p-Index From 2021 - 2026
7.305
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JURNAL KONFIKS E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIP e-PROCEEDING Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PeTeKa LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sasando : Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Jurnal Paedagogy Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik Journal of Language and Literature Studies Innovative: Journal Of Social Science Research Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat BAHASTRA Jurnal Pendidikan Non formal JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) An-Nas JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN PADA KARANGAN NARASI SISWA IMIGRANDI SANGGAR BIMBINGAN KAMUS GOMBAK UTARA KUALA LUMPUR Pahlawan, Sunan Reza; Amilia, Fitri; Suaedi, Hasan
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2023): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i1.246-258

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai bentuk kesalahan penggunaan ejaan yang ditemukan pada karangan narasi siswa imigran di sangar bimbingan kamus Gombak Utara Kuala Lumpur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa dokumen tertulis, yang bersumber dari karangan narasi siswa imigran di sanggar bimbingan kamus Gombak Utara Kuala Lumpur. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dokumentasi berupa teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai kesalahan penggunaan ejaan telah disimpulkan bahwa fenomena mengenai kesalahan penggunaan ejaan masih banyak dilakukan oleh siswa saat menulis karangan narasi. Adapaun jenis-jenis kesalahan yang dialami oleh siswa yaitu sebagai berikut; 1) kesalahan penggunaan huruf ditemukan meliputi kesalahan penggunaan huruf kapial. Kesalahan penggunaan huruf kapital disebabkan oleh kesalahan penggunaan huruf kapital pada awal kalimat dan kesalahan penggunaan huruf kapiatal sebagai huruf pertama unsur nama orang, 2) kesalahan penulisan kata ditemukan kesalahan yang meliputi: kesalahan penulisan kata dasar yang disebabkan oleh kata dasar yang tidak ditulis secara satu kesatuan atau di singkat, kata depan yang disebabkan oleh kesalahan penulisan kata depan di- , partikel yang disebabkan oleh kesalahan penulisan partikel -lah , dan kata ganti yang disebabkan oleh kesalahan penulisan kata ganti -nya, 3) kesalahan penggunaan tanda baca yang meliputi: kesalahan penggunaan tanda titik yang disebabkan oleh kesalahan penggunaan tanda titik di akhir kalimat, tanda koma yang disebabkan oleh kesahan penggunaan tanda koma sebelum kata penghubung, dan tanda petik yang disebabkan oleh kesalahan penggunaan tanda petik dalam pembicaraan, 4) kesalahan penulisan unsur serapan yang disebabkan oleh kesalahan penulisan kata serapan dari bahasa arab. Kesalahan dapat terjadi disebabkan karena interferensi bahasa dimana siswa sanggar bimbingan berasal dari latar belakang bahasa melayu dan kurangnya pemahaman siswa dalam penggunaan (EYD V), karena kurangnya pemahaman tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan penggunaan ejaan.
Personifikasi dalam Lirik Lagu karya Rekah : Kajian Semansintaksis Audy Yourdiansyah Firdaus; Fitri Amilia; Astri Widyaruli Anggraeni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7217

