Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

MANAJEMEN KRISIS DAN RISIKO OPERASIONAL DI ERA DISRUPSI DIGITAL Serli Kurnia Ilahi; Irsyad; Tia Ayu Ningrum
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/gn8n8c19

Abstract

Era disrupsi digital mentransformasi operasional organisasi sekaligus meningkatkan kerentanan terhadap gangguan sistem, serangan siber, dan human error. Kondisi ini menuntut manajemen krisis dan risiko operasional yang lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk risiko operasional digital serta merumuskan strategi penanganan krisis efektif guna menjaga keberlangsungan organisasi. Menggunakan metode deskriptif melalui tinjauan literatur dan analisis kasus pada sektor pemerintahan, pendidikan, serta industri, ditemukan bahwa kerentanan utama bersumber dari lemahnya keamanan informasi, tingginya ketergantungan teknologi, dan rendahnya kompetensi digital pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas operasional sangat bergantung pada kesiapan organisasi dalam mengantisipasi risiko berbasis teknologi. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan keamanan siber, peningkatan kapasitas SDM melalui literasi digital, serta penyusunan protokol krisis yang sistematis dan terstruktur. Temuan ini diharapkan menjadi acuan strategis dalam memperkuat ketahanan serta keberlanjutan organisasi menghadapi tantangan dinamis di era disrupsi digital yang terus berkembang.
PENERAPAN RISK-BASED DECISION MAKING DI INSTANSI PENDIDIKAN DAN PEMERINTAHAN Rezi Salsabila; Irsyad; Tia Ayu Ningrum
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/4chp7k23

Abstract

Artikel ini membahas penerapan teori pengambilan keputusan berbasis risiko pada institusi pendidikan dan pemerintahan di Indonesia. Melalui pendekatan studi literatur dan analisis data sekunder, penelitian ini menegaskan bahwa risiko dapat diidentifikasi secara proaktif, diklasifikasikan berdasarkan tingkat kemungkinan dan dampak, lalu dikelola melalui strategi mitigasi seperti penghindaran, pengurangan, transfer, maupun penerimaan risiko secara terukur. Pemanfaatan alat bantu seperti matriks risiko, dashboard analitik, serta perangkat lunak manajemen risiko membantu mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik. Implementasi teori ini juga mendukung efektivitas organisasi dalam menghadapi ketidakpastian dan dinamika era digital yang semakin kompleks. Faktor penting keberhasilan antara lain kualitas data, keterbukaan komunikasi, budaya sadar risiko, serta keterlibatan aktif para pemangku kepentingan. Selain itu, pelatihan berkelanjutan dan evaluasi rutin diperlukan agar kebijakan tetap adaptif dan relevan. Secara keseluruhan, artikel ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi para pembuat kebijakan dalam meningkatkan tata kelola risiko, sehingga proses pengambilan keputusan di sektor publik dapat berjalan lebih sistematis, responsif, dan inovatif.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN RESIKO DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SMP N 2 X KOTO SINGKARAK Okta Vinda Lustikha; Merika Setiawati; Irsyad
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/eh58xk83

Abstract

Risiko merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari setiap aktivitas manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Dalam konteks pengembangan kurikulum di satuan pendidikan, risiko dapat muncul dalam bentuk tantangan, hambatan, maupun ketidakpastian yang dapat memengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko menjadi langkah strategis untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan potensi risiko agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan implementasi manajemen risiko dalam pengembangan kurikulum di SMP Negeri 2 X Koto Singkarak, strategi mitigasi yang diterapkan, serta mekanisme monitoring dan evaluasi yang dilakukan. Metode kualitatif deskriptif diterapkan melalui pengamatan lapangan, wawancara intensif dengan kepala sekolah, wakil kurikulum, dan guru, serta pemeriksaan dokumen rencana pembelajaran serta catatan supervisi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen risiko di SMP Negeri 2 X Koto Singkarak dilakukan melalui empat tahap utama, yaitu: (1) identifikasi risiko, yang meliputi pengenalan potensi hambatan dari faktor internal maupun eksternal; (2) pengukuran risiko, untuk menilai frekuensi dan dampak risiko terhadap mutu pembelajaran; (3) mitigasi risiko, melalui pelatihan guru, penyusunan pedoman kurikulum internal, serta kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat; dan (4) monitoring dan evaluasi, dilakukan secara rutin melalui supervisi dan rapat evaluasi kurikulum. Penerapan manajemen risiko terbukti membantu sekolah dalam menjaga konsistensi mutu kurikulum dan meningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi perubahan kebijakan pendidikan. Dengan demikian, implementasi manajemen risiko di SMP Negeri 2 X Koto Singkarak menjadi model pengelolaan yang adaptif dan berkelanjutan dalam mendukung keberhasilan pengembangan kurikulum berbasis Kurikulum Merdeka
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RISIKO (SIMR) DI LEMBAGA PENDIDIKAN Natasya Saputri; Irsyad; Tia Ayu Ningrum
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/gtsnfz21

