p-Index From 2021 - 2026
6.654
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JURNAL KONFIKS E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIP e-PROCEEDING Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PeTeKa LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sasando : Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Jurnal Paedagogy Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik Journal of Language and Literature Studies Innovative: Journal Of Social Science Research Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat BAHASTRA Jurnal Pendidikan Non formal JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) An-Nas JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Fungsi Senyapan dalam Gelar Wicara Mata Najwa Rahmawati, Fadilah; Amilia, Fitri; Anggraeni, Astri Widyaruli
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i2.1576

Abstract

This study aims to describe the forms of silent and filled silences, while analyzing their functions. The method used is descriptive qualitative with a psycholinguistic approach. The data collection technique was carried out through the listening and note-taking method, namely by repeatedly listening to the speech in the podcast, then transcribing the conversation between the source and interviewer verbatim. The transcribed data were marked with sections containing silences, both silent and filled, to be later classified. The data analysis technique was carried out through several stages, namely identifying silences based on form, classifying them according to psycholinguistic categories, analyzing functions based on the context of the speech, and interpreting the meaning and role of silence in the communication dynamics between the source and interviewer. The results of the study show that silent silences appear more frequently in PT, with the main function being a means of providing time to think, controlling emotions when discussing sensitive issues, and strengthening rhetorical effects to emphasize statements. Filled silences, on the other hand, are more dominantly used by Najwa Shihab in her role as an interviewer. Their main function is to maintain speaking turns, smooth transitions between topics, and provide rhetorical pressure to increase the intensity of the conversation. Furthermore, filled silences also function interpersonally, creating a more natural conversational atmosphere and building rapport with the audience. Therefore, silences in podcasts should not be viewed as meaningless pauses, but rather as communication strategies with cognitive, affective, rhetorical, and interactive value. This research confirms that the presence of silences in public conversations plays a crucial role in shaping the quality of communication, both for the interviewee and the interviewer. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk senyapan diam dan senyapan terisi, sekaligus menganalisis fungsi-fungsi yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikolinguistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat, yakni dengan menyimak secara berulang tuturan dalam gelar wicara, kemudian mentranskripsikan percakapan narasumber dan pewawancara secara verbatim. Data hasil transkripsi ditandai bagian yang mengandung senyapan, baik diam maupun terisi, untuk kemudian diklasifikasikan. Teknik analisis data ditempuh melalui beberapa tahap, yaitu mengidentifikasi senyapan berdasarkan bentuk, mengklasifikasikan sesuai kategori psikolinguistik, menganalisis fungsi berdasarkan konteks tuturan, serta menafsirkan makna dan peran senyapan dalam dinamika komunikasi antara narasumber dan pewawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyapan diam lebih banyak muncul pada PT, dengan fungsi utama sebagai sarana memberi waktu berpikir, mengendalikan emosi ketika membahas isu sensitif, dan memperkuat efek retoris untuk menekankan pernyataan. Senyapan terisi, sebaliknya, lebih dominan digunakan oleh Najwa Shihab dalam perannya sebagai pewawancara. Fungsi utamanya adalah menjaga giliran berbicara, memperhalus transisi antar topik, serta memberikan tekanan retoris untuk meningkatkan intensitas percakapan. Selain itu, senyapan terisi juga berfungsi secara interpersonal untuk menciptakan suasana percakapan yang lebih alami dan membangun kedekatan dengan audiens. Dengan demikian, senyapan dalam gelar wicara tidak dapat dipandang sebagai jeda tanpa makna, melainkan strategi komunikasi yang memiliki nilai kognitif, afektif, retoris, dan interaktif. Penelitian ini menegaskan bahwa keberadaan senyapan dalam percakapan publik berperan penting dalam membentuk kualitas komunikasi, baik dari sisi narasumber maupun pewawancara.
Senyapan Keraguan Tuturan Narasumber Sujiwo Tejo dalam Tayang Bincang Karni Ilyas Club Rahayu, Febrianti Dwi; Amilia, Fitri; Hima, Rofiatul
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i1.20541

