p-Index From 2021 - 2026
4.711
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Personal Branding Andre Taulany sebagai Konten Kreator Multitalenta di Instagram Affifa Auliya Khotrunada; Kadek Dristiana Dwivayani; Kezia Arum Sary; Ziya Ibrizah
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.390

Abstract

Studi penelitian ini adalah personal branding Andre Taulany sebagai konten kreator multitalenta di Instagram. Masalah penelitian berfokus pada bagaimana personal branding tersebut dibangun melalui konten. Tujuannya untuk menganalisis penerapan The 8 Laws of Personal Branding, dengan sasaran penelitian berupa konten Instagram yang diunggah sebagai objek observasi. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan netnografi sebagai metode untuk mengkaji perilaku dan konten di media digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipatif dan dokumentasi terhadap konten Instagram Andre Taulany, dengan analisis menggunakan kerangka The 8 Laws of Personal Branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding Andre Taulany sebagai konten kreator multitalenta di Instagram dibangun secara konsisten melalui penerapan The 8 Laws of Personal Branding, meliputi humor sebagai spesialis, keunikan konten, keaslian karakter, visabilitas, hingga reputasi positif, sehingga membentuk citra yang kuat, autentik, dan relevan di era digital. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa personal branding Andre Taulany terbentuk kuat, konsisten, dan autentik melalui penerapan The 8 Laws of Personal Branding. Disarankan peneliti selanjutnya menggunakan metode lebih mendalam seperti wawancara, serta bagi praktisi untuk menekankan spesialisasi, konsistensi, keunikan, dan reputasi positif dalam membangun personal branding di media digital.
Strategi Komunikasi Kesehatan Digital RSIA ’Aisyiyah Samarinda Melalui Instagram Dalam Transformasi Konten Edukasi Ibu Dan Anak Luthfi Haidar Farras; Rina Juwita; Kezia Arum Sary; Dony Kristian; Ziya Ibrizah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.9131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi kesehatan digital yang dilakukan RSIA ’Aisyiyah Samarinda dalam mengelola dan mentransformasikan konten Instagram dari informasi layanan rumah sakit menjadi konten edukasi kesehatan ibu dan anak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi konten Instagram, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi kesehatan digital dilakukan melalui tahapan analisis situasi, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Transformasi konten terlihat pada perubahan tujuan konten, isi pesan, penggunaan bahasa yang lebih sederhana dan komunikatif, serta pola penyajian informasi yang lebih edukatif. Meskipun implementasi konten belum berjalan secara konsisten, pemanfaatan Instagram berkontribusi dalam meningkatkan akses informasi kesehatan, membangun keterlibatan publik, serta memperkuat kredibilitas rumah sakit sebagai sumber informasi kesehatan ibu dan anak.
Representasi Komunikasi Antar Pribadi Ayah Pengidap Autisme Spectrum Disorder (ASD) dan Anak Dalam Film “Miracle in Cell No.7 (Indonesia)” Afiahamalia Afiahamalia; Ziya Ibrizah; Silviana Purwanti; Ainun Ni`Matu Rohmah
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi antar pribadi antara ayah pengidap Autism Spectrum Disorder (ASD) dan anak dalam film Miracle in Cell No. 7 (Indonesia). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce, yang menitikberatkan pada tiga unsur tanda, yaitu representamen, objek, dan interpretan. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan terhadap 4 adegan, yang menunjukkan 4 karakteristik efektivitas komunikasi berupa keterbukaan, dukungan, perasaan positif, dan kesetaraan dalam proses komunikasi antar pribadi antara tokoh ayah dan anak.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antar pribadi yang ditampilkan dalam film tersebut tetap berjalan secara efektif meskipun terdapat keterbatasan kognitif dan sosial pada tokoh ayah. Efektivitas komunikasi terlihat melalui penggunaan simbol nonverbal, ekspresi emosional, serta hubungan afektif yang kuat antara ayah dan anak.  Film ini merepresentasikan komunikasi sebagai praktik sosial yang sarat dengan makna emosional dan simbolik, sehingga keterbatasan akibat ASD tidak meniadakan terjalinnya komunikasi yang bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi antar pribadi dan analisis semiotika dalam konteks representasi disabilitas dalam media film.
Komunikasi Interpersonal Psikolog Klinis dan Remaja dalam Menangani Kasus Depresi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam R’sya Rahmadina; Kadek Dristiana Dwivayani; Rina Juwita; Ziya Ibrizah
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32710

