Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kadar Aspartate Aminotransferase (AST) dan Alanine Aminotransferase (ALT) Pada Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap Saputri, Ratna Dwi; Faizal, Imam Agus; Puspodewi, Dini
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, November 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i2.315

Abstract

Dengue merupakan penyakit yang disebabkan virus dengue. Diagnosa penyakit ini sering sulit ditegakkan jika hanya melihat dari gejala. Oleh karena itu diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk penegakkan diagnosis salah satunya adalah pemeriksaan AST dan ALT. Disfungsi hepar adalah salah satu akibat dari infeksi demam berdarah dengue yang sering muncul dalam bentuk hepatomegaly dan peningkatan ringan-sedang kadar enzim aminotransferase (AST & ALT). Enzim aminotransferase cenderung lebih tinggi seiring dengan beratnya penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar AST dan ALT pada penderita DBD. Metode penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan cross- sectional. Jumlah subjek penelitian sebanyak 53 sampel dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Kadar tertinggi pada AST yaitu 1.423 μ/L dan kadar tertinggi ALT yaitu 523 μ/L. Data penelitian dianalisis dengan uji korelasi spearman. Hasil penelitian dari 53 sampel didapat 66% (35 sampel) mengalami kenaikan kadar AST dan 57% (30 sampel) mengalami kenaikan kadar ALT. Nilai rata – rata kadar AST yang diperoleh 142,62 μ/L dan kadar ALT 85,00 μ/L. Pada uji korelasi spearman menunjukkan adanya korelasi sangat kuat dengan kadar AST p=0,000 dan ALT p=0,000. Dari data tersebut dapat disimpulkan adanya hubungan kadar AST dan ALT pada pasien DBD dengan kadar AST lebih tinggi dari kadar ALT pada pasien DBD
Korelasi Kadar Ureum dan Kreatinin pada Pasien Anemia dI RSU Duta Mulya Majenang Budiyanto; Farabi, Meka Faizal; Faizal, Imam Agus
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, November 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i2.317

Abstract

Anemia yang disebabkan kekurangan eritropoietin dapat terjadi pada pasien penyakit ginjal kronik. Fungsi ginjal menolak untuk memproduksi eritro-poietin dengan seimbang, sebagai hasilnya terdapat kecenderungan hubungan linear antara kadar hemoglobin dan laju filtrasi glomerulus pada pasien dengan penyakit ginjal. Salah satu cara menegakan diagnosis gagal ginjal dengan menilai atau mengukur kadar ureum dan kreatinin serum, karena kedua senyawa tersebut hanya dapat diekskresikan oleh ginjal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui korelasi kadar ureum dan kreatinin pada pasien anemia di RSU Duta Mulya Majenang. Jenis penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional, dengan sampel penelitian semua pasien anemia yang dilakukan pemeriksaan ureum dan kreatinin di RSU Duta Mulya Majenang pada bulan Januari – Maret 2023 sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 66 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas pasien penyakit gagal ginjal kronis dialami oleh lansia yaitu usia 46-65 tahun dengan jumlah sampel pasien sebanyak 43 pasien (65.2%) dan sebagian besar diderita oleh perempuan sebanyak 35 pasien (53.0%). Korelasi kadar ureum dan kreatinin pada semua sampel menunjukan hasil yang melebihi nilai normal. Simpulan penelitian ini adalah adanya korelasi kadar ureum dan kreatinin serum pada pasien anemia di RSU Duta Mulya Majenang
Pengaruh Pengobatan Multi Drug Resistant Tuberculosis (TBMDR) Terhadap Kadar Hemoglobin Dan Hematokrit Di Rsud Cilacap Pada Januari 2020 Sampai Desember 2022 Ma’rifah, Solihatul; Pangesti, Ira; Faizal, Imam Agus
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, November 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i2.323

