p-Index From 2021 - 2026
7.955
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Farabi Jurnal Komunikasi An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial JPW (Jurnal Politik Walisongo) Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Sawwa: Jurnal Studi Gender Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Justek : Jurnal Sains Dan Teknologi Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan JCES (Journal of Character Education Society) Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL GOVERNANSI MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Jurnal Ilmu Dakwah Jurnal Ilmiah Syi'ar International Journal of Economics Development Research (IJEDR) IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Jurnal Mu'allim Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial JURNAL PENDIDIKAN SAINS SOSIAL DAN AGAMA Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) AL-MUTTAQIN : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies Journal of Islamic Management Journal of Islamic Economics Lariba Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies Hikmatuna Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy Jurnal Indonesia Studi Moderasi Beragama
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendayagunaan Pembimbing Ibadah Haji Profesional Bersertifikat di Kota Semarang (Tahun 2012 - 2023) Silva, Nilta Fidya; Muhajarah, Kurnia
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 6(2), June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v6i2.8161

Abstract

Pendayagunaan berarti manfaat, yang dimaksud disini adalah pemanfaatan para pembimbing ibadah haji profesional bersertifikat untuk ditugaskan dalam proses pembimbingan calon jamaah haji baik di tanah air maupun di tanah suci. Para pembimbing ibadah haji memiliki peranan penting dalam penyelenggaraan haji dan umroh. Untuk memperoleh pembimbing ibadah haji profesional dan bersertifikat memerlukan beberapa tahapan melalui penyeleksian sumber daya manusia yang tersedia untuk menunjang kemampuan mereka. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dari sekian banyak peserta yang lolos dalam kegiatan sertifikasi didayagunakan untuk menjadi petugas pembimbing ibadah haji dan bagaimana upaya pendayagunaan tersebut. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengambilan data berupa wawancara dan observasi. Kemudian dapat disimpulkan bahwa pendayagunaan pembimbing ibadah haji profesional bersertifikat di kota Semarang perlu ditinjau kembali, karena pembimbing ibadah haji ternyata tidak sepenuhnya diambil dari peserta yang lolos kegiatan sertifikasi. Hal ini bisa menjadi bahan evaluasi, pembelajaran, dan harapan kedepannya dalam pendayagunaan pembimbing ibadah haji profesional bersertifikat dapat dilakukan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada. Untuk memperoleh pembimbing yang profesional bersertifikat dan kompeten.
Makna Psikospiritual Badal Haji dalam Kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu Karya Wahbah al-Zuhaili Sholachuddin, Muhammad; Muhajarah, Kurnia
Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik Vol. 10 No. 1 (2025): Syifa al-Qulub: Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/saq.v10i1.51897

Abstract

Badal haji adalah ritual ibadah mewakili haji atas nama orang lain yang terhalang untuk menunaikannya karena terkena udzur atau meninggal dunia. Wahbah al – Zuhaili dalam karyanya Kitab Al Fiqh wa Islami Adilatuhu menjelaskan berbagai pandangan dari keempat madzhab tentang pengertian, syarat dan dasar hukum badal haji. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tau makna psikospritual badal haji berdasarkan kitab karangan al – Zuhaili. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa badal haji mengandung makna psikospritual bagi Muhaddil, selain melatih tanggung jawab untuk orang yang diamanahkan, badal haji juga sebagai sarana untuk meningkatkan spiritualitas dan mempertebal keimanan. Sedangkan untuk orang yang dihajikan, adanya badal menghadirkan ketenangan dan rasa syukur karena kewajibannya telah ditunaikan. Penelitian ini membuktikan adanya hubungan integrasi antara ilmu fiqh dan psikospritual dalam praktik ibadah haji.
PENINGKATAN KUALITAS PENGAJAR AL-QUR’AN MELALUI SEMINAR PEMBINAAN TAHSIN ASATIDZ LPQ KECAMATAN MIJEN OLEH BADKO LPQ KOTA SEMARANG Muhajarah, Kurnia; Hayyuningtyas, Kun
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2073-2081

