Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of Anti-Usury Practices in Islamic Finance: A Case Study at PT. Kredit Tanpa Usury (KRTABA) East Lombok: Penerapan Praktik Anti Riba Dalam Keuangan Islam: Studi Kasus Di PT. Kredit Tanpa Riba (KRTABA) Lombok Timur Hilalludin Hilalludin; Laily Alfi Zaitun Nisa
Journal of Islamic Economics Vol. 2 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muntahy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65663/commercio.v2i1.119

Abstract

This study aims to analyze the implementation of anti-usury principles in the financing practices of PT. Kredit Tanpa Riba (KRTABA), an Islamic financial institution operating in East Lombok Regency. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, documentation, and literature review. Key informants include management, staff, customers, and Islamic economic scholars. The main focus of the study is to evaluate whether KRTABA’s financing practices are genuinely free from usury elements and aligned with Islamic principles, particularly regarding murabahah contracts, price transparency, and interest-free policies. The results show that KRTABA consistently avoids usury in all aspects of its operations. The institution applies fixed pricing without additional interest, eliminates down payments, and offers free services without hidden fees. All contracts are based on principles of fairness, honesty, and mutual assistance. The financing concept has had a positive impact on society by enhancing Islamic financial literacy and providing an alternative solution to the dominance of the conventional interest-based system. Therefore, KRTABA can be regarded as a model of inclusive, just, and practical Islamic financing institutions.
Model Pembelajaran Tahfiz Berbasis Neurosains untuk Meningkatkan Daya Hafal Santri Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Nur Nasywa Abidah
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran tahfiz Al-Qur’an membutuhkan strategi yang tidak hanya memperkuat hafalan jangka pendek, tetapi juga menjaga ketahanan memori dalam jangka panjang. Dalam konteks ini, pendekatan berbasis neurosains menawarkan kerangka ilmiah yang membantu santri mengoptimalkan proses menghafal melalui pemahaman cara kerja otak. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model pembelajaran tahfiz berbasis neurosains serta dampaknya terhadap peningkatan daya hafal santri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi kegiatan tahfiz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip memori seperti spaced repetition, chunking, penguatan emosional, dan pemilihan waktu belajar yang sesuai ritme biologis mampu mempercepat proses menghafal. Selain itu, pendekatan multisensori dan aktivitas motorik membantu memperkuat jalur memori sehingga santri lebih mudah mengingat ayat dalam jangka panjang. Teknik regulasi diri seperti latihan pernapasan, pengaturan waktu belajar, dan pemantauan progres terbukti meningkatkan konsentrasi dan konsistensi hafalan. Secara keseluruhan, model pembelajaran tahfiz berbasis neurosains berkontribusi pada peningkatan efektivitas hafalan, stabilitas memori, dan motivasi santri. Integrasi neurosains dalam tahfiz menjadi inovasi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren modern sekaligus mempertahankan nilai-nilai tradisi.
Peran Literasi Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Abdul Hamid
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi Al-Qur’an dalam meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik di lingkungan pendidikan Islam modern. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas bahwa kemampuan peserta didik memahami, membaca, dan menghayati pesan Al-Qur’an belum seluruhnya berkembang optimal, padahal kecerdasan spiritual merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter religius, kesadaran etis, serta kepekaan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, memanfaatkan berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan karya penelitian terbaru mengenai literasi Al-Qur’an dan pengembangan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kemampuan membaca teks suci, tetapi menjadi instrumen utama dalam menumbuhkan pemahaman makna ayat secara tematik dan kontekstual sehingga peserta didik mampu menginternalisasi nilai-nilai ilahiah ke dalam perilaku sehari-hari. Selain itu, penelitian menemukan bahwa kecerdasan spiritual meningkat ketika proses literasi Qur’ani diintegrasikan dengan aktivitas reflektif, pembiasaan ibadah, serta pembelajaran yang memadukan aspek kognitif, afektif, dan moral. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa literasi Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam pembentukan kecerdasan spiritual, dan lembaga pendidikan perlu memperkuat strategi pembelajaran yang komprehensif agar peserta didik tidak hanya cakap membaca Al-Qur’an tetapi juga mampu memahami, menghayati, dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata.
