Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Worldwide Bibliometric Analysis of Antibiotic Resistance Research Trends Amukti, Danang Prasetyaning; Pratami, Ria Indah; Kaffah, Silmi; Ningsih, Novita Fitria; Evelin; Nurdevi, Aldise Indah; Liani, Fega; Panduwinata, Revina; Nurshintya, Agnes; Andre, Muhamad; Nurfaizah, Eka
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 11 No. 3 (2025): Vol 11, No 3, 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v11i3.264

Abstract

Introduction. Antibiotic resistance (AR) is a critical issue in global health, characterized by the increasing number of resistant pathogens that threaten the effectiveness of infection therapy. Although there has been a significant increase in the number of scientific publications related to AR, there are not many studies that systematically map the dynamics and direction of global research. This study aims to evaluate the global trend of antibiotic resistance research in the period 2022–2025 through a bibliometric approach. Methods. This is a quantitative bibliometric study with a descriptive design. Data were taken from 1,845 indexed international scientific sources, covering 18,786 documents. The analysis was carried out using the Bibliometrix R-package , focusing on publication growth, scientific collaboration, dominant keywords, and identification of the most contributing authors, institutions, and countries. Results. The study showed that despite a -28.01% decline in the annual publication growth rate, research volume remained high, with 27.62% cross-border collaboration and 87,959 authors involved. China and the United States dominated both in terms of publications and citations, while frequent keywords reflected a laboratory approach and focus on major pathogens. The most influential articles were published in leading journals such as The Lancet, Gut, and Clinical Infectious Diseases. Conclusion. This study confirms that antibiotic resistance remains a major focus of the global scientific community, characterized by extensive, collaborative, and evidence-based research activities. These findings provide an important scientific basis for designing more effective, adaptive, and sustainable AR research and policy strategies at the global level.
Pemberian edukasi pada usia remaja terhadap penyakit hipertensi Amukti, Danang Prasetyaning; Humolungo, Dwi Tiva Widyanti Sidik; Ardilla, Mita; Bachri, Moch. Saiful; Ma'ruf, Muhammad
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i2.21600

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi di dunia sebesar 22% dan negara di kawasan Asia Tenggara berada di peringkat ke 3 tertinggi di dunia mengalami hipertensi. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan sebanyak 34,11% penduduk Indonesia mengalami hipertensi dan 20,1% diantaranya merupakan kelompok usia 18-24 tahun. Hipertensi pada remaja menjadi tantangan besar bagi keluarga di Indonesia dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, karena jika tidak terkendali akan berkembang dan menimbulkan komplikasi berbahaya yang menyebabkan stroke, jantung koroner dan kematian. maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada remaja sekolah dalam bentuk edukasi kesehatan dan pemeriksaan faktor risiko hipertensi sebagai upaya potensi pencengahan hipertensi.Kegiatan program pemberdayaan umat (PRODAMAT) menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan untuk menekankan partisipasi dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam mengelola penelitian action research. Dalam penelitian ini kami ada beberapa langkah-langkah yang akan di lakukan mulai dari solusi atau gagasan yang di tawarkan, pihak yang di pertimbangkan untuk implementasi gagasan, dan langkah strategis implementasi.Hasil yang didapatkan setelah dilakukan pretest sebesar 64%. Dimana dari hasil yang didapatkan bahwa pengetahuan siswa terhadap hipertensi belum begitu paham. Setelah itu kemudian dilakukan pemaparan materi tentang pengobatan dan pencengahan hipertensi kepada siswa SMK Kesehatan Bantul. Kemudian dilanjutkan dengan sesi posttest pada akhir materi. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan posttest sebesar 74%. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman dari edukasi pengobatan dan pencengahan hipertensi yang perlu diterapkan pada kehidupan sehari-hari untuk mencengah terjadinya hipertensi pada usia remaja.
Upaya promosi kesehatan dan pencegahan hipertensi pada masyarakat Sulistyorini, Sri; Amukti, Danang Prasetyaning; Akrom
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i3.21841

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi adalah kurangnya pengetahuan tentang hipertensi. Promosi kesehatan yang dilaksanakan di RST Bhakti Wira Tamtama ditujukan kepada seluruh pasien atau keluarga yang menunggu obat di ruang tunggu Instalasi Farmasi. Metode Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR) digunakan dengan harapan dapat menarik partisipasi dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam pengelolaan penelitian tindakan. Materi yang disampaikan terkait hipertensi meliputi pengertian, gejala, faktor risiko, pengobatan hipertensi, dan pencegahannya. Hasil yang diperoleh setelah melaksanakan pre test sebesar 72% peserta belum begitu memahami tentang hipertensi. Setelah pemberian materi hipertensi, sesi post test dilanjutkan di akhir materi. Hasil yang diperoleh adalah 90%. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang hipertensi, serta pencegahan Promosi Kesehatan. Sehingga nantinya hasil penelitian upaya promosi kehatan dan pencegahan hipertensi pada masyarkat dapat memberikan gambaran kepada masyarakat supaya untuk menjaga gaya hidup sehat dan menghindari faktor pemicu dari hipertensi.
Analisis Hubungan Kepatuhan Suplementasi Tablet Besi Dengan Karakteristik Ibu Melahirkan Bayi Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Wonosari Yogyakarta Herlina, Tetie; Prillia, Wiwi Kustio; Amukti, Danang Prasetyaning; Suminingtyas, Ifa Aris; Kusumawardani, Nurul
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.34945