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan utama yang menjadi tantangan dunia. Salah satu tantangan kita terhadap penanggulangan TB dalam beberapa tahun belakangan ini adalah penyebaran TB resisten obat yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB) yang resisten terhadap Rifampisin (RIF) dan Isoniazid (INH). Multi Drug Resistant Tuberculosis (TB MDR)pada dasarnya adalah suatu fenomena yang merupakan dampak dari perbuatan manusia yang kebanyakan terjadi karena pengobatan TB yang tidak adekuat maupun juga dapat disebabkan karena penularan langsung. Penyakit Tuberkulosis paru merupakan suatu infeksi kronis pada jaringanparu yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Setiap kondisi penyakit yang berhubungan dengan peradangan, dan yang berlangsung lebih dari 1 atau 2 bulan, dapat menyebabkan anemia kronis. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui pengaruh pengobatan TB MDR terhadap kadar hemoglobin dan hematokrit pada pasien TB MDR sebelum dan sesudah pengobatan di RSUD Cilacap. Jenis penelitian cross sectional menggunakan pendekatan analitik dengan rancangan komparatif Data yang digunakan berupa data sekunder pengobatan TB MDR terhadap kadar hemoglobin dan hematokrit yang dia ambil di RSUD Cilacap dalam jangka waktu bulan Januari 2020 -Desember 2022 sebanyak 26 sampel pasien.
Socialization of Prevention of Escherichia coli Bacterial Contamination in Well Water in Sidanegara Village as a Stunting Countermeasure Imam Agus Faizal; Dini Puspodewi; Frisca Dewi Yunadi; Ira Pangesti; Mika Tri Kumala Swandari
Jurnal Pengabdian Pancasila (JPP) Vol. 3 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpp.v3i2.9967

Abstract

Human health can be directly affected by water quality if E. Coli bacteria are found. Most residents of Cilacap Regency get their drinking water from wells, cooking, washing household appliances, and poor sanitation behavior. This method of community service in health counseling is divided into several stages of implementation. These stages include pre-service surveys and counseling. The results of the pre-test with the theme Identification of E. coli Bacteria Contamination as a Stunting Response were obtained with an average cadre knowledge score of 86. Meanwhile, the average score of the post-test questionnaire was 93. The conclusion of the results of this service is the results of the pre-test and post-test of the cadres which have experienced a significant increase in cadre knowledge.
BLOOD SMEAR EXAMINATION AND DIFFERENTIAL COUNT IN RATS WITH ESCHERICHIA COLI ESBL AND KLEBSIELLA PNEUMONIAE CARBAPENEMASE INFECTIONS Savitri, Lisa; Kasimo, Elfred Rinaldo; Ihsan, Kharisul; Faizal, Imam Agus
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.10708

Abstract

Sepsis is an irregular body response to severe infection, triggering uncontrolled inflammation that can lead to extensive tissue damage. It can progress to septic shock with multiple organ failure, resulting in death if left untreated. Laboratory examinations, such as leukocyte differential count in hematology, help understand the distribution pattern of white blood cells associated with health conditions. Laboratory research was conducted on mice injected with E. coli ESBL or K. pneumoniae carbapenemase. After 24 hours, observations were made on apoptosis in the spleen and liver of mice. Mouse blood was processed to count white blood cell types with a differential count. The results were analyzed to compare the control group with the bacterial infection groups of E. coli ESBL and K. pneumoniae carbapenemase. The research results indicate that the neutrophil count in the E. coli ESBL group is still within the normal range and lower (44.5±1.915%) compared to the K. pneumoniae carbapenemase group (55.75±8.342%). Similarly, the lymphocyte count in the E. coli ESBL group is within the normal range and lower (77.5±3.109%) compared to the K. pneumoniae carbapenemase group (91.25±7.588%). This highlights the crucial role of neutrophils and lymphocytes in responding to severe bacterial infections such as K. pneumoniae carbapenemase. Previous studies indicate neutrophilia and lymphocytopenia as markers of severe bacterial infections. Neutrophils are the primary defense against bacterial infections and can be rapidly recruited to the infection site, while specific infections can trigger prolonged neutrophil recruitment from hematopoietic tissues.
Sensitivity of Torch Ginger and Basil Extracts Against Candida sp. from Vaginal Discharge Samples Arelliza, Fatma Sheilla; Nugroho, Yusuf Eko; Faizal, Imam Agus
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2025): November 2025
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v9i1.2100

