Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kritis Terhadap Implementasi Kebijakan Pai Di Era Digital Hilalludin Hilalludin
An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education Vol. 2 No. 03 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan yang signifikan terhadap penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam (PAI), baik dalam aspek kebijakan, proses pembelajaran, maupun penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan PAI di era digital, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta mengkaji peluang pemanfaatan teknologi digital dalam memperkuat nilai-nilai keislaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelusuran berbagai literatur ilmiah berupa artikel jurnal, buku, dokumen kebijakan, dan publikasi akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan PAI di era digital masih menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya literasi digital pendidik, kesenjangan infrastruktur teknologi, maraknya penyebaran konten digital yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam, serta belum optimalnya integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI. Di sisi lain, transformasi digital juga menghadirkan peluang besar melalui pengembangan media pembelajaran interaktif, penguatan literasi digital Islami, perluasan dakwah digital, serta pemanfaatan platform pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai keislaman agar transformasi digital mampu menghasilkan generasi yang unggul secara intelektual, berkarakter, serta memiliki literasi digital yang bertanggung jawab.
QUR’ANIC LITERACY COMPETENCE OF ELEMENTARY TEACHERS: THE ROLE OF RELIGIOUS HABITUS AND SOCIAL CAPITAL Akhsanul Fuadi; Aida Hayani; Ahmad Salim; Hilalludin Hilalludin; Shada Al-Nomani
EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2026): IN PRESS
Publisher : Nurul Jadid University, Paiton Probolinggo, East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/edureligia.v10i2.14886

