Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Studi In-Silico Senyawa Aktif Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Kandidat Obat Antikanker Payudara Karim, Bilqisti Kanzabila; Tsamarah, Dinda Firanitha; Zahira, Annisa; Rosandi, Nurul Fauziah; Swarga, Kirana Fayruz; Aulifa, Diah Lia; Elaine, Angela Alysia; Sitinjak, Bernap Dwi Putra
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 3 (2023): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i3.52060

Abstract

Kanker merupakan suatu kelompok penyakit yang dapat timbul di hampir semua organ yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel abnormal yang tak terkendali. Kanker yang timbul pada jaringan payudara dari pertumbuhan sel-sel abnormal dari epitel duktus maupun lobulus disebut kanker payudara. Salah satu metode terapi kanker payudara yaitu targeted therapy dengan menggunakan reseptor HER2. Penelitian studi in-silico ini dilakukan dengan tujuan untuk meneliti potensi penambatan senyawa aktif dalam daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap reseptor HER2 (PDB ID: 3PP0) sebagai kandidat antikanker menggunakan metode penambatan molekuler serta prediksi Lipinski’s dan PreADMET. Pengujian dilakukan menggunakan perangkat lunak meliputi, ChemDraw, BIOVIA Discovery Studio 2020 dan AutoDock Tools-1.5.6., serta situs SwissADME dan PreADMET. Dari hasil analisis, diketahui senyawa kuersetin merupakan kandidat obat yang paling baik sebagai antikanker payudara dengan nilai energi gibbs dan konstanta inhibisi berturut-turut yaitu sebesar -7,42 kkal/mol dan 2,66 μm, juga berinteraksi dengan protein reseptor HER2 pada residu asam amino yang sama dengan ligan alami 03Q yaitu Thr798, Thr862, Leu796, Phe864, dan Val734
Studi In-Silico Tanaman Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L.) terhadap Reseptor VEGFR-2 pada Kanker Payudara Izzaturrahmi, Ahda Salsabila; Pauziah, Ai Syipa Ulfah; Virliana, Amrina; Sitinjak, Gloria Maharyani Lastiar; Ramadhiany, Ziyan Zulfah; Elaine, Angela Alysia; Sitinjak, Bernap Dwi Putra; Aulifa, Diah Lia
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 3 (2023): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i3.45597

Abstract

AbstrakKanker payudara adalah suatu keganasan pada jaringan payudara yang berasal dari epitel duktus maupun lobusnya.Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang menjadi penyebab utama kematian kanker di Indonesia dan memiliki prevalensi tertinggi terjadi pada wanita. Vascular Endothelial Growth Factor Receptor 2 (VEGFR-2) merupakan protein reseptor utama VEGF yang dikembangkan sebagai agen antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk studi in silico aktivitas senyawa kimia pada tanaman akar manis yang dapat menghambat reseptor VEGFR-2 untuk mengobati kanker payudara. Pengujian dilakukan menggunakan perangkat lunak Chemdraw, Chem 3D, AutoDockTools 1.5.6., BIOVIA Discovery Studio 2021, dan Ligandscout. Dari 16 senyawa tanaman akar manis yang diuji melalui prediksi lipinski rule of five, prediksi ADMETOKS, hingga penambatan molekuler, didapatkan senyawa Licochalcone B yang memiliki potensi sebagai anti kanker dengan energi gibbs sebesar -8.17 Kkal/mol dan konstanta inhibisi sebesar 468.66 nM yang dapat berinteraksi dengan reseptor VEGFR-2 pada residu asam amino ASP A:1046, GLU A:885, CYS A:919, dan GLU A:917.Kata kunci: Akar manis, Kanker payudara, Penambatan molekuler, VEGFR-2
PEMANFAATAN BAHAN BAKU TANAMAN SEBAGAI KOSMETIK HERBAL PADA SISWA SMK PASUNDAN RANCAEKEK Aulifa, Diah Lia
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.43293

