Claim Missing Document
Check
Articles

Curahan Tenaga Kerja Berdasarkan Gender pada Usahatani Karet dan Kelapa Sawit Nor Emiliana; Jajat Sudrajat; Shenny Oktoriana
Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis Vol. 2 No. 3 (2025): September : Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/botani.v2i3.477

Abstract

Work time is the amount of time determined to carry out a number of routine or ordinary activities carried out inside and outside the household in units of time or hours. Rubber farming and oil palm farming are farming activities that are in great demand in Indonesian society and are important crops as a source of income for farmers. The problem that can be identified in this study is how the outflow of labor based on gender on rubber and oil palm farms in North Amboyo Village, Ngabang Sub-district, Landak Regency. This research was conducted from March 18 to April 18, 2024. The research method in this study is the survey method. The population in this study were all rubber farmers and oil palm farmers in North Amboyo Village, Ngabang District, Landak Regency, totaling 31 rubber farmers and 42 oil palm farmers. The variables of this study consisted of the work time of rubber farmers and oil palm farmers producing which was calculated within one month. The data analysis technique used in this study is the T-Test (Independent Sample T-Test). t test results Sig value. (2-tailed) in the table is 0.000 so it can be said that there is a significant difference between the labor expenditure of rubber farmers and oil palm farmers. There is a significant difference in the comparison of labor expenditure based on gender in rubber and oil palm farming with the test results, namely the value of Sig. (2-tailed) 0.000. This means that of the two research objectives there is a significant difference in the comparison of labor expenditure of rubber farmers and oil palm farmers, as well as the comparison of labor expenditure based on gender in North Amboyo Village, Ngabang District, Landak Regency. Keywords: Farming, Labor, Oil Palm, Rubber.   Abstrak. Curahan waktu kerja adalah jumlah waktu yang ditentukan untuk melakukan sejumlah kegiatan rutin atau biasa dilakukan di dalam dan luar rumah tangga dalam satuan waktu atau jam. Usahatani karet dan kelapa sawit merupakan kegiatan yang banyak diminati masyarakat Indonesia dan merupakan tanaman penting sebagai sumber penghasilan bagi petani. Permasalahan yang diidentifikasi pada penelitian ini yaitu bagaimana curahan tenaga kerja berdasarkan gender pada usahatani karet dan kelapa sawit di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan 18 Maret–18 April 2024. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani karet dan petani kelapa sawit yang berada di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak sebanyak 31 petani karet dan 42 petani kelapa sawit. Variabel penelitian terdiri dari curahan waktu kerja petani karet dan petani kelapa sawit menghasilkan  yang dihitung dalam kurun waktu satu bulan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji-T (Independent Sample T-Test). Hasil uji t nilai Sig. (2-tailed) pada tabel yaitu 0.000 sehingga bisa dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara curahan tenaga kerja petani karet dan petani kelapa sawit. Perbedaan yang signifikan pada perbandingan curahan tenaga kerja berdasarkan gender pada usahatani karet dan kelapa sawit dengan hasil uji yaitu nilai Sig. (2-tailed) 0.000. Artinya dari dua tujuan penelitian tersebut terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan curahan tenaga kerja petani karet dan petani kelapa sawit, serta  perbandingan curahan tenaga kerja berdasarkan gender di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak.
Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Permintaan Daging Ayam Broiler di Kecamatan Bengkayang Kabupaten Bengkayang Cicilia, Cicilia; Suyatno, Adi; Oktoriana, Shenny
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.14299

Abstract

This study aims to determine the factors that influence the demand for broiler chicken meat in Bengkayang Regency. This study uses the Ordinary Least Square (OLS) model in the multiple linear regression analysis method. Using annual data from 2019 to 2023. The results showed that the price of broiler meat, household income, the number of dependents and the price of tilapia simultaneously affect the demand for broiler chicken. The factor that influences the demand for broiler chicken meat in Bengkayang Regency is household income. Where household income with a significant value of 0.042 (<0.05) with a positive coefficient of 1.421, meaning that household income has a positive effect on the demand for broiler chickens. And the factor that most influences the demand for broiler chicken meat in Bengkayang Regency is the household income variable. Where a positive coefficient value indicates that the high income of an individual will tend to increase consumption expenditure or demand for broiler meat.
Kontribusi Sektor Non Pertanian Terhadap Pendapatan Rumah Tangga: Studi Kasus di Desa Jirak Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas Fatwa, Muhammad Imam; Sudrajat, Jajat; Oktoriana, Shenny
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.14840