Abstract

This research aims to describe the duration of the shortest, medium and longest silent silences as well as the form of filled silences in Sujiwo Tejo's speech on the Karni Ilyas Club talk show. The method used in this research is descriptive qualitative. At the data collection stage, this research uses documentation, listening and note-taking techniques. Data analysis in this study used the HBB advanced technique matching method and the agih method with an advanced technique in the form of the lesap technique. The results of this study showed that the shortest silent silence duration was 285 ms when saying Yes // [285] and 297 ms when saying logic // [297]. Silent silences of medium duration were obtained with a duration of 462 ms, 371 ms when saying I use //[462] and screenshoot //[371] and 492 ms when saying there //[492]. Meanwhile, long silent silences have a duration of 3251 ms when saying baseball //[3251], and 3809 ms when saying Pak Karni //[3809]. The form of filled silences in Sujiwo Tejo's speech consists of filled sounds and words.
Sinisme dalam Dialog Film Komedi Viska Fitriastuti; Astri Widyaruli Anggraeni; Fitri Amilia
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk sinisme yang terdapat dalam dialog film komedi dan menganalisis fungsi sinisme dalam membentuk karakter tokoh dalam film komedi. Fokus pada penelitian ini terletak pada bentuk-bentuk dan fungsi sinisme yang digunakan dalam dialog film, serta bagaimana sinisme tersebut mempengaruhi pembentukan karakter tokoh dalam film Imperfect: Karier, Cinta dan Timbangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan dialog yang secara eksplisit dan implisit mengandung sindiran sinisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinisme dalam dialog film komedi memiliki peran penting tidak hanya sebagai elemen humor, tetapi juga sebagai alat naratif yang kuat untuk membangun karakter. Sinisme dalam film ini muncul dalam bentuk verbal langsung, subtil, dan situasional. Dialog sinis digunakan untuk menciptakan karakter yang kritis dan reflektif, seperti tokoh Rara yang berani menentang tekanan sosial terhadap penampilan fisik. Selain itu, sinisme juga berfungsi membangun konflik internal dan eksternal, menggambarkan kedalaman emosi tokoh, serta menghadirkan humor yang menghibur sekaligus bermakna.
Tindak Tutur Ekspresif dalam Percakapan Terapeutik Pasien NAPZA: Kajian Pragmatik Klinis Fitriani Dwiyanti Putri; Astri Widyaruli Anggraeni; Fitri Amilia
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif yang muncul dalam percakapan terapeutik antara terapis dan pasien yang mengalami penyalahgunaan NAPZA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengklasifikasikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam percakapan terapeutik antara terapis dan pasien NAPZA terdapat berbagai bentuk tindak tutur, seperti tindak tutur langsung literal, tindak tutur langsung tidak literal, tindak tutur tidak langsung literal, dan tindak tutur tidak langsung tidak literal. Bentuk-bentuk tindak tutur ini kemudian dikelompokkan berdasarkan kalimat deklaratif, imperatif, interogatif, dan eksklamatif yang masing-masing memiliki fungsi tertentu. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif memiliki peran penting dalam memotivasi pasien, meningkatkan kepercayaan diri, dan mendukung proses pemulihan pasien. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik terapeutik serta memperkaya ilmu pengetahuan di bidang linguistik dan psikologi klinis. Selain itu, temuan ini dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan keterampilan komunikasi para terapis, guna mendukung keberhasilan terapi pasien NAPZA.
Variasi Bahasa dalam Bahasa Gaul di Media Sosial : Sosiolinguistik Arini Ika Ramadhanti; Fitri Amilia; Hasan Suaedi
An-Nas Vol. 8 No. 2 (2024): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Fakultas Syariah dan Adab Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/annas.v8i2.2945