Abstract

Komunikasi interpersonal yang efektif menjadi salah satu kunci utama dalam proses terapi, terutama bagi remaja yang cenderung tertutup dan mengalami kesulitan dalam mengungkapkan emosi. Salah satu upaya yang dilakukan psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam adalah dengan memberikan konseling yang aman dan nyaman kepada remaja depresi melalui kemampuan komunikasi interpersonal. Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal psikolog klinis dan remaja dalam menangani kasus depresi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam serta mengkajinya dengan Teori Kognitif Sosial dan lima konsep komunikasi interpersonal yakni konsep keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif dan ekualitas. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research), yang pengumpulan data dan hasilnya diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap psikolg klinis dan para remaja depresi yang menjadi pasien di RSJD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi interpersonal psikolog klinis melalui lima konsep memberi dampak positif terhadap proses penyembuhan dan penanganan kasus depresi bagi remaja di RSJD. Secara kesimpulan, komunikasi interpersonal yang efektif—yang mengintegrasikan kelima aspek tersebut berperan penting dalam membangun hubungan terapeutik, meningkatkan keterlibatan remaja dalam terapi, dan mendukung pemulihan kesehatan mental mereka. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kompetensi komunikasi interpersonal bagi praktisi kesehatan mental dalam menangani depresi pada populasi remaja.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Respons Komunikasi DANA Atas Isu Saldo Hilang Tahun 2024 Dalam Konteks Cancel Culture Di Media Sosial Camelia Sa’adah; Rina Juwita; Kezia Arum Sary; Ziya Ibrizah
Varied Knowledge Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Varied Knowledge Journal, August 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/vkj.v4i1.337

Abstract

The rapid growth of social media has transformed crisis communication by enabling the public to quickly shape and disseminate opinions about organizations. This development presents significant challenges for financial technology (fintech) companies, including DANA, during the 2024 missing balance issue that attracted widespread public attention on social media. This study aims to analyze university students' perceptions of DANA's crisis communication response using the Situational Crisis Communication Theory (SCCT) framework. A qualitative approach with a case study design was employed. Informants were selected through purposive sampling, while data were collected through in-depth interviews and document analysis. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that students' perceptions were primarily influenced by the timeliness of the company's response, information transparency, message consistency, and organizational empathy throughout the crisis. Perception formation was also shaped by social experiences, interpersonal communication, social media exposure, and digital literacy. Furthermore, cancel culture emerged as a form of social evaluation reflected in declining public trust, increased user caution, and the widespread dissemination of negative opinions toward the organization rather than a complete boycott. This study extends the application of SCCT by demonstrating that organizational responsibility attribution in the digital era is constructed through the interaction between corporate crisis communication strategies and the dynamics of social media communication. The findings highlight the importance of responsive, transparent, dialogic, and adaptive crisis communication strategies for fintech companies to maintain public trust and protect organizational reputation.
Konstruksi Persepsi Autentik dalam Konten Endorsement TikTok: Studi Kasus Tante Lala Muhammad Rivaldy; Kezia Arum Sary; Johantan Alfando W.S; Ziya Ibrizah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Takuana (January-March)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i4.383

