Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

BIMBINGAN CARA PEMBUATAN TEH DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) OLEH IBU-IBU DI GAMPONG SANTAN KABUPATEN ACEH BESAR Ibrahim Ibrahim; Marwan Marwan; Almukarramah Almukarramah; Juli Firmansyah; Jalaluddin Jalaluddin; M Ridhwan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.802-806

Abstract

Penyuluhan pembuatan teh dari  daun kelor (Moringa oleifera Lam) dengan pemberian cairan madu, garam sebagai minuman tambahan bagi keluarga. Teh daun kelor berupa herbal biasanya digunakan bahan alami  dari daun, ranting bahkan kulit batang yang jemur beberapa waktu kemudian diseduh dengan air panas. Boleh juga tehkelor ini dapat dikemas berupa bungkusan  dengan kertas saring. Cara pembuatan tek kelor  herbal yaitu dengan dilakukan penyiangan daun dan ranting daun kelor, pengeringan dengan menggunakan sinar matahari secara tindak langsung hingga kering, bahan bakunya dapat di haluskan atau ditumbuk menjadi tepung baru dibungkus  atau dikemas seperti teh celup umumnya. Daun kelor ini juga sering   dikomsumsi oleh masyarakat Aceh sebagai sayuran yang di campuran dengan wortel atau labu dalam menu masakan masyarakat desa. Banyak zat penting yang terkandung di dalam tanaman kelor seperti serat, Vit. B, Fosfor, tembaga, kalium, selenium, vitamin C, vitamin A, kalsium, asam folat, tembaga, magnesium, protein, lemak, kalsium, dan zat besi. Tanin daun kelor juga berguna sebagai antioksidan, antimikroba, antifungi, dan juga anti inflamasi yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, fungsi utama dari antioksidan yang terkandung dalam daun kelor, yaitu membantu menangkal radikal bebas pada tubuh. 
Utilization of Corn Cob (Zea mays L.) as Raw Material Eco-Friendly Bioethanol Husainah Yusuf; Muhammad Ridhwan; Azwir; Almukarramah; Erdi Surya
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 3 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i3.11735

Abstract

The use of agricultural waste as an alternative energy source represents a strategic solution to address energy crises and environmental challenges. Corn cobs (Zea mays L.), often regarded as low-value agricultural residues, possess significant potential as a bioethanol feedstock due to their high lignocellulosic content. This study aims to analyze the potential of corn cobs as a raw material for environmentally friendly bioethanol production through hydrolysis and fermentation processes. The research employed an experimental approach consisting of material pretreatment, lignocellulosic hydrolysis to convert cellulose and hemicellulose into fermentable sugars, and fermentation using Saccharomyces cerevisiae as the bioethanol-producing microorganism. Bioethanol yield and production efficiency were evaluated to determine feasibility and performance. The findings indicate that corn cobs can produce bioethanol in competitive yields compared with other lignocellulosic feedstocks. The hydrolysis process effectively increased reducing sugar content, supporting optimal fermentation performance. In addition to technical feasibility, the utilization of corn cobs offers ecological advantages, including the reduction of agricultural waste accumulation and lower carbon emissions. Since corn cobs do not compete with food resources, their use aligns with renewable energy development strategies and circular economy principles. Corn cobs demonstrate strong potential as a sustainable and environmentally friendly bioethanol feedstock. Optimizing production efficiency at an industrial scale and strengthening policy support are recommended to enhance the development and commercialization of agricultural waste-based bioenergy.
PERAN POSYANDU KELILING DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT UNTUK PENURUNAN STUNTING Morina Zubainur, Cut; Khairunnisa, Cut; Akmal, Nurul; Ibrahim, Ibrahim; Almukarramah, Almukarramah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1180-1189

Abstract

Fenomena stunting pada balita merupakan salah satu masalah gizi yang cukup serius di Indonesia. Berdasarkan data dari aplikasi online yang digunakan untuk Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat di Puskesmas Lambaro Aceh Besar, sebanyak 12 balita mengalami stunting atau kurang gizi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian para ibu dan kader posyandu di wilayah Puskesmas Lambaro dan sekitarnya dengan melakukan observasi pada balita yang mengalami stunting. Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperdalam pemahaman orang tua atau ibu yang memiliki balita dengan masalah gizi atau stunting. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode kunjungan rumah kepada delapan balita yang mengalami stunting dengan melibatkan kader posyandu dari setiap desa. Kegiatan posyandu dengan metode keliling ini berjalan dengan sukses berkat tingginya partisipasi warga, terutama para ibu yang memiliki balita stunting. Berdasarkan wawancara kualitatif yang dilakukan tim peneliti, pada umumnya, pengetahuan ibu tentang peran Posyandu, perlakuan terhadap anak yang mengalami stunting, serta cara mengatasi stunting sudah cukup baik. Respon ibu-ibu terhadap pelayanan Posyandu cukup positif bagi balita yang mengalami stunting dan dukungan untuk kader lainnya