Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Digital Dalam Perbankan Syariah: Analisis Implementasi Fintech Berbasis Prinsip Syariah Di Era Society 5.0 Abdurrozak abdurrozak; Hilalludin Hilalludin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi digital dalam perbankan syariah serta implementasi financial technology (fintech) berbasis prinsip syariah di era Society 5.0. Perkembangan teknologi digital mendorong perbankan syariah untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih efektif, efisien, dan mudah diakses masyarakat tanpa meninggalkan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, regulasi, serta berbagai sumber literatur yang relevan dengan transformasi digital dan fintech syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi fintech syariah melalui mobile banking syariah, peer to peer lending syariah, crowdfunding syariah, dan digital payment syariah memiliki peran penting dalam meningkatkan inklusi keuangan dan mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. Selain memberikan kemudahan layanan keuangan, fintech syariah juga berkontribusi dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital berbasis syariah. Namun, pengembangan fintech syariah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital, keamanan data, regulasi, dan persaingan industri keuangan digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan inovasi teknologi, edukasi masyarakat, dan pengawasan kepatuhan syariah agar transformasi digital dalam perbankan syariah dapat berjalan secara optimal di era Society 5.0.
Green Islamic Finance: Strategi Perbankan Syariah dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau Gigih Hadi Nugroho Said; Hilalludin Hilalludin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis lingkungan global mendorong lahirnya kebutuhan terhadap sistem keuangan yang tidak hanya berorientasi pada profitabilitas, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Green Islamic Finance muncul sebagai pendekatan yang mengintegrasikan prinsip keuangan syariah dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi strategis perbankan syariah dalam mendukung ekonomi hijau, strategi implementasi Green Islamic Finance, peluang Indonesia sebagai pusat pengembangannya, serta tantangan yang dihadapi industri perbankan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis deskriptif terhadap berbagai literatur, regulasi, dan hasil penelitian terbaru terkait keuangan syariah dan keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah memiliki kesesuaian struktural dengan prinsip green finance karena berbasis sektor riil, pembagian risiko, dan nilai etika yang mendukung keberlanjutan. Implementasi Green Islamic Finance memerlukan restrukturisasi portofolio pembiayaan, inovasi produk hijau, serta penguatan operasional berbasis ESG. Indonesia juga memiliki peluang besar untuk menjadi pusat Green Islamic Finance karena didukung oleh pasar syariah yang luas, kebutuhan investasi hijau yang tinggi, serta dukungan regulasi yang semakin berkembang. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas industri, kesiapan sumber daya manusia, dan rendahnya literasi pasar terhadap pembiayaan berkelanjutan. Dengan demikian, Green Islamic Finance berpotensi menjadi model integratif dalam mendukung pembangunan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Pendekatan Eksistensialisme Martin Heidegger Dalam Pengembangan Teori Dan Praktik Keilmuan Pendidikan Hilalludin Hilalludin
Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol. 2 No. 01 (2026): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan eksistensialisme Martin Heidegger dalam pengembangan teori dan praktik keilmuan pendidikan. Eksistensialisme Heidegger menempatkan manusia sebagai makhluk yang sadar akan keberadaannya (Dasein) dan memiliki tanggung jawab dalam memaknai hidupnya. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini menekankan bahwa peserta didik bukan sekadar objek pembelajaran, tetapi subjek aktif yang mengalami proses pencarian makna diri melalui pengalaman belajar. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis karya-karya Heidegger, literatur filsafat pendidikan, serta jurnal ilmiah yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi dan interpretasi filosofis untuk menemukan relevansi konsep eksistensialisme terhadap pengembangan pendidikan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan eksistensialisme mampu memberikan arah baru dalam pendidikan yang lebih humanis, reflektif, dan kontekstual. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kesadaran diri, tanggung jawab moral, dan keotentikan individu. Dalam era digital yang ditandai dengan krisis identitas dan disorientasi nilai, pendekatan ini menjadi penting untuk mengembalikan fungsi pendidikan sebagai proses pemanusiaan manusia. Dengan demikian, pemikiran Heidegger dapat menjadi landasan filosofis dalam membangun sistem pendidikan yang lebih bermakna dan berorientasi pada pengembangan manusia secara utuh.
