Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL EDUKASI PENCEGAHAN HOAKS MELALUI MEDIA SOSIAL Aden Gunawan; Nurhidayanti. S; Fadel Fadel; Mukhtar Galib; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.255

Abstract

Penyebaran hoaks melalui media sosial menjadi salah satu tantangan utama dalam kehidupan masyarakat digital karena berpotensi menimbulkan disinformasi, konflik sosial, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap informasi yang beredar. Rendahnya literasi digital dan kemampuan masyarakat dalam memverifikasi informasi menyebabkan hoaks semakin mudah diterima dan disebarluaskan. Artikel ini bertujuan mengembangkan model edukasi pencegahan hoaks melalui media sosial sebagai rancangan program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penguatan literasi digital. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan konseptual melalui analisis dan sintesis berbagai literatur yang berkaitan dengan literasi digital, media sosial, penyebaran hoaks, fact-checking, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil kajian menghasilkan model edukasi yang terdiri atas lima tahapan, yaitu analisis kebutuhan masyarakat, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan edukasi, praktik verifikasi informasi (fact-checking), serta evaluasi dan tindak lanjut. Model tersebut dirancang sebagai kerangka sistematis untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali, memverifikasi, dan menyebarluaskan informasi secara bertanggung jawab melalui media sosial. Model konseptual yang diusulkan diharapkan dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi, pemerintah, sekolah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merancang program pengabdian yang lebih terstruktur, adaptif, dan berkelanjutan guna memperkuat literasi digital serta mengurangi penyebaran hoaks di masyarakat.
Authenticity and Brand Sensemaking Process: A Narrative Analysis of Marketing Managers in Building Trust Through Long-Term Collaboration with Nano-Influencers Mukhtar Galib; Maulana; Jumiati Syam; Muharram
Journal of Marketing Management and Innovative Business Review Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): Mariobre, December 2025 (e-ISSN: 3031-4208)
Publisher : Management Study Program, Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63416/mrb.v3i2.421

Abstract

Abstract: The strategic shift towards authenticity in digital marketing has prioritized nano-influencers to build sustainable brand trust. However, authenticity remains an ambiguous, fluid, and complex concept for marketing managers to navigate. This study aims to describe the managerial sensemaking process used to define and evaluate nano-influencer authenticity, as well as analyze the narrative strategies implemented in long-term collaborations to build brand trust. A descriptive qualitative research approach was used, through a multi-site case study method. Data were collected through in-depth interviews with marketing managers, brand managers, and social media managers. Findings indicate that managerial sensemaking towards authenticity is a nuanced qualitative process that focuses on three key dimensions: value alignment, relatable content aesthetics, and perceived intrinsic motivation, rather than solely on quantitative metrics. Strategic implementation relies on managing long-term relational partnerships that provide creative autonomy. The impact of this adaptive management is reflected in increased message credibility and community loyalty. This study concludes that structured, relational, and sensemaking-based nano-influencer partnership management can significantly increase sustainable brand trust, while offering a best practice model for marketing practitioners
Exploring Embedded Finance in Digital Marketing Impact on Marketing Strategy, User Experience and Customer Loyalty Mukhtar Galib; Syamsul Rijal
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jab.v14i1.65309

