Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EDUKASI LITERASI KEUANGAN MASYARAKAT NELAYAN DESA TANJUNG BUNGA KABUPATEN KONAWE UTARA Wahyudi, Adi Imam; Agil, Muhammad Thoriq; Mahendra, Asma; Rivai, Afrah Hapsari; Saputri, Sinar Arya; Handayani, Agista; Sudarno, Sudarno; Risfandi, Risfandi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31319

Abstract

Desa Tanjung Bunga merupakan salah satu Desa di Kecamatan Wawolesea, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Desa Tanjung Bunga terletak disebelah Utara Kota Kendari. Salah satu potensi sektor perikanan Desa Tanjung Bunga adalah kepiting rajungan (Portunus pelagicus) yang menjadi sumber ekonomi masyarakat. Memperhatikan perekonomian masyrakat Desa Tanjung Bunga perlu adanya manajemen keuangan. Metode pelaksanaan program meliputi tahap persiapan, tahap edukasi, tahap pendampingan, dan tahap evaluasi pelaksanaan pengabdian. Literasi keuangan masyarakat nelayan dengan memperkenalkan terlebih dahulu bagaimana teori literasi keuangan bekerja dalam kehidupan, susunan pengelolaan pendapatan dan pengeluaran nelayan serta pengambilan kesimpulan terhadap pengelolaan keuangan nelayan masing-masing individu. Dari kegiatan sosialisasi literasi keuangan keluarga nelayan di desa tanjung bunga ini. Ditemukan bahwa pemahaman mengenai literasi keuangan masih kurang. Hal ini di buktikan dengan keluarga yang masih kurang teratur dalam mengelola keuangan, tidak ada catatan dalam pengeluaran dan pemasukan
Penyuluhan Budidaya Perikanan Ramah Lingkungan Pendekatan Eco Engineering Di Kabupaten Konawe Utara Mangurana, Inti; Hamzah, Muhaimin; Muh. Arsal, La Ode; Annisa Aryanti, Chairun; Imam Wahyudi, Adi; Isanayanti, Isanayanti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13214

Abstract

The purpose of this outreach activity is to serve the community by enhancing the knowledge and skills of household-scale fish farmers. This program is designed to provide practical guidance on managing fish farming businesses using simple household equipment, covering aspects such as seed selection, pond management, and marketing strategies for harvested products. Through a series of training sessions and educational materials, participants are expected to optimize the potential of aquaculture in Tanjung Bunga Village, Wawolesea District, North Konawe Regency. In addition, this activity aims to increase the economic income of local residents and make a tangible contribution to the development of local aquaculture enterprises. The expected outcomes include not only an increase in fish production but also an overall improvement in the welfare of the community in Tanjung Bunga Village. Thus, this outreach program is expected to serve as a sustainable model that brings positive impacts to the development of the fisheries sector in the region.
Pahlawan Kecil Penjaga Laut Edukasi Ekosistem Laut kepada Siswa/i SDN 04 Moramo Utara: Pahlawan Kecil Penjaga Laut: Edukasi Ekosistem Laut kepada Siswa/i SDN 04 Moramo Utara Dedy Oetama; Asriyana; Haslianti; Chairun Annisa Aryanti; Wa Jali; Adi Imam Wahyudi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.5468

Abstract

Ekosistem laut rentan rusak akibat dari perubahan iklim, eksploitasi berlebih dan pencemaran laut. Kendala upaya konservasi adalah kurangnya pemahaman publik akan pentingnya melestarikan laut. Peningkatan pemahaman harus dilakukan di berbagai wilayah. Kesadaran siswa mengenai urgensi pelestarian ekosistem laut, dapat ditingkatkan melalui pendidikan yang bersifat interaktif dan berorientasi lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi pemahaman ekosistem laut bagi siswa/i SDN 04 Moramo Utara bertema “Pahlawan Kecil Penjaga Laut”. Kegiatan ini berupa pengenalan dan pentingnya menjaga ekosistem laut. Metode yang digunakan presentasi, diskusi dan tanya jawab dengan semua anak didik kelas 1 sampai 6 SD yang berjumlah 136 Murid. Untuk menimbulkan rasa tanggung jawab terhadap ekosistem laut, kegiatan dilanjutkan dengan lomba menggambar yang diikuti oleh murid kelas 1 sampai 4 SD. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa siswa/i memiliki antusias yang tinggi terhadap topik ekosistem laut. Mampu menjelaskan fungsi dan kenapa kita harus menjaga laut serta memiliki rasa tanggung jawab akan kelestarian laut.
Kondisi Vegetasi Mangrove dan Keanekaragaman Jenis Ikan di Kawasan Gampong Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan Khairunnas Khairunnas; Nabil Zurba; Adi Imam Wahyudi; Setiadi M Noor
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 1 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i1.364

