Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan model pembelajaran berbasis proyek untuk menguatkan profil Pelajar Pancasila pada siswa Sekolah dasar di Kota Tegal Tahun Pelajaran 2024/2025 Uswatun Khasanah; Tity Kusrina; Muntoha Nasuha
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 19 No 2 (2025): Education, Multiculturalism and Management
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v19i1.500

Abstract

Berdasarkan observasi pembelajaran yang selama ini dilakukan di kelas masih bertitik tumpu pada guru dan sebagian besar dilakukan dengan cara konvensional. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman guru tentang model pembelajaran terutama model pembelajaran berbasis proyek. Hal ini berakibat pada pemahaman materi yang tidak maksimal oleh peserta didik. Untuk mengatasi permasalahan di atas maka tentunya diperlukan variasi model pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model Pembelajaran Berbasis Proyek pada mata Pelajaran Pkn di sekolah dasar kelas V untuk menguatkan Profil Pelajar Pancasila terutama dalam dimensi gotong royong dan kreatif. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Pengumpulan Data penelitian ini menggunakan Wawancara, Dokumentasi, Kuisioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan model pembelajaran berbasis proyek efektif untuk menguatkan profil pelajar pancasila pada siswa sekolah dasar di kota tegal pada muatan pelajaraN PKn.
Decentralizing Civic Learning: The Pedagogical Potential of the Civic Kolaborasik Community as a Third Space for University Students Tity Kusrina; Ibnu Sulaiman; Zindan Baynal Hubi; Kireida Rona Islam; Hilman Gufron; Tity Kusrina; Ibnu Sulaiman; Zindan Baynal Hubi; Kireida Rona Islam; Hilman Gufron
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i6.2026.7

Abstract

The background of this research is the conflict between the idealism of the Pancasila and Civic Education curriculum and the reality of economic pragmatism in industrial areas, which triggers student apathy and academic burnout due to rigid, one-way learning models. To analyze the role of the Civic Kolaborasik community as a "third place" in activating critical awareness and students' political self-efficacy in the Tegal coastal area, this research employs a qualitative approach with a longitudinal case study design. Data were gathered through in-depth interviews with 18 cross-disciplinary informants, participatory observation, and documentation, then analyzed thematically using NVivo software. The validity and credibility of the findings were ensured through data triangulation techniques to cross-verify various information sources and member checking to verify the consistency of data interpretation with the informants' experiences. The results indicate that Civic Kolaborasik effectively mitigates academic burnout by deconstructing campus hierarchies into an egalitarian learning ecosystem through the implementation of "creative pedagogy" based on local public issues. The synergy between alumni mentoring and cross-disciplinary collaboration has proven capable of transforming the student paradigm from symbolic-reactive nationalism to tangible active-substantive nationalism. Consequently, the internalization of national values through civic inclusivity successfully enhances students' political self-efficacy, allowing them to transform into adaptive agents of change in the face of contemporary disruption challenges.
Efektivitas Google Sites dalam Pembelajaran Pancasila untuk Mengembangkan Karakter Mandiri Siswa di SMP Meika Prihastuti; Tity Kusrina; Muntoha Nasuha
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penggunaan Google Sites dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam membentuk karakter mandiri siswa di tingkat SMP. Pendidikan Pancasila memiliki peranan yang sangat krusial dalam membangun karakter bangsa, dan pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Google Sites dipilih sebagai platform untuk memperkenalkan konsep pembelajaran yang lebih interaktif, dengan harapan dapat memotivasi siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan mandiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang mengandalkan data yang diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi dari kegiatan pembelajaran. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Google Sites dapat secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, memperkuat semangat belajar mereka, dan mendukung perkembangan karakter mandiri. Peningkatan terlihat pada kemampuan berkarya siswa, yang lebih aktif dalam menyelesaikan tugas-tugas berbasis teknologi. Meskipun hasil yang diperoleh cukup positif, penelitian ini juga mencatat adanya tantangan, seperti rendahnya tingkat literasi digital di kalangan sebagian siswa dan terbatasnya akses internet, yang menghambat optimalisasi penggunaan Google Sites . Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pelatihan teknologi bagi guru dan siswa serta penyediaan akses internet yang lebih baik untuk memaksimalkan potensi pembelajaran berbasis teknologi. This research aims to explore the effectiveness of integrating Google Sites in Pancasila Education as a tool to foster the development of students' independent character in junior high schools. Pancasila education holds a crucial role in shaping the national character of Indonesia, and in an effort to enhance the quality of learning, digital tools like Google Sites can provide an interactive and engaging learning environment. The study utilizes a qualitative descriptive approach, gathering data through direct observations, interviews with teachers and students, and the review of student assignments. The findings indicate that incorporating Google Sites into the learning process significantly increases student participation, motivation, and their ability to work independently. Moreover, students' creativity improved, as they became more proactive in completing technology-assisted tasks. However, the study also highlights challenges such as digital literacy gaps and limited internet connectivity, which hinder the full utilization of Google Sites in the learning process. The research underscores the need for teacher and student training, as well as improved internet infrastructure, to optimize the potential of technology-enhanced education. 
EFEKTIFITAS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERDIFERENSIASI BERBANTU FLIPBOOK PADA PEMBELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS VIII Lusy Mukhtianarti; Tity Kusrina; Munthoha Nasuha
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.6.2.448-454