Abstract

This study aims to analyze the role of religious habitus and social capital in shaping Qur’anic literacy competence among Islamic Religious Education (PAI) teachers at the elementary school level in the Special Region of Yogyakarta. A qualitative multiple case study design was employed to capture in-depth and contextualized insights from several selected schools. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis involving PAI teachers, school leaders, and supporting informants. Data analysis followed an interactive model, including data reduction, data display, and verification, with interpretation guided by a sociological framework. The findings reveal that Qur’anic literacy competence is not merely a technical skill but a socially constructed capacity shaped by the interaction between internalized religious dispositions and external relational networks. Teachers with strong religious habitus demonstrate higher fluency, confidence, and interpretative teaching practices, while social capital enhances competence through continuous learning and collaborative engagement. Variations in competence are closely linked to differences in formative experiences and access to supportive networks. The study contributes theoretically by integrating sociological perspectives into Islamic education, particularly in understanding teacher competence as a dynamic and relational process. Practical implications highlight the importance of strengthening religious habitus and expanding social capital through institutional support and professional learning communities. These findings suggest that sustainable improvement in Qur’anic literacy competence requires a holistic approach that aligns individual, social, and institutional dimensions.
Peran Maqashid Syariah dalam Pengembangan Produk Perbankan Islam yang Berkelanjutan Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 03 (2025): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan produk perbankan Islam yang berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika ekonomi global, krisis lingkungan, dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keuangan yang beretika. Dalam konteks ini, Maqashid Syariah lima tujuan utama hukum Islam: menjaga agama (Hifz al-Din), jiwa (Hifz al-Nafs), akal (Hifz al-‘Aql), keturunan (Hifz al-Nasl), dan harta (Hifz al-Mal) menawarkan kerangka normatif yang kuat untuk mendesain produk keuangan yang tidak hanya halal secara hukum, tetapi juga bermanfaat secara sosial dan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis Maqashid Syariah dalam mendukung pengembangan produk perbankan Islam yang berorientasi pada keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur dari berbagai sumber ilmiah dan dokumen institusional terkini.Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Maqashid Syariah dalam produk perbankan dapat mendorong munculnya inovasi keuangan seperti pembiayaan kebutuhan dasar, investasi halal berbasis ESG, dan produk takaful yang berorientasi pada perlindungan sosial. Selain itu, nilai-nilai maqashid memiliki relevansi yang tinggi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), menjadikannya sebagai pilar etis sekaligus strategis dalam transformasi industri keuangan syariah. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa perbankan Islam perlu memperkuat integrasi Maqashid Syariah tidak hanya dalam aspek kepatuhan, tetapi juga dalam kerangka keberlanjutan yang holistik melalui regulasi, edukasi, dan inovasi produk yang berbasis kemaslahatan
Inovasi Digital Pada Perbankan Syariah: Peluang DanTantangan Dalam Era Ekonomi 4.0 Rizki Sanjaya; Alma Lia Dewi; Hilalludin Hilalludin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 03 (2025): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam era Ekonomi 4.0 telah menghadirkan perubahan signifikan dalam sektor keuangan, termasuk perbankan syariah yang dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan mendesak perbankan syariah untuk meningkatkan efisiensi layanan, memperluas inklusi keuangan, serta menjaga daya saing dengan bank konvensional melalui inovasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk inovasi digital yang diterapkan dalam perbankan syariah, mengidentifikasi peluang yang muncul, serta menganalisis tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap praktisi perbankan syariah, nasabah pengguna layanan digital, dan pakar teknologi finansial, serta analisis dokumen dari laporan tahunan dan publikasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah telah mengadopsi berbagai inovasi seperti mobile banking, internet banking, integrasi dengan fintech, serta pemanfaatan artificial intelligence dan blockchain. Temuan utama mengindikasikan bahwa inovasitersebut mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepercayaan nasabah, sertamemperluas jangkauan layanan hingga ke masyarakat yang belum terakses perbankan. Namun, tantangan yang muncul mencakup isu keamanan data, literasi digital masyarakat, serta kebutuhanregulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa inovasi digital menjadi katalis utama dalam memperkuat keberlanjutan perbankan syariah, namun keberhasilannya sangat bergantung pada strategi adaptasi, regulasi yang tepat, dan peningkatan literasi keuangan syariah.
Analisis Efektivitas Pembiayaan Murabahah Terhadap Pemberdayaan Umkm Di Indonesia Gigih Hadi Nugroho Said; Hilalludin Hilalludin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 03 (2025): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia yang menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja. Namun demikian, UMKM masih menghadapi keterbatasan akses permodalan. Perbankan syariah hadir sebagai alternatif melalui pembiayaan murabahah yang mendominasi portofolio pembiayaan syariah, karena menawarkan transparansi harga, kepastian biaya, dan risiko yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas murabahah terhadap pemberdayaan UMKM di Indonesia dengan meninjau aspek finansial maupun non-finansial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-asosiatif dengan data sekunder periode 2020–2025 dari OJK, Bank Indonesia, BPS, serta publikasi ilmiah terkait. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda serta uji t dan uji F untuk melihat pengaruh parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murabahah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan, omzet, dan kapasitas produksi UMKM. Selain itu, murabahah berimplikasi pada peningkatan literasi keuangan, kepercayaan diri, dan jejaring pasar, meskipun masih lebih banyak dialokasikan pada pembiayaan perdagangan jangka pendek. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa murabahah tidak hanya berfungsi sebagai produk pembiayaan dominan, tetapi juga berpotensi menjadi instrumen strategis pemberdayaan UMKM apabila dipadukan dengan strategi integratif berupa pendampingan usaha, peningkatan literasi keuangan, dan fasilitasi akses pasar, sehingga selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah.
Pengaruh Literasi Keuangan Syariah terhadap Keputusan Menabung di Bank Syariah Nuryadin Nuryadin; Hilalludin Hilalludin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 03 (2025): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri keuangan syariah dalam dua dekade terakhir menunjukkan dinamika yang signifikan baik di tingkat global maupun nasional. Lembaga keuangan syariah tidak hanya hadir sebagai alternatif sistem keuangan konvensional, tetapi juga sebagai representasi dari paradigma ekonomi Islam yang berorientasi pada keadilan, keberlanjutan, serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat luas sesuai dengan maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh literasi keuangan syariah terhadap keputusan menabung di bank syariah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, melalui pengumpulan data primer dengan kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menabung di bank syariah, dengan kontribusi sebesar 48,2% dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,56. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap prinsip-prinsip syariah seperti larangan riba, akad mudharabah, serta prinsip keadilan menjadi determinan utama dalam perilaku menabung. Dibandingkan dengan penelitian terdahulu, hasil penelitian ini memperluas literatur dengan menegaskan bahwa literasi syariah lebih dominan daripada religiositas dalam memengaruhi keputusan finansial. Penelitian ini berkontribusi baik secara akademik, dengan memperkaya diskursus literasi keuangan Islam, maupun secara praktis, dengan memberikan rekomendasi strategi literasi keuangan syariah yang inklusif bagi perbankan syariah dan regulator.
Implementasi Green Finance dalam Perbankan Syariah:Perspektif Ekonomi Islam Dedi Sugari; Hilalludin Hilalludin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 03 (2025): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi green finance dalam perbankan syariah dari perspektif ekonomi Islam dengan latar belakang meningkatnya kesadaran global terhadap pembangunan berkelanjutan serta tuntutan agar sektor keuangan berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis kebijakan, instrumen, dampak, tantangan, dan prospek green finance di lembaga keuangan syariah. Data diperoleh melalui studi dokumentasi berupa regulasi, laporan tahunan, dan publikasi ilmiah, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan berulang dengan menjaga validitas melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah telah menerapkan kebijakan ramah lingkungan melalui digitalisasi layanan, efisiensi energi, serta program tanggung jawab sosial. Selain itu, instrumen seperti green sukuk, zakat produktif, wakaf lingkungan, dan qard hasan turut berkontribusi dalam mendukung agenda keberlanjutan. Dampak implementasi green finance terlihat pada meningkatnya reputasi dan loyalitas nasabah, sekaligus membuka peluang akses pendanaan global. Meski demikian, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan regulasi, rendahnya literasi masyarakat, tingginya biaya awal, serta terbatasnya proyek hijau yang layak dibiayai. Secara keseluruhan, green finance dalam perspektif ekonomi Islam tidak hanya dipandang sebagai strategi bisnis modern, tetapi juga sebagai manifestasi maqāṣid al-sharīʿah yang menekankan keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan. Dengan demikian, green finance memberi prospek besar bagi perbankan syariah untuk menjadi pionir keuangan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Parenting systems and models in islamic boarding schools within the framework of islamic education Hilalludin Nasrin; Haris Januardi; Shamsul Aiman Mua'mar bin Shamsul Bahrin
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 4 No. 1 Januari 2025: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v4i1.402

