Claim Missing Document
Check
Articles

Relevansi Pemikiran Fazlur Rahman terhadap Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kurikulum Merdeka Oktaria, Ira; Alwizar, Alwizar; Ehulawa, Djeprin
Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2025): Pendidikan Islam Masa Kini: Perspektif dan Tantangan
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jspi.8.1.31-46

Abstract

Pemikiran Fazlur Rahman sangat penting dipelajari khususnya dalam lingkup pendidikan Islam sebagai upaya untuk mengatasi dualisme dalam lingkup pendidikan dan kurikulum pendidikan Islam. Fazlur Rahman dikenal dengan pemikirannya yang cerdas sehingga dijuluki sebagai sosok intelektualisme Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan metode analisis isi. Sumber utamanya adalah buku-buku primer Fazlur Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Fazlur Rahman terhadap nilai-nilai pendidikan Islam di antaranya: a) Integrasi Ilmu dan Agama, b) Pendidikan sebagai proses yang dinamis, c) Kontekstualisasi, d) Pendidikan untuk semua. Kemudian dalam kaitannya dengan kurikulum merdeka di antaranya: a) Profil Pelajar Pancasila, b) Mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadis, c) Menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin dan tanggung jawab, d) Integrasi ilmu di berbagai mata pelajaran, e) Pengembangan kemampuan berpikir kritis kreatif dan kolaboratif, f) Menggunakan metode pembelajaran yang dapat memperkuat pemahaman ajaran Islam, g) Pelatihan dan pengembangan kompetensi guru. Sementara itu, relevansi pemikiran Fazlur Rahman terhadap nilai-nilai pendidikan Islam dalam kurikulum Merdeka diharapkan dapat membuat pribadi peserta didik menjadi sosok yang kreatif. 
Gender Dalam Pendidikan Islam: Peluang dan Tantangan Asri Yanti Siregar; Djeprin E. Hulawa; Alwizar Alwizar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.6643

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar yang dijamin dalam Islam bagi setiap individu tanpa memandang jenis kelamin. Namun, di beberapa negara Muslim, perempuan sering menghadapi hambatan dalam mengakses pendidikan yang setara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan kesetaraan gender dalam pendidikan Islam serta mencari solusi yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, memanfaatkan sumber primer seperti Al-Qur'an dan Hadits, serta sumber literatur sekunder seperti artikel jurnal, buku, dan laporan kebijakan pendidikan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa hambatan gender dalam pendidikan disebabkan oleh interpretasi agama yang tidak fleksibel, norma sosial yang membatasi, dan kebijakan pendidikan yang kurang inklusif. Meskipun demikian, beberapa negara seperti Indonesia, Turki, dan Tunisia berhasil mengurangi kesenjangan gender melalui kebijakan pendidikan yang mendukung Perempuan. Islam sebagai agama yang menempatkan keadilan sebagai prinsip utama, memiliki potensi besar untuk menjadi solusi atas permasalahan ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesetaraan gender dalam pendidikan dapat terwujud melalui pemahaman Islam yang inklusif dan formasi kebijakan yang berpihak kepada kaum perempuan.
Perbandingan Konsep Metafisika Imam Al-Ghazali Dan Sayyed Hossein Nasr Ridho Akbar; Alwizar Alwizar; Djeprin E. Hulawa
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.6666

Abstract

Penelitian ini membahas konsep metafisika Imam Al-Ghazali dan Seyyed Hossein Nasr. Al-Ghazali menekankan pengalaman spiritual dan penyucian jiwa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sementara Nasr mengintegrasikan tradisi Islam dengan pendekatan modern untuk menghadapi krisis spiritual dan ekologis. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis karya utama kedua tokoh serta referensi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki pendekatan berbeda, keduanya sepakat bahwa hubungan manusia dengan Tuhan merupakan inti dari metafisika Islam. Penelitian ini mempertegas relevansi metafisika dalam menjawab tantangan modern seperti materialisme, sekaligus menawarkan solusi untuk memperkuat spiritualitas dan menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
Rekonstruksi Pendidikan Islam: Analisis Pemikiran Muhammad Abduh dan KH. Ahmad Dahlan dalam Konteks Modernisasi Sri Rezki; Djeprin E. Hulawa; Alwizar Alwizar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7084

Abstract

Jurnal ini mengkaji rekonstruksi pendidikan Islam melalui analisis pemikiran Muhammad Abduh dan KH. Ahmad Dahlan dalam konteks modernisasi. Modernisasi di sini diartikan sebagai upaya pembaruan pendidikan Islam agar relevan dengan dinamika sosial dan budaya, tanpa menghilangkan nilai-nilai spiritual Islam. Muhammad Abduh menekankan pentingnya reformasi institusi pendidikan seperti Al-Azhar dengan mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern, membuka ijtihad, serta memperbarui metode pembelajaran. Di sisi lain, KH. Ahmad Dahlan mengimplementasikan modernisasi pendidikan Islam di Indonesia melalui organisasi Muhammadiyah, dengan fokus pada penggabungan kurikulum agama dan umum serta pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah. Studi ini menyoroti persamaan visi kedua tokoh dalam memperjuangkan pendidikan yang holistik, meskipun konteks dan pendekatannya berbeda. Kajian ini menegaskan relevansi pemikiran mereka dalam membangun pendidikan Islam yang progresif dan adaptif terhadap kebutuhan era modern.
Pemikiran Pendidikan Islam Al-Qabisi Sopia, Eta; Alwizar, Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29419

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pemikiran pendidikan Al-Qabisi, tokoh pendidikan Islam klasik yang berpengaruh dalam perumusan sistem pendidikan pada masanya. Permasalahan yang diangkat adalah kurangnya pemanfaatan pemikiran tokoh klasik dalam pengembangan sistem pendidikan Islam kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Fokus kajian mencakup pandangan Al-Qabisi mengenai tujuan pendidikan, peran guru, metode pengajaran, serta integrasi nilai-nilai moral dan spiritual dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qabisi menekankan pentingnya pendidikan berbasis akhlak, serta perpaduan antara ilmu agama dan rasionalitas. Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran guru dan pendidikan karakter sejak usia dini. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemikiran Al-Qabisi masih sangat relevan dan dapat dijadikan referensi penting dalam membangun sistem pendidikan Islam yang holistik dan berlandaskan nilai-nilai syariat.
LITERASI NUMERASI DALAM PERSPEKTIF AL-KHWARIZMI: INTEGRASI ILMU MATEMATIKA DAN NILAI-NILAI ISLAM Sabrina, Ainah; Alwizar, Alwizar; E. Hulawa, Djeprin
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2025): VOL 5 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i2.3862

Abstract

This article aims to examine numeracy literacy from the perspective of Al-Khwarizmi's thoughts and how the integration between mathematics and Islamic values can be built in the context of contemporary education. This study uses a library research method by reviewing various scientific literature, both in the form of books and journals that are relevant in the last four years. The results of the study show that Al-Khwarizmi's thoughts not only provide a strong foundation for the development of modern mathematics, but also contain Islamic spiritual and ethical values that are relevant in the formation of value-based numeracy literacy. The integration between mathematical logic and Islamic principles can be an alternative holistic educational approach, especially in developing the character and critical thinking skills of students in a balanced manner.
Qaulan Sadida as A Qur'anic Framework For Revitalizing Character Building in the Digital Era Hulawa, Djeprin E.; Kasmiati, Kasmiati
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v6i2.1144

Abstract

The digital era offers vast benefits but simultaneously brings challenges such as the spread of hoaxes, the degradation of communication ethics, and the moral crisis among younger generations. The Qur'anic concept of Qaulan Sadida, which signifies truthful, just, and responsible speech, is highly relevant in addressing these issues. This study, employing the thematic exegesis method of Abdul Hayy al-Farmawi, analyzes the meaning of Qaulan Sadida in Qur'an Surah An-Nisa: 9 and Qur'an Surah Al-Ahzab: 70, along with the interpretations of exegetes such as Ibn Kathir, Al-Maraghi, and Al-Qurtubi, who emphasize its social-ethical dimensions and self-restraint. Quraish Shihab further highlights its universal nature, making it applicable to da'wah, education, and social interaction. The findings reveal that Qaulan Sadida encompasses five core principles: honesty, gentleness, beneficial speech, justice, and humility. These values are essential in countering hate speech, information manipulation, and the crisis of digital civility. Revitalizing Qaulan Sadida entails fostering ethical, wise, and courteous communication within digital spaces. Islamic educational institutions play a strategic role in this process by integrating these Qur'anic values into curricula, digital literacy programs, and academic culture, thereby nurturing a Muslim generation that is not only digitally literate but also firmly grounded in Qur'anic character.
Analisis Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin dalam Buku Tunjuk Ajar Melayu Karya Tenas Effendy dan Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam Zupi, Zupi; Alwizar, Alwizar; Ehulawa, Djeprin
Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2025): Transformasi Pembelajaran PAI di Era Digital
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jspi.8.2.32-48

Abstract

This study aims to analyze the values of the Rahmatan Lil 'Alamin Student Profile in Tunjuk Ajar Melayu by Tenas Effendy and its relevance to Islamic Religious Education. The background of this research is based on the importance of strengthening students' character within the Merdeka Curriculum, which emphasizes the development of universal values aligned with Islamic teachings. This research is a library study using a qualitative descriptive approach. The results show that there is a harmony between the values of the Rahmatan Lil 'Alamin Student Profile and the teachings in Tunjuk Ajar Melayu. Values such as civility, exemplary behavior, nationalism, moderation, balance, integrity and firmness, equality, deliberation, tolerance, dynamism, and innovation are reflected in Tunjuk Ajar Melayu by Tenas Effendy, rooted in Malay culture and Islamic values. These values have strong relevance to Islamic Religious Education, in terms of its foundations, functions, and educational goals. Tunjuk Ajar Melayu can serve as an alternative source for developing character education based on local wisdom, in harmony with the vision of national education and the principles of Islam as rahmatan lil ‘alamin (a mercy to all creation).
The effectiveness of applying the communicative method using the Examples Non Examples strategy to improve the speaking skill of yunior high school students at Dar El-HIkmah Boarding School in Pekanbaru / Fa’aliyah Tathbîqi at-Tharîqah al-Ittishaliyah bi Istirâtijiyah Examples non Examples Litarqiyah Mahârah al-Kalâmi ladâ Talâmizi al-Madrasah at-Tsânawiyah bi Ma’had Dâr el-Hikmah Pekanbaru Marzal, Delviani; E.Hulawa, Djeprin
Al-Manar Vol 10, No 1 (2019): Al-Manar : English and Arabic Journal
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/aj.v10i1.7799

Abstract

ىذا البحث ىو حبث ذبرييب و يهدف إىل معرفة فعالية تطبيق الطريقة االتصالية إبسًتاتيجية Non Examples Examples لًتقية مهارة الكالم لدى تالميذ ادلدرسة الثانوية دبعهد دار احلكمة االسالمي بكنبارو. و سؤال البحث "ىل تطبيق الطريقة االتصالية إبسًتاتيجية Examples Non Examples فعال لًتقية مهارة الكالم لدى تالميذ ادلدرسة الثانوية دبعهد دار احلكمة بكنبارو؟ و منهج ىذا البحث من نوع البحث التجرييب الذي يتكون من الصف التجرييب والصف الضبطي و رلتمع البحث يتكون من تالميذ الصف الثاين يف ادلدرسة الثانوية دبعهد دار احلكمة بكنبارو, العام الدراسي 7107/7108م . وعينتو تلميذات الصف الثاين "أ" و "ب" يف ادلدرسة الثانوية دبعهد دار احلكمة بكنبارو. ومن أداوت البحث جلمع البياانت: ادلالحظة واالختبار. وبعد أن حللت الباحثة البياانت، فاخلالصة أن تطبيق الطريقة االتصالية إبسًتاتيجية Examples Non Examples فعال لًتقية مهارة الكالم لدى تالميذ ادلدرسة الثانوية دبعهد دار احلكمة بكنبارو كما دل عليو أن أكرب من جدو ل "Tt "يف درجة داللة 5=%11.7 و من درجة داللة0= % 65.7، يعٌت أن مردودة و أن مقبولة. وىذه دلت على أن تطبيق الطريقة االتصالية إبسًتاتيجية Examples Non Examples فعال لًتقية مهارة الكالم لدى تالميذ ادلدرسة الثانوية دبعهد دار احلكمة بكنبار
Characteristics of Arabic Language and the Arts of Applying It/ Khasâis al-Lughah al-Arabîyah wa Funûn Tathbîqiha Hulawa, Djeprin Ersen
Al-Manar Vol 8, No 1 (2017): Al-Manar : English and Arabic Journal
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/al-manar.v1i8.4725

Abstract

الهدف الأساسي لتدريس اللغة العربية هو إكساب المتعلّم القدرة على الاتصال اللغوي الواضح السليم، سواء كان هذا الاتصال سفويا أو كتابيا. وكلّ محاولة لتدريس اللغة العربية يجب أن تؤدي إلى تحقيق هذا الهدف. والاتصال اللغوي لا يتعدى أن يكون بين متكلّم ومستمع، أو بين كاتب وقارئ. وعلى هذا الأساس فإنّ للغة فنونا أربعة هي: الاستماع، والكلام، والقراءة، والكتابة. وهذه الفنون الأربعة هي أركان الاتصال اللعوي وهي متّصلة ببغضها تمام الاتصال وكلّ منها يؤثر ويتأثر بالفنون الأخرى. فالمستمع الجيد هو بالضرورة متحدّث جيد وقارئ جيد وكاتب جيد. والقارئ الجيد، هو بالضرورة متحدّث جيد وكاتب جيد. والقارئ الجيد هو بالضرورة متحدث جيد وكاتب جيد. والكاتب الجيد لا بدّ أن يكون مستمعا جيدا وقارئا جيدا، وهكذا