Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Inovasi Sedotan Edible Lokal Dan Pelatihan Pemasaran Digital Umkm Cilacap Untuk Reduksi Sedotan Plastik Faizal, Imam Agus; Susanti, Susanti; Yusuf, Dede; Nizam, Muhammad Farid Khoirun; Wulandari, Mei
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v7i1.1914

Abstract

Program pengabdian ini mengembangkan prototipe awal sedotan edible berbasis pati sukun (Artocarpus altilis) dengan penambahan ekstrak daun beluntas (Pluchea indica) sebagai inovasi bahan lokal untuk mendukung pengurangan sedotan plastik sekali pakai dan peningkatan daya saing UMKM di Cilacap. Kegiatan melibatkan 13 peserta dari mitra UMKM KPK Tri Usaha melalui (1) sosialisasi literasi lingkungan dan potensi bahan baku lokal serta (2) pelatihan pemasaran digital berbasis praktik. Formulasi laboratorium menghasilkan prototipe sedotan berwarna hijau alami dengan performa awal bertahan sekitar 1,5 jam pada minuman dingin dan 30 menit pada minuman panas, namun masih memerlukan uji ketahanan lanjutan dan pemenuhan legalitas pangan. Evaluasi pengetahuan dengan desain pra–pasca menunjukkan peningkatan secara deskriptif: pada prates mayoritas peserta berada pada kategori cukup–kurang (69,3%), sedangkan pada pascates 84,6% berada pada kategori baik–sangat baik. Pelatihan pemasaran digital membantu mitra membuat akun bisnis, mengunggah listing produk, dan menyusun konten promosi sederhana. Program ini menjadi langkah awal menuju inovasi produk berorientasi circular economy, dengan kebutuhan pendampingan lanjutan pada transfer produksi dan kepatuhan regulasi.
Subchronic Toxicity Test of Burdock Root (Arctium Lappa L.) Nanoemulsion Based on Histopathology on The Albino Rat Rattus noverticus (Wistar strain): Uji Toksisitas Subkronik Nanoemulsi Akar Burdock (Arctium Lappa L.) Berdasarkan Histopatologi pada Tikus Albino Rattus noverticus (strain Wistar) Imam Agus Faizal; Dini Puspodewi; Ajeng Puspo Aji
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i2.140

Abstract

Tanaman burdock (Arctium lappa L.) merupakan tanaman herbal yang berkhasiat sebagai penambah darah (hemoglobin dan hematokrit) pada penderita anemia defisiensi besi. Sebanyak 15 ekor tikus (Rattus norvegicus) strain Wistar, jantan dan betina dibagi menjadi 3 kelompok secara random sampling yaitu Kelompok 1 Kontrol negatif (KN) tidak diberi A. lappa L. nanoemulsion. Kelompok Dosis 1 (KD1) diberi A. lappa L. nanoemulsion dengan dosis 150 mg/kgBB/hari. Kelompok Dosis 2 (KD2) diberikan A. lappa L. nanoemulsion dengan dosis 450 mg/kgBB/hari (selama 14 hari dimulai hari ke 8). Indikator penelitian ini dilihat kadar pemeriksaan biokimia kadar darah. Organ hati dan ginjal dinilai menggunakan Hematoxylin-Eosin (HE). Hasil pemeriksaan biokimia darah relatif normal. Sedangkan pewarnaan HE pada kelompok KD1 dan KD2 terjadi perubahan pada sel organ ginjal dan hati, menunjukkan bahwa sediaan nanoemulsi akar burdock bersifat toksik, namun terdapat faktor pengganggu yaitu ditemukan cacing parasit Taenia taeniaeformis, sehingga interpretasi hasilnya terganggu.
Ekspresi TNF-α Histopatologi Ginjal Pada Tikus Model Sepsis Sebagai Efek Preventif Diberi Nanoemulsi Burdock Yang Diinduksi Bakteri MRSA Faizal, Imam Agus; Nugroho, Yusuf Eko; Fauziah, Rahma Shifa; Yunadi, Frisca Dwi; Swandari, Mika Tri Kumala
Jurnal Sain Veteriner Vol 44, No 1 (2026): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.107607

Abstract

One of the natural ingredients utilized as a traditional medicinal herb is Arctium lappa L. or commonly called burdock. This plant has roots, leaves, seeds that have been used to treat infections and various skin disorders. Burdock is used for anti-inflammatory, anti-cancer, infection-fighting, and anti-tumor regulating activities. The purpose of this research is to determine the effect of Arctium lappa L. root extract on renal histopathology and tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) expression in white rat sepsis model after Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) bacteria administration. Where in this research stage is divided into 5 groups of test animal treatment. Each group was injected with MRSA bacterial suspension with a standard MC Farland turbidity test of 0.5. The results of this research obtained that burdock root extract is able to inhibit inflammation of sepsis test animals caused by MRSA bacteria with the average value of TNF- α reaction presentation, namely K1 (-) (13.632; 14.756), K2 (+) (33.291; 29,568), K3 (150 mg/kg BW) (35,458; 33,273), K4 (300 mg/kg BW) (36,120; 28,731) K5 (450 mg/kg BW) (28,086; 228,084. So it can be stated that Arctium lappa L root extract is able to inhibit inflammation with the use of the most effective dose of 450 mg/kg BW.
Inovasi Pengolahan Limbah Cangkang Kepiting Berbasis Zero Waste sebagai Produk Pangan Bergizi untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Desa Kutawaru, Cilacap Faizal, Imam Agus; Saptyani, Putri Maretyara; Riviani, Riviani
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22350

Abstract

Background: Peningkatan ketahanan pangan dan pengelolaan limbah perikanan berkelanjutan selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Tujuan: Kegiatan ini bertujuan mengembangkan model bisnis zero waste melalui pemanfaatan limbah cangkang kepiting menjadi pangan fungsional sekaligus penguatan pemasaran digital UMKM pesisir di Desa Kutawaru, Cilacap. Metode: Program dilaksanakan melalui pemetaan kebutuhan dan kesepakatan mitra, sosialisasi partisipatif, pelatihan serta pendampingan berbasis IPTEKS dengan penerapan good manufacturing practices (GMP), penguatan branding dan pengemasan, pengembangan website, serta evaluasi berkelanjutan secara deskriptif-kualitatif. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra pada pemanfaatan limbah cangkang kepiting dalam kerangka zero waste dari 35,90% menjadi 90,00%, literasi gizi terkait stunting dari 15,70% menjadi 94,60%, dan kewirausahaan digital dari 45,60% menjadi 89,00%. Produk inovasi kaldu kering cangkang kepiting dari Scylla serrata memenuhi persyaratan keamanan pangan berdasarkan uji organoleptik dan mikrobiologi, serta didukung website UMKM sebagai media promosi dan katalog. Kesimpulan: Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas produksi, literasi gizi, dan daya saing UMKM, sekaligus memperkuat ekonomi sirkular masyarakat pesisir melalui model bisnis zero waste.