p-Index From 2021 - 2026
6.804
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebidanan PROSIDING SEMINAR NASIONAL Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Riset Kesehatan Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Kesehatan JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia) Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) NERSMID: Jurnal Keperwatan dan Kebidanan Jurnal Ilmiah Keperawatan Jurnal Abdimas Mahakam JURNAL MEDIA KESEHATAN Borneo Nursing Journal (BNJ) Jurnal Midpro Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berdaya dan Inovasi Jurnal Kebidanan Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Kosala : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal EduHealth Midwifery Care Journal Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Journal of Innovation Research and Knowledge Prosiding University Research Colloquium International Journal of Health Science and Technology Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah JHeS (Journal of Health Studies) Hasil Karya Aisyiyah Untuk Indonesia Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Baktimu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan Baktimu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan pengetahuan tentang kanker servik melalui pemberian edukasi kanker servik pada remaja putri Shofiyatul Azizah; M. Lutfi Saputra; Dani Trianto; Bunga Karina Zulfa; Siti Wardah In’am Fathin; Deya Devi Noventa Anggraini; Zahra Muhammad; Elivya Putri Melsany; Dinna Fitriya; Anisah; Luluk Rosida
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 6 No 1 (2025): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v6i1.1449

Abstract

Serviks leher rahim atau mulut rahim merupakan ujung bawah rahim yang menonjol ke vagina. Kanker rahim adalah tumor ganas yang tumbuh didalam serviks. Angka kejadian Kanker serviks di Indonesia (136,2/100.000 penduduk) urutan 8 di Asia Tenggara. Angka kejadia kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Tujuan dari Kegiatan Pengabdian adalah memberikan edukasi tentang kanker servik pada Remaja putri sebagai upaya meningkatkan pengetahuan remaja tentang kanker servik. Metode pelaksanaan pengabdian dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan dengan media powerpoit, video dan leaflet kepada remaja putri di SMK Muhammadiyah Playen. Dari kegiatan penyuluhan ini didapatkan hasil bahwa setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan dari remaja putri. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengetahui pencegahan dan deteksi dini mengenai masalah reproduksi. Penyuluhan mengenai kanker serviks sebagai upaya pencegahan yang bermanfat dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri untuk menghindari penyakit kanker serviks, juga dalam pemahman remaja putri tentang cara menjaga kesehatan organ kewanitaan saat menstruasi sehingga terciptanya poa hidup sehat untuk mencegah terjadinya kanker serviks.
KAMPANYE PENCEGAHAN STUNTING MELALUI DETEKSI DINI ANEMIA DAN SOSIALISASI LITERASI DIGITAL KESEHATAN BAGI REMAJA DI KARANG TARUNA DESA BANYURADEN Luluk Rosida; Taufiqur Rahman
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i1.1166

Abstract

Remaja putri pada umumnya memiliki karakteristik kebiasaan makan yang tidak sehat. Antara lain kebiasaan tidak makan pagi, malas minum air putih, diet tidak sehat karena ingin langsing, kebiasaan ngemil makanan rendah gizi dan makan makanan siap saji. Sehingga remaja tidak mampu memenui keaneka ragaman zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuhnya untuk proses sintesis haemoglobin (Suryani dkk., 2016). Pola diet dan pola makan yang salah ini    juga banyak dipengaruhi oleh kurangnya literasi Kesehatan digital pada remaja. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan keikutsertaan remaja pada kampanye stunting melalui deteksi dini anemia dan peningkatan kemampuan literasi digital Kesehatan. Metode pelaksanaan KKM “Kampanye pencegahan stunting melalui Deteksi dini anemia dan Sosialisasi Literasi digital Kesehatan Bagi Remaja di Karang taruna desa Banyuraden” dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan  keterampilan mitra melalui pelatihan penggunaan alat untuk pengecekan kadar Hb dan darah sederhana seperti glukosa darah, kolesterol dan asam urat  serta gambaran  derajat Kesehatan Mitra melalui Pemeriksaan Kadar hemoglobin. Hasil dari pengabdian didapatkan gambaran kondisi anemia remaja Dimana 27,7% remaja mengakami anemia ringan, selain itu didapatkan peningkatan persepsi remaja terkait literasi digital Kesehatan sebanyak 56,8%. Pencegahan anemia merupakan salah satu upaya pencegahan stunting yang cukup efektif. Kata Kunci : Remaja, Stunting, Anemia, Literasi Digital
KAMPANYE PENCEGAHAN STUNTING MELALUI DETEKSI DINI ANEMIA DAN SOSIALISASI LITERASI DIGITAL KESEHATAN BAGI REMAJA DI KARANG TARUNA DESA BANYURADEN Rosida, Luluk; Rahman, Taufiqur
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i1.1166