Abstract

Abstrak: “Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing dalam bahasa gaul di media sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualittaif dengan tekenik pengumpulan data dokumentasi, simak, dan catat. Data dalam penelitian ini berupa tuturan kata penggunaan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing yang dianggap sebagai bahasa gaul. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara menyimak tuturan yang terdapat pada konten di media sosial kemudian di catat pada tabel insrumen data temuan-temuan dari media sosial tersebut. Selanjutnya peneliti mengambil dokumentasi dengan cara menangkap layar perangkat handphone. Kemudian teknik analisis data meliputi transkripsi data, klasifikasi data, dan pemberian makna pada setiap kata gaul yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penggunaan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing dalam bahasa gaul, serta temuan berbagai bentuk kata gaul yang antara lain yakni berbentuk kata modifikasi, akronim, singkatan, ragam walikan, dan pemendekan kata.”
Senyapan Dalam Ujaran Pada Video Tuturan Musyawarah “Ngobrolin Wonderland Indonesia, Intrik Kasus Sambo, Peliknya Rkuhp” Dalam Channel Youtube Najwa Shihab Cindy Aulia Ainur Ajie; Amilia, Fitri; Nova Ali Vardani, Eka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i2.7612

Abstract

Senyapan dalam ujaran terdapat fenomena yang berguna untuk menambah informasitentang produksi ujaran. Pada penelitian ini menggunakan kajian psikolinguistik yangmengaitkan mengenai bahasa dan proses mental yang dilalui manusia dalam bentuksuatu ujaran. Tujuan penelitian mendeskripsikan bentuk-bentuk senyapan danpenyebab terjadinya senyapan pada tuturan video musyawarah. Metode penelitianyang digunakan adalah kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan temuan hasilanalisis terhadap fenomena senyapan dalam produksi ujaran Najwa Shihab pada videoMusyawarah. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung senyapan. Teknikpengumpulan data berupa dokumen berupa video dengan teknik analisis simak dancacat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam video ditemukan dua jenis senyapanyaitu senyapan diam dan senyapan terisi. Senyapan terisi dengan bunyi, kata,pengulangan, dan kombinasi dan juga terdapat faktor penyebab terjadinya senyapanantara lain: (1) senyapan diam terjadi akibat penutur terlanjur berujar padahal belumsiap secara keseluruhan, (2) senyapan terisi berupa bunyi terjadi akibat sangat berhati-hati pada saat berujar dan memberikan jeda pada saat berujar, (3) senyapan terisiberupa kata terjadi ketika penutur terlihat lupa dengan apa yang akan diucapkan dansering kali tidak fokus pada saat berujar, (4) senyapan pengulangan terjadi adanyapenutur berhati-hati memilih kata yang tepat, dan (5) senyapan kombinasi merupakansenyapan yang memiliki lebih dari satu kombinasi dalam satu tuturan, faktor terjadinyasenyapan saat penutur tergesa-gesa dalam berbicara sehingga mengakibatkanterjadinya senyapan. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa bentuk senyapandalam video musyawarah diakumulasi sebanyak lima bentuk dan masing-masingmemiliki faktor penyebab terjadinya senyapan.
Tingkat Tutur Bahasa Madura di Kabupaten Jember Hasanah, Lina Umayatul; Amilia, Fitri; Suaedi, Hasan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14564

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan tingkat tutur bahasa Madura di Kabupaten Jember, terutama di Desa Curahtakir, dengan fokus pada interaksi dalam ranah keluarga dan tetangga. Studi ini mengidentifikasi perbedaan latar belakang yang mempengaruhi penggunaan tingkat tutur bahasa Madura di kedua ranah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga faktor utama yang melatarbelakangi penggunaan tingkat tutur bahasa Madura, yaitu keakraban, usia, dan kedudukan peranan dalam masyarakat. Faktor-faktor ini memberikan wawasan tentang bagaimana tingkat tutur bahasa Madura, dari ragam kasar hingga halus, digunakan dalam pemahaman tentang variasi bahasa Madura dan dinamika sosial budaya di masyarakat setempat. Studi ini menyediakan pemahaman yang lebih dalam tentang konteks penggunaan bahasa Madura dalam interaksi sosial sehari-hari di lingkungan lokal.
Pengembangan Kamus Bergambar Istilah Olahraga Maulida, Ellyana; Amilia, Fitri; Widyaruli, Astri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.14775

