Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK MELALUI GERAKAN "CEGAH DBD" BERBASIS INOVASI KEARIFAN LOKAL Putri, Desy Fadilah Adina; Setianingsih, Fitri; Riyadi, Anak Agung Ngurah Ketut; Agustikawati, Nurlaila
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.5129

Abstract

The increase in dengue fever cases is influenced by the rainy season, which creates an ideal environment for the development of the Aedes aegypti mosquito. Furthermore, dengue fever can be caused by several behaviors that arise as a result of a lack of health education related to dengue fever, and a lack of community skills in utilizing natural ingredients as a substitute for chemical mosquito repellents. Therefore, it is necessary to empower mothers who are the frontline of family health to increase their knowledge and skills to protect their families from dengue fever. This activity aims to increase knowledge, skills, and motivation in preventing and handling the emergence of dengue fever. The method of this activity is education, training, and direct practice with target partners, namely the Family Welfare Movement (PKK) group. The results of this activity obtained an increase in knowledge from 12.5% ​​with good knowledge to 90% with good knowledge, from 20% skilled to 85% skilled in making serute mosquito repellent. Therefore, it can be concluded that this partner empowerment activity is able to increase the knowledge and skills of the PKK group. Therefore, it is recommended that the PKK group actively encourage residents and cadres to utilize household kitchen ingredients to make natural mosquito repellents and continue to maintain the cleanliness of the house and environment to avoid dengue fever.
Empowering MSMEs through English Learning Training to Improve Digital Communication Competence Setianingsih, Tri; Imansyah, Imansyah; Kamarudin, Kamarudin; Wulandari, Yayang Erry; Utama, I Made Permadi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zckzw465

Abstract

The limited English proficiency of most Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) became the background for this community service program. This activity aims to improve the quality of human resources, particularly in mastering English as a global language as well as digital communication competence, among young MSME entrepreneurs. Jatisela Village, located in Gunungsari District, is a developing area with many MSME players and is close to Senggigi Beach, a well-known tourist destination visited by both domestic and international tourists. Unlike conventional language training, this program combines LSP-based English learning with peer mentoring and digital artifact production to address the specific needs of rural MSMEs. The implementation involved several stages, including surveys, task distribution, execution, and monitoring. The activities included material sharing, practice sessions, and discussions. A pre-test was conducted before the training, and a post-test afterward to measure participants’ progress. Continuous monitoring was carried out by the team. The pre-test results showed that only 30% of the 20 participating MSME entrepreneurs were able to communicate in English, both orally and in writing, with foreign tourists, while 70% were unable to do so.The training employed a diffusion method focused on English conversation for buying and selling offers to improve digital marketing skills. The sessions combined lectures, question-and-answer discussions, hands-on practice, and finally, a post-test and evaluation. The post-test results showed an improvement of 40%, with 70% of participants becoming more confident and capable of communicating in English both orally and in writing, while 30% still required further guidance. The evaluation results indicated that nearly 100% of participants were satisfied with the program.
Pengaruh Buku Saku ANC Terhadap Pengetahuan Dan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Melakukan Kunjungan ANC Di Desa Labuhan Sumbawa Setianingsih, Fitri; Luh Putu Sriyuliastuti; Ana Lestari; Yulida Anggraini
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1118

Abstract

Komplikasi saat melahirkan menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia, yang seringkali disebabkan oleh kehamilan atau proses persalinan yang memiliki risiko tinggi. Kunjungan Antenatal Care bisa dipengaruhi oleh budaya sosial, tingkat kecemasan ibu hamil, kenyamanan, motivasi, kondisi psikologis, jarak yang ditempuh, dukungan dari tenaga kesehatan, serta dukungan dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buku saku Antenatal Care terhadap pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care. Penelitian ini dilakukan dengan metode Pre-experimental dan menggunakan teknik simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari ibu hamil yang terdaftar di Puskesmas Unit 1 Labuhan Badas, dengan jumlah sampel sebanyak 25 ibu hamil. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner tentang pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care. Analisis data dilakukan menggunakan Uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara rata-rata pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil sebelum dan setelah diberikan buku saku Antenatal Care. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa buku saku Antenatal Care berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil untuk melakukan kunjungan Antenatal Care.
Exploring the Effectivenss of Critical Thinking Skills in Speaking Skills: Insights from a Vocational School Context Setianingsih, Tri; Utama, I Made Permadi; Kamarudin, Kamarudin; Sumarni, Baiq
Journal of Language and Literature Studies Vol. 5 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/89pxa558

Abstract

This study explores the impact of the Talking Chips strategy on enhancing critical thinking during English speaking tasks among vocational students. While these students often excel in practical skills, they struggle with critical thinking in English, leading to a skills gap in English as a Foreign Language (EFL) education. Using a quasi-experimental design, two eleventh-grade classes from a Tourism and Travel Business program at vocational schools participated in a pretest-posttest speaking assessment. The experimental group (n = 25) used the Talking Chips strategy, while the control group (n = 25) followed conventional methods. The speaking assessments were evaluated using an analytic rubric, with high inter-rater reliability (0.87). Mann-Whitney U analysis revealed a significant treatment effect (U = [insert value], p = .001, r = [insert effect size]), indicating that the Talking Chips strategy effectively improved students’ analytical reasoning and reflective responses. These findings suggest that cooperative learning strategies, like Talking Chips, can enhance higher-order thinking skills in EFL speaking classrooms. The study concludes that incorporating turn-taking structures in speaking tasks helps foster deeper reasoning and encourages more purposeful argumentation, recommending that teachers use such techniques to promote critical thinking in vocational EFL settings.
Promosi dan Prevensi Kesehatan Jiwa serta Manajemen Strees di SMPN 1 Moyo Hulu Safitri , Lina Eta; Soviya, Ovi; Setianingsih, Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1029

Abstract

Kesehatan jiwa remaja merupakan isu penting karena remaja rentan mengalami tekanan psikososial yang dapat berdampak pada proses belajar dan perkembangan sosialnya. Sekolah memiliki peran strategis dalam upaya promosi dan prevensi kesehatan jiwa pada remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta melakukan deteksi dini kesehatan jiwa dan manajemen stres pada siswa SMP Negeri 1 Moyo Hulu. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2025 dengan metode edukasi kesehatan mental melalui media promosi kesehatan serta skrining kesehatan mental menggunakan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ). Sasaran kegiatan adalah siswa dan siswi SMP Negeri 1 Moyo Hulu. Tahapan kegiatan meliputi survei lokasi, perizinan, penjadwalan, pengisian kuesioner SDQ, dan penyuluhan kesehatan mental menggunakan media PowerPoint. Hasil skrining menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori normal pada seluruh domain SDQ, meskipun masih ditemukan beberapa siswa pada kategori borderline dan abnormal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa promosi dan prevensi kesehatan jiwa serta deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan remaja dalam mengelola stres. Diperlukan keberlanjutan program promosi kesehatan jiwa berbasis sekolah untuk mendukung kesejahteraan mental remaja.