Abstract

Remaja putri pada umumnya memiliki karakteristik kebiasaan makan yang tidak sehat. Antara lain kebiasaan tidak makan pagi, malas minum air putih, diet tidak sehat karena ingin langsing, kebiasaan ngemil makanan rendah gizi dan makan makanan siap saji. Sehingga remaja tidak mampu memenui keaneka ragaman zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuhnya untuk proses sintesis haemoglobin (Suryani dkk., 2016). Pola diet dan pola makan yang salah ini    juga banyak dipengaruhi oleh kurangnya literasi Kesehatan digital pada remaja. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan keikutsertaan remaja pada kampanye stunting melalui deteksi dini anemia dan peningkatan kemampuan literasi digital Kesehatan. Metode pelaksanaan KKM “Kampanye pencegahan stunting melalui Deteksi dini anemia dan Sosialisasi Literasi digital Kesehatan Bagi Remaja di Karang taruna desa Banyuraden” dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan  keterampilan mitra melalui pelatihan penggunaan alat untuk pengecekan kadar Hb dan darah sederhana seperti glukosa darah, kolesterol dan asam urat  serta gambaran  derajat Kesehatan Mitra melalui Pemeriksaan Kadar hemoglobin. Hasil dari pengabdian didapatkan gambaran kondisi anemia remaja Dimana 27,7% remaja mengakami anemia ringan, selain itu didapatkan peningkatan persepsi remaja terkait literasi digital Kesehatan sebanyak 56,8%. Pencegahan anemia merupakan salah satu upaya pencegahan stunting yang cukup efektif. Kata Kunci : Remaja, Stunting, Anemia, Literasi Digital
Correlation Between Physical Activity and Musculoskeletal Disorders Among the Elderly Nadiyah, Sabrina Fitri; Wardhani, Riska Risty; Rosida, Luluk
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 10 Issue 1 Year 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkf.v10i1.367

Abstract

Background: Engaging in physical activity helps prevent Musculoskeletal Disorders (MSDs) in the elderly, which affect both soft and hard supporting tissues of the limbs. Low physical activity levels in older adults often lead to MSD complaints, especially in the lower back, knees, shoulders, and hands. This study aims to evaluate the correlation of physical activity in the incidence of MSDs among the elderly.  Methods: This study employed analytical observational research with a cross-sectional design and purposive sampling technique. The participants consisted of 50 older adults aged 60 and above. The research utilized the Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF) to assess physical activity, while musculoskeletal disorders were evaluated using the Nordic Body Map (NBM). Data analysis was performed using the Spearman rank statistical test, facilitated by SPSS version 23 software.  Results: The findings showed a notable relationship between physical activity and the occurrence of musculoskeletal disorders in older adults, yielding a p-value of <0.001 and a correlation coefficient of -0.474, indicating a moderate level of strength. This means that the lower a person's level of physical activity, the higher the degree of Musculoskeletal Disorder complaints.  Conclusion: This study demonstrates a significant correlation between low levels of physical activity and the prevalence and severity of MSDs among older adults at the Arum Sari Health Post. The findings emphasize the need to raise public awareness and investigate additional risk factors to enhance the prevention and management of MSDs in the elderly.
Analysis management and referral process for victims of violence in house ladder in first level health services Rosida, Luluk; Putri, Intan Mutiara
International Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v7i1.4247

