Claim Missing Document
Check
Articles

Membangun Jiwa Tangguh Dan Hati Sabar: Integrasi Konsep Hardiness Dan Sabar Dalam Pembentukan Karakter Islami Hilalludin Hilalludin; Kana Safrina Rouzi
Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol. 2 No. 01 (2026): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsep hardiness (ketahanan mental) dalam psikologi modern dan konsep sabar dalam perspektif Islam serta relevansinya dalam pendidikan Islam. Hardiness dipahami sebagai karakteristik kepribadian yang terdiri atas tiga komponen utama, yaitu commitment (komitmen), control (kendali diri), dan challenge (tantangan), yang berperan dalam membantu individu menghadapi tekanan dan perubahan hidup secara adaptif. Sementara itu, sabar dalam Islam merupakan kekuatan spiritual yang menekankan keteguhan hati, pengendalian diri, dan keyakinan kepada Allah Swt. dalam menghadapi ujian kehidupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) melalui analisis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat titik temu yang signifikan antara hardiness dan sabar, khususnya dalam aspek pengendalian diri, keteguhan menghadapi kesulitan, serta orientasi makna dalam menghadapi ujian. Integrasi keduanya dalam pendidikan Islam dapat membentuk karakter peserta didik yang tangguh secara mental, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual. Dengan demikian, sinergi antara hardiness dan sabar menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang resilien, berakhlak, dan berorientasi pada nilai-nilai ilahiah di tengah tantangan kehidupan modern.
Internalisasi Nilai Akhlak Dalam Pendidikan Agama Islam Berwawasan Multikultural Di SDN Butuh 02 Semarang Hilalludin Hilalludin
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Ar-Ruhul Ilmi : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai akhlak dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan multikultural di SDN Butuh 02. Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, toleran, dan mampu menghargai keberagaman di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses internalisasi nilai akhlak dalam pembelajaran PAI yang berbasis multikultural. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai akhlak dilakukan melalui integrasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran, keteladanan guru, pembiasaan budaya sekolah, serta kegiatan keagamaan yang mendukung pembentukan karakter peserta didik. Implementasi tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan sikap toleransi, kerja sama, kepedulian sosial, dan sikap saling menghormati antar peserta didik. Selain itu, pendekatan multikultural dalam Pendidikan Agama Islam mampu menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan kondusif bagi pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia.
Pemikiran Pendidikan Islam Pada Masa Khulafā’ Arāsyidīn:Analisis Historis Dan Relevansinya Dalam PendidikanModern Nuryadin Nuryadin; Hilalludin Hilalludin
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji pemikiran pendidikan Islam pada masa Khulafā’ al-Rāsyidīn sebagai upaya rekonstruksi nilai-nilai dasar pendidikan Islam yang kontekstual dengan tantangan modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi integrasi nilai Islam dalam sistem pendidikan kontemporer yang kerap terjebak pada formalisme tanpa pembentukan karakter. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif historis dan studi pustaka, artikel ini menelaah sumber-sumber klasik dan literatur akademik mutakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing khalifah memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk sistem pendidikan Islam yang sistematis dan bernilai: Abu Bakar fokus pada keteguhan aqidah; Umar bin Khattab pada kelembagaan dan kurikulum; Utsman bin Affan pada kodifikasi Al-Qur’an; dan Ali bin Abi Thalib pada penguatan etika berpikir dan pendidikan kritis. Pemikiran pendidikan pada masa ini tidak hanya bernilai historis, tetapi juga filosofis dan aplikatif, relevan untuk menjawab krisis moral, degradasi nilai, dan keterasingan spiritual dalam pendidikan saat ini. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran pendidikan masa Khulafā’ al-Rāsyidīn menawarkan model pendidikan Islam yang holistik dan integral, sekaligus responsif terhadap realitas global. Artikel ini memberikan kontribusi konseptual bagi reformulasi kurikulum pendidikan Islam yang berbasis nilai dan orientasi karakter dalam bingkai transformatif.
Syura sebagai Model Pendidikan Kepemimpinan Islam:Membangun Komunikasi Efektif dalam Pengambilan KeputusanKolektif Hilalludin Hilalludin; Ririn Dwi Wiresti; Erna Dwi Maryani; Siti Maslahatul Khaer
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syura merupakan konsep fundamental dalam Islam yang tidak hanya relevan dalam konteks politik dan pemerintahan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pendidikan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai syura sebagai model pendidikan karakter kepemimpinan Islam yang berorientasi pada komunikasi efektif dan pengambilan keputusan kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, menganalisis teks-teks Al-Qur’an, hadis, literatur klasik seperti al-Aḥkām al-Sulṭāniyyah dan Siyāsah Syar’iyyah, serta kajian-kajian kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa syura mengandung prinsip komunikasi partisipatif, tanggung jawab kolektif, dan pembentukan karakter kepemimpinan yang etis dan empatik. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk diintegrasikan dalam sistem pendidikan Islam melalui forum diskusi, musyawarah siswa, dan praktik kepemimpinan kolaboratif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa syura dapat dijadikan sebagai model pendidikan kepemimpinan Islam yang mampu membentuk generasi pemimpin yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kuat dalam moral, sosial, dan spiritualitas. Syura layak dihidupkan kembali dalam pendidikan.