Implementasi Metode Tilawah Tartil sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Al-Qur’an Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Umi Maslichah
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Tilawah Tartil merupakan salah satu pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang menekankan ketelitian, ketenangan, dan ketepatan dalam membaca sesuai kaidah tajwid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode tersebut sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar Al-Qur’an pada peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan Tilawah Tartil dilakukan melalui pembacaan contoh oleh guru, latihan bersama, dan pembacaan individu yang disertai umpan balik positif. Penerapan metode ini terbukti meningkatkan motivasi peserta didik karena memberikan pengalaman belajar yang lebih tenang, terarah, dan tidak menegangkan. Peserta didik merasakan peningkatan kemampuan membaca sehingga muncul rasa percaya diri dan motivasi intrinsik. Faktor pendukung implementasi metode ini antara lain kompetensi guru, lingkungan yang kondusif, serta dukungan keluarga dan lembaga. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kesulitan membedakan makhraj huruf, motivasi awal rendah, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, Metode Tilawah Tartil dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar Al-Qur’an apabila diterapkan secara konsisten dengan dukungan lingkungan belajar yang memadai.
Integrasi Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Penguatan Karakter di Lembaga Pendidikan Islam Modern Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Mita Okta Viyani; Ayna Wahyuni
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam penguatan karakter di lembaga pendidikan Islam modern sebagai respons terhadap tantangan moral di era globalisasi. Perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin terbuka menyebabkan peserta didik terpapar dengan berbagai nilai yang tidak selalu sejalan dengan ajaran Islam, sehingga lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membangun karakter yang berlandaskan nilai Qur’ani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur melalui penelaahan buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, disiplin, tanggung jawab, kasih sayang, dan keadilan menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter. Integrasi nilai Qur’ani dilakukan melalui kurikulum, kegiatan pembiasaan, budaya sekolah, dan keteladanan guru sebagai model utama bagi peserta didik. Selain itu, tantangan seperti pengaruh budaya digital dan keterbatasan kemampuan pedagogis guru dapat diatasi melalui inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi pendidik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Al-Qur’an memberikan kontribusi signifikan dalam membangun peserta didik yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga memiliki kepribadian berakhlak mulia dan siap menghadapi perubahan zaman.
Pendekatan Tafsir Tematik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Antawiria Wira Santanu; Ayna Wahyuni
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 1 No 04 (2025): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk bertransformasi menuju metode yang lebih relevan, interaktif, dan kontekstual. Salah satu pendekatan yang potensial adalah tafsir tematik, yaitu metode yang mengelompokkan ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan tema tertentu sehingga menghasilkan pemahaman yang utuh dan mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, meliputi analisis buku tafsir, artikel ilmiah, dan dokumen pembelajaran digital yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tafsir tematik sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran PAI di era digital karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan masalah-masalah kontemporer seperti etika digital, pergaulan modern, serta tantangan moral generasi muda. Pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi Al-Qur’an digital, video pembelajaran, multimedia interaktif, dan platform e-learning memberikan dukungan signifikan dalam meningkatkan antusiasme, motivasi, dan partisipasi siswa. Guru PAI memainkan peran strategis dalam merancang kegiatan pembelajaran berbasis tema, memilih sumber digital yang kredibel, serta memfasilitasi diskusi kritis untuk memperkuat literasi keagamaan siswa. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan tafsir tematik melalui media digital tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga memperkuat pemahaman nilai-nilai Qur’ani secara kontekstual dan aplikatif. Dengan demikian, pendekatan ini relevan untuk diadopsi sebagai strategi pembelajaran PAI modern karena mampu membentuk kompetensi keagamaan, literasi digital islami, serta karakter yang selaras dengan kebutuhan abad 21.
Implementasi Kebijakan Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Hilalludin Hilalludin
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan moderasi beragama merupakan agenda strategis pemerintah Indonesia dalam memperkuat harmoni sosial dan menjaga keberagaman di tengah masyarakat multikultural. Dalam konteks pendidikan nasional, Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran sentral sebagai instrumen pembentukan sikap keberagamaan peserta didik yang inklusif, toleran, dan berwawasan kebangsaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI dengan menggunakan perspektif teori implementasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis kebijakan dengan menelaah dokumen regulasi, kurikulum PAI, serta temuan empiris dari berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi kebijakan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI masih menghadapi sejumlah tantangan, baik pada aspek konseptual, pedagogis, struktural, maupun kultural. Pemahaman guru PAI terhadap konsep moderasi beragama belum merata dan cenderung parsial, sehingga berdampak pada praktik pembelajaran yang masih bersifat normatif dan kognitif. Selain itu, keterbatasan perangkat pembelajaran kontekstual, minimnya pelatihan berkelanjutan, serta lemahnya dukungan kelembagaan turut memengaruhi efektivitas implementasi kebijakan. Di sisi lain, integrasi moderasi beragama dalam Kurikulum Merdeka, penguatan pendidikan karakter, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran digital menjadi peluang strategis dalam memperkuat implementasi kebijakan PAI. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI memerlukan pendekatan kebijakan yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan, dengan menempatkan guru sebagai aktor kunci serta memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kebijakan Pendidikan Agama Islam di masa mendatang.