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan gaya bahasa personifikasi dalam lirik lagu karya Rekah dengan pendekatan semansintaksis, yakni gabungan analisis sintaksis dan semantik. Personifikasi diartikan sebagai pemberian sifat atau tindakan manusia kepada benda mati, waktu, dan konsep abstrak agar tampak hidup dan bermakna. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui teknik simak catat dan dianalisis menggunakan metode agih serta analisis komponen makna untuk mengidentifikasi pola hubungan antara subjek dan predikat pada penggunaan personifikasi. Data dikumpulkan melalui metode simak catat dan dianalisis menggunakan metode agih serta komponen makna untuk mengenali pola hubungan subjek dan predikat pada personifikasi. Hasil menunjukkan adanya pola subjek dan predikat yang bermakna berlawanan sebagai ciri khas personifikasi dalam lirik lagu. Personifikasi ditemukan tidak hanya memperindah bahasa, tetapi juga memperkuat makna emosional dan nilai estetika lirik lagu. Temuan ini memberikan kontribusi pemahaman linguistik bagi penulis lagu dan pengajaran sastra melalui pengenalan pola semansintaksis dalam personifikasi.
The Representation Of Osing Dialetc In Kemiren As A Social Identity: A Sociolinguistic Study Azizah, Andini Fatima; Amilia, Fitri; Anggraeni, Astri Widyaruli
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL KREDO VOL 9 NO 1 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v9i1.16121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi dialek Osing yang digunakan oleh masyarakat Desa Kemiren sebagai representasi identitas sosial. Penelitian ini berfokus pada bagaimana kosakata dan pelafalan khas Osing digunakan dalam interaksi sehari-hari dan makna sosial yang terkandung di dalamnya. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pencocokan intralingual digunakan untuk membandingkan tuturan dialek Osing dengan dialek Jawa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan tiga penutur asli Osing yang aktif dalam kegiatan sosial dan adat di Kemiren, Banyuwangi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dialek Osing memiliki ciri leksikal dan fonologis yang unik yang membedakannya dari bahasa Jawa, seperti penggunaan isun (saya), riko (kamu), madyang (makan), dan turau (tidur). Perbedaan-perbedaan ini tidak hanya menunjukkan variasi linguistik tetapi juga mencerminkan identitas dan solidaritas sosial masyarakat Osing. Penggunaan dialek Osing dalam upacara adat, komunikasi keluarga, dan percakapan sehari-hari menunjukkan perannya dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan memperkuat identitas sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pelestarian dialek lokal seperti Osing berperan krusial dalam menjaga solidaritas masyarakat, keberlangsungan budaya, dan keragaman bahasa di Indonesia. Lebih lanjut, temuan ini dapat menjadi referensi bagi kajian sosiolinguistik dan program pelestarian budaya yang bertujuan memperkuat identitas daerah di era globalisasi.
Anjing sebagai Umpatan Kajian Sosiokultural Nadia, Khoirun; Amilia, Fitri; Mijianti, Yerry
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 4 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/h6ngmk52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kata anjing dan variasinya sebagai bentuk kegunaan dalam konteks sosiokultural masyarakat Indonesia. Kajian ini menggunakan teori sosiokultural Vygotsky (1978) yang menekankan bahwa bahasa berfungsi sebagai alat budaya menengahi hubungan antara individu dan masyarakat. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 102 responden dari berbagai kelompok usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai, norma, dan kebiasaan memainkan peran penting dalam menentukan makna dan fungsi kata umpatan. Bagi generasi muda, kata anjing dan variasinya seperti anjir atau anjay tidak selalu dianggap sebagai penghinaan, melainkan sebagai ekspresi spontanan keakraban sosial. Sebaliknya, generasi tua menilai bahwa penggunaan kata tersebut bertentangan dengan norma kesopanan dan nilai moral budaya. Fenomena ini menegaskan adanya pergeseran makna dan makna norma bahasa yang dipengaruhi oleh konteks sosial, media digital, serta perkembangan budaya populer. Secara sosiokultural, penggunaan umpatan mencerminkan proses internalisasi nilai-nilai budaya dan dinamika sosial yang terus berubah dalam masyarakat Indonesia. Kata Kunci: kata anjing, umpatan, kajian sosiokultural
PENGGUNAAN UMPATAN PADA PLAYER GAME MOBILE LEGENDS Tazqiyah Presty Laksita; Fitri Amilia; Yerry Mijianti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i2.898

Abstract

The aim of this research is to describe forms based on references used by Mobile Legends players. This research uses qualitative research. This research data is in the form of words or phrases containing swear words based on the form of condition references, references to animal names, references to body parts, references to kinship, references to professions, references to activities, references to spirits, and references to objects. The data source used in this research is speech in the comments column that contains swear words, which has been provided by Moonton. The form of speech is taken from comments in the photo album provided, and also the message column in the Mobile Legends game. The data collection technique in this research is documentation in the form of listening and note-taking techniques. The data collection instrument used was the researcher himself. This research uses an extralingual matching method with a continuous contrast comparison technique. The application of the comparative technique in this research is that the researcher will compare the differences between the forms of swearing they use. In this case, data analysis is presented by describing the forms of swearing used by Mobile Legends Game Players.
Seni Persuasif dalam Podcast: Kajian Sintaksis Rohar, Rintan Amalia; Amilia, Fitri; Suaedi, Hasan
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v7i1.4941

Abstract

This study discusses the persuasive art in the preaching utterances of Habib Husein Ja’far Al-Hadar on Deddy Corbuzier’s YouTube channel, particularly in the Log-in Season Episode, through a syntactic analysis based on Austin and Searle’s speech act theory. The purpose of this research is to describe the types of sentences used by Habib Ja’far in delivering persuasive messages an to explain the accompanying illocutionary function. The method used is qualitative with observastion and note taking techniques, in which verbal utterances are classified according to sentence types (declarative, imperative, prohibitive, and interrogative) and analyzed in relation to their pragmatic functions. The results of the study show that Habib Ja’far employs various syntactic structures to create strong persuasive effects. Declarative sentences are used to instill moral and spiritual values, imperative and prohibitive sentences serve to guide the audience’s behavior, while interroative sentences function to evoke the listener’s awareness through reflection. The combination of sentencesstructure and illocutinary meaning forms a preaching style that is gentle, logical, and emotional, making religious messages more easily accepted by diverse audience.
Gaya Sarkasme Tokoh dalam Film Rumah untuk Alie: Kajian Stilistika Madinah, Tasya; Amilia, Fitri; Anggraeni, Astri Widyaruli
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v7i1.4944