Perbedaan Pesantren Tradisional Dan Pesantren Modern Di Indonesia Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah berperan penting dalam pembentukan karakter, transmisi ilmu agama, dan pembinaan moral umat. Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan global, muncul dua model utama pesantren, yaitu pesantren tradisional (salafiyah) dan pesantren modern (khalafiyah), yang masing-masing memiliki pendekatan, sistem, dan orientasi berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan perbedaan mendasar antara keduanya dari segi kurikulum, metode pembelajaran, struktur kelembagaan, orientasi lulusan, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data dikumpulkan melalui telaah literatur dari buku akademik, artikel jurnal, dokumen pesantren, dan karya ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tradisional menekankan pembelajaran kitab kuning, metode sorogan-bandongan, kepemimpinan kiai yang karismatik, serta orientasi pencetakan ulama dan penguatan spiritualitas santri. Sementara itu, pesantren modern menggabungkan pelajaran agama dan umum, menggunakan metode klasikal-formal, menerapkan sistem manajemen profesional, serta menyiapkan santri untuk menghadapi dunia kerja dan pendidikan tinggi. Meskipun berbeda secara struktural dan pedagogis, kedua model pesantren memiliki kontribusi signifikan dalam pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi nilai-nilai tradisional dengan sistem modern dapat menjadi model pendidikan pesantren yang relevan dan berkelanjutan di era kontemporer.
Kontribusi Psikologi Perkembangan dalam Strategi Pembelajaran di Sekolah Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin; kharisman Etika Halza
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percepatan perubahan zaman yang ditandai oleh digitalisasi, globalisasi, dan kompleksitas sosial telah mengubah wajah pendidikan secara fundamental. Tantangan masa kini menuntut sistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga mampu mengembangkan karakter, kecerdasan emosional, serta kapasitas berpikir kritis peserta didik. Dalam konteks ini, psikologi perkembangan hadir sebagai ilmu yang sangat relevan untuk menjawab kebutuhan pendidikan modern. Melalui pemahaman tentang tahapan-tahapan perkembangan manusia secara fisik, kognitif, sosial, emosional, dan moral, strategi pembelajaran dapat dirancang secara lebih adaptif dan manusiawi. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, mengkaji berbagai sumber literatur ilmiah seperti buku dan jurnal akademik lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan prinsip psikologi perkembangan dalam pembelajaran dapat membantu guru memahami karakteristik peserta didik di setiap fase usia, menyesuaikan pendekatan pembelajaran secara tepat, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih empatik dan efektif. Strategi seperti penggunaan media konkret untuk anak usia operasional konkret atau stimulasi pemikiran abstrak bagi remaja tahap operasional formal adalah contoh konkret aplikasinya. Namun, tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan pelatihan guru dan kurangnya integrasi kurikulum berbasis perkembangan. Oleh karena itu, pemanfaatan psikologi perkembangan dalam strategi pembelajaran menjadi krusial untuk menciptakan pendidikan yang relevan, transformatif, dan berpusat pada peserta didik sebagai manusia yang sedang tumbuh.
The Role of Educational Psychology in Enhancing the Qualityof the Teaching and Learning Process Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Shada Al-Nomani; Muzanni Muzanni
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The quality of learning in Indonesia continues to face various challenges, including the diversity of student characteristics, learning motivation, and the effectiveness of teaching strategies. Educational psychology plays a crucial role in understanding and responding to these complexities by providing a scientific foundation for teachers in managing the learning process. This literature research aims to analyze the role of educational psychology in improving the quality of teaching and learning processes. Using a qualitative approach, data were collected from various academic sources such as books, journal articles, and previous studies. The results of the study reveal that educational psychology helps teachers in six key areas: understanding individual differences, enhancing learning motivation, designing effective learning strategies, improving teacher-student interaction, managing classrooms more constructively, and applying more objective and reflective learning evaluations. These findings indicate that educational psychology not only enhances the effectiveness of learning but also encourages the creation of an inclusive and student-centered learning environment. This study contributes conceptually to educators and institutions to strengthen their pedagogical foundation through psychological understanding that is humanistic and responsive to student needs.
