Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Literasi Digital Terhadap Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Kewirausahaan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar Herawan Hisanan; Mahmuddin Mahmuddin; Fitra Widya Wati
Economics and Digital Business Review Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v5i2.1390

Abstract

Tujuan temuan untuk mengetahui bagaimana minat berwirausaha mahasiswa Universitas Negeri Makassar dipengaruhi oleh literasi digital yang dimilikinya. Pada temuan ini ada 3 metode pengumpulan data yakni angket, wawancara, dan observasi yang bersifat deskriptif kuantitatif. Mahasiswa yang mempelajari kewirausahaan Universitas Negeri Makassar tahun ajaran 2022 dijadikan sebagai sampel penelitian ini. Dengan menggunakan SPSS, analisis regresi sederhana dilakukan terhadap data. Temuan penelitian menyatakan bahwa ada hubungan langsung yang positif dan signifikan antara budaya organisasi dengan kinerja instruktur pada Program Studi Kewirausahaan FEB Universitas Negeri Makassar. Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan sudah memanfaatkan teknologi digital untuk berwirausaha, terbukti dari hasil observasi dan wawancara. Hal ini menyoroti dampak literasi digital terhadap aspirasi kewirausahaan mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Literasi digital anak-anak disarankan untuk dimanfaatkan dengan baik, khususnya dalam hal kewirausahaan.
Antara Sungai dan Kota: Dinamika Permukiman Pesisir dan Delta di Lakkang Kota Makassar (1970-2013) Fitra Widya Wati
Jambura History and Culture Journal Vol 8, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jhcj.v8i1.35772

Abstract

This study aims to explain the social, economic, and cultural changes of the Lakkang community as a region living between the river environment and urban expansion. This study uses historical research methods through four stages: heuristics (collection of archival sources and interviews), source criticism (verification of the authenticity and credibility of data), interpretation (interpretation of cause-and-effect relationships), and historiography (writing analytical narratives). The results show that government decentralization and infrastructure development, such as electricity, docks, and clean water, have strengthened community connectivity with Makassar City. On the other hand, urbanization and river pollution pose new challenges to the sustainability of the traditional fishpond economy. The Lakkang community remains able to adapt by maintaining the values of siri' na pacce, kinship systems, and social solidarity as a local cultural identity that persists amidst the currents of modernity.
Pelestarian Nilai - Nilai Kearifan Lokal melalui Pembelajaran Sejarah berbasis Budaya Daerah Bahri; Asmunandar; Suriani Abbas; Andi Dewi Riang Tati; Fitra Widya Wati
Pijar Nusantara Vol 1 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Pijar Nusantara : Maret (2026)
Publisher : Arunika Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pentingnya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui pembelajaran sejarah berbasis budaya daerah di SMAN 11 Takalar. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya minat peserta didik terhadap budaya lokal dan pembelajaran sejarah yang masih didominasi metode ceramah serta penggunaan buku teks. Padahal, Kabupaten Takalar memiliki potensi budaya lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah yang kontekstual dan bermakna. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara sistematis dan partisipatif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pembelajaran interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan identifikasi nilai-nilai kearifan lokal di lingkungan peserta didik. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi, pemahaman, dan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal. Peserta mampu mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, toleransi, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Pembelajaran sejarah berbasis budaya daerah juga terbukti mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna bagi peserta didik.