenni (EN), dan Cacatua sulphuera (CR) menunjukkan pola persebaran terbatas pada hutan primer yang tidak terfragmentasi. Faktor utama yang memengaruhi penurunan populasi meliputi deforestasi, fragmentasi habitat, perburuan liar, serta tekanan antropogenik lain yang mengganggu ekosistem. Upaya konservasi yang telah dilakukan meliputi pengelolaan kawasan lindung Taman Nasional Gandangdewata, konservasi berbasis masyarakat, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan biodiversitas. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi data ilmiah dan kebijakan konservasi untuk melindungi spesies endemik Wallacea yang menghadapi risiko kepunahan.
Analsis Persebaran Flora dan Fauna di Jawa Barat Berdasarkan Kategori Iucn dan Upaya Pelestariannya Br Turnip, Elsa Shelommira; Situmoran, Elno; Sihombing, Rouli Anastasia; Mendrofa, Dina Nurrahma Yanti; Berutu, Nurmala; Putra, Mulhady
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2016

Abstract

Jawa Barat merupakan wilayah dengan keragaman ekosistem yang luas, mulai dari pesisir hingga pegunungan, sehingga mendukung keberadaan berbagai flora dan fauna endemik yang memiliki nilai konservasi penting. Penelitian ini bertujuan memetakan persebaran spesies endemik, mengidentifikasi faktor lingkungan yang memengaruhi keberadaannya, serta meninjau status konservasi berdasarkan data IUCN. Penelitian dilakukan melalui metode studi literatur dengan mengumpulkan sumber ilmiah berupa jurnal, laporan konservasi, dan dokumen resmi pemerintah. Hasil telaah menunjukkan bahwa flora seperti Rafflesia patma, Edelweis Jawa, Rasamala, dan Saninten memiliki distribusi terbatas dan sangat dipengaruhi kondisi lingkungan seperti ketinggian, tipe tanah, dan tutupan vegetasi. Fauna endemik seperti Badak Jawa, Owa Jawa, Surili, Macan Tutul Jawa, Kukang Jawa, dan Elang Jawa memiliki sebaran yang bergantung pada keberadaan hutan primer yang relatif utuh. Sebagian besar spesies tersebut berada pada kategori terancam hingga kritis berdasarkan penilaian IUCN akibat fragmentasi hutan, degradasi habitat, serta tekanan aktivitas manusia. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya strategi konservasi berbasis ekosistem untuk menjaga keberlangsungan spesies endemik di Jawa Barat.
Pola Pemukiman di Perdesaan dan Perkotaan: Perbandingan dan Faktor yang Mempengaruhi Novida Yenny; Mulhady Putra; Aisyah Dwi Ramadhani; Nazwa Amelia Putri
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): Mei: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v3i3.716

Abstract

Settlement is a basic human need that is closely related to the feasibility of life and well-being. The purpose of this study is to gain a better understanding of settlement patterns that occur in rural and urban areas, and to investigate the factors that influence these patterns. This study collects, analyzes, and synthesizes related literature. The results show that settlement patterns in urban areas are denser and develop vertically, while settlement patterns in rural areas tend to be spread out and horizontal. Various factors, such as natural conditions (such as climate, topography, water and land availability), socio-economic factors (such as employment, education, and income), and government policies and local cultural developments, influence these differences. These results emphasize that understanding settlement patterns as a whole is essential to building areas that are equitable, sustainable, and responsive to community needs.
PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA ENDEMIK PAPUA BARAT: STUDI PADA CENDRAWASIH, KUSKUS, ANGGREK EPIFIT, DAN MATOA BERDASARKAN IUCN Nurmala Berutu; Yosella Manullang; Ludista Masindi; Yudha Rumapea; Farouq Ghazali Matondang; Mulhady Putra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10725