Mukjizat Al-Qur’an Dan Kebenaran Sains Hilalludin Hilalludin
Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol. 2 No. 01 (2026): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara mukjizat ilmiah dalam Al-Qur'an dengan kebenaran sains modern sebagai upaya memperkuat paradigma integrasi antara wahyu dan ilmu pengetahuan. Kajian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur tafsir, buku ulumul Qur’an, jurnal ilmiah, serta referensi sains modern yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa banyak ayat Al-Qur’an yang mengandung isyarat ilmiah terkait penciptaan manusia, perluasan alam semesta, serta fenomena alam lainnya yang sejalan dengan temuan sains modern. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai sumber inspirasi ilmiah yang mendorong manusia untuk berpikir kritis dan melakukan penelitian. Integrasi antara wahyu dan sains memiliki peran penting dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang seimbang antara rasionalitas dan spiritualitas. Dengan pendekatan integratif tersebut, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan keimanan yang kokoh. Kajian ini menegaskan bahwa kemajuan sains bukanlah ancaman bagi agama, melainkan sarana untuk semakin menguatkan keyakinan terhadap kebesaran Allah SWT serta kebenaran wahyu-Nya.
Analisis Kebijakan Kurikulum Nasional dalam Kerangka Ideologi dan Tujuan Pendidikan Nasional Hilalludin Hilalludin; Laelatul Badriah
Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol. 2 No. 01 (2026): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Self Regulated Learning (SRL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta implikasinya terhadap peningkatan kemandirian belajar peserta didik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengelola proses belajar secara mandiri, seperti kurangnya perencanaan belajar, lemahnya kontrol diri selama pembelajaran, serta rendahnya kemampuan refleksi terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (Systematic Literature Review). Data dikumpulkan melalui penelusuran berbagai sumber literatur ilmiah seperti jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen penelitian yang relevan dengan konsep SRL dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SRL dalam pembelajaran PAI dapat meningkatkan kesadaran belajar, tanggung jawab akademik, serta kemampuan pengendalian diri peserta didik. Selain itu, integrasi strategi SRL seperti perencanaan belajar, monitoring proses belajar, dan evaluasi diri terbukti mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI secara berkelanjutan. Penelitian ini juga menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator dalam membimbing peserta didik mengembangkan kemampuan regulasi diri. Dengan demikian, implementasi SRL menjadi salah satu pendekatan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI yang adaptif terhadap tantangan pendidikan modern.
Membangun Jiwa Tangguh Dan Hati Sabar: Integrasi Konsep Hardiness Dan Sabar Dalam Pembentukan Karakter Islami Hilalludin Hilalludin; Kana Safrina Rouzi
Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol. 2 No. 01 (2026): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsep hardiness (ketahanan mental) dalam psikologi modern dan konsep sabar dalam perspektif Islam serta relevansinya dalam pendidikan Islam. Hardiness dipahami sebagai karakteristik kepribadian yang terdiri atas tiga komponen utama, yaitu commitment (komitmen), control (kendali diri), dan challenge (tantangan), yang berperan dalam membantu individu menghadapi tekanan dan perubahan hidup secara adaptif. Sementara itu, sabar dalam Islam merupakan kekuatan spiritual yang menekankan keteguhan hati, pengendalian diri, dan keyakinan kepada Allah Swt. dalam menghadapi ujian kehidupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) melalui analisis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat titik temu yang signifikan antara hardiness dan sabar, khususnya dalam aspek pengendalian diri, keteguhan menghadapi kesulitan, serta orientasi makna dalam menghadapi ujian. Integrasi keduanya dalam pendidikan Islam dapat membentuk karakter peserta didik yang tangguh secara mental, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual. Dengan demikian, sinergi antara hardiness dan sabar menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang resilien, berakhlak, dan berorientasi pada nilai-nilai ilahiah di tengah tantangan kehidupan modern.
Internalisasi Nilai Akhlak Dalam Pendidikan Agama Islam Berwawasan Multikultural Di SDN Butuh 02 Semarang Hilalludin Hilalludin
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Ar-Ruhul Ilmi : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai akhlak dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan multikultural di SDN Butuh 02. Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, toleran, dan mampu menghargai keberagaman di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses internalisasi nilai akhlak dalam pembelajaran PAI yang berbasis multikultural. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai akhlak dilakukan melalui integrasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran, keteladanan guru, pembiasaan budaya sekolah, serta kegiatan keagamaan yang mendukung pembentukan karakter peserta didik. Implementasi tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan sikap toleransi, kerja sama, kepedulian sosial, dan sikap saling menghormati antar peserta didik. Selain itu, pendekatan multikultural dalam Pendidikan Agama Islam mampu menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan kondusif bagi pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia.