Abstract

Low birth weight (LBW) is a leading cause of neonatal mortality, especially in developing countries. Previous studies have not comprehensively assessed the role of maternal adherence to iron tablet consumption, gestational age, maternal age, and anemia status. This study aims to analyze the relationship between adherence to iron tablet consumption and the characteristics of mothers who gave birth LBW at Wonosari Regional Hospital, Yogyakarta. This is a retrospective analytical study with a cross-sectional design on 47 pregnant women who gave birth  LBW between October 2024 and March 2025. Data collection involved the use of an adherence questionnaire to assess adherence to iron supplementation, as well as secondary data obtained from patient medical records. Statistical analysis was performed using the chi-square test to determine the relationship between variables. The results showed no statistically significant association between adherence to iron supplementation (p=0.74), maternal age (p=0.34), or anemia status (p=0.36) with LBW. However, there was a strong and statistically significant association between gestational age and LBW (p < 0.001), which showed that preterm birth is a major risk factor for LBW. In conclusion, gestational age was significantly associated with LBW, while adherence to iron supplementation, maternal age, and anemia status were not. Preventing preterm birth should be a primary focus in strategies aimed at reducing the incidence of LBW.
Analysis of bioactive compounds, antioxidant activity, and acute toxicity test of black garlic (Allium sativum L.) Moch. Saiful Bachri; Muhammad Ma'ruf; Hasna Tsamarah; Daru Estiningsih; Prasasti, Dian; Danang Prasetyaning Amukti; Sapto Yuliani; Vivi Sofia
Pharmaciana Vol. 15 No. 3 (2025): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v15i3.31393

Abstract

Black garlic is obtained through a controlled fermentation process that alters its color, aroma, and flavor while enhancing its concentration of bioactive compounds. This product is rich in phenolics, flavonoids, alkaloids, and organosulfur compounds such as S-allyl cysteine, which are known to exhibit antioxidant, anti-inflammatory, and antimicrobial properties. This study aimed to determine the total alkaloid, flavonoid, and phenolic content, antioxidant activity, and acute toxicity profile of black garlic. Black garlic samples were prepared by fermenting Solo garlic for 12 days at 60–70 °C. Alkaloid content was analyzed spectrophotometrically using Bromocresol Green reagent with quinine as the standard, flavonoid content was determined using quercetin, and total phenolic content was measured using the Folin–Ciocalteu method with gallic acid as the standard. Antioxidant activity was assessed using the DPPH method, while acute toxicity testing was conducted on male BALB/c mice at doses of 500–5.000 mg/kg BW following OECD/GHS guidelines. The results showed that black garlic contained 301.65 ± 3.436 mg QE/kg alkaloids, 2.190 ± 0.051 mg QE/g flavonoids, and 81.976 ± 1.179 mg GAE/g phenolics. Antioxidant activity was categorized as very strong with an IC₅₀ value of 9.94 ± 0.012 ppm, comparable to Vitamin C (9.92 ± 0.005 ppm). Acute toxicity tests revealed no toxic symptoms or mortality up to 5.000 mg/kg BW, classifying black garlic as practically non-toxic. In conclusion, black garlic is rich in bioactive compounds, demonstrates strong antioxidant activity, and is safe for consumption, making it a potential functional food and health supplement.
STANDARISASI EKSTRAK ETANOL BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) MELALUI ANALISIS PARAMETER SPESIFIK DAN NON-SPESIFIK Shafala Rivani Aisyah; Moch. Saiful Bachri; Laela Hayu Nurani; Sapto Yuliani; Silmi Kaffah; Sri Rahmawati; Muhammad Ma'ruf; Danang Prasetyaning Amukti
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/276ecv08