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar berdiferensiasi berbantu media flipbook yang disusun sesuai kebutuhan belajar siswa kelas VIII pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Penelitian menggunakan model pengembangan dengan pendekatan ADDIE yang diterapkan hanya sampai tahap analisis, perancangan, dan pengembangan. Populasi penelitian berjumlah enam ratus empat puluh tiga siswa kelas VIII di Kecamatan Bumijawa, dan seratus siswa dipilih sebagai sampel untuk menggali kebutuhan belajar serta menilai kualitas produk yang dikembangkan. Data penelitian diperoleh melalui kajian kebutuhan, telaah para ahli, dan uji coba awal terhadap bahan ajar dalam bentuk flipbook. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menggambarkan kebutuhan pembelajaran dan menilai kelayakan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memerlukan bahan ajar yang menarik, mudah diikuti, dan sesuai perbedaan kemampuan belajar. Produk flipbook yang dikembangkan memperoleh penilaian sangat baik dari ahli dan tanggapan positif dari siswa, sehingga layak digunakan sebagai penunjang pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas VIII.  Kata Kunci: bahan ajar berdiferensiasi; flipbook; pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial; pengembangan; siswa kelas VIII.
Aktualisasi Pengembangan Moral Remaja Tity Kusrina
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 5 (2008)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v3i5.28

Abstract

Remaja adalah masa depan bangsa oleh sebab itu maju mundurnya suatu bangsa tergantung kepada para remaja. Terbukti bahwa perilaku para remaja sangat mengkhawatirkan generasi tua hal ini terbukti dengan banyaknya tawuran bahkan sampai terjadi pembunuhan.Sejalan dengan komitmen keluarga menjadi penting, sebab keluarga merupakan lembaga sosial yang pertama dan utama yang akan menentukan perkembangan kualitas manusia. Keluarga merupakan lingkungan pertama dimana nilai-nilai yang ada di masyarakat diperkenalkan dan ditanamkan. Setiap kegiatan yang dilaksanakan seseorang agar terarah dan diukur keberhasilannya dapat diketahui apabila tujuan yang hendak dicapai telah ditentukan adalah bagaimana upaya orang tua mengembangkan Pendidikan dan bentuk apa yang digunakan pengembangan Pendidikan. Berdasarkan temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan remaja tidak lepas dengan peran ibu dan seorang guru ikut berperan sebagai orang tua, karena pada hakekatnya muara utama pada Pendidikan Kewarganagaraan. Sikap dan perilaku pada anak atau siswa. Situasi di Kota Tegal dalam kesehariannya cukup menyenangkan. Suasana keakraban antar teman sebanya dalam mencerdasakan kehidupan bangsa cukup baik adanya komunikasi antar orang tua dalam rangka memecahkan masalah berkaitan dengan prestasi dan kemajuan anak.
Kemandirian Masyarakat Miskin Tity Kusrina
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 6 (2009)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v3i6.31

Abstract

Perkembangan struktur masyarakat saat ini semakin tidak jelas akibat kondisi ekonomi yang menjadi sandaran hidup berjalan tanpa dapat dikontrol dengan acuan yang telah direncanakan. Kesalahan manajemen dalam memberdayakan masyarakat kurang mampu berdampak semakin meluasnya jumlah orang-orang yang hidup dalam kekurangan. Akibat terbiasnya dalam hidup miskin serta sulitnya mencari pemecahan untuk segera keluar dari permasalahan.permasalahan yang dihadapi adalah mampukah rakyat miskin mau mengelola kegiatan sendiri, siapa yang akan membimbing usaha-usaha agar bantuan yang diberikan kepada mereka dapat memberi keuntungan baginya. Tujuan utama adalah membantu modal kerja bergulir bagi upaya peningkatan pendapatan secara berkelanjutan dan hibah bagi pembangunan/perbaikan prasarana dan sarana dasar lingkungan
PERILAKU KEHIDUPAN REMAJA HETEROSEKSUAL Tity Kusrina
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 7 (2010)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v4i7.37