Abstract

Ashitaba atau yang dikenal dengan Angelica keiskei merupakan tanaman yang digunakan pada penelitian kami. Tanaman ini merupakan tanaman herbal berasal dari Jepang yang memiliki banyak khasiat sebagai obat-obatan tradisional. Daun ashitaba sekarang ini sudah dibudidayakan di Indonesia bahkan bisa tumbuh dan berkembang subur di daerah  dataran tinggi dan berhawa sejuk. Ashitaba diketahui sangat berpotensi karena mengandung banyak senyawa-senyawa aktif seperti kalkon dan Fenol yang memiliki aktivitas menghambat enzim tyrosinase dan antioksidan sehingga dapat digunakan sebagai pencerah. Selain itu, ashitaba juga diketahui memiliki manfaat untuk kosmetik, khususnya untuk kesehatan kulit. Lemon diketahui memiliki bau spesifik berasal dari senyawa atsiri dan fenol. Ekstrak lemon memiliki aktivitas antijerawat. Sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pemanfaatan kombinasi lemon dan ashitaba sebagai bahan baku sediaan kosmetik menjadi penting guna memanfaatkan potensi tanaman yang ada di Indonesia.
Studi In Silico Potensi Antidiabetes Senyawa pada Black Garlic sebagai Inhibitor Enzim DPP-4 Sudirman, Virgiana Keisha Rajabi Johni; Priana, Diva Dhaifina Mazaya; Puspitasari, Citra Dewi; Hutapea, Ezra Calista; Muntashir, Ilham Mohammad; Pribadi, Alya Puteri Agustina; Parameswari, Natashya; Aulifa, Diah Lia
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.47506

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang berkaitan dengan gangguan metabolisme glukosa darah. Black Garlic memiliki potensi sebagai antidiabetes karena mengandung berbagai senyawa yang dapat mengontrol kadar gula darah seperti asam fenolik, senyawa flavonoid dan S-allyl-L-cysteine (SAC). DPP-4 merupakan enzim yang berperan penting sebagai target terapeutik dari gliptin dalam pengobatan diabetes mellitus mellitus tipe II. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan membuktikan potensi senyawa pada Black Garlic sebagai inhibitor enzim DPP-4 secara in silico melalui metode penambatan molekuler. Berdasarkan hasil penelitian, SAC memiliki nilai energi ikatan sebesar -5,36 kkal/mol dan nilai konstanta inhibisi sebesar 118,08 μM. Hal ini menunjukkan bahwa ikatan antara senyawa SAC dengan enzim DPP-4 bersifat stabil dan terbukti berpotensi sebagai inhibitor enzim DPP-4 dibandingkan keempat senyawa uji lainnya. Namun, senyawa SAC tidak lebih baik dari ligan alaminya karena memiliki nilai energi ikatan dan konstanta inhibisi yang lebih kecil. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa senyawa SAC pada Black Garlic tidak lebih efektif dibandingkan dengan ligan alaminya yaitu Vildagliptin tetapi tetap dapat berpotensi sebagai inhibitor enzim DPP-4.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, TOTAL FENOLIK DAN TOTAL FLAVONOID EKSTRAK BUAH, DAUN DAN KULIT BATANG LIMPASU (Baccaurea lanceolata) Sani Nurlaela Fitriansyah; Diah Lia Aulifa; Yeni Augustina; Firman Firman
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa antioksidan dapat berupa senyawa sintetis dan senyawa alami yang terdapat dalam tanaman. Senyawa alami antioksidan diantaranya fenol dan flavonoid. Baccaurea lanceolata salahsatu tanaman yang berlimpah dan belum banyak informasi ilmiah tentang aktifitas farmakologinya. Namun, Baccaurea lanceolata telah dilaporkan memiliki golongan fenol dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penetapan kadar total fenol, flavonoid dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol buah, daun dan kulit batang Baccaurea lanceolata. Metode : Buah, daun dan kulit batang kering, masing-masing diekstraksi menggunakan sokhlet dengan etanol 96%. Masing-masing ekstrak cair diuapkan menggunakan rotary vaporator sehingga dihasilkan ekstrak etanol buah, daun dan kulit batang. Pengujian aktivitas antioksidan dengan DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Penetapan kadar total fenol dengan metode Pourmurad dan kadar total flavonoid dengan metode Chang. Hasil : ekstrak etanol daun limpasu memiliki kadar total fenol dan flavonoid tertinggi yaitu 1,402 g GAE/100 g ekstrak dan 46,006 g QE/100 g, sedangkan yang terendah pada ekstrak etanol buah sebesar 0,364 g GAE/100 g ekstrak dan 2,220 g QE/100 g ekstrak. Aktivitas antioksidan diekspresikan dengan nilai IC50 terhadap peredaman DPPH. IC50 ekstrak etanol daun memiliki nilai terkecil yaitu 296,397 µg/mL, sedangkan ekstrak etanol kulit batang sebesar 3305,716 µg/mL dan ekstrak etanol buah limpasu sebesar 4942,87 µg/mL. Keberadaan fenol dan flavonoid pada ekstrak etanol buah, daun dan kulit batang limpasu dapat berkontribusi pada aktivitas antioksidan.
Senyawa Kalkon dan turunannya serta Potensinya sebagai Antikanker : Literatur Review Almattin, Bilqis Na'ilah; Aulifa, Diah Lia; Al Shofwan, Adnan Aly
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2022.11.4.360