Pemikiran Pendidikan Islam Pada Masa Khulafā’ Arāsyidīn:Analisis Historis Dan Relevansinya Dalam PendidikanModern Nuryadin Nuryadin; Hilalludin Hilalludin
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji pemikiran pendidikan Islam pada masa Khulafā’ al-Rāsyidīn sebagai upaya rekonstruksi nilai-nilai dasar pendidikan Islam yang kontekstual dengan tantangan modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi integrasi nilai Islam dalam sistem pendidikan kontemporer yang kerap terjebak pada formalisme tanpa pembentukan karakter. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif historis dan studi pustaka, artikel ini menelaah sumber-sumber klasik dan literatur akademik mutakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing khalifah memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk sistem pendidikan Islam yang sistematis dan bernilai: Abu Bakar fokus pada keteguhan aqidah; Umar bin Khattab pada kelembagaan dan kurikulum; Utsman bin Affan pada kodifikasi Al-Qur’an; dan Ali bin Abi Thalib pada penguatan etika berpikir dan pendidikan kritis. Pemikiran pendidikan pada masa ini tidak hanya bernilai historis, tetapi juga filosofis dan aplikatif, relevan untuk menjawab krisis moral, degradasi nilai, dan keterasingan spiritual dalam pendidikan saat ini. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran pendidikan masa Khulafā’ al-Rāsyidīn menawarkan model pendidikan Islam yang holistik dan integral, sekaligus responsif terhadap realitas global. Artikel ini memberikan kontribusi konseptual bagi reformulasi kurikulum pendidikan Islam yang berbasis nilai dan orientasi karakter dalam bingkai transformatif.
Syura sebagai Model Pendidikan Kepemimpinan Islam:Membangun Komunikasi Efektif dalam Pengambilan KeputusanKolektif Hilalludin Hilalludin; Ririn Dwi Wiresti; Erna Dwi Maryani; Siti Maslahatul Khaer
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syura merupakan konsep fundamental dalam Islam yang tidak hanya relevan dalam konteks politik dan pemerintahan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pendidikan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai syura sebagai model pendidikan karakter kepemimpinan Islam yang berorientasi pada komunikasi efektif dan pengambilan keputusan kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, menganalisis teks-teks Al-Qur’an, hadis, literatur klasik seperti al-Aḥkām al-Sulṭāniyyah dan Siyāsah Syar’iyyah, serta kajian-kajian kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa syura mengandung prinsip komunikasi partisipatif, tanggung jawab kolektif, dan pembentukan karakter kepemimpinan yang etis dan empatik. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk diintegrasikan dalam sistem pendidikan Islam melalui forum diskusi, musyawarah siswa, dan praktik kepemimpinan kolaboratif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa syura dapat dijadikan sebagai model pendidikan kepemimpinan Islam yang mampu membentuk generasi pemimpin yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kuat dalam moral, sosial, dan spiritualitas. Syura layak dihidupkan kembali dalam pendidikan.
Perbedaan Pesantren Tradisional Dan Pesantren Modern Di Indonesia Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah berperan penting dalam pembentukan karakter, transmisi ilmu agama, dan pembinaan moral umat. Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan global, muncul dua model utama pesantren, yaitu pesantren tradisional (salafiyah) dan pesantren modern (khalafiyah), yang masing-masing memiliki pendekatan, sistem, dan orientasi berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan perbedaan mendasar antara keduanya dari segi kurikulum, metode pembelajaran, struktur kelembagaan, orientasi lulusan, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data dikumpulkan melalui telaah literatur dari buku akademik, artikel jurnal, dokumen pesantren, dan karya ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tradisional menekankan pembelajaran kitab kuning, metode sorogan-bandongan, kepemimpinan kiai yang karismatik, serta orientasi pencetakan ulama dan penguatan spiritualitas santri. Sementara itu, pesantren modern menggabungkan pelajaran agama dan umum, menggunakan metode klasikal-formal, menerapkan sistem manajemen profesional, serta menyiapkan santri untuk menghadapi dunia kerja dan pendidikan tinggi. Meskipun berbeda secara struktural dan pedagogis, kedua model pesantren memiliki kontribusi signifikan dalam pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi nilai-nilai tradisional dengan sistem modern dapat menjadi model pendidikan pesantren yang relevan dan berkelanjutan di era kontemporer.