Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Gerakan Tujuh KAIH pada Kurikulum Merdeka untuk Penguatan Karakter Peserta Didik Sekolah Dasar Nurhasanah, Teti; Wasliman, Eva Dianawati; Handayani, Sri
Educatoria : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/educatoria.v6i1.1014

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Seven KAIH Movement (Habits of Great Indonesian Children) in strengthening the character of students at Cangkuang Elementary School, Majalaya District, Bandung Regency. This program is a positive habit-building initiative designed to shape the moral foundation of elementary school students through seven core values. The research method used was descriptive qualitative with a case study approach. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation of the school community at Cangkuang Elementary School. Data analysis included data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the Seven KAIH Movement was carried out through integration into daily activities, teacher role models, and habit-based supervision. This program has been proven to have a significant impact on improving student discipline, independence, and polite behavior. Although there were challenges in consistent supervision outside of school, collaboration between teachers and parents was a key factor in the program's success. This study concludes that the Seven KAIH Movement is an effective instrument for internalizing character values ​​if implemented systematically and sustainably.
Implementasi Strategi Pembelajaran Berbasis Taksonomi SOLO untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Geografi (Studi Kasus di SMAN 25 Bandung) Sudrajat, Jajang; Handayani, Sri; Wasliman, Eva Dianawati
Educatoria : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/educatoria.v6i1.1017

