Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pengembangan Karakter Mahasiswa di Era Digital Rambe, Mirza Syadat; Nurhidayati, Siti; Nabiila, Nadiyah; Rahmayani, Suci; Rani, Intan Maysah; Agri, Nabila
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi dan strategi internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam konteks Pengembangan Karakter Mahasiswa di perguruan tinggi pada Era Digital. Moderasi beragama, yang menekankan pada prinsip tawassuṭ (berpandangan tengah), tawāzun (keseimbangan), dan i’tidāl (tegak lurus), merupakan pilar penting dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menanggulangi isu polarisasi dan ekstremisme digital. Tujuannya adalah mendeskripsikan model pedagogi PAI yang efektif dalam membentuk karakter mahasiswa yang toleran, inklusif, dan berkomitmen kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis konten terhadap kurikulum PAI dan aktivitas kemahasiswaan. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi pembelajaran dialogis, kritis, dan berbasis kasus kontemporer terbukti efektif dalam mempromosikan literasi digital yang bertanggung jawab serta memperkuat komitmen kebangsaan dan anti-kekerasan di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menegaskan bahwa PAI harus bertransformasi menjadi mata kuliah yang aktif merespons tantangan sosial-teknologi.
Peran Nilai-nilai Tauhid dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di Lembaga Pendidikan Islam Rambe, Mirza Syadat; Lubis, Amelia Zahara; Fatiha, Siti; Ridwan, Aisya Salwa; Fahreza, Iqbal; Ba’diyah, Athira; Ramadhan, Alwi; Dari, Devi Mulia Gian; Nabila, Nurul
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.1995

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran nilai-nilai tauhid dalam membentuk karakter peserta didik di lembaga pendidikan Islam. Topik ini dipilih karena meningkatnya tantangan moral peserta didik di era modern dan perlunya pendekatan pendidikan yang menyentuh aspek spiritual, bukan hanya aspek akademik. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah terbitan tahun 2021 ke atas yang relevan dengan tema tauhid dan pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tauhid berfungsi sebagai fondasi utama pembentukan karakter, yang memengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku peserta didik. Internalisasi tauhid melalui pembelajaran, pembiasaan ibadah, keteladanan guru, serta lingkungan religius terbukti mampu menumbuhkan kejujuran, disiplin, kontrol diri, keteguhan moral, dan kecerdasan emosional. Pendidikan tauhid juga berperan dalam membentengi peserta didik dari pengaruh negatif lingkungan serta menumbuhkan kesiapan mereka untuk berperan positif di masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi tauhid dalam pendidikan menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun generasi berkarakter kuat dan berakhlak mulia.
Integrasi Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin dalam Kurikulum Merdeka Madrasah Rambe, Mirza Syadat; Jailani, Ahmad; Siraz, Ahmad; Meilani, Meilani; Siregar, Mutiara Dewi; Azizah, Nur; Fadillah, Nurkhumairah; Raudhatul Mardiyah; Saragih, Hafizah Soraya
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2392

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan kedudukan Profil Pelajar Pancasila (PPP) dan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (PPRA) sebagai rumusan tujuan pendidikan Islam di madrasah dalam bingkai Kurikulum Merdeka, menguraikan implikasi integrasi PPP–PPRA terhadap pengembangan kurikulum dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), serta merumuskan model konseptual hubungan antara tujuan, kurikulum, pembelajaran, dan asesmen PAI berbasis integrasi kedua profil tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan; data berupa artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan pedoman resmi terkait Kurikulum Merdeka, tujuan pendidikan Islam, PPP, dan PPRA yang diperoleh melalui penelusuran sistematis, diseleksi berdasarkan otoritas ilmiah, keterkinian, dan relevansi dengan fokus kajian, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif?analitis dan sintesis tematik untuk membangun konstruksi konseptual yang koheren. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka di madrasah menyediakan landasan filosofis dan pedagogis yang kuat bagi integrasi PPP dan PPRA sebagai orientasi normatif pendidikan Islam yang memadukan nilai tauhid, pembinaan akhlak, dan pengembangan ilmu pengetahuan dengan tuntutan kebangsaan dan kemajemukan; integrasi ini menuntut penataan ulang tujuan dan struktur kurikulum PAI, transformasi praktik pembelajaran menuju pola yang kreatif, kontekstual, dan berbasis pengalaman peserta didik, serta pengembangan asesmen autentik dan tata kelola madrasah yang mendukung terwujudnya profil pelajar madrasah yang berkarakter Pancasila sekaligus rahmatan lil ‘alamin.
PERSEPSI GURU PAI TENTANG TANTANGAN DAN PELUANG PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI MAS PP DARUL MUKHLISIN Wati, Lisna; Harian, Sella; Ramadhani, Sinta; Hasibuan, Siti Wardani; Yuli, Yuli; Rambe, Mirza Syadat
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8958