Abstract

This study examines the distribution patterns and ecological characteristics of four endemic species of West Papua—birds-of-paradise, cuscus, epiphytic orchids, and matoa—based on secondary data from the IUCN Red List and other biodiversity resources. Using a descriptive qualitative approach, the research synthesizes scientific literature, conservation reports, and spatial information to describe how biogeographical factors in the Australasian region shape endemism in Papua Barat. Data on habitat type, elevation ranges, ecological preferences, and conservation status were analyzed to identify distribution tendencies across major ecological zones such as lowland forests, montane areas, wetlands, mangrove ecosystems, and karst landscapes. The results highlight that each species occupies distinct ecological niches, with variations influenced by forest structure, microclimate, and environmental conditions. The study also identifies major threats—including habitat modification, land-use change, hunting pressure, and ecosystem degradation—which continue to affect population stability and habitat availability. Overall, this research provides an updated synthesis of ecological and distributional information to support conservation understanding of West Papua’s endemic flora and fauna, emphasizing the importance of monitoring and management in regions undergoing rapid landscape transformation.
Dinamika Kebijakan Geopolitik dan Geostrategis China dalam Era Multipolar: Implikasi bagi Keamanan Maritim Indonesia Sugiharto; Mulhady Putra; Muhammad Anas Kautsar; Anisa Muftih; Khairunnisa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika kebijakan strategis geopolitik dan geologis Tiongkok selama era multipolar telah mengalami perkembangan yang cepat, khususnya dalam konteks keamanan maritim di wilayah Indo-Pasifik. China memperluas pengaruhnya dengan inisiatif inisiatif Belt and Road (BRI) dan peningkatan aktivitas militer di Laut Cina Selatan, yang mempengaruhi stabilitas regional dan kedaulatan Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan metode penelitian literatur untuk menganalisis efek kebijakan geopolitik China pada keamanan maritim Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perluasan strategis China terhadap Indonesia menimbulkan tantangan dalam menjaga zona ekonomi eksklusif (EEZ) dan stabilitas regional. Indonesia merespons dengan peningkatan patroli maritim, diplomasi multilateral dan peningkatan kerja sama keamanan dengan negara -negara mitra. Studi ini menyoroti pentingnya strategi pengurangan luas untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan minat di tengah -tengah perubahan konstelasi geopolitik di seluruh dunia.
Analisis Location Quotient (LQ) dalam Menentukan Sektor Basis dan Non Basis di Kabupaten Karo Shintia Malau; Nurintan Nurintan; Feny Cristanti Siburian; Joey Athana Sembiring; Mulhady Putra
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan ekonomi daerah bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan. PDRB menjadi indikator penting dalam menilai pertumbuhan ekonomi dan struktur sektoral. Pendekatan sektor unggulan, seperti metode Location Quotient (LQ), mengidentifikasi sektor basis sebagai pendorong ekonomi. Penelitian ini menganalisis sektor basis dan non-basis di Kabupaten Karo guna memahami penggerak utama ekonominya.Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk menganalisis struktur ekonomi Kabupaten Karo melalui metode Location Quotient (LQ). Data sekunder dari BPS dianalisis guna mengidentifikasi sektor basis dan non-basis berdasarkan PDRB. LQ menunjukkan sektor unggulan yang berkontribusi besar terhadap ekonomi lokal dibandingkan provinsi, guna mendorong pembangunan berkelanjutan.Selama lima tahun, enam sektor di Kabupaten Karo tergolong sektor basis karena nilai LQ 1, dengan sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebagai sektor unggulan. Prinsip geografi korologi menjelaskan keterkaitan kondisi fisik dan sosial wilayah, seperti topografi dan iklim, yang mendukung dominasi sektor ini sebagai penggerak utama ekonomi daerahSektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan di Kabupaten Karo merupakan sektor basis dan unggulan dengan LQ tertinggi (2,59) selama 2019–2023. Prinsip korologi menunjukkan bahwa kondisi geografis dan budaya lokal mendukung dominasi sektor ini. Komoditas unggulan dan infrastruktur yang berkembang menjadikan Karo lumbung pangan utama Sumatera Utara, menyuplai 65% kebutuhan provinsi.
Spatial Analysis of Healthcare Facility Accessibility Using GIS (Case Study: Pantai Labu Subdistrict, Deli Serdang Regency) Yenny, Novida; Rahmad, Riki; Putra, Mulhady; Wirda, Mona Adria; Ginting, M. Rizky Pratama
Jurnal Mamangan Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v15i1.10906