Abstract

The health impacts experienced by victims of domestic violence, especially women, are quite widely reported. From the results of research obtained in the United States, as many as 37% of women who experienced violence from perpetrators and underwent examinations at health services ended up in hospitalisation in emergency services. The purpose of this study is to analyse the Management and Referral Process of Victims of Domestic Violence (Case Study at first-level health services). The research method employed is descriptive research, specifically analysing primary data to describe the violence that existed over 3 years. The research location was at one of the first-level health services (community health centres) in Bantul Regency. The results showed that the characteristics of victims of domestic violence based on gender were mostly experienced by women, as many as 15 people (78.9%), and men, as many as 4 people (21.1%). Based on interviews with officers, the management provided ranged from first aid for injuries to counselling by community health centre officers or a referral process for serious injuries. However, most victims did not want to continue reporting to the authorities or the legal realm. And most victims reported that they would resolve the matter internally within their respective families. The findings of this research contribute to describing the management and referral process for victims of domestic violence to primary health care.
PKM edukasi cerdik dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular Rosida, Luluk; Putri, Intan Mutiara; Ariyanto, Andry
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.4330

Abstract

Indonesia tengah mengalami pergeseran pola penyakit yang sering disebut transisi epidemiologi, ditandai dengan meningkatnya angka kesakitan penyakit tidak menular (stroke, jantung, diabetes, kanker) dan menjadi penyebab utama kematian. Salah satu upaya yang digagas opleh pemerintah adalah perilaku CERDIK. CERDIK adalah salah satu program pemerintah melalui Kemenkes yang merupakan akronim atau singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress. Program CERDIK dapat mencegah penyakit tidak menular, seperti diabetes, kanker, gagal ginjal kronis, jantung koroner, dan penyakit tidak menular lainnya. Kegiatan yang dilakukan meliputi memberikan edukasi terkait 6 hal dalam Program CERDIK. Melakukan Kegiatan pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), komposisi tubuh, elestisitas tulang, pengecekan darah sederhana (pemeriksaan Gula darah dan Kolesterol darah), dan tekanan darah. Melakukan edukasi kegiatan aktivitas fisik dan atau olah raga bersama, serta pengenalan beberapa senam seperti senam Hipertensi, senam diabetes, senam jantung sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan penyakit tidak menular. Setelah kegiatan ini berlangsung, masyarakat menjadi mengetahui kondisi kesehatan melalui pengecekan darah sederhana dan mengetahui terkait program CERDIK yang bisa dilakukan secara mandiri. Kegiatan ini membantu menumbuhkan kesadaran kesehatan, melakukan deteksi dini resiko Pentakit Tidak menular yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kemandirian kesehatan.
Hubungan Pemanfaatan Buku Kia Dengan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Putri, Sylvia; Nidatul Khofiyah; Luluk Rosida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.209

Abstract

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah karena tingginya angka kematian ibu dan bayi, yang menempatkan Indonesia di posisi tiga besar tertinggi di kawasan ASEAN. Salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu adalah minimnya pengetahuan dan sikap ibu hamil terkait informasi serta langkah yang perlu diambil selama masa kehamilan ketika menghadapi tanda bahaya kehamilan. Buku KIA merupakan salah satu bentuk strategi untuk memberdayakan masyarakat, terutama keluarga dalam menjaga kesehatan serta mengakses pelayanan kesehatan ibu dan anak yang bermutu. Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) secara optimal dapat menjadi salah satu metode dalam pelaksanaan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Godean 1. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan total 88 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuosioner. Berdasarkan hasil Uji Chi-square untuk hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan didapatkan hasil P=0,000 <0,05 dengan hasil OR 57,000,  Sedangkan untuk hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan sikap Ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di dapatkan hasil P=0,000<0,05 dengan hasil OR 16,520 yang menunjukkan bahwa ada hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya pemanfaatan buku KIA untuk mendeteksi dini tanda bahaya kehamilan.
Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Badan Lahir Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggulan Kulon Progo Ayu Anggraini; Luluk Rosida; Esitra Herfanda
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.500