Abstract

This study examines how non-conventional communicative performances construct perceived authenticity in TikTok endorsement content. Using Krippendorff’s qualitative content analysis, the study analyzes verbal and non-verbal communication strategies in high-engagement endorsement videos produced by the Indonesian influencer Tante Lala. Findings indicate that regional dialects, heightened vocal intensity, and theatrical kinesics function as symbolic resources that negotiate authenticity and intimacy with audiences. These communicative performances blur the boundaries between commercial persuasion and interpersonal interaction, generating parasocial relationships that enhance persuasive effectiveness. The study contributes to symbolic interactionism by demonstrating how authenticity in influencer marketing is socially constructed through continuous symbolic negotiation in digital environments.
STRATEGI MANAJEMEN PRIVASI DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL PASANGAN BEDA KEYAKINAN DI KALANGAN GEN Z Viony Theresia Sitinjak; Ainun Ni'Matu Rohmah; Rina Juwita; Ziya Ibrizah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 11 (2026): April 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan berpacaran beda agama menjadi tantangan kompleks bagi Generasi Z di Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama yang tinggi. Perbedaan keyakinan tidak hanya melibatkan aspek spiritual, tetapi juga nilai keluarga, norma sosial, dan tekanan komunitas, sehingga memerlukan strategi komunikasi interpersonal yang adaptif untuk menjaga keharmonisan hubungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen privasi dalam komunikasi interpersonal pasangan beda keyakinan di kalangan Gen Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap tiga pasangan mahasiswa FISIP UNMUL angkatan 2021 yang telah menjalin hubungan minimal satu tahun. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan menerapkan tiga strategi utama, yaitu strategi selektif (paling dominan), strategi integrasi, dan strategi kompartementalisasi. Ketiga strategi ini digunakan untuk mengelola batas privasi, menghindari konflik, membangun nilai bersama, serta memisahkan ranah keyakinan pribadi dari hubungan romantis. Esensi pengalaman mereka adalah harmoni yang rapuh di tengah ketegangan antara keinginan keterbukaan dan perlindungan identitas religius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen privasi melalui strategi komunikasi yang adaptif menjadi kunci keberlangsungan hubungan beda keyakinan pada Generasi Z di era digital.
Analisis Proksemik Dalam Komunikasi Interpersonal Di Kedai Kopi Maaw Kota Samarinda Faishal Arif Erawan; Rina Juwita; Kadek Dristiana Dwivayani; Ziya Ibrizah
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.7971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penggunaan ruang dan jarak (prosemik) membentuk pola komunikasi interpersonal di Kedai Kopi Maaw Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif guna memahami pengalaman pengunjung dalam berinteraksi, serta bagaimana tata ruang kedai kopi sebagai ruang ketiga memengaruhi dinamika komunikasi mereka. Data diperoleh melalui oberservasi non-partisipatif, wawancara mendalam kepada manajer dan pengunjung, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses koding, tematik, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona proksemik di Kedai Kopi Maaw muncul secara konsisten dalam interaksi pengunjung, mulai dari jarak intim, personal, hingga sosial. Pengaturan kursi dan meja yang fleksibel memungkinkan pengunjung memilih jarak interaksi sesuai kebutuhan, tingkat keakraban, serta kenyamanan sosial. Temuan lain mengungkap bahwa makna interaksi seperti kedekatan, privasi dan keakraban dibentuk melalui proses simbolik yang muncul dari pilihan tempat duduk, jarak, fisik dan situasi percakapan. Lingkungan kedai yang tenang, aksesibel, serta suasana informal juga memperkuat fungsi Kedai Maaw sebagai ruang publik alternatif yang mendorong interaksi interpersonal. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa proksemik berperan penting dalam menentukan kualitas komunikasi interpersonal, di mana ruang dan jarak fisik menjadi elemen kunci dalam terbentuknya interaksi sosial yang efektif.
STRATEGI KOMUNIKASI POKDARWIS MAMPANAS NUNTULUNG DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI AIR PANAS ASIN PEMAPAK DI DESA BIATAN BAPINANG KABUPATEN BERAU Rizaldi; Kadek Dristiana Dwivayani; Ziya Ibrizah
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 9 No 3 (2026): PAPATUNG Volume 9 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v9i3.1943

