Claim Missing Document
Check
Articles

Perkembangan Analisis Perkembangan Pemikiran Pendidikan Islam Perspektif Ibnu Sahnun Fahriah, Fathia Saidah; Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v5i2.388

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik agar sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Pemikiran Ibnu Sahnun menjadi salah satu landasan historis dalam perkembangan pendidikan Islam, terutama dalam menekankan pentingnya etika, akhlak, dan tanggung jawab sosial dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran pendidikan Islam Ibnu Sahnun serta relevansinya terhadap sistem pendidikan Islam modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui penelaahan sumber primer seperti karya Ibnu Sahnun, serta literatur sekunder yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitis menggunakan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Sahnun menekankan tiga aspek utama pendidikan, yaitu (1) tanggung jawab moral dan profesionalitas guru, (2) pentingnya kurikulum yang mengintegrasikan ilmu agama dan umum, serta (3) tujuan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan akhlak mulia, kedisiplinan, dan keimanan. Relevansi pemikiran Ibnu Sahnun terhadap pendidikan Islam masa kini terlihat pada upaya integrasi nilai-nilai spiritual dan rasional dalam sistem pendidikan modern yang berkarakter dan humanis.
Konsep Double Movement Fazlur Rahman dalam Rekonstruksi Pendidikan Islam Kontekstual di Era Modern Nursima, Nini; Hulawa, Djeprin E.; Alwizar
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v5i2.485

Abstract

Pendidikan Islam menghadapi tantangan untuk tetap relevan di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang menuntut integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan realitas sosial. Salah satu pendekatan yang dapat menjawab persoalan tersebut adalah teori Double Movement yang dikembangkan oleh Fazlur Rahman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Double Movement dan relevansinya dalam rekonstruksi pendidikan Islam yang kontekstual di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kepustakaan (library research), yang berfokus pada analisis karya-karya primer Fazlur Rahman serta kajian sekunder dari literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Double Movement yang terdiri atas dua gerakan hermeneutic pemahaman teks wahyu dalam konteks historis dan aktualisasi nilai-nilainya dalam kehidupan modern dapat menjadi dasar pengembangan pendidikan Islam yang kontekstual, humanis, dan transformatif. Konsep ini mampu menjembatani antara idealitas ajaran Al-Qur’an dan realitas sosial dengan menekankan dimensi moral, etika, dan rasionalitas. Namun demikian, implementasinya menghadapi tantangan berupa resistensi terhadap pendekatan hermeneutik dan keterbatasan pemahaman guru terhadap integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam kurikulum. Oleh karena itu, diperlukan reformulasi kurikulum, pelatihan pendidik, serta penguatan paradigma pendidikan Islam yang berbasis nilai dan relevan dengan perkembangan zaman
Seyyed Hossein Nasr's Unity Concept: A Study of the Relationship between Science and Islam Hulawa, Djeprin Ersen; Yasin, Arbi; Alwizar, Alwizar
AL-FIKRA Vol 22, No 2 (2023): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v22i2.22348

Abstract

AbstractThis research is motivated by the desire to dig deeper into the content of esotericism in the building of the integration of science and religion (Islam) from the perspective of Seyyed Hossein Nasr (hereinafter referred to as Nasr) because the patterns and models of the integration of science and Islam implemented in various universities today are more exoteric in appearance. stand out on the aspect of identity alone. The formulation of the research problem is how is the concept of integration of science and Islam from the perspective of Nasr. This research method is a literature study by prioritizing documentation techniques as a data collection tool. The researcher tracked various references of literature relevant to the theme of the study and found more than 50 pieces of literature sourced from various journals, books, and other references published at least in the last 10 years. Based on the research results, it is concluded that Nasr with his esoteric concept places the principle of unity (Tawhid) as the pinnacle of integration where science and Islam are closely attached to the same origin traditionKeyword: Unity, integration of science and Islam, Seyyed Hossein Nasr AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi kehendak untuk menggali lebih dalam kandungan esoterisme pada bangunan integrasi sains dan agama (Islam) persepktif Seyyed Hossein Nasr (selanjutnya disebut Nasr), sebab pola dan model integrasi sains dan Islam yang diimplementasikan di berbagai Perguruan Tinggi dewasa ini lebih bersifat eksoteris yang tampak mononjol pada aspek identitasnya saja. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana konsep integrasi sains dan Islam perspektif Nasr? Metode penelitian ini adalah studi pustaka dengan mengedepankan teknik dokumementasi sebagai alat pengumpul data. Peneliti melakukan pelacakan berbagai referensi kepustakaan yang relevan dengan tema kajian dan menemukan lebih dari 50 literatur yang bersumber dari berbagai jurnal, buku, dan referensi lainnya yang terbit minimal 10 tahun terakhir. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa Nasr dengan konsep esoteric-nya menempatkan prinsip unitas (Tauhid) sebagai puncak integrasi di mana antara sains dan Islam melekat erat dalam tradisi asal yang sama. Kata kunci: Unitas, integrasi sains dan Islam, Seyyed Hossein Nasr
The Secret of Using 'Mashdar Muawwal' in the Qur'an al-Karim (Surat Al-Baqarah) / Asraru al-wuruud al-mashdari al-mu'awwali fi al-qur'ani al-kariimi (surah al-baqarah) Fadhilah, Analia; Hulawa, Djeprin E.
Al-Manar Vol 12, No 1 (2021): Al-Manar : English And Arabic Journal
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/aj.v12i1.7805

Abstract

هذا البحث بحث مكتبي يهدف إلى معرفة عدد المصدر المؤول الوارد في سورة البقرة، وموقعة المصدر المؤول داخل سورة البقرة من الاعراب، وفرق بين المصدر المؤول وبين المصدر الصريح من حيث الدلالة، وأسرار ورود المصدر المؤول في سورة البقرة. ميدان البحث هو القرآن الكريم (سورة البقرة)، والبيانات متكونة من البيانات الأولية المأخوذة من آيات سورة البقرة المشتملة على المصدر المؤول والبيانات الثانوية المتعلقة بموضوع البحث، وطريقة جمع البيانات هي طريقة بحث مكتبي باستعمال ملاحظة وقراءة الكتب المتعلقة بالموضوع، وطريقة تحليل البيانات هي طريقة تحليل المضمون أي تحليل المحتوى يعنى تكميم بيانات نوعية في محتوى ما يقصد تحليلها وتقسيمها  (Content Analysis) باستخدام الجدوال. فقد ما قامت الباحثة بالبحث فتلخصه كما يأتى: (1) عدد الآيات المشتملة على المصدر المؤول –أن والفعل المضارع المنصوب بها- 47 آية من 286 آية.(2) مواقع المصدر المؤول- أن والفعل المضارع المنصوب بها- داخل الآيات من الإعراب كثيرة منها: مفعول به، سدّ مسدّ مفعولي، فاعل، بدل، معطوف، الاستثناء المنقطع، بحرف جر محذوف، مضاف إليه، مبتدأ، خبر إن، مجرور بباء محذوفة، مفعول لأجله، إسم كان، إسم ليس، خبر ليس. (3) الفرق بين المصدر المؤول وبين المصدر الصريح الواردين في آيات سورة البقرة من حيث الدلالة أن المصدر الصريح يدل على الحدث مجردا من الزمن وأن المصدر المؤول يدل على الحدث المقترن بزمن يعنى أن المراد بدلالة المصدر المؤول هي حاصلة الفعل ذاتها مقترن بزمن الفعل. (4) أسرار ورود المصدر المؤول –أن والفعل المضارع المنصوب بها- في آيات سورة البقرة هي لكشف مقاصد الآيات ومضمونها الحاثّة إلى الانتباه والإعتماد عليها في أداء عمل ما يقوم على المصدر المؤول.
The significance of a nominal sentence in Balaghah Perspective in Surah Al-Tawbah and the way to teach it / Dalâlatu Jumlah Ismiyah 'ala Dhau'i al-Balâghah fi Surah at-Taubah wa Tharîqati Ta'lîmihâ Pulungan, Zubaidah; Hulawa, Djeprin Ersen
Al-Manar Vol 13, No 2 (2022): Al-Manar : English and Arabic Journal
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/aj.v13i2.10582

Abstract

ملخّصلاستكشاف ثروة كنوز القرآن يلزم إتقان علم البلاغة. تحرير القرآن قد تم نقله فى تكوين الكلام الخباري والانشائى، والإسمية والفعلية في السور المختلفة، اهتم الباحث بالمناقشة بشكل أعمق حول مشكلة دلالة جملة اسمية على ضوء البلاغة فى سورة التوبة وطريقة تعليمها. موضوع هذا البحث آيات قرآنية من جملة الإسمية. الطريقة المستخدمة في هذا البحث هي تحليل محتويات كتاب (content analysis) ثم وصفها في الجدول. وأظهرت النتائج أن عدد الآيات في سورة التوبة التي تحتوي على الجملة الإسمية أكثر من الجملة الفعلية مما يدل على أن معظم الآيات تنسب صفة واحدة إلى شيء ما، ولا تدل على وقوع حدث في وقت معين. في حين أن طريقة التعلم المناسبة لجملة إسميية كلام خباري هي الطريقة الاستقرائية. ABSTRACT To explore the wealth of the Quran’s treasures, it is necessary to master the science of rhetoric (Balaghah). The editing of the Qur’an has been transmitted in the formulation of informative and constructive speech, nominative and verbal speech in the various surahs. The researcher was interested in discussing in a deeper way the problem of the significance of a nominal sentence in light of the rhetoric in Surah al-Taubah and its teaching method. The subject of this research is Qur’an verses that are nominal. The method used in this research is to analyze the contents of the book (content analysis) and then describe it in the table. The results showed that the number of verses in Surah at-Taubah that contain the nominative sentence is more than the actual sentence, which indicates that most of the verses attribute one adjective to something, and do not indicate that an event occurred at a specific time. Whereas the appropriate learning method for a noun sentence is the inductive method  
Konsep Merdeka Belajar Perspektif Al-Zarnuji dan Ki Hajar Dewantara Lestari, Putri; Alwizar, Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era revolusi industri 4.0 terdapat tantangan tersendiri sekaligus menjadi peluang bagi lembaga pendidikan untuk menjadi titik prasyarat untuk bisa lebih maju dan berkembang. Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia, kurang lengkap rasanya jika tidak melibatkan satu nama yang di juluki sebagai Bapak Pendidikan Nasional, yakni Ki Hajar Dewantara. Tujuan dari penelitian ini adalah membahas mengenai konsep merdeka belajar perspektif Al-Zarnuji dan Ki Hajar Dewantara. Metode penelitian ini adalah kualitatif studi pustaka. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research), pengumpulan data dengan cara mencari sumber dan merkontruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang sudah ada. Hasil penelitian ini terdapat korelasi yang efektif antara program merdeka-belajar dengan konsep pendidikan perspektif Syaikh AlZarnuji dalam kitabnya ta’limul muta’aalim. Konsep merdeka belajar lahir dari prinsip “sistem among” yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara. Sistem among yang gagas oleh Ki Hadjar Dewantara ini memberikan kemerdekaan lahir dan batin kepada setiap peserta didik.
Konsep Guru dalam Perspektif Ibnu Sina Safiti, Nopira; Alwizar, Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23046

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru sebagai pembimbing moral, spiritual, dan intelektual dalam membentuk karakter siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep guru menurut Ibnu Sina, seorang filsuf dan cendekiawan Islam terkemuka. Jenis penelitian ini adalah studi pustaka, dengan metode analisis literatur terkait yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Ibnu Sina, guru ideal tidak hanya mengajarkan teori tetapi juga melatih keterampilan praktis, membentuk akhlak, dan menumbuhkan kebebasan berpikir siswa. Guru juga harus memahami karakteristik unik setiap siswa untuk membantu mereka mengembangkan potensi sesuai dengan minat dan bakatnya, sehingga tujuan pendidikan holistik dapat tercapai.
The Comparative Perspectives Of Muhammad Naquib Al-Attas and Ismail Raji Al-Faruqi On The Islamization Of Science Alamanda, Frisca; Alwizar, Alwizar; Hulawa, Djeprin E.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23051

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan pemikiran Islamisasi Sains perspektif Muhammad Naquib al-Attas dan Ismail Raji al-Faruqi, dua tokoh besar yang menawarkan pendekatan berbeda untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan gagasan kedua tokoh dalam aspek pendekatan, proses islamisasi, konsep pendidikan, serta relevansi dalam konteks kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode Kajian Pustaka dengan menganalisis karya-karya utama dan literatur pendukung dari kedua pemikir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Attas menekankan pentingnya integrasi sains dengan wahyu dan moralitas berbasis tauhid, sementara al-Faruqi menawarkan langkah-langkah sistematis untuk merekonstruksi ilmu pengetahuan sesuai pandangan dunia Islam. Tulisan ini relevan untuk memahami bagaimana Islamisasi sains dapat menjawab tantangan modernitas dan sekularisme.
Paradigma Syekh Sulaiman Ar-Rasuli Dan Kh. Imam Zarkasyi Terhadap Pembaharuan Pendidikan Di Pesantren Nugroho, Arya Ficky; Hulawa, Djeprin E.; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23161

Abstract

Artikel ini membahas paradigma pembaharuan pendidikan pesantren yang diusung oleh dua tokoh terkemuka, Syekh Sulaiman Ar-Rasuli dan KH. Imam Zarkasyi. Mengkaji berbagai aspek dari pendekatan kedua tokoh tersebut, termasuk metodologi pengajaran, kurikulum, dan dampak jangka panjang dari reformasi yang mereka lakukan terhadap sistem pendidikan pesantren di Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah library research atau penelitian pustaka dengan mengumpulkan data melalui literatur-literatur bidang keilmuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi yang diperkenalkan oleh kedua tokoh ini tidak hanya memperkaya khasanah pendidikan pesantren, tetapi juga memperkuat peran pesantren dalam membentuk karakter dan kompetensi generasi muda Muslim di Indonesia. Syekh Sulaiman Ar-Rasuli melalui pendekatannya, menekankan pentingnya memadukan ilmu agama dengan pengetahuan umum untuk mencetak santri yang tidak hanya paham agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia modern. Sementara itu, KH. Imam Zarkasyi pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, memperkenalkan sistem pendidikan yang lebih terstruktur dan modern, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman yang kuat.
Konsep Integrasi Ilmu Agama Dan Ilmu Umum Perspektif Azyumardi Azra Athiyah, Ummu; Hulawa, Djeprin E.; Alwizar, Alwizar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.23324

Abstract

Azyumardi Azra, seorang tokoh intelektual Muslim Indonesia, dikenal dengan kontribusinya dalam mempertemukan ilmu agama dengan ilmu umum. Pemikirannya mengajak umat untuk membuka wawasan baru dalam mengembangkan integrasi ilmu agama dengan ilmu umum, yang dalam pandangannya merupakan bagian dari kemajuan peradaban Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Azyumardi Azra dalam menjembatani kesenjangan antara ilmu agama dan ilmu umum, serta dampaknya terhadap dunia akademik dan praktik keagamaan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, dengan menggali berbagai literatur yang relevan mengenai pemikiran Azra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Azra telah berhasil memberikan pemikiran yang mendalam mengenai hubungan ilmu agama dengan sains modern, yang dapat menjadi pijakan bagi pengembangan pendidikan di Indonesia.