Abstract

Latar belakang : Stunting adalah keadaan di mana ukuran atau tinggi anak-anak tidak selaras dengan norma umurnya. Hal ini mencerminkan adanya gangguan dalam pertumbuhan fisik anak (Pertiwi et al., 2025). Salah satu faktor risiko terjadinya stuntingadalah berat badan lahir rendah, yaitu berat bayi ≤ 2.500 gram saat lahir, serta panjang badan lahir, yaitu panjang bayi ≤ 47 cm. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Badan Lahir terhadap kejadian Stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Nanggulan Kulon Progo. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan case control, melibatkan populasi 887 balita. Sampel terdiri dari 45 kasus dan 45 kontrol, Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui buku KIA/KMS dan Rekam medis. Hasil : Dari 90 sampel, 45 Balita (50%) mengalami stunting, sedangkan 45 (50%) tidak stunting. Jumlah balita berat badan lahir 17 (18,9%) dan panjang badan lahir 34 (37,8%). Analisis statistik menggunakan Chi-square menunjukkan p-value 0.000, yang menunjukan adanya hubungan signifikan antara berat badan lahir, panjang badan lahir, dan kejadian stunting. Kesimpulan : Terdapat hubungan berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting di Puskesmas Nanggulan Kulon Progo.
Gender-Based Violence against Men and Women Warsiti, Warsiti; Rosida, Luluk; Putri, Intan Mutiara; Fajarini, Nurbita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i1.13707

