Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Tingkat Imitasi Dan Kosmopolitan Wanita Tani Terhadap Keputusan Pengelolaan Usahatani Suharyani, Anita; Oktoriana, Shenny
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v3i2.1114

Abstract

The aims of this study are to analyze cosmopolitan and imitation levels of women farmers, and the influence of cosmopolitan and imitation levels of women farmers towards decision of farming management. This study was conducted in Limbung Village, Kubu Raya District, West Kalimantan. Respondent in this study consist of 26 womens who joint in women farmers group and 38 womens who do not joint in women farmers group. The method that used in this study are descriptive analyze and corelation analyze. The results showed that imitation level of women farmers group women farmers group is in average level. Beside that, the cosmopolitan level of women farmers group women farmers group is in high level. The result also showed that there is corelation between imitation and cosmopolitan levels has significant influence in decision of management farming
CURAHAN WAKTU KERJA WANITA TANI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA SUNGAI RENGAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP Fauzan, Achmad; Aritonang, Marisi; Oktoriana, Shenny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74796

Abstract

Sektor pertanian menjadi sektor paling utama dalam penyerapan tenaga kerja. Tenaga kerja dalam usahatani dibagi menjadi tiga jenis, yaitu tenaga kerja manusia, tenaga kerja hewan, dan tenaga kerja mesin. Dalam tenaga kerja manusia terbagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu tenaga kerja pria, tenaga kerja wanita, dan tenaga kerja anak. Pertanian akan semankin berkembang apabila para pelaku dengan didukung oleh pemerintah dapat memahami peran dan fungsi pertanian, serta mampu mengelolahnya dengan benar sesuai dengan perkembangan kebutuhan manusia. Fenomena wanita bekerja pada sektor pertanian bukanlah hal yang baru terlebih lagi di daerah pedesaan, bahkan peran wanita pada sektor pertanian menjadi suatu hal yang tidak terbantahkan. Petani di Desa Sungai Rengas merupakan penduduk asli daerah tersebut. Konstribusi wanita tani di desa Sungai Rengas tidak dapat dibantahkan lagi, karena di desa tersebut tidak hanya tenaga kerja laki-laki yang melakukan kegiatan usahatani. Wanita tani diwilayah tersebut ada yang mengelolah lahannya sendiri, ada juga yang bekerja dilahan orang lain sebagai buruh tani, dan ada juga yang mengelolah lahan sewa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi curahan waktu kerja wanita tani di Desa Sungai Rengas. Penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan jumlah sampel 43 petani. Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda untuk melihat apa saja yang mempengaruhi curahan waktu kerja wanita tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan, jumlah tanggungan keluarga dan status kepemilikan lahan berpengaruh secara signifikan terhadap curahan waktu kerja wanita tani di Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya.
Peningkatan Keterampilan Praktik Pertanian yang Baik Petani Sawit Swadaya di Kabupaten Sambas Lestari, Herades Difa; Nurliza, Nurliza; Oktoriana, Shenny
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.29.2.244

Abstract

Good oil palm cultivation contributes to the progress of the national economy by earning foreign exchange and income, creating jobs, and increasing welfare. However, independent palm oil farming has low productivity and quality due to limited knowledge and skills of GAP (Good Agriculture Practices). The research aims to formulate improvements in GAP skills, including technical skills, human skills, and conceptual skills, using skills theory and the concept of sustainability. The research method was descriptive-quantitative with Multidimensional Scaling using the Rap-Palm Oil program on 100 respondents in Sambas Regency, one of the centers of independent oil palm smallholders in West Kalimantan. The results showed that conceptual skills through extension activities are prioritized in improving GAP skills. Therefore, counseling methods through demonstration plots, comparative studies, and field schools can be an effort to improve GAP skills for sustainable management of oil palm farming. Keywords: good agriculture practices, multidimensional scaling, palm oil, skills
Agribusiness Competency Level of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Kubu Raya Regency Sisca Manda Nasution; Novira Kusrini; Shenny Oktoriana
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY (CALL FOR PAPERS)
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i1.234