Abstract

21st century education requires the development of Higher Order Thinking Skills (HOTS), especially critical thinking skills, but the achievement of Indonesian students is still relatively low. This study aims to examine the implementation of SOLO Taxonomy-based learning strategies in improving students' critical thinking skills in geography subjects at SMAN 25 Bandung. This study uses a qualitative approach with a case study design. The main informant consisted of two geography teachers. Data was collected through in-depth interviews, learning observations, and document analysis, then analyzed thematically using an interactive model. To strengthen the perspective of education administration, the findings were analyzed using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model framework. The results of the study show that learning planning has been systematically prepared and directed at developing the quality of students' thinking. The organization of learning places teachers as facilitators and students as active subjects, even though it is not yet fully institutionalized in the school system. The implementation of learning encourages students to reach the level of relational and extended abstract thinking, although they still face time constraints and heterogeneity of abilities. The evaluation has used a SOLO taxonomy-based rubric, but it needs to be developed again as feedback. This study concludes that the SOLO Taxonomy-based learning strategy has the potential to improve students' critical thinking skills if supported by careful planning, structured organization, and integrative evaluation.
Peran Budaya Pesantren Dalam Mendukung Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter J, Muhamad Hasan; Sanjaya, Dinar; Wasliman, Eva Dianawati; Wasliman, Iim
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan respons strategis dalam sistem pendidikan nasioanal terhadap krisis moral generasi muda. Pesantren, dengan budaya keislaman yang kuat, memiliki potensi besar dalam membentuk karakter secara utuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran budaya Pondok Pesantren Al-Basyariyah Cigondewah dalam mendukung implementasi kebijakan PPK. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model PDCA (Plan, Do, Check, Act). Hasil menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti religiusitas, disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian ditanamkan melalui pola hidup santri yang terstruktur. Evaluasi dilakukan secara rutin dan mendorong perbaikan berkelanjutan. Kesimpulannya, budaya pesantren telah menjadi model otentik pendidikan karakter dan mampu menjalankan prinsip manajemen mutu berkelanjutan secara efektif.
Analisis Kebijakan Sertifikasi Dosen Dan Penguatan Profesionalisme Akademik Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi Ningarumsari, Rike Junia; Ailya, Ashima; Wasliman, Eva Dianawati; Wasliman, Iim
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The lecturer certification policy has been implemented to enhance academic quality and professionalism in higher education. This study focuses on the implementation of the lecturer certification policy at STIT Al-Ihsan Baleendah and its impact on lecturers' professional practices. The objective is to gain an in-depth understanding of how certification is carried out and its contribution to improving educational quality. This research is grounded in bureaucratic decision-making theory, a systemic approach to public policy, and the concept of academic professionalism. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that the certification policy has encouraged improvements in teaching readiness, involvement in curriculum development, and academic productivity. However, challenges persist, such as the dominance of one-way teaching methods and low motivation among lecturers to engage in research and community service. This study recommends strengthening institutional support, continuous professional development, and contextual evaluation of certification practices within Islamic higher education institutions.
Analisis Kebijakan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pendidikan Dasar Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Komalasari, Dini; Supriatin, Rati; Wasliman, Eva Dianawati; Wasliman, Iim
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka hadir sebagai bentuk perubahan kebijakan pendidikan yang menuntut adanya pergeseran paradigma dalam pengelolaan pembelajaran di tingkat sekolah dasar, khususnya dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Meskipun begitu, pelaksanaan Kurikulum Merdeka di lapangan tidak terlepas dari hambatan, baik dalam aspek kelembagaan maupun dalam budaya sekolah yang sudah mengakar. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan kebijakan Kurikulum Merdeka dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di SDN Pelita Bakti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, melalui pendekatan manajerial POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus,data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, serta telaah dokumen terhadap kepala sekolah, guru, dan perangkat pembelajaran lainnya yang terlibat. Hasil kajian menunjukkan bahwa dari sisi perencanaan, sekolah telah menyusun program kerja secara kolaboratif meskipun pemahaman guru terhadap kurikulum belum merata. Dalam pengorganisasian, upaya pembentukan tim dan pelatihan internal telah dilakukan namun belum optimal. Pada tahap pelaksanaan, sudah mulai diterapkan pembelajaran berdiferensiasi dan proyek penguatan karakter pelajar Pancasila. Sementara dalam aspek pengawasan, refleksi mingguan dan supervisi berjalan, namun masih perlu penguatan instrumen dan tindak lanjut. Implementasi ini menunjukkan kemajuan, meski masih memerlukan dukungan kapasitas guru dan sarana yang memadai.
Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Di Ma Pondok Qur’an Cilengkrang Nawawi, Rahmat; Sirotjuddin, M.; Wasliman, Eva Dianawati; Wasliman, Iim
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan instrumen utama dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga berkarakter. Kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun yang dicanangkan pemerintah Indonesia bertujuan untuk menciptakan masyarakat terdidik sekaligus membentuk karakter, salah satunya adalah kedisiplinan. Namun, implementasi kebijakan ini sering kali dihadapkan pada tantangan sosial-ekonomi dan kultural yang menghambat pencapaian tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun dalam pembentukan karakter disiplin siswa di MA Pondok Quran Cilengkrang. Tujuan khususnya mencakup eksplorasi terhadap aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan tersebut di lingkungan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa MA Pondok Quran Cilengkrang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MA Pondok Quran mengintegrasikan kebijakan wajib belajar ke dalam program pendidikan yang berorientasi religius dan karakter, dengan pendekatan manajemen berbasis pesantren. Perencanaan dilakukan secara sistematis melalui analisis SWOT, pelaksanaan dilakukan dengan sinergi antara program akademik dan pembinaan akhlak, sementara evaluasi dilakukan secara berkala melalui indikator kedisiplinan siswa seperti kehadiran dan kepatuhan terhadap aturan sekolah. Tantangan terbesar terletak pada kondisi sosial-ekonomi siswa non-mukim serta peran orang tua yang belum optimal. Kesimpulannya, implementasi kebijakan Wajib Belajar di MA Pondok Quran telah berjalan secara adaptif dan kontekstual. Meskipun terdapat kendala, pendekatan partisipatif serta integrasi antara pendidikan formal dan pengasuhan pesantren memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswa.
Analisis Kebijakan Penerapan Teknologi Artificial Intelligence (Ai) Untuk Meningkatkan Proses Pembelajaran Rahmah, Suqya; Mustofa, Mustofa; Wasliman, Eva Dianawati; Wasliman, Iim
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the policy of implementing artificial intelligence (AI) technology in improving the learning process in university environments, with a comparative study of the Industrial Engineering Study Program and the Islamic Banking Study Program of Universitas Islam Nusantara. The background of the study is based on the need for higher education to adapt to the development of digital technology, especially AI, in order to improve the quality, efficiency, and accessibility of learning. This study uses a qualitative approach with a compare study method, examining regulations, implementation, and evaluation of AI policies through data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation studies of lecturers and students in both study programs. The results of the study indicate that the application of AI in higher education has great potential in improving learning personalization, administrative efficiency, and educational innovation. However, there are various challenges faced, such as limited infrastructure, lack of human resource readiness, and the absence of clear technical regulations regarding the use of AI, especially regarding ethics, academic integrity, and data protection. This study also found that the success of implementing AI policies is greatly influenced by the support of leaders, the readiness of lecturers and students, and the existence of clear ethical guidelines and regulations.
MAKNA BELAJAR BAGI PESERTA DIDIK PROGRAM MANDIRI PAKET C DI HOMESCHOOLING (Studi Fenomenologi di Homeschooling Bandung) Utami, Puji Ratna Dwi; Handayani, Sri; Wasliman, Eva Dianawati
VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 20 No 2 (2025): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (In
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.2002.3