Abstract

Perubahan sikap dan perilaku seksual remaja pada gilirannyamengakibatkan masalah-masalah seksual, seperti meningkatnya perilaku seks pranikah yang disertai masalah-masalah unprotectec sexuality, penyebaran penyakitkelamin dan kehamilan tidak dikehendaki atau tidak direncanakan. Masalah yangdisebut terakhir ini pada gilirannya akan menimbulkan dampak negative lain yaituaborsi atau pernikahan usia muda.Rmusan masalah perilaku pada sub masalah antara lain : factor apa saja,bagaimana bentuk, persepsi dan mengatasinya, pada sub masalah antara lainperilaku heteroseksual pra nikah remaja dipengaruhi oleh dua factor yakni factorintern dan ekstern pada remaja. Bentuk-bentuk perilaku seks pra nikah remajasangat memprihatikan karena dari hasil penelitian diperoleh angka 86,6 % telahmelakukan intercourse, persepsi remaja terhadap perilaku seks pra nikah. Hal inibertentangan dengan nilai-nilai agama tetapi juga mengatakan hal yang wajar jikadilakukan suka sama suka, upaya penanggulangan yang dilakukan masyarakatsekitar dan sekolah.
Pemberdayaan Perempuan Meningkatkan Keterampilan Kegiatan PKK Di Kecamatan Tegal Barat Kota Tega Tity Kusrina
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v11i1.109

Abstract

Women's empowerment of fostering family welfare (PKK) activities through training programs, provision of venture capital, expansion of access to social services, and increased independence. The process of empowerment is directed to vulnerable groups have the capability or empowerment of poverty alleviation and education. The aims of research were identifying and analyzing form factors inhibiting women's empowerment in the organization skills of fostering family welfare (PKK) activities in the District of West Tegal; Analyzing Empowerment of women who developed can give higher yields on skills activities of the fostering family welfare (PKK); Analyzing the support of decision-makers, community leaders and cadres of the fostering family welfare (PKK) as well as for the community, as well as facilities in the organization of society on the skills of women empowerment activities of the fostering family welfare (PKK). The research was qualitative research based on post-positivism, and Data was collected through interviews, observation and documentation. The result of the provision of skills such as making food made from fish, crackers, bananas cake improve skills so that people become motivated to improve the lives of their families. The research suggests that it needs high participation from the members of fostering family welfare (PKK) also the motivation of the board to make the members of fostering family welfare (PKK) become more prosperous.
Menggagas Revitalisasi Nilai Nilai Pancasila dalam Peran Masyarakat terhadap Generasi Muda Berbangsa dan Bernegara Tity Kusrina; Mursyidah Dwi Hartati
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v13i2.202

Abstract

The problem of youth is an eternal problem and is always experienced by each generation in relation to older generations. The problem was caused due to the result of the process of maturity, adjusting himself to the new situation arises the hope that every young man will have a better future than his parents. The research objectives (1) describe the idea of revitalizing Pancasila values of the role of the community, (2) describe the understanding of the role of society towards the young generation of the nation and state, (3) describe the idea of revitalizing the Pancasila values of the role of the community towards the nation's young generation and the state. This type of research is a qualitative study using a descriftive approach. The subject of this research is the Young Generation of Tegal City, Tegal Barat Subdistrict in 2019. The data analysis of this study uses Triangulation. The results of this study indicate that the revitalization of the values of Pancasila in the context of the current era, as the young generation has great control in social life in the present and future in order to realize and practice the values of Pancasila. So it is appropriate for the young generation of both men and women to be a wise generation in various aspects of life in accordance with the values of Pancasila both practice in the family, community, and country.
Konstruksi Sosial Masyarakat Tentang Kearifan Lokal di Era Perkembangan Iptek (Studi Fenomenologi Di Kota Tegal) Mursyidah Dwi Hartati; Tity Kusrina
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v13i2.204

Abstract

The social transformation of Tegal society has brought a logical consequence to the society, economically, culturally and politically. Local wisdom provides public protection to survive in the midst of social change. The ability of the Tegal community in dealing with social change is one of the determinants of social wisdom that is there. Some of the things that prove to be the impact of globalization and the advancement of IPTEK in Tegal include; (i) the entry of Hand Phone and (ii) influence in transportation. Efforts to strengthen the nation's identity and maintain the local wisdom of the people of Tegal have had enough awareness and it was built through a small scope such as family, village, village, town. Villagers usually have more and more resistance to the threat of change. The aspect of the change referred to here is the trasisi of the agrarian society towards the industrial community. Certainly it is a consequence, but researchers have identified some social wisdom that characterized the people of Tegal