Abstract

The aim of this research is to analyze the structure of household income originating from the non-agricultural and agricultural sectors, as well as analyzing the contribution of non-agricultural sector income to household income. Regarding how big the contribution of non-agricultural income and farming income is to household income. The sample in this research were farmers taken from Jirak Village, namely 42 respondents. The data analysis method used is quantitative with income analysis. The research results show that sources of income from non-agriculture, namely laborers, traders, weaving craftsmen, craftsmen, technicians and furniture, average IDR 1,402,262 per month, while sources of income from rice farming reach an average of IDR 965.972. This shows that non-agricultural income is greater than rice farming income. These results prove that non-agricultural income is seriously used to help with farming and household needs. Then the contribution of non-agricultural income to farmer household income is 59,21 %, this shows that the contribution of non-agricultural income is greater than rice farming income.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PETANI KARET DI DESA SEMAYANG KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU Rayana, Aldo; Yurisinthae, Erlinda; Oktoriana, Shenny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98502

Abstract

Tanaman karet adalah salah satu tanaman komoditas ekspor yang ada di Indonesia. Perkebunan karet di Desa Semayang Kecamatan Kembayan adalah perkebunan milik rakyat yang kualitas air getahnya cukup rendah, meskipun demikian karet sampai saat ini masih mampu bersaing dengan komoditas lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi petani karet di Desa Semayang, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau. Penelitian dilakukan di Desa Semayang dengan menggunakan data primer dan sekunder. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 40 petani karet yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi karet di Desa Semayang meliputi jumlah pohon karet dan umur tanaman karet. Sementara itu, jumlah tenaga kerja dan frekuensi penyadapan tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi karet.
Pengaruh Tingkat Imitasi Dan Kosmopolitan Wanita Tani Terhadap Keputusan Pengelolaan Usahatani Suharyani, Anita; Oktoriana, Shenny
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v3i2.1114

Abstract

The aims of this study are to analyze cosmopolitan and imitation levels of women farmers, and the influence of cosmopolitan and imitation levels of women farmers towards decision of farming management. This study was conducted in Limbung Village, Kubu Raya District, West Kalimantan. Respondent in this study consist of 26 womens who joint in women farmers group and 38 womens who do not joint in women farmers group. The method that used in this study are descriptive analyze and corelation analyze. The results showed that imitation level of women farmers group women farmers group is in average level. Beside that, the cosmopolitan level of women farmers group women farmers group is in high level. The result also showed that there is corelation between imitation and cosmopolitan levels has significant influence in decision of management farming
CURAHAN WAKTU KERJA WANITA TANI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA SUNGAI RENGAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP Fauzan, Achmad; Aritonang, Marisi; Oktoriana, Shenny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74796

Abstract

Sektor pertanian menjadi sektor paling utama dalam penyerapan tenaga kerja. Tenaga kerja dalam usahatani dibagi menjadi tiga jenis, yaitu tenaga kerja manusia, tenaga kerja hewan, dan tenaga kerja mesin. Dalam tenaga kerja manusia terbagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu tenaga kerja pria, tenaga kerja wanita, dan tenaga kerja anak. Pertanian akan semankin berkembang apabila para pelaku dengan didukung oleh pemerintah dapat memahami peran dan fungsi pertanian, serta mampu mengelolahnya dengan benar sesuai dengan perkembangan kebutuhan manusia. Fenomena wanita bekerja pada sektor pertanian bukanlah hal yang baru terlebih lagi di daerah pedesaan, bahkan peran wanita pada sektor pertanian menjadi suatu hal yang tidak terbantahkan. Petani di Desa Sungai Rengas merupakan penduduk asli daerah tersebut. Konstribusi wanita tani di desa Sungai Rengas tidak dapat dibantahkan lagi, karena di desa tersebut tidak hanya tenaga kerja laki-laki yang melakukan kegiatan usahatani. Wanita tani diwilayah tersebut ada yang mengelolah lahannya sendiri, ada juga yang bekerja dilahan orang lain sebagai buruh tani, dan ada juga yang mengelolah lahan sewa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi curahan waktu kerja wanita tani di Desa Sungai Rengas. Penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan jumlah sampel 43 petani. Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda untuk melihat apa saja yang mempengaruhi curahan waktu kerja wanita tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan, jumlah tanggungan keluarga dan status kepemilikan lahan berpengaruh secara signifikan terhadap curahan waktu kerja wanita tani di Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya.
Agribusiness Competency Level of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Kubu Raya Regency Sisca Manda Nasution; Novira Kusrini; Shenny Oktoriana
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY (CALL FOR PAPERS)
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i1.234

Abstract

The potential of agribusiness MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) in Kubu Raya Regency is hindered by the low competency of business actors, which is reflected in minimal product innovation, packaging design, and the underutilization of digital technology in marketing. This condition indicates weaknesses in the aspects of knowledge, skills, and mental attitude, resulting in limited market reach and low turnover. This research aims to identify the level of agribusiness competency and analyze the factors influencing it, using a sample of 83 MSME actors through purposive sampling and ordinal logit regression analysis. The results show that the agribusiness competency of MSME actors is generally in the medium category, where the knowledge aspect is high while skills and mental attitude are medium. Education, business experience, and business capital significantly influence the level of competency. It is recommended that MSME actors be encouraged to increase innovation and have the courage to step out of their comfort zone to strengthen competitiveness.
DETERMINAN KEPUTUSAN PETANI DALAM MEMILIH SALURAN PEMASARAN KARET DI KECAMATAN DEDAI Pubriana, Lilis; Dolorosa, Eva; Oktoriana, Shenny
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1228