Abstract

Pathological vaginal discharge is a common infection among women, often caused by the fungal species Candida albicans. The increasing resistance to synthetic antifungal agents such as ketoconazole has prompted the need for alternative herbal therapies. This study aimed to identify the presence of Candida albicans in vaginal swab samples from female D4 TLM UNAIC students an to assess the antifungal activity of combined extracts of kecombrang flower (Etlingera elatior) and basil leaves (Ocimum basilicum) prepared using the infusion method. An experimental design was used with the well diffusion method to measure inhibition zones at extract concentration of 50%, 70%, and 90%. The results showed that 31% of the 48 samples tested positive for Candida albicans. Macroscopically, the colonies appeared white to cream, convex, and had a characteristic yeast odor, while microscopic examination revealed blastospores. The positive control group using ketoconazole exhibited strong antifungal activity with an inhibition zone diameter of 23 mm. In contrast, the combined infusion extracts at all tested concentration (50%, 70%, and 90%) showed no inhibition zones (0 mm), indicating an absence of antifungal activity. The conclusions of this research are the infusion extraction method was ineffective in isolating active antifungal compounds from the tested plants under the conditions of this study. 
Safety Evaluation of Burdock (Arctium Lappa L.) Root Extract: Effects on Spleen Histopathology and Peripheral Lymphocytes in Wistar Rats Faizal, Imam Agus; Afrilla, Rananda; Farabi, Meka Faizal; Savitri, Lisa
Jurnal Riset Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v14i2.13839

Abstract

Arctium lappa L. (burdock) root contains phytochemicals—including flavonoids, saponins, and phenolic compounds—reported to exhibit immunomodulatory activity. This study evaluated the safety of Arctium lappa L. root extract through a 28-day post-test experimental design involving male and female Wistar rats. Eight animals were randomized into four groups receiving oral doses of 0, 150, 300, or 450 mg/kg BW/day. Lymphocyte counts were measured using an automated analyzer, and splenic histopathology was assessed on Hematoxylin–Eosin–stained sections using semiquantitative scoring. Lymphocyte values (mean ± SD) showed no significant differences among groups (p > 0.05; small effect size) and remained within physiological limits, with males ranging from 4.14 ± 0.21 to 7.96 ± 0.34 ×10³/µL and females from 2.04 ± 0.18 to 15.43 ± 0.52 ×10³/µL. No necrotic lesions were identified in any dose group. Splenic congestion and extramedullary hematopoiesis were mild to moderate, remaining below 30–50% involvement without architectural disruption. These findings indicated that repeated oral exposure to A. lappa extract up to 450 mg/kg BW/day did not induce structural injury or suppress immune-cell profiles, supporting its preliminary safety for further toxicological and immunopharmacological investigation.
CORRELATION OF HBA1C LEVELS OF PROLANIS PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS TO MICROALBUMINURIA LEVELS AT KESUGIHAN I HEALTH CENTER Nugrahaeni, Dian Rahma; Faizal, Imam Agus; Nugroho, Yusuf Eko
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v8i1.422

Abstract

Introduction : Chronic hyperglycemia and disorders of carbohydrate, fat, and protein metabolism are signs of a metabolic disease known as diabetes mellitus. The disease is caused by abnormalities in the secretion of insulin or the work of insulin. Higher HbA1C levels indicate uncontrolled diabetes mellitus, and in high-risk patients, long-term complications that can be fatal. The presence of albumin in the urine of people with diabetes mellitus causes a problem known as diabetic nephropathy. In a damaged glomerular condition, kidney leakage can occur which allows proteins, especially albumin, to seep into the urine. The purpose of this study was to find out whether there was a relationship between HbA1C levels of prolanis diabetic mellitus patients and microalbuminuria levels at the Kesugihan I Health Center. Method: This study used a cross-sectional description design, with a research sample of results from the HbA1C and microalbuminuria examination of prolanis patients at the Kesugihan I Health Center from January to March 2025, meeting the inclusion and exclusion criteria of 60 samples. Result: The Spearman correlation test for this study found a correlation value of -0.163 between HbA1C and microalbuminuria levels, with a p-value of 0.214. Conclusion: The conclusion of this study is that there is no correlation between HbA1C levels of prolanis patients with diabetes mellitus and microalbuminuria levels at the Kesugihan I Health Center.
Inovasi Sedotan Edible Lokal Dan Pelatihan Pemasaran Digital Umkm Cilacap Untuk Reduksi Sedotan Plastik Faizal, Imam Agus; Susanti, Susanti; Yusuf, Dede; Nizam, Muhammad Farid Khoirun; Wulandari, Mei
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v7i1.1914