Kebijakan Pembelajaran PAI Berbasis Teknologi: Peluang Penerapan dan Risiko yang Harus Diantisipasi Umi Maslichah; Hilalludin Hilalludin
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis teknologi merupakan bagian dari agenda transformasi pendidikan nasional dalam merespons perkembangan era digital. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan relevansi pembelajaran PAI tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai wahana pembentukan karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peluang penerapan serta risiko yang harus diantisipasi dalam implementasi kebijakan pembelajaran PAI berbasis teknologi. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan terhadap regulasi pendidikan, dokumen kebijakan, serta hasil penelitian ilmiah yang relevan dengan tema digitalisasi pembelajaran dan pendidikan agama Islam. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif teori implementasi kebijakan dan pedagogi digital untuk mengkaji dinamika kebijakan, peran aktor, serta konteks struktural dan kultural implementasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pembelajaran PAI berbasis teknologi memiliki peluang strategis dalam memperluas akses pembelajaran, mendorong inovasi pedagogis, dan memperkuat literasi digital keagamaan peserta didik. Namun demikian, kebijakan ini juga menghadapi sejumlah risiko, seperti potensi reduksi dimensi spiritual dan keteladanan, paparan konten keagamaan digital yang tidak terkurasi, serta kesenjangan infrastruktur dan kompetensi digital guru. Oleh karena itu, artikel ini menegaskan pentingnya strategi kebijakan yang adaptif dan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas guru PAI, regulasi dan pengawasan konten digital, serta sinergi kelembagaan yang komprehensif. Dengan pendekatan kebijakan yang tepat, pembelajaran PAI berbasis teknologi berpotensi menjadi instrumen strategis dalam membentuk generasi Muslim yang religius, kritis, dan beretika di era digital.
Pendekatan Eksistensialisme Martin Heidegger Dalam Pengembangan Teori Dan Praktik Keilmuan Pendidikan Hilalludin Hilalludin
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 2 No 01 (2026): Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan eksistensialisme Martin Heidegger dalam pengembangan teori dan praktik keilmuan pendidikan. Eksistensialisme Heidegger menempatkan manusia sebagai makhluk yang sadar akan keberadaannya (Dasein) dan memiliki tanggung jawab dalam memaknai hidupnya. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini menekankan bahwa peserta didik bukan sekadar objek pembelajaran, tetapi subjek aktif yang mengalami proses pencarian makna diri melalui pengalaman belajar. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis karya-karya Heidegger, literatur filsafat pendidikan, serta jurnal ilmiah yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi dan interpretasi filosofis untuk menemukan relevansi konsep eksistensialisme terhadap pengembangan pendidikan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan eksistensialisme mampu memberikan arah baru dalam pendidikan yang lebih humanis, reflektif, dan kontekstual. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kesadaran diri, tanggung jawab moral, dan keotentikan individu. Dalam era digital yang ditandai dengan krisis identitas dan disorientasi nilai, pendekatan ini menjadi penting untuk mengembalikan fungsi pendidikan sebagai proses pemanusiaan manusia. Dengan demikian, pemikiran Heidegger dapat menjadi landasan filosofis dalam membangun sistem pendidikan yang lebih bermakna dan berorientasi pada pengembangan manusia secara utuh.
Mukjizat Al-Qur’an Dan Kebenaran Sains Hilalludin Hilalludin
IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol 2 No 01 (2026): Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara mukjizat ilmiah dalam Al-Qur'an dengan kebenaran sains modern sebagai upaya memperkuat paradigma integrasi antara wahyu dan ilmu pengetahuan. Kajian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur tafsir, buku ulumul Qur’an, jurnal ilmiah, serta referensi sains modern yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa banyak ayat Al-Qur’an yang mengandung isyarat ilmiah terkait penciptaan manusia, perluasan alam semesta, serta fenomena alam lainnya yang sejalan dengan temuan sains modern. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai sumber inspirasi ilmiah yang mendorong manusia untuk berpikir kritis dan melakukan penelitian. Integrasi antara wahyu dan sains memiliki peran penting dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang seimbang antara rasionalitas dan spiritualitas. Dengan pendekatan integratif tersebut, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan keimanan yang kokoh. Kajian ini menegaskan bahwa kemajuan sains bukanlah ancaman bagi agama, melainkan sarana untuk semakin menguatkan keyakinan terhadap kebesaran Allah SWT serta kebenaran wahyu-Nya.