Abstract

The potential of agribusiness MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) in Kubu Raya Regency is hindered by the low competency of business actors, which is reflected in minimal product innovation, packaging design, and the underutilization of digital technology in marketing. This condition indicates weaknesses in the aspects of knowledge, skills, and mental attitude, resulting in limited market reach and low turnover. This research aims to identify the level of agribusiness competency and analyze the factors influencing it, using a sample of 83 MSME actors through purposive sampling and ordinal logit regression analysis. The results show that the agribusiness competency of MSME actors is generally in the medium category, where the knowledge aspect is high while skills and mental attitude are medium. Education, business experience, and business capital significantly influence the level of competency. It is recommended that MSME actors be encouraged to increase innovation and have the courage to step out of their comfort zone to strengthen competitiveness.
DETERMINAN KEPUTUSAN PETANI DALAM MEMILIH SALURAN PEMASARAN KARET DI KECAMATAN DEDAI Pubriana, Lilis; Dolorosa, Eva; Oktoriana, Shenny
Warta Perkaretan Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v44i2.1228

Abstract

Karet rakyat adalah perkebunan karet yang dikelola oleh masyarakat dengan sistem tradisional dan dalam skala yang kecil. Perkebunan karet rakyat banyak dikembangkan di berbagai wilayah pedesaan Indonesia dan menjadi sumber penghasilan utama bagi petani. Pemasaran karet rakyat masih menghadapi berbagai masalah, seperti harga yang cenderung rendah dan saluran pemasaran yang terlalu panjang. Saluran pemasaran yang panjang mengakibatkan rendahnya keuntungan yang diperoleh oleh petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran karet di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang. Analisis data menggunakan regresi logistik multinomial. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa faktor yang berpeluang dalam mempengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran karet di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang adalah umur, pendidikan, pengalaman usahatani, jumlah produksi, harga jual dan sarana prasarana.
Analisis Komparatif Tingkat Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit Swadaya Dengan Petani Kelapa Sawit Plasma di Desa Sebatih Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Susilo; Yurisinthae, Erlinda; Oktoriana, Shenny
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 12 No. 2 (2025): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v12i2.10814

Abstract

There are several types of partnerships in the palm oil industry, including swadaya and plasma, each of which generates different incomes and influences the welfare levels of farmers. Therefore, this study aims to explore the differences in welfare levels between swadaya and plasma palm oil farmers in Sebatih Village. This study uses a descriptive quantitative method with snowball sampling technique for random sample selection. The data obtained were analyzed through household income calculation, food expenditure, measurement of farmers' welfare levels, and ttest. The results show that the welfare level of palm oil farmers in Sebatih Village, Sengah Temila District, both swadaya farmers (14.62%) and plasma farmers (28.89%), falls into the high category, with a significant difference between them (t calculated = 22.80 > t table = 2.23).
EFISIENSI SALURAN PEMASARAN IKAN TONGKOL ABU-ABU (THUNNUS TONGGOL) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT Yudiansyah, Yudiansyah; Suyatno, Adi; Oktoriana, Shenny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.102719

Abstract

Ikan tongkol abu-abu (Thunnus tonggol) merupakan salah satu komoditas perikanan pelagis yang berperan strategis dalam perekonomian masyarakat pesisir, khususnya nelayan di kawasan PPN Pemangkat. Berdasarkan data pendaratan tahun 2023, komoditas ini tercatat sebagai hasil tangkapan terbesar sehingga menjadi sumber pendapatan utama serta memberikan kontribusi penting dalam rantai nilai perikanan daerah. Dalam praktiknya, pemasaran tongkol abu-abu di tingkat produsen masih banyak melibatkan agen, yang dipengaruhi oleh hubungan keterikatan antara nelayan dan agen. Kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya beragam saluran pemasaran dari nelayan hingga konsumen akhir, yang pada akhirnya menimbulkan perbedaan harga yang cukup besar di setiap tingkatan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi saluran pemasaran ikan tongkol abu-abu di PPN Pemangkat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan profitability index. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap nelayan/agen, pengumpul, dan pengecer. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga saluran pemasaran, yaitu Saluran 0, Saluran I, dan Saluran II. Secara umum, seluruh saluran dinilai efisien berdasarkan margin pemasaran dan farmer’s share, namun berdasarkan indeks profitabilitas hanya Saluran I dan II yang efisien. Saluran I dinilai paling optimal karena memberikan keuntungan yang lebih seimbang dan menguntungkan bagi nelayan.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DENGAN KEPATUHAN TERHADAP ISPO: STUDI KASUS PETANI SAWIT SWADAYA DI KABUPATEN SANGGAU Aditya; Maswadi; Shenny Oktoriana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil System) adalah salah satu kebijakan yang bertujuan dalam peningkatan daya saing minyak sawit yang dibuat oleh Kementrian Pertanian Indonesia. Hingga saat ini sertifikasi ISPO masih mengalami beberapa hambatan, masalah, tantangan, dan tuntutan. Pertama, terkait pemahaman dan kebijakan tentang konsep sustainability (berkelanjutan) di Indonesia. Kedua, mekanisme kelembagaan penyelengaraan sertifikasi ISPO. Tujuan dari penulisan ini ialah memberikan hasil analisis terkait bagaimana perbedaan persepsi petani sawit swadaya yang melakukan standarisasi sertifikasi ISPO dan yang tidak menjalankan sertifikasi ISPO. Penulisan penelitian ini didasarkan pada jenis metode penelitian desktiptif. Hasil temuan penelitian ialah petani sawit swadaya yang mendapatkan program pelatihan sekolah lapang demi mewujudkan sertifikasi ISPO mulai beradaptasi dan mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapatkan untuk memenuhi standarisasi sertifikasi ISPO. Pengelolaan usahatani kebun sawit pada petani yang mendapatkan program pelatihan mendapatkan pengawasan langsung dari pihak lembaga penyelenggara, faktor ini juga yang mendorong minat petani dalam memenuhi standarisasi ISPO. Petani sawit swadaya yang tidak melaksanakan standarisasi ISPO masih melakukan penerapan pengelolaan kebun berdasarkan kebiasaan atau kebudayaan yang telah turun temurun, minimnya pengetahuan dan pengenalan terkait kebijakan ISPO pada petani mengakibatkan kurangnya minat petani dalam melakukan standarisasi ISPO.
The influence of farmers' knowledge of the jajar legowo planting system on rice production Pebriana, Rianti; Kurniati, Dewi; Oktoriana, Shenny
Agriekonomika Vol 14, No 1: April 2025
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v14i1.27269

Abstract

The Legowo row planting system is a method of rice cultivation with several rows separated by one empty row. This research aims to determine the influence of farmers' knowledge and skills in applying the Legowo row planting system on rice production. A quantitative descriptive method was used with 112 rice farmers who have implemented the system in Landak Regency. Data analysis was performed using the structural equation modeling (SEM) model with SMART PLS 3.0 software. The results show that rice production using the Legowo planting system is significantly influenced by knowledge factors, including training levels and innovation adoption, and skill factors, including procedures and water management. These factors significantly impact rice production for farmers implementing the Legowo system.
Faktor Penentu Kehilangan Pangan Pada Proses Pengolahan Pasca Panen Usahatani Padi di Tingkat Penggiling Kecamatan Tebas Inta, Florentina; Kusrini, Novira; Oktoriana, Shenny
Journal of Integrated Agricultural Socio-Economics and Entrepreneurial Research (JIASEE) Vol 4, No 2 (2026): Volume. 4 No. 2 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jiasee.4.2.2026.59-68

Abstract

Pengolahan pasca panen padi merupakan subsistem penting dalam sistem agribisnis yang berpengaruh terhadap tingkat kehilangan hasil dan mutu beras yang dihasilkan. Penanganan pasca panen yang kurang optimal, khususnya pada penggilingan padi skala kecil, masih menjadi permasalahan utama yang menyebabkan tingginya kehilangan pangan dan rendahnya kualitas beras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kehilangan pangan pada proses pengolahan pasca panen padi di tingkat penggilingan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian dilakukan pada penggilingan padi di Kecamatan Tebas dengan metode pengamatan langsung terhadap proses penggilingan. Data kehilangan hasil dihitung menggunakan rumus persentase kehilangan standar dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kehilangan hasil pasca penggilingan bervariasi pada setiap tahapan proses. Kehilangan hasil pada tahap penggilingan sebesar 60,93%, lebih rendah dibandingkan standar kehilangan penggilingan padi skala kecil sebesar 68–73%. Namun, kehilangan hasil pada tahap pengemasan mencapai 23,89%, jauh lebih tinggi dibandingkan standar pengemasan yang umumnya kurang dari 2%, sedangkan pada tahap penyimpanan kehilangan hasil relatif sangat kecil, yaitu 0,15%. Faktor-faktor yang cenderung meningkatkan kehilangan hasil meliputi umur pelaku usaha, kecepatan alat putar mesin, kapasitas mesin, umur mesin, dan lama penyimpanan, sedangkan pengalaman usaha, frekuensi perawatan mesin, tipe konfigurasi mesin, dan bentuk bulir padi berpengaruh dalam menurunkan kehilangan hasil. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan teknologi dan manajemen penggilingan padi skala kecil menjadi strategi penting untuk menekan kehilangan hasil pasca panen.