Abstract

The Al-Qur'an Educational Institution (LPQ) is a vital center for early childhood moral education that is common in society, and being a society that is aware of moral and religious moral education should give more space and attention to these educational institutions. Outside of formal school education, LPQ has an important role. Given the importance of learning at LPQ, it is very important to also pay attention to the qualifications of teachers at LPQ, there must be an intense increase in human resources in order to achieve the noble goal of forming TPQ. Departing from these problems, there must be real attention and guidance for teachers at LPQ, the quality of teachers (asatidz LPQ) greatly affects the quality of understanding of students (santri LPQ). City LPQ BADKO As the coordinating agency for LPQs throughout the city of Semarang, they held a seminar on tahsin coaching for LPQ asatidz throughout Mijen District with the hope of increasing the quality of LPQ asatidz. This study uses a literature review method, problem analysis, then research and results. Based on the results of this study, it is known that the tahsin coaching seminar is quite effective in improving the quality of al-Qur'an teachers, which in this discussion is asatidz LPQ throughout Mijen District, especially in the ability to tahsin al-Qur'an. With a few notes, suggestions for improvement for the next coaching so that coaching can really maximize the human resources of asatidz LPQ.
Analisis Peran Penggunaan AI Chatbot Dalam Proses Pembelajaran Terhadap Pemahaman Konsep Dan Kemandirian Belajar Siswa: Analysis of the Role of Using AI Chatbot in the Learning Process on Students' Concept Understanding and Learning Independence Ilmi Noor Rahmad; Tukiyo Tukiyo; Lia Rista; Kurnia Muhajarah; Zetty Karyati; Rahmawati Yuliyani
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 03 (2024): Research Articles, December 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i03.5497

Abstract

This study investigates how AI chatbots can stimulate students' conceptual understanding and learning independence. AI chatbots as interactive tools to improve learning success have recently increased in education as AI technology develops rapidly. Chatbots powered by artificial intelligence can provide direct feedback to students, respond to their questions, and help them develop a deeper understanding of their ideas. This study used a quasi-experimental design with a quantitative methodology approach. One hundred high school students were selected as the research sample. This sample was then divided into two groups: the experimental and the control groups. The experimental group used AI chatbots as a tool in the learning process, while the control group learned without using the technology. The results showed that students in the experimental group experienced a significant increase in conceptual understanding compared to the control group. AI chatbots helped students clarify difficult-to-understand concepts, provide additional explanations, and present reflective questions that encourage critical thinking. In addition, chatbots also play a role in fostering learning independence because students become more accustomed to finding answers and solutions to their problems independently without relying entirely on teachers or peers. Furthermore, this study highlights how the use of AI chatbots not only improves academic outcomes but also contributes to building students' confidence in understanding learning materials. Thus, this study concludes that AI chatbots are an effective and innovative learning tool for improving students' conceptual understanding and learning independence.
Manajemen Haji dalam Kitab Pegon Manasik Al-Hajj Wa Al-Umrah Wa Ziarah Al-Madinah Al-Munawwarah Ulfatun Tazkiyah; Kurnia Muhajarah; Anasom
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i2.4360

Abstract

Haji ialah hal yang wajib diamalkan oleh semua umat muslim diseluruh dunia dan sanggup menjalankannya. Pentingnya panduan dan tuntunan manasik menjadi pedoman sebelum menunaikan ibadah haji dan umrah yang melaksanakan. Studi ini bertujuan untuk mengkaji manasik haji, umrah, dan ziarah madinah dalam kitab Manasik al-Hajj wa al- Umrah wa Ziarah al-Madinah al-Munawwarah dan melihatnya dari sisi kontemporer dengan pisau analisis buku Tuntunan Manasik Haji Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2024. Metode yang digunakan yaitu Kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan kajian literasi analisis isi (Content Analysis) oleh Krippendorff. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kitab Manasik al-Hajj wa al-Umrah wa Ziarah al-Madinah al- Munawwarah tidak jauh beda dengan buku tuntunan manasik yang ditulis oleh Kementerian Agama Tahun 2024, hanya saja perbedaanya terletak pada bahasa, sumber rujukan, pendekatan, kontekstualisasi zaman, filososi, transportasi dan akomodasi. Keseluruhan kedua tuntunan panduan manasik haji, umrah ini cukup signifikan, di mana Buku tuntunan Manasik oleh Kementerian Agama Tahun 2024 sangat praktis dan mudahdipahami dalam segi bahasa sesuai dengan standar operating procedure (SOP) dan tafsir moderat. Sedangkan Kitab ini lebih fokus pada tata cara manasik, doa, panduan, adab dan kaidah-kaidah lainya yang ditulis berdasarkan fikih, al-Qur’an, hadits dalam kitab klasik berbasis Jawa Pegon.
Pemaknaan Ali Syariati Mengenai Gelar Haji di Desa Tepimulyo Kabupaten Kendal Nailla Mariska Alhumaira; Ahmad Anas; Kurnia Muhajarah
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i3.4582

