Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Alat Pengering Kopi Berbasis Mikrokontroler sebagai Solusi Kendala Mikroklimat pada BUMDesa Barokah, Desa Ngebel, Ponorogo Anggara Wiyono Wit Saputra; Sugiarto; Denny Widhiyanuriyawan; Langgeng Setyono; Arief Budi Nugroho
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 10 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v10i02.3943

Abstract

Desa Ngebel di lereng Gunung Wilis memiliki potensi kopi Robusta yang besar, namun terkendala oleh tingginya kelembapan udara dan anomali cuaca yang menyebabkan proses pengeringan konvensional memakan waktu hingga 14 hari dengan kadar air yang tidak stabil, sehingga menurunkan kualitas citarasa biji kopi. Pengabdian ini hadir sebagai solusi melalui intervensi teknologi yang terbukti mampu mereduksi waktu pengeringan secara signifikan menjadi hanya 3–4 hari sekaligus menjaga konsistensi kadar air akhir pada standar optimal 12%. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi tepat guna berupa alat pengering kopi Smart Dryer Box berbasis mikrokontroler Arduino Uno sebagai solusi standarisasi proses pascapanen kopi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang diterapkan secara nyata mulai dari tahap identifikasi kebutuhan bersama dan pemetaan kendala mikroklimat bersama pengurus BUMDesa, pengambilan keputusan partisipatif terkait spesifikasi desain kapasitas Smart Dryer Box, hingga proses instalasi perangkat serta pelatihan teknis operasional bagi operator di BUMDesa Barokah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Smart Dryer Box mampu menstabilkan suhu ruang pengering pada rentang 45°C hingga 50°C secara otomatis, yang secara signifikan mereduksi durasi pengeringan dari sekitar 2 minggu menjadi hanya 3-4 hari tanpa tergantung cuaca. Analisis data terhadap performa alat membuktikan bahwa perangkat ini dirancang efektif untuk mengejar target kadar air biji kopi pada standar 12% secara konsisten melalui simulasi durasi pengeringan yang terukur tanpa tergantung pada sinar matahari. Selain itu, berdasarkan evaluasi performa kerja melalui indikator praktik, mitra menunjukkan tingkat pemahaman sebesar 85% yang diukur dari keberhasilan pengoperasian mandiri sistem otomasi serta ketepatan dalam melakukan prosedur perawatan alat. Kesimpulannya, hilirisasi teknologi otomatisasi ini berhasil meningkatkan efisiensi produksi dan menjamin mutu kopi Robusta Wilis yang berkelanjutan. Program ini memberikan dampak nyata pada penguatan daya saing ekonomi desa melalui modernisasi infrastruktur pertanian berbasis digital.
Analisis Stabilitas Tanggul Utara Lumpur Sidoarjo Dengan Metode Elemen Hingga (FEM) dan Keseimbangan Batas (LEM) terhadap Variasi Ketinggian Lumpur dan Pengaruh Gempa abdillah, kholid; Wiyono Wit Saputra, Anggara; Primantyo Hendrawan, Andre
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.77

Abstract

Bencana Lumpur Sidoarjo (LUSI) yang berlangsung sejak 2006 menghasilkan tanggul penahan sepanjang ±11 km. Tanggul bagian utara, khususnya segmen P74 dan P75, menunjukkan tingkat deformasi lebih tinggi dibanding segmen lain, disertai kondisi tanah dasar yang sangat lunak (N-SPT = 0–3 pada kedalaman 13–20 m) dan tekanan air pori yang tinggi. Penelitian ini menganalisis stabilitas kedua segmen menggunakan pendekatan ganda: Metode Keseimbangan Batas (LEM) dengan prosedur Bishop dan Morgenstern-Price melalui SLOPE/W, serta Metode Elemen Hingga (FEM) dengan analisis tegangan-deformasi statik melalui SIGMA/W dan respons dinamis gempa melalui QUAKE/W. Empat skenario ketinggian lumpur dievaluasi (Eksisting, Full Air, Lumpur 33%, Lumpur 67%) pada kondisi statik maupun gempa MDE (PGA = 0,48g, diskalakan dari rekaman Gempa Lombok Timur 2018). Hasil analisis kondisi statik menunjukkan seluruh skenario memenuhi SNI 8064:2016 (FK minimum 1,5) dengan rentang FK 1,546–3,021. Pada kondisi gempa MDE, hanya skenario Eksisting P74 yang mendekati batas minimum FK = 1,2, sementara skenario Full Air sangat kritis (FK serendah 0,742 untuk LEM dan 0,885 untuk FEM). Deformasi permanen pascagempa mencapai 50–53 cm pada skenario kritis, melampaui batas aman 50 cm. Validasi silang antara LEM dan FEM menunjukkan deviasi rata-rata hanya 4,2%. Tiga zona kritis teridentifikasi, dan protokol operasional empat tingkat berbasis ambang FK kuantitatif direkomendasikan.
Desain dan Analisis Hidraulik Jaringan Irigasi Air Tanah pada Daerah Oncoran SDJB 981 di Kabupaten Jombang Novela Laurenz Desy Hermalia; Hari Siswoyo; Anggara Wiyono Wit Saputra
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/512qfg48