Abstract

Salah satu senyawa yang memiliki potensi sebagai antikanker adalah Kalkon. Senyawa kalkon (1,3-difenil-2-propena-1-on) memiliki satu atom karbon a,ß-tak jenuh. Pada cincin A terdapat gugus metil, etil atau alkil sedangkan pada cincin B terdapat gugus halogen, siano dan nitro yang juga dapat meningkatkan aktivitas farmakologi. Dalam telaah pustaka ini, kami mengumpulkan informasi dari 25 penelitian terbaru selama 10 tahun terakhir untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang    potensi senyawa kalkon. Kami mengidentifikasi bahwa penelitian in silico dan in vitro telah memberikan wawasan penting tentang interaksi kalkon dengan reseptor kanker dan aktivitasnya terhadap berbagai jenis sel kanker. Temuan ini dapat memberikan kontribusi signifikan pada pengembangan terapi antikanker yang efektif. Pencarian pustaka melalui basis data elektronik Google Scholar dan PubMed pada bulan Juni 2022 – Desember 2023 dengan kata kunci “Senyawa Kalkon”, “Potensi”,“Antikanker”, “Chalcone and Its Potential as Anticancer” dan “Kalkon dan Potensinya sebagai Antikanker” memperoleh total 25 penelitian, yaitu sebanyak 7 penelitian tentang in silico dan 18 penelitian in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa kalkon dan turunannya memiliki potensi sebagai agen antikanker. Penelitian in silico mengungkapkan interaksi yang kuat antara kalkon dan reseptor kanker, sementara penelitian in vitro mengkonfirmasi aktivitas antikanker pada berbagai jenis sel, termasuk sel kanker payudara, prostat, dan leukemia. Hasil uji aktivitas antikanker juga mencakup senyawa dengan turunan kalkon seperti metoksi hidroksi kalkon dan naftalen kalkon. Studi ini memberikan kontribusi signifikan dalam pemahaman potensi senyawa kalkon sebagai kandidat obat antikanker dan mendorong pengembangan lebih lanjut dalam bidang ini.
Education on the Production of Fig Leaves Extract Hand Sanitizer in Cilayung Village, Jatinangor Nyi Mekar Saptarini; Resmi Mustarichie; Diah Lia Aulifa; Rini Hendriani
ETHOS: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2024): (Januari, 2024) Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Sai
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v12i1.2582