Abstract

Pada penelitian ini penulis bertujuan menganalisis makna gelar haji dari sekelompok masyarakat di Desa Tepimulyo Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna haji terbagi menjadi tiga; makna sosial, makna religius dan makna ekonomi. Makna sosial pertama diartikan dengan pengalaman haji yang telah dilalui dapat disebarkan melalui acara sosial untuk berbagi kepada sesama. Makna sosial kedua berisi perubahan status sosial pasca haji tidak serta merta bisa langsung diterima. Ada yang menolak diberikan gelar haji dan hajah di depan namanya, ada juga yang menganggap harus diberikan gelar di depan namanya untuk mengenang perjuangan selama beribadah di Tanah Suci. Dan makna sosial terakhir dalam pembahasan berisi perubahan yang diinginkan oleh masyarakat sekitar tempat tinggal para haji yaitu lebih baik dalam menjalankan ibadah dan memperbaiki perilaku sekembalinya dari tanah suci. Makna religius diartikan sebagai identitas baru setelah menjalankan ibadah haji. Ketiga, makna ekonomi menurut masyarakat Desa Tepimulyo menitikberatkan pada besarnya biaya ibadah haji, maka sepulangnya di tanah diberikan gelar haji sebagai penghormatan karna dianggap mampu dari segi finansial. Terakhir, makna gelar haji sendiri dipahami sebagai pemahaman masyarakat dalam menilai bagaimana perbedaan kepribadian dan kebiasaan individu setelah menjalankan ibadah haji.
Strategi dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Jemaah Haji Khusus di PT. Dania Dzulqornain Jepara Siti Rois Yuwandira Puteri; Anasom; Abdul Rozaq; Yuyun Affandi; Kurnia Muhajarah
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i3.4657

Abstract

Penelitian ini membahas strategi PT. Dania Dzulqronain Jepara dalam meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji khusus. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup bagaimana strategi yang diterapkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan jemaah, dan bagaimana penerapan Model Kano dalam menganalisis kebutuhan jemaah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi pelayanan yang diterapkan, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan jemaah, dan mengevaluasi efektivitas strategi tersebut menggunakan Model Kano. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literature. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Dania Dzulqornain menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang fleksibel, melakukan evaluasi rutin 2-4 kali sebulan, dan memberikan layanan tambahan di luar layanan dasar untuk meningkatkan kepuasan jemaah. Analisis menggunakan Model Kano mengidentifikasi tiga kategori kebutuhan jemaah: must-be (kebutuhan dasar), one-dimensional (kebutuhan kinerja), dan attractive (kebutuhan kejutan). Meskipun biro belum memiliki sistem pengukuran kepuasan formal, komunikasi intensif dan evaluasi rutin menjadi kunci dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sistem pengukuran kepuasan berbasis data untuk meningkatkan evaluasi kinerja secara objektif dan memastikan keberlanjutan peningkatan kualitas pelayanan.
PDCA dalam Manajemen Strategi Pengelolaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arwaniyyah Kudus Akmil Nuruna Zulfa; Kurnia Muhajarah
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5418

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna menganalisis penerapan siklus PDCA (Plan-Do-Check- Act) pada manajemen strategi pengelolaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arwaniyyah Kudus. Fokus utama studi ini yakni mengetahui bagaimana setiap tahapan PDCA dijalankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan juga efektivitas bimbingan ibadah haji pada para Jemaah dan kebijakan sistematis. Pada tahap perencanaan (Plan), KBIH menyusun program bimbingan berdasarkan kebutuhan Jemaah dan kebijakan regulatif. Tahap pelaksanaan (Do) dilakukan melalui pembinaan rutin, simulasi manasik, serta penguatan spiritual. Evaluasi (Check) dilakukan secara berkala melalui umpan balik jemaah dan monitoring internal. Tahap Tindak Lanjut (Act) menghasilkan sejumlah inovasi seperti peningkatan metode pengajaran dan pemanfaatan media digital. Secara keseluruhan, siklus PDCA terbukti efektif dalam meningkatkan mutu layanan dan profesionalisme pengelolaan KBIH Arwaniyyah.
Psychological Assistance for Hajj Pilgrims from an Islamic Psychotherapy Perspective: An Analysis of the Donabedian Model at the Wonosalam Health Center: Peran Layanan Kesehatan Puskesmas Wonosalam dalam Pendampingan Psikologis Jamaah Haji ApriliYanti, Sesti; Muhajarah, Kurnia
Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik Vol. 10 No. 1 (2025): Syifa al-Qulub: Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/saq.v10i1.53500