Abstract

This study aims to describe the forms and functions of sarcastic language style used by the characters in the film Rumah untuk Alie through a stylistic approach based on Keraf’s (2006) theory of language style. This research employs a qualitative method with listening and note-taking techniques to collect data in the form of utterances containing sarcasm. The data were analyzed using the referential identity method (metode padan) to interpret meanings, contexts, and rhetorical functions of sarcasm in shaping characters and conflicts. The findings reveal three main forms of sarcastic language style: mocking sarcasm, cursing sarcasm, and ironic sarcasm. Each form serves different rhetorical purposes, such as expressing emotions, channeling anger, and asserting social dominance within conflictual interactions. Stylistically, the use of sarcasm in the film demonstrates how diction, intonation, and context create emotional and aesthetic effects while reflecting the characters’ social dynamics and power relations. This study concludes that language in film functions not merely as a medium of communication but also as a means of psychological expression and social representation.
PUJIAN DALAM KOLOM KOMENTAR TIKTOK KAJIAN SOSIOLINGUISTIK cantika kunthi; cantika Kunthi Prabandari; Amilia, Fitri; Nova Ali Vardhani, Eka
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 4 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/43phn075

Abstract

Penelitian ini berjudul Pujian dalam Kolom Komentar TikTok Kajian Sosiolinguistik yang fokus pada bagaimana bahasa digunakan oleh pengguna TikTok untuk menyampaikan pujian dalam ruang komunikasi digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pandangan bahwa bahasa di media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai representasi identitas sosial, moral, dan keagamaan masyarakat digital. Melalui tuturan pujian, pengguna tidak sekadar menyampaikan kekaguman, tetapi juga menegaskan nilai-nilai kesopanan, spiritualitas, serta hubungan sosial antarindividu di dunia maya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat sebagai metode pengumpulan data, serta metode padan (Sudaryanto, 2015) dalam analisis data. Data penelitian berupa tuturan pujian yang diambil dari kolom komentar empat kreator TikTok Indonesia dengan konteks penampilan fisik, kepribadian, dan ekspresi religius. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga bentuk pujian utama , yaitu: (1 ) pujian dengan kata penegas seperti sungguh , sungguh , cuantik , dan uwangi yang menegaskan kekaguman terhadap penampilan fisik dan karakter positif; (2) pujian dengan kata-kata religius seperti Tabarakallah , Masyallah , dan Alhamdulillah yang menonjolkan nilai spiritual dan kesopanan berbahasa; serta (3) pujian berupa paduan penegas dan religius seperti Subhanallah banget dan MashaAllah selalu yang menggabungkan intensitas emosional dengan nilai keagamaan. Secara fungsional, pujian terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu pujian terhadap penampilan fisik dan terhadap kepribadian. Kebaruan (kebaruan) penelitian ini terletak pada analisis ungkapan pujian di ruang digital TikTok sebagai fenomena kebahasaan masyarakat kontemporer yang merepresentasikan kreativitas linguistik, ekspresi emosional, serta kesadaran religius modern. Gap penelitian yang terisi adalah minimnya kajian sosiolinguistik yang meneliti bentuk dan fungsi pujian dalam konteks media sosial berbasis video, khususnya dengan menyoroti keterpaduan antara bahasa, moralitas, dan identitas sosial dalam komunikasi digital. Kata Kunci: Pujian,;media sosial;Tiktok, Sosiolinguistik;Ekspresi Religius
Writing Poetry with the Development of Associative Meaning in Chairil Anwar's Poetry Collection: A Lesson of Poetry Writing Instruction Firmansyah, Bagas Eko; Amilia, Fitri; Anggraeni, Astri Widyaruli
Journal of Language and Literature Studies Vol. 5 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/azhyzf09

Abstract

This research is motivated by the importance of associative meaning in poetry as a formative element of imaginative power, emotion, and linguistic creativity. However, there has been limited research systematizing associative meaning techniques as a model for poetry writing instruction. This study aims to analyze associative meaning techniques in Chairil Anwar's poems and formulate their implications for poetry writing instruction. This research employs a qualitative descriptive design with semantic analysis of eight selected poems from the collection Aku Ini Binatang Jalang (I Am a Wild Animal). Data were collected through repeated reading and note-taking techniques, while data analysis was conducted through componential analysis, referential analysis, and meaning verification using KBBI (the Indonesian Dictionary). The research findings indicate that there are three dominant techniques in the development of associative meaning in Chairil Anwar's poetry: meaning components, rewriting, and synonymy. The synonymy technique is the most frequently used, followed by rewriting and meaning components. These findings demonstrate that associative meaning plays a crucial role in strengthening the expressive power and semantic depth of poetry. These findings have implications for poetry writing instruction, namely the need for explicit teaching of associative techniques to help students enrich their diction choices and expand semantic creativity in their poetic works.
The development of lemma and meaning in the language variety used by adolescents on social media Amilia, Fitri; Werdiningsih, Indah; Tri Aditiawan, Rohmad
BAHASTRA Vol. 42 No. 1 (2022): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v42i1.33