Abstract

Abstract. During the COVID-19 pandemic, people are advised to always wash their hands using soap and running water or hand sanitizer. Concerns about dangerous chemicals in hand sanitizers encouraged us to carry out community service in villages close to our campus, namely Cilayung Village, Jatinangor, West Java. In this activity, we used the fig plant, which was proven to have antibacterial activity. This community service aims to use fig leaf extract as an active ingredient in hand sanitizer. The method used is simple technology on a household scale: boiling fig leaves to obtain an extract, which is then formulated into a hand sanitizer. Before the activity, we optimized the formula of hand sanitizer from fig leaves. During community service, we provide education on fig leaves which have antibacterial activity, accompanied by making your own (do-it-yourself) hand sanitizer that can be used every day. The result, which is assessed through an interactive quiz, shows that education can increase participants’ knowledge regarding the use of fig leaves, and they can process fig leaves into hand sanitizer. The conclusion is that people know the benefits of fig leaves and how to process them into hand sanitizer.
Aplikasi Teknologi Mikroenkapsulasi dalam Meningkatkan Stabilitas dan Efektivitas Bahan Aktif pada Produk Kosmetik: Kajian Literatur Sitinjak, Feggy Yustika; Budiman, Arif; Aulifa, Diah Lia; Sinala, Santi
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 1 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i1.1451

Abstract

The cosmetics industry is growing rapidly in line with increasing public awareness of the importance of skin care and optimal appearance. Cosmetic products not only serve an aesthetic purpose but also protect the skin from external factors such as UV rays, aging, and pollution. Although many studies have discussed the advantages of microencapsulation, few have analyzed its application in finished cosmetic products. Therefore, this study aims to provide a deeper understanding of the application of microencapsulation in enhancing the stability and efficacy of active ingredients in cosmetic products. This review employs a literature review method based on nine selected scientific articles from national and international journals. Literature searches were conducted using PubMed and Google Scholar with keywords related to microencapsulation in cosmetic products. The results of the study indicate that microencapsulation can enhance the stability of active ingredients, protect them from degradation caused by environmental factors, and enable controlled release of active ingredients. Cosmetic products such as sunscreen gel, face cream, and blush have been successfully developed using microencapsulation technology. Additionally, microencapsulation improves user comfort by reducing unwanted odors or colors and minimizing the risk of skin irritation. This review also identifies technical limitations in microencapsulation methods and provides recommendations for further research to improve the application of this technology in the cosmetics industry for greater efficiency and sustainability. In conclusion, microencapsulation is an effective solution for enhancing stability, efficacy of active ingredients, and user experience quality in cosmetics. Keywords: Cosmetic applications, efficacy, microencapsulated cosmetics, microencapsulation methods, stability
Review: Mesoporous Silica Formulation in Biopharmaceutical Classification System (BCS) Class II Drug Development Ayodduki, Zahra Noor Silmi Hermawan; Anggi, Joseph Fide; Nurulaini, Siti Nunung; Budiman, Arif; Aulifa, Diah Lia
Indonesian Journal of Pharmaceutics Vol 7, Issue 1, Jan - April 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran (Unpad)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/idjp.v7i1.62641

Abstract

About 40% of approved drugs and nearly 90% of drug candidates have low aqueous solubility which limits their bioavailability resulting in suboptimal pharmacological activity. According to the Biopharmaceutical Classification System (BCS), drugs with low solubility and high permeability are categorized as BCS Class II, where the dissolution rate becomes a key factor in gastrointestinal absorption. One approach to increasing its solubility is the formation of an amorphous state, which lowers lattice energy and enhances dissolution. However, the amorphous form tends to be unstable and prone to recrystallization. Mesoporous silica has been developed as a drug delivery system capable of maintaining the stability of the amorphous form through molecular interactions with silanol groups and the nano-confinement effect that suppresses crystal growth. With a high surface area and tunable pore structure, mesoporous silica enhances the dissolution rate and bioavailability of BCS Class II drugs, ultimately contributing to improved pharmacological activity. This review summarizes the development of mesoporous silica formulations in drug delivery systems for BCS Class II drugs to enhance their pharmacological efficacy.
The Ins and Outs of Alpha-mangostin’s Potential as an Antimalarial Tjahjani, Susy; Hermanto, Faizal; Muchtaridi, Muchtaridi; Aulifa, Diah Lia; Ahsanul Haq, Fahmi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i4.19307