Prinsip-Prinsip Al-Qur'an sebagai Landasan Etika dalam Pengembangan Artificial Intelligence di Era Digital Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol. 2 No. 02 (2026): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) memberikan banyak manfaat, tetapi juga menimbulkan Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah memberikan manfaat dalam berbagai bidang, tetapi juga menimbulkan tantangan etika, seperti bias algoritma, penyalahgunaan data, dan penyebaran informasi yang tidak benar. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan nilai-nilai Al-Qur'an dengan etika AI serta menjelaskan relevansinya terhadap pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library research). Data penelitian terdiri atas ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, amanah, keadilan, tanggung jawab, dan tabayyun, serta 20 artikel ilmiah bereputasi yang diterbitkan pada tahun 2022–2026. Data dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) melalui reduksi data, pengelompokan tema, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur'an memiliki keterkaitan dengan prinsip etika AI modern, seperti fairness, accountability, transparency, dan human oversight. Nilai ilmu menjadi dasar pengembangan teknologi, sedangkan amanah, keadilan, tanggung jawab, dan tabayyun menjadi pedoman dalam penggunaan AI secara etis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai Al-Qur'an dapat menjadi landasan konseptual dalam mendukung pengembangan dan pemanfaatan AI yang bertanggung jawab, berkeadilan, dan memberikan kemaslahatan bagi manusia.
Dinamika Hukum Islam dan Perubahan Sosial: Studi terhadap Tantangan Peradaban Abad ke-21 Hilalludin Hilalludin
Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol. 2 No. 02 (2026): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan sosial yang berlangsung secara cepat pada abad ke-21 telah menghadirkan berbagai tantangan baru bagi hukum Islam, terutama dalam merespons perkembangan teknologi digital, globalisasi, transformasi ekonomi, dan perubahan pola kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hukum Islam dalam menghadapi perubahan sosial serta merumuskan model hukum Islam progresif berbasis maqashid syariah sebagai upaya menjawab tantangan peradaban modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap literatur yang relevan, meliputi buku, artikel ilmiah, dan berbagai sumber akademik yang membahas hukum Islam, perubahan sosial, dan maqashid syariah. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan analisis deskriptif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam memiliki karakter dinamis yang memungkinkan terjadinya adaptasi terhadap perkembangan zaman melalui instrumen ijtihad, qiyas, maslahah mursalah, istihsan, dan maqashid syariah. Penelitian ini menawarkan model Hukum Islam Progresif Berbasis Maqashid Syariah yang dibangun atas prinsip responsif, adaptif, humanis, etis, dan berorientasi pada pembangunan peradaban. Model tersebut menempatkan hukum Islam tidak hanya sebagai instrumen normatif, tetapi juga sebagai sarana transformasi sosial yang mampu mengarahkan perkembangan masyarakat menuju kemaslahatan, keadilan, dan keberlanjutan peradaban di era modern.
The Sistem dan Motode Pengasuhan Pondok Pesantren dalam Pendidikan Islam: Sistem dan Motode Pengasuhan Pondok Pesantren dalam Pendidikan Islam Hilalludin Nasrin
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Januari 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i1.401

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri melalui pendidikan agama Islam yang mendalam. Sistem pengasuhan di pondok pesantren mencakup tiga pola utama: otoriter, permisif, dan demokratis. Pengasuhan otoriter menekankan disiplin ketat dan otoritas penuh dari pengasuh, sementara pola permisif memberikan kebebasan lebih kepada santri, dan pola demokratis menciptakan keseimbangan antara otoritas dan kebebasan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur yang relevan. Konsep pengasuhan pondok pesantren melibatkan pelatihan, pembiasaan, dan penyadaran untuk membentuk kepribadian santri yang religius dan berakhlak mulia. Prinsip-prinsip pengasuhan di pondok pesantren meliputi teladan, kasih sayang, kedisiplinan, pembinaan mental dan spiritual, pengembangan potensi, kemandirian, kebersamaan, ketaatan kepada orang tua dan guru, pengabdian kepada masyarakat, dan cinta tanah air. Model pengasuhan di pondok pesantren bervariasi dari otoriter, demokratis, hingga permisif, masing-masing dengan karakteristik dan dampaknya terhadap perkembangan santri. Faktor pendukung pengasuhan di pondok pesantren meliputi minat dan kepercayaan orang tua, aturan yang ketat, kurikulum berkarakter, dan semangat pengasuh dalam mendidik. Sebaliknya, faktor penghambat termasuk paksaan orang tua dan campur tangan terhadap aturan pesantren. Upaya mengatasi hambatan ini melibatkan pemahaman orang tua, sosialisasi aturan, peningkatan SDM pengasuh, dan kerjasama antar pengasuh. Prinsip pengasuhan Islami menekankan nilai-nilai keagamaan, sedangkan prinsip pengasuhan nasional berfokus pada pengkondisian lingkungan yang aman, nyaman, dan melibatkan anak.