Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis Kinerja Campuran Aspal Beton (AC–BC) Menggunakan Liquid Asbuton Dengan Penambahan Serpih Sampah HDPE (High Density Polyethylene) Daud Nawir; Achmad Zultan M
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v4i1.1281

Abstract

The use of asphalt (Liquid asbuton) as a road pavement material can be an economical and efficient choice for road construction and maintenance because, in addition to being cheaper and having better work abilities compared to other types of buton asphalt, a new step is carried out by using Asbuton liquid in a hot mix. One of the materials used is high-density polyethylene (HDPE) plastic waste. The ideal plastic prohibition needs to be balanced with waste management and financial incentives to change the habits of consumers and industry players. This research was conducted to determine the effect of using HDPE type plastic as an addition to the Asphalt Layer mixture Concrete (Laston) in terms of Marshall characteristics by using liquid asbuton and the level of plastic addition used was 2%, 4%, and 6% The results achieved were the addition of plastic waste flakes into the asphalt concrete mixture AC-BC can save asphalt 6% to the weight of asphalt The characteristics of the AC-BC mixture can be explained that with the addition of plastic waste flakes, stability will rise, flow decreases, Marshal Quotien (MQ) increases, VIM decreases, VMA decreases, VFB increases with increasing levels of effective asphalt, remaining marshall stability can be reached above 90%, and the cavity in the cam Puran at the refusal density can be achieved in the range greater than 2%.
Studi Analisis Fasilitas Jembatan Penyeberangan Orang di Kota Tarakan Daud Nawir; Rusmiyanti Rusmiyanti
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v3i1.919

Abstract

The provision of crossing facilities which is a Pedestrians Bridge In Tarakan city, was first built.This research was to aim of knowing the crossing facilities that are in accordance with the location conditions of the research study, both technically and in a special standard design, knowing the level of performance of the Pedestrians Bridge Facility for pedestrians. Data analysis of the number of vehicle volumes (V) is 5126 vehicles / hour and pedestrian volume (P) is 66 people / hour using the PV 2 formula 1728882386.2. Through Determination of crossing facilities on Yos Sudarso, in front of Grand Tarakan Mall, only requires Pelican with a protector or Pelican Crossing along with a waiting stall that has the criteria for the number P = 50 - 1100 people / hour, V 700 vehicles / hour and PV2 2x10 8. For the bridge design, found on the standard for building stair height, did not meet the standards, which was 1.35 meters, while the height of the backrest in the field was 1.15 - 1.20 meters. The level of The Pedestrian Bridge use was 68.77% and could be stated as beneficial. The results of the questionnaire were obtained on the Cartesian diagram in quadrant 1, which is the main priorities that must be improved in the Pedestiran Bridge services are the ease of access for persons with disabilities and the hygiene care of the Pedestrian Bridge’s facilities.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN MAHASISWA MELALUI PROGRAM PARFIMAS (PERBAIKAN FASILITAS MASYARAKAT) DI DESA WONOMULYO KABUPATEN BULUNGAN BERBASIS REVOLUSI MENTAL GERAKAN INDONESIA MELAYANI Daud Nawir; Endik Deni Nugroho; Achmad Zultan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v3i1.798

Abstract

Desa wonomulyo merupakan desa dengan jumlah penduduk yang terbanyak ke empat di kecamatan Tanjung Palas Timur dengan luas wilayah 14 % dari 67.777 km. Desa Wonomulyo terdiri dari 8 Rt yang mayoritas ketua Rt memiliki Pendidikan jenjang SD-SMP, dan menjadi permasalahan tersendiri terkait administrasi dan pengelolaan informasi publik serta mampu mengajak masyarakat untuk menyadarkan masyarakat untuk memiliki nilai integritas dan gotong royong dengan memberikan informasi-informasi publik yang melayani dan menjaga serta merawat fasilitas masyarakat. Melalui Program PARFIMAS (Perbaikan Fasilitas Masyarakat) dengan  mengintegrasi pemberdayaan masyarakat dengan mahasiswa melalui pengabdian kuliah kerja Nyata berbasis revolusi mental dengan Gerakan Indonesia Melayani, diharapkan mampu menyadarkan dan memberikan informasi-informasi tentang pelayanan publik dan fasilitas fasilitas desa dapat di manfaatkan oleh masyarakat dengan baik. Tujuan PKM KKN Universitas Borneo Tarakan Melatih masyarakat dan memberikan pembekalan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, baik potensi alam maupun potensi yang ada di dalam diri masyarakat. Melalui gerakan Indonesia Bersih PKM Revolusi Mental Universitas Borneo Tarakan Menuju kesadaran dan kepedulian baik masyarakat maupun pemerintahan desa terhadap pelayanan publik melalui Revolusi Mental gerakan Indonesia Melayani yang diimplementasikan pada contoh  Perbaikan informasi public terkait informasi pelayanan masyarakat, membuat papan informasi masyarakat, dan memperbaiki fasilitas masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT WILAYAH 3T (TERDEPAN,TERLUAR, TERTINGGAL) DI KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN MELALUI REVOLUSI MENTAL DALAM MEWUJUDKAN INDONESIA BERSIH DAN INDONESIA BERSATU Daud Nawir; Achmad Zultan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v2i1.421

Abstract

Tujuan PKM adalah melatih masyarakat dan memberikan pembekalan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan potensi alam maupun potensi yang ada di dalam diri masyarakat. Melalui gerakan Indonesia Bersih PKM Revolusi Mental Universitas Borneo Tarakan menuju kesadaran dan kepedulian baik masyarakat maupun pemerintahan desa terhadap kebersihan lingkungan yang diimplementasikan pada contoh pemanfaatan limbah atau sampah rumah tangga; meningkatkan kesadaran nasionalisme, kehidupan harmonis di masyarakat desa tanpa ada diskriminasi terhadap kaum minoritas dan meningkatkan perilaku yang mendukung kehidupan demokrasi masyarakat desa. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di kecamatan Sebatik Barat dengan fokus Desa Bambangan, Desa Liang Bunyu dan Desa Setabu. Pengabdian masyarakat berbasis revolusi mental merupakan gerakan nasional untuk mengubah pandang, pola pikir, sikap-sikap, nilai-nilai, dan perilaku masyarakat kecamatan sebatik barat untuk mewujudkan masyarakat berdaulat dan berkepribadian yang bertumbu pada tiga nilai-nilai dasar yaitu Integritas, Etos Kerja, dan Gotong Royong. Metode yang digunakan adalah metode partisipatoris. Hasil kegiatan pengabdian berjalan dengan baik. Kegiatan tersebut meliputi: pengadaan tempat sampah di sekitar lingkungan desa, pembuatan Vertikultur dengan memanfaatkan lahan sempit, Sosialisasi Bahaya limbah plastik, dan kerja bakti bersih-bersih pantai. Berdasarkan data wawancara masih banyak masyarakat dan perangkat desa yang puas dan memahami gerakan revolusi mental Indonesia bersih sebanyak 78%. Minimnya sosialisasi gerakan revolusi mental secara massif merupakan salah satu alasan diperlukan kegiatan sosialisasi gerakan revolusi mental secara massif dan berkesinambungan agar masyarakat memahami dan berdampak akan perubahan tingkah laku di masyarakat kecamatan Sebatik Barat.
LOW COST INVERTER SEBAGAI SOLUSI PENERANGAN RUMAH HUNI PADA DAERAH PERBATASAN DI KECAMATAN SEBUKU KABUPATEN NUNUKAN Abdul Muis Prasetia; Daud Nawir; Asta Asta; Rosmalia Handayani; Al Ma'ruf
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v3i2.1185

Abstract

Kebutuhan dan permintaan masyarakat terhadap energi listrik sebagai penunjang untuk meningkatkan potensi dan daya tarik Sebuku sangat tinggi, sehingga terjadi krisis pasokan listrik dan sering dilakukan pemadaman listrik. Selama pemadaman listrik banyak aktivitas masyarakat Sebuku menjadi terhambat. Ketika terjadi pemadaman listrik di malam hari atau tidak adanya cahaya penerangan membuat pelajar menjadi sulit untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya. Pedagang kaki lima mengalami hambatan dikarenakan susah dalam melakukan aktivitas, produksi dan kunjungan pelanggan ke toko menurun. Masyarakat biasanya menggunakan lilin sebagai pengganti alternatif lampu ketika terjadi pemadaman listrik. Namun, penggunaan lilin sangat beresiko mengakibatkan terjadinya kebakaran. Untuk itu kami memberikan sentuhan teknologi berupa pembuatan low cost inverter yang dapat dimanfaatkan sebagai mini inverter untuk menyalakan lampu sebagai solusi penerangan rumah huni saat terjadi pemadaman listrik. Low cost inverter dapat digunakan untuk menyalakan lampu atau alat elektronik lainnya dengan hanya menggunakan sumber baterai yang mempunyai tegangan 3.5 Volt. Hasil pelaksanaan kegiatan pembuatan alat pada daerah perbatasan menunjukkan dengan adanya low cost inverter masyarakat Sebuku sangat terbantu dalam bidang penerangan. Masyarakat mempunyai alat penerangan yang aman, sehingga tidak menimbulkan rasa khawatir terhadap bahaya kebakaran. Masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu dengan pemadaman listrik.
ADVOKASI STRATEGI PEMULIHAN PASCA COVID-19 DI KABUPATEN TANA TIDUNG Daud Nawir; Nur Indah Noviyanti; Agus Tri Darmawanto; Gusriani Gusriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v4i2.1863

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disevbabakan oleh corona virus dengan jenis baru.  Kasus ini pertama kali muncul di kota Wuhan China dengan kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya. Pada akhirnya Januari pemerintah China mengumumkan penyebab kasus yang terjadi diakibatkan oleh Coronavirus baru yang diberi nama SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2). Penularan COVID-19 pemerintah di ikuti oleh beberapa kebijakan dala upaya untuk mencegah dan menghentikan penyebaran COVID-19 melalui Pembatasn sosial yang meliputi, pembatasan kerumunan orang,pembatasan perjalanan, pemberlakukan isolasi, penundaan dan pembatalan acara, penutupan fasilitas dan pengaturan layanan publik. Hal ini berdampak pada Kesehatan, perekonomian, sosial dan pemerintahan. Pemerintah Indonesia telah menetapakn Coronavirus sebagai bencana nonalam. Penetapan yang dilakukan oleh pemerintah di ikuti oleh beberapa kebijakan dala upaya untuk mencegah dan menghentikan penyebaran COVID-19. Penutupan fasilitas dan pengaturan layanan publik. Hal ini berpengaruh terhadap aspek keseahtan, ekonomi, sosial dan pemerintahan. Kegiatan  Advokasi Startegi Pemulihan Pasca COVID-19 di Kabupaten Tana Tidung diharapakan dapat menjadi sumber data dan informasi dampak pandemic COVID-19 serta pengendalian, strategi mitigasi, penguatan pemerintahan daerah, kesiapsiagaan desa, dan keberlangsungan usaha yang didasarkan hasil diagnosis dampak pandemic Covid-19 pada aspek kehidupan kesehatan, sosial, ekonomi, budaya, politik dan pemerintahan di Kabupaten Tana Tidung.
General Concept of Regional Development in Geography in Indonesia Daud Nawir
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 1 (2022): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i1.4300

Abstract

This study aims to determine the general concept of regional development in geography in Indonesia. This research uses a descriptive qualitative method with a literature study. The result of this research is regional development. In the study of geography, the process of development and development of an area cannot be separated because geography is a science that studies the relationship between humans, ecological space, the area, and the changes that occur, as well as the consequences of the interrelationships between these variables things. The conclusion of this study is that regional development in Indonesia currently still requires well-coordinated spatial planning, planning is defined as determining goals that can be achieved after listening to the inhibiting factors in achieving these goals, selecting and deciding steps for these goals.
The Impact of HDPE Plastic Seeds on the Performance of Asphalt Mixtures Daud Nawir; Achmad Zultan Mansur
Civil Engineering Journal Vol 7, No 9 (2021): September
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/cej-2021-03091744

Abstract

Plastic waste processing is a problem that almost several countries in the Asian region are unable to overcome. One of the latest innovations carried out in the field of road pavement construction is mixing HDPE type plastic waste that has been processed into plastic seeds into the asphalt concrete mixture. Previous research has shown that HDPE plastic waste may be reused to improve the physical properties of temperature-sensitive asphalt and improve the stability of asphalt concrete. This study was conducted to determine the effect of using HDPE plastic ore as a mixed additive on the Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) using Marshall parameters. Marshall Parameters used are stability, flow, VIM, VMA, VFA, and MQ. The study was conducted in a laboratory by testing 42 samples with different levels of HDPE plastic seeds, mixed using wet methods to determine Marshall Characteristics. Manufacture of test objects using asphalt type, which has a penetration rate of 60/70. The initial research results showed that the optimal asphalt content (OAC) is 5.5%, with the percentage content of HDPE plastic seeds around 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, and 7% compared to asphalt weight. The results showed that the effect of HDPE plastic seed content on the AC-WC mixture increased the value of Marshall Characteristics and met all the requirements of SNI 06-2489-1991. This finding shows that HDPE plastic seeds deserve to be an alternative material for road pavements. Doi: 10.28991/cej-2021-03091744 Full Text: PDF
EVALUASI KARAKTERISTIK PAVING BLOCK DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH ASPAL BUTON DAN PASIR PANTAI Achmad Zultan Mansur; Daud Nawir
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 1 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 1 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.931 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i1.927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karateristik fisik hasil pengujian Marshall, uji tekan dan Catanbro dari paving block yang memanfaatkan limbah liquid aspal Buton dan pasir pantai dalam menentukan proporsi campuran optimum pada paving block yang memanfaatkan limbah liquid aspal Buton. Pengujian yang dilakukan berupa: pengujian sifat fisik aggregat, sifat fisik limbah liquid aspal buton, Marshall test, kuat tekan dan uji catanbro. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai uji tekan tertinggi didapat pada umur 21 hari dengan kadar limbah 16%, pengujian catanbro menujukkan bahwa campuran dengan variasi kadar limbah 16% dan 25 % memenuhi persyaratan spesifikasi, nilai kelenturan dari paving blok  dan hasil pengujian Marshall menpunjukkan hal yang sama dan proporsi kadar limbah yang tepat dipergunakan adalah 16 % sampai 25%, hal ditunjukkan oleh nilai-nilai VIM (Voids in Mixture), VMA (Voids in Mineral Aggregat) Dan VFB (Voids in filled with Bitument) dan nilai Flow (kelenturan) serta nilai uji tekan dan cantabro yang telah dilakukan.
ANALISIS KAPASITAS RUAS JALAN DAN HAMBATAN SAMPING PADA JALAN JENDERAL SUDIRMAN KOTA TARAKAN Daud Nawir; Eva Febriana
Jurnal Borneo Saintek Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v1i2.907

Abstract

Kota Tarakan adalah salah satu kota yang memiliki tingkat mobilitas dan kesibukan penduduk yang tinggi. Kepadatan penduduk di Kota Tarakan merupakan salah Satu faktor yang dapat menyebabkan permasalahan arus lalu lintas. Arus kendaraan, kondisi sekitar, dan yang lainnya akan berpengaruh pada kapasitas jalan dan hambatan samping. Jalan yang dimaksudkan adalah Jalan Jenderal Sudirman Kota Tarakan Kalimantan Utara. Penelitian dilakukan dengan melakukan survey untuk mendapatkan data primer yang dilakukan selama 6 (enam) hari dan data sekunder didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Perhubungan, dan BAPPEDA yang kemudian dianalisis menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Data yang tersedia dianalisis untuk mendapatkan volume lalu lintas, hambatan samping, kecepatan arus bebas, kapasitas, derajat kejenuhan, kecepatan waktu tempuh dan tingkat pelayanan. Data yang tersedia dianalisis dan didapatkan hari Senin, 30 Januari 2017 kendaraan yang melewati Jalan Jenderal Sudirman Kota Tarakan Kalimantan Utara dan merupakan hari tersibuk, selanjutnya hasil dari perhitungan data hari senin ditemukan hasil, Volume (Q) tertinggi = 2151,80 smp/jam dan Kapasitas (C) terendah = 3392,478 smp/jam. Nilai derajat jenuh menunjukan kapasitas pada Jalan Jenderal Sudirman, dan hambatan samping tertinggi adalah pada sore hari pada jam 16.00-17.00 dimana kelas hambatan samping termasuk rendah (L) dengan kondisi khusus dearah pemukiman, beberapa angkutan umum dan tingkat pelayanan Jalan Jenderal Sudirman Kota Tarakan berada dikategori A dan B dimana kategori A dikondisi arus lalu lintasnya bebas antara satu kendaraan dengan kendaraan lainnya. Besarnya kecepatan sepenuhnya ditentukan oleh keinginan pengemudi sesuai batas yang ditentukan dan kategori B kondisi arus lalu lintas stabil, kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kendaraan lainnya dan mulai dirasakan hambatan oleh kendaraan disekitarnya.