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan sumber daya ikan dan keseimbangan ekologi wilayah pesisir, termasuk di kawasan Gampong Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyangga alami tetapi juga sebagai habitat penting bagi berbagai jenis ikan dan organisme perairan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi vegetasi mangrove dan keanekaragaman jenis ikan di kawasan perairan mangrove Gampong Padang Bakau. Metode yang digunakan meliputi penentuan area sampling dan wawancara langsung dengan nelayan setempat. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indeks Nilai Penting ekosistem mangrove Padang Bakau yang terdiri dari beberapa jenis yaitu Rhizopora apiculata sebesar 97,908%, Bruguiera gymnorrizha sebesar 55,901%, Ceriops tagal sebesar 43,155%, dan Aegiceras corniculatum sebesar 6,685%. Hasil tangkapan ikan sebanyak 785 individu yang terdiri dari 17 spesies dan 14 famili. Nilai indeks keanekaragaman (H') sebesar 2,774 menunjukkan kategori keanekaragaman sedang. Kualitas perairan menunjukkan kisaran salinitas antara 19–20‰, suhu 20,7–20,8ºC, pH 6,90–7,00, dan oksigen terlarut 4–7 ppm. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kawasan ini masih menyimpan potensi keanekaragaman hayati, tekanan terhadap vegetasi mangrove perlu segera ditangani untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan sumber daya perikanan yang bergantung padanya.
Studi Keanekaragaman Gastropoda di Perairan Sungai Krueng Woyla, Kabupaten Aceh Barat Meri Monita; Friyuanita Lubis; Nabil Zurba; Mira Mauliza Rahmi; Adi Imam Wahyudi
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 2 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i2.463

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman gastropoda dan mengetahui hubungan keanekaragaman jenis gastropoda dengan parameter kualitas perairan yang ada di Sungai Krueng Woylah Kabupaten Aceh Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan penentuan stasiun penelitian menggunakan teknik purposif sampling. Pengambilan sampel gastropoda dilakukan pada tiga lokasi stasiun, dalam setiap stasiun terdiri dari tiga sub stasiun dengan ukuran 10x10 meter, didalam sub stasiun terdapat 15 transek berukuran 1x1 meter yaitu dua titik pada sudut masing-masing transek dan satu titik pada bagian tengah transek. Hasil penelitian ditemukan Kelompok gastropoda sebanyak 5 spesies dari 4 ordo yaitu Neotaenioglossa antara lain spesies Tarebia lineata, Tarebia granifera, dari ordo Mesogastropoda spesies Thiara scabra, ordo Ceanogastropoda spesies Faunus ater dan dari ordo Archaeogastropoda yaitu spesies Neritina turita. Dari masing-masing stasiun memiliki nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 0,57-0,64 dikategorikan rendah, nilai indeks keseragaman berkisar antara 0,35-0,41 dikategorikan rendah, dan nilai indeks dominansi berkisar antara 0,59-0,69 dikategorikan tinggi. Hubungan keanekaragaman gastropoda dengan parameter kualitas perairan menunjukkan bahwa berkorelasi positif yang artinya memiliki hubungan berbanding lurus/searah antara dua parameter yaitu keanekaragaman dan oksigen terlarut (DO). Parameter lingkungan di perairan Sungai Krueng Woyla menunjukkan rerata nilai suhu yaitu 28,43°C, nilai pH 7,7 dan oksigen terlarut 6,54 mg/l.
Pola Pertumbuhan dan Sebaran Bobot Udang Mantis (Harpiosquilla sp.) di PPI Ujong Baroh, Kabupaten Aceh Barat Devia; Edwarsyah; Nabil Zurba; Rudi Hermi; Heriansyah; Adi Imam Wahyudi
Moluccas Aquaticus Vol 1 No 2 (2025): MOLUCCAS AQUATICUS: Journal of Aquatic Management and Innovation
Publisher : Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/moluccasaquaticus.v1i2.466

Abstract

Kabupaten Aceh Barat memiliki Panjang garis pantai 50,55 km dengan luas perairan lautnya 80,88 km² dengan berbagai variasi ekosistem, serta memiliki hasil tangkapan ikan laut yang beragam. Hal tersebut tidak terlepas dari letaknya yang menghadap langsung Samudera Hindia yang sangat kaya akan sumber daya ikan. Pengambilan data penelitian dilaksanakan selama pada bulan februari- April 2025 di PPI Ujong Baroh Kabupaten Aceh Barat. Tujuan penelitian ini menganalisis pola pertumbuhan dan sebaran bobot udang mantis (Harpiosquilla sp.) yang didaratkan di PPI Ujong Baroh, Kabupaten Aceh Barat sebagai dasar informasi biologis untuk mendukung pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya udang mantis. Metode pengumpulan sampel menggunakan metode random sampling yang di ambil dari hasil tangkapan nelayan. Metode random sampling adalah Teknik pengambilan sampel dari suatu populasi yang berdasarkan pada setiap elemen populasi yang ada. Morfologi udang mantis mempunyai garis hitam yang terdapat di belakang antara antena danophthalmic somite, antenula yang menghasilkan zat warna hitam yang tertuju pada bagian anterior pada karapas. Karapas berfungsi menutupi bagian kepala dan tiga segmen pertama toraks. Setelah di ukur dan ditimbang didapatkan hasil rata-rata pada minggu pertama dengan panjang 12,32 cm dan berat 24,32 gram, minggu kedua memiliki nilai rata-rata panjang 12,48 cm dan 23,19 gram, minggu ketiga rata-rata panjang yaitu 12,72 cm dan berat 22,20 gram, pada minggu keempat didapatkan nilai rata-rata panjang 12,74 cm dan berat 23,52 gram dan pada minggu kelima didapatkan nilai rata-rata 12,88 cm dan 24,22 gram.
COASTAL CLEAN UP BERSAMA SISWA/I SD DAN SMP SEBAGAI PEWARIS LINGKUNGAN DALAM MENJAGA EKOSISTEM PESISIR SEBAGAI IMPLEMENTASI SDG'S 14 Asriyana; Dedy Oetama; Haslianti; Chairun Annisa Aryanti; Wa Jali; Adi Imam Wahyudi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Amaliah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v10i1.6755