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dampak embedded finance terhadap strategi pemasaran digital, pengalaman pengguna, dan loyalitas pelanggan. Dengan menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis (SLR), penelitian ini menganalisis bagaimana integrasi layanan keuangan ke dalam platform non-keuangan memengaruhi ketiga aspek tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa embedded finance meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran dengan memanfaatkan data untuk meningkatkan relevansi, yang tercermin dalam peningkatan konversi hingga 20%. Selain itu, integrasi ini meningkatkan pengalaman pengguna dengan mengurangi gesekan transaksi dan meningkatkan kepuasan, yang dapat meningkatkan loyalitas pelanggan hingga lima kali lipat. Penelitian ini juga menemukan bahwa program loyalitas berbasis embedded financial dapat meningkatkan retensi pelanggan hingga 30%, meskipun ada tantangan dalam hal keamanan data. Temuan ini menekankan perlunya strategi pemasaran yang inovatif dan praktik keamanan data yang ketat untuk sepenuhnya memanfaatkan potensi embedded finance. Integrasi layanan keuangan ke dalam platform non-keuangan memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan dan menganalisis data pengguna secara lebih mendalam untuk menciptakan strategi pemasaran yang lebih personal dan efektif. Namun, seiring bertambahnya data yang dikumpulkan, risiko kebocoran data dan pelanggaran privasi juga meningkat, sehingga perusahaan harus memastikan sistem keamanan yang kuat dan kepatuhan terhadap peraturan untuk melindungi data pengguna. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan yang komprehensif tentang manfaat dan tantangan keuangan tertanam dalam konteks pemasaran digital serta pentingnya menyeimbangkan inovasi dan keamanan.
Strategi Pengembangan Kompetensi Karyawan dalam Menghadapi Transformasi Organisasi: Studi Kualitatif pada Industri Jasa Muharram Muharram; Mukhtar Galib; Yohanis Yohanis; Kristison Tobeoto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi pengembangan kompetensi karyawan dalam menghadapi transformasi organisasi pada industri jasa di Indonesia, yang berlangsung di tengah fenomena ketidaksesuaian keterampilan (skills mismatch) dan disrupsi digital pada era Industri 4.0. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 12 informan kunci yang terdiri atas manajer sumber daya manusia, supervisor, dan karyawan lini depan, disertai observasi partisipatif selama 12 jam serta telaah dokumentasi program SDM pada dua perusahaan jasa di wilayah Jabodetabek dan Surabaya dalam periode Januari hingga Juni 2026. Proses analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman, dengan penerapan triangulasi metode untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama, yaitu: (1) dinamika transformasi berbasis hybrid yang menuntut penguasaan kompetensi hibrida yang menggabungkan aspek teknis dan empati; (2) efektivitas strategi pengembangan yang adaptif, terutama melalui mentoring antar rekan kerja dan blended learning; serta (3) keberadaan hambatan budaya yang bersifat hierarkis, yang dapat diatasi melalui praktik “gotong royong digital” sehingga mendorong peningkatan kemampuan adaptasi karyawan hingga 40%. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas kerangka Competency-Based HRM melalui integrasi dimensi budaya Indonesia, sekaligus mengisi kesenjangan dalam literatur kualitatif yang selama ini didominasi oleh pendekatan kuantitatif. Secara praktis, hasil penelitian ini merekomendasikan kepada manajer sumber daya manusia untuk memprioritaskan mentoring yang kontekstual sebagai strategi utama pengembangan kompetensi. Pada tataran kebijakan, temuan ini mendukung perlunya integrasi kompetensi hibrida dalam kurikulum vokasi nasional.
Analisis Tantangan Strategis Pemasaran Industri Pupuk Cair di Era Digital: Sintesis Literatur Menuju Strategic Marketing Challenges Framework A. Rafiuddin Syah; Hikmah; Mukhtar Galib
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13006

Abstract

  Transformasi digital dan adopsi teknologi informasi telah menggeser paradigma persaingan industri agribisnis dari pemasaran berorientasi produk menuju penciptaan nilai pelanggan. Industri pupuk cair menghadapi kompleksitas persaingan baru yang dipicu oleh homogenitas formulasi produk, pergeseran perilaku pencarian informasi petani, serta penurunan tingkat kepercayaan terhadap klaim digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan strategis pemasaran pupuk cair di era digital serta menyusun suatu kerangka konseptual yang integratif. Menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan sintesis kualitatif dari 42 artikel ilmiah bereputasi rentang tahun 2021-2025, penelitian ini menghasilkan Strategic Marketing Challenges Framework. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pemasaran pupuk cair di era digital ditentukan oleh kemampuan mengelola lima dimensi tantangan strategis secara simultan, yaitu: product commoditization, digital trust deficit, value-based competition, omnichannel marketing integration, dan relationship-based marketing. Kelima dimensi ini berperan sebagai pemicu utama dalam membentuk customer value dan brand trust yang berimplikasi pada pencapaian keunggulan bersaing yang berkelanjutan (sustainable competitive advantage). Implikasi praktis penelitian ini menuntut pelaku industri pupuk cair untuk mentransformasi komunikasi pemasaran berorientasi edukasi serta memperkuat integrasi ekosistem digital-fisik.