Abstract

Based on data from the Indonesian National Commission on Violence Against Women (INCVAW/Komnas Perempuan) from 2007 to 2019, there was a very significant increase in cases of Gender-Based Violence (GBV), reaching eightfold (792%). The majority of GBV victims are women, but men can also be potential victims. However, most research on GBV focuses only on women. Gender-based violence has short-term and long-term impacts on physical and mental health. Female victims of GBV usually experience anxiety, depression, post-traumatic stress disorder (PTSD), and even suicidal thoughts. This study aims to provide an overview of GBV that occurs in both men and women. This study is based on data on reported cases of violence obtained from the Women’s Empowerment and Child Protection Service (WECPS/DP3A) of Sleman Regency, Yogyakarta, for the period 2020-2024. Of the 1,001 reported GBV cases, 817 (81.6%) victims were women and 184 (18.4%) were men. The majority of female victims of GBV are of reproductive age (19-44 years), while the majority of male victims are adolescents (11-18 years). There is a significant relationship between gender, location of the incident, and the type of violence experienced. Currently, both men and women experience violence in the public sphere (50.5% and 53.2%, respectively). Psychological violence is the most common experience for both sexes. Men mostly experience neglect, exploitation, and other forms of violence. Meanwhile, women mostly experience physical, sexual, and human trafficking violence. Innovation in reporting forms that are easily accessible to the public is also needed to facilitate victims seeking help.
Residential Density, Parents’ Sexual Activity and Teenage Sexual Behavior in Yogyakarta Rosida, Luluk; Martha, Evi; Besral, Besral
Kesmas Vol. 10, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada daerah kumuh dan padat, orangtua sering terpaksa harus berbagi ruang tidur dengan anak-anaknya sehingga anak-anaknya sudah terpapar dengan aktivitas seksual sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepadatan hunian, aktivitas seksual orangtua, dan efeknya terhadap perilaku seksual remaja di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan mewawancarai 268 keluarga yang memiliki anak remaja yang dipilih secara acak di daerah kumuh perkotaan dan daerah pedesaan pada bulan Maret – Mei 2015. Analisis data dilakukan menggunakan uji kai kuadrat dan regresi-cox multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua yang tinggal di hunian padat memiliki risiko dua kali lebih besar untuk melakukan aktivitas seksual yang berdampak negatif bagi anaknya. Aktivitas seksual orangtua tidak berpengaruh terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja. Faktor yang berhubungan bermakna dengan perilaku seksual berisiko pada remaja adalah jenis kelamin laki-laki, sikap negatif, dan pengaruh teman sebaya. Dinas kesehatan dan puskesmas agar terus meningkatkan program penyuluhan remaja dan melatih konselor teman sebaya. Kegiatan yang selama ini telah dilakukan di sekolah sebaiknya diperluas pada daerah berisiko seperti daerah kumuh perkotaan dengan kepadatan hunian yang tinggi. In dense and slum areas, parents often have to share bedroom with their children, so the children have been exposed to sexual activity since early. This study aimed to determine residential density, parents’ sexual activity and its effects to teenage sexual behavior in Yogyakarta. This study used cross-sectional design by interviewing 268 families that had teenagers as selected randomly in urban slum areas and rural areas on March – May 2015. Data was analyzed using chi-square test and multivariate cox-regression. Results showed that parents living in dense residence had risk two times higher to commit sexual activity which had negative effect on their children. Parents’ sexual activity did not have any influence to risky sexual behavior among teenagers. Factors significantly related to risky sexual behavior among teenagers are male sex, negative attitude and influence of peers. Health agency and primary health care should improve counseling programs for teenagers and train peer counselors. Activities which have been conducted at schools should be expanded to risky areas, such as urban slum area with high density of residence.
Co-Authors Adiesti, Ferlia Anisa Arum Sulistyowati ANISAH Arif Bimantara Ariyanto, Andry Astuti, Andari Wuri Aulia Kurnianing Putri Ayu Anggraini Batubara, Rini Amalia Belian Anugrah Estri Besral . Bunga Karina Zulfa Dani Trianto Deccy Nopiyana Desi Fatma Sari Devi Pratiwi Deya Devi Noventa Anggraini Dinna Fitriya Elivya Putri Melsany Esitra Herfanda Evi Martha Faizatul Ummah Faizatul Ummah Fajarini, Nurbita Fatimatasari Fatimatasari Fayakun Nur Rohmah Ferlia Adiesti Ferlia Adiesti Fitriahadi, Enny Fitriahadi, Eny Fuji Padia Ramdani Hakimi Hakimi Hakimi, Mohammad Hani, Umu Hapsari Listyaningrung, Tri Harnimayanti Herlin Fitriani Kurniawati Ika Afifah Nugraheni Indriastuti, Nur Azizah Intan Mutiara Putri Intan Mutiara Putru Istri Utami Kartini, Farida Khairiyah, Annisa Adzakiyyatul Khofiyah, Nidatul Kirana Puji Ramadhanti Khaliri Luluk Khusnul Dwihestie Luluk Khusnul Dwihestie M. Lutfi Saputra Makbul, Ika Aida Aprilini binti Mohammad Hakimi Mufdlillah Mufdlillah Mufdlillah Mufdlillah Mufdlillah, Mufdlillah Mufreni, Sadr Lufti Muhammad Aswan, Asiyah Musoli Mutiara Putri, Intan Nadiyah, Sabrina Fitri Ni nyoman Y. Abriyani Nunung Ismiyatun Nuristy Brillian Ainindyahsari Winarna Nursanti, Widya Pratiwi, Cesa Septiana Ramadanti, Rania Rini Amalia Batubara Riski Oktafia Rohmadani, Zahro Varisna Sari , Siti Nurul Fadhilah Sari, Desi Fatma Shofiyatul Azizah Silmina, Esi Putri Silvia Rizki Syah Putri Siti Nadhir Ollin Norlinta Siti Wardah In’am Fathin Sitti Nur Djannah Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sulistyowati, Anisa Arum Suratini Suratini Suyani Suyani, Suyani Syafitasari, Juanda Syagata, Anindhita Syahbi Syah Putri, Silvia Rizki Sylvia Putri Tasya Muliasari Taufiqur Rahman, Taufiqur Tri Sunarsih Umihan Samal Umu Hani Wahyuntari, Evi wardhani, Riska risty Warsiti Warsiti Warsiti Warsiti Wijayanto, Danur Wiwit Desi Intarti Zahra Humaira, Rezka Zahra Muhammad