Abstract

Digital transformation in education demands adaptation of Islamic Religious Education (PAI) learning strategies, particularly in Islamic boarding schools (pesantren), which must balance technological advancements with character development. This study focuses on describing Islamic Religious Education (PAI) teachers' perceptions regarding the challenges and opportunities of utilizing digital technology as a learning medium at the Darul Mukhlisin Islamic Boarding School (MAS). Through a qualitative approach with descriptive methods, data was collected comprehensively using observation, documentation, and in-depth interviews with Islamic Religious Education (PAI) teachers. The results indicate that teachers generally have positive perceptions and believe technology can increase the effectiveness and appeal of learning through visualization of abstract material, expanded access to learning resources, and efficient evaluation. However, the reality on the ground reveals significant structural barriers, including limited device and network infrastructure, a digital competency gap among teachers, and restrictive Islamic boarding school policies regarding student device use. This study concludes that the integration of technology into Islamic Religious Education (PAI) learning at Islamic boarding schools (pesantren) has not been optimal, and its success depends heavily on the synergy between teacher competency enhancement, adequate facility support, and adaptive institutional regulations to bridge digital innovation with Islamic boarding school values. ABSTRAK Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut adaptasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya di lingkungan pesantren yang harus menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pembentukan karakter. Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan persepsi guru PAI terkait tantangan dan peluang pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Pondok Pesantren Darul Mukhlisin. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data dikumpulkan secara komprehensif menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru memiliki persepsi positif dan menganggap teknologi mampu meningkatkan efektivitas serta daya tarik pembelajaran melalui visualisasi materi abstrak, perluasan akses sumber belajar, dan efisiensi evaluasi. Kendati demikian, realitas di lapangan memperlihatkan adanya hambatan struktural yang signifikan, meliputi keterbatasan infrastruktur perangkat dan jaringan, kesenjangan kompetensi digital antar guru, serta kebijakan restriktif pesantren terkait penggunaan gawai oleh santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI di madrasah berbasis pesantren belum berjalan optimal dan keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara peningkatan kompetensi guru, dukungan fasilitas yang memadai, serta regulasi institusional yang adaptif untuk menjembatani inovasi digital dengan nilai-nilai kepesantrenan.  
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK SIKAP TOLERANSI BERAGAMA SISWA Tarisya, Ayu; Nurcahyanti, Ayu; Maghfiroh, Rohimatul; Siregar, Tri Mayang Sari; Syahputri, Wawalia; Rambe, Mirza Syadat
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9205

Abstract

Current educational transformations require schools to focus not only on academic achievement but also on developing students' character, including religious tolerance. Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in fostering tolerance through the internalization of Islamic values, which emphasize respect for differences, moderation, and respect for followers of other religions. This study aims to describe the implementation of Islamic Religious Education in fostering religious tolerance in students within the school environment. The research method used is a literature review, reviewing various sources such as books, national journals, and related educational regulations. The results of the study indicate that the implementation of PAI in fostering tolerance can be achieved through strengthening teaching materials, fostering attitudes in schools, exemplary teacher behavior, and integrating the values ​​of religious moderation into intracurricular and extracurricular activities. Islamic Religious Education has been shown to contribute significantly to instilling the values ​​of openness, respect for differences in beliefs, and mutual respect among students. ABSTRAK Transformasi pendidikan saat ini menuntut sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter peserta didik, termasuk sikap toleransi beragama. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk sikap toleransi melalui internalisasi nilai-nilai ajaran Islam yang menekankan penghargaan terhadap perbedaan, sikap moderat, dan penghormatan terhadap pemeluk agama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Pendidikan Agama Islam dalam membentuk sikap toleransi beragama siswa di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal nasional, dan regulasi pendidikan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi PAI dalam membentuk toleransi dapat dilakukan melalui penguatan materi ajar, pembiasaan sikap di sekolah, keteladanan guru, serta integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Pendidikan Agama Islam terbukti berkontribusi signifikan dalam menanamkan nilai-nilai keterbukaan, penghargaan terhadap perbedaan keyakinan, dan sikap saling menghormati antar siswa.  
Konflik Sosial Berbasis Agama: Penyebab, Dinamika, dan Solusinya Al Mufida, Afrina; Juliani, Erni; Rambe, Mirza Syadat; Ariska, Neneng; Siregar, Nur Azizah; Uci, Uci
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2258