Abstract

Healthcare accessibility is a central pillar of Universal Health Coverage (UHC), yet spatial inequities persist in many coastal and semi-rural regions due to uneven facility distribution, limited transport connectivity, and infrastructural vulnerability. This study evaluates the spatial accessibility of primary healthcare services in Pantai Labu Subdistrict, North Sumatra, Indonesia, using an integrated Geographic Information System (GIS) framework. The analysis combines Euclidean buffer analysis, road proximity assessment, and network-based accessibility modeling to capture both theoretical and functional dimensions of access. Results reveal pronounced central–peripheral disparities: while most settlements fall within the administrative service radius of the main Puskesmas and its auxiliary Puskesmas Pembantu (Pustu), effective accessibility remains constrained in coastal and inland fringe areas due to weak road connectivity and linear transport dependence. The inclusion of Pustu facilities reduces distance-based gaps; however, functional limitations, particularly the uneven implementation of Integrated Primary Care (ILP) undermine service utilization in several spatially accessible locations. Network analysis further demonstrates that buffer-based methods systematically overestimate accessibility, failing to account for indirect routing, corridor dependence, and cross-boundary healthcare use. Underserved settlements persist where distance, road isolation, and limited service capacity converge, forming localized access deserts despite formal coverage compliance. The study concludes that equitable healthcare access in coastal semi-rural settings requires integrated planning that aligns facility functionality with resilient transport infrastructure. The proposed GIS-based framework offers a replicable, policy-relevant tool for identifying priority intervention zones and supporting spatially targeted strategies to advance UHC in vulnerable regions.
Co-Authors Aisyah Dwi Ramadhani Akmaliyah, Annida Al Zahwa, Afitzka Alfiaturahmah, Viona Lutfia Amanda Anggraini Amelia , Christine Ananda, Qamara Aulia Andri Kurniawan Anisa Muftih As-Syifa R Ramadhani Tanjung As-Syifa R.Ramdhani Tanjung Asmiranda, Theresia Ayu Rulyani Barus , Ade Fransiska Berutu , Nurmala Br Simatupang, Eliana Renintan Br Turnip, Elsa Shelommira Christin Eva Citra Aulia Damanik, Keshya Vallerina Pricillia Damanik, Muhammad Ridha Syafii Darwin Parlaungan Lubis Dini Afrilia Duma Yanti Situmorang Dwi Wahyuni Nurwihastuti Eni Yuniastuti Fahira, Nazlia Farouq Ghazali Matondang Feny Cristanti Siburian Ginting, M. Rizky Pratama Girang Stevani Bancin Hadriadi Iskandar Sipayung Halimatus Sa'diyah Harefa, Meilinda Suriani Harefa, Sri Aswinda Hasibuan, Novita Annisah Haza, Suci Amaliah Hutabarat, Imel Triulina Hutagaol , Oka Nelli Hutapea , Angraini Oktavia Hutapea, Risky Ansipar Hutauruk, Mutiara Hutauruk, Randy Marcel Joey Athana Sembiring Khairunnisa Ludista Masindi Lumban Gaol, Riski Fanni M. Taufik Rahmadi Matondang, Muhammad Farouq Ghazali Mendrofa, Dina Nurrahma Yanti Mona Adria Wirda Muhammad Alfi Muhammad Anas Kautsar Muhammad Arif Mutia Alya Surianto Naibaho, Will Bright Nainggolan , Rifani Nazwa Amelia Putri Novida Yenny Novida Yenny Nurida Hana Simamora Nurintan Nurintan Nurmala Berutu Pinta Yosepin Turnip Prof. Dr. Sugiharto, M.Si Prof. Dr. Sugiharto, M.Si. Rahmadayanti Rahmah, Mawaddah Ramadhan, Taufiq Ramadhani, Haniyah Randy Rio Alfatha Regita Asiah Azzarah Restu Restu Ridha Suyatmika Nainggolan Riki Rahmad Rosa Delima Lumbantungkup Rosni Rosni Sagala, Katarina Yoana Uly Artha Salsabilla, Friska Sendi Permana Serli Sabela Shintia Malau Sihombing, Rouli Anastasia Silitonga, Della Shinta Claudya Simanjuntak, Putri Rejeki Siregar, Gabriel Josua Saputra Siregar, Risbue Siti Hajar Sahari Sitompul, Astrid Situmoran, Elno Sri Rum Giyarsih Sugiharto Sugiharto Sugiharto Sugiharto Sugiharto Sugiharto Syahputri , Deswita Syarifah Andini Syukri Hidayat Telaumbanua, Fausta John Aro Wafiq Ariska Widya Asmara Yenny, Novida Yosella Manullang Yudha Rumapea Zega, Puput Gloria