Abstract

Islamic boarding schools (pondok pesantren) are traditional educational institutions that play a significant role in shaping the character of students through in-depth Islamic education. The childcare system in pondok pesantren encompasses three main patterns: authoritarian, permissive, and democratic. Authoritarian childcare emphasizes strict discipline and full authority of caregivers, while permissive patterns grant more freedom to students, and democratic patterns strike a balance between authority and freedom. This research employs a literature review method to gather data from various relevant literary sources. The concept of childcare in pondok pesantren involves training, habituation, and awareness to cultivate students' religious personality and noble character. The principles of childcare in pondok pesantren include exemplary behavior, affection, discipline, mental and spiritual guidance, potential development, self-reliance, togetherness, obedience to parents and teachers, community service, and love for the homeland. Childcare models in pondok pesantren vary from authoritarian, democratic, to permissive, each with its own characteristics and impact on student development. Supporting factors for childcare in pondok pesantren include parental interest and trust, strict rules, character-based curriculum, and caregivers' enthusiasm in educating. Conversely, inhibiting factors include parental coercion and interference with pesantren rules. Efforts to overcome these obstacles involve parental understanding, rule socialization, caregiver capacity building, and cooperation among caregivers. Islamic childcare principles emphasize religious values, while national childcare principles focus on conditioning a safe, comfortable, and engaging environment for children.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP PERKEMBANGAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA PADA GENERASI ALFA Rozak Bakrin; Hilalludin Hilalludin
BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin, April 2025
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begibung.v3i2.152

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital membawa transformasi besar dalam cara berkomunikasi, terutama di kalangan Generasi Alfa yang tumbuh bersamaan dengan kemajuan media sosial. Salah satu platform yang paling berpengaruh adalah TikTok, yang tidak hanya menjadi sarana hiburan tetapi juga ruang produktif bagi dinamika kebahasaan. Fenomena munculnya kosakata baru, pergeseran makna, dan penyebaran istilah populer di TikTok menunjukkan bahwa media sosial turut membentuk pola tutur dan penguasaan kosakata anak-anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media sosial TikTok terhadap perkembangan kosakata bahasa Indonesia pada Generasi Alfa. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui telaah literatur dari jurnal, buku, artikel ilmiah, dan konten TikTok yang relevan. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola linguistik, bentuk kosakata baru, serta proses penyebarannya di kalangan pengguna muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok berperan sebagai wadah yang mempercepat adopsi kosakata baru melalui mekanisme viralitas dan penggunaan bahasa yang adaptif terhadap tren visual dan audio. Kosakata yang muncul cenderung bersifat kontekstual, ekspresif, dan sering kali mengalami penyimpangan dari kaidah kebahasaan baku. Namun, di sisi lain, penggunaan kosakata tersebut juga mencerminkan kreativitas berbahasa dan pembentukan identitas sosial Generasi Alfa.  
Tekstualisasi Dan Kontekstualisasi Hadis Larangan Berpergian Bagi Perempuan Tanpa Mahram Riky Supratama; Hilalludin Hilalludin
Fikr: Jurnal Pemikiran Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Fikr: Jurnal Pemikiran Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul `'Ulum Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62448/fjpsi.v1i1.229

Abstract

This research examines the prohibition on women traveling without a mahram from both textual and contextual perspectives. The study begins by presenting the text of a hadith from Sahih Muslim, which states that a woman is not allowed to travel for three days unless accompanied by a mahram. It then explores the concept of mahram in Islam, including kinship, breastfeeding, and marital relations. In the textual analysis phase, the research reviews the opinions of the four major schools of thought (Hanafi, Maliki, Shafi’i, and Hanbali), which generally require the presence of a mahram for women traveling, especially for pilgrimage (hajj). The study also presents variations among scholars regarding the distance allowed for a woman’s journey and the conditions for safe travel. In the contextualization phase, the research critiques the purely textual approach by considering modern contexts where security measures for women have greatly improved. It finds that the original reason for the prohibition was to protect women’s safety and honor, which was relevant to the historical context. Therefore, modern social and security contexts should be considered in implementing the hadith to make its interpretation more relevant to contemporary women’s needs