Abstract

Konflik sosial berbasis agama merupakan fenomena kompleks yang tidak semata-mata berakar pada perbedaan teologis, melainkan merupakan hasil interaksi dinamis antara faktor internal keagamaan, faktor eksternal politik-ekonomi, dan faktor historis-kultural. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif penyebab, dinamika, dan solusi konflik tersebut dengan menggunakan sintesis empat perspektif teoritis sosiologi agama: Teori Fungsionalisme, Teori Konflik, Interaksionalisme Simbolik, dan Teori Identitas Sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur sistematis dan analisis kasus, dengan fokus pada konteks Indonesia dan contoh komparatif lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa konflik muncul dari eksklusivisme teologis dan konstruksi makna simbolik yang antagonistis (faktor internal), instrumentalisasi identitas agama untuk kepentingan politik dan persaingan sumber daya (faktor eksternal), serta memori kolektif dan pola relasi historis yang timpang (faktor historis-kultural). Konflik termanifestasi dalam spektrum mulai dari ketegangan kognitif-simbolik hingga kekerasan kolektif langsung, dengan dinamika yang dipicu oleh polarisasi identitas dan diperparah oleh mobilisasi politik. Dampaknya bersifat multidimensi, merusak kohesi sosial, menimbulkan trauma psikologis, mendistorsi politik, dan melemahkan perekonomian. Oleh karena itu, solusi yang efektif memerlukan pendekatan holistik dan multi-level, meliputi penegakan hukum yang konsisten dan kebijakan inklusif oleh negara, pemberdayaan dialog dan ekonomi bersama di tingkat masyarakat sipil, serta rekonstruksi narasi agama yang damai dan upaya rekonsiliasi kultural. Rekomendasi penelitian diarahkan kepada pemerintah, masyarakat sipil, dan akademisi untuk membangun infrastruktur perdamaian yang berkelanjutan dalam masyarakat yang majemuk.
Peran Guru BK Dalam Membina Akhlak Siswa Melalui Keteladanan Zalsabilla, Adinda; Aulia, Natasya; Kholid, Muhammad; Halimah, Nur; Rambe, Mirza Syadat
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2374

Abstract

Pembentukan karakter peserta didik merupakan sasaran utama pendidikan yang tidak hanya menyoroti aspek kognitif, tetapi pula pembentukan watak dan moral. Dalam lingkup sekolah, pendidik Bimbingan dan Konseling (BK) memegang kedudukan penting dalam mengasuh akhlak siswa sebab relasi pribadi yang bersifat personal, simpatik, dan berlandaskan keyakinan. Riset ini bertujuan untuk mengobservasi fungsi guru BK dalam mengasah akhlak siswa lewat keteladanan sebagai metode pengajaran. Riset ini memakai corak kualitatif dengan tipe kajian kepustakaan (library research). Informasi didapatkan dari kitab, jurnal ilmiah, dan studi terdahulu yang bersinggungan dengan akhlak, pendidikan watak, dan bimbingan konseling. Penguraian data dilaksanakan lewat metode analisis isi (content analysis). Temuan telaah memperlihatkan bahwa keteladanan guru BK memainkan bagian krusial dalam internalisasi norma susila siswa lewat konsistensi sikap, integritas diri, dan tingkah laku etis dalam pergaulan sehari-hari. Keberhasilan pembinaan akhlak pun dipengaruhi oleh dukungan suasana sekolah dan pembiasaan norma secara berlanjut.
Komunikasi Empatik Guru Dalam Membimbing Siswa Bermasalah Akbar, Ali; Nisa, Hoirum; Rahayu, Adisti; Rambe, Mirza Syadat
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2378