Abstract

The amount of plastic waste polluting Indonesia’s waters stands at 400,000 tonnes per year, confirming that humans are the largest source of this waste. Microplastics have a serious impact on the marine life that ingests them. Early prevention is essential by reducing plastic waste through initiatives such as coastal clean-ups. This aligns with SDG 14 (Life Below Water) to enhance the sustainability of marine and fisheries ecosystems. The activity took place on the Lalowaru coast, South Konawe, with participants from students of SDN 4 Moramo Utara and SMPN 37 Moramo. The stages of the activity included coordination with the schools, preparation of equipment, group allocation, implementation of the activity, and evaluation. It began with an awareness-raising session for the pupils on the importance of protecting marine ecosystems, followed by a beach clean-up to collect inorganic waste using bin bags. The majority of the waste consisted of plastic food packaging. The collected waste was then weighed. Most participants took part in the coastal clean-up with enthusiasm. They demonstrated their understanding by explaining and providing examples of the consequences of damage to these ecosystems. Therefore, sustainable marine education, whether through formal or non-formal channels, is essential as a step towards supporting sustainable marine development.
Pemetaan Daerah Rawan Bencana Secara Partisipatif di Kelurahan Lalowaru, Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Dedy Oetama; Asriyana; Muhammad Trial Fiar Erawan; La Ode Muhammad Arsal; Adi Imam Wahyudi; Sudarno; Wa Jali
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i1.54

Abstract

Kelurahan Lalowaru, yang berada di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, adalah daerah yang memiliki kemungkinan tinggi terhadap berbagai macam bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Kurangnya data spasial dan partisipasi masyarakat dalam mitigasi risiko bencana menjadi tantangan tersendiri dalam penanggulangan bencana di daerah ini. Aktivitas pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan pemetaan area berisiko bencana secara partisipatif dengan melibatkan warga setempat, perangkat desa, dan pihak-pihak terkait. Metode yang diterapkan mencakup survei lapangan, diskusi kelompok terarah (FGD), serta pemetaan menggunakan sistem informasi geografis (SIG) yang didukung oleh data dan pengetahuan lokal. Output dari aktivitas ini berupa peta risiko bencana yang dapat dijadikan landasan dalam penyusunan rencana darurat dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana. Selain itu, aktivitas ini juga memperbesar kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam manajemen risiko bencana secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pengabdian ini berperan penting dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana dengan pendekatan yang partisipatif dan berbasis data.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Edukasi Kesehatan dan Pemantauan Lingkungan Pesisir di Kelurahan Bungkutoko Haslianti; Adi Imam Wahyudi; Armid; Fahmiati; Rahmadani
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i2.60

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat pesisir dalam menjaga kesehatan ekosistem pesisir, khususnya ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Kota Kendari. Tekanan lingkungan yang meningkat akibat aktivitas domestik, pembangunan pesisir, dan pembuangan limbah berdampak pada penurunan kualitas ekosistem, sehingga diperlukan upaya pemberdayaan berbasis edukasi dan pemantauan lingkungan. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi konsep kesehatan ekosistem pesisir, observasi lapangan menggunakan metode sederhana, serta pembentukan kelompok masyarakat peduli lingkungan “Sahabat Pelita Laut Bungkutoko”. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan pendekatan partisipatif untuk memperkuat pemahaman warga mengenai fungsi ekologis mangrove, lamun, dan terumbu karang sebagai penopang kehidupan biota dan perlindungan alami pesisir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan warga dan tumbuhnya kepedulian ekologis, yang diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam proses monitoring lapangan. Pembentukan kelompok masyarakat menjadi dampak berkelanjutan yang penting, karena dapat melanjutkan kegiatan pemantauan ekosistem secara mandiri. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesadaran lingkungan dan penguatan kapasitas lokal dalam pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan