Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Daud Nawir; Nur Indah Noviyanti; Widyastuti Cahyaningrum; Gusriani Gusriani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i1.1266

Abstract

Pemberdayaan merupakan proses sosial dengan instrumen yang digunakan pemerintah melakukan perubahan ekonomi, sosial, maupun budaya pada masyarakat. program pemberdayaan masyarakat dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan ataupun dampak yang diinginkan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan publik (masyarakat). Salah satu dampak ketidakadilan sistem ekonomi dan sistem politik adalah semakin meluasnya keberadaan kelompok masyarakat yang termarjinalkan, termasuk perempuan didalamnya. Perempuan semakin termarjinalkan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satu bentuknya adalah terpinggirnya peran perempuan untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan politik yang berhubungan dengan kebijakan publik. Pemberdayaan masyarakat (perempuan) merupakan upaya mempersiapkan masyarakat (perempuan) seiring dengan langkah upaya memperkuat kelembagaan masyarakat agar mereka mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan dalam suasana keadilan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu pemberdayaan perempuan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan derajat pada seseorang agar mampu melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan. Metode yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini yaitu pendidikan Masyarakat, yaitu penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran terkait strategi pemberdayaan perempuan melalui pengarusutamaan gender di Kabupaten Tana Tidung. Pengabdian ini dimulai dengan tahapan observasi profil Kab. Tana Tidung , selanjutnya menyiapkan mteri pendidikan kepada masyarakat dan yang ketiga menyampaiakn pendidikan kesehatan dengan judul Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender Di Kabupaten Tana Tidung.
Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Daud Nawir; Nur Indah Noviyanti; Widyastuti Cahyaningrum; Gusriani Gusriani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i1.1266

Abstract

Pemberdayaan merupakan proses sosial dengan instrumen yang digunakan pemerintah melakukan perubahan ekonomi, sosial, maupun budaya pada masyarakat. program pemberdayaan masyarakat dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan ataupun dampak yang diinginkan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan publik (masyarakat). Salah satu dampak ketidakadilan sistem ekonomi dan sistem politik adalah semakin meluasnya keberadaan kelompok masyarakat yang termarjinalkan, termasuk perempuan didalamnya. Perempuan semakin termarjinalkan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satu bentuknya adalah terpinggirnya peran perempuan untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan politik yang berhubungan dengan kebijakan publik. Pemberdayaan masyarakat (perempuan) merupakan upaya mempersiapkan masyarakat (perempuan) seiring dengan langkah upaya memperkuat kelembagaan masyarakat agar mereka mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan dalam suasana keadilan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu pemberdayaan perempuan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan derajat pada seseorang agar mampu melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan. Metode yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini yaitu pendidikan Masyarakat, yaitu penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran terkait strategi pemberdayaan perempuan melalui pengarusutamaan gender di Kabupaten Tana Tidung. Pengabdian ini dimulai dengan tahapan observasi profil Kab. Tana Tidung , selanjutnya menyiapkan mteri pendidikan kepada masyarakat dan yang ketiga menyampaiakn pendidikan kesehatan dengan judul Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender Di Kabupaten Tana Tidung.
EVALUASI KINERJA TERMINAL PENUMPANG ANGKUTAN LAUT DI PELABUHAN TENGKAYU I KOTA TARAKAN Soraya, Syarifah; Nawir, Daud
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 2 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.796 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i2.3362

Abstract

ABSTRAK: Kota Tarakan memiliki jumlah penumpang berangkat/naik speedboat tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Utara. Hal ini seharusnya juga diimbangi dengan fasilitas pelayanan di terminal penumpang yang memadai, agar tercipta kenyamanan bagi pengguna jasa, yang kemudian akan berdampak positif dalam aspek sosial-ekonomi Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Utara. Beberapa variabel yang menjadi acuan dalam penilaian tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja terminal penumpang Pelabuhan Tengkayu I adalah reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangibles. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa, indikator-indikator yang perlu dilakukan pembenahan, serta urutan prioritas penanganannya, maka dilakukan beberapa langkah analisis dengan pengumpulan data berupa survei dengan penyebaran kuesioner dan wawancara. Kemudian analisis data dilakukan dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA) dan Quality Function Deployment (QFD). Berdasarkan analisis CSI diperoleh kesimpulan nilai keseluruhan CSI adalah 70,13% (Puas). Berdasarkan analisis IPA diperoleh kesimpulan tiga indikator yang menjadi prioritas utama untuk dibenahi segera, yaitu kelengkapan alat-alat keselamatan di ruang tunggu, tersedianya papan pengumuman jadwal keberangkatan dan kedatangan speedboat serta tersedianya ruang perawatan untuk orang sakit. Berdasarkan analisis QFD diperoleh urutan prioritas penanganan item “what” secara teknis, pertama merencanakan dan menentukan jalur evakuasi, kedua perencanaan atau penambahan ruang perawatan, ketiga menentukan dan memasang informasi letak titik kumpul, keempat memasang informasi nomor telepon darurat di dalam ruang tunggu, kelima pengadaan dan pemasangan tabung pemadam kebakaran di dalam ruang tunggu, keenam memperbaiki sambungan kabel TV informasi yang terputus, ketujuh merekrut petugas kesehatan dan kedelapan melakukan penyesuaian ulang terhadap jadwal keberangkatan dan kedatangan Speedboat yang terbaru. Kata Kunci: CSI, IPA, Pelabuhan, Terminal Penumpang, QFD
Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Daud Nawir; Nur Indah Noviyanti; Widyastuti Cahyaningrum; Gusriani Gusriani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i1.1266

Abstract

Pemberdayaan merupakan proses sosial dengan instrumen yang digunakan pemerintah melakukan perubahan ekonomi, sosial, maupun budaya pada masyarakat. program pemberdayaan masyarakat dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan ataupun dampak yang diinginkan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan publik (masyarakat). Salah satu dampak ketidakadilan sistem ekonomi dan sistem politik adalah semakin meluasnya keberadaan kelompok masyarakat yang termarjinalkan, termasuk perempuan didalamnya. Perempuan semakin termarjinalkan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satu bentuknya adalah terpinggirnya peran perempuan untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan politik yang berhubungan dengan kebijakan publik. Pemberdayaan masyarakat (perempuan) merupakan upaya mempersiapkan masyarakat (perempuan) seiring dengan langkah upaya memperkuat kelembagaan masyarakat agar mereka mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan dalam suasana keadilan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu pemberdayaan perempuan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan derajat pada seseorang agar mampu melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan. Metode yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini yaitu pendidikan Masyarakat, yaitu penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran terkait strategi pemberdayaan perempuan melalui pengarusutamaan gender di Kabupaten Tana Tidung. Pengabdian ini dimulai dengan tahapan observasi profil Kab. Tana Tidung , selanjutnya menyiapkan mteri pendidikan kepada masyarakat dan yang ketiga menyampaiakn pendidikan kesehatan dengan judul Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender Di Kabupaten Tana Tidung.
The Analysis of Performance of Fery Boats Freight Transportation of Tarakan-Sebawang Route North Kalimantan Bakri, Muhammad Djaya; Azitah, Nur; Syarif, Iif Ahmad; Nawir, Daud; Harwadi, Fuad
ASTONJADRO Vol. 14 No. 3 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i3.20905

Abstract

UPTD Juwata Tarakan Ferry Port has opened crossing services on the Tarakan-Sebawang route (Tana Tidung Regency) since 2021. This research aims to determine the level of crossing services for passengers carrying goods on their journey. The research aims to provide input to managers to improve the quality of service performance. Data was collected through a questionnaire filled out by 70 selected respondents from a number of ferry passengers at the time the survey was conducted. Statistical analysis of questionnaire data using a validity test obtained rcount > rtable, and a reliability test obtained a Cronbach alpha value > 0.70, so the data obtained was valid and reliable. Further analysis using the Customer Service Index method obtained a CSI value of 86.66 with a very satisfactory service category. The results of the Importance Performance Analysis (IPA) method analysis of 19 measurement attributes show that there are two attributes whose performance needs to be improved. Then the results of the Quality Function Deployment (QFD) method analysis provide eight activities that must be carried out, including providing lifeboats, life jackets, marking evacuation routes on ships, qualified officers and sufficient numbers to carry out evacuations and provide services to the passenger.
Empowering Rural Futures: A Penta Helix Approach to Agricultural Development and Village Autonomy in Tana Tidung Kurniasih, Nia; Syahran, Syahran; Nawir, Daud; Sintia, Riska Ananda; Nizhamuddin, Nizhamuddin
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 25 No 1 (2025): Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2025.25.1.83-101

Abstract

Rural communities across the globe confront multifaceted challenges in attaining sustainable autonomy, encompassing economic, social, and institutional dimensions. This study critically examines the agricultural potential, institutional robustness, and social capital within Tana Tidung Regency, Indonesia, and devises a Pentahelix-based strategic framework to harness these assets optimally. Employing a descriptive analytical methodology, the research reveals that villages in Tana Tidung are endowed with substantial economic resources—spanning agriculture, livestock, and plantation sectors—complemented by competent human capital, resilient institutions, vibrant social networks, and accessible health services. To expedite the realization of village self-reliance, the study advocates for diversified economic pathways, customized educational and vocational training programs, alongside comprehensive infrastructural enhancements encompassing transportation, electrification, telecommunications, and market connectivity. Integral to this approach is the cultivation of synergistic partnerships between village entities and external actors, including private enterprises and non-governmental organizations. Further strategic imperatives entail the implementation of non-formal educational initiatives, expansion of digital inclusivity, women’s economic empowerment, and capacity building of village officials in governance, fiscal stewardship, leadership, and policy execution. Reinforcing financial transparency, nurturing heterogeneous community organizations, facilitating periodic socio-cultural engagements, and augmenting healthcare infrastructure and outreach are equally pivotal. This holistic and integrative model proffers a scalable blueprint conducive to sustainable rural development and fortified village autonomy.
Empowering Rural Futures: A Penta Helix Approach to Agricultural Development and Village Autonomy in Tana Tidung Kurniasih, Nia; Syahran, Syahran; Nawir, Daud; Sintia, Riska Ananda; Nizhamuddin, Nizhamuddin
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 25 No 1 (2025): Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2025.25.1.83-101

Abstract

Rural communities across the globe confront multifaceted challenges in attaining sustainable autonomy, encompassing economic, social, and institutional dimensions. This study critically examines the agricultural potential, institutional robustness, and social capital within Tana Tidung Regency, Indonesia, and devises a Pentahelix-based strategic framework to harness these assets optimally. Employing a descriptive analytical methodology, the research reveals that villages in Tana Tidung are endowed with substantial economic resources—spanning agriculture, livestock, and plantation sectors—complemented by competent human capital, resilient institutions, vibrant social networks, and accessible health services. To expedite the realization of village self-reliance, the study advocates for diversified economic pathways, customized educational and vocational training programs, alongside comprehensive infrastructural enhancements encompassing transportation, electrification, telecommunications, and market connectivity. Integral to this approach is the cultivation of synergistic partnerships between village entities and external actors, including private enterprises and non-governmental organizations. Further strategic imperatives entail the implementation of non-formal educational initiatives, expansion of digital inclusivity, women’s economic empowerment, and capacity building of village officials in governance, fiscal stewardship, leadership, and policy execution. Reinforcing financial transparency, nurturing heterogeneous community organizations, facilitating periodic socio-cultural engagements, and augmenting healthcare infrastructure and outreach are equally pivotal. This holistic and integrative model proffers a scalable blueprint conducive to sustainable rural development and fortified village autonomy.
Implementasi Pembangunan Inklusif Melalui Asa Kepemudaan Pada Wilayah Marjinal Dalam Mewujudkan Kota Layak Huni Di Kawasan Pesisir Kota Tarakan Nawir, Daud; Sugiati, Tinik; Asrianti, Tanti; Noviyanti, Nur Indah; Ismuniar, Cici; Fahmi, Fachri
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.899

Abstract

Kelurahan Selumit Pantai merupakan kelurahan di kawasan pesisir dengan jumlah penduduk yang paling banyak di kota Tarakan yaitu; 18.297 jiwa dengan kepadatan penduduk mencapai 24.075/km2 . Dibalik tinggi nya kepadatan penduduk Kelurahan Selumit Pantai  memilik potensi besar terhadap SDM yaitu pemuda (15-35 tahun) sebesar 42,92% (7.852 jiwa). Pemanfatan potensi pemuda sangat diperlukan dalam mewujudkan pembangunan Inklusif di Kelurahan selumit Pantai yang berdaya, kolaboratif, non diskriminasi, Aman, Sejahtera untuk semua warga (No Left Behind). Adapun metode dari program ini yaitu Sosialisasi, pelatihan , penerapan teknologi, pendapingan dan evaluasi program , dan keberlanjutan program. Adapun ketercapaian hasil dari program yang mendukung pembangunan kota menuju Kota Layaka Huni, yaitu terbentuknya 40 kepemudaan karang tarunan hasi lpeningkatan pengetahuan pemuda/I terkait peran pemuda dan kota layak huni (pre test 44,25 dan post tets 96,95%). Tersusunnya dokumen rencana kerja kepemudaan Karang Taruna berdasarkan tabel penilaian kriteria kota layak dan tersedianya data terpilah kelompok Kelurahan Selumit Pantai.
Analisis Kualitas Pelayanan Angkutan Umum dan Kepuasan Pelanggandi Kalimantan Utara Bakri, Muhammad Djaya; Syarif, Iif Ahmad; Nawir, Daud
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v26i1.2238

Abstract

Penetapan Kalimantan Utara sebagai provinsi ke-34 pada tahun 2012 berdampak pada meningkatnya perjalanan menggunakan transportasi darat antarwilayah kabupaten yang ada di mainland Kalimantan menuju Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi. Kebutuhan sarana transportasi ini mendorong Dinas Perhubungan Kalimantan Utara bekerja sama dengan Perum DAMRI Cabang Tanjung Selor menyelenggarakan angkutan umum melayani tiga trayek, yaitu: Tanjung Selor-Tana Tidung, Tanjung Selor-Malinau, dan Malinau-Salang (Nunukan). Studi ini bertujuan untuk mengukur kepuasan pengguna jasa yang diharapkan hasilnya menjadi masukan bagi operator dalam meningkatkan kualitas pelayanan, agar menjadi pilihan utama angkutan umum antarkota di Kalimantan Utara. Hasil analisis metode Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan sebanyak lima belas atribut yang perlu ditingkatkan kinerjanya. Atribut tersebut berada pada Kuadran 1 yaitu tersedianya alat pemecah kaca bus pada kondisi darurat, APAR, fasilitas P3K, pintu/jendela darurat, pintu keluar/ masuk pengemudi dan penumpang, alat pembatas kecepatan, hand grip, sabuk keselamatan, fasilitas dan tempat khusus pemeliharaan kendaraan, Standard Operating Procedure (SOP) pemeriksaan operasional kendaraan, jumlah penumpang sesuai kapasitas angkut, lebar tempat duduk, rak bagasi, serta fasilitas kebersihan dalam kabin penumpang. Responden menilai pelayanan angkutan umum tersebut relatif belum berkinerja baik. Berdasarkan hasil analisis dengan metoda indeks kepuasan masyarakat (IKM) diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,0085 atau sebesar 75,2136. Hasil studi ini menunjukkan kualitas pelayanan bus DAMRI di Kalimantan Utara perlu ditingkatkan. Kinerja yang kurang perlu ditingkatkan dan kinerja yang dianggap berlebihan oleh responden perlu dikurangi. Hal ini dibutuhkan untuk meningkatkan jumlah penumpang di masa mendatang, dan dapat menjaga keberlangsungan operasional bus DAMRI sebagai angkutan umum orang antarkota di Provinsi Kalimantan Utara.
Growth and Mortality Models of Mozambique Tilapia (Oreochromis mossambicus; Peters, 1852) Wildly Enter Inside the Fish Farming Ponds in Tarakan City, North Kalimantan Salim, Gazali; Mujiyanto, Mujiyanto; Sugianti, Yayuk; Suryanti, Suryanti; Zahidah, Zahidah; Nawir, Daud; Hartinah, Sitti; Nurjanah, Nurjanah; Dewi, Rose; Iranda, Rama; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Putri, Masayu Rahmia Anwar; Rahman, Abdur; Indarjo, Agus; Ransangan, Julian; San Jose, Ariel E; Rozi, Rozi
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v16i2.55472

Abstract

Graphical Abstract Highlight Research The results of this research showed that allometric growth in males and females had negative allometric growth characteristics. The growth condition index in male and female fish is dominated by thin and fat body shapes.The maximum length growth (L∞) and growth speed of males is higher than that of females. Total mortality and fishing mortality for males is higher than for females, but natural mortality for females is higher than for males. The exploitation rate of males and females is in the Under-exploitation category because the E value is <0.5. Abstract Exploring the length-weight relationship of fish and characterising growth parameters is essential in fisheries as they offer fundamental biology and population dynamics data to establish good management strategies for fisheries resources. This study examines the growth and mortality patterns of Oreochromis mossambicus. Data was collected between September and December 2022 using quantitative descriptive survey sampling. The study involved 20 repeats and deliberate random sampling of 30-50 fish per sample, emphasising total length, weight, and sex parameters. Based on 726 samples of O. mossambicus (352 fish identified as male and 374 fish identified as female). The growth model study revealed the typical negative allometric growth for both sexes (male and female). Male individuals attained a length of 33.449 cm after 37 days has a growth trend ± 0.3265 year-1, and females reached 21.150 cm in 34 days with a growth rate around 0.3135 year-1, as per the von Bertalanffy growth model. There were complex mortality patterns, with males contributing to most total deaths. This study emphasises the complex biology of tilapia and its untapped potential in the aquaculture pond system ecology in Tarakan.