Abstract

Lahan sawah di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang merupakan sawah tadah hujan yang pada saat musim kemarau mengalami kesulitan air irigasi. Instansi terkait membangun sumur produksi SDJB 981 dengan kapasitas debit air sebesar 20 liter/detik dan kedalaman 116 meter yang digunakan untuk memasok air irigasi pada musim kemarau. Studi ini bertujuan untuk mendesain jaringan irigasi air tanah pada daerah oncoran sumur produksi SDJB 981 dan menganalisis secara hidraulik desain tersebut. Studi yang dilakukan meliputi desain jaringan irigasi air tanah pada daerah oncoran sumur produksi SDJB 981 dan analisis hidraulik desain jaringan tersebut. Desain jaringan irigasi air tanah mengairi lahan sawah seluas 18,90 ha dan menggunakan sistem saluran bercabang terbuka dengan pipa PVC berdiameter 6 inch dengan total panjang pipa 1.051,20 meter yang dilengkapi dengan komponen yang meliputi: 1 buah rumah pompa, 7 titik outlet tipe hidran sederhana, 2 buah air valve, 1 buah riser pipe, serta 1 bangunan alat ukur Thompson. Analisis hidraulik desain jaringan irigasi air tanah dilakukan dengan menggunakan program EPANET 2.2 dengan hasil kecepatan aliran air tertinggi terjadi pada pipa P-1 sebesar 1,48 m/detik. Headloss tertinggi pada pipa P-1 sebesar 13,47 m/km. Tekanan tertinggi terjadi pada junction J-TO6 sebesar 11,83 meter air. Dari hasil analisis tersebut maka jaringan perpipaan telah memenuhi syarat dan dapat mengalirkan air irigasi ke petak sawah layanan.
Perencanaan Struktur Pengendali Banjir dengan Kombinasi Corrugated Concrete Sheet Pile dan Dinding Parapet pada Sungai Tenggang, Kota Semarang, Jawa Tengah Arukh Deivan Syafareo; Ussy Andawayanti; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir di Sungai Tenggang, Kota Semarang, menjadi permasalahan akibat menurunnya kapasitas sungai yang dipengaruhi oleh sedimentasi, perubahan geometri penampang, dan meningkatnya limpasan permukaan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas Sungai Tenggang serta merencanakan bangunan pengendali banjir berupa normalisasi dan tanggul dengan gabungan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP), capping beam, serta dinding parapet. Kajian hidrologi menggunakan data curah hujan tahun 2010–2025 untuk memperoleh debit banjir rancangan, sedangkan kajian dilakukan dengan HEC-RAS, stabilitas lereng dan tanggul dianalisis menggunakan PLAXIS 2D. Hasil penelitian menunjukkan debit banjir rancangan sebesar 49,116 m³/det (Q2), 88,882 m³/det (Q25), dan 98,759 m³/det (Q50). Penerapan normalisasi sungai dan tanggul setinggi 3,1 m mampu mengurangi luas genangan dari 112,606 ha menjadi 6,231 ha, serta meningkatkan nilai safety factor dari 1,040 pada kondisi eksisting menjadi 2,878 pada kondisi seismik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi normalisasi sungai dan tanggul meningkatkan kapasitas pengaliran serta kestabilan lereng sebagai alternatif pengendalian banjir di Sungai Tenggang.
Studi Pendugaan Laju Sedimentasi Menggunakan HEC-RAS 6.4di Sungai Amprong, Kota Malang Arjuna Saputra; Anggara Wiyono Wit Saputra; Dian Sisinggih
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penggunaan lahan meningkatkan koefisien limpasan permukaan, sehingga mempercepat erosi dan sedimentasi di bagian hulu dan hilir daerah aliran sungai. Proses ini mengurangi daya dukung hidrologis sungai dan waduk akibat pendangkalan, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap banjir. Akumulasi sedimen dan penebalan dasar sungai mengurangi kapasitas penyimpanan saluran dan dapat memicu banjir di kawasan pemukiman sekitarnya. Sungai Amprong, sebuah anak sungai di sub-daerah aliran sungai Brantas, menyumbang beban sedimen yang signifikan ke Sungai Brantas dan Waduk Sengguruh, sehingga analisis transportasi sedimen menjadi sangat penting untuk