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR) di lembaga pendidikan sebagai upaya strategis untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan akurasi data, serta mendukung transformasi digital dalam pengelolaan risiko. Penelitian ini berfokus pada tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi SIMR, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi guna memperoleh data yang komprehensif terkait pengembangan dan pemanfaatan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIMR mampu meningkatkan efektivitas identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko melalui pendokumentasian data yang terstruktur serta fitur pelaporan real-time. Sistem ini juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data dengan menyediakan informasi risiko yang akurat dan terintegrasi bagi pimpinan lembaga. Namun, implementasi SIMR masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi teknologi informasi, minimnya infrastruktur, serta resistensi terhadap perubahan organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SIMR merupakan inovasi strategis yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas manajemen dan kesiapan lembaga pendidikan dalam menghadapi risiko operasional.
AUDIT BERBASIS RISIKO (RISK-BASED AUDIT) SEBAGAI ALAT PENGAWASAN MODERN Nadya Putri Aidil; Irsyad; Tia Ayu Ningrum
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/r0s3qm02

Abstract

Audit Berbasis Risiko (Risk-Based Audit) merupakan pendekatan audit modern yang menempatkan risiko sebagai landasan utama dalam menentukan prioritas, ruang lingkup, serta kedalaman pemeriksaan audit. Pendekatan ini berkembang sebagai respons terhadap semakin kompleksnya tata kelola organisasi, dinamika risiko operasional yang terus berubah, serta meningkatnya tuntutan terhadap transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan yang bersifat preventif. Berbeda dengan pendekatan audit tradisional yang berfokus pada kepatuhan dan pemeriksaan transaksi masa lalu, audit berbasis risiko menekankan pada proses identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan organisasi. Artikel ini mengkaji secara mendalam konsep audit berbasis risiko, tahapan implementasi, manfaat strategis, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam penerapannya pada organisasi sektor publik maupun sektor privat. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, standar profesional, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan audit berbasis risiko mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, efisiensi dalam penggunaan sumber daya audit, serta kualitas hasil audit melalui penetapan prioritas berbasis risiko. Selain itu, pendekatan ini mendorong terbentuknya budaya sadar risiko dan memperkuat sistem pengendalian internal yang lebih adaptif serta responsif terhadap perubahan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, audit berbasis risiko dipandang sebagai instrumen strategis dalam mendukung penguatan tata kelola organisasi dan peningkatan kinerja yang berkelanjutan.
PERAN SUPERVISI KLINIS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SMA Dwi Fuji Hastuti; Ninit Pujianti; Syahril; Irsyad; Novriyanti Achyar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47123

Abstract

This research aims to analyze the role of clinical supervision in enhancing the pedagogical competence of high school teachers. The study employs a qualitative approach with a literature review method, using data collection techniques thru observation, interviews, and documentation involving school principals and high school teachers. The research findings indicate that clinical supervision has been implemented thru humanistic, dialogical, and reflective approaches; however, its execution has not been optimal and consistent due to a tendency to use traditional supervisory approaches that are instructive and evaluative in nature, as well as weak follow-up on supervision. This study concludes that clinical supervision plays an important role in enhancing the pedagogical competence of high school teachers; however, it needs to be implemented systematically, collaboratively, and sustainably to provide a comprehensive improvement in teachers' pedagogical competence.
ANALISIS MODEL PENGAWASAN BERBASIS KINERJA DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TERHADAP PENILAIAN KINERJA GURU DI SEKOLAH Rismayani, Risha; Mija Indra Putra; Syahril; Irsyad; Novriyanti Achyar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47106

Abstract

This study aims to analyze the performance-based supervision model in educational quality assurance concerning the evaluation of teacher performance in schools. The approach used is qualitative with a literature review method, which involves examining various scientific sources such as journals, books, and relevant educational policy documents. The findings indicate that performancebased supervision can enhance the objectivity, accountability, and effectiveness of teacher performance evaluation when supported by clear indicators, standardized instruments, and continuous follow-up. However, its implementation still faces several challenges, including limited supervisory competencies, a weak evaluation culture, and suboptimal utilization of data. Therefore, it is necessary to strengthen an integrated supervision system within the framework of educational quality assurance.
Employees' Perceptions of the Implementation of Digital-Based Organizational Communication at the Education and Culture Office of Padang Pariaman Regency: Studi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman Ali Azwar, Amar Saipul; Santoso , Yulianto; Irsyad; Setiawati , Merika
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60825

Abstract

This study aimed to describe employees' perceptions of the implementation of digital-based organizational communication at the Education and Culture Office of Padang Pariaman Regency. Digital-based organizational communication plays an important role in supporting information delivery, work coordination, communication responsiveness, and the effectiveness of organizational performance. This research employed a descriptive quantitative approach. The population consisted of 115 employees, with a sample of 89 respondents selected using the Proportional Stratified Random Sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had met the requirements of validity and reliability. The data were analyzed using descriptive statistics by calculating the mean score and respondents' achievement level.The results indicated that the implementation of digital-based organizational communication at the Education and Culture Office of Padang Pariaman Regency was generally categorized as effective, with an overall mean score of 4.19. Based on the research indicators, information clarity obtained a mean score of 4.16 (effective), communication responsiveness scored 4.06 (effective), work coordination scored 4.24 (very effective), and digital media utilization scored 4.31 (very effective). These findings indicate that digital-based organizational communication has supported effective information dissemination, strengthened work coordination, and optimized the use of digital media in employees' daily activities. Therefore, continuous improvement in information clarity and communication responsiveness is recommended to further enhance organizational communication effectiveness.