Abstract

Malaria drug resistance, including to development of resistance against artemisinin based treatments, poses a major challenge to elimination efforts. Alpha-mangostin, an antioxidant with in vitro antimalarial activity, is hindered by its poor solubility. This study explores the antimalarial effects of water-soluble alpha-mangostin chitosan-alginate nanoparticles (ACAN) in mice with berghei malaria. Mice were treated with various doses of ACAN, compared to alpha-mangostin in polyethylene glycol (PEG), as well as in corn oil (ACO) and chloroquine as a standard. Growth inhibition rates were assessed, revealing no inhibition in the PEG and normal control (NC) groups, while ACO was less active. The effective dose 50 (ED50) of ACAN was 264.5 mg/kg BW, containing only 15.87 mg of alpha-mangostin, suggesting that alpha-mangostin in ACAN may offer promising in vivo antimalarial activity. Further investigation is needed.
Co-Authors Ahsanul Haq, Fahmi Al Shofwan, Adnan Aly Almattin, Bilqis Na'ilah Alya Puteri Agustina Pribadi Amaliah, Salma Amirah, Siti Rafa Angela Alysia Elaine Anggi, Joseph Fide Anisa Pebiansyah Arif Budiman Audry Rahma Dewayani Augustina, Yeni Ayodduki, Zahra Noor Silmi Hermawan Ayu Permatasari Bernap Dwi Putra Sitinjak Diffa Hauna F. Pakhrul Diki Prayugo Wibowo Elaine, Angela Alysia Emamia, Evelyn Stepania Faizal Hermanto Febriani, Yessi Firman Firman Firman Firman Fitriansyah, Sani Nurlaela Guspira, Yunitasya Hadiwijaya, Nathannael Adrya Halwa Aulia Nurdin Haq, Dhiya'Ul Hartono, Sugianto Ayudha Helmi, Nyai Ayu Sylfia Stannia Puspitasari Hermansyah, Inas Fathinah Hesti Riasari Husna Muharram Ahadi Hutapea, Ezra Calista Izzaturrahmi, Ahda Salsabila Jhoni, I Made Jutti Levita Kamaludin, Asilla Mauri Ramdini Karim, Bilqisti Kanzabila Kevin Gabriel Liawardi, Petra Pahlawanda Chrisanto Maharani, Devita Salsa Marcelino, Jeremy Maria Selviana Rendo Maya Andani, Maya Mei, Kaila Keyshia Muchtaridi Muchtaridi Mulyadi, Ananda Putri Aulia Muntashir, Ilham Mohammad Nahariyah, St. Rohmani Natashya Parameswari Natasya Prameswari Nursuhud Nurulaini, Siti Nunung Nurviana, Destawesty Nyi Mekar Saptarini Parameswari, Natashya Pauziah, Ai Syipa Ulfah Pendy, Violent Irene Permatasari, Ayu Pramudita, Fransisca Widi Pratomo, Muhammad Fadhil Priana, Diva Dhaifina Mazaya Pribadi, Alya Puteri Agustina Puspitasari, Citra Dewi Ramadhiany, Ziyan Zulfah Redjeki, Sarah Gustia Resmi Mustarichie Riasari, Hesti Richa Mardianingrum Riezki Amalia Riki - Nugraha Rini Hendriani Rizky Prasiska Wulandari Rosandi, Nurul Fauziah Rusdin, Agus Sabetta, Oktavia Sabiq Salmandhiya Harits Salsabil Ghaliya Sani Nurlaela Fitriansyah Sani nurlaela fitriansyah Setyawati, Luthfi Utami Siagian, Johanna Berliana Sinala, Santi Siti Uswatun Hasanah Sitinjak, Bernap Dwi Putra Sitinjak, Feggy Yustika Sitinjak, Gloria Maharyani Lastiar Sudirman, Virgiana Keisha Rajabi Johni Sunani, Sunani Susy Tjahjani Swarga, Kirana Fayruz Tsamarah, Dinda Firanitha Virliana, Amrina Wibowo, Mutia Amara Putri Winingsih, Wiwin Wiwin Winingsih Yeni Augustina Yessi - Febriani Yessi Febriani Yunita, Ellen Nathania Zahira, Annisa