pengelolaan sungai yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan HEC-RAS untuk memprediksi laju transportasi sedimen dan perubahan morfologi dengan memanfaatkan geometri sungai, data debit, distribusi ukuran butir sedimen, serta pengukuran lapangan yang diperoleh menggunakan alat pengambil sampel Helley-Smith. Pengujian laboratorium dilakukan pada sampel sedimen, sedangkan kalibrasi model menggunakan metode rasio ketidaksesuaian. Pengukuran lapangan menunjukkan laju transportasi sedimen sebesar 0,4432 metrik ton/hari pada debit 3,86 m³/s. Metode MPM-Thomas-Van Rijn menghasilkan hasil simulasi paling akurat, yang memprediksi akumulasi sedimen akan terus berlanjut selama lima tahun ke depan.
Penilaian Perilaku Penurunan Vertikal Timbunan Inti Kedap Menggunakan Multilayer Settlement Meter Studi Kasus Bendungan Meninting, Lombok Barat Muhammad Ashil Septian Alrichsyah; Runi Asmaranto; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Meninting sebagai bendungan urugan berinti kedap memerlukan pemantauan deformasi vertikal selama konstruksi untuk menjamin stabilitas dan keamanan struktur. Penelitian ini bertujuan mengetahui prosedur pemasangan dan pembacaan Multilayer Settlement Meter (MSM), karakteristik instrumen yang terpasang, serta besarnya deformasi vertikal pada timbunan inti kedap berdasarkan data monitoring lapangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan monitoring instrumentasi geoteknik melalui pembacaan berkala MSM pada zona inti kedap selama konstruksi. Data diperoleh dari hasil pengukuran lapangan, spesifikasi instrumen, dan dokumentasi teknis proyek. Hasil penelitian menunjukkan deformasi vertikal meningkat secara bertahap seiring bertambahnya beban timbunan. Deformasi terbesar tercatat pada titik IM.2-7 di STA 0+326 sebesar 1.096 mm, sedangkan deformasi pada bagian bawah dan atas timbunan masing-masing sebesar 109 mm dan 622 mm. Pola deformasi menunjukkan penurunan terbesar terjadi pada zona tengah inti kedap akibat akumulasi beban. Secara keseluruhan, deformasi masih terkendali dan tidak menunjukkan indikasi gangguan terhadap stabilitas bendungan. MSM efektif digunakan untuk memantau deformasi vertikal selama konstruksi.
Co-Authors A Raya Diva Oriana A Raya Diva Oriana A'mal, Bayhaki Izatul abdillah, kholid Afifa, Dhita Azka Andre Primantyo Hendrawan Andre Primantyo Hendrawan Andre Primantyo Hermawan Arjuna Saputra Artha, Vevy May Arukh Deivan Syafareo Asmoro, Ridho Asmoro Awfa, Fatihah Azhar Adi Darmawan Azwar Alief Lazuardhi Badriyah, Aurelia Putri Denny Widhiyanuriyawan Dian Sisinggih Donny Harisuseno Donny Harisuseno Emma Yuliani Emma Yuliani hari siswoyo Heri Suprijanto Ihsan, Baihaqi Kusimbar, Jean Christenssen Biancoazzurra Kusimbar Langgeng Setyono, Langgeng Lily Montarcih Limantara Lily Montarcih Limantara Lily Montarcih Limantara Melvin Al Ishar Moch. Sholichin Mohammad Bisri Mokhamad Rusdha Maulana Muhammad Ashil Septian Alrichsyah Muhammad Aulia Arsal Nabila Octaviariyadi Novela Laurenz Desy Hermalia Nugroho, Arief Budi Nugroho, Ibnu Sam Nuraini, Septya Indriyanti Nurwijayanti Oktafian, Jovan Neriza Oktaviariyadi, Nabila Otta, Rhea Rachma Pitojo Tri Juwojo Prasetyo Rubiantoro Prasetyo Rubiantoro Primantyo Hendrawan, Andre Raflie Fahrezzi Ramadhan Ramadhany, Rizky Randika Rizki Ganda Girinada Robertus Tegar Kurnia Kharistanto Rubianto, Prasetyo Rubiantoro, Prasetyo Runi Asmaranto Runi Asmaranto Runi Asmaranto Runi Asmaranto Shofia Nabilatuz Zahrok Sidqi Fidari, Jadfan Sihasale, Diva Angeline Sinta Inggritasari Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugiarto Sugiarto S Sulistyo Wati Sumiadi Suwanto Marsudi Tri Juwono, Pitojo Tualang Noer Carstenza Ussy Andawayanti Very Dermawan Very Dermawan Very Dermawan Very Dermawan Wahyu Setiawan Widyaningrum, Aprilia Yongki Adi Saputra Zypa, Arvin Hafizh