Abstract

The Hajj pilgrimage requires balanced physical and mental readiness; therefore, psychological assistance is an essential component, particularly for elderly pilgrims who are vulnerable to anxiety prior to departure. This study aims to analyze the role of health services at Wonosalam Public Health Center in providing psychological assistance to Hajj pilgrims using the Donabedian model and to interpret the findings from an Islamic psychotherapy perspective. This research employed a qualitative descriptive approach, with data collected through passive participant observation, interviews with Hajj health officers, and documentation, while data analysis was conducted based on three aspects of the Donabedian model: structure (input), process, and outcome. The findings indicate that psychological assistance contributed to improved emotional calmness, mental readiness, and self-confidence among Hajj pilgrims, supported by standard operating procedures, adequate facilities, and competent health personnel. Nevertheless, the study also identified limitations in the depth of psychological asesmen, as the assistance has not yet involved professional psychologists. The implications of this study suggest that psychological assistance for Hajj pilgrims should not be viewed merely as an administrative health service, but rather as a form of Islamic psychotherapy that strengthens spiritual resilience and inner tranquility. The originality of this research lies in integrating the Donabedian service quality evaluation model with an Islamic psychotherapy perspective within primary health care services for Hajj pilgrims.
Unraveling Urban Mobility Nodes: The Role of BRT Trans Semarang Feeders in Public Transportation Transformation Muhammad Nuqlir Bariklana; Muhajarah, Kurnia
Jurnal Governansi Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Governansi, Volume 11 Number 2, October 2025
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jgs.v11i2.21876

Abstract

The rapid growth of private vehicles in Semarang has not been matched by road capacity, leading to chronic congestion and declining urban environmental quality. In response, the city government introduced the Trans Semarang Bus Rapid Transit (BRT) system, complemented by feeder services since 2019 to address first mile–last mile challenges. This article aims to analyze the effectiveness of the Trans Semarang feeder in expanding accessibility, enhancing system integration, and reducing dependence on private vehicles. A descriptive qualitative approach was employed, combining in-depth interviews, participant observation, and document analysis, framed by Van Meter and Van Horn’s implementation theory and the concept of sustainable urban mobility. The findings show that feeders play a crucial role in connecting residential areas inaccessible to regular buses. However, their effectiveness is constrained by suboptimal stop locations, irregular headways, limited transit facilities, and weak integration of ticketing and information systems. The analysis highlights that feeder success depends heavily on supporting ecosystems: pedestrian access quality, service reliability, and reduced transfer penalties. Policy implications include improving micro-infrastructure, strengthening operational management, integrating fares and information systems, enhancing public communication, and diversifying funding sources. This study concludes that the Trans Semarang feeder has the potential to become a model for inclusive public transport in medium-sized Indonesian cities, provided that consistent and sustained integration strategies are implemented.
Co-Authors Abdul Rozaq Abdul Rozaq Abdul Sattar Agustin, Tia Muta'alimah Ahmad Anas Ahmad Anas Akmil Nuruna Zulfa Al Mahasin, Zidan Alfiyana Nurul Rizqi Alhumaira, Nailla Mariska Ali Muhtarom Ali Muhtarom Alifa Nur Fitri Amirul Mukminin Anasom Anasom Anasom, Anasom ApriliYanti, Sesti Aris Saefulloh Belia Cahyaningrum Cahyaningrum, Belia Cahyawati, Rina Suci Charis Kusnanto Denianti, Laila Dli'fain, Alif Faza Eka Fitriani Faizah, Auliatul Fallah, Afanin Atiqa Farida Rachmawati Fatikhaturrohmah, Salsabilla Gusmiarni, Alfina Halim, Lukmanul Hasyim Hasanah Hayyuningtyas, Kun Huda, Ahmad Faisal Ilmi Noor Rahmad Jiwandono, Nahnu Robid Kamaliah, Naily Kun Hayyuningtyas Lia Rista Lukmanul Hakim Lukmanul Hakim Macpal, Sunandar Marjanah, Luk Luul Milan Nesty, Galih Putri Moh Erfan Soebahar Moh. Erfan Soebahar Moh. Sulthon Muhammad Nuqlir Bariklana Muhammad Toriq Rasyal Aditya Saputra Mukhamad Saekan Mulyanti, Vita Mustofa Hilmi Nabila Nailla Mariska Alhumaira Naily Kamaliah Naily Kamaliah Nila Salma Nisak, Misfaatin Noor Safuan Che Noh Noorsafuan Che Noh Norannabiela Norannabiela Norannabiela, Norannabiela Nurul Mualimah Puteri, Siti Rois Yuwandira Rahman, Alpha Fadila Juliana Rahmawati Yuliyani Rahmy Fuady Tanjung Razaq, Abdul Refiani, Monik Reziana, Febita Gita Rohmah, Siti Jazilatul Rosdiana, Alfina Shofana Ramadhani Shofana Ramadhani Shofiatun Hasanah Sholachuddin, Muhammad Silva, Nilta Fidya Silvia Riskha Fabriar Siti Rois Yuwandira Puteri Sri Nurhayati Tanjung, Rahmy Fuady taufikin, taufikin Tazkiyah, Ulfatun Titik Rahmawati Tri Mutiara Sari Tukiyo Tukiyo Ulfatun Tazkiyah Vina Darissurayya, Vina Yuyun Affandi Yuyun Affandi Zahroh, Elni Purniatuz Zetty Karyati Zulfa, Akmil Nuruna