Abstract

Latar belakang: Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan bahan alami yang diolah menjadi ekstrak etanol dari umbi tanaman, dan sangat memerlukan proses standardisasi guna menjamin kualitas, keamanan, serta efektivitasnya secara konsisten bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menilai mutu ekstrak etanol bawang dayak yang diperoleh dari wilayah Sintang, Kalimantan Barat melalui pengujian terhadap parameter spesifik dan nonspesifik. Metode: Pengujian dilakukan dengan mengukur parameter non spesifik dan parameter spesifik. Hasil: Uji laboratorium dilakukan dengan mengukur kadar air (6,31%), abu total (2,27%), dan sari larut etanol (10,84%) sebagai indikator nonspesifik yang merefleksikan stabilitas dan tingkat kemurnian bahan. Sementara itu, parameter spesifik menunjukkan kandungan flavonoid total sebesar 8,416 mgQE/g dan fenolik total sebesar 75,026 mgGAE/g, yang mengindikasikan potensi tinggi terhadap aktivitas antioksidan dan manfaat farmakologis. Kesimpulan: Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol bawang dayak dinilai telah memenuhi standar mutu dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat herbal, meskipun kajian lanjutan tetap diperlukan guna mengoptimalkan penerapannya dalam formulasi farmasi yang lebih luas.
Identifikasi Mutu Simplisia dan Ekstrak Serta Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Ma'ruf, Muhammad; Febrianti, Dwi Rizki; Kumalasari, Eka; Amukti, Danang Prasetyaning; Santoso, Blegoh Iwan
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i2.1862

Abstract

Sungkai (Peronema canescens Jack.) merupakan salah satu tanaman yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk berbagai jenis penyakit. Tanaman ini khususnya pada bagian daun diketahui mengandung flavonoid alkaloid saponin tanin dan terpenoid atau steroid yang berperan sebagai antioksidan. Namun data terkait variasi mutu simplisia dan ekstrak daun sungkai masih terbatas sehingga berpotensi memengaruhi konsistensi aktivitas dan kualitas produk herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia dalam simplisia dan ekstrak daun sungkai, serta menguji kemampuan antioksidannya dengan metode DPPH. Penelitian ini diawali dengan pengambilan daun sungkai segar yang kemudian diolah menjadi simplisia dan diekstraksi menggunakan etanol 96% melalui metode maserasi. Karakterisasi simplisia dan ekstrak dilakukan melalui uji organoleptik, penetapan parameter spesifik dan nonspesifik, serta skrining fitokimia. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH menggunakan vitamin C sebagai pembanding serta mengacu pada kriteria klasifikasi nilai IC₅₀ untuk menentukan tingkat kekuatan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak daun sungkai mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, serta terpenoid/steroid. Parameter mutu simplisia memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia. Uji DPPH menghasilkan nilai IC₅₀ vitamin C sebesar 7,80 ppm dan ekstrak daun sungkai sebesar 14,55 ppm. Keduanya termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat kuat, meskipun ekstrak daun sungkai sedikit lebih rendah dibanding vitamin C. Temuan ini menunjukkan bahwa daun sungkai berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami serta menjadi dasar dalam upaya standardisasi bahan baku dan pengembangan sediaan herbal.
KRT23 SEBAGAI BIOMARKER PROGNOSTIK PADA ADENOKARSINOMA REKTAL: ANALISIS BIOINFORMATIKA BERBASIS UALCAN: KRT23 sebagai Biomarker Prognostik pada Adenokarsinoma Rektal: Analisis Bioinformatika Berbasis UALCAN Danang Prasetyaning Amukti; Mitha Dwi Puspitasari; Ari Widhiarso; Bayu Bakti Angga Santoso; Ria Indah Pratami
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 7 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v7i2.1836

Abstract

 Introduction: Colorectal cancer, including READ, is one of the leading causes of cancer death worldwide. Recent studies have shown the involvement of the KRT23 gene, a member of the type I keratin family, in various malignant processes, including tumor cell proliferation, migration, and invasion. Although KRT23 expression has been studied in several types of cancer, its role in rectal cancer remains poorly understood. This study aimed to evaluate the relationship between KRT23 expression and patients' clinical characteristics and their survival. Methods: KRT23 expression data in rectal cancer patients were obtained from the UALCAN platform, which included subgroups based on race, sex, and weight status. Analysis was performed to evaluate the relationship between KRT23 expression levels and patients' clinical characteristics and their effects on survival using Kaplan-Meier curves and log-rank statistical analysis. Results: KRT23 expression was significantly increased in rectal cancer tissues compared to normal tissues. Survival analysis showed that race significantly affected the relationship between KRT23 expression and patient prognosis (p < 0.0001), especially in the Caucasian and African-American racial groups. In contrast, there was no significant difference based on gender (p = 0.97) and weight status (p = 0.64). Conclusion: High KRT23 expression is associated with better prognosis in certain racial subgroups, making it a potential candidate prognostic biomarker for rectal cancer. However, further studies with larger sample sizes are needed to strengthen these findings and understand the underlying biological mechanisms.