Abstract

Education is a process of interpreting experience that plays an essential role in developing individuals’ potential, skills, and character. The Independent Paket C Program at Homeschooling Focus serves as a non-formal education alternative that emphasizes flexibility, personalized learning, and a learner-centered approach. This study aims to explore the meaning of learning as experienced by learners in the Independent Paket C Program using a phenomenological approach. This research addresses a gap in phenomenological studies on the independent Paket C program, which has been less explored compared to homeschooling in general. The findings contribute to improving the management of non-formal education and encourage flexibility-oriented policies in homeschooling. This study employed a phenomenological qualitative research design involving active learners, alumni, tutors, and the school principal as participants. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and document analysis. Data analysis followed phenomenological stages, including horizontalization, thematic clustering, the development of textual and structural descriptions, and the formulation of the essence of learning experiences. Data trustworthiness was ensured through source and method triangulation, member checking, peer debriefing, and audit trails. The findings indicate that learners perceive learning as a process of self-development, goal attainment, character formation, and a meaningful and enjoyable learning experience. Flexibility in learning time, methods, and objectives, supported by supportive tutor–learner relationships and a psychologically safe learning environment, plays a significant role in shaping learners’ perceptions of learning. Furthermore, the study reveals positive attitudinal changes among learners, who developed from passive and less confident individuals into more independent, responsible, and intrinsically motivated learners. In conclusion, the Independent Paket C Program facilitates a humanistic, holistic, and adaptive learning process.  Keywords: The Meaning of Learning, Paket C Program, Homeschooling, Independent Program, Phenomenology.
MANAJEMEN KOMUNITAS BELAJAR GURU DALAM MENINGKATKAN KINERJADAN PROFESIONALISME PENDIDIK DI SD Supriatin, Rati; Wasliman, Eva Dianawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9403

Abstract

Changes in the education system through the implementation of the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka) position teacher learning communities as one of the main strategies for continuous professional development in educational units. However, the implementation of learning communities at the elementary school level is still often sporadic, unstructured, and not fully managed as a systematic managerial process. This study aims to describe the management of Kombel at SDN Sukalaksana 02 and examine its contribution to improving teacher performance and professionalism. The research focuses on G.R. Terry's management functions: planning, organizing, implementing, monitoring, and evaluating, as well as the impact on teacher performance and professionalism. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model with triangulation to ensure data validity. The results of the study indicate that: Kombel planning is prepared in a participatory manner and is based on learning reflection data and Education Reports, Kombel organization has a clear structure, Kombel implementation takes place routinely through reflective discussions and lesson studies, supervision and evaluation are carried out through monitoring and follow-up reflection and Kombel has a positive impact on improving teacher performance and professionalism, which is seen in discipline, the ability to design innovative learning, reflective practice, and commitment to self-development. These findings confirm that well-planned and well-managed learning community management contributes significantly to strengthening the performance and professionalism of educators in elementary schools. ABSTRAK Perubahan sistem pendidikan melalui implementasi Kurikulum Merdeka menempatkan komunitas belajar guru sebagai salah satu strategi utama pengembangan keprofesian berkelanjutan di satuan pendidikan. Namun pelaksanaan komunitas belajar di tingkat sekolah dasar masih kerap berjalan sporadis, kurang terstruktur, dan belum sepenuhnya terkelola sebagai proses manajerial yang sistematis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen Kombel di SDN Sukalaksana 02 serta menelaah kontribusinya terhadap peningkatan kinerja dan profesionalisme pendidik.  Fokus penelitian mencakup fungsi manajemen G.R. Terry yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, serta dampak terhadap kinerja dan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi untuk menjamin validitas data Hasil penelitian menunjukkan bahwa: perencanaan Kombel disusun secara partisipatif dan berbasis data refleksi pembelajaran serta Rapor Pendidikan, pengorganisasian Kombel memiliki yang jelas, pelaksanaan Kombel berlangsung rutin melalui diskusi reflektif dan lesson study, pengawasan dan evaluasi dilakukan melalui monitoring dan refleksi tindak lanjut dan Kombel berdampak positif pada peningkatan kinerja dan profesionalisme guru, yang tampak pada kedisiplinan, kemampuan merancang pembelajaran inovatif, praktik reflektif, dan komitmen terhadap pengembangan diri. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen komunitas belajar yang terencana dan terkelola dengan baik berkontribusi signifikan terhadap penguatan kinerja dan profesionalisme pendidik di sekolah dasar.
MANAJEMEN STRATEGIS KEPALA SEKOLAH DALAM PERENCANAAN BERBASIS DATA DI SD Fitriani, Seni; Wasliman, Eva Dianawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9404