Abstract

Berdasarkan observasi pada perkembangan istilah olahraga ditemukan beberapa istilah di video olahraga. Istilah tersebut tidak ditemukan sebagai entri/ lema bahasa dalam KBBI. Hal ini membuat penemuan dan dokumentasi istilah -istilah tersebut menjadi sangat berharga. Definisi istilah seringkali hanya terbatas pada penjelasan teks tanpa dukungan visual seperti gambar, yang dapat membuat konsep atau objek tersebut Sulit dipahami secara menyeluruh. Pentingnya untuk memahami bahwa istilah digunakan untuk merujuk pada konsep, objek , atau proses tertentu , dan kekurangan dokumentasi mengenai istilah-istilah ini dapat menimbulkan kebingungan dalam pemahaman. Penelitian ini lebih fokus pada isu - isu kontenporer atau solusi untuk masalah - masalah baru. Dalam konteks ini Adanya produk kamus bergambar istilah olahraga bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan kamus istilah bergambar olahraga dan mendeskripsikan penilaian kualitas kamus bergambar istilah olahraga dengan menggunakan metode Research and Development(R&D).
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Drama Menggunakan Media Audiovisual Untuk Siswa Kelas VIII SMPN 1 Sukowono Faridzya, Syefty Yunda Syan Al; Amilia, Fitri; Anggraeni, Astri Widyaruli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat siswa untuk menulis teks drama masih sangat minim sehingga perlu adanya dorongan dan motivasi pembelajaran. Dalam hal menulis siswa menyukai membaca dan mendengarkan yang tersaji tau dibacakan oleh guru, sehingga dengan dikembangkannya Modul Ajar Menulis Teks Drama Menggunakan Media Audiovisual diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar guru dan peserta didik di kelas.Dapat dilihat dengan banyaknya siswa yang masih mendapat nilai dibawah KKM pada menulis teks drama di SMPN 1 Sukowono. Penelitian ini berjenis penelitian pengembangan. Ciri utama dari penelitian pengembangan adalah menghasilkan suatu produk .Modul ajar yang dikembangakan menggunakan media audiovisual ini menggunakan metode yang Project Based Learning dengan pengembangan produk awal, uji validasi untuk mendapatkan penilaian dari para ahli apakah modul sudah layak untuk diuji cobakan, dan revisi produk yang dilakukan setelah mendapat penilaian dari para ahli, dan uji coba lapangan dilakukan setelah mendapat hasil validasi dengan kategori yang ditentukan.Modul ajar menulis teks drama yang dikembangkan sangat penting karena untuk menciptakan teks drama yang sesuuai dengan struktur pembangun teks drama. Proses penyusunan modul ajar teks drama menggunakan media audiovisual dimulai dengan studi pendahuluan, kemudian tahap perencanaan menganalisis kurikulum untuk melihat capaian pembelajaran pada semester genap. Selanjutnya tahap desain guna mempersiapkan struktur pada modul ajar dengan detail. Dilakukan tahap pengembangan modul ajar yang kemudian di ujicobakan kepada calon pengguna. Setelah melalui tahap pengembangan dan pebaikan modul ajar siap digunakan. Hasil uji validitas dari ahli bahan ajar pada modul ajar teks drama menggunakan media audiovsual diperoleh skor rata-rata 97,9 artinya masuk dalam kategori sangat baik tidak perlu direvisi. Uji validasi dari ahli materi pada modul ajar menggunakan media audiovisual mendapat skor rata-rata 89,2 yang berarti termasuk dalam kategori baik dan sesuai serta tidak perlu direvisi. Hasil pengolahan kuesioner respon siswa terhadap produk modul ajar diperoleh nilai rata-rata 90,5 artinya modul ajar yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat baik. Bagi guru, modul ajar teks drama menggunakan media audiovisual dapat dijadikan bahan ajar pendamping dari buku paket dari sekolah untuk peserta didik. Dan bagi siswa, modul ajar teks drama berbasis budaya pendalungan dapat dijadikan sumber belajar untuk menambah pengetahuan dan kreatifitas dalam materi menulis teks drama .