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menguraikan fungsi komunikasi empatik pendidik dalam menuntun murid bermasalah serta pengaruhnya terhadap modifikasi tingkah laku murid di institusi pendidikan. Kajian ini memakai pendekatan kualitatif dengan ragam deskriptif kualitatif. Narasumber penelitian terdiri atas guru dan siswa bermasalah yang dipilah secara sengaja. Metode pengumpulan informasi dikerjakan melalui pengamatan, tanya jawab semi-terstruktur, dan pencatatan. Pengolahan informasi memakai model analisis interaktif mencakup pemadatan informasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara kebenaran data dipelihara melalui triangulasi sumber dan metode. Temuan studi memperlihatkan bahwa komunikasi empatik pendidik dihidupkan melalui sikap menyimak aktif, pemakaian bahasa yang tidak menghakimi, serta penyediaan tanggapan yang mendukung. Penerapan komunikasi empatik tersebut dapat menciptakan keyakinan dan keterbukaan siswa, sehingga mendorong transformasi perilaku siswa menuju yang lebih baik. Oleh karena itu, komunikasi empatik pendidik mempunyai peran penting dalam tahapan penuntunan siswa bermasalah di sekolah.
PERAN IBU DALAM MENDORONG ANAK PEREMPUAN MEREKA UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE JENJANG LEBIH TINGGI Safitri, Della; Lestari, Dian; Arimbi, Dwi; Sari, Fira Duwi Novita; Annisa, Maya; Rambe, Mirza Syadat
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9431

Abstract

This article discusses the role of mothers in encouraging girls to continue their education to a higher level: Education is an important factor in improving the quality of life and future of girls. However, there are still various obstacles that prevent girls from continuing their education to a higher level, both economic and family environment factors. This article aims to discuss the role of mothers in encouraging girls' awareness of education to a higher level. The method used in writing this article is a literature study by reviewing various sources such as books, journals, and scientific articles that are relevant to the scientific topic. The results of the discussion show that mothers play an important role in encouraging girls' awareness of education through several forms of involvement, including providing motivation, managing household finances for the sake of continuing education, and providing guidance in making decisions about girls' education. Mothers' support in the form of attention, advice, and moral encouragement can increase girls' enthusiasm for learning and their confidence to continue their education. Thus, mothers play a very influential role in determining the success of girls' education to a higher level. ABSTRAK Artikel ini membahas peran ibu dalam mendorong anak perempuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi : Pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan masa depan anak perempuan. Namun, masih terdapat berbagai kendala yang menyebabkan anak perempuan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik dari faktor ekonomi, maupun lingkungan keluarga . Artikel ini bertujuan untuk membahas peran ibu dalam mendorong kesadaran pendidikan anak perempuan ke jenjang yang lebih tinggi. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik ilmiah. Hasil pembahasan menunjukan bahwa ibu berperan penting dalam mendorong kesadaran pendidikan anak perempuan melalui beberapa bentuk keterlibatan , antara lain memberi motivasi, mengelola keuangan rumah tangga demi keberlangsungan pendidikan serta pengarah dalam pengambilan keputusan pendidikan anak perempuan. Dukungan ibu yang berupa perhatian, nasihat, dan dorongan moral mampu meningkatkan semangat belajar serta kepercayaan diri anak perempuan untuk melanjutkan pendidikan. Dengan demikian, peran ibu sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan pendidikan anak perempuan hingga kejenjang yang lebih  
Peranan Guru Pendidikan Islam dalam Membina Akhlakul Karimah Pada Anak Rambe, Mirza Syadat; Ridho, Raja Rahmad; Ramadhan, Risky Fajar; Majid, Dzul Ananda Rizqon Al; Irsal, Irsal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36632

Abstract

Pendidik adalah bagian yang penting dan tidak bisa diabaikan dalam proses belajar mengajar, karena peran guru memengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar. Oleh karena itu, dalam sistem pendidikan harus ada guru yang memiliki kualifikasi yang memadai. Artinya, selain menguasai materi pelajaran dan metode mengajar, seorang guru juga harus memahami dasar-dasar pendidikan. Pengetahuan tentang dasar-dasar pendidikan ini sangat penting bagi seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar, karena merupakan cara untuk mendorong dan menginspirasi siswa dalam belajar. Meskipun seorang guru mungkin sangat piawai dalam materi pelajaran, jika tidak didukung dengan pemahaman mengenai faktor-faktor didaktis, maka hal tersebut bisa menghambat kemampuan siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Namun, pengalaman belajar seorang guru bisa membuatnya lebih mudah dalam menyampaikan materi pelajaran dengan metode yang tepat dan sesuai.