Abstract

ABSTRAKThe transformation of education policy through the Merdeka Belajar Program, the National Assessment, and the use of the Education Report positions Data-Based Planning (PBD) as a key instrument for improving school quality. At the same time, the principal is positioned as a strategic actor who drives the functions of planning, organizing, actuating, and controlling in school management, as widely discussed in educational management literature. However, in practice particularly in public elementary schools PBD is still often perceived as an administrative obligation focused on document compliance, and therefore has not been fully integrated into the principal’s strategic management, as also reported in various studies. This study analyzes the principal’s strategic management of PBD to enhance school performance and effectiveness at SDN Loa 1, Paseh District. Using a qualitative approach with an intrinsic case study design, the participants included the principal, teachers involved in the planning team, and a purposively selected representative of the school committee. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis (Education Report, RKJM, RKT, and RKAS), and were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings indicate that the principal has initiated PBD implementation through school quality profile analysis and the formulation of priority programs, yet data use remains concentrated on learning outcome indicators. POAC functions are evident, but are not fully supported by teachers’ data literacy and an adequate data documentation system as also indicated by previous studies. Transformasi kebijakan pendidikan melalui Program Merdeka Belajar, Asesmen Nasional, dan pemanfaatan Rapor Pendidikan menempatkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) sebagai instrumen utama peningkatan mutu satuan pendidikan. Kepala sekolah diposisikan sebagai aktor strategis yang menggerakkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian dalam pengelolaan sekolah, sebagaimana banyak dibahas dalam kajian manajemen pendidikan. Namun, di sekolah dasar negeri PBD masih kerap dipahami sebagai kewajiban administratif yang berorientasi pada pemenuhan dokumen, sehingga belum sepenuhnya terintegrasi dalam manajemen strategis, sebagaimana juga ditemukan dalam berbagai kajian. Penelitian ini menganalisis manajemen strategis kepala sekolah dalam pengelolaan PBD melalui kerangka POAC untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas sekolah di SDN Loa 1 Kecamatan Paseh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Subjek meliputi kepala sekolah, guru tim perencanaan, dan perwakilan komite sekolah yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi (Rapor Pendidikan, RKJM, RKT, RKAS), lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan implementasi PBD telah berjalan melalui analisis profil mutu dan penetapan program prioritas, tetapi pemanfaatan data masih dominan pada indikator hasil belajar. Fungsi POAC tampak, namun belum ditopang literasi data guru dan sistem dokumentasi yang memadai sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian sebelumnya.
Co-Authors Ailya, Ashima Aisyah, Ai Anisah Anwar, Ridwan Ardiana Ardiana, Ardiana Arianti, Vera Desi Armando, Rio Cecep Suryana, Cecep Fahriyah, Elis Faridah Faridah Fauzi, Moch. Irfan Fitriani, Seni Gerry Pratama Ginanjar, Ledy Guntur Gunawan Gustania, Ristia Handayani , Sri Handayani, Sri Hariyana, Heri Harliyani, Dian Hasan Hasan Hendarty, Tety Hendi, Hendi Iim Wasliman J, Muhamad Hasan Jamjuri, Jamjuri Juningsih, Juningsih Karma, Otong Khoirudin, Asmi Kokom Komalasari Komalasari, Dini Kusnandar, Nandang Kusnendi, Nanang M, Novi Khusnainy Maryati, Neneng Meri Medawati, Rina Meliyanti Muharam, Chepi Septiana Mulyanti, Imas Sri Mulyati, Deuis Mustofa Mustofa N Dede Khoeriah Nawawi, Rahmat Neneng Nurlaela Ningarumsari, Rike Junia Nugraha, Cepi Nurhaeti, Ai Nurhasanah, Intan Nurhasanah, Siti Sarah Nurhasanah, Teti Nurhyani, Rina Nursanti, Funny Eka Nurzakiyah, Lia Permana, Asep Cipta Permana, Yan yan Yoga Prialita, Arianti Pristy, Marlin Purnama, Deni Rahmah, Suqya Rohendi, Asep Rohimah, Dewi Rosandi, Dede Rostini, Deti Rubiherlan, Yusuf Rusmiati, Esih Sanjaya, Dinar Santosa Santosa Saripah Saripah, Saripah Sirotjuddin, M Sirotjuddin, M. Siti Nurrohmah Sobirin, Wahyu Soleh, Wiwi Sulastri Solihah, Susan Nurhasanah Sopandi, Sopandi Sri Astuti Sri Sumarni Sudrajat, Jajang Sugandi, Liawati Sumarwan, Usep Supriatin, Rati Supriatna, Yusuf susi susi Susilawati, Leli Sutrisna, Doda Suwandi, Haris Taufik, A. Mokh. Usman Usman Utami, Puji Ratna Dwi Widianti, Yuni Wulansari, Destianti Yayu Sri Rahayu, Yayu Sri Yoseptry, Ricky Yudiaka, Deki Yuliawati, Yuyun Yuningsih, Yuyun Zajuli, Cecep Mustofa Zimbalist, Laras Octawa