Mimesis dalam Novel Layangan Putus Febiana, Adelia Puspa; Amilia, Fitri; Dzarna, Dzarna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisa mimesis dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF, dengan fokus pada kesamaan antara latar dan konflik yang digambarkan dalam novel dan peristiwa nyata. Mimesis, yang secara klasik dipahami sebagai peniruan realitas dalam karya sastra, menjadi alat penting untuk mengeksplorasi bagaimana karya sastra ini mencerminkan kehidupan nyata, khususnya dalam hal perselingkuhan dan dinamika rumah tangga. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi kesamaan antara cerita fiksi dan kejadian-kejadian aktual yang sering kali diberitakan di media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini tidak hanya berhasil menciptakan narasi yang menggugah secara emosional, tetapi juga merefleksikan isu-isu sosial kontemporer yang dihadapi oleh masyarakat. Kesamaan dalam latar tempat dan konflik memperkuat relevansi cerita dengan kehidupan nyata, sehingga memperdalam pengalaman pembaca. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kajian sastra Indonesia kontemporer, khususnya dalam penerapan teori mimesis.
Co-Authors Agus Prasetyo Utomo Aini, Adhisa Nur Ali Usman, Ali Alivia Rosita Wahyuni Aliyyuana, Yaumil Ulum Anggraeni, Astri Widyaruli Angraeny Unedia Rachman Anita Fatimatul Laeli Arini Ika Ramadhanti Astri Widyaruli Anggraeni Astri Widyaruli Anggraeni Audy Yourdiansyah Firdaus Azizah, Andini Fatima Budinuryanta Yohanes Cindy Aulia Ainur Ajie Cindy Aulia Ainur Ajie Citraningrum, Dina Merdeka Dian Ratno , Vito Noer Doviani, Belva Yulvia Dzarna, Dzarna Erdita Rachmawati Ewi Ismaredah Fadlillah, Anam Faridzya, Syefty Yunda Syan Al Fatin, Idhoofiyatul Febiana, Adelia Puspa Febrianti Dwi Rahayu Fitriani Dwiyanti Putri Fitriani Dwiyanti Putri Fitrianingsih, Rina Ayu Galatea, Chusnul Khotimah Gitta Rowindi Gitta Rowindi Gusmawandi Gusmawandi Hasan Suaedi Hasanah, Lina Umayatul Hayati, Khodijah Hayati, Khodijah Hima, Rofiatul Ika Priantari Indah Werdiningsih Kamila, Devi Faricha Rahman Kevin Ferdian Agarta Khadijah Hayati Khodijah Hayati Khodijah Hayati Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Kisyani Laksono Kukuh Munandar Kusumaningtyas, Diny Fajariani Laeli , Anita Fatimatul Maulida, Ellyana Mijianti, Yerry Mulyono Mulyono Nadia, Khoirun Ningtyas, Yoga Dwi Windy Kusuma Nova Ali Vardani, Eka Nukha, Afifa Ulin Nur Kamilah Nurkamilah , Nurkamilah Nurkamilah Nurkamilah Nurkamilah, Nurkamilah Pahlawan, Sunan Reza Permatasari, Marsella Putri Rachma Widiastuti Rachman , Angraeny Unedia Rahayu, Febrianti Dwi Rahmawati, Erdita Nur Rahmawati, Fadilah Ratnaningwati, Umi Rika Susanti Rofiatul Hima Rohmad Tri Aditiawan S, Suparti Sari, Febriani Permata Ratna Septiana, Fina Dwi Setiawan , Slamet Sofi Yunianti, Sofi Suparti S Susetyo, Agus Milu Sutoyo Sutoyo Syahrul Mubaroq Tazqiyah Presty Laksita Tri Endang Jatmikowati Unedia Rachman, Angraeny Vardani, Eka Nova Ali Vardani, Eka Nova Ali Vio Laudy Vince Viska Fitriastuti Viska Fitriastuti Widianingsih, Novita Widianti, Chincin Marhaenisma Widyaruli, Astri Yerry Mijianti Yoga Dwi Windy Kusuma Ningtyas Yudha, Putri Adinda Yuli Silvi Mukharomah Yunita Suryani Zahrah, Amaliatuz