Abstract

Karet rakyat adalah perkebunan karet yang dikelola oleh masyarakat dengan sistem tradisional dan dalam skala yang kecil. Perkebunan karet rakyat banyak dikembangkan di berbagai wilayah pedesaan Indonesia dan menjadi sumber penghasilan utama bagi petani. Pemasaran karet rakyat masih menghadapi berbagai masalah, seperti harga yang cenderung rendah dan saluran pemasaran yang terlalu panjang. Saluran pemasaran yang panjang mengakibatkan rendahnya keuntungan yang diperoleh oleh petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran karet di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang. Analisis data menggunakan regresi logistik multinomial. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa faktor yang berpeluang dalam mempengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran karet di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang adalah umur, pendidikan, pengalaman usahatani, jumlah produksi, harga jual dan sarana prasarana.
EFISIENSI SALURAN PEMASARAN IKAN TONGKOL ABU-ABU (THUNNUS TONGGOL) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT Yudiansyah, Yudiansyah; Suyatno, Adi; Oktoriana, Shenny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.102719

Abstract

Ikan tongkol abu-abu (Thunnus tonggol) merupakan salah satu komoditas perikanan pelagis yang berperan strategis dalam perekonomian masyarakat pesisir, khususnya nelayan di kawasan PPN Pemangkat. Berdasarkan data pendaratan tahun 2023, komoditas ini tercatat sebagai hasil tangkapan terbesar sehingga menjadi sumber pendapatan utama serta memberikan kontribusi penting dalam rantai nilai perikanan daerah. Dalam praktiknya, pemasaran tongkol abu-abu di tingkat produsen masih banyak melibatkan agen, yang dipengaruhi oleh hubungan keterikatan antara nelayan dan agen. Kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya beragam saluran pemasaran dari nelayan hingga konsumen akhir, yang pada akhirnya menimbulkan perbedaan harga yang cukup besar di setiap tingkatan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi saluran pemasaran ikan tongkol abu-abu di PPN Pemangkat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan profitability index. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap nelayan/agen, pengumpul, dan pengecer. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga saluran pemasaran, yaitu Saluran 0, Saluran I, dan Saluran II. Secara umum, seluruh saluran dinilai efisien berdasarkan margin pemasaran dan farmer’s share, namun berdasarkan indeks profitabilitas hanya Saluran I dan II yang efisien. Saluran I dinilai paling optimal karena memberikan keuntungan yang lebih seimbang dan menguntungkan bagi nelayan.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DENGAN KEPATUHAN TERHADAP ISPO: STUDI KASUS PETANI SAWIT SWADAYA DI KABUPATEN SANGGAU Aditya; Maswadi; Shenny Oktoriana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil System) adalah salah satu kebijakan yang bertujuan dalam peningkatan daya saing minyak sawit yang dibuat oleh Kementrian Pertanian Indonesia. Hingga saat ini sertifikasi ISPO masih mengalami beberapa hambatan, masalah, tantangan, dan tuntutan. Pertama, terkait pemahaman dan kebijakan tentang konsep sustainability (berkelanjutan) di Indonesia. Kedua, mekanisme kelembagaan penyelengaraan sertifikasi ISPO. Tujuan dari penulisan ini ialah memberikan hasil analisis terkait bagaimana perbedaan persepsi petani sawit swadaya yang melakukan standarisasi sertifikasi ISPO dan yang tidak menjalankan sertifikasi ISPO. Penulisan penelitian ini didasarkan pada jenis metode penelitian desktiptif. Hasil temuan penelitian ialah petani sawit swadaya yang mendapatkan program pelatihan sekolah lapang demi mewujudkan sertifikasi ISPO mulai beradaptasi dan mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapatkan untuk memenuhi standarisasi sertifikasi ISPO. Pengelolaan usahatani kebun sawit pada petani yang mendapatkan program pelatihan mendapatkan pengawasan langsung dari pihak lembaga penyelenggara, faktor ini juga yang mendorong minat petani dalam memenuhi standarisasi ISPO. Petani sawit swadaya yang tidak melaksanakan standarisasi ISPO masih melakukan penerapan pengelolaan kebun berdasarkan kebiasaan atau kebudayaan yang telah turun temurun, minimnya pengetahuan dan pengenalan terkait kebijakan ISPO pada petani mengakibatkan kurangnya minat petani dalam melakukan standarisasi ISPO.