Abstract

Program pengabdian ini mengembangkan prototipe awal sedotan edible berbasis pati sukun (Artocarpus altilis) dengan penambahan ekstrak daun beluntas (Pluchea indica) sebagai inovasi bahan lokal untuk mendukung pengurangan sedotan plastik sekali pakai dan peningkatan daya saing UMKM di Cilacap. Kegiatan melibatkan 13 peserta dari mitra UMKM KPK Tri Usaha melalui (1) sosialisasi literasi lingkungan dan potensi bahan baku lokal serta (2) pelatihan pemasaran digital berbasis praktik. Formulasi laboratorium menghasilkan prototipe sedotan berwarna hijau alami dengan performa awal bertahan sekitar 1,5 jam pada minuman dingin dan 30 menit pada minuman panas, namun masih memerlukan uji ketahanan lanjutan dan pemenuhan legalitas pangan. Evaluasi pengetahuan dengan desain pra–pasca menunjukkan peningkatan secara deskriptif: pada prates mayoritas peserta berada pada kategori cukup–kurang (69,3%), sedangkan pada pascates 84,6% berada pada kategori baik–sangat baik. Pelatihan pemasaran digital membantu mitra membuat akun bisnis, mengunggah listing produk, dan menyusun konten promosi sederhana. Program ini menjadi langkah awal menuju inovasi produk berorientasi circular economy, dengan kebutuhan pendampingan lanjutan pada transfer produksi dan kepatuhan regulasi.
Subchronic Toxicity Test of Burdock Root (Arctium Lappa L.) Nanoemulsion Based on Histopathology on The Albino Rat Rattus noverticus (Wistar strain): Uji Toksisitas Subkronik Nanoemulsi Akar Burdock (Arctium Lappa L.) Berdasarkan Histopatologi pada Tikus Albino Rattus noverticus (strain Wistar) Imam Agus Faizal; Dini Puspodewi; Ajeng Puspo Aji
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i2.140

Abstract

Tanaman burdock (Arctium lappa L.) merupakan tanaman herbal yang berkhasiat sebagai penambah darah (hemoglobin dan hematokrit) pada penderita anemia defisiensi besi. Sebanyak 15 ekor tikus (Rattus norvegicus) strain Wistar, jantan dan betina dibagi menjadi 3 kelompok secara random sampling yaitu Kelompok 1 Kontrol negatif (KN) tidak diberi A. lappa L. nanoemulsion. Kelompok Dosis 1 (KD1) diberi A. lappa L. nanoemulsion dengan dosis 150 mg/kgBB/hari. Kelompok Dosis 2 (KD2) diberikan A. lappa L. nanoemulsion dengan dosis 450 mg/kgBB/hari (selama 14 hari dimulai hari ke 8). Indikator penelitian ini dilihat kadar pemeriksaan biokimia kadar darah. Organ hati dan ginjal dinilai menggunakan Hematoxylin-Eosin (HE). Hasil pemeriksaan biokimia darah relatif normal. Sedangkan pewarnaan HE pada kelompok KD1 dan KD2 terjadi perubahan pada sel organ ginjal dan hati, menunjukkan bahwa sediaan nanoemulsi akar burdock bersifat toksik, namun terdapat faktor pengganggu yaitu ditemukan cacing parasit Taenia taeniaeformis, sehingga interpretasi hasilnya terganggu.