Abstract

This study examines the natural phenomena on the development of lemma and meaning in the variety of languages used by adolescents on social media. Research design was done naturally through the process of observation, taking notes, and writing down the case. The qualitative research appears in the development of the entry which is easily found as a definite phenomenon of linguistic development. The data collection method was carried out by tracing data on the use of various languages on social media. To analyze the data, the researcher uses padan and agih methods. This method is to test the accuracy of classification on the types of language used by adolescents in social media in the development of the entry and or the development of the meaning of the entry. The results showed that the variety of languages on social media is very dynamic, developing, arbitrary, but conventional. The variety of languages indicates the development of new lemmas, acronyms, and walikan. The development of meaning is marked along with the development of the entry in the form of synonyms and the use of the Indonesian language entry in the form of a polysemic. Based on the results of this study, adolescents can be considered a productive period in exploring the language, through direct interaction or social media. Becoming actively productive in language exploration led to a potential for concepting a new lemma and a new meaning according to the context of language use. In addition, this development becomes one proof of the self-existence of adolescence, community characteristics, and also the need for the development of Indonesian vocabulary.
Co-Authors Agus Prasetyo Utomo Aini, Adhisa Nur Ali Usman, Ali Alivia Rosita Wahyuni Aliyyuana, Yaumil Ulum Anggraeni, Astri Widyaruli Angraeny Unedia Rachman Anita Fatimatul Laeli Arini Ika Ramadhanti Astri Widyaruli Anggraeni Astri Widyaruli Anggraeni Audy Yourdiansyah Firdaus Azizah, Andini Fatima Budinuryanta Yohanes cantika kunthi Cantika Kunthi Prabandari Cindy Aulia Ainur Ajie Cindy Aulia Ainur Ajie Citraningrum, Dina Merdeka Dian Ratno , Vito Noer Doviani, Belva Yulvia Dzarna, Dzarna Erdita Rachmawati Ewi Ismaredah Fadlillah, Anam Faridzya, Syefty Yunda Syan Al Fatin, Idhoofiyatul Febiana, Adelia Puspa Febrianti Dwi Rahayu Firmansyah, Bagas Eko Fitriani Dwiyanti Putri Fitriani Dwiyanti Putri Fitrianingsih, Rina Ayu Galatea, Chusnul Khotimah Gitta Rowindi Gitta Rowindi Gusmawandi Gusmawandi Hasan Suaedi Hasanah, Lina Umayatul Hayati, Khodijah Hayati, Khodijah Hima, Rofiatul Ika Priantari Indah Werdiningsih Kamila, Devi Faricha Rahman Kevin Ferdian Agarta Khadijah Hayati Khodijah Hayati Khodijah Hayati Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Kisyani Laksono Kukuh Munandar Kusumaningtyas, Diny Fajariani Laeli , Anita Fatimatul Madinah, Tasya Maulida, Ellyana Mijianti, Yerry Mulyono Mulyono Nadia, Khoirun Ningtyas, Yoga Dwi Windy Kusuma Nova Ali Vardani, Eka Nova Ali Vardhani, Eka Nukha, Afifa Ulin Nur Kamilah Nurkamilah , Nurkamilah Nurkamilah Nurkamilah Nurkamilah, Nurkamilah Pahlawan, Sunan Reza Permatasari, Marsella Putri Rachma Widiastuti Rachman , Angraeny Unedia Rahayu, Febrianti Dwi Rahmawati, Erdita Nur Rahmawati, Fadilah Ratnaningwati, Umi Rika Susanti Rofiatul Hima Rohar, Rintan Amalia Rohmad Tri Aditiawan S, Suparti Sari, Febriani Permata Ratna Septiana, Fina Dwi Setiawan , Slamet Sofi Yunianti, Sofi Suparti S Susetyo, Agus Milu Sutoyo Sutoyo Syahrul Mubaroq Tazqiyah Presty Laksita Tri Aditiawan, Rohmad Tri Endang Jatmikowati Unedia Rachman, Angraeny Vardani, Eka Nova Ali Vardani, Eka Nova Ali Vio Laudy Vince Viska Fitriastuti Viska Fitriastuti Widianingsih, Novita Widianti, Chincin Marhaenisma Widyaruli, Astri Yerry Mijianti Yoga Dwi Windy Kusuma Ningtyas Yudha, Putri Adinda Yuli Silvi Mukharomah Yunita Suryani Zahrah, Amaliatuz