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mampanas Nuntulung dalam pengembangan Wisata Air Panas Asin Pemapak di Desa Biatan Bapinang, Kabupaten Berau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Pokdarwis dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi komunikasi. Perencanaan komunikasi dilakukan dengan menetapkan tujuan, sasaran, pesan, dan media komunikasi. Pelaksanaan komunikasi diwujudkan melalui koordinasi internal, komunikasi dengan masyarakat dan pemerintah, serta promosi menggunakan media sosial. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui diskusi internal dan koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi efektivitas komunikasi dan berbagai kendala yang dihadapi. Meskipun strategi komunikasi telah mendukung pengembangan destinasi wisata, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, belum meratanya partisipasi masyarakat, dan belum optimalnya pemanfaatan media digital. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi yang terencana dan partisipatif berperan penting dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat.
Persepsi Gen Z Terhadap Keputusan Karir Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman (Studi Fenomenologi Pemilihan ASN) Frenita Virgo Simanullang; Johantan Alfando W S; Silviana Purwanti; Ziya Ibrizah
Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik Vol 13 No 1 (2026): Juni
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/professional.v13i1.11763

Abstract

Choosing a career is an important decision that shapes one’s future. Currently, civilservice is considered a promising profession because it offers long-term benefits such asa guaranteed pension and other allowances. This study aims to understand theperceptions of Gen Z—specifically, Communication Studies students at MulawarmanUniversity—regarding the decision to pursue a career in civil service. This study employsa qualitative method with a phenomenological approach to explore individual meaningsand experiences. This study applies DeVito’s Perception Theory and employs datacollection techniques such as observation, interviews, and documentation, utilizingCreswell’s data analysis techniques as the analytical method. The results indicate thatGen Z’s—specifically Communication Studies students’—perceptions of the civil serviceprofession are shaped by their interpretation of it as a symbol of life stability amid theeconomic uncertainty of the creative industry. The civil service profession is not seen asan obstacle to creativity but rather as a stable environment that allows for work-lifebalance, ensuring that life and work remain in harmony. The civil service is considered apromising profession because it offers career progression and the assurance of a brightfuture.
Co-Authors Achmad Faruq Zidani Abdillah Adetya Risky Affifa Auliya Khotrunada Afiahamalia Afiahamalia Agung Prajulianto Ahmad Hidayah Ahmad Ridha Mubarak Ainun Ni'Matu Rohmah Ainun Ni'Matu Rohmah Ainun Ni`matu Rohmah Ainun Ni’Matu Rohmah Aizun Najih Alda Ramadhani.M.Ilyas Alvis, Lauransia Soraida Andini Zeshira Maharani Andri Sarifuddin Aulia Cahyaning Ratri Aulia Nita Rahim Bisma Arraafi Camelia Sa’adah Dony Kristian Dony Kristian Dony Kristian Dwivayani, Kadek Dristiana Edoardo Tondang Elvawati Faishal Arif Erawan Fathul Qorib Ferri Agusriadi Frenita Virgo Simanullang Hanafi Saputra Hanafi Saputra Harry Isra Muhammad Ikke Rizka Eariyasanti Jaka Farih Agustian Johantan Alfando Johantan Alfando W Johantan Alfando W S Johantan Alfando W.S Kadek Dristiana Dwivayani Kadek Dristiana Dwivayani Kadek Dristiana Dwivayani Kadek Dristiana Dwivayani Kadek Dristiana Dwivayani Kadek Dristiana Dwivayani Kadek Dristina Dwiyani Kamilah Dwi Kurniawati Kezia Arum Sary Kheyene Molekandella Boer Kristian, Dony Linda Ayu Lestari Luthfi Haidar Farras Mesy Ardila Muhammad Hilmy Sahna Putra Muhammad Nurdin Sanjaya Muhammad Rivaldy Nada Paramita Najwa Ainu Syifa Nur Asih, Nur Nurliah nurliah, nurliah Pertiwi, Hanna Prajuliyanto, Agung Purwanti , Silviana Rahman, Mulya Huda Rani Berliana Reksa Burhan Rifaldy Sefruyanti Palungan Rina Juwita Rina Juwita Rina Juwita Rina Juwita Rina Juwita Rina Juwita Rizaldi Rosyid Nurrohman Rosyid Nurrohman R’sya Rahmadina Sahlu Nabila Ramadhani Serafina Mary Tricia Silviana Purwanti Silviana Purwanti Silviana Purwanti Sri Rahmadani Viony Theresia Sitinjak Yuhelna Yuhelna ⁠Ainun Ni’Matu Rohmah