p-Index From 2021 - 2026
8.857
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Farabi Jurnal Komunikasi JPW (Jurnal Politik Walisongo) Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Sawwa: Jurnal Studi Gender Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Justek : Jurnal Sains Dan Teknologi Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan JCES (Journal of Character Education Society) Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Benchmarking: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam JURNAL GOVERNANSI MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Jurnal Ilmu Dakwah Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Ilmiah Syi'ar International Journal of Economics Development Research (IJEDR) IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Jurnal Mu'allim Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) JURNAL PENDIDIKAN SAINS SOSIAL DAN AGAMA Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) AL-MUTTAQIN : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies Journal of Islamic Management Journal of Islamic Economics Lariba Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies Hikmatuna RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy
Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Haji dalam Kitab Pegon Manasik Al-Hajj Wa Al-Umrah Wa Ziarah Al-Madinah Al-Munawwarah Ulfatun Tazkiyah; Kurnia Muhajarah; Anasom
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i2.4360

Abstract

Haji ialah hal yang wajib diamalkan oleh semua umat muslim diseluruh dunia dan sanggup menjalankannya. Pentingnya panduan dan tuntunan manasik menjadi pedoman sebelum menunaikan ibadah haji dan umrah yang melaksanakan. Studi ini bertujuan untuk mengkaji manasik haji, umrah, dan ziarah madinah dalam kitab Manasik al-Hajj wa al- Umrah wa Ziarah al-Madinah al-Munawwarah dan melihatnya dari sisi kontemporer dengan pisau analisis buku Tuntunan Manasik Haji Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2024. Metode yang digunakan yaitu Kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan kajian literasi analisis isi (Content Analysis) oleh Krippendorff. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kitab Manasik al-Hajj wa al-Umrah wa Ziarah al-Madinah al- Munawwarah tidak jauh beda dengan buku tuntunan manasik yang ditulis oleh Kementerian Agama Tahun 2024, hanya saja perbedaanya terletak pada bahasa, sumber rujukan, pendekatan, kontekstualisasi zaman, filososi, transportasi dan akomodasi. Keseluruhan kedua tuntunan panduan manasik haji, umrah ini cukup signifikan, di mana Buku tuntunan Manasik oleh Kementerian Agama Tahun 2024 sangat praktis dan mudahdipahami dalam segi bahasa sesuai dengan standar operating procedure (SOP) dan tafsir moderat. Sedangkan Kitab ini lebih fokus pada tata cara manasik, doa, panduan, adab dan kaidah-kaidah lainya yang ditulis berdasarkan fikih, al-Qur’an, hadits dalam kitab klasik berbasis Jawa Pegon.
Pemaknaan Ali Syariati Mengenai Gelar Haji di Desa Tepimulyo Kabupaten Kendal Nailla Mariska Alhumaira; Ahmad Anas; Kurnia Muhajarah
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i3.4582

Abstract

Pada penelitian ini penulis bertujuan menganalisis makna gelar haji dari sekelompok masyarakat di Desa Tepimulyo Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna haji terbagi menjadi tiga; makna sosial, makna religius dan makna ekonomi. Makna sosial pertama diartikan dengan pengalaman haji yang telah dilalui dapat disebarkan melalui acara sosial untuk berbagi kepada sesama. Makna sosial kedua berisi perubahan status sosial pasca haji tidak serta merta bisa langsung diterima. Ada yang menolak diberikan gelar haji dan hajah di depan namanya, ada juga yang menganggap harus diberikan gelar di depan namanya untuk mengenang perjuangan selama beribadah di Tanah Suci. Dan makna sosial terakhir dalam pembahasan berisi perubahan yang diinginkan oleh masyarakat sekitar tempat tinggal para haji yaitu lebih baik dalam menjalankan ibadah dan memperbaiki perilaku sekembalinya dari tanah suci. Makna religius diartikan sebagai identitas baru setelah menjalankan ibadah haji. Ketiga, makna ekonomi menurut masyarakat Desa Tepimulyo menitikberatkan pada besarnya biaya ibadah haji, maka sepulangnya di tanah diberikan gelar haji sebagai penghormatan karna dianggap mampu dari segi finansial. Terakhir, makna gelar haji sendiri dipahami sebagai pemahaman masyarakat dalam menilai bagaimana perbedaan kepribadian dan kebiasaan individu setelah menjalankan ibadah haji.
Strategi dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Jemaah Haji Khusus di PT. Dania Dzulqornain Jepara Siti Rois Yuwandira Puteri; Anasom; Abdul Rozaq; Yuyun Affandi; Kurnia Muhajarah
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i3.4657

Abstract

Penelitian ini membahas strategi PT. Dania Dzulqronain Jepara dalam meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji khusus. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup bagaimana strategi yang diterapkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan jemaah, dan bagaimana penerapan Model Kano dalam menganalisis kebutuhan jemaah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi pelayanan yang diterapkan, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan jemaah, dan mengevaluasi efektivitas strategi tersebut menggunakan Model Kano. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literature. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Dania Dzulqornain menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang fleksibel, melakukan evaluasi rutin 2-4 kali sebulan, dan memberikan layanan tambahan di luar layanan dasar untuk meningkatkan kepuasan jemaah. Analisis menggunakan Model Kano mengidentifikasi tiga kategori kebutuhan jemaah: must-be (kebutuhan dasar), one-dimensional (kebutuhan kinerja), dan attractive (kebutuhan kejutan). Meskipun biro belum memiliki sistem pengukuran kepuasan formal, komunikasi intensif dan evaluasi rutin menjadi kunci dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sistem pengukuran kepuasan berbasis data untuk meningkatkan evaluasi kinerja secara objektif dan memastikan keberlanjutan peningkatan kualitas pelayanan.
PDCA dalam Manajemen Strategi Pengelolaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arwaniyyah Kudus Akmil Nuruna Zulfa; Kurnia Muhajarah
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5418

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna menganalisis penerapan siklus PDCA (Plan-Do-Check- Act) pada manajemen strategi pengelolaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arwaniyyah Kudus. Fokus utama studi ini yakni mengetahui bagaimana setiap tahapan PDCA dijalankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan juga efektivitas bimbingan ibadah haji pada para Jemaah dan kebijakan sistematis. Pada tahap perencanaan (Plan), KBIH menyusun program bimbingan berdasarkan kebutuhan Jemaah dan kebijakan regulatif. Tahap pelaksanaan (Do) dilakukan melalui pembinaan rutin, simulasi manasik, serta penguatan spiritual. Evaluasi (Check) dilakukan secara berkala melalui umpan balik jemaah dan monitoring internal. Tahap Tindak Lanjut (Act) menghasilkan sejumlah inovasi seperti peningkatan metode pengajaran dan pemanfaatan media digital. Secara keseluruhan, siklus PDCA terbukti efektif dalam meningkatkan mutu layanan dan profesionalisme pengelolaan KBIH Arwaniyyah.
Psychological Assistance for Hajj Pilgrims from an Islamic Psychotherapy Perspective: An Analysis of the Donabedian Model at the Wonosalam Health Center: Peran Layanan Kesehatan Puskesmas Wonosalam dalam Pendampingan Psikologis Jamaah Haji ApriliYanti, Sesti; Muhajarah, Kurnia
Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik Vol. 10 No. 1 (2025): Syifa al-Qulub: Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/saq.v10i1.53500

Abstract

The Hajj pilgrimage requires balanced physical and mental readiness; therefore, psychological assistance is an essential component, particularly for elderly pilgrims who are vulnerable to anxiety prior to departure. This study aims to analyze the role of health services at Wonosalam Public Health Center in providing psychological assistance to Hajj pilgrims using the Donabedian model and to interpret the findings from an Islamic psychotherapy perspective. This research employed a qualitative descriptive approach, with data collected through passive participant observation, interviews with Hajj health officers, and documentation, while data analysis was conducted based on three aspects of the Donabedian model: structure (input), process, and outcome. The findings indicate that psychological assistance contributed to improved emotional calmness, mental readiness, and self-confidence among Hajj pilgrims, supported by standard operating procedures, adequate facilities, and competent health personnel. Nevertheless, the study also identified limitations in the depth of psychological asesmen, as the assistance has not yet involved professional psychologists. The implications of this study suggest that psychological assistance for Hajj pilgrims should not be viewed merely as an administrative health service, but rather as a form of Islamic psychotherapy that strengthens spiritual resilience and inner tranquility. The originality of this research lies in integrating the Donabedian service quality evaluation model with an Islamic psychotherapy perspective within primary health care services for Hajj pilgrims.
Unraveling Urban Mobility Nodes: The Role of BRT Trans Semarang Feeders in Public Transportation Transformation Muhammad Nuqlir Bariklana; Muhajarah, Kurnia
Jurnal Governansi Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Governansi, Volume 11 Number 2, October 2025
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jgs.v11i2.21876

Abstract

The rapid growth of private vehicles in Semarang has not been matched by road capacity, leading to chronic congestion and declining urban environmental quality. In response, the city government introduced the Trans Semarang Bus Rapid Transit (BRT) system, complemented by feeder services since 2019 to address first mile–last mile challenges. This article aims to analyze the effectiveness of the Trans Semarang feeder in expanding accessibility, enhancing system integration, and reducing dependence on private vehicles. A descriptive qualitative approach was employed, combining in-depth interviews, participant observation, and document analysis, framed by Van Meter and Van Horn’s implementation theory and the concept of sustainable urban mobility. The findings show that feeders play a crucial role in connecting residential areas inaccessible to regular buses. However, their effectiveness is constrained by suboptimal stop locations, irregular headways, limited transit facilities, and weak integration of ticketing and information systems. The analysis highlights that feeder success depends heavily on supporting ecosystems: pedestrian access quality, service reliability, and reduced transfer penalties. Policy implications include improving micro-infrastructure, strengthening operational management, integrating fares and information systems, enhancing public communication, and diversifying funding sources. This study concludes that the Trans Semarang feeder has the potential to become a model for inclusive public transport in medium-sized Indonesian cities, provided that consistent and sustained integration strategies are implemented.
Managing Post-Hajj Relationships: Organizational Strategies of IPHI Semarang City Sahara, Sa’adat Duta; Muhajarah, Kurnia
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v7i1.9185

Abstract

This study examines how IPHI Semarang City manages its relationship with hajj alumni after the pilgrimage through routine programs, local coordination, and community-based religious activities. The study addresses the question of how post-hajj ties are maintained once pilgrims return to everyday life and the intense social and spiritual atmosphere of the pilgrimage begins to fade. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The primary data came from two organizational leaders and four hajj alumni who were actively involved in IPHI activities in Semarang. The data were analyzed through qualitative interpretation by focusing on recurring themes related to membership organization, religious activities, social programs, and efforts to sustain solidarity among former pilgrims. The findings show that IPHI Semarang City maintains post-hajj relationships through a set of structured organizational practices, including membership registration, majelis taklim, regular meetings, collaboration with local government, manasik haji, social donations, and an emerging Umrah savings program. These activities function as recurring points of contact that help preserve alumni ties, reinforce solidarity, and keep the social meaning of hajj active in community life. The study also finds that post-hajj solidarity does not continue automatically, but depends on repeated organizational interaction, local coordination, and shared spaces for religious and social engagement. At the same time, the continuity of these efforts is affected by practical limitations, especially the limited time of board members and the absence of a more formalized funding system.
Aparatur Sipil Negara Non Muslim dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji: Manajeman Sumber Daya Manusia berbasis Moderasi Beragama Rizkyanti, Aulya Nanda; Muhajarah, Kurnia
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 8 No 1 (2026): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v8i1.741

Abstract

The organization of Hajj is a form of religious public service that involves the management of human resources within Kementerian Agama Republik Indonesia. This study aims to analyze the role of non-Muslim civil servants (ASN) in the organization of the Hajj and the implementation of human resource management based on religious moderation. This research employs a qualitative approach with a case study method through in-depth interviews, observation, and analysis of official Hajj committee documents. Data were analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that three non-Muslim civil servants were involved in the Hajj organization and were assigned to administrative and technical divisions, namely public relations, secretariat, and accommodation. Their placement was based on competence and organizational needs, while ritual-related tasks remained the responsibility of Muslim officers. These findings indicate that the application of the merit system and proportional task distribution reflects the integration of religious moderation in human resource management and supports the effectiveness of Hajj administration.
Implementasi Fungsi Manajemen Dalam Penyambutan Jamaah Pasca-Haji Studi Tawur dan Nasi Adep-Adep di desa Pesarean, Kabupaten Tegal Khoerunnisa Nur Alya; Kurnia Muhajarah
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 23 No. 01 (2026): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v23i01.2097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan tradisi penyambutan jamaah pasca haji di desa Pesarean, serta untuk mengetahui bagaimana implementasi fungsi manajemen dalam tradisi penyambutan jamaah pasca-haji di desa Pesarean, kabupaten Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah kuali tati deskriptif dengan menggunakan pendekatan Etnografi yang bertujuan untuk menggambarkan budaya yang dipandang dari sisi pelaku atau anggota kelompok. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil temuan penelitian ini dapat diketahui bahwa pelaksanaan tradisi penyambutan jamaah pasca-haji dalam meng-implementasikan fungsi manajemen diterapkan atau diimplementasikan dengan baik seperti prinsip perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan, selain itu ditemukan juga makna dari nasi adep-adep selain sebagai simbol sedekah, terdapat arti lain menurut masyarakat desa Pesarean. Nasi adep-Adep berarti berhadapan, antara jamaah dengan masyarakat dan juga antara dua jamaah suami istri yang kembali berhadapan setelah terpisahkan dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji. Sementara tawur merupakan bahasa jawa dari kata awur yang artinya menabur dalam bahasa indonesia dapat diartikan juga menyebarkan.
The Psychospiritual Meaning of Badal Haji in the Book of Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu by Wahbah al-Zuhaili : Makna Psikospiritual Badal Haji dalam Kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu Karya Wahbah al-Zuhaili Muhammad Sholachuddin; Kurnia Muhajarah
Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik Vol. 10 No. 1 (2025): Syifa al-Qulub: Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/saq.v10i1.51897

Abstract

Badal Hajj is a ritual of worship representing Hajj on behalf of other people who are prevented from carrying it out because they are late or have died. Wahbah al - Zuhaili in his work Buku Al Fiqh wa Islami Adilatuhu explains various views from the four schools of thought regarding the meaning, requirements and legal basis of badal hajj. This research aims to find out the psychospiritual meaning of badal hajj based on the book written by al - Zuhaili. The results of this research show that badal hajj contains psychospiritual meaning for Muhaddil, apart from training responsibility for the person entrusted to it, badal hajj is also a means of increasing spirituality and strengthening faith. Meanwhile, for people who are being offered the Hajj, the presence of a badal brings calm and gratitude because their obligations have been fulfilled. This research proves that there is an integrated relationship between fiqh and psychospiritual knowledge in the practice of the Hajj pilgrimage.
Co-Authors Abdul Rozaq Abdul Rozaq Abdul Sattar Agustin, Tia Muta'alimah Ahmad Anas Ahmad Anas Akmil Nuruna Zulfa Al Mahasin, Zidan Alfiyana Nurul Rizqi Alhumaira, Nailla Mariska Ali Muhtarom Ali Muhtarom Alifa Nur Fitri Amirul Mukminin Anasom Anasom Anasom, Anasom ApriliYanti, Sesti Aris Saefulloh Belia Cahyaningrum Cahyaningrum, Belia Charis Kusnanto Denianti, Laila Dli'fain, Alif Faza Eka Fitriani Faizah, Auliatul Fallah, Afanin Atiqa Farida Rachmawati Fatikhaturrohmah, Salsabilla Gusmiarni, Alfina Halim, Lukmanul Hasyim Hasanah Hayyuningtyas, Kun Huda, Ahmad Faisal Ilmi Noor Rahmad Indaturrohmah, Nur Kamaliah, Naily Khoerunnisa Nur Alya Kun Hayyuningtyas Lia Rista Lukmanul Hakim Lukmanul Hakim Macpal, Sunandar Marjanah, Luk Luul Moh Erfan Soebahar Moh. Erfan Soebahar Moh. Sulthon Muhammad Izzudin Karim Muhammad Nuqlir Bariklana Muhammad Sholachuddin Muhammad Toriq Rasyal Aditya Saputra Mukhamad Saekan Mustofa Hilmi Nabila Nailiya Lutfiyana Putri Nailla Mariska Alhumaira Naily Kamaliah Naily Kamaliah Nila Salma Nisak, Misfaatin Noor Safuan Che Noh Noorsafuan Che Noh Norannabiela Norannabiela Norannabiela, Norannabiela Nurul Mualimah Puteri, Siti Rois Yuwandira Rahman, Alpha Fadila Juliana Rahmawati Yuliyani Rahmy Fuady Tanjung Razaq, Abdul Refiani, Monik Reziana, Febita Gita Rizkyanti, Aulya Nanda Rohmah, Siti Jazilatul Rosdiana, Alfina Sahara, Sa’adat Duta Selly Novita Sari Shofana Ramadhani Shofana Ramadhani Shofiatun Hasanah Silva, Nilta Fidya Silvia Riskha Fabriar Siti Rois Yuwandira Puteri Sri Nurhayati Tanjung, Rahmy Fuady taufikin, taufikin Tazkiyah, Ulfatun Tri Mutiara Sari Tukiyo Tukiyo Ulfatun Tazkiyah Vina Darissurayya, Vina Yuyun Affandi Yuyun Affandi Zahroh, Elni Purniatuz